51 60 PENDIDIKAN YANG BENAR

0 Comments
                                                                                                                  51
                                                                                          PENDIDIKAN  YANG  BENAR

“Bila tersingkap, firman-firmanMu memberikan terang,  memberi pengertian kepada orang-orang bodoh,”  --  bagi mereka yang tidak mendapat kesempatan, tetapi ingin belajar.   Pekerjaan apakah yang telah diberikan oleh Allah kepada pesuruh-pesuruhNya kepada dunia ini?   Satu-satunya Anak Allah yang menyelubungi kemuliaanNya dengan kemanusiaan, dan datang kedunia sebagai seorang guru, pengajar, untuk menyatakan kebenaran, yang bertentangan dengan kesalahan.  Kebenaran,  kebenaran yang menyelamatkan,  tidak pernah padam dilidahNya,  tidak pernah membebani tangan-tanganNya,  tetapi telah dinyatakan dengan cara yang gamblang dan dibentuk secara jelas diantara kegelapan moral yang memenuhi dunia kita ini.   Karena untuk pekerjaan inilah Dia tinggalkan istana disurga.   Dia mengatakan mengenai diriNya sendiri,  “Untuk inilah Aku datang kedunia, agar Aku menjadi saksi bagi kebenaran.”   Kebenaran yang datang dari bibirNya  dengan kesegaran dan kuasa,  adalah seperti wahyu yang baru.   Dia adalah jalan, kebenaran,  dan kehidupan.   KehidupanNya,  yang telah diberikan bagi dunia yang berdosa ini,  dipenuhi dengan hasil-hasil ketekunan dan ketepatan;  karena pekerjaanNya adalah untuk menyelamatkan jiwa-jiwa.   Dia datang untuk menjadi Terang Kebenaran,  bersinar diantara kegelapan moral yang menyesatkan dan penuh kesalahan,  dan telah diberitakan oleh sebuah suara dari surga, yang mengumumkan,  “Inilah AnakKu yang Kukasihi,  kepadaNya Aku berkenan.”   Dan pada saat penjelmaanNya suara ini, yang datang dari surga sekali lagi terdengar,  “Inilah AnakKu yang Kukasihi,  yang kepadaNya Aku berkenan,  dengarkanlah Dia.”
“Bukankah telah dikatakan Musa : Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti Aku : Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu.  Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita.”   Kristus membawa kedalam duni kita ini suatu pengetahuan tertentu mengenai Allah,  dan kepada semua orang yang menerima dan menurut firmanNya,  memberikan mereka kuasa untuk menjadi anak-anak Allah.   Dia yang datang dari Allah kedunia ini, untuk memberikan pengajaran tentang setiap pokok masalah yang diperlukan oleh manusia, untuk diketahui agar menemukan jalan kesurga.   Bagi Dia,  kebenaran adalah maha-hadir,  kenyataan yang membuktikan dirinya sendiri;  Dia tidak mengucapkan anjuran apapun juga,  tidak mengembangkan perasaan, buah pikiran, tetapi yang dihadapkan hanyalah kebenaran yang pasti dan yang menyelamatkan.
Segala sesuatu yang tidak berhubungan didalam kebenaran adalah pekerjaan manusia yang patut dipertanyakan.   Orang yang diakui sebagai orang besar dan terpelajar boleh jadi hanya seorang bodoh dipandangan Allah,  dan kalau demikian,  doktrin-doktrin mereka yang tinggi dan pepatah-pepatah mereka yang berisi pengajaran,  walaupun mereka bersukacita dan mengeluarkan perasaan-perasaan humor,  dan walaupun mereka mungkin telah berpengalaman dari zaman kezaman, dan dibuai didalam ayunan iman yang populer,  semata-mata adalah khayalan dan kesalahan,  kalau tidak didapati didalam pengajaran-pengajaran Kristus yang diilhami.   Dia adalah sumber dari segala hikmat;  karena Dia menempatkan diriNya sendiri langsung pada tingkat Allah yang kekal.  Didalam kemanusiaanNya,  terang dari surga yang mulia langsung menyinari keatas Dia, dan dari Dia kepada dunia, haruslah dipantulkan lagi kepada orang-orang yang menerima dan percaya kepadaNya,   dibaurkan dengan kesempurnaan tabiatNya.   Sementara Kristus berdiri didalam pribadi manusiaNya,  dan berseru dengan bahasa yang sederhana tetapi mendesak umat manusia,  Dia berada dialam kesatuan yang sempurna dengan Allah,  sehingga suaraNya keluar dengan penuh kekuasaan, seperti suara Allah dari tengah-tengah kemuliaan.
Dalam catatan, Yohanes ditugaskan oleh Roh Kudus untuk menyatakan,  dia mengatakan tentang Kristus,   “Pada mulanya adalah Firman;  Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.  Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.   Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.”   Ini adalah kebenaran penting yang paling berharga yang diungkapkan,  membersitkan berkas cahaya dan kemuliaan  keatas semua orang yang mau menerimanya.   Pengetahuan penting apa lagikah yang dapat diterima daripada yang telah diberikan didalam Buku yang mengajarkan mengenai kejatuhan manusia dan akibat dari dosa, yang membuka gerbang berkelimpahan dengan malapetaka keatas dunia ini;  yang mengajarkan juga tentang kedatangan Kristus yang pertama,  seorang bayi yang tidak berdaya,  dilahirkan dikandang hewan dan terbungkus didalam palungan.   Sejarah Kristus haruslah diselidiki, dibandingkan dari satu tulisan dengan tulisan yang lain, yang memungkinkan untuk mempelajari pelajaran-pelajaran yang lain.  
Apakah syarat-syarat dari keselamatan?   Sebagai pekerja-pekerja yang cerdas,  dilengkapi dengan lambang-lambang kepribadian dan tugas-tugas,  kita dapat mengetahui mengenai hal-hal yang berhubungan dengan masa depan kita,  nasib yang kekal;   karena catatan Tulisan-tulisan yang telah diberikan oleh Yohanes,  dengan tuntunan dari Roh Kudus,  tidak berisikan syarat-syarat yang sulit dipenuhi, dan yang tidak akan berisi investigasi yang rumit atau penuh kritikan.
Kristus adalah seorang guru yang diutus oleh Allah,  dan ucapan-ucapanNya tidak berisi bagian-bagian atau potongan-potongan lambang yang tidak berguna.   Tetapi ada pemaksaan mengenai banyaknya ajaran-ajaran manusia yang terdiri dari tuntutan-tuntutan yang menonjolkan diri, dan bukan berisi mengenai kebenaran.   Para guru pada zaman sekarang ini hanya dapat menggunakan kemampuan yang diperoleh dari pendidikan yang diberikan oleh guru-guru yang sebelumnya juga sudah terdidik;  namun walaupun sudah dipenuhi dengan tulisan-tulisan dari pengarang-pengarang besar dalam ajaran-ajaran mereka,  tetap saja tidak ada kemampuan untuk mengarahkan mereka kembali kepada prinsip besar yang mula-mula,   Sumber dari hikmat yang tidak akan salah,  dari mana para guru itu menyerap kekuasaan mereka.   Masih terdapat ketidak-pastian yang menyakitkan,  mereka masih terus melakukan usaha penelitian dan pencaharian, yang sebenarnya hanya dapat diperoleh dari Allah saja.   Trompet kebesaran manusia boleh saja ditiup keras-keras,  tetapi bunyinya adalah bunyi yang tidak pasti;  tidak sepadan, dan keselamatan jiwa-jiwa manusia tidak akan dapat memberanikan diri untuk bergantung kepada mereka.
Sarana tradisi, yang hanya sedikit saja berisi kebenaran, telah dibawa masuk kedalam pendidikan,  yang tidak akan pernah membuat para pelajar itu cocok hidup didalam kehidupan ini, agar mereka boleh mencapai kehidupan kekal yang lebih tinggi.   Buku-buku yang diletakkan disekolah-sekolah kita, yang ditulis oleh para pambangkang yang disebut sebagai orang-orang berhikmat,  tidak berisi pendidikan yang seharusnya bagi para murid.   Sebenarnya tidak perlu mereka dididik dalam bidang-bidang semacam ini hanya agar ditamatkan dari sekolah-sekolah ini, dan menuju kesekolah yang ada disurga.  Sarana tradisi yang diajarkan tidak akan ada bandingannya dengan ajaran-ajaran mengenai Dia yang telah datang untuk menunjukkan jalan kesurga.   Kristus mengajar dengan kekuasaan.   Khotbah diatas bukit merupakan suatu hasil yang ajaib,  namun begitu sederhana sehingga seorang anakpun dapat mempelajarinya tanpa harus salah jalan.   Khotbah diatas bukit adalah lambang dari tangga yang tinggi diatas mana Kristus pernah berdiri.   Dia berbicara dengan kuasa yang merupakan kekuasaanNya sendiri.   Setiap kalimat yang diucapkan datang dari Allah.   Dia adalah Firman dan Hikmat dari Allah,  dan dia pernah menyatakan kebenaran dengan kekuasaan dari Allah.   “Firman yang Kukatakan kepadamu,”  Dia mengatakan,   “adalah roh dan kehidupan.”
Apa yang ada didewan surga, dimana Bapa dan Anak telah mempertimbangkan pentingnya keselamatan manusia, telah ditegaskan dari kekekalan oleh kebenaran-kebenaran yang tidak terbatas, dimana makhluk-makhluk yang terbatas ini tidak akan gagal untuk memenuhinya.   Wahyu-wahyu telah dibuat bagi pengajaran dalam kebenaran,  agar manusia umat Allah boleh dimuliakan dalam kehidupannya sendiri dan juga dalam kehidupan orang lain yang mengikutnya,  tidak hanya karena mereka memiliki kebenaran, tetapi juga karena mereka memberitakannya.     
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebeanran.  Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.  Dihadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi pernyataanNya dan demi kerajaanNya;   Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.  Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.  Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.”
Yesus tidak membawa ilmu pengetahuan manusia sama sekali kedalam pengajaranNya.  Ajaran-ajaranNya dipenuhi dengan kebenaran yang besar, mulia dan menyelamatkan,  terhadap mana, ambisi dan kesombongan keinginan manusia yang paling tinggi seklaipun tidak akan dapat menandinginya;  namun hal-hal dengan konsekwensi yang lebih kecil merasuki pikiran-pikiran manusia.   Rencana besar untuk penebusan bangsa manusia yang telah jatuh ini telah dinyatakan dalam kehidupan Yesus dalam bentuk manusia.   Rancangan dari usaha memperbaiki kembali bayangan moral Allah didalam diri manusia yang telah merosot ini, dimasukkan dalam setiap tujuan dari kehidupan dan tabiat Kristus.   TakhtaNya tidak dapat dicampur-baurkan dengan ilmu pengetahuan manusia,  yang akan memutuskan hubungan dari Sumber utama dari segala hikmat dalam sekejap.   Topik dari ilmu pengetahuan manusia tidak pernah terucap dari bibirNya yang suci.  Dengan mempercayai didalam dan melakukan firman Allah,  Dia telah merenggutkan keluarga-keluarga manusia dari kereta setan.   Dia telah hidup kembali dari kehancuran yang mengerikan yang ada diantara bangsa manusia,  dan Dia datang untuk menyelamatkan jiwa-jiwa oleh kebenaranNya sendiri,  untuk membawa kedunia ini,  jaminan yang tidak terhingga dari pengharapan dan pelepasan yang sempurna.   Ilmu-ilmu pengetahuan yang sekarang ada didunia ini boleh dicari dan didapatkan;  karena semua manusia adalah milik Allah,  dan dipekerjakan oleh Allah untuk memenuhi kehendakNya dalam bidang-bidang tertentu,  bahkan kalaupun mereka menolak Kristus Yesus sebagai Penebus mereka.   Jalan, didalam mana Allah menggunakan manusia, tidaklah selalu dapat dimengerti,  tetapi tetap Dia menggunakan mereka.   Allah mempercayai manusia dengan talenta-talenta dan kepintaran-kepintaran,  agar pekerjaan besarNya didunia ini dapat diselesaikan.   Keinginan-keinginan didalam pikiran manusia mungkin timbul dari kemanusiaan,  tetapi Allah berada dibelakang segalanya.  
Kemampuan-kemampuan yang telah digunakan oleh manusia, dengan cara yang salah dan melecehkan kesanggupan-kesanggupan yang telah diberikan oleh Allah,  telah menyebabkan terjadinya kebingungan didunia ini.   Mereka telah meninggalkan Kristus demi pemberontak besar,  sang pangeran dari kegelapan.   Hanya manusia yang diperhitungkan bagi api ajaib yang dicampurkan dengan kesucian.   Penumpukan segala macam hal yang memerintah nafsu dan ambisi telah membawa pengadilan Allah kedalam dunia.   Kalau didalam kesulitan,  para akhli filosofi dan  orang-orang besar didunia ingin memuaskan pikiran-pikiran mereka tanpa bertanya-tanya kepada Allah.   Mereka membuka filosofi mereka sehubungan dengan langit-langit dan bumi,  memperhitungkan malapetaka-malapetaka,  hama-hama,  epidemi-epidemi,  gempa-gempa bumi,  dan kelaparan-kelaparan,  dengan ilmu-ilmu pengetahuan mereka yang memperkirakannya.   Ratusan pertanyaan sehubungan dengan penciptaan dan kependudukan,  mereka usahakan untuk dijawab dengan mengatakan,  Ini adalah hukum dari alam.
Memang ada hukum alam,  tetapi semuanya harmonis,  sejalan dengan pekerjaan Allah;  namun bila dewa-dewa orang banyak menetapkan bagi mereka sendiri, dan berusaha untuk menerangkan prinsip-prinsip Allah dan kerajaanNya dengan cara mereka sendiri dan menyatakan kepada dunia adanya api yang lain ditempat yang mulia, maka akan terjadi kebingungan.   Perputaran bumi dan langit membutuhkan banyak orang pada jari-jari rodanya untuk melihat Tangan yang berada dibawah roda tersebut, yang menjalankan bumi dengan sempurna.   Allah yang benar dan hidup hadir disemua tempat. 
Sejarah yang menarik dan sangat penting, telah diberikan dalam buku Daniel 2.   Nebukadnezar, raja Babilon, telah bermimpi suatu mimpi yang tidak dapat diingatnya sama sekali pada waktu dia bangun.   “Lalu raja menyuruh memanggil orang-orang berilmu, akhli jampi, akhli sihir dan para Kasdim, untuk menerangkan kepadanya tentang mimpinya itu;  maka datanglah mereka dan berdiri dihadapan raja.”   Orang-orang yang dia hormati dan kepada siapa dia berharap,  dan sehubungan dengan keadaan pada waktu itu,  raja telah menuntut mereka untuk menceriterakan mimpi raja.   Orang-orang bijak itu berdiri dihadapan raja dengan ketakutan;  karena mereka tidak melihat sebuah berkaspun yang berhubungan dengan mimpi raja.   Mereka hanya dapat mengatakan,  “Ya raja, kekallah hidupmu!   Ceriterakanlah kepada hamba-hambamu mimpi itu, maka kami akan membertitahukan maknanya.”   Tetapi raja menjawab para Kasdim itu :  Aku telah mengambil keputusan, yakni jika kamu tidak memberitqahukan kepadaku mimpi itu dengan maknanya,  maka kamu akan dipenggal-penggal dan rumah-rumahmu akan dirobohkan menjadi timbunan puing.   Tetapi jika kamu dapat memberitahu mimpi itu dengan maknanya,  maka kamu akan menerima hadiah,  pemberian-pemberian dan kehormatan yang besar daripadaku.  Oleh sebab itu beritahukanlah kepadaku mimpi itu dengan makanya.”   Namun tetap orang-orang bijak itu kembali dengan jawaban,  “Silakan tuanku raja menceriterakan mimpi itu kepada hamba-hambanya ini,  maka kami akan memberitahukan maknanya.”
Nebukadnezar mulai mengerti bahwa orang-orang itu yang selama ini dia percayai dapat mengungkapkan rahasia-rahasia melalui kebijaksanaan yang mereka sombongkan, telah menggagalkan dia didalam kebingungannya, dan dia berkata :  “Aku tahu benar-benar, bahwa kamu mencoba mengulur-ulur waktu, karena kamu melihat, bahwa aku telah mengambil  keputusan,  yakni jika kamu tidak dapat memberitahukan kepadaku mimpi itu,  maka kamu akan kena hukuman yang sama;  dan aku tahu bahwa kamu telah bermufakat untuk mengatakan kepadaku hal-hal yang bohong dan busuk, sampai keadaan berubah   Oleh sebab itu ceriterakanlah kepadaku mimpi itu, supaya aku tahu, bahwa kamu dapat memberitahukan maknanya juga kepadaku.  Para Kasdim itu menjawab raja :  Tidak ada seorangpun dimuka bumi yang dapat memberitahukan apa yang diminta tuanku raja  .  .  .  Apa yang diminta tuanku raja adalah terlalu berat dan tidak ada seorangpun yang dapat memberitahukan kepada tuanku raja, selain dari dewa-dewa yang tidak berdiam diantara manusia.”   Maka kemudian raja  “menjadi sangat geram dan murka karena hal itu, lalu dititahkannyalah untuk melenyapkan semua orang bijaksana di Babilon.”      
Mendengar titah ini,   “Daniel menghadap raja dan meminta kepadanya, supaya ia diberi waktu untuk memberitahukan makna itu kepada raja.   Kemudian  pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya  :  dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya  Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babilon.”   Roh Tuhan berada diatas Daniel dan teman-temannya,  dan rahasia itu diungkapkan kepada Daniel dalam suatu penglihatan malam.   Pada waktu dia memberitahukan kenyataan-kenyataan itu, mimpi itu datang keingatan raja dengan segarnya,  dan maknanya telah diberikan,  menunjukkan peristiwa-peristiwa yang sudah ditandai, dan yang akan menjadi catatan dalam nubutan sejarah.
Tuhan sedang bekerja didalam kerajaan Babilon,  menghentarkan terang kepada keempat tawanan orang Ibrani,  agar Dia boleh menyatakan pekerjaanNya dihadapan banyak orang.   Dia akan menyatakan bahwa Dia memiliki kuasa diatas seluruh kerajaan-kerajaan didunia,  menetapkan pengangkatan raja dan juga menurunkan raja-raja.   Raja diatas segala raja-raja telah menyebarkan kebenaran besar kepada raja Babilon,  membangunkan ingatan didalam pikirannya akan tanggung-jawabnya kepada Allah.   Dia melihat  perbedaan yang besar antara kerajaan Allah dengan orang-orang bijaksana dari orang-orang yang terpelajar didalam kerajaannya.
Tuhan telah memberikan kepada wakil-wakilNya didunia ini,  pelajaran-pelajaran dari surga,  dan Daniel menyatakan dihadapan banyak orang-orang besar dan raja Babilon,  “Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya,  sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan!   Dia mengubah saat dan waktu,  Dia memecat raja dan mengangkat raja,  Dia memberi hikmat kepada orang yang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian;   Dia yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi,  Dia tahu apa yang ada didalam gelap, dan terang ada padaNya.”   “Disorga ada Allah yang menyingkap rahasia-rahasia;  Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang.”   Kemuliaan tidak diberikan kepada orang-orang yang berdiri sebagai juru bicara didalam kerajaan;  tetapi kepada orang-orang yangn meletakkan seluruh keyakinannya kepada Allah,  berusaha mencari kemurahan dan kekuatan dan terang kemuliaan,  akan dipilih sebagai wakil-wakil kerajaan Allah diantara orang-orang Babilon yang jahat dan penyembah berhala.
Peristiwa-peristiwa bersejarah itu,  telah dinyatakan didalam mimpi raja, yang adalah juga merupakan peringatan untuk dia;  tetapi mimpi itu telah dihalaukan daripadanya,  agar orang-orang bijak yang mengaku sebagai orang-orang yang mempunyai pengertian tentang rahasia-rahasia, tidak akan memberikan makna yang salah.   Pelajaran-pelajaran yang diajarkan didalam mimpi tersebut telah diberikan oleh Allah bagi orang-orang yang hidup pada zaman sekarang ini.   Ketidak-sanggupan orang-orang bijak itu menceriterakan mimpi dan maknanya,  adalah merupakan orang-orang bijak yang ada pada zaman kita ini juga, yang tidak memiliki pengertian dan pengajaran dan pengetahuan dari Yang Maha Tinggi, dan oleh karenanya mereka tidak mempunyai pengertian tentang nubuatan-nubuatan.   Orang-orang yang paling terpelajar dicakrawala dunia ini,  yang tidak berminat untuk mendengar apa yang Allah katakan dalam firmanNya,   dan membuka hati mereka untuk menerima firman dan meneruskannya kepada orang lain,  bukanlah orang-orang yang dapat menjadi wakil-wakilNya.   Orang yang akan menerima kebenaran sampai kepada kehidupan kekal, bukanlah orang-orang besar dan terpelajar dari dunia ini, atau raja—raja dan pejabat-pejabat tinggi,  walaupun kebenaran itu dihadapkan kepada mereka.
Daniel yang berhasil mengungkapkan mimpi yang telah diberikan oleh Allah,  mendapat penghormatan dan kebesaran.    “Lalu sujudlah raja Nebukadnezar serta menyembah Daniel;  juga dititahkannya mempersembahkan korban dan bau-bauan kepadanya.   Berkatalah raja kepada Daniel :  Sesungguhnyalah,  Allahmu itu Allah yang mengatasi segala allah dan Yang berkuasa atas segala raja, dan Yang menyingkapkan rahasia-rahasia, sebab engkau telah dapat menyingkapkan rahasia itu.   Lalu raja memuliakan Daniel :  dianugerahinyalah dengan banyak pemberian yang besar, dan dibuatnyalah dia menjadi penguasa atas seluruh wilayah Babilon dan menjadi kepala semua orang bijaksana di Babilon.   Atas permintaan Daniel, raja menyerahkan pemerintahan wilayah Babilon itu kepada Sadrach, Mesakh, dan Abednego,  sedang Daniel sendiri tinggal diistana raja.”  --  tempat dimana keadilan dipertimbangkan,  dan ketiga orang temannya dijadikan penasehat-penasehat,  hakim-hakim, dan penguasa-penguasa diantara negeri itu.   Orang-orang ini sama sekali tidak dibekali dengan kesia-siaan,  tetapi mereka melihat dan bersuka-cita didalam Allah yang telah dikenal diatas segala kemampuan dunia,  dan kerajaanNya ditinggikan diatas segala kerajaan-kerajaan.
Jadi kita dapat melihat bahwa pendidikan yang tertinggi didunia ini boleh saja dicapai,  namun tetap saja orang yang memilikinya boleh jadi melalaikan prinsip-prinsip pertama,  yang membuat mereka menjadi yang utama didalam kerajaan Allah.   Apa yang dipelajari oleh manusia tidak dapat disamakan kwalitasnya dengan kerajaan itu.   Pokok utama dari setiap orang Kristen mengenai kerajaan Kristus tidaklah berhubungan dengan adat istiadat dan tata-tata upacara, atau dengan mempelajari banyak buku-buku.   “inilah kehidupan kekal itu,  ialah agar mereka boleh mengenal Engkau satu-satunya Allah yang benar,  dan Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”   Anggota-anggota kerajaan Kristus, adalah juga merupakan anggota-anggota dari tubuhnya,  yang mana Dia sendiri menjadi kepalaNya.   Mereka adalah anak-anak Allah yang terpilih,  “Imam yang rajani, bangsa yang suci, dan orang-orang yang terpilih,”   agar mereka menyatakan kepada dunia, puji-pujian bagi Dia yang telah memanggil mereka keluar dari kegelapan kedalam terangNya yang besar. 
“Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati Tuhan terpikat olehmu dan memilih kamu  --  bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa?  --  Tetapi karena Tuhan mengasihi kamu dan memegang sumpahNya yang telah diikrarkanNya kepada nenek moyangmu, maka Tuhan telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir.  Sebab itu haruslah kauketahui,  bahwa Tuhan Allahmu, dialah Allah,  Allah yang setia,  yang memegang perjanjian dan kasih setiaNya terhadap orang yang kasih kepadaNya dan berpegang pada perintahNya, sampai kepada beribu-ribu keturunan,  tetapi terhadap diri setiap orang dari mereka yang membenci Dia, Ia melakukan pembalasan dengan membinasakan orang itu,  Ia tidak bertangguh terhadap orang yang membenci Dia.  Ia langsung mengadakan pembalasan terhadap orang itu.  Jadi berpeganglah pada perintah, yakni ketetapan dan peraturan yang kusampaikan kepadamu pada hari ini untuk dilakukan.”   Kalau perintah-perintah Allah adalah untuk mengikat ribuan generasi,   itu akan membawa mereka kekerajaan Allah,  untuk menghadap Allah dan malaikat-malaikatNya yang suci.
Ini adalah argumen yang tidak dapat dipertentangkan.   Hukum-hukum Allah akan tetap bertahan sepanjang waktu dan sepanjang kekekalan.   Apakah hukum-hukum itu membuat kita merasa terbebani?  --  Tidak.   “Tuhan, Allah kita, memerintahkan kepada kita untuk melakukan segala ketetapan itu dan untuk takut akan Tuhan, Allah kita, supaya senantiasa baik keadaan kita dan supaya Ia membiarkan kita hidup, seperti sekarang ini.”   Tuhan  memberikan hukum-hukum kepada umatNya,  agar dengan menuruti hukum-hukum itu, mereka boleh menyiapkan fisik, mental, dan moral mereka tetap sehat.    Mereka harus hidup didalam penurutan;  tetapi kematian adalah kematian yang pasti dari pelanggaran terhadap hukum Allah.
Tulisan-tulisan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru perlu dipelajari setiap hari.   Pengetahuan akan Allah dan kebijaksanaan dari Allah diberikan kepada para murid yang selalu mempelajari jalan-jalanNya dan pekerjaan-pekerjaanNya.   Alkitab haruslah menjadi terang kita, pendidik kita.   Kalau kita mau mengenal Allah didalam setiap jalan kita;   kalau para orang muda dididik untuk mempercayai, bahwa Allah yang mengirimkan hujan dan sinar matahari dari surga, dan menjadikan tanam-tanaman bertumbuh;  kalau mereka diajar bahwa semua berkat-berkat datangnya dari Dia,  dan bahwa ucapan syukur dan pujian adalah layak untuk Dia;   kalau dengan ketaatan mereka mengenali Allah, dan melakukan tugas-tugas mereka dari hari kesehari,  maka Allah akan berada didalam pikiran mereka;  mereka dapat mempercayaiNya dihari esok,  dan pemeliharaanNya yang menyebabkan kekecewaan didalam kehidupan banyak orang dapat dihindarkan.   “Carilah dahulu kerajaan Allah dengan segala kebenaranNya,  maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.”
Pelajaran besar yang pertama dalam pendidikan adalah mengenal dan mengerti kehendak Allah.   Bawalah pengetahuan akan Allah bersamamu setiap saat didalam kehidupanmu.   Biarkan itu menyerap didalam pikiran dan sekujur tubuhmu.   Allah memberikan kebijaksanaan kepada  Sulaiman,  tetapi kebijaksanaan yang telah dikaruniakan Allah ini telah diabaikan pada waktu dia berpaling dari Allah untuk mendapatkan kebijaksanaan dari sumber yang lain-lainnya.   Kita memerlukan kebijaksanaan Sulaiman sesudah kita mempelajari kebijaksanaan dari yang Satu itu lebih daripada yang dimiliki Sulaiman.   Kita tidak seharusnya mengikuti kebijaksanaan manusia,  yang sudah dianggap sebagai kebodohan,  hanya untuk mencari kebijaksanaan yang sebenarnya.   Karena bagi manusia, kalau dia mempelajari ilmu-ilmu pengetahuan melalui interpretasi-interpretasi manusia,  berarti mendapatkan pendidikan yang salah,  tetapi mempelajari Allah dan Yesus Kristus adalah mempelajari ilmu pengetahuan dari Alkitab.   Pertentangan didalam pendidikan telah terjadi karena kebijaksanaan dan pengetahuan mengenai Allah tidak dihormati dan ditinggikan oleh agama-agama dunia.   Kemurnian hati akan dapat melihat Allah disetiap tempat,  didalam setiap tingkat pendidikan yang sebenarnya.   Pelajaran-pelajaran tentang Allah akan menggetarkan berkas sinar yang pertama, yang dipancarkan dari takhta Allah.   Hubungan-hubungan dari surga akan dibuat bagi mereka yang mau menangkap berkas-berkas pertama yang memancarkan pengetahuan tentang kerohanian.
Para murid disekolah-sekolah kita haruslah mempertimbangkan pengetahuan tentang Allah sebagai pengetahuan yang berada diatas dari segala sesuatu.   Meneliti Tulisan-tulisan itu saja dapat memberikan pengetahuan mengenai Allah yang sebenarnya dan mengenai Yesus Kristus yang telah diutusNya.   “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa,  tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.   Karena ada tertulis :  Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan.”   “Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lebih lemah dari Allah lebih kuat daripada manusia.”   “Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus,  yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita.   Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.  Karena seperti ada tertulis : Barangsiapa yang bermegah,  hendaklah ia bermegah didalam Tuhan.”  --  Special Testimonies on Education,  26 Maret, 1896.



























52
LATIHAN   SEHARI-HARI

Kehidupan yang diberikan kepada kita bukan untuk digunakan bersantai-santai atau bersenang-senang;   tetapi kemungkinan-kemungkinan besar telah ditempatkan dihadapan setiap orang yang mau mengembangkan kemampuan-kemampuannya yang telah dianugerahkan Allah kepada kita.   Untuk alasan inilah, maka latihan bagi orang-orang muda merupakan masalah yang paling penting.   Setiap anak yang dilahirkan dirumah adalah harta yang paling suci.   Allah mengatakan kepada para orang tua,  Ambillah anak ini,  peliharalah dia untukKu,  agar dia boleh memuliakan namaKu,  dan menjadi saluran melalui mana berkat-berkatKu boleh dialirkan kedalam dunia ini.   Untuk mempersiapkan anak menjalani kehidupan semacam itu,  ada sesuatu yang sangat diperlukan lebih daripada pendidikan yang sebagian-sebagian dan satu sisi saja,  yang dapat mengembangkan mental sejalan dengan kekuatan-kekuatan fisik.   Seluruh bagian dari pikiran dan tubuh perlu dikembangkan;  dan ini adalah pekerjaan, yang para orang tua – dengan pendidikan yang didapat dari guru mereka – harus kerjakan, demi anak-anak dan orang-orang muda yang dipercayakan kepada mereka.
Pelajaran-pelajaran yang pertama adalah sangat penting.   Sudah menjadi kebiasaan mengirimkan anak-anak dalam usianya yang masih muda untuk pergi kesekolah.   Mereka diminta untuk belajar dari buku-buku mengenai hal-hal yang membebani pikiran-pikiran mereka yang masih muda, dan seringkali mereka diajar juga mengenai musik.   Seringkali para orang tua memiliki keterbatasan-keterbatasan,  dan biaya-biaya yang dikeluarkan telah membuat keuangan mereka tidak sehat;  tetapi segala sesuatu haruslah diusahakan untuk mengikuti bidang-bidang pendidikan ini.   Pelajaran semacam ini tidaklah bijaksana.   Anak-anak yang belum stabil janganlah dibebani dengan banyak macam bidang pelajaran,   dan tidak seharusnya mempelajari tentang musik sampai fisiknya bertumbuh dengan baik.
Ibunya sendiri haruslah menjadi gurunya,  dan rumah adalah sekolah dimana setiap anak menerima pelajaran-pelajarannya yang pertama;  dan pelajaran-pelajaran ini haruslah termasuk membiasakan diri hidup dengan hemat.   Para ibu,  biarkan anak-anak kecil bermain diudara yang terbuka;  biarkan mereka mendengar nyanyian-nyanyian burung-burung,  dan mempelajari kasih Allah seperti yang dinyatakan didalam pekerjaanNya yang indah.   Ajarkan mereka mengenai pelajaran-pelajaran sederhana dari buku alam dan hal-hal yang berhubungan dengan alam;  dan sementara pikiran mereka berkembang,  pelajaran-pelajaran dari buku-buku boleh ditambahkan,  dan akan tertanam dengan kuat didalam ingatannya.   Tetapi biarkan mereka juga belajar,  bahkan kalau mereka masih sangat muda sekalipun,  agar menjadi manusia yang berguna.   Latihlah mereka untuk berpikir,  sebagai anggota rumah tangga,  untuk melakukan tugas dengan penuh minat,  saling memberikan pertolongan dalam melakukan tugas-tugas dirumah,  dan berusaha untuk melatih kesehatannya sementara melakukan tugas-tugas dirumah tangga.
Para orang tua perlu mencarikan tugas yang berguna bagi anak-anak mereka,  yang akan melibatkan dirinya untuk memikul tanggung-jawab sesuai dengan umur dan kesanggupan mereka.   Anak-anak perlu diberikan sesuatu untuk dikerjakan,  yang bukan saja membuat mereka sibuk,  tetapi juga menimbulkan minat mereka.   Tangan-tangan dan otak-otak yang aktif haruslah dilatih bekerja sejak tahun-tahun awal dari kehidupan anak-anak.   Kalau orang tua lalai membangkitkan tenaga-tenaga anak-anak menjadi saluran-saluran yang bermanfaat,  maka para orang tua itu melakukan kesalahan besar;  karena setan sudah siap untuk memberikan sesuatu kepada mereka untuk dikerjakan.   Bukankah mereka harus diajar mengenai apa yang dapat mereka kerjakan,  dan para orang tua menjadi pendidik-pendidik mereka?
Kalau anak sudah cukup usianya untuk pergi kesekolah,  maka guru-guru harus bekerja-sama dengan para orang tua,  latihan melakukan tugas sehari-hari haruslah diteruskan sebagai bagian dari tugas-tugas disekolah.  Ada banyak murid yang menolak pekerjaan semacam ini disekolah-sekolah.   Mereka berpikir pekerjaan-pekerjaan yang berguna,  seperti belajar tentang perdagangan,  sangat memalukan;  tetapi orang-orang semacam ini mempunyai pendapat yang salah mengenai  apa yang merupakan martabat yang sebenarnya.   Tuhan kita dan Penebus kita Yesus Kristus,  yang adalah satu dengan Bapa,  Pengatur diistana surga,  adalah pendidik peribadi dan penuntun bagi anak-anak Israel;  dan diantara mereka telah diminta agar setiap orang muda dilatih bagaimana  bekerja.   Semua orang harus dididik didalam bidang usaha,  agar mereka boleh memiliki pengetahuan bagaimana hidup sehari-hari dengan praktis,  tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri, tetapi menjadi orang yang berguna bagi orang lain.   Ini adalah perintah yang diberikan oleh Allah kepada umat-umatNya.
Selama kehidupanNya didunia ini,  Kristus memberikan contoh kepada semua keluarga manusia,  Dia telah menunjukkan penurutan dan menjadi penolong didalam rumah.   Dia mempelajari  usaha pertukangan,  dan bekerja dengan tanganNya sendiri dibengkel kecil diNazaret.   Dia telah hidup diantara kemuliaan dari surga;  tetapi Dia menyelubungi kemuliaan diriNya dengan kemanusiaan,  agar dia boleh bergaul dengan sesama manusia,  dan mencapai hati orang banyak melalui simpatiNya.   Kalau ditemui sebagai manusia, Dia merendahkan diriNya sendiri,  dan bekerja bagi penyembuhan jiwa-jiwa manusia, dengan cara menyesuaikan diriNya dengan keadaan dimana Dia telah menemukan kemanusiaan itu.
Alkitab mengatakan tentang Yesus,  “Dan Anak itu semakin besar,  bertumbuh kuat didalam roh,  dipenuhi dengan hikmat  :  dan karunia Allah ada diatasNya.”   Sementara Dia bekerja dimasa anak-anak dan masa mudaNya,  pikiran dan tubuhNya bertumbuh.   Dia tidak menggunakan kekuatan tubuhNya dengan semena-mena,  tetapi Dia melatih tubuhNya agar terpelihara didalam kesehatan,  agar Dia dapat melakukan pekerjaanNya sebaik mungkin disetiap bidang.   Dia tidak mau dengan sembarangan, bahkan didalam menggunakan peralatan-peralatan.   Dia adalah manusia pekerja yang sempurna,  sebagaimana Dia juga sempurna didalam tabiat.   Melalui persepsi dan teladan,  Kristus telah meninggikan derajat dari pekerjaan yang berguna.
Waktu yang dipergunakan untuk latihan fisik sama sekali tidak akan terbuang percuma.  Para murid yang terus menerus menekuni buku-bukunya, dan hanya sedikit saja melakukan latihan diudara terbuka, akan menyakiti dirinya sendiri.   Latihan yang seimbang dari setiap organ-organ dan bagian-bagian dari tubuh sangat penting untuk membuat organ-organ dan bagian-bagian tubuh bekerja dengan baik.   Kalau otak terus menerus dibebani sementara organ-organ dari mesin-mesin yang hidup ini dibiarkan tidak aktif,  maka akan terjadi kehilangan didalam kekuatan, fisik dan mental.  Kesehatan dari  sistem tubuh akan menurun,  pikiran akan kehilangan kesegaran dan kekuatan,  dan kematian dini akan menjadi hasilnya.
Manfaat yang besar tidak akan dapat diperoleh dari latihan yang semata-mata berupa permainan dan olahraga saja.   Kalau berada diudara terbuka, akan ada manfaatnya,  dan juga latihan dari otot-otot;  tetapi jumlah tenaga yang sama akan diberikan kalau melalukan tugas-tugas yang berguna,  dan manfaatnya akan menjadi lebih besar,  dan perasaan kepuasaan akan disadari;  karena latihan semacam ini akan membawa perasaan puas dari hati nurani yang juga puas karena pekerjaan dapat dilakukan dengan baik. 
Dalam diri anak-anak dan orang-orang muda,  haruslah dibangunkan minat untuk melatih diri melakukan sesuatu pekerjaan yang dapat memberikan keuntungan bagi diri mereka sendiri dan juga manfaat bagi orang lain.   Latihan-latihan yang mengembangkan pikiran-pikiran dan tabiat,  yang mengajarkan tangan-tangan untuk menjadi berguna,  dan melatih para orang muda rela ikut menanggung beban-beban kehidupan,  merupakan latihan yang dapat memberikan kekuatan fisik, dan menyegarkan setiap bagian tubuh.   Dan akan ada upah dari pekerjaan yang bermanfaat,  didalam meningkatkan kebiasaan dalam kehidupan untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik.
Anak-anak dari keluarga yang kaya tidak seharusnya disisihkan dari berkat besar karena mempunyai sesuatu untuk dilakukan guna meningkatkan otak dan otot.   Bekerja bukanlah suatu kutukan,  tetapi suatu berkat.   Allah memberikan kepada Adam dan Hawa yang tidak berdosa,  sebuah taman indah untuk dikerjakan.   Ini adalah pekerjaan yang menyenangkan,  dan tidak ada sesuatu yang lain kecuali pekerjaan yang menyenangkan,  yang seharusnya memasuki dunia kita,  kalau saja pasangan yang pertama itu tidak melanggar terhadap perintah-perintah Allah.   Menyukai pengangguran dan menyenangkan diri sendiri akan membuat seseorang menjadi cacat;  mereka akan membuat kehidupan jadi kosong dan membuat penghalang disetiap jalan.   Allah tidak memberikan kepada manusia,  penyebab-penyebab agar mereka pasti dikutuk sebagai akibat dari pengangguran mereka,  dan kemudian memahkotai kehidupan mereka dengan kebaikan-kebaikan.   Orang-orang yang kaya tidaklah seharusnya disisihkan dari kesempatan dan berkat yang akan diberikan kepada setiap pekerja-pekerja yang ada didunia.   Mereka haruslah menyadari bahwa mereka bertanggung-jawab untuk menjadi saluran-saluran dari harta kekayaannya;   agar kekuatan mereka, waktu mereka, dan uang mereka digunakan dengan sebijaksana mungkin,  dan bukannya untuk tujuan-tujuan mementingkan diri sendiri.  
Agama Kristen ini praktis.   Agama ini tidak membuat seseorang menjadi hampa dari kesetiaan yang diakibatkan oleh melakukan tugas-tugas yang penting.   Pada waktu seorang anak muda bertanya kepada Yesus,   “Apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”   Yesus membalikkan pertanyaan itu kepada dirinya sendiri, dan berkata,  “Apa yang tertulis didalam hukum?   Apakah yang telah kamu baca?   Dan dia menjawab, mengatakan,  Kamu harus mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu,  dan dengan segenap pikiranmu;  dan mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”   Yesus mengatakan kepadanya,  “Jawabmu itu benar;  perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”   Lukas 10 : 25 – 28.   Ini bukanlah agama yang tidak bekerja, yang digambarkan disini,  tetapi agama yang diminta untuk digunakan dengan giat agar memberikan manfaat kepada segenap kekuatan-kekuatan mental dan fisik.
Melamun,  sekedar merenung-renung sambil bermalas-malasan,  itu sama sekali bukanlah beragama.   Allah meminta kita untuk menghargai bermacam-macam karunia yang telah kita peroleh,  melipat-gandakannya dengan cara menggunakan karunia-karunia tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari.   Umat-umatNya haruslah menjadi pola dari segala hubungan yang baik didalam kehidupan ini.   Kepada setiap orang,  Dia telah memberikan pekerjaan untuk dilakukan sesuai dengan kesanggupan-kesanggupan masing-masing;  dan adalah kesempatan kita untuk menikmati berkat-berkatNya sementara mempersembahkan kekuatan tubuh dan pikiran bagi pekerjaanNya dengan kesetiaan, demi menonjolkan kemuliaan  nama  Allah.
Allah sangat berkenan terhadap anak-anak yang dengan senang hati melakukan bagian dari tugas-tugas didalam kehidupan mereka, dan akan memberikan jaminan yang menyukakan hati kepada mereka,  bilamana mereka ikut memikul beban dari ayah dan ibu mereka.   Mereka akan mendapatkan upahnya berupa kesehatan tubuh dan kedamaian pikiran;  dan mereka akan menikmati kebahagiaan karena melihat orang tua mereka berbagi persahabatan yang menyenangkan dan rekreasi yang menyehatkan,  dengan demikian hidup mereka akan diperpanjang.   Anak-anak yang dilatih untuk mengerjakan pekerjaan sehari-hari, nantinya akan keluar dari rumah sebagai orang yang berguna dimasyarakat.    Pendidikan mereka jauh lebih tinggi daripada apa yang mereka dapat kalau mereka dikirim kesekolah dalam usia yang terlalu muda,  pada saat mana pikiran maupun tubuh mereka belum cukup kuat untuk menanggung tekanan-tekanan.
Anak-anak dan orang-orang muda haruslah mendapatkan pelajaran secara tetap, baik dirumah maupun disekolah,  melalui pembentukan persepsi dan teladan, untuk menjadi orang-orang yang benar, tidak mementingkan diri sendiri dan bermanfaat.   Mereka tidak seharusnya diijinkan menggunakan waktu mereka untuk bermalas-malas;  tangan-tangan mereka tidak seharusnya dibiarkan terlipat tanpa kegiatan-kegiatan.   Para orang tua dan guru-guru haruslah bekerja sama guna mencapai tujuan ini,  --  pengembangan dari seluruh kekuatan,  dan pembentukan dari tabiat yang benar;  namun bila para orang tua menyadari tanggung-jawab-tanggung-jawab mereka,  maka pekerjaan para guru akan jauh berkurang didalam memberikan pendidikan kepada anak-anak tersebut.
Surga sangat berminat terhadap pekerjaan yang berhubungan dengan orang-orang muda.   Para guru dan orang tua yang bila mendapat pengarahan yang bijaksana,  dalam tata cara yang tenang dan benar,  membiarkan anak-anak dan orang-orang muda untuk terbiasa berpikir dan mempedulikan orang lain,  akan dapat menolong mereka mengalahkan sifat mementingkan diri sendiri,  dan akan dapat menutup pintu terhadap banyak macam pencobaan.   Malaikat-malaikat Allah tidak mendapat upah apapun juga untuk melakukan pekerjaan semacam ini bagi diri mereka sendiri;  namun mereka mau memberikan kekuatan dan kecakapan kepada orang-orang, yang dengan takut akan Allah,  berusaha melatih orang-orang muda untuk hidup sebagai orang yang berguna.  --  Special Testimonies on Education,  11 Mei, 1896.






53
PENGARUH  PENDIDIKAN  DARI  LINGKUNGAN


Didalam memilih rumah, para orang tua janganlah mempertimbangkan hal-hal yang bersifat sementara saja.  Janganlah hanya memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan tempat dimana mereka dapat mencari uang lebih banyak,  atau apakah mereka akan mendapatkan lingkungan yang menyenangkan, atau keuntungan-keuntungan dari sosialisasi disekitarnya.   Pengaruh-pengaruh yang mengelilingi anak-anak mereka,  dan menghindarkan mereka dari kejahatan demi kebaikan,  lebih penting dari pertimbangan-pertimbangan yang lainnya.   Tanggung-jawab yang paling suci terletak diatas para orang tua yang mau memilih sebuah tempat tinggal.   Sejauh memungkinkan mereka harus menempatkan keluarga mereka  didalam saluran terang,  dimana perasaan-perasaan mereka akan terpelihara murni,  dan rasa kasih sayang mereka terhadap Allah dan terhadap satu sama lain dapat ditingkatkan.   Prinsip-prinsip yang sama haruslah ditambahkan bila mencari lokasi untuk sekolah-sekolah,  dimana para orang muda dapat dikumpulkan, dan keluarga-keluarga akan menjadi tertarik untuk mendapatkan manfaat-manfaat dari pendidikan.
Jangan ada pengecualian yang menyakitkan didalam memilih tempat-tempat buat sekolah-sekolah kita dimana suasana moral sedapat mungkin dapat dipertahankan tetap sehat;  karena pengaruh-pengaruhnya akan dapat meninggalkan goresan yang dalam kepada orang-orang muda didalam membentuk tabiat mereka.   Untuk alasan inilah,  sebuah tempat yang sepi adalah yang terbaik.   Kota-kota besar,  pusat-pusat perdagangan dan pendidikan,  tampaknya dapat memberikan beberapa keuntungan;   tetapi keuntungan-keuntungan ini haruslah ditempatkan diluar pertimbangan-pertimbangan yang lain.
Masyarakat pada zaman kita sekarang sedang merosot sebagaimana yang pernah terjadi pada zaman Nuh.   Kepada bangsa purbakala yang berumur panjang, hanya sejengkal lagi dari surga,  Allah memberikan banyak karunia dan mereka memiliki kekuatan tubuh dan pikiran yang juga dimiliki oleh orang-orang pada zaman sekarang, namun dengan pendapat-pendapat yang berbeda yang sangat lemah;  tetapi mereka menggunakan kemampuan-kemampuan mereka,  kekuatan-kekuatan dan kesanggupan-kesanggupan  yang telah diberikan oleh Allah itu,  untuk kepentingan diri sendiri,  untuk mengikuti selera-selera yang melanggar hukum,  dan untuk meninggikan kesombongan.   Mereka menyingkirkan Allah dari pikiran-pikiran mereka;  mereka menyisihkan hukum-hukumNya;  menginjak-injak standar tabiatNya kedalam debu.   Mereka melakukan kesenangan-kesenangan yang berdosa,  menyelewengkan jalan-jalan mereka dari hadapan Allah,  saling menyakiti satu sama lain.   Kekerasan dan kejahatan mengisi dan memenuhi bumi.  Hubungan pernikahan dan hak-hak orang  miskin tidak lagi dihormati;   dan seruan-seruan orang yang mengalami penderitaan telah sampai ketelinga Tuhan atas hari Sabat.  Dengan melihat kejahatan,  orang akan berubah dan menjadi sama dengan kejahatan itu,  sampai Allah tidak lagi dapat menanggung kejahatan itu lebih lama,  dan mereka akhirnya disapu habis oleh air bah.
Orang-orang muda yang dididik dikota-kota besar dikelilingi oleh pengaruh-pengaruh yang sama dengan mereka yang melakukan pelanggaran sebelum air bah.   Prinsip-prinsip yang sama yang meremehkan Allah dan hukum-hukumNya;  kesenangan yang sama untuk menyukai hiburan-hiburan,  meninggikan diri sendiri,  kesombongan dan kesia-siaan sedang terjadi pada waktu ini.   Dunia menawarkan hiburan-hiburan,  kesenangan-kesenangan yang tidak bermoral;  hak-hak orang yang lemah dan tidak berdaya diremehkan;  dan seluruh dunia,  kota-kota besar segera akan menjadi tempat pelanggaran yang besar.
Menyukai hiburan-hiburan adalah salah satu kegiatan yang paling berbahaya,  karena hiburan-hiburan itu merupakan satu tipu daya yang paling cerdik,  dibanding dengan segala pencobaan-pencobaan yang melanda anak-anak dan orang-orang muda dikota-kota besar.   Masa-masa liburan selalu ada;  permainan-permainan dan pacuan-pacuan kuda juga ribuan banyaknya,  roda hiburan dan kesenangan akan dapat menarik mereka dari tugas-tugas suci dirumah.   Uang yang seharusnya dapat ditabung untuk digunakan bagi hal-hal yang lebih baik  --  dalam banyak kasus melalaikan orang-orang miskin  --  dihabiskan untuk hiburan-hiburan.
Jiwa-jiwa dipenuhi dengan keinginan-keinginan untuk mencari hiburan-hiburan secara terus menerus.   Namun bagi orang-orang yang minum dari sumber hiburan-hiburan dunia,  akan mendapati jiwanya kehausan dan tidak akan terpuaskan.  Mereka ditipu;  mereka salah menghibur diri sendiri didalam mencari kebahagiaan;  dan kalau kesenangan-kesenangan itu berhenti,  banyak dari antara mereka tenggelam dalam kekecewaan dan kehancuran.   Betapa gilanya,  betapa bodohnya orang-orang yang menyingkirkan  “Sumber mata air hidup”  demi  mencari   “tempat air yang pecah”   dari hiburan-hiburan didunia!   Kami merasakan sampai kedalam jiwa,  adanya kebinasaan yang mengelilingi orang-orang muda pada zaman akhir ini;  dan apakah mereka yang datang kepada kita untuk mencari pendidikan, dan keluarga-keluarga yang berminat kepada sekolah-sekolah kita, akan dihalau, sejauh mungkin, dari pengaruh-pengaruh yang jahat dan menurunkan derajat?
Dalam mencari tempat-tempat sepi bagi sekolah-sekolah kita,  kita tidak sedikitpun menyangka yang kita menempatkan orang-orang muda diluar jangkauan dari pencobaan.   Setan adalah pekerja yang sangat rajin,  dan tidak pernah merasa lelah untuk mencari jalan mengelabui setiap pikiran yang mau menerima saran-sarannya.   Dia menemui keluarga-keluarga maupun pribadi-pribadi ditempat dimana mereka sendiri berada,  menyesuaikan pencobaannya dengan keinginan-keinginan dan kelemahan-kelemahan mereka.   Tetapi dikota-kota besar,  kekuatannya untuk menguasai pikiran akan menjadi lebih besar,   dan jaring-jaringnya yang dipasang untuk menjerat kaki-kaki yang lelah juga semakin banyak.   Sehubungan dengan sekolah-sekolah kita,  daerah yang lebih luas haruslah dipersiapkan.   Ada beberapa murid yang tidak pernah belajar bagaimana berhemat  dan selalu menghabiskan setiap sen yang diperolehnya.   Ini tidak dapat dihindarkan dari usaha mencapai pendidikan.   Mempekerjakan mereka dapat membantu,  dan dengan mempelajari buku-buku mereka yang disertai dengan latihan melakukan pekerjaan yang bermanfaat, akan membentuk kebiasaan-kebiasaan mereka untuk hidup hemat.   Biarkan mereka belajar bagaimana menghargai pentingnya usaha untuk menolong diri sendiri.
Disekolah-sekolah haruslah disediakan pekerjaan bagi setiap murid,  tidak peduli apakah mereka sanggup membayar uang sekolah mereka ataupun tidak;  namun kekuatan-kekuatan fisik dan mental mereka haruslah menerima perhatian yang seimbang.   Para murid haruslah belajar untuk mengolah tanah;  karena ini akan membawa mereka kepada hubungan yang lebih erat dengan alam.
Didalam hal memilih tempat untuk sekolah, yang haruslah diperhitungkan adalah adanya pengaruh alam disekelilingnya, yang dapat memberikan perasaan yang lebih halus dan melembutkan.   Allah telah menanamkan prinsip ini pada waktu Dia melatih manusia didalam melakukan pekerjaanNya.   Musa telah menggunakan waktunya selama empat puluh tahun dipadang belantara Midian.   Yohanes Pembaptis tidak cocok bagi panggilan yang tinggi sebagai pembuka jalan untuk Kristus dengan cara bergaul dengan orang-orang dari bangsa yang besar disekolah-sekolah di Yeruzalem.   Dia pergi kepadang belantara,  dimana adat-adat istiadat dan doktrin-doktrin  dari manusia tidak dapat membentuk pikirannya,  dan dimana dia dapat melakukan hubungan dengan Allah tanpa ada halangan.
Pada waktu orang yang menghukum Yohanes – murid yang paling dikasihi – mencari cara untuk mendiamkan suaranya dan membinasakan pengaruhnya diantara masyarakat,  dia membuangnya ke Pulau Patmos.   Namun tetap saja mereka tidak dapat memisahkan dia dari Guru yang agung itu.   Dipulau Patmos yang terpencil,  Yohanes dapat mempelajari hal-hal yang Allah telah ciptakan.   Diatas batu karang yang kokoh,  didalam air yang mengelilingi pulau itu,  dia dapat melihat kebesaran dan keagungan Allah.   Dan sementara dia berhubungan dengan Allah dan belajar dari buku alam,  dia mendengar sebuah suara yang berbicara kepadanya,  suara dari Anak Allah.   Yesus adalah guru Yohanes dipulau Patmos,  dan disana Dia mengungkapkan kepada hambanya yang setia, hal-hal ajaib yang akan terjadi pada suatu waktu nanti.
Allah menginginkan kita untuk menghargai berkat-berkatNya didalam pekerjaan penciptaanNya.   Betapa banyaknya anak-anak dikota-kota besar, yang bahkan belum pernah melihat hijaunya rumput dibawah kaki mereka.   Kalau mereka dapat dididik dipedesaan,  ditengah-tengah keindahan,  kedamaian,  dan murninya alam,  maka akan tampak seakan-akan surga itu sangat dekat dengan mereka.   Ditempat-tempat sepi,  dimana kita hidup jauh dari kemewahan-kemewahan yang membinasakan,  adat-adat istiadat dan hiburan-hiburan dari dunia,  dan berada ditempat yang paling dekat kehati alam,  maka Kristus akan menghadirkan diriNya dihadapan kita,  berbicara kepada jiwa kita mengenai kedamaian dan kasih.  --  Special Testimonies on Education,  11 Mei, 1896.  





54
PENTINGNYA   PEMELIHARAAN  TUBUH

Pemeliharaan Tubuh adalah bagian penting dari segala metode-metode pendidikan yang benar.   Orang-orang muda perlu diajar bagaimana mengembangkan kekuatan-kekuatan tubuh mereka,  bagaimana mempertahankan kekuatan-kekuatan ini untuk dipergunakan dalam saat-saat terbaik,  dan bagaimana menggunakan kekuatan-kekuatan itu didalam kehidupan sehari-hari.   Banyak orang berpikir bahwa hal-hal semacam ini bukanlah menjadi bagian dari sekolah;  ini adalah suatu kesalahan belaka.  Pelajaran-pelajaran yang diperlukan untuk mempersiapkan seseorang agar menjadi orang yang berguna didalam kehidupannya sehari-hari,  haruslah diajarkan kepada setiap anak,  baik dirumah maupun disekolah-sekolah.
Bagi anak-anak kecil, tempat untuk memulaikan pelajaran mengenai pemeliharaan tubuh, adalah mulai dari rumah.   Para orang tua haruslah meletakkan dasar dari kehidupan yang bahagia dan menyehatkan.   Salah satu dari pertanyaan-pertanyaan yang mula-mula yang harus diperhatikan adalah masalah makanan yang disajikan diatas meja makan;  karena ini adalah masalah, diatas mana,  terletak perkembangan dari anak-anak dan kesehatan dari seluruh keluarga.   Ketrampilan didalam mempersiapkan makanan sangatlah penting,  dan tidak kurang pentingnya juga adalah mempelajari mengenai makanan dalam jumlah yang cukup dan baik kwalitasnya.
Kita semua perlu melatih kebijaksanaan kita dalam hal makanan.   Makanan yang masuk kedalam tubuh,  kalau lebih banyak jumlahnya daripada kesanggupan pencernaan mencernanya dengan baik,  maka akan timbul zat-zat yang tidak baik dan berkumpul didalam pencernaan,  maka akan menyebabkan lambung mengeluarkan gas busuk dan nafas mulut yang berbau.   Kekuatan-kekuatan inti dari dalam tubuh harus dikerahkan didalam usaha untuk mengalahkan gas tersebut,  dan otak juga mendapat pengaruh yang melelahkan.   Mengurangi jumlah makanan akan cukup memberikan gizi yang baik kepada pencernaan,  dan tidak perlu membuang-buang tenaga inti karena makan berlebihan.   Makanan yang bergizi baik haruslah dipersiapkan,  cukup dalam jumlahnya dan baik dalam kwalitasnya, untuk memelihara pencernaan.   Kalau kita mengikuti peraturan Alkitab,  “Apa yang kamu makan, atau minum,  atau apapun yang kamu lakukan,  lakukanlah semuanya untuk kemuliaan Allah,”   maka kita tidak perlu membiarkan selera makan tidak terkendali, dengan mengorbankan kesehatan fisik,  yang seharusnya menjadi tanggung-jawab kita menjaganya dengan baik.
Setiap ibu haruslah memperhatikan anak-anaknya,  agar mereka mengerti perihal keadaan tubuh mereka, dan bagaimana memeliharanya.   Dia harus menjelaskan mengenai perkembangan dan penggunaan dari otot-otot yang telah diberikan kepada kita oleh Bapa disurga yang baik hati.   Kita adalah pekerja-pekerja Allah,  dan firmanNya memberitakan bahwa kita  “dijadikan dengan sangat ajaib dan berhati-hati.”   Dia telah mempersiapkan tempat kehidupan didalam pikiran;  yang telah “ditempa dengan sangat teliti,”  sebagai sebuah kaabah dimana Tuhan sendiri telah menjadikannya,  sebuah tempat yang cocok bagi Roh Kudus yang akan berdiam didalamnya.   Pikiran-pikiran akan mengatur kehidupan manusia secara utuh.   Setiap tindakan kita menghormati Allah,  yang baik maupun yang buruk,  bersumber dari pikiran.   Adalah pikiran yang menghormati Allah dan melayakkan kita untuk menjadi warganegara surga.   Namun banyak orang telah menyia-nyiakan kehidupan mereka tanpa membentuk kecerdasan sehubungan dengan kotak yang berisikan harta karun ini.
Seluruh bagian-bagian tubuh adalah seperti hamba terhadap pikiran,  dan syaraf-syaraf adalah seperti pesuruh-pesuruh yang menghantar pesanan-pesanan kepada setiap bagian tubuh,  menuntun pergerakan dari mesin-mesin yang hidup.   Latihan merupakan sarana yang sangat penting bagi perkembangan fisik.   Latihan dapat mempercepat peredaran darah,  dan memberikan alunan kepada seluruh sistem.   Kalau otot-otot dibiarkan tetap tidak digunakan,  maka akan segera nyata, bahwa darah tidak akan cukup memberi makan kepada seluruh bagian fisik.   Gantinya menambah ukuran dan kekuatan,  bagian-bagian tubuh itu akan kehilangan kekuatan dan kekenyalan,  dan menjadi lembek dan lemah.   Tidak aktif, itu bukanlah hukum Allah yang telah dibangun didalam tubuh-tubuh manusia.   Pergerakan yang harmonis dari semua bagian,  --  otak,  tulang,  dan otot-otot,  --  sangat perlu bagi perkembangan yang utuh dan menyehatkan bagi seluruh organ-organ tubuh.
Pekerjaan melatih fisik,  dimulai dari rumah, juga harus diberikan disekolah-sekolah.   Tubuh telah dirancang oleh Pencipta agar manusia mengenali dirinya sendiri;  tetapi terlalu seringkali terjadi,  didalam mengejar ilmu pengetahuan, rancangan ini hilang dari pandangan.    Para murid menggunakan tahun-tahun kehidupannya untuk mengejar berbagai macam bidang pendidikan;  mereka menjadi terserap didalam mempelajari ilmu-ilmu pengetahuan  dan hal-hal lain mengenai ilmu alam;  mereka cerdas didalam banyak matapelajaran,  tetapi mereka semakin tidak mengenali diri mereka sendiri.   Mereka melihat tubuh manusia sebagai sesuatu yang dengan sendirinya akan berjalan memelihara bagian-bagian tubuh;  dan malahan tingkatan yang lebih perlu  --  pengetahuan tentang tubuh-tubuh mereka – dilalaikan. 
Setiap murid haruslah mengerti bagaimana seharusnya memelihara diri mereka sendiri untuk mempersiapkan tubuh berada didalam kondisi yang sesehat mungkin,  mampu menolak kelemahan dan penyakit-penyakit;  dan kalau karena sesuatu hal ada penyakit yang datang,  atau kecelakaan terjadi,  dia akan mengetahui bagaimana mengatasi hal-hal darurat tanpa harus memanggil dokter,  dan meminum obat-obatan kimiawi yang beracun.
Tuhan sendiri telah berbicara mengenai masalah pemeliharaan tubuh.   Dia mengatakan dalan firmanNya,  “Jika ada orang yang membinasakan bait Allah,  maka Allah akan membinasakan dia.  Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.”  1 Korintus 3 : 17.   Tulisan-tulisan ini berisikan hal-hal yang berhubungan dengan pemeliharaan tubuh,  dan menuntut setiap kelalaian dan ketidak-pedulian yang sembrono.   Dan lagi :  “Atau tidak tahukah kamu,  bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam didalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah,  --  dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?  Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar : karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”   1 Korintus 6 : 19, 20.   “Aku menjawab :  Jika engkau makan atau jika engkau minum,  atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.”  1 Korintus 10 : 31.
Pemeliharaan tubuh kita yang dilakukan dengan kecerdasan dan sepenuh hati adalah sesuai dengan yang dikehendaki oleh Bapa disurga,  yang  “begitu mengasihi dunia, sehingga Dia memberikan AnakNya yang tunggal,  agar barangsiapa yang percaya didalam Dia tidak akan binasa, tetapi mendapat hidup yang kekal.”   Mereka-mereka ini secara pribadi adalah milik Kristus,  Dia membayar harta miliknya.   Maka setiap kita diminta untuk bertarak didalam segala hal.   Selera-selera makan dan nafsu-nafsu haruslah dikendalikan,  agar melalui selera dan nafsu itu, kita tidak akan melemahkan atau mengotori kaabah tubuh milik Allah.
Apapun saja yang menurunkan kekuatan fisik dan melemahkan pikiran, dan jelas-jelas menurunkan kemampuan untuk membedakan yang baik dan jahat, yang benar dan salah.   Prinsip-prinsip ini menggambarkan peristiwa Nadab dan Abihu.   Allah memberikan kepada mereka,  pekerjaan yang paling suci untuk dibentuk,  yang mengijinkan mereka untuk datang mendekat kepada Dia didalam pelayanan yang ditugaskan kepadanya;  tetapi mereka mempunyai kebiasaan meminum minuman keras,  dan mereka memasuki pelayanan didalam kabaah yang suci yang pikiran-pikiran yang kacau.   Disana ada api-api suci  yang dinyalakan oleh Allah sendiri;  tetapi mereka menggunakan api-api mereka sendiri pada waktu mempersembahkan bau-bauan untuk dinaikkan keatas sebagai bau-bauan yang harum bersama doa-doa umat Allah.   Karena pikiran-pikiran mereka diselubungi kabut oleh karena pelanggaran yang berdosa,  mereka menyisihkan permohonan yang mulia;  “dan datanglah api dari Tuhan,  menelan mereka,  dan mereka mati dihadapan Tuhan.”
Allah melarang penggunaan anggur oleh para imam yang melayani didalam kabahNya,  dan larangan yang sama juga berlaku bagi penggunaan tembakau;  karena tembakau juga memberikan pengaruh yang buruk terhadap otak.   Dan selain mengaburkan pikiran,  tembakau juga haram dan memerosotkan.   Biarlah setiap orang menolak pencobaan untuk menggunakan anggur yang memabukkan,  tembakau,  daging-daging,  teh, atau kopi.   Pengalaman telah menunjukkan bahwa adalah pekerjaan akan dapat diselesaikan dengan lebih baik tanpa harus menggunakan bahan-bahan haram semacam ini.
Biarlah para orang tua dan guru-guru menanamkan kedalam pikiran-pikiran para orang-orang muda,  bahwa Kristus telah membayar harga yang tidak ternilai untuk penebusan kita.   Dia tidak meninggalkan apapun juga yang tidak terselesaikan,  demi kemenanganNya untuk menarik kita kembali kedalam hak Allah.   Dia ingin agar kita mengingat kelahiran kita yang mulia dan masa depan yang pasti sebagai putra-putra dan putri-putri Allah,  dan memiliki rasa hormat yang murni terhadap diri kita sendiri.   Dia ingin agar seluruh kekuatan-kekuatan kita berkembang,  dan dipelihara dalam keadaan yang sebaik mungkin,  agar Dia boleh mengisi kita dengan rakhmatNya dan menggunakan kita didalam pelayananNya, menjadikan kita penolong-penolongNya, bekerja sama dengan Dia sendiri bagi keselamatan jiwa-jiwa.
Adalah tugas dari setiap murid,  setiap pribadi,  untuk bekerja dengan seluruh kekuatannya mempersembahkan diri sendiri kepada Kristus,  sebuah kaabah yang bersih, tubuh yang sempurna sebaik mungkin seperti juga moral yang bebas dari kemerosotan,  --  sebuah tempat untuk membiarkan Allah hadir dan berdiam.  --  “Special Testimonies on Education,”  11 Mei, 1896.





55
PENDIDIKAN  LEBIH  TINGGI  YANG  SEBENARNYA

Allah  adalah kasih.   Kejahatan yang ada didunia ini datangnya bukan dari tangan Allah,  tetapi dari musuh kita yang terbesar,  yang pekerjaannya selalu menipu manusia dan melemahkan serta menghancurkan tubuh-tubuhnya.   Tetapi Allah tidak meninggalkan kita didalam kehancuran oleh karena kejatuhan.   Setiap bagian telah ditempatkan dalam jarak terjangkau oleh Bapa kita yang disurga,  agar melalui usaha-usaha yang terarah,  manusia dapat memperoleh kembali kesempurnaannya yang mula-mula,  dan berdiri dengan utuh dihadapan Kristus.  Dalam pekerjaan ini Allah mengharapkan kita untuk melakukan bagian kita.   Kita adalah milikNya  --  harta milik yang telah dibeliNya.   Keluarga manusia telah dihargai oleh Allah dan AnakNya Yesus Kristus dengan harga yang tidak ada batasnya. 
Sang Penebus dunia,  satu-satunya Anak milik Allah,  dengan penurutanNya yang sempurna terhadap hukum,  melalui kehidupan dan tabiatNya,  telah menebus orang-orang yang hilang didalam kejatuhan,  dan memungkinkan manusia itu untuk menuruti hukum kebenaran yang suci yang telah dilanggar oleh Adam.   Kristus tidak mengubah kemuliaanNya demi kemanusiaan,  tetapi menggabungkan kemanusiaan dengan kemuliaan;  dan didalam kemanusiaan Dia telah menghidupkan hukum sebagai keluarga manusia.   Dosa-dosa setiap orang yang mau menerima Kristus telah diatur sesuai dengan perhitunganNya,  dan Dia telah sepenuhnya memuaskan keadilan Allah.
Semua rencana penebusan dinyatakan dalam kata-kata yang indah ini :  “Karena demikianlah Allah mengasihi isi dunia ini sehingga dikaruniakanNya AnakNya yang tunggal,  agar barangsiapa yang percaya kepadaNya tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”   Kristus sebenarnya telah menanggung penghukuman dari dosa-dosa dunia, sehingga kebenaranNya dapat ditanamkan kepada orang-orang berdosa,  dan melalui pertobatan dengan iman, manusia itu boleh menjadi seperti Dia didalam kesucian tabiatNya.   Dia mengatakan,  “Aku menanggung kesalahan dari dosa-dosa manusia.  Biarkan Aku menderita pehukuman dan orang-orang berdosa yang bertobat yang percaya didalam Kristus,  dia berdiri dihadapanNya tanpa dosa.”   Pada saat orang-orang berdosa itu mempercayai Kristus,  dia akan berdiri didalam pandangan Allah tanpa tuntutan apapun;  karena kebenaran Kristus telah menjadi miliknya  :  Penurutan Kristus yang sempurna telah ditanamkan kepadanya.   Tetapi dia harus bekerja-sama dengan kuasa yang agung,  berusaha dengan segenap usahanya sebagai manusia untuk mengalahkan dosa,  dan berdiri secara utuh dihadapan Kristus.
Derita yang dibayar oleh Kristus itu mencukupi bagi keselamatan semua manusia;  tetapi hal itu hanya diperuntukkan bagi mereka yang mau menjadi ciptaan baru didalam Yesus Kristus,  menjadi manusia yang setia bagi kerajaan Allah yang kekal.   PenderitaanNya tidak akan melindungi orang-orang berdosa yang tidak bertobat, dari pehukuman.
Pekerjaan Kristus adalah untuk mengembalikan manusia kepada keadaannya yang asli,  untuk menyembuhkannya,  melalui kuasa yang mulia,  dari luka-luka dan goresan-goresan memara karena dosa.   Bagian manusia adalah meletakkan iman kepada jasa-jasa yang telah dibuat oleh Kristus,  bekerjasama dengan warga surga dalam membentuk tabiat yang berharga;  dengan demikian Allah dapat menyelamatkan orang-orang yang berdosa, tetap berlaku adil dan hukum kebenaranNya dapat dinyatakan.
Harga yang telah dibayar untuk penebusan kita telah meletakkan tuntutan kepada setiap orang dari kita.   Tugas kitalah untuk mengerti apa yang Allah minta dari kita,  dan apa yang akan dia buat untuk kita.   Para pendidik orang-orang muda haruslah menyadari tuntutan yang telah diletakkan diatas pundak mereka masing-masing,  dan melakukan yang terbaik untuk melenyapkan kerusakan-kerusakan,  apakah itu secara fisik, mental, atau moral.   Mereka sendiri harus menjaga diri sendiri sesempurna mungkin agar para murid mempunyai pola yang benar.
Para guru haruslah bekerja dengan cara yang teliti.   Orang-orang yang sering melakukan hubungan dengan Allah melalui doa,  pasti mempunyai malaikat-malaikat suci yang mengelilinginya.   Atmosfir yang menyelimuti jiwa-jiwanya adalah murni dan suci;  karena seluruh jiwa mereka yang utuh dipenuhi dengan pengaruh yang menyucikan yang didapat dari Roh Allah.   Mereka haruslah menjadi pelajar-pelajar disekolah Kristus setiap hari,  agar mereka dapat menjadi guru-guru dibawah pengarahan Guru besar.   Mereka harus belajar mengenai Kristus,  dan menjadi satu dengan Dia didalam pekerjaan melatih pikiran-pikiran,  sebelum mereka dapat menjadi guru-guru yang effisien didalam pendidikan yang lebih tinggi  --  ilmu pengetahuan tentang Allah.
Allah dinyatakan didalam firmanNya.   “Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita,  supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.”   “Pujilah Tuhan, hai kamu semua bangsa-bangsa,  dan biarlah segala suku bangsa memuji Dia,  Dan selanjutnya kata Yesaya,  Taruk dari pangkal Isai akan terbit,  dan Ia akan bangkit untuk memerintah bangsa-bangsa,  dan kepadaNyalah bangsa-bangsa akan menaruh harapan.”
Pendidikan lebih tinggi yang benar adalah pendidikan yang membuat para murid berkenalan dengan Allah dan firmanNya,  dan membuat mereka layak untuk kehidupan kekal.   Untuk inilah Allah menyerahkan diriNya sendiri sebagai korban bagi orang-orang berdosa agar mereka dapat menjangkau kehidupan kekal tersebut.    TujuanNya untuk kasih dan kemurahan dinyatakan didalam doanya bagi para muridNya.   “Demikianlah kata Yesus.  Lalu Ia menengadah kelangit dan berkata:  “Bapa, telah tiba saatnya;  permuliakanlah AnakMu,  supaya AnakMu mempermuliakan Engkau.  Sama seperti Engkau telah memberikan kepadaNya kuasa atas segala yang hidup,  demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepadaNya.  Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau,  satu-satunya Allah yang benar,  dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”   Setiap pengajar orang-orang muda haruslah bekerja sesuai dengan doa ini,  menuntun para murid kepada Kristus.
Yesus melanjutkan,  menyatakan pemeliharaanNya terhadap milikNya :  “Dan Aku tidak ada lagi didalam dunia,  tetapi mereka masih ada didalam dunia,  dan Aku datang kepadamu.  Ya Bapa yang kudus,  peliharalah mereka dalam namaMu,  yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu,  supaya mereka menjadi satu sama seperti kita.  Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam namaMu,  yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu;  Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.   Tetapi sekarang Aku datang kepadaMu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada didalam dunia,  supaya penuhlah sukacitaKu didalam diri mereka.  Aku telah memberikan firmanMu kepada mereka dan dunia membenci mereka,  karena mereka bukan dari dunia sama seperti Aku bukan dari dunia.”     
Kalau sekiranya kita menangkap roh yang dinafaskan dari dalam doa-doa yang naik kesurga.   Kristus disini menunjukkan cara-cara apa dan usaha-usaha apa yang Dia gunakan untuk memelihara murid-muridNya dari praktek-praktek,  kebesaran-kebesaran,  dan perbedaan-perbedaan yang duniawi  :  “Aku telah memberikan firmanMu kepada mereka dan dunia membenci mereka,  karena mereka bukan dari dunia sama seperti Aku bukan dari dunia.”   Tindakan-tindakan mereka,  perkataan-perkataan mereka,  semangat-semangat mereka,  tidak sesuai dengan dunia,  “sama seperti Aku bukan dari dunia.”   Dan Penebus menambahkan,  “Aku tidak meminta supaya Engkau mengambil mereka dari dunia,  tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari yang jahat.”   Anak-anak dan orang-orang muda haruslah menerima pendidikan didalam bidang-bidang dimana Kristus telah sebutkan disini,  agar mereka boleh berpisah dari dunia.
“Kuduskanlah mereka didalam kebenaran;  firmanMu adalah kebenaran.”   Firman Allah haruslah dijadikan sebagai kuasa pendidikan yang besar.   Bagaimana mungkin para murid dapat mengenal kebenaran,  kecuali oleh karena bersungguh-sungguh mempelajari firman dengan tekun dan teliti?    Disinilah terletak dorongan yang besar,  kekuatan yang tersembunyi, yang dapat menguatkan mental dan fisik.  Dan mengarahkan kehidupan kepada saluran-saluran yang tepat.   Didalam firman inilah ada kebijaksanaan,  puisi, sejarah, biografi, dan filosofi yang luar biasa.   Disinilah ada pelajaran yang dapat memberikan kekuatan dan kesehatan kepada kehidupan dengan segera,  membangkitkannya untuk dilatih mencapai yang tertinggi.  Tidaklah mungkin mempelajari Alkitab dengan roh yang rendah hati dan mau diajar,  tanpa mengembangkan dan menguatkan intelektual.   Orang-orang yang mengenal hikmat dengan baik dan mengenal tujuan Allah seperti yang dinyatakan didalam firmanMya,  akan dapat menjadi orang-orang yang memiliki kekuatan mental;  dan mereka boleh menjadi pekerja-pekerja yang effisien bersama dengan Pendidik besar,  Yesus Kristus.  
“Sebagaimana Engkau telah mengutus Aku kedalam dunia,  demikianlah juga Aku mengutus mereka kepada dunia.”   Ada pekerjaan yang harus dilakukan bagi dunia,  dan Kristus telah mengirim utusan-utusannya,  yang harus menjadi pekerja-pekerja bekerja sama dengan Yesus sendiri.   Kristus telah memberikan firman-firman kebenaran kepada umatNya,  dan telah dipanggil untuk bertindak didalam bagian membuat diri mereka dikenal oleh dunia.
“Dan Aku menguduskan diriKu bagi mereka,  supaya merekapun dikiduskan dalam kebenaran.”   Guru-guru mungkin boleh mengira bahwa mereka dapat mengajar dalam kebijaksanaan mereka sendiri dengan melupakan kemanusiaan mereka sendiri yang tidak sempurna;  tetapi Kristus,  Guru Agung,  yang pekerjaanNya adalah memperbaiki manusia yang sudah hilang karena kejatuhan,  menyucikan diriNya sendiri bagi pekerjaan ini.   Dia menyerahkan diriNya sendiri kepada Allah sebagai penebus bagi dosa-dosa,  memberikan kehidupanNya sendiri untuk dunia ini.   Dia menghendaki juga orang-orang yang bagi siapa Dia membayar pengorbanan semacam ini untuk disucikan “melalui kebenaran,”  dan Dia telah memberikan teladan kepada mereka.  Guru adalah yang menginginkan murid-muridnya menjadi seperti yang dikehendaki oleh Allah.   Tidak ada penyucian yang disisihkan dari kebenaran,  --  yaitu firman.   Jadi betapa pentingnya firman itu dipelajari oleh semua orang!
Doa-doa Kristus menyelimuti manusia lebih daripada yang dianggap sebagai sekedar murid-muridNya;  tetapi doa-doa itu menembusi manusia yang mau menerima Dia didalam iman.   Dia mengatakan,  “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa,  tetapi juga untuk orang-orang,  yang percaya kepadaKu oleh pemberitaan mereka;  supaya mereka semua menjadi satu,  sama seperti Engkau, ya Bapa,  didalam Aku dan Aku didalam Engkau,  agar mereka juga didalam Kita,  supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.   Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepadaKu,  supaya mereka menjadi satu,  sama seperti Kita adalah satu:  Aku didalam mereka dan Engkau didalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu,  agar dunia tahu,  bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka sama seperti Engkau mengasihi Aku.”
Firman yang ajaib,  sungguh-sungguh ajaib,  hampir-hampir tidak dapat kita pahami!   Apakah guru-guru disekolah-sekolah kita mau mengerti akan hal ini?   Apakah mereka mau menggunakan firman Allah ini sebagai buku pelajaran yang membuat mereka mampu menjadi berhikmat sampai kepada keselamatan?   Buku ini adalah merupakan suara Allah yang berbicara kepada kita.   Alkitab menyatakan firman mengenai kehidupan;  karena buku itu akan membawa kita untuk mengenal Kristus yang adalah kehidupan kita.  Dalam hal memiliki kebenaran,  menyatukan iman didalam Kristus,  kita harus mengenal Dia sebagaimana Dia telah dinyatakan didalam firman.   Iman adalah percaya secara mutlak.   Ini bukanlah masalah yang cocok dan yang awal,  sesuai dengan perasaan dan emosi dari suatu saat;  tetapi ini adalah prinsip yang memiliki dasar didalam Yesus Kristus.   Dan iman haruslah dijaga dengan melatihnya secara berkesinambungan dengan cara mempelajari firman dengan rajin dan bersungguh-sungguh.   Maka firman itu akan menjadi sarana yang hidup;  dan kita akan dapat disucikan melalui kebenaran. 
Roh Kudus telah diberikan kepada kita sebagai sarana didalam mempelajari firman.  Yesus berjanji,  “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu,  Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”   Mereka-mereka yang berada dibawah pelatihan Roh Kudus akan sanggup mengajarkan firman dengan cerdik.   Dan kalau telah dipelajari buku itu, dengan permohonan yang sungguh-sungguh untuk mendapatkan tuntunan Roh,  dan dengan penyerahan hati yang mutlak untuk disucikan melalui kebenaran,  maka hal itu akan melengkapkan semua yang Kristus telah janjikan.   Hasil dari mempelajari Alkitab semacam itu akan dapat menyeimbangkan pikiran-pikiran;  karena kuasa fisik, mental dan moral akan berkembang secara harmonis.   Tidak akan ada kelumpuhan didalam ilmu pengetahuan rohani.   Pengertian akan ditingkat dengan segera;   kepekaan akan dibangunkan;  hati nurani akan lebih sensitif;  rasa simpati dan sentimen akan dimurnikan;  suasana moral yang lebih baik akan tercipta;  dan kekuatan baru untuk menolak pencobaan akan ditanamkan.   Dan semua pihak,  baik guru-guru maupun murid-murid,  akan menjadi giat dan tekun didalam pekerjaan Allah.   
Namun masih tetap ada kecenderungan untuk mementingkan diri sendiri didalam diri sebagian guru-guru didalam memberikan pendidikan kerohanian yang tidak secara menyeluruh.   Mereka berpuas diri dengan pelayanan mereka yang setengah hati,  melayani Tuhan hanya untuk melepaskan diri dari pehukuman dosa.   Pelayanan dengan setengah hati berpengaruh terhadap cara pengajaran mereka.   Dengan pengalaman yang mereka sendiri tidak inginkan,  menyebabkan mereka tidak sungguh-sungguh berminat melihat murid-muridnya berhasil.   Apa yang telah diberikan kepada mereka melalui berkat-berkat telah dikesampingkan sebagai sarana yang membahayakan.   Tawaran Roh Kudus untuk mendampingi telah ditampik dengan perkataan Feliks kepada Rasul Paulus,  “Cukuplah dahulu dan pergilah sekarang;  apabila ada kesempatan baik, aku akan menyuruh memanggil engkau.”   Berkat-berkat yang lain sangat mereka harapkan, tetapi yang Allah sangat ingin berikan dengan berkemurahan, lebih dari seorang bapa yang ingin memberikan pemberian yang terbaik kepada anak-anaknya;  yang Roh Kudus  tawarkan dengan berkelimpahan sesuai dengan kepenuhan Allah yang tidak terbatas,  dan yang kalau diterima,  akan membuat berkat-berkat yang lain berbaris menyusul,  --  perkataan-perkataan apa lagi yang akan saya gunakan, yang cukup memuaskan untuk memberikan referensi terhadap hal itu?   Pesuruh-pesuruh surga telah ditolak oleh keinginan yang keras.   “Sejauh ini haruslah Engkau bersama murid-muridku,  tetapi tidak lebih jauh lagi.  Kami tidak membutuhkan antusiasme didalam sekolah-sekolah kami,  tidak perlu ada semangat.  Kami telah berpuas diri dengan lebih baik, untuk bekerja sendiri dengan murid-murid kami.”   Inilah yang telah dilakukan terhadap pesuruh-pesuruh surga yang berkemurahan,  yaitu Roh Kudus.
Bukankah guru-guru disekolah-sekolah kita sedang berada didalam bahaya  -  menghina Allah  -  karena menuduh Roh Kudus Allah telah menggunakan kuasa yang memperdayakan dan menuntun kepada kefanatikan?    Dimanakah para pendidik itu berada,  Para pendidik yang telah memilih salju Libanon yang datang dari batu-batu karang diladang, atau air dingin yang memancar yang datang dari tempat lain,  gantinya air-air keruh dari lembah?   Pancaran air yang berhasil baik dari air-air kehidupan telah mendatangimu di Battle Creek.   Setiap pancaran merupakan aliran yang telah ditahbiskan, yang datang dari pengaruh yang agung;  tetapi engkau tidak mengakui kenyataannya.   Gantinya meminum aliran-aliran keselamatan itu dengan lahap,  yang ditawarkan dengan begitu bebasnya melalui pengaruh Roh Kudus,  malahan engkau berpaling kepada sumber-sumber yang biasa-biasa saja dan berusaha untuk memuaskan rasa dahagamu dengan air-air yang telah tercemar dengan ilmu-ilmu pengetahuan manusia.   Hasilnya telah membuat hati kering dan lebih kehausan, baik disekolah-sekolah maupun digereja-gereja.   Orang-orang yang merasa cukup puas dengan kerohanian yang sedikit,  telah menyimpang terlalu jauh untuk membiasakan diri mereka sendiri menghargai pergerakan-pergerakan Roh Kudus Allah yang dalam.   Namun saya berharap para guru belum melewatkan garis-garis yang telah diberikan untuk mengalahkan kekerasan dan kebutaan pikiran.   Kalau mereka melawan kunjungan Roh Kudus,  saya berharap agar mereka tidak menyebut kebenaran itu sebagai dosa,  dan dosa itu sebagai kebenaran.
Diantara para guru-guru itu sangatlah diperlukan adanya hati-hati yang penuh penyerahan. Untuk menempatkan mereka ditempat, dimana mereka mau mempunyai hubungan pribadi dengan Penebus yang hidup itu,  maka mereka dituntut untuk mengadakan perubahan-perubahan dengan kerendahan hati, baik perubahan cara-cara berpikir maupun perubahan cara-cara mengajar.   Menyetujui pekerjaan Roh Kudus dengan penyerahan merupakan satu hal,  menerima pesuruh-pesuruh Roh untuk mengadakan perbaikan, yang mengundang kepada pertobatan, merupakan hal yang lain.   Baik para guru maupun para murid, sangat perlu,  tidak saja mengakui kebenaran, tetapi juga perlu mempunyai pengetahuan yang dalam dan praktis mengenai cara bekerjanya Roh.   Peringatan-peringatan telah diberikan oleh karena adanya ketidak-percayaan diantara orang-orang yang mengaku sebagai orang-orang Kristen.   Allah akan mendatangi para murid karena mereka telah dituntun secara salah oleh para pendidik kepada siapa para murid ini menaruh keyakinan;  tetapi baik guru-guru dan murid-murid perlu belajar untuk mengenali suara sang Gembala.
Engkau yang telah begiitu lama kehilangan semangat untuk berdoa,  berdoa,  berdoa dengan sungguh-sungguh,   “Kasihanilah perkara-perkara yang menyakitkan;  kasihanilah gereja;  kasihanilah orang-orang percaya secara pribadi,  Engkau Bapa yang penuh kasih.  Angkatlah dari kami segala sesuatu yang merusakkan,  sangkallah kami seperti kehendakMu;  tetapi janganlah mengangkat Roh Kudus dari kami.”
Orang-orang yang tidak bertindak dengan bijaksana,  selalu ada dan ada,  orang-orang yang  --  kalau ada perkataan-perkataan yang meragukan atau menunjukkan ketidak-percayaan  --  akan menyatakan keyakinan mereka dan memilih untuk mengikuti kehendaknya sendiri;  dan karena kemerosotan mereka,  Kristus telah mendatangi mereka.   Keabadian yang sungguh sangat terbatas itu telah menghakimi Sumber yang memancar dengan sangat limpahnya dan sangat berharga,  melontarkan ucapan-ucapan terhadapNya,  seperti orang-orang Yahudi melontarkan ucapan-ucapan terhadap pekerjaan Kristus.   Hendaknya dimengerti oleh setiap lembaga di Amerika bahwa engkau tidak berhak mengarahkan pekerjaan Roh Kudus dan mengajariNya bagaimana seharusnya Dia menyatakan diri.   Dengan berbuat semacam itu, engkau telah melakukan dosa.   Semoga Tuhan mengampuni engkau,  itulah doa saya.   Gantinya ditolak dan ditarik mundur, seperti yang telah terjadi selama ini,  Roh Kudus seharusnya diterima dengan kerelaan dan kehadiranNya diminta.   Kalau engkau menyucikan dirimu sendiri melalui penurutan terhadap firman,  maka Roh Kudus akan memberikan kepadamu berkas-berkas cahaya mengenai hal-hal yang surgawi.   Kalau engkau berusaha mencari Allah dengan kerendahan hati dan kesungguh-sungguhan,  firman-firman yang telah engkau ucapkan dengan pengakuan yang dingin dan sekedarnya, akan membakar dan menghangatkan didalam hatimu;  kebenaran tidak akan merana pada lidah-lidahmu.
Minat yang abadi haruslah menjadi tema besar dari para guru-guru dan para murid.   Penyesuaian kepada dunia haruslah ditolak dengan keras.   Para guru perlu disucikan melalui kebenaran,  dan dari segala hal yang penting,  yang lebih penting adalah mengajarkan perubahan kepada murid-murid mereka,  agar mereka dapat memperoleh hati dan kehidupan yang baru.   Tujuan dari Guru Besar itu adalah memperbaiki pola Allah didalam jiwa, dan setiap guru disekolah-sekolah kita,  haruslah bekerja secara harmonis sesuai dengan tujuan Allah itu.
Para guru,  percayalah kepada Allah,  dan teruslah maju.   “KemurahanKu berkecukupan bagimu”  adalah jaminan dari Guru Besar.   Tangkaplah inspirasi dari perkataan-perkataan itu, dan jangan pernah,  jangan pernah mempercakapkan mengenai keragu-raguan dan ketidak-percayaan.   Jadilah bersemangat.   Tidak ada pelayanan yang setengah-setengah didalam kerohanian yang murni dan tanpa cemar.   “Kamu harus mengasihi Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu,  dengan segenap jiwamu,  dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap pikiranmu.”   Orang-orang yang percaya kepada firman Allah dituntut untuk memiliki ambisi tertinggi yang sudah disucikan.
Guru-guru,  katakan kepada murid-muridmu,  bahwa Tuhan Yesus Kristus telah membuat setiap ketentuan agar mereka terus maju,  mengalahkan dan mengalahkan.   Tuntunlah mereka untuk mempercayai janji yang mulia itu :  “Tetapi apabila diantara kamu ada yang kekurangan hikmat,  hendaklah ia memintakannya kepada Allah,  --  yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit --,  maka hal itu akan diberikan kepadanya.   Hendaklah ia memintanya dalam iman,  dan sama sekali jangan bimbang,  sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut,  yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin.   Orang yang demikian janganlah mengira,  bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.   Sebab orang yang mendua hatinya tidak akan tenang dalam hidupnya.”
Dari Allah,  sumber hikmat,  memancarlah segala pengetahuan yang berguna bagi manusia,  yang dapat diraih dan diperoleh oleh para intelektual.   Buah dari pohon yang menggambarkan hal kebaikan dan kejahatan,  janganlah terlalu cepat dipetik,  hanya karena telah direkomendasikan oleh seseorang yang dahulunya adalah malaikat mulia yang terang benderang.   Dia telah mengatakan bahwa kalau manusia memakan buah itu, dia akan dapat mengetahui hal kebaikan dan kejahatan.   Tapi abaikanlah itu.   Pengetahuan yang sebenarnya, bukan datang dari orang-orang yang keras kepala dan jahat.   Perkataan Allah adalah terang dan kebenaran.   Terang yang sebenarnya akan bersinar dari Yesus Kristus,  yang  “menerangi setiap manusia yang dilahirkan kedalam dunia.”   Dari Roh Sucilah memancar pengetahuan yang agung.   Dia mengetahui dengan pasti apa yang manusia butuhkan untuk menyatakan kedamaian,  kebahagiaan,  dan perhentian didalam dunia ini,  dan memastikan perhentian yang kekal didalam kerajaan Allah.   
“Aku, Yesus, telah mengutus malaikatKu untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat.  Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang gemilang.   Roh dan pengantin perempuan itu berkata : Marilah!  Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah dia berkata : Marilah!  Dan barangsiapa yang haus,  hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma.”  --  Special Testimonies on Education,  12 Juni, 1896.















56
TELADAN  YESUS  SECARA MENYOLOK
BERBEDA DENGAN FORMALISME

Mengenai Tuhan Yesus Kristus pada masa mudaNya,  ada kesaksian yang mulia diberikan,   “Dan anak itu semakin bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan dan kasih karunia Allah ada padaNya .”   Sesudah kunjungan ke Yeruzalem pada masa kanak-kanakNya,  Dia kembali dengan orang tuaNya,  “dan Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazareth,  dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka.  .  .  .  Dan Yesus makin bertambah besar, bertambah hikmatNya dan besarNya,  dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.”
Pada zaman Kristus,  para pendidik orang-orang muda adalah orang-orang yang formalisme.   Selama masa penginjilanNya,  Yesus menyatakan kepada para rabbi,  “Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.”   Dan Dia menuntut mereka dengan  “sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”   Tradisi sedang merajalela,  sangat kukuh, dan jauh lebih dihormati daripada Tulisan-TulisanNya.   Ucapan-ucapan manusia,  dan upacara-upacara yang tiada akhir,  sangat banyak mengisi kehidupan para murid,  sehingga pengajaran yang berusaha menanamkan pengetahuan akan Allah telah diabaikan.   Guru-guru besar selalu membesar-besarkan hal-hal kecil,  mengkhususkan setiap detil untuk diteliti didalam upacara-upacara agama,  dan membuat penelitian-penelitian sebagai sesuatu hal yang paling diwajibkan.   Mereka membayar  “persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan,”   sementara mereka  “mengabaikan keadilan, belas kasihan dan kesetiaan.”   Jadi pelayanan kepada Allah yang sangat penting itu telah dibawa kepada tempat sampah dan disembunyikan dari pandangan para orang muda.
 Dalam sistem pendidikan tidak ada tempat untuk pengalaman pribadi, didalam mana jiwa-jiwa akan mempelajari kuasa  “Demikianlah Tuhan berfirman.”  dan meraih apa yang terletak pada firman yang mulia,  yang dapat membawa kedamaian, dan kuasa bersama dengan Allah.   Karena disibukkan dengan macam-macam bentuk kegiatan, para murid disekolah-sekolah tidak dapat memperoleh jam-jam teduh untuk berhubungan dengan Allah dan mendengar suaraNya yang berbicara dihati mereka.   Apa yang para rabbi sebutkan sebagai pendidikan yang utama,  pada kenyataannya merupakan penghalang besar terhadap pendidikan yang sebenarnya,  berlawanan terhadap semua pengembangan yang nyata.   Dibawah pelatihan mereka,  kekuatan-kekuatan para orang muda ditekan,  dan pikiran-pikiran mereka diremas dan dibuat menjadi dangkal.
Saudara-saudara dan saudari-saudari Yesus diajar mengenai tradisi-tradisi dan upacara-upacara para rabbi yang banyak macam ragamnya,  tetapi Kristus sendiri tidak dapat dipengaruhi untuk menaruh minat terhadap hal-hal semacam ini.   Sementara mendengar pernyataan berulang-ulang disetiap sudut  “Hendaklah kamu,”   dan   “Janganlah kamu,”  Dia menghindar dari segala larangan-larangan ini.   Tuntutan-tuntutan masyarakat  dan tuntutan-tuntutan Allah selalu berada ditempat yang bertentangan;  dan selain  dimasa mudaNya Dia tidak melalukan perlawanan yang langsung terhadap adat-adat istiadat atau persepsi-persepsi para guru yang berpendidikan,  Dia juga tidak pernah menjadi murid disekolah-sekolah mereka. 
Yesus tidak pernah mau mengikuti adat istiadat manapun juga, yang memungkinkan Dia menjauhkan diri dari kehendak Allah,  ataupun juga Dia tidak pernah menempatkan diriNya dibawah pengarahan orang-orang yang meninggikan ucapan-ucapan manusia lebih daripada firman Allah.   Dia menutup pikiranNya dari segala perasaan sentimentil dan formalisme-formalisme yang tidak memiliki Allah sebagai dasarnya.   Dia tidak akan memberikan tempat untuk hal-hal semacam ini yang mungkin boleh mempengaruhi Dia.   Jadi Dia mengajarkan,  adalah lebih baik mencegah kejahatan daripada berusaha memperbaiki setelah kejahatan itu menancapkan kaki didalam pikiran.   Dan Yesus juga, melalui teladanNya,  tidak akan menuntun orang-orang lain untuk menempatkan diri sendir dimana mereka akan dapat dirusakkan.   Ataupun juga, Dia tidak akan menempatkan diri ditempat dimana Dia dapat terbawa masuk kedalam konflik dengan para rabbi,  yang sesudahnya,  bertahun-tahun lamanya mengakibatkan melemahnya pengaruhNya terhadap manusia.   Untuk alasan yang sama Dia tidak akan dapat dibujuk untuk meneliti bentuk-bentuk kegiatan yang tidak berarti atau mengikuti kemewahan-kemewahan,  yang sesudahnya akan menyebabkan Dia dituntut bila mengadakan penginjilan.
Walaupun Yesus masih berada dibawah asuhan orang tuaNya,  dalam usiaNya yang sangat muda, Dia telah mulai  melakukan tindakan-tindakan untuk membentuk tabiatNya.   Sementara ibuNya adalah guru pertamaNya sebagai manusia,  secara terus menerus Dia juga menerima pengajaran dari BapaNya yang disurga.   Gantinya menyerap ajaran-ajaran yang diberikan oleh para rabbi dari waktu kewaktu,  Yesus,  dibawah asuhan Guru Besar,  Dia mempelajari firman-firman Allah,  yang murni dan tidak tercemar,  dan juga belajar dari buku pelajaran yang besar, yaitu alam.   Ucapan-ucapan,  “Demikianlah firman Tuhan,”  selalu berada pada bibirNya,  dan  “Ada tertulis,”  selalu merupakan dasar dari tindakan-tindakanNya yang berbeda dari adat-adat istiadat keluarga.   Dia membawa suasana yang lebih murni kedalam kehidupan dirumah.   Walaupun Dia sendiri tidak menempatkan diriNya sendiri dibawah pengajaran para rabbi dengan menjadi murid disekolah-sekolah mereka,  namun seringkali Dia berhubungan dengan mereka,  mencengangkan orang-orang berhikmat itu;  karena tindakan-tindakan mereka tidak sejalan dengan Tulisan-Tulisan firman,  dan mereka tidak memiliki hikmat yang datang dari Allah.   Bahkan dibandingkan dengan mereka-mereka yang tidak menyukai pertentanganNya terhadap adat-adat istiadat yang umum,  pendidikanNya tampak jauh lebih tinggi dari pendidikan mereka.
Kehidupan Yesus memberikan bukti bahwa Dia banyak dituntut,  oleh karena itu Dia juga banyak berusaha.   Dari sejak masa kanak-kanakNya,  Dia dalah terang yang sebenarnya,  yang bersinar ditengah-tengah kegelapan moral dunia.   Dia menyatakan diriNya sendiri sebagai kebenaran,  dan penuntun manusia.   Konsep-konsepNya mengenai kebenaran dan kuasaNya untuk menolak pencobaan telah terbukti sejalan dengan pengakuanNya terhadap firman,  yang sebenarnya Dia sendiri yang mengilhami manusia untuk menuliskannya.   Berhubungan dengan Allah,  penyerahan jiwa yang seutuhnya kepadaNya,  didalam memenuhi janji dari ucapanNya yang mengabaikan pendidikan yang salah dan adat-adat istiadat atau tradisi-tradisi pada zamanNya,  sudah menjadi ciri yang khas dari kehidupan Yesus.
Para rabbi ini selalu terlibat didalam kesibukan-kesibukan, usaha untuk menonjolkan penampilan luar guna menunjukkan rasa pengasihan mereka yang superior, adalah merupakan penilaian tersendiri bagi para rabbi,  merupakan semacam bentuk keagamaan;  sementara pada waktu yang sama,  dengan ketidak-menurutan mereka kepada firman Allah,  sebenarnya mereka telah menjauhkan jalan-jalan Tuhan.   Tetapi pendidikan yang Allah telah bawakan akan menuntun  manusia untuk mencari Allah,  “supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia,  walaupun ia tidak jauh dari kita masing-masing.”   Yang kekal itu tidak dan tidak akan pernah, terikat kepada organisasi-organisasi kemanusiaan atau perencanaan-perencanaan manusia.   Setiap jiwa haruslah memiliki pengalaman pribadi didalam memenangkan pengetahuan tentang kehendak dan jalan-jalan Allah.   Didalam diri semua orang yang berada dibawah pengajaran tentang Allah haruslah menunjukkan kehidupan yang tidak harmonis dengan dunia,  dengan adat-adat istiadatnya,  dengan tindakan-tindakannya,  atau pengalaman-pengalamannya.   Melalui belajar Alkitab,  melalui doa yang sungguh-sungguh,  mereka akan dapat mendengar pesanNya kepada mereka,  “Berdiamlah dan ketahuilah bahwa Aku adalah Allah.”   Apabila semua suara yang lain sudah berdiam,  apabila setiap minat keduniawian dikesampingkan,  maka kesunyian jiwa akan membuat suara Allah lebih jelas perbedaannya.   Disini, perhentian akan didapatkan didalam Dia.   Kedamaian,  kesukaan,  kehidupan jiwa,  adalah Allah.
Kalau seorang anak kecil mendekatkan dirinya kepada ayahnya,  diatas segala orang lain,  dia menunjukkan kasihnya,  imannya,  kepercayaan sepenuhnya.   Dan didalam hikmat dan kekuatan ayahnya,  anak itu mendapat perhentian yang aman.   Demikian pula dengan anak-anak Allah.   Tuhan meminta kita,  “Pandanglah kepadaKu,  dan engkau akan selamat!”   “Datanglah kepadaKu,  .  .  .  dan Aku akan memberikan perhentian kepadamu.”   “Tetapi apabila diantara kamu ada yang kekurangan hikmat,  hendaklah ia memintakannya kepada Allah  --  yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit  --,  maka hal itu akan diberikan kepadanya.”
“Beginilah firman Tuhan :  terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri,  dan yang hatinya menjauh daripada Tuhan!   Ia akan seperti semak bulus dipadang belantara,  ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik;  ia akan tinggal ditanah angus dipadang gurun,  dinegeri padang asin yang tidak berpenduduk.   Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan,  yang menaruh harapannya pada Tuhan!  Ia akan seperti pohon yang ditanam ditepi air,  yang merambatkan akar-akarnya ketepi batang air,  dan yang tidak mengalami datangnya panas terik,  yang daunnya tetap hijau,  yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.”  --  Special Testimonies on Education,  27 Agustus, 1896.






57
TELADAN  AGUNG


Dari sejak dahulu kala,  orang-orang yang setia dibangsa Israel telah banyak memberikan perhatian terhadap masalah pendidikan.   Tuhan telah memberikan pengarahan, bahwa anak-anak,  bahkan dari sejak masa bayinya,  haruslah diajarkan mengenai kebaikanNya dan kebesaranNya,  terutama seperti yang telah dinyatakan didalam hukumNya, dan telah ditunjukkan didalam sejarah bangsa Israel.   Melalui lagu-lagu dan doa-doa,  dan pelajaran-pelajaran dari Alkitab,  disesuaikan kepada pikiran yang terbuka,  para bapa dan para ibu haruslah mengajar anak-anak mereka,  bahwa hukum Allah adalah merupakan pernyataan dari tabiatNya,  dan bahwa kalau mereka mau menerima prinsip-prinsip hukum kedalam hati mereka,  maka pola Allah akan tertanam didalam pikiran dan jiwa.   Didalam rumah maupun disekolah,  kebanyakan pelajaran yang diberikan adalah secara oral,  tetapi orang-orang muda juga harus mempelajari bagaimana membaca tulisan-tulisan Ibrani;  dan gulungan-gulungan perkamen dari Tulisan-tulisan Perjanjian Lama telah dibuka untuk mereka pelajari.
Pada zaman Kristus,  pengajaran kerohanian bagi orang-orang muda dianggap sangat penting,  sehingga kota-kota kecil dan kota-kota besar yang tidak mempunyai sekolah-sekolah untuk tujuan ini,  dianggap berada dibawah kutukan dari Allah.   Namun,  baik disekolah maupun dirumah,  pengajaran telah menjadi rutin dan resmi.  Sejak  “Itulah sebabnya,  maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudaraNya,  supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.”  (Ibrani 2 : 17),  dan Yesus memperoleh pengetahuan sebagaimana kita juga mendapatkannya,  hubungan yang erat dengan Alkitab,  yang Dia tunjukkan dengan jelas didalam penginjilanNya,  menyaksikan kepada orang-orang yang rajin, bahwa dimasa mudaNya, Dia sendiri mempelajari firman yang suci itu.
Dari hari kehari dia mendapatkan pengetahuan dari perpustakaan besar dialam yang hidup maupun yang tidak hidup.   Dia yang telah menciptakan segala sesuatu,  sekarang telah menjadi anak manusia,  dan Dia mempelajari hal-hal yang tanganNya sendiri telah menuliskannya,  dibumi dan dilautan and dilangit.   Perumpamaan-perumpamaan, yang dengan mana,  selama penginjilanNya,  Dia sangat menyukai pelajaran-pelajaran yang Dia ajarkan mengenai kebenaran,  menunjukkan bagaimana terbukanya RohNya terhadap pengaruh-pengaruh alam,  dan bagaimana, dimasa mudanya,  Dia suka mengumpulkan pelajaran-pelajaran kerohanian dari kehidupan disekelilingnya.   Kepada Yesus, firman Allah dan pekerjaan-pekerjaan Allah  yang penting  telah dibuka secara berkesinambungan,  sementara Dia berusaha mengerti alasan-alasan dari banyak hal,  seperti setiap orang muda yang juga berusaha untuk mengertinya.   Perkembangan dari pikiran-pikiran dan komunitas-komunitas yang suci adalah menjadi hakNya.   Semua jendela jiwanya terbuka terhadap matahari;  dan didalam terang surga,  hikmat kerohaniannya bertumbuh menjadi kuat,  dan kehidupanNya menyatakan hikmat dan kemurahan Allah.
Setiap anak boleh mendapatkan pengetahuan sebagaimana yang Yesus dapat,  dari pekerjaan-pekerjaan dialam dan dari halaman-halaman firman Allah.   Sementara kita berusaha berkenalan dengan Bapa yang surgawi melalui firmanNya,  para malaikat akan datang mendekat,  pikiran-pikiran kita akan dikuatkan,  tabiat kita akan ditinggikan dan dimurnikan,   dan kita akan menjadi lebih mirip seperti Penebus kita.   Dan kalau kita melihat keindahan dan kebesaran alam,  perasaan-perasaan kita akan menyerupai perasaan-perasaan Allah;  sementara roh kita akan dibuat menjadi terpesona,  jiwa kita akan disegarkan dengan jalan berhubungan dengan Yang Tidak Terbatas itu melalui pekerjaan-pekerjaanNya.   Berhubungan dengan Allah melalui doa-doa akan memperkembang mental dan moral,  dan kekuatan-kekuatan kerohanian akan dikukuhkan sementara kita meninggikan pikiran-pikiran kita diatas hal-hal yang rohani.
Kehidupan Yesus adalah merupakan kehidupan yang harmonis bersama dengan Allah.   Pada waktu Dia masih seorang anak-anak,  Dia berpikir dan berbicara seperti anak-anak,  namun tidak ada jejak dosa yang mencemari pola Allah didalam diriNya.   Dari sejak adanya kecerdasan yang mula pertama,  Dia selalu bertumbuh didalam karunia surgawi dan pengetahuan akan kebenaran.  --  Special Testimonies on Education,  1896. 





58
ALKITAB  -  BUKU  YANG  PALING  PENTING
UNTUK PENDIDIKAN DISEKOLAH-SEKOLAH KITA

Alkitab adalah wahyu dari Allah kepada dunia kita ini,  menyatakan kepada kita tentang hal tabiat yang harus kita miliki guna mencapai kerajaan Allah.  Kita harus meraihnya sementara Allah mengungkapkan kepada kita hal-hal mengenai kekekalan,  --  hal-hal yang paling mengandung resiko untuk kita ketahui.   Oleh dunia hal itu telah dikesampingkan,  seakan-akan kegunaannya sudah tidak ada lagi,  tetapi seribu tahun sekalipun digunakan untuk berusaha, tidak akan dapat mengeluarkan harta tersembunyi yang ada didalamnya.   Hanya kekekalan saja yang akan dapat mengungkapkan hikmat yang ada dibuku tersebut.   Permata-permata yang terkubur didalamnya tidak akan dapat ditarik keluar,  karena permata-permata itu adalah hikmat dari pikiran yang tidak memiliki batas. 
Dalam jangka waktu yang tidak terbatas, manusia telah mempelajari semua yang dapat dipelajari mengenai firman Allah.   Namun tetap masih ada pandangan-pandangan baru tentang kebenaran yang harus dilihat,  dan masih banyak lagi yang harus dimengerti tentang tabiat dan lambang-lambang Allah – jasa-jasaNya,  pengasihanNya,  panjang sabarNya,  teladan penurutanNya yang mutlak.   “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam diantara kita, dan kita telah melihat kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa,  penuh kasih karunia dan kebenaran.”    Ini adalah pelajaran yang paling berharga,  mengisi intelektual,  memberikan kekuatan kepada kemampuan mental.   Sesudah meneliti firman dengan tekun,  maka harta yang tersembunyi akan diungkapkan,  dan orang yang mencintai kebenaran akan muncul dengan kemenangan.   “Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita : Dia, yang telah menyatakan diriNya dalam rupa manusia,  dibenarkan dalam Roh;  yang menampakkan diriNya kepada malaikat-malaikat,  diberitakan diantara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah;  yang dipercayai didalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.”   “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,  melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.”
Alkitab,  bila diterima dengan sepenuhnya dan dipelajari sebagai suara dari Allah, akan menyatakan kepada keluarga manusia, bagaimana mencapai tingkat kebahagiaan yang kekal,  dan menjamin harta tersembunyi disurga.   “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar,  untuk menyatakan kesalahan,  untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.  Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”   Maka kemudian, apakah kita begitu bodoh sehingga tidak dapat melakukannya?   Apakah kita akan meningkatkan keinginan yang lebih besar untuk menghasilkan penulis-penulis yang terpelajar,  dan mengabaikan firman Allah?   Apakah karena adanya kerinduan yang begitu besar untuk mendapatkan sesuatu yang tidak mungkin dapat mereka idam-idamkan,  sehingga membuat manusia ini menukarkannya dengan pengetahuan, yang tidak akan pernah dapat membuat mereka memiliki hikmat untuk keselamatan.
“Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia,  ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus sebagai raja,  tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaranNya.  Kami menyaksikan,  bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepadaNya suara dari Yang Mahamulia,  yang mengatakan : Inilah Anak yang Kukasihi,  kepadaNyalah Aku berkenan.   Suara itu kami dengar datang dari surga,  ketika kami bersama-sama dengan Dia diatas gunung yang kudus.   Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi.  Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya ditempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar didalam hatimu.   Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,  sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia,  tetapi oleh dorongan Roh kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.”   “Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita,  supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.”   “Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah didalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.”   “Sebab : semua yang hidup adalah seperti rumput,  rumput menjadi kering,  dan bunga gugur,  tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya.  Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.”
Adalah karena memanfaatkan Alkitablah maka pikiran akan dapat dikuatkan,  diperhalus, dan ditinggikan.   Kalau tidak ada buku yang lain didunia yang luas ini,  maka firman Allah,  yang dihidupkan melalui karunia Kristus,  akan membuat manusia sempurna didalam dunia ini,  dengan memiliki tabiat yang cocok untuk masa depan, untuk kehidupan yang kekal.   Barangsiapa yang mempelajari firman,  menerimanya dengan iman sebagai kebenaran,  dan menanamkannya kedalam tabiatnya,  maka dia akan disempurnakan didalam Dia yang merupakan segalanya, diatas segalanya.   Terimakasih Allah, karena telah meletakkan kemungkinan-kemungkinan untuk itu dihadapan manusia.   Tetapi mempelajari banyak macam pengarang-pengarang yang berbeda, akan membuat kebingungan dan akan melelahkan intelektual,  dan juga memberikan pengaruh yang menurunkan kwalitas kehidupan rohani.   Didalam Alkitab sudah diterangkan mengenai perbedaan-perbedaan yang jelas tentang tugas-tugas manusia terhadap Allah dan terhadap sesamanya;  namun tanpa mempelajari firman,  bagaimana mungkin tuntutan-tuntutan ini dapat dipenuhi?   Kita harus memiliki pengetahuan mengenai Allah;  karena inilah  “hidup yang kekal itu,”   Kristus mengatakan,  “agar mereka mengenal Engkau sebagai satu-satunya Allah yang benar,  dan Yesus Kristus,  yang telah Engkau utus.”
Janganlah pernyataan-pernyataan manusia dianggap sebagai kebenaran kalau pernyataan-pernyataan itu bertentangan dengan firman Allah.   Tuhan Allah,  Pencipta seluruh langit dan bumi,  sumber segala kebijaksanaan,  dijadikan nomor dua.   Tetapi orang-orang yang dianggap sebagai pengarang-pengarang besar,  yang telah memberikan buku-buku teks kesekolah-sekolah kita untuk dipelajari,  diterima dan diagungkan,  walaupun mereka-mereka ini tidak mempunyai hubungan yang erat dengan Allah.   Dengan cara belajar semacam ini, manusia telah dituntun semakin jauh dari jalan Allah, menuju jalan yang terlarang;  pikiran dibebani sampai mati karena tugas-tugas yang sebenarnya tidak perlu,  demi meraih,  yang bagi mereka adalah merupakan pengetahuan,  yang telah menyebabkan Adam dan Hawa tidak menuruti  Allah.   Kalau saja Adam dan Hawa tidak pernah menyentuh pohon pengetahuan akan hal baik dan jahat itu,  maka mereka sudah berada ditempat dimana Tuhan dapat menanamkan pengetahuan kepada mereka dari firmanNya,  ilmu pengetahuan yang tidak perlu ditinggalkan dibelakang hal-hal yang ada didunia ini,  tetapi ilmu pengetahuan yang dapat mereka bawa sampai masuk kedalam kerajaan surga.   Namun pada zaman sekarang ini,  orang-orang muda,  pria dan wanita,  menggunakan waktunya dari tahun ketahun-tahun mengejar ilmu pengetahuan yang tidak lain hanyalah kayu dan tunggul-tunggul jerami belaka,  untuk dikonsumsi didalam api besar neraka yang terakhir.   Banyak orang yang menggunakan kehidupannya bertahun-tahun untuk mempelajari banyak buku-buku,  mengejar ilmu pengetahuan yang akan mati bersama diri mereka.   Untuk pendidikan semacam ini Allah tidak dapat memberikan nilai sama sekali.   Ini diperkirakan sebagai hikmat yang didapat dari mempelajari banyak macam pengarang yang berbeda-beda,  mengenyampingkan dan mengurangi kecemerlangan dan nilai dari firman Allah.   Banyak pelajar telah meninggalkan sekolah tanpa dapat menerima firman Allah dengan kesalehan dan rasa hormat, yang sebelumnya masih mereka miliki sebelum memasuki sekolah,  iman mereka kehilangan reputasi didalam usahanya untuk menjadi unggul didalam berbagai macam jenis pelajaran.   Alkitab belum menjadi standar dalam pendidikan mereka,  namun buku-buku yang dicampur dengan kekafiran dan propaganda teori-teori yang  menyesatkan,  diletakkan dihadapan mereka. 
Tidak ada sesuatupun yang begitu mulia dan memberikan kekuatan seperti mempelajari pokok pelajaran yang besar,  yang berhubungan dengan kehidupan kekal.   Biarlah para pelajar berusaha untuk meraih kebenaran-kebenaran yang telah diberikan oleh Allah ini;  hendaklah mereka berusaha untuk mengukur hal-hal yang sangat penting ini,  dan pikiran-pikiran mereka akan berkembang, bertumbuh lebih kuat didalam setiap usahanya.   Tetapi pikiran yang penuh sesak dengan segala macam hal,  yang tidak akan pernah dapat digunakan,  adalah pikiran yang sudah lemah dan tersesat,  karena hanya dibiasakan untuk mengerjakan tugas-tugas yang berhubungan dengan bahan-bahan yang tidak bernilai.   Pikiran-pikiran itu tidak dibiasakan dengan tugas-tugas dan tanggung-tanggung jawab yang bernilai tinggi,  pengungkapan yang meninggikan, yang datangnya dari Allah.
“Karena demikianlah Allah mengasihi dunia ini, sehingga dikaruniakanNya Anaknya yang tunggal,  agar barangsiapa yang percaya jangan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”   Kalau pikiran ditujukan kepada pertimbangan-pertimbangan mengenai pokok-pokok pemikiran yang besar,  maka pikiran itu akan bertumbuh lebih tinggi dan lebih tinggi didalam menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan pokok pemikiran besar ini mengenai pentingnya kekekalan,  meninggalkan hal-hal yang lebih murah dan tidak berguna,  membuangnya sebagai barang berat yang tidak berguna.
Semua hal-hal yang tidak perlu harus disiangi untuk membersihkan pokok-pokok pelajaran,  dan hanya pelajaran-pelajaran yang sudah dibersihkan semacam inilah yang pantas ditempatkan dihadapan para pelajar sebagai bahan pelajaran yang benar-benar  nyata nilainya.   Dia hanya perlu dibiasakan dengan pelajaran-pelajaran semacam inilah,  agar dia boleh meyakinkan dirinya sendiri guna mendapatkan kehidupan yang setara dengan kehidupan Allah.   Dan sementara dia mempelajari pelajaran-pelajaran ini,  pikirannya akan dikuatkan dan dikembangkan, sebagaimana pikiran Kristus dan Yohanes Pembaptis.   Hal apakah yang dahulu telah membuat Yohanes Pembaptis menjadi orang besar?  --  Dia menutup pikirannya dari sarana-sarana tradisi yang diajarkan oleh guru-guru bangsa Yahudi,  dan membukanya kepada hikmat  “yang datangnya dari atas.”   Sebelum kelahirannya,  Roh Kudus menyaksikan tentang Yohanes :  “Sebab ia akan besar dihadapan Tuhan dan ia tidak minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya.   Ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,  dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran-pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagiNya.”   Dan didalam nubuatannya,  Zakarias berkata kepada Yohanes,  “dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah yang Mahatinggi;  karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagiNya,  untuk memberikan kepada umatNya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka,  oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita,  Surya pagi dari tempat yang tinggi,  untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.   Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya.  Dan ia tinggal dipadang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.”
Simeon mengatakan tentang Kristus,  “Sekarang Tuhan,  biarkanlah hambaMu ini pergi dalam damai sejahtera,  sesuai dengn firmanMu,  sebab mataku telah melihat keselamatan yang daripadaMu,  yang telah engkau sediakan dihadapan segala bangsa,  yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umatMu, Israel.”   “Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmatNya dan besarNya,  dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.”   Yesus dan Yohanes Pembaptislah yang dinyatakan oleh para pendidik pada masa itu sebagai orang-orang yang bebal,  karena mereka tidak mau belajar dari para pendidik itu.   Tetapi Allah yang disurga telah menjadi guru mereka,  dan semua orang yang mendengar menjadi sangat heran dengan pengetahuannya mengenai Alkitab,  karena tidak pernah dipelajari.   Belajar dari mereka, memang tidak pernah dilakukan oleh Yesus dan Yohanes,  itu memang yang sebenarnya,  tetapi dari Allah,  baik Yesus maupun Yohanes telah mempelajari berjenis-jenis hikmat yang paling tinggi.   
Pertimbangan manusia,  bahkan para guru sekalipun,  boleh jadi terlalu luas berisikan perlambang-perlambang seperti apakah pendidikan yang sebenarnya itu.   Guru-guru pada zaman Kristus, tidak mendidik orang-orang muda dalam pengetahuan mengenai Alkitab dengan tepat,  yang sebenarnya seharusnya dijadikan dasar dari segala pendidikan yang sesuai dengan namanya.   Kristus berkata kepada orang-oang Farisi,   “Kamu sesat,  sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!”   “mengajarkan pengajaran-pengajaran tentang hukum manusia.”   Dan Dia berdoa bagi murid-muridNya,   “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran;  firmanMu adalah kebenaran.  Sama seperti Engkau telah mengutus Aku kedalam dunia,  demikian pula Aku telah mengutus mereka kedalam dunia;  dan Aku menguduskan diriKu bagi mereka,  supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.”
“Katakanlah kepada orang Israel, demikian :  Akan tetapi hari-hari SabatKu harus kamu pelihara,  sebab ituleh peringatan antara Aku dan kamu,  turun temurun,  sehingga kamu mengetahui,  bahwa Akulah Tuhan,  yang menguduskan kamu.”   “Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,  tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu;  maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan.”  “Barangsiapa yang melakukan pekerjaan pada hari Sabat,  maka pastilah dia akan mati.”    Apakah setan telah berhasil menggantikan kesucian dari hari yang telah dibedakan diatas hari-hari yang lainnya?    Dia telah berhasil menggantikannya dengan hari yang lain,  namun tidak pernah dia berhasil menarik berkat Tuhan atas hari Sabat.   “Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat,  dengan merayakan sabat, turun temurun,  menjadi perjanjian kekal.”   Apalagi yang lebih positif dan lebih jelas daripada perkataan-perkataan ini?   Dan apakah Allah telah berubah?   Dia akan tetap sama sepanjang zaman sampai kepada kekekalan,  tetapi manusia  “telah berusaha menentukan tujuan-tujuannya sendiri.”
Alkitab penuh dengan ilmu-ilmu pengetahuan,  dan setiap orang yang mempelajarinya dengan hati yang dipenuhi dengan pengertian,  akan mendapati bahwa pikirannya telah diperluas dan tubuhnya dikuatkan untuk melakukan kebenaran-kebenaran yang begitu berharga, yang tidak mudah dijangkau.   Roh Kudus akan menanamkan kesan kedalam pikiran dan jiwa.   Namun mereka,  yang memberikan pengajaran kepada orang-orang muda,  pertama-tama perlu menjadi orang yang bodoh yang mau belajar, agar supaya mereka dapat menjadi orang-orang yang berhikmat.    Kalau mereka mengabaikan  “Demikianlah Allah berfirman,”   dan memetik dari pohon pengetahuan yang telah dilarang oleh Allah untuk memetiknya,  yang merupakan pengetahuan mengenai pelanggaran,  maka ketidak-patuhan mereka, akan membawa mereka kedalam pehukuman dan dosa.   Apakah kita akan memberikan pujian kepada orang-orang semacam ini karena pengetahuannya yang besar?   Apakah kita akan duduk dibawah kaki orang-orang yang mengabaikan kebenaran-kebenaran yang dapat menyucikan jiwa?   “Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan Allah,  Aku akan memerintah kamu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan amarah yang tercurah.”   Mengapa para guru pada zaman ini tidak mengindahkan peringatan-peringatan ini?   Mengapa mereka terserandung,  tidak mengetahui terhadap apa mereka terserandung?   Ini adalah karena setan telah membutakan mata mereka,  dan batu sandungan dari kejahatan telah dihadapkan didepan orang-orang lain melalui persepsi dan teladan.   Jadi mata-mata orang-orang lain telah dibutakan,  dan mereka yang tadinya mau berjalan didalam terang,  ternyata sedang berjalan didalam kegelapan;  karena mereka tidak teguh memandang kepada Yesus,  yang merupakan Terang didunia.
Terang besar telah diberikan kepada para Pembaharu,  tetapi banyak diantara mereka telah menerima cara berpikir yang menyesatkan melalui interpretasi yang salah terhadap Alkitab.   Kesalahan-kesalahan ini telah ada selama berabad-abad,  tetapi walaupun mereka telah menjadi tua karena usia,  tetap saja mereka tidak mau berada dibelakang “Demikianlah Allah berfirman.”   Karena Tuhan telah mengatakan,  Aku tidak akan   “menarik kembali hal-hal yang telah keluar dari bibirKu.”   Didalam pengasihannya yang besar Tuhan tetap mengijinkan terang yang lebih besar bersinar dalam zaman akhir ini.   Kepada kita, Dia telah mengirimkan pesan-pesanNya,  yang menyatakan hukumNya dan menunjukkan kepada kita apa itu kebenaran.
Didalam Kristus ada sumber dari segala pengetahuan.   Didalam Dia harapan-harapan kita untuk kehidupan yang kekal akan dipusatkan.   Dia adalah guru yang terbesar yang pernah dikenal oleh dunia,  dan kalau kita ingin memperluas pikiran dari anak-anak dan orang-orang muda, dan memenangkan mereka,  dan kalau mungin,  membuat mereka mencintai Alkitab,  maka kita harus mengikat pikiran mereka kepada kebenaran yang bergitu jelas dan sederhana,  menggali keluar hal-hal yang telah begitu lama terkubur didalam sampah-sampah adat istiadat,  dan membuat permata-permata itu berkilauan.
 Berikan mereka semangat untuk meneliti kedalam pokok pelajaran ini,  dan usaha yang dilakukan akan menjadi disiplin yang tidak dapat dinilai.   Pengungkapan akan hal Allah,  sebagaimana yang telah dinyatakan didalam diri Yesus Kristus,  melengkapi sebuah tema yang sangat penting untuk direnungkan,  dan kalau dipelajari,  akan membuat pikiran menjadi lebih tajam,  dan meningkatkan serta membuat bagian-bagian tubuh menjadi suci.   Kalau manusia mempelajari pelajaran-pelajaran ini didalam sekolah-sekolah Kristus,  berusaha untuk menjadi seperti Kristus,  rendah hati dan lemah lembut,  maka dia akan mempelajari semua pelajaran-pelajaran yang berguna,  --  sehingga intelektual akan menjadi prima,  hanya karena disucikan oleh adanya hubungan yang hidup dengan Allah.
Peringatan dan pengajaran yang telah diberikan oleh Allah sehubungan dengan gembala-gembala yang palsu,  seharusnya menjadi beban bagi para guru dan para murid disekolah-sekolah kita.   Nasehat haruslah diberikan kepada para murid agar jangan mengambil gembala semacam ini sebagai penguasa mereka yang tertinggi.   Apa manfaatnya bagi para pelajar itu melengkapi pendidikan mereka dengan memasuki Ann Arbor untuk mendapatkan hasil akhir?   Padahal telah dibuktikan kepada kebanyakan orang bahwa hasil akhir itu baik, sejauh berada dijalur kerohanian dan iman didalam kebenaran.   Ini adalah disiplin ilmu yang tidak diperlukan,  membuka pikiran kepada penaburan lalang diantara gandum;  dan ini juga tidak berkenan kepada Guru Besar kita karena mengagungkan guru-guru yang tidak mempunyai telinga untuk mendengar atau pikiran untuk mengerti  “Demikianlah Allah berfirman.”   Jadi, dengan menghormati orang-orang yang mempunyai pendidikan langsung dari kebenaran yang menyimpang,  maka kita tidak akan dapat menemui perkenan dari Allah.   Biarlah perkataan-perkataan Tuhan,  yang diucapkan kepada dunia melalui nabi Yesaya,  menjadi beban kita.   “Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia,  yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus namaNya : Aku bersemayam ditempat tinggi dan ditempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.”   “Apabila orang-orang benar itu berseru-seru,  maka Tuhan mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.”   “Tetapi kepada orang inilah Aku memandang,”   kata Tuhan,   “kepada orang yang tertindas dan patah semangatnya dan yang gentar kepada firmanKu.”   Orang-orang yang rendah hati, yang berusaha mencari Tuhan,  akan beroleh hikmat sampai kepada kehidupan yang kekal.
Hikmat yang terbesar,  dan yang paling perlu,  adalah pengetahuan akan Allah.   Alkitab haruslah dijadikan sebagai dasar dari segala pelajaran.   Secara pribadi kita harus belajar dari buku pelajaran yang telah diberikan oleh Allah kepada kita,  sebagai syarat dari keselamatan jiwa-jiwa kita;  karena itu adalah satu-satunya buku yang mengatakan kepada kita apa yang harus kita lakukan agar supaya kita diselamatkan.   Bukan hanya ini,  tetapi dari Buku ini ,  intelektual akan menerima kekuatan.   Banyak buku-buku yang lain,  yang diperkirakan perlu dipegang guna mendapatkan pendidikan,  memberikan tuntunan yang salah,  suatu penipuan dan angan-angan kosong.   “Apakah musuh terhadap gandum?”   Setan sekarang sedang mengaduk-aduk pikiran manusia agar supaya dunia dilengkapi dengan buku-buku yang murahan,  diminati,  tetapi memberikan pesona kepada pikiran, dan akhirnya mengikatnya kedalam jaringan sarana setan.   Sesudah membaca buku-buku semacam ini,  pikiran akan hidup didunia yang tidak nyata,  dan kehidupan,  bagaikan penghalang bagi pohon untuk menghasilkan buah.   Otak diracuni,  membuatnya tidak mampu memikirkan hal-hal yang nyata,  hal-hal yang diperlukan bagi masa sekarang dan masa depan,  mendapat tekanan kuat.   Pikiran yang dididik untuk mendapatkan makanan dari keranjang sampah, tidak mungkin mampu melihat adanya keindahan didalam firman Allah.   Kasih kepada Yesus dan ketergantungan kepada kebenaran sudah hilang;   karena pikiran itu dibangunkan dari apa yang menjadi makanannya.   Dengan memberikan makanan kepada otak dari ceritera-ceritera fiksi yang menggairahkan,  manusia akan dibawa kepada dasar berupa  “kayu,  jerami,  tunggul-tunggul.”   Dia kehilangan seluruh seleranya terhadap buku Tuntunan yang mulia,  dan tidak mempedulikan untuk belajar membentuk tabiat supaya dia dapat masuk dan berdiam bersama orang-orang yang telah ditebus,  dan menempati rumah yang Kristus kini pergi untuk menyiapkannya.
Allah telah, dengan sangat berkemurahan, memberikan kepada kita sebuah pencobaan, guna menyiapkan kita menghadapi ujian yang nanti akan datang kepada kita.   Setiap kesempatan telah diberikan kepada kita untuk memasuki waktu-waktu teduh merenungkan Yesus.    Kalau saja manusia mau mempelajari firman,  dia akan dapat melihat bahwa setiap sarana telah disediakan bagi orang-orang yang berusaha menjadi pemenang-pemenang.   Roh Kudus diberikan untuk memberikan kekuatan dan kemenangan,  dan Kristus telah berjanji,  “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”  --  Special Testimonies on Education,  1896.







59
DISIPLIN  SEKOLAH  YANG  TEPAT

Disekolah  _______  kami mempunyai murid-murid yang tidak berperaturan,  yang diperkirakan tidak mau mengindahkan pengajaran-pengajaran yang diberikan oleh firman Allah,  dan tindakan-tindakan mereka menunjukkan penyangkalan terhadap kebenaran-kebenaran yang suci.   Allah melihat mereka dari surga,  memperhatikan tindakan-tindakan yang penuh penipuan,  dan pengingkaran mereka terhadap tindakan-tindakan mereka.   Mereka dipekerjakan dengan kesetiaan;  tetapi mereka semua berada terlalu dekat dengan kota besar,  dan pencobaan-pencobaan selalu timbul.   Mereka lupa seharusnya mereka menunjukkan kebenaran dan kesetiaan kepada hukum-hukum Allah yang suci.   Mereka melanggar hukum-hukumNya.   Mereka menjadi bernafsu,  dan menunjukkan diri sebagai murid-murid yang tidak memiliki kemauan untuk menjadi orang-orang yang benar.   Tampaknya disana ada kakitangan setan didalam pekerjaan yang mengendurkan semangat para guru dan berusaha membuat sekolah kehilangan moral.   Ada beberapa tindakan yang dilakukan oleh guru-guru yang tidak memberikan pengaruh yang baik.   Kalau setiap catatan dari pengaruh harus ditempatkan pada sisi kedisiplinan dan keteraturan,  maka guru-guru ini,  walau mengetahui semua usaha-usaha  yang dibuat oleh para murid yang tidak disiplin ini terhadap kepala sekolah dan para stafnya,  yang merasa terbebani dan tertekan,  dan yang berusaha mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh,  kalau saja mereka mau menunjukkan rasa simpati yang dalam bagi seseorang yang sedang melayani musuh.    Para murid itu  --  yang melakukan kesalahan-kesalahan  --  mengetahui hal ini.   Hanya sedikit yang berani mengakui tindakan-tindakan mereka yang salah,  sehingga kesalahan itu terbawa pulang, hingga mereka mengerti yang mereka telah melakukan pelanggaran terhadap peraturan-peraturan sekolah,  dan mereka telah berusaha untuk bersembunyi dibalik kesalahan.  
Dewan sekolah telah mengadakan konsultasi-konsultasi pribadi untuk mempertimbangkan yang terbaik yang harus dilakukan.   Ada suara didalam nasehat-nasehat ini,  yang berusaha untuk menghalangi rencana-rencana  mempertahankan disiplin dan keteraturan yang akan diperkenalkan.   Melalui suara-suara yang sepertinya penuh simpati ini,  ucapan-ucapan yang tidak senonoh dituangkan kepada para murid sehubungan dengan masalah-masalah yang sedang dipertimbangkan oleh dewan.   Hal-hal semacam inilah yang terdengar oleh para murid.   Mereka berpikir, bahwa guru semacam ini dapat diterima;   dianggap sebagai guru yang pandai.   Dia mempunyai rasa simpati bagi orang yang melakukan kesalahan.   Jadi tangan-tangan yang membawa beban berat itu tidak dikuatkan, tetapi justru dilemahkan.   Usaha-usaha untuk menekan kejahatan, dipandang sebagai sesuatu usaha yang keras dan tidak berpengasihan.   “Orang-orang muda haruslah mendapatkan waktu-waktu untuk bersuka-ria,”   itu yang diulang-ulang,  bersama dengan pidato-pidato lain yang hambar.   Satu kalimat diucapkan disini,  satu kalimat lain diucapkan disana,  meninggalkan kesan yang meracuni;   dan orang yang melakukan kesalahan mengetahui dengan yakin, bahwa disekolah itu ada orang yang tidak berpendapat bahwa perbuatan salah mereka dan penipuan mereka itu adalah dosa yang besar.   Tetapi jikalau secara terus menerus  membiarkan perbuatan orang-orang yang melakukan kesalahan,  tanpa membuat perhitungan untuk memberikan disiplin kepadanya karena memisahkan diri dari  kebenaran dan keyakinan-keyakinan terhadap kebenaran itu sendiri,  adalah dosa yang mendukakan terhadap Allah.
Ada juga beberapa orang disekolah itu yang menjalani kehidupannya selama waktu sekolah hanya karena mereka sendiri tidak mempunyai kegiatan yang berarti.   Untuk mereka ini,  haruslah diadakan suatu usaha, agar sedapat mungkin mereka mendapatkan keuntungan,  sehingga mereka dapat menunjukkan rasa syukur mereka kepada Allah,  dan juga berterimakasih kepada teman-teman yang telah memberikan pertolongan kepada mereka.
Kalau pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi benar-benar mengadakan penyerahan,  maka perubahan yang pasti akan dapat dilihat oleh semua orang yang berhubungan dengan mereka.   Mereka akan meninggalkan yang tidak senonoh;  keinginan untuk terus mendapatkan hiburan dan kesenangan bagi diri sendiri,  kerinduan untuk mendapatkan perubahan-perubahan  agar supaya bisa berada dipesta-pesta dan tempat-tempat yang menyimpang,  tidak akan lagi tampak.
Dengarkanlah perkataan dari Guru Besar itu :  “Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari surga dan yang memberi hidup kepada dunia.”   Tidak ada gunanya sama sekali bagi seseorang untuk bermalas-malasan atau masa bodoh,  hidup hanya untuk hal-hal yang kurang berarti, untuk kesenangan-kesenangan duniawi.   Kehidupan diberikan kepada setiap orang yang percaya,  sama seperti juga kenyamanan dan kesalehan  diberikan.   Semua orang boleh mendapatkan kegembiraan,  oleh karena adanya rasa kepuasan karena memiliki Kristus sebagai tamu yang berdiam didalam jiwa.
Pada waktu Yesus mengatakan kepada orang banyak :  “Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari surga dan yang memberi hidup kepada dunia,”   beberapa dari antara orang banyak itu mengatakan,  “Tuhan ,  berikanlah kami roti itu senantiasa.”   Roti dari surga itu ada diantara tengah-tengah mereka,  namun mereka tidak mengenal Dia sebagai roti yang turun dari surga.   Yesus kemudian mengatakan dengan gamblang kepada mereka,   “Akulah roti hidup;  barangsiapa datang kepadaKu, Ia tidak akan lapar lagi,  dan barangsiapa percaya kepadaKu,  ia tidak akan haus lagi.”
Buku Yohanes fasal keenam ini berisi pelajaran-pelajaran yang sangat berharga dan yang paling penting bagi semua orang yang dididik disekolah-sekolah kita.   Kalau mereka menginginkan pendidikan yang bertahan lama selama waktu dan selama kekekalan,  biarlah mereka membawa kebenaran-kebenaran yang ajaib dari fasal ini kedalam kehidupan mereka sehari-hari.   Seluruh fasal berisi penuh dengan pengajaran,  tetapi hanya samar-samar dimengerti.   Kami menganjurkan dan mendorong para murid agar menghayati ucapan-ucapan Kristus ini,  agar mereka dapat mengerti akan hak-hak dan kesempatan-kesempatan mereka.   Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita mengenai, apa arti diriNya bagi kita,  dan keuntungan-keuntungan apa yang akan kita dapatkan secara pribadi, kalau kita memakan firmanNya,  menyadari yang Dia sendirilah merupakan pusat dari kehidupan kita,   “Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu,”  Dia berkata,   “itu adalah roh dan kehidupan.”
Memiliki Kristus didalam hati,  maka mata kita akan terpusat kepada kemuliaan Allah.  Kita harus berjuang untuk melakukankan apa itu artinya berada didalam kesatuan yang seutuhnya bersama Kristus,  siapakah juru damai dari dosa-dosa kita,  dan juga dari dosa-dosa seisi dunia,  Penebus dan Penjamin kita dihadapan Tuhan Allah disurga.   Kehidupan kita haruslah diikatkan kedalam kehidupan Kristus,  kita harus mengambil roti hidup yang turun dari surga itu, dari Dia secara berkesinambungan,  menjadi bagian didalam diriNya,  minum dari sumber air yang selalu segar,  dan selalu menyediakan harta-harta dengan berkelimpahan.   Kalau pengalaman-pengalaman orang Kristen berada didalam kebenaran,  maka akan tampak didalam kehidupan mereka adanya kesegaran,  kesederhanaan,  kerendahan hati,  kelemah-lembutan,  suka mengalah,  yang akan dilihat oleh semua orang dengan siapa mereka berhubungan,  bahwa dia selalu berjalan bersama dengan Yesus,  dan belajar dari Yesus.
Pengalaman semacam ini akan memberikan kepada setiap guru,  kwalifikasi-kwalifikasi yang memungkinkan dia menjadi wakil-wakil dari Yesus Kristus.   Metode-metode cara Yesus mengajar,  kalau diikuti,  akan memberikan kekuatan,  dan kesanggupan untuk melangsungkan hubungan-hubungan dan juga langsung kepada doa-doanya.   Kesaksiannya bagi Kristus tidak akan menjadi kesaksian yang dangkal,  lemah, dan tidak bernyawa,  tetapi akan menjadi seperti bajak yang membajak ladang,  mempertajam hati nurani,  membuka hati  dan mempersiapkannya untuk benih-benih kebenaran.
Janganlah ada seorangpun yang berhubungan dengan orang-orang muda memiliki hati yang keras,  tetapi seharusnya penuh perasaan,  lemah lembut,  berpengasihan,  sopan,  berusaha memenangkan,  dan suka bersahabat;  agar mereka mengerti bahwa perbaikan-perbaikan memang harus diberikan kepada mereka dan mungkin juga ada teguran-teguran yang ditujukan kepada mereka untuk menghentikan perlakuan yang jahat.   Doronglah para orang muda itu untuk memuliakan Allah dengan memberikan pernyataan terhadap rasa syukur mereka kepada Tuhan karena karunia-karunia kasihNya.   Biarlah ucapan syukur mereka diucapkan lebih sering didalam hati dan juga secara oral,  dan biarlah penyangkalan diri maupun pengorbanan diri ditunjukkan.   Kalau mereka yang mengaku sebagai murid-murid Kristus mau memakan tubuhNya dan minum darahNya,  yang adalah firmanNya,  maka mereka akan mendapatkan kehidupan yang kekal.   “Dan Aku akan membangkitkannya pada akhir zaman,”  Kristus berkata.   “Sebab dagingKu adalah benar-benar makanan dan darahKu adalah benar-benar minuman.  Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu,  ia tinggal didalam Aku dan Aku didalam dia.”
“Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa,  demikian juga barangsiapa yang memakan Aku,  akan hidup oleh Aku.”   Berapa banyakkah diantara kita yang telah mengalami hal semacam ini?   Berapa banyakkah diantara kita yang menyadari arti sebenarnya dari perkataan ini?   Maukah kita, secara pribadi,  berusaha untuk mengerti perkataan Allah dan melakukannya?    Perkataan ini,  kalau dipercaya,  maka akan ada pemberian karunia yang cuma-cuma bagi setiap jiwa yang sungguh-sungguh bertobat.   Karunia itu tidak dapat dibeli dengan uang.   Kita harus terus menyadari bahwa kita tidak menerima karunia hanya karena jasa-jasa kita,  karena segala sesuatu yang kita miliki adalah merupakan karunia Allah.   Dia mengatakan kepada kita,  “Engkau mendapatnya dengan cuma-cuma, maka berikanlah dengan cuma-cuma.”
Suasana yang dipantulkan oleh orang yang tidak percaya terasa berat dan menekan.   Suara tawa yang berisik,  kelakar dan senda gurau  yang tidak senonoh,  menyakitkan jiwa yang sedang memakan tubuh Kristus.   Pembicaraan yang murahan dan bebal sangat menyakitkan untuk Dia.   Dengan kerendahan hati,  baca dan  telitilah buku 1 Petrus 1 : 13 –18.   Orang-orang yang suka berbicara haruslah menyadari bahwa perkataan mereka harus dipilih dan ditentukan dengan sangat hati-hati.   Berhati-hatilah bagaimana engkau berbicara.   Berhati-hatilah bagaimana engkau menyatakan agama yang telah engkau terima.   Engkau boleh saja merasa tidak berdosa karena membicarakan gosip dan hal-hal yang tidak masuk akal,  tetapi ini mendukakan hati si penebus,  dengan menyedihkan hati para malaikat.
Kesaksian apakah yang Petrus nyatakan?   “Karena itu buanglah segala kejahatan,  segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan,  kedengkian dan fitnah.   Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir,  yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani,  supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,  jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.”   Disini sekali lagi prinsip yang sama diutarakan dengan cara yang berbeda.   Tidak perlu ada seorangpun yang melakukan kesalahan.   Kalau seperti seorang bayi yang baru lahir menginginkan susu dari firman,  agar olehnya engkau boleh bertumbuh;  engkau tidak akan memiliki selera untuk mengambil bagian dari porsi ucapan-ucapan yang jahat,  tetapi semua makanan semacam itu,  suatu waktu akan disingkirkan,  karena orang yang telah mengecap apa yang kita mengerti sebagai kemurahan Tuhan, tidak akan dapat mengambil bagian dari porsi yang tidak masuk akal,  yang penuh dengan kebodohan dan akhirnya menyengat.   Mereka akan mengatakan dengan yakin,  “Jauhkanlah sajian ini dari hadapanku.  Aku tidak ingin memakan makanan semacam ini.  Ini bukanlah roti yang turun dari surga.  Ini adalah makanan dan minuman dari roh kejahatan;  karena ini adalah pekerjaan dia sebagai penuduh saudara-saudara.”
Sangat baik sekali bagi setiap orang untuk menyelidiki dengan berhati-hati terlebih dahulu,  makanan untuk mental apakah yang disajikan baginya untuk dimakan.   Kalau ada orang-orang yang datang kepadamu, yang hidup dan berbicara,  dan yang diperlengkapi dan dipersenjatai untuk mengatakan,   “Catat, dan kami akan mencatatnya,”   maka berhentilah sejenak dan berpikir, apakah perkataannya itu akan dapat memberikan bantuan kepada kerohanian,  menambah kemampuan rohani,  sehingga didalam hubungan kerohanian engkau boleh makan tubuh dan minum darah Anak Allah.  “Dan datanglah kepadaNya, batu yang hidup itu,  yang memang dibuang oleh manusia,  tetapi yang dipilih dan dihormat dihadapan Allah.”   Perkataan-perkataan ini menyatakan banyak arti.   Janganlah kita menjadi orang yang nyinyir,  suka menggosip,  membawa berita omong kosong;   janganlah menjadi orang yang memberikan kesaksian palsu.   Kita dilarang oleh Allah untuk melibatkan diri didalam pembicaraan yang bodoh penuh olok-olokan,  kelakar dan senda gurau tidak senonoh,  atau membicarakan kata-kata yang sia-sia.   Kita harus dapat mempertanggung-jawabkan apa yang kita katakan kepada Allah.   Kita akan dihadapkan kepada pengadilan karena ucapan-ucapan kita yang tidak terkendali,  yang tidak membawa kebaikan kepada sipembicara maupun kepada sipendengar.   Maka marilah kita semua mengucapkan perkataan-perkataan yang membangunkan iman.   Ingatlah bahwa engkau sangat bernilai bagi Allah.   Jangan pernah membiarkan perkataan-perkataan yang bodoh, yang murahan, ataupun prinsip-prinsip yang salah,  tersusun didalam pengalamanmu sebagai orang Kristen.  
“Dipilih oleh Allah dan berharga.”   Pertimbangkan, setiap orang yang menamakan diri dengan nama Kristus,  apakah engkau telah merasakan bahwa Tuhan itu adalah berkemurahan?   Apakah ini telah menjadi bagian dari pengalamanmu yang nyata,  seperti yang dinyatakan didalam Yohanes fasal enam sebagai memakan tubuh dan meminum darah dari Amak Allah?   Sebagai bayi-bayi yang baru lahir,  apakah engkau belajar untuk menginginkan susu murni dari firman,  agar engkau boleh bertumbuh karenanya?   Apakah engkau,  pada setiap saat didalam kehidupanmu sudah benar-benar mengadakan penyerahan?   Apakah engkau telah dilahirkan kembali?   Kalau engkau belum mengalami kelahiran kembali,  maka inilah saatnya bagimu untuk mendapatkan pengalaman yang Kristus pernah katakan kepada seorang pejabat negara,  agar dia melakukannya.   “Engkau harus dilahirkan kembali,”  Dia mengatakan.   “Kecuali seseorang dilahirkan kembali,  maka dia tidak dapat melihat kerajaan Allah.”   Itu artinya,  dia tidak dapat mengenali tuntutan utama untuk menjadi bagian didalam kerajaan yang rohani.   “Janganlah engkau heran,  karena Aku berkata kepadamu : kamu harus dilahirkan kembali.”   Kalau engkau membuka pikiranmu agar firman Allah dapat memasukinya,  dengan kepastian yang engkau akan melakukan firman itu,   maka terang akan datang;  karena firman itu akan memberikan pengertian kepada yang awam.
Inilah pendidikan yang tepat yang dibutuhkan oleh para murid.   Kalau ini dapat dicapai,  kalau mereka mau menyerahkan diri,  maka kehidupan yang sembrono yang selama ini mereka hidupkan, akan berubah.   Segenap surga akan melihat tabiat-tabiat yang telah diubahkan.   Tingkat hidup yang dangkal, yang kurang berarti,  akan dijauhkan,  dan kaki-kaki mereka akan ditempatkan diatas anak tangga yang pertama,  yang adalah Yesus Kristus sendiri.   Mereka akan menapak naik dari satu anak tangga keanak tangga yang lain,  sampai kesurga.   Kristus akan tampak didalam roh mereka,  didalam perkataan-perkataan mereka,  dan didalam tindakan-tindakan mereka.
“Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.”   Maukah para guru dan para murid mempelajari pernyataan ini, melihat apakah mereka berada didalam kelas itu,  yang melalui karunia yang diberikan dengan berkelimpahan,  sedang mencapai pengalaman yang harmonis dengan pengalaman yang nyata, yang murni, yang setiap anak Allah harus mendapatkannya untuk memasuki kelas yang lebih tinggi.
Pada waktu Nikodemus mendatangi Yesus,  Yesus menghadapakan kepadanya syarat-syarat untuk mendapatkan kehidupan yang mulia,  mengajarkan kepadanya hal-hal yang berhubungan dengan pertobatan.   Nikodemus bertanya,  “bagaimana mungkin hal ini dapat terjadi?”   “Engkau adalah pengajar Israel,”   Kristus menjawab,   “dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?”   Pertanyaan ini mungkin saja ditujukan kepada kebanyakan orang yang menduduki jabatan atau memegang tanggung-jawab sebagai guru-guru,  tetapi yang melalaikan pekerjaan penting yang harus mereka lakukan sebelum mereka mempunyai kwalitas untuk menjadi guru-guru.   Kalau firman Kristus diterima kedalam jiwa,  maka akan ada kecerdasan yang jauh lebih tinggi,  dan ada pengetahuan rohani yang lebih dalam mengenai seorang murid dan pengikut-pengikut Kristus yang sungguh-sungguh.   Kalau ujian dan pencobaan datang,  maka terjadilah kemurtadan-kemurtadan.   Pengkhianat-pengkhianat,  pemarah-pemarah,  dan orang-orang yang sombong dan berpuas diri akan berbalik dari kebenaran,  membuat iman mereka seperti kapal pecah.   Mengapa?  --  Karena mereka tidak menggali dengan dalam,  dan membuat dasar yang meyakinkan.   Mereka tidak terikat kepada Batukarang yang kekal.   Kalau firman Allah melalui utusan-utusanNya yang terpilih,  dibawakan kepada mereka,  mereka menggerutu dan berpikir jalan yang dibuat terlalu sempit.   Seperti mereka yang berpikir dirinya adalah murid-murid Kristus,  tetapi tidak merasa senang terhadap firmanNya,  dan tidak mau berjalan lagi bersamaNya,  mereka akan berbalik dan menjauhkan diri dari Kristus.
“Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepadaKu,  jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku,  dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.”   Apakah penarikan itu?  --  “Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi : Dan setiap orang,  yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepadaKu.”   Ada manusia yang mau mendengar,  tetapi tidak mau mempelajari pelajaran sebagai murid-murid yang rajin.   Mereka telah mempunyai bentuk ke-Ilahi-an,  tetapi bukan orang-orang yang percaya.   Mereka tidak mengetahui kebenaran melalui perbuatan.   Mereka tidak menerima  firman yang telah diukirkan.   “Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.  Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja;  sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.   Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya didepan cermin.  Baru saja ia memandang dirinya,  ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.”   Dia tidak menerima kesan yang tertanam didalam pikirannya  bila dibandingkan tindakannya dengan cermin moral yang besar.   Dia tidak melihat kemerosotan tabiatnya.   Dia tidak mau berubah,  dan melupakan segala sesuatu mengenai kesan yang telah dibuat,  dia tidak berjalan dijalan Allah,  tetapi jalannya sendiri,  dan melanjutkan dirinya tanpa menghendaki perubahan.
Setiap manusia haruslah memperhatikan satu-satunya jalan yang benar,  kalau dia mau mempunyai pengalaman yang utuh, yang membawa kepada keselamatan.   “Tetapi barangsipa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang,  dan ia bertekun didalamnya,  jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya,  ia akan berbahagia oleh perbuatannya.   Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah,  tetapi tidak mengekang lidahnya,  ia menipu dirinya sendiri,  maka sia-sialah ibadahnya.   Ibadah yang murni dan yang tidak bercacat dihadapan Allah,  Bapa kita,  ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.”   Nyatakanlah ini, sebagai ujian kerohanian yang murni dan bernilai,  dan berkat dari Allah akan pasti segera menyusul.
“Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci :  Sesungguhnya Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih,  sebuah batu penjuru yang mahal,  dan siapa yang percaya kepadaNya,  tidak akan dipermalukan.”   Catat bentuknya yang dinyatakan dalam ayat kelima :  “Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani,  bagi suatu imamat kudus,  untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.”    Maka kemudian batu-batu yang hidup ini dimasukkan sebagai pengaruh yang berwujud nyata,  kedalam Rumah Doa Tuhan.   Mereka-mereka itu adalah imam-imam besar yang suci,  dalam bentuk pelayanan murni  dan suci.   Mereka menawarkan pengorbanan-pengorbanan yang rohani, yang dapat diterima oleh Allah.
Tuhan tidak akan menerima pelayanan yang tidak keluar dari hatinya,   sekedar upacara-upacara yang tidak menyatakan Kristus.   Anak-anakNya haruslah menjadi batu-batu yang hidup didalam rumah Allah.   Kalau semua orang mau menyerahkan dirinya sendiri tanpa syarat kepada Allah,  kalau mereka mau menghentikan usaha mempelajari dan merencanakan hiburan-hiburan bagi mereka sendiri,  untuk bersenang-senang,  demi persahabatan yang sama-sama menyukai hiburan-hiburan,  dan mau mempelajari firman-firman,   “Bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam didalam kamu,  Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah,  --  dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?   Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”   maka mereka tidak akan pernah lagi merasa lapar dan haus untuk mencari hiburan.   Kalau demi minat kita yang sungguh-sungguh untuk menjadi rohani dan kalau keselamatan bagi orang-orang kita bergantung pada keterikatan kita pada Batu Karang kekal,   bukankah lebih baik kita bersatu untuk berusaha menyelamatkan bangunan, guna dipersembahkan kepada kepala batu penjuru,  agar iman kita tidak menjadi kacau dan bercampur aduk.
“Karena itu bagi kamu,  yang percaya,  ia mahal,  tetapi bagi mereka yang tidak percaya :  Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru,  yang telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan.   Mereka terserandung padanya,  karena mereka tidak taat kepada Fiman Allah;  dan untuk itu mereka juga telah disediakan.”    Semua pria,  wanita,  dan orang-orang muda,  telah ditugaskan untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu.   Namun beberapa orang terserandung pada firman kebenaran.   Firman itu tidak sejalan dengan keinginan-keinginan mereka,  dan oleh karena itu mereka menolak menjadi pekerja-pekerja didalam dunia.   Mereka tidak mau mengenakan kuk Kristus yang terdiri dari penurutan mutlak terhadap hukum Allah.  Mereka berpendapat yang kuk ini adalah suatu beban,  dan setan mengatakan kepada mereka kalau mereka mau memutuskan hubungan dengan kuk itu, maka mereka akan menjadi seperti dewa-dewa.   Tidak seorangpun yang dapat memerintah dia atau mengaturnya;   mereka dapat melakukan apapun sekehendak hati,  dan mendapatkan kebebasan mereka sesuai seperti yang mereka inginkan.   Benar,  mereka ini telah mengalami tekanan dan diperas didalam setiap jalan kehidupan kerohanian mereka,  tetapi agama seperti itu  adalah lelucon belaka.   Mereka sebenarnya telah dipilih untuk menjadi pekerja-pekerja bersama dengan Yesus Kristus,  dan memikul kuk bersama dengan Kristus merupakan satu-satunya kesempatan mendapatkan ketenangan dan kebebasan.   Kalau saja mereka melakukan ini,  maka mereka tidak akan pernah dipermainkan.
“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih,  imamat yang rajani,  bangsa yang kudus,  umat kepunyaan Allah sendiri,  supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia,  yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib.”
Apakah engkau mau memikirkan tentang posisi yang tinggi,  dimana kita sudah ditugaskan untuk berada?   Maukah mereka yang menyandang nama Kristus memisahkan diri dari kejahatan?   Apakah engkau dan saya akan menggerutu karena mengenakan kuk Kristus?    Kalau engkau memuja kepelesiran dan hiburan-hiburan,  dan menggunakan waktu lebih banyak untuk meninggikan diri sendiri,  menikmati dan memuaskan keinginan diri sendiri gantinya melakukan kehendak Allah,  apakah engkau akan mendapatkan perhentian?   Apakah kaabah Allah, dibangun didalam kehidupanmu dengan pandangan yang dangkal yang engkau gunakan didalam kehidupan ke-Kristenanmu?    “Milikilah cara hidup yang baik ditengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi,  supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana,  mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.”   Bukankah firman Allah seharusnya menjadi tuntunan dan pengajaran kita?    Haruskah seseorang berlambatan mempelajari firman itu?   Haruskah seseorang yang mengaku dirinya sebagai orang Kristen,  namun melalui tindakan-tindakannya, mereka menyesali iman, hanya disebabkan oleh mereka ingin hidup memuaskan keinginan-keinginan diri sendiri?   Haruskah mereka,  walaupun mereka mengaku memiliki iman didalam kebenaran,  tetapi melakukan tindakan yang merusakkan iman itu dan tidak menghormati kebenaran yang berasal dari surga?   Siapakah yang telah menghargai kesempatan-kesempatan yang berharga yang diberikan kepadanya didalam masa ujian nanti, untuk membentuk tabiat-tabiat yang berkenan kepada Allah,  karena mereka telah mengenakan kuk penurutan yang juga telah dikenakan oleh Kristus?   Apa yang Dia katakan sehubungan dengan ini?    “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah kepadaKu,  karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.  Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKupun ringan.”
Banyak orang yang mengaku mempercayai Kristus tidak mau mengenakan kukNya.  Mereka berpikir yang mereka telah mengenakannya,  tetapi kalau mereka tidak dibaur dan ditipu oleh setan,  maka pemikiran mereka itu memang sejalan dengan iman mereka  dan kebenaran-kebenaran besar yang mereka akui.   “Kalau seseorang mau datang kepadaKu,  hendaklah ia menyangkal diri,  dan mengangkat salibNya,  dan mengikut Aku.”   Kalau engkau mengikuti Yesus,  maka engkau adalah murid-muridNya;   kalau engkau mengikuti perasaan-perasaan hati sendiri,  mengikuti hatimu sendiri yang tidak disucikan,  itu berarti engkau berkata,   aku tidak menghendaki jalanMu,  oh Tuhan,  tetapi aku menghendaki jalanku sendiri.
Kita akan dibawa kepada suatu keadaan,  dan harus memutuskan apa tujuan kita.   Aku menaruh minat yang dalam terhadap para putra dan putri kita yang telah terdaftar didalam barisan laskar Kristus.   Kasihku terhadap Yesus Kristus mendorong aku untuk menunjukkan kasih kepada jiwa-jiwa, bagi siapa Kristus telah mati.   Firman  “kamu adalah pekerja-pekerja bersama dengan Allah”  mempunyai banyak arti.   Tidak ada seorangpun yang dapat mengajukan syarat-syarat kepada Allah.   Kita adalah hamba-hamba Allah yang hidup,  dan semua orang yang mau belajar disekolah-sekolah kita,  haruslah dilatih untuk menjadi pekerja-pekerja.   Mereka bekerja untuk mendapatkan prinsip-prinsip yang benar.   Mereka harus berhubungan dengan Kristus didalam iman.   Maka mereka akan dapat memberikan kepuasan besar kepada segenap warga surga.   Kalau setiap pekerja suka rela yang berada didalam barisan Tuhan, mau melakukan pekerjaannya dengan cara yang paling baik,  maka Allah akan memberikan perhentian kepadanya.   Mereka tidak akan melihat arti dari diri mereka sendiri.   Pada waktu berjuang untuk mendapatkan kemenangan,  maka mereka harus berjuang sesuai dengan hukum.   Firman akan menjadi guru mereka.   Ambisi yang tidak disucikan tidak akan dapat mengangkat mereka,  karena hanya Allah yang dapat memberikan mereka hikmat dan pengertian yang sebenarnya;   dan mereka tidak akan mau bekerja bersama dengan setan.   Kalau ambisi yang angkuh dan tidak suci  itu dipuja,  maka pada waktu mereka harus berjuang mendapatkan kemenangan kemuliaan manusia,  maka pikiran mereka akan dipenuhi dengan pertentangan-pertentangan.   Lakukanlah yang terbaik.   Meningkatlah terus, secepat mungkin raihlah standar kerohanian yang tertinggi.   Benamkan dirimu sendiri didalam Yesus Kristus,  dan bertujuanlah untuk selalu memuliakan namaNya.   Milikilah pengertian didalam pikiranmu, bahwa talenta,  pembelajaran,  posisi,  kekayaan dan pengaruhmu adalah karunia-karunia yang diberikan oleh Allah;  oleh karena itu semuanya harus diserahkan kepadaNya.   Berusahalah untuk mencapai pendidikan yang memungkinkan engkau mampu untuk menjadi penatalayan yang bijaksana,  yang mengungkapkan karunia dari Yesus Kristus,  hamba-hamba dibawah Kristus,  untuk melakukan permohonanNya.  
Hendaklah para murid berusaha untuk mempunyai pandangan yang seluas mungkin mengenai tuntutan-tuntutan Allah.   Mereka tidak akan menanti-nantikan waktu jedah mereka dari sekolah,  karena mereka telah mempunyai pekerjaan yang akan dilakukan,  suatu pekerjaan yang besar, yang akan dicatat disurga.   Tetapi mereka akan mau belajar dengan bersungguh-sungguh mengenai bagaimana mereka dapat melaksanakan pekerjaan mereka sehari-hari sebagai murid sambil memikul kuk bersama Kristus.   Hendaknya semua perasaan berada disisi Tuhan.   Janganlah menjatuhkan dan mematahkan semangat orang-orang yang menjadi guru-gurumu.   Jangan bebani jiwa-jiwa mereka dengan menunjukkan roh kegeraman dan tidak berhati-hati sehubungan dengan peraturan-peraturan.
Para murid,  engkau dapat membuat sekolah ini sebagai sekolah yang sukses, yang nomor satu,  dengan cara bekerja sama dengan para guru untuk menolong murid-murid yang lain,  dengan bersungguh-sungguh meningkatkan diri sendiri dari tingkat standar yang rendah, yang murahan,  yang kurang berharga.    Hendaklah masing-masing melihat perbaikan apa yang dapat dia lakukan didalam membentuk perilakunya terhadap peraturan-peraturan Alkitab.   Orang-orang yang mau berusaha meningkatkan dirinya adalah orang-orang yang bekerjasama dengan Kristus Yesus, mengalami perubahan yang lebih lembut didalam percakapannya,  temperamennya,  dibawah kendali Roh Kudus.   Mereka ini memikul kuk bersama dengan Yesus Kristus.   Mereka tidak akan mau menunjukkan kegeramannya, kasar dan hanya mempedulikan diri sendiri,  ataupun tidak akan meraih kesenangan dan kesombongan untuk diri sendiri.   Mereka akan mengarahkan semua usaha mereka dengan Yesus Kristus sebagai utusan-utusan kasih dan pengasihanNya,  dan memberitakan injil karuniaNya kepada orang lain.   Hati mereka berdetak bersamaan dengan hati Kristus.    Mereka satu didalam  Roh Kristus,  didalam tindakan, bersama dengan Kristus.   Mereka berusaha mengisi pikiran mereka dengan harta-harta yang tidak ternilai dari firman Allah,  sehingga mereka dapat melakukan tugas-tugas yang diberikan oleh Allah kepada mereka,  untuk mengumpulkan berkas-berkas cahaya dari Matahari Kebenaran,  agar mereka boleh menyinari orang lain.
Kalau engkau mau berjaga dan berdoa,  dan berusaha sungguh-sungguh didalam arah yang benar,  maka engkau akan dibaurkan secara utuh dengan Roh Yesus Kristus.   “Tetapi kenakanlah Tuhan yesus kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.”   Pastikanlah yang engkau akan membuat sekolah ini berhasil,  dan kalau engkau mempedulikan ajaran-ajaran yang terdapat dalam firmanNya,  maka engkau akan tampil dengan intelektual dan kekuatan moral yang berkembang,  yang memungkinkan para malaikat bergembira,  dan Allah akan bersamamu bernyanyi dan bergembira.    Kalau engkau berada dibawa aturan Allah,  engkau akan dapat memastikan keharmonisan dan kerja-sama dari kuasa fisik, mental,  dan moral,  serta berkembang penuh didalam bagian-bagian tubuh yang telah dikaruniakan oleh Allah.   Janganlah kegembiraan dan nafsu para orang muda melalui pencobaan yang berulang-ulang menjadikan kesempatan-kesempatan dan hak-hakmu hilang.   Setiap hari,  gunakanlah Kristus,  dan dalam ujian dan pencobaanmu yang sementara didunia ini,  tingkatkanlah kekuatanmu didalam kekuatan Allah,  sebagai pekerja-pekerja pendamping warga surga selama kehidupanmu diisekolah.
Semua orang akan mengatakan,  saya tidak akan gagal.   Saya tidak akan memberikan pengaruh,  mengkhianati diri saya sendiri atau mengkhianati teman-teman saya,  dan menyerahkannya kedalam tangan musuh.   Saya akan memperhatikan firman Allah.   “Kecuali kalau mereka mencari perlindungan kepadaKu dan mencari damai dengan Aku,  ya mencari damai dengan Aku!”   tetaplah ingat bahwa engkau mempunyai Seseorang disampingmu yang mengatakan kepadamu,  “Janganlah takut.”   “Aku telah mengalahkan dunia.”    Simpan didalam pikiranmu bahwa Kristus telah datang sebagai Pangeran dari Surga,  dan telah terlibat didalam pertentangan kekal melawan prinsip-prinsip dosa.   Semua orang yang mau bersatu dengan Kristus akan dapat menjadi pekerja-pekerja bersama dengan Allah didalam pertempuran ini.
“Demi kamu Aku menyucikan diriKu sendiri,”  Kristus berkata,   “agar merekapun boleh disucikan melalui kebenaran.”   Tuhan Yesus adalah jalan,  kebenaran,  dan kehidupan;   dan orang yang menyatukan diri dengan Dia,  mengenakan Dia,  akan bekerja sebagai pendamping-pendamping bersama dengan Dia,  dengan cara membentuk prinsip-prinsip kebenaran.   Dengan memandang, mereka akan diubahkan oleh kebenaran,  bersatu dengan Kristus untuk mengubah kaabah yang hidup yang diberikan kepada dewa-dewa,  agar manusia boleh dibersihkan,  diperlembut,  disucikan,  menjadi kaabah-kaabah dimana Roh Kudus dapat berdiam didalamnya.
“Aku telah menyatakan namaMu kepada semua orang,  yang Engkau berikan kepadaKu dari dunia.   Mereka itu milikMu dan Engkau telah memberikan mereka kepadaKu dan mereka telah menuruti firmanMu.”   Tuhan telah menyediakan tempat tinggal dalam jumlah yang banyak,  agar kasihNya boleh dikaruniakan kepada kita dengan cuma-cuma,  sementara didalam kependudukan kita didunia ini akan memungkinkan kita memancarkan kasih karunia yang sama kepada orang lain dengan cara memikul kuk Kristus.   Yesus mengalihkan kekuatan kasih yang murni dan telah disucikan menjadi seperti Kristus melalui setiap bagian manusia.   Kalau kasih ini dapat dipantulkan melalui tabiat,  maka kasih itu akan dinyatakan kepada semua orang dengan siapa kita berhubungan,  sehingga memungkinkan juga Allah membentuk didalam diri kita,  suatu pengharapan akan kemuliaan.   Itu menunjukkan bahwa Allah mengasihi orang yang menurut seperti Dia mengasihi Yesus Kristus;   inilah yang sangat memuaskan keinginanNya demi kita.   Segera setelah manusia menghubungkan diri dengan Kristus,  didalam hatinya,  jiwanya,  rohnya,  maka kasih Bapa akan jiwa itu adalah bagian dari Kristus,  sebagai anggota dari tubuh Kristus,  Dia sendiri sebagai kepala yang agung.  --  Manuscript,  21 Juni,  1897.  



60
ALKITAB  DISEKOLAH-SEKOLAH   KITA

Tidaklah bijaksana mengirim orang-orang muda kita ke Universitas-universitas dimana mereka menggunakan waktu untuk mendapatkan ilmu pengetahuan tentang bahasa-bahasa Grika dan Latin,  sementara kepala dan hati mereka dipenuhi dengan berbagai perasaan mengenai pengarang-pengarang yang tidak mengenal Tuhan,  yang mereka pelajari untuk menguasai bahasa-bahasa ini.   Mereka meraih ilmu pengetahuan,  yang sama sekali tidak perlu,  atau yang sejalan dengan pelajaran-pelajaran dari Guru Besar.   Pada umumnya,  orang-orang yang dididik didalam bidang ini mempunyai rasa harga diri yang tinggi.   Mereka berpikir mereka telah mencapai tingkat pendidikan tinggi yang paling tinggi,  dan menjadi kebanggaan mereka,  seakan-akan mereka tidak perlu lagi menjadi pelajar-pelajar.   Mereka telah tercemar untuk memberikan pelayanan kepada Allah.   Waktu,  biaya-biaya dan pelajaran-pelajaran yang telah digunakan oleh banyak orang guna mendapatkan perbandingan pendidikan yang tidak berguna,   seharusnya digunakan untuk mendapatkan pendidikan yang dapat menyiapkan mereka menjadi orang-orang yang serba-guna,  cocok untuk menjalani kehidupan sehari-hari.   Pendidikan semacam ini akan merupakan nilai yang paling tinggi bagi mereka.
Apa yang dimiliki oleh para murid pada waktu mereka meninggalkan sekolah-sekolah kita?   Kemanakah mereka akan pergi?   Apa yang akan mereka lakukan?   Apakah mereka memiliki ilmu pengetahuan yang memungkinkan mereka sanggup mengajar orang-orang lain?   Apakah mereka telah dididik untuk sanggup menjadi bapa-bapa dan ibu-ibu yang bijaksana?    Dapatkah mereka berdiri sebagai kepala keluarga sebagai pengajar-pengajar yang berhikmat?   Didalam kehidupan rumah tangga mereka,  dapatkah mereka memberikan ajaran-ajaran kepada anak-anak mereka, sehingga anak-anak mereka itu akan menjadi keluarga Allah, yang dilihat oleh Allah dengan penuh kepuasan,  karena itu adalah simbol dari keluarga disurga?   Sudahkah mereka menerima satu-satunya pendidikan yang benar-benar dapat disebut sebagai  “pendidikan yang lebih tinggi”?
Apakah pendidikan yang lebih tinggi itu?   Tidak ada pendidikan yang dapat disebut sebagai pendidikan yang lebih tinggi,  kecuali pendidikan itu memiliki persamaan dengan surga,   kecuali pendidikan itu menuntun para pemuda dan para pemudi menjadi seperti Kristus,  dan melayakkan mereka untuk berdiri pada bagian kepala keluarga sebagai wakil dari Allah.   Kalau,  selama waktu kehidupan disekolah,  seorang pemuda gagal meraih ilmu pengetahuan tentang bahasa Grika dan Latin dan ada perasaan-perasaan simpati terhadap pekerjaan para pengarang yang tidak mengenal Allah itu,  maka dia belum kehilangan apa-apa.   Kalau Yesus Kristus telah menetapkan pendidikan semacam ini penting,  bukankah Dia sudah akan memberikannya kepada para muridNya,  yang Dia didik untuk melakukan pekerjaan terbesar yang pernah diakui sebagai pekerjaan yang abadi,  untuk menyatakan DiriNya kedalam dunia?   Tetapi,  gantinya,  malahan Dia menempatkan kebenaran yang suci didalam tangan-tangan para murid itu,  untuk diberitakan kepada dunia didalam kesederhanaannya.
Ada waktu-waktu, dimana bahasa Grika dan Latin dibutuhkan.   Beberapa orang memang harus mempelajari bahawa-bahasa ini.   Ini baik.   Tetapi bukan semua,  dan tidak perlu banyak-banyak orang mempelajari pelajaran-pelajaran bahasa ini.   Orang-orang yang berpikir bahwa pengetahuan tentang Grika dan Latin itu perlu bagi pendidikan yang lebih tinggi,   adalah orang-orang yang tidak dapat memandang jauh kedepan.   Tidak ada ilmu-ilmu pengetahuan tentang rahasia-rahasia yang oleh orang-orang dunia disebut sebagai ilmu-ilmu pengetahuan, yang dibutuhkan untuk memasuki kerajaan Allah.   Itulah setan yang mengisi pikiran dengan kemegahan-kemegahan dan tradisi-tradisi,  yang menyingkirkan pendidikan yang lebih tinggi yang sebenarnya,   dan yang akan dibinasakan bersama dengan para pelajarnya.
Orang-orang yang telah menerima pengajaran-pengajaran yang salah,  tidak memandang kesurga.   Mereka tidak dapat melihat Seseorang yang merupakan terang yang sebenarnya,  “yang menerangi setiap orang yang datang kedalam dunia.”   Mereka melihat kepada hal-hal nyata yang abadi sebagai pantomim,   menyebut atom sebagai dunia, dan dunia sebagai atom.   Terhadap orang-orang yang telah menerima pendidikan yang lebih tinggi semacam ini,  Allah menyatakan,  “Engkau telah ditimbang, dan engkau kedapatan ringan,”  --  ringan didalam hal ilmu pengetahuan mengenai pekerjaan sehari-hari,  ringan didalam hal bagaimana menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya,  ringan didalam hal bagaimana bekerja bagi Yesus.
PengajaranNya yang praktis,  yang telah memberikan hidupNya guna menyelamatkan manusia,  merupakan bukti dari nilai yang Dia tetapkan bagi manusia.   Dia telah memberikan pendidikan yang dapat disebut sebagai pendidikan yang lebih tinggi.   Dia tidak menyingkirkan para muridNya karena mereka tidak menerima pengajaran dari para kafir dan guru-guru yang tidak mengenal Allah.   Para murid ini diharuskan memberitakan kebenaran yang akan dapat menggoncangkan dunia, namun sebelum mereka melakukan hal ini,  sebelum mereka dapat menjadi garam bagi dunia,  mereka harus membentuk kebiasaan-kebiasaan baru,  mereka harus membuang banyak hal yang telah mereka pelajari dari para imam dan para rabbi.   Dan sekarang,  orang-orang yang mau menyatakan Kristus,  haruslah membentuk kebiasaan-kebiasaan baru.   Teori-teori yang dimunculkan oleh dunia haruslah diabaikan.  Perkataan-perkataan dan pekerjaan-pekerjaan mereka haruslah mempunyai keserupaan dengan kemuliaan itu.   Mereka tidak seharusnya menempatkan diri mereka sendiri didalam hubungan dengan prinsip-prinsip dan perasaan-perasaan yang merosot,  yang dimiliki oleh orang-orang yang menyembah allah-allah yang lain.   Mereka tidak dapat menerima pendidikan mereka dengan aman dari orang-orang yang tidak mengenal Allah,  dan menyebut Dia bukan sebagai kehidupan dan terang manusia.   Orang-orang ini adalah milik dari kerajaan yang lain.   Mereka diperintah oleh pangeran yang tidak menunjukkan kesetiaan,  dan mereka menganggap pantomim sebagai kenyataan-kenyataan.
Sekolah-sekolah kita bukanlah seperti apa yang mereka kehendaki.  Waktu yang seharusnya diserahkan untuk bekerja bagi Kristus,  telah disalurkan pada judul-judul yang tidak berguna dan memuaskan diri sendiri.   Pertentangan  akan segera timbul  kalau seseorang menyatakan pendapat-pendapat dengan cara yang kasar.   Demikian pula dengan orang-orang Yahudi.   Untuk meneguhkan pendapat pribadi dan minat-minat yang picik,  meninggikan ambisi keduniawian,  mereka telah menolak Anak Allah.   Waktu berlalu.   Kita sedang mendekat kepada krisis besar dari sejarah dunia.   Kalau guru-guru terus menerus menutup mata terhadap pentingnya waktu dimana kita sedang hidup sekarang ini,  maka mereka seharusnya dihentikan dari pekerjaan itu.
Banyak dari antara para pengajar yang ada disekolah-sekolah pada zaman sekarang ini,  sedang melakukan kepicikan-kepicikan dengan cara menuntun para murid mereka untuk mempelajari suatu bidang ilmu yang sebenarnya tidak berguna sama sekali,  yang menyerap waktu,  daya belajar dan biaya-biaya,  yang seharusnya dapat digunakan untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi,  untuk hal mana Yesus telah datang untuk memberikannya.   Dia mengenakan bentuk manusia,  agar Dia dapat mengalihkan pikiran mereka dari pelajaran-pelajaran yang dianggap manusia sebagai sesuatu hal yang penting,  kepada pelajaran-pelajaran yang didalamnya melibatkan hasil-hasil yang abadi.   Dia melihat dunia ini dibungkus dengan penipuan-penipuan setan.   Dia melihat manusia sedang mengikuti imaginasi mereka sendiri dengan sangat bersungguh-sungguh,  dan berpikir yang mereka telah mendapatkan segala sesuatu kalau mereka telah menemukan cara bagaimana meraih nama besar didunia.   Namun mereka justru tidak mendapatkan apapun juga kecuali kematian.   Kristus telah mengambil tempat, dimana Dia berdiri pada jalan-jalan bebas hambatan dan jalan-jalan raya diatas dunia,  dan memandang kepada kerumunan orang-orang yang berusaha mendapatkan kebahagiaan,  dan menyangka bahwa didalam setiap rancangan baru, mereka telah menemukan cara, bagaimana menjadi dewa-dewa diatas dunia ini.   Kristus telah menunjukkan kepada manusia, arah yang menuju keatas,  mengajarkan mereka, bahwa ilmu pengetahuan yang sebenarnya adalah ilmu pengetahuan dari Allah dan dari Kristus.   Pengetahuan ini akan memberikan kedamaian dan kebahagiaan didalam kehidupan yang sekarang ini,  dan akan memberikan jaminan  adanya pemberian dari Allah dengan cuma-cuma,  yaitu kehidupan yang kekal.   Dia mendorong para pendengarNya,  sebagai manusia yang memiliki kuasa-kuasa untuk berpikir,  agar tidak kehilangan kekekalan dari  perhitungannya.   “Carilah dahulu kerajaan Allah dengan kebenarannya,”  Dia mengatakan,   “maka segala sesuatunya akan ditambahkan kepadamu.”   Maka engkau kemudian dapat menjadi pekerja-pekerja sebagai pendamping Allah.   Untuk inilah Aku telah membelimu dengan penderitaanKu,  kehinaan dan kematian.    
Pelajaran besar yang harus diberikan kepada orang-orang muda adalah,  sebagai penyembah-penyembah Allah,  mereka haruslah menghargai prinsip-prinsip Alkitab,  dan menganggap dunia sebagai yang tidak terlalu penting.   Allah menginginkan agar semua orang diajar seperti bagaimana mereka dapat bekerja melakukan pekerjaan-pekerjaan Kristus,  dan memasuki pekerjaan itu melalui pintu-pintu gerbang kedalam kota disurga.   Jangan kita membiarkan dunia mengalahkan kita;  kita harus berusaha dengan bersungguh-sungguh untuk mengalahkan dunia.   Kristus telah memberikan kesempatan itu kepada kita dan menugaskan kita untuk berdiri teguh bagiNya dalam keadaan apapun juga.   Saya memohon kepada para orang tua untuk menempatkan anak-anak mereka ditempat dimana mereka tidak akan tertipu oleh ajaran-ajaran yang palsu.   Satu-satunya yang aman untuk mereka adalah belajar tentang Kristus.   Dia adalah pusat terang dunia yang besar.   Semua terang yang lain,  semua hikmat yang lain,  hanyalah kebodohan semata-mata.
Manusia pria dan wanita, adalah pembelian yang dibayar dengan darah dari Anak tunggal Allah.   Mereka adalah milik Kristus,  dan pendidikan serta pelatihan mereka haruslah diberikan,  bukan dengan rekomendasi untuk kehidupan yang singkat dan tidak menentu,  tetapi untuk kehidupan yang kekal,  yang dapat diukur setara dengan kehidupan Allah.   Bukanlah rancanganNya kalau orang-orang yang pelayanannya telah dibelinya itu, dilatih untuk melayani mammon,  dilatih untuk mendapatkan pujian dan pujaan dari manusia,  serta tunduk kepada dunia.



“Aku berkata kepadamu,  sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darahNya,  kamu tidak mempunyai hidup didalam dirimu.   Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu,  ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.   Sebab dagingKu adalah benar-benar makanan dan darahKu adalah benar-benar minuman.   Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu,  ia tinggal didalam Aku dan Aku didalam dia.”    Ini adalah syarat-syarat kehidupan yang dibuat oleh Penebus dunia  sebelum dasar-dasar dari bumi diletakkan.   Apakah para guru disekolah-sekolah kita memberikan kepada para murid roti kehidupan sebagai makanan?    Banyak dari antara mereka menuntun murid-murid dijalan yang sama yang pernah mereka jalani.   Mereka berpikir inilah satu-satunya jalan yang benar.   Mereka memberikan makanan kepada murid-murid,  makanan yang tidak dapat memperpanjang kehidupan kerohanian,  tetapi yang akan menyebabkan kematian bagi barangsiapa yang memakannya.   Mereka terpaku kepada hal-hal yang tidak diminta oleh Allah untuk mereka ketahui.
Guru-guru itu,  yang telah dianggap sebagai imam-imam dan pemerintah-pemerintah untuk membawa murid-murid mereka dijalan lama yang sama, dimana dunia terus melaluinya,  dan akan terus menuju kepada kegelapan besar.   Orang-orang yang mungkin dapat menjadi pekerja berdampingan dengan Kristus,  tetapi yang telah menolak utusan-utusanNya  beserta dengan pesan-pesan mereka,  akan kehilangan haknya.   Mereka akan berjalan didalam kegelapan,  tanpa mengetahui apa yang membuat mereka terserandung.   Orang-orang semacam itu akan mudah ditipu angan-angan tentang akhir zaman.   Pikiran-pikiran mereka dipenuhi dengan minat-minat yang kerdil,  dan mereka kehilangan kesempatan untuk diberkati dengan cara memikul kuk bersama Kristus,  dan menjadi pekerja berdampingan bersama dengan Allah.
Pohon pengetahuan, yang disebut demikian,  telah menjadi sarana kematian.   Setan telah,  dengan cara yang indah,  menjalinkan dirinya sendiri,  dogma-dogmanya,  teori-teori palsunya,  kedalam pengajaran-pengajaran yang telah diberikan.   Dari pohon pengetahuan dia membicarakan rayuan-rayuan yang paling indah sehubungan dengan pendidikan yang lebih tinggi.   Ribuan orang mengambil bagian dari buah pohon ini,  tetapi bagi mereka,  itu berarti kematian.   Kristus mengatakan kepada mereka :  “Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti,  dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan?”   Engkau sedang menggunakan talenta-talenta yang dipercayakan Allah kepadamu untuk mendapatkan pendidikan yang disebut oleh Allah sebagai kebodohan.
Setan sedang berjuang untuk memenangkan setiap kesempatan.   Dia rindu untuk menangkap bukan hanya murid-murid,  tetapi juga guru-guru.   Dia telah meletakkan rencana-rencananya.   Dengan menyamar sebagai malaikat terang,  dia akan berjalan diatas bumi sebagai seorang pekerja yang luar biasa.   Dengan bahasanya yang indah,  dia akan menyatakan perasaan-perasaannya yang penuh keangkuhan.   Pekerjaan-pekerjaan baik akan diucapkan olehnya,  dan perbuatan-perbuatan baik akan dilakukannya.   Kristus akan diwujudkan,  tetapi pada satu sisi akan dibuat sedikit perbedaan.   Setan akan mengalihkan manusia dari hukum Allah.   Walaupun demikian,  begitu cerdiknya dia memutar balikkan kebenaran,  sehingga kalau mungkin,  dia akan menipu orang yang paling terpilih.  Kepala-kepala yang memakai mahkota,  pimpinan-pimpinan,  pejabat-pejabat dengan kedudukan yang tinggi,  akan tunduk kepada teori-teorinya yang palsu.   Gantinya membiarkan adanya kritikan,  pemecah-belahan,  kecemburuan,  dan persaingan,  seharusnya orang-orang yang menjalankan sekolah-sekolah menyatukan diri dengan Kristus.   Hanya dengan demikianlah mereka dapat menolak pencobaan-pencobaan dari perancang tipuan.
Waktu sedang berlalu,  dan Allah memanggil setiap penjaga untuk siaga ditempat masing-masing.   Dia sudah pernah merasa puas karena berhasil menuntun kita masuk kedalam krisis yang lebih besar daripada apapun juga sejak kedatangan Penebus yang pertamakali.   Apa yang harus kita lakukan?    Roh Kudus Allah telah memberitahukan apa yang harus kita lakukan;  tetapi,  sebagaimana orang-orang Yahudi pada masa Kristus menolak terang dan memilih kegelapan,  demikianlah dunia menolak berita terang pada zaman sekarang.   Orang-orang yang mengakui  ke-Ilahi-an telah menyangkal Kristus secara pribadi  sebagai utusanNya.   Seperti orang-orang Yahudi,  mereka menolak nasehat-nasehat Allah.   Orang-orang Yahudi bertanya tentang Yesus,  “Siapakah ini?   Bukankah ini adalah anak Yusuf?”   Dia bukanlah Kristus yang dicari-cari oleh orang-orang Yahudi.   Demikianlah pula dengan utusan-utusan yang dikirim Allah bukanlah orang-orang yang mereka cari.   Tetapi Tuhan tidak akan bertanya kepada seorang manusiapun tentang siapa yang akan diutusNya.   Dia akan mengirimkan utusan yang dikehendakiNya.   Manusia boleh saja tidak sanggup mengerti  mengapa Allah mengirimkan yang ini atau yang itu.   PekerjaanNya memang merupakan hal-hal yang membuat kita bertanya-tanya.   Allah tidak akan melayani keingin-tahuan ini;   dan firmanNya tidak akan kembali kepadaNya dengan hampa.
Biarlah pekerjaan mempersiapkan umat untuk berdiri dihari Tuhan,  dapat dimasuki oleh semua orang yang percaya akan firmanNya.   Selama beberapa tahun akhir,  pekerjaan serius harus dikerjakan.  Pertanyaan-pertanyaan yang seriuspun telah memenuhi pikiran-pikiran dari orang-orang yang mempercayai kebenaran pada zaman ini.   Terang dari Putra Kebenaran telah bersinar disetiap tempat,  dan oleh beberapa orang terang itu sudah diterima,  dan dipegang dengan erat.   Pekerjaan ini telah diberitakan sesuai dengan garis-garis Kristus.
Setiap jiwa yang menyandang nama Kristus haruslah memberikan pelayanannya.   Semua orang harus mengatakan,  “Disinilah aku,  utuslah aku.”   Bibir-bibir yang mau berbicara,  walaupun mungkin tidak bersih,  akan disentuh dengan bara api yang hidup, dan akan disucikan.   Mereka akan mampu mengucapkan perkataan-perkataan yang dapat menghangatkan jalan mereka guna mencapai jiwa-jiwa.   Waktunya akan tiba, dimana manusia akan dipanggil untuk mempertanggung-jawabkan jiwa-jiwa kepada siapa mereka harus meneruskan terang itu,  tetapi tidak mau menerimanya.   Orang-orang yang gagal didalam tugas mereka,  yang telah diberikan terang,  tetapi yang tidak menghargainya,  sehingga mereka tidak mempunyai sesuatu apa untuk ditanamkan,  akan digolongkan didalam buku disurga bersama orang-orang yang bermusuhan dengan Allah,  tidak mengutamakan kehendakNya atau berada dibawah tuntunanNya.
Pengaruh ke-Kristen-an  haruslah merembes kedalam sekolah-sekolah kita,  sanatorium dan rumah-rumah sakit kita,  dan rumah-rumah percetakan kita.   Dibawah pengarahan dari setan,  persekutuan-persekutuan sedang terbentuk,  dan akan dibentuk untuk menyingkirkan kebenaran melalui pengaruh manusia.   Orang-orang yang menggabungkan diri dengan persekutuan-persekutuan ini tidak akan pernah dapat mendengar ucapan selamat datang,  “Sabaslah,  kamu hamba yang baik dan setia;  .  .  .  masuklah kedalam kesukaan Tuhanmu.”   Sarana-sarana yang telah dibangun oleh Allah haruslah dinyatakan keluar,  tanpa adanya kompromi-kompromi dengan kuasa kegelapan.   Masih banyak lagi yang harus dilakukan didalam jalan-jalan Kristus dibandingkan dengan yang belum dilakukan.
Kemauan yang keras haruslah jangan diremehkan oleh para murid.   Setiap pikiran haruslah berpaling dengan perhatian yang penuh takzim kepada firman Allah.   Terang dan kemurahan akan diberikan kepada orang-orang yang menurut kepada Allah.   Mereka akan memandang hal-hal yang mempesonakan keluar dari hukumNya.   Kebenaran-kebenaran yang besar yang selama ini telah diabaikan dan tidak dilihat lagi sejak hari Pentakosta,  akan bersinar dari firman Allah dengan kemurniannya.   Bagi orang-orang yang sungguh-sungguh mengasihi Allah,  Roh Kudus akan menyatakan kebenaran-kebenaran yang telah dipudarkan dari pikiran,  dan juga akan menyatakan kebenaran-kebenaran,  yang secara keseluruhan,  benar-benar baru.   Mereka yang memakan tubuh dan minum darah dari Anak Allah akan mendapat kebenaran yang muncul dari buku-buku Daniel dan Wahyu yang telah diilhami oleh Roh Kudus.   Mereka akan mulai bertindak dengan kekuatan-kekuatan yang tidak mungkin dihalangi.   Bibir-bibir anak-anak akan dibuka untuk menyatakan rahasia-rahasia yang selama ini tersembunyi dari pikiran manusia.   Tuhan telah memilih hal-hal yang dungu dari dunia ini untuk mengacaukan orang-orang cerdik cendekiawan,  dan hal-hal yang lemah yang ada didunia ini akan mengacaukan orang-orang yang berkuasa.
Alkitab janganlah dibawa kedalam sekolah-sekolah kita untuk dijadikan sebagai makanan diantara para kafir.   Alkitab haruslah dijadikan sebagai dasar dari pekerjaan dan masalah utama didalam pendidikan.   Benar sekali, sekarang kita mengetahui jauh lebih banyak mengenai firman Allah daripada yang kita ketahui dimasa yang lampau,  namun tetap masih ada banyak hal yang harus dipelajari.   Alkitab harus digunakan sebagai ucapan-ucapan dari Allah yang hidup,  dan ditinggikan sebagai yang nomor satu,  dan akhirnya,  sebagai yang juga paling baik didalam segala hal.   Maka baru akan tampak pertumbuhan kerohanian yang sebenarnya.   Para murid akan mengembangkan tabiat-tabiat kerohanian yang sehat,  karena mereka makan tubuh dan minum darah Anak Allah.   Namun, kalau tidak dijaga dan dipelihara,  maka kesehatan jiwa itu akan menurun.   Tetaplah berada dalam saluran terang.   Pelajarilah Alkitab.   Mereka yang melayani Allah dengan setia akan mendapatkan berkat.   Dia yang tidak mengijinkan adanya pekerjaan yang dilakukan dengan kesetiaan tanpa diberikan upah,  akan memahkotai setiap tindakan kesetiaan dan keprihatinan dengan sesuatu yang istimewa yang diambil dari kasihNya dan penerimaanNya.  --  Review  and  Herald,  17 Agustus,  1897.
   


You may also like

Tidak ada komentar: