41 50 BEKERJA DAN PENDIDIKAN

0 Comments

41
BEKERJA  DAN  PENDIDIKAN

Pikiran kita sudah terlalu banyak dilatih siang dan malam disekolah-sekolah kita.  Bagaimanakah seharusnya pikiran-pikiran kita itu diatur?  Dan apakah yang seharusnya menjadi pendidikan dan pelatihan bagi para orang muda?  Dimanakah sebenarnya Sekolah Alkitab itu dibangun?  Saya terbangun pada pukul satu dinihari dengan beban berat menekan jiwa saya.  Pokok persoalan pendidikan telah dihadapkan kepada saya dalam garis-garis yang berbeda, dengan aspek-aspek yang bermacam-macam, dengan banyak ilustrasi, dan dengan spesifikasi yang langsung, sekarang pada satu titik, nantinya pada titik yang lain.  Saya merasa, sebenarnya kita memiliki banyak hal untuk dipelajari.  Kita telah melalaikan banyak hal.
Didalam hal menulis dan membicarakan kehidupan Yohanes Pembaptis dan kehidupan Kristus, saya telah berusaha untuk menunjukkan mana yang telah dihadapkan kepada saya sehubungan dengan pendidikan untuk para orang muda.  Kita mempunyai kewajiban kepada Allah untuk belajar mengenai hal ini dengan sangat teliti;  karena ada banyak ujian yang kritis mengelilingi kita.  Mengenai Yohanes Pembaptis, Kristus menyatakan,  “Dari antara mereka yang dilahirkan dari rahim seorang wanita, tidak pernah ada yang lebih besar.”  Nabi itu telah dituntun oleh Roh Allah kedalam hutan, jauh dari pengaruh-pengaruh yang tercemar dari kota-kota besar, untuk memperoleh pendidikan yang memungkinkan dia berkwalitas menerima perintah dari Allah daripada dari semua tulisan-tulisan yang dipelajari.  Dia tidak diperkenankan berhubungan dengan para rabi;  semakin berkurang dia berkenalan dengan ajaran-ajaran mereka, kemewahan mereka, adat istiadat mereka, maka semakin mudahlah Tuhan menggoreskan kesan dalam pikiran dan hatinya, dan memberikan kepadanya kebenaran yang telah diolah sehingga murni, dan yang harus diteruskannya kepada manusia untuk menyediakan jalan bagi Tuhan.  Ajaran-ajaran para guru besar dan orang-orang Farisi mengandung unsur yang dapat membalikkan manusia menjauh dari kebenaran yang tidak tercemar yang harus dihadapkan oleh Guru Besar pada waktu Dia memasuki misiNya.  Harapan manusia satu-satunya dari orang-orang itu adalah membuka setiap hati dan pikiran mereka kepada terang yang dikirimkan dari surga oleh para rasulNya, pendahulu Kristus.
Pelajaran-pelajaran ini adalah untuk kita.  Mereka yang menuntut untuk mengetahui kebenaran dan mengerti pekerjaan besar yang harus diselesaikan pada zaman ini, haruslah menyerahkan diri mereka sendiri kepada Allah, dengan segenap jiwa, tubuh dan roh.  Didalam hatinya, cara berpakaiannya, dan cara tutur katanya, didalam setiap hal haruslah berbeda dari model-model dan praktek-praktek duniawi.  Mereka harus menjadi orang yang berbeda dan orang yang suci.  Bukan cara berpakaian mereka yang harus berbeda, tetapi karena mereka adalah orang yang berbeda dan suci, mereka tidak dapat membawa cap atau tanda yang disukai oleh dunia.
Sebagai masyarakat, kita harus mempersiapkan jalan bagi Tuhan.  Setiap titik kemampuan yang telah diberikan oleh Allah kepada kita harus digunakan untuk mempersiapkan orang-orang lain datang kepada model Allah,  sesuai dengan pembentukan rohaninya, untuk berdiri dihari persiapan Allah;  dan pertanyaan yang serius akan membangunkan setiap hati yang cinta keduniawian,  “Apakah arti kekekalan itu untuk kita?  Bagaimanakah saya akan berdiri menghadapi kasus saya pada hari pengadilan?  Apakah yang akan menjadi keuntungan dan tempat saya?”   Banyak orang yang mempunyai tujuan untuk pergi kesurga tapi dibutakan oleh dunia.  Pendapat-pendapat mereka yang berhubungan dengan pendidikan rohani dan disiplin rohani mereka hanya samar-samar, berdasarkan atas kemungkinan-kemungkinan belaka;  banyak orang yang tidak memiliki pengharapan intelektual, dan menjalankan resiko besar didalam melakukan perkara-perkara yang telah Yesus ajarkan untuk dilakukan, dalam hal makan, minum dan berpakaian, mengikat diri mereka sendiri dengan dunia dalam berbagai macam cara.  Mereka belum mempelajari ajaran-ajaran penting untuk bertumbuh didalam kerohanian, agar keluar dari dunia dan menjadi orang yang berbeda.  Hati mereka terbagi, pikiran mereka yang jahat menginginkan penyesuaian, persamaan dengan dunia dalam banyak hal sehingga perbedaan dari keduniawian jarang sekali dapat dilihat.  Uang, uang milik Allah, telah digunakan untuk memamerkan diri seperti tatacara dunia;  pengalaman rohani telah dicemari dengan keduniawian, dan bukti-bukti pemuridan  --  menjadi serupa dengan Kristus dalam penyangkalan diri dan pengangkatan salib  --  tidak dapat dikenali oleh dunia atau oleh penghuni-penghuni surga.
Dalam negeri ini, setan memakai cara-cara yang memaksa untuk mendudukkan dirinya sendiri sebagai penguasa untuk memagang kendali pimpinan atas manusia dalam pemerintahan bangsa-bangsa.  Pendidikan yang telah mereka terima dari sejak masa kanak-kanak menjadi keliru.  Banyak hal yang seharusnya penting telah memiliki pengaruh yang merusakkan terhadap masyarakat.  Hari-hari liburan memberikan pengaruh yang mencelakakan terhadap pikiran-pikiran dari para orang muda;  akibatnya sangat menurunkan jasmani dan sangat bertentangan dengan kehendak Allah.  Hal-hal itu cenderung meningkatkan hiburan-hiburan yang palsu, membangkitkan keinginan untuk mencari hiburan-hiburan yang lainnya.  Orang-orang dituntun untuk menyia-nyiakan waktu yang begitu berharga yang seharusnya dapat digunakan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang berguna untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka dan menjaga keuangan rumah-tangga bebas dari hutang.  Nafsu untuk mengikuti hiburan-hiburan dan menghambur-hamburkan uang dalam pacuan kuda, bertaruh, dan macam-macam jenis yang lainnya, akan menambah lebih banyak kemiskinan didalam negeri, dan lebih memperdalam kekacauan yang pasti akan menjadi akibat dari pendidikan semacam ini. 
Tidak akan pernah pendidikan yang benar dapat diberikan kepada orang-orang muda dinegeri ini, maupun ditempat-tempat lain, kecuali mereka dipisahkan jauh-jauh dari kota-kota besar.  Adat istiadat dan praktek-praktek dikota-kota besar tidak cocok dengan pikiran-pikiran orang muda untuk memasuki kebenaran.  Minum minuman keras, merokok dan berjudi, pacuan kuda, keteater-teater bioskop, yang dipentingkan untuk untuk mengisi hari-hari liburan,  --  merupakan jenis penyembahan berhala, pengorbanan diatas altar dewa-dewa.  Kalau orang-orang secara sadar menghadirkan hiburan-hiburan didalam urusan bisnis mereka, maka mereka dapat dianggap sebagai orang-orang yang memiliki roh yang salah dan tidak patriotis.  Tuhan tidak dapat dilayani dengan cara yang begini.  Mereka-mereka yang memenuhi hari-hari liburan mereka dengan kesenangan-kesenangan dan hiburan-hiburan berarti benar-benar memberikan tunjangan kepada para penjual minuman keras, dan merampas hak orang-orang miskin untuk membeli makanan dan pakaian bagi anak-anak mereka, hak yang bila digunakan dengan cara yang bijaksana, akan memungkinkan mereka untuk mencari tempat tinggal yang layak bagi keluarga mereka.  Kita dapat menjadi penyalur dari kejahatan-kejahatan semacam ini.
Adalah rencana yang salah kalau menempatkan bangunan-bangunan sekolah dimana para murid sehari-hari melihat praktek-praktek yang salah yang akan merusakkan pendidikan mereka selama hidup.  Hari-hari liburan, bila diisi  dengan latihan-latihan melakukan kejahatan, mengakibatkan kerusakan duapuluh kali lipat daripada kebaikan.  Dalam rangka yang lebih luas, penyelidikan harus lebih diadakan dengan seksama pada zaman ini.  Bahkan orang-yang benar-benar menyesal dan bertobat menemui kesulitan untuk memisahkan diri dari adat istiadat dan praktek-praktek semacam ini.  Kalau sekolah-sekolah itu dibangun beberapa mil jauhnya dari kota-kota besar, maka akan lebih sulit berhubungan dengan pengaruh-pengaruh praktek yang sebelumnya yang telah dikenal oleh para murid  mengenai acara liburan dan praktek-praktek yang sejenisnya, seperti pacuan kuda, bertaruh dan undian-undian.  Suasana kota-kota besar ini penuh dengan penyakit-penyakit yang meracuni.  Kebebasan bertindak tidak dihargai; waktu yang dimiliki oleh seseorang tidak dapat menjadi haknya, karena dia harus melakukan seperti yang orang lain lakukan.   Kalau sekolah kita terletak disalah satu kota-kota besar ini, atau dekat-dekat dengan kota-kota ini, maka harus ada kegiatan-kegiatan  untuk membalikkan para murid dari pengaruh buruk dengan cara memberikan latihan-latihan yang giat untuk mengalahkannya.   Terlibat dalam hiburan-hiburan semacam ini guna mengisi waktu-waktu liburan telah menyebabkan pengadilan , para petugas dan para hakim menjadi sibuk,  menyebabkan kemiskinan dan para pengemis bertambah, padahal seharusnya dapat dihindarkan.
Semua ini adalah pendidikan yang salah.  Kita akan mendapati bahwa sangat perlu membangun sekolah-sekolah diluar, jauh dari kota-kota besar, tetapi tidak terpencil sehingga mereka tetap dapat dihubungi, untuk memberikan kebaikan kepada mereka, untuk membiarkan terang bersinar diantara kegelapan moral.  Para murid itu perlu ditempatkan dibawah suasana yang menyenangkan untuk menyerap pendidikan sebanyak mungkin seperti yang telah mereka terima.
Seluruh keluarga membutuhkan perubahan secara keseluruhan didalam kebiasaan-kebiasaan dan pendapat-pendapat mereka sebelum mereka dapat menjadi utusan-utusan Yesus Kristus.  Dan bagi anak-anak yang telah menerima pendidikan didalam sekolah-sekolah kita, akan meraih lebih banyak kemajuan kalau dipisahkan dari lingkungan keluarga dimana mereka telah menerima pendidikan yang keliru.  Mungkin juga perlu bagi beberapa keluarga untuk mencari tempat tinggal dimana mereka dapat menyekolahkan anak-anak meeka dan menghemat biaya, tetapi didalam banyak kasus hal itu justru menjadi penghalang daripada menjadi berkat bagi anak-anak mereka.  Orang-orang dikota ini hanya memberikan sedikit saja penghargaan terhadap pentingnya mengalahkan kebiasaan boros sehingga anak-anak mereka tidak dididik untuk melakukan pekerjaan yang baik yang menghasilkan uang.  Ini harus menjadi bagian dari pendidikan yang diberikan kepada orang-orang muda.
Allah memberikan tugas kepada Adam dan Hawa untuk dikerjakan.  Taman Eden menjadi sekolah yang pertama bagi orang tua kita dahulu kala, dan Allah sendirilah yang menjadi gurunya.  Mereka belajar bagaimana mengolah tanah dan memelihara tumbuh-tumbuhan yang telah ditanam oleh Allah.  Mereka tidak menganggap bekerja sebagai suatu hal yang merendahkan derajat, tetapi sebagai sesuatu yang mendatangkan berkat.  Bekerja dan menghasilkan merupakan suatu kesenangan untuk Adam dan Hawa.  Kejatuhan Adam mengubah peraturan dari segala sesuatu;  bumi menjadi terkutuk :  tetapi hak bagi manusia yang mengharuskannya mencari dan mengumpulkan makanan dengan berkeringat, tidak diberikan sebagai kutuk.  Melalui iman dan pengharapan, bekerja harus menjadi bekerja bagi keturunan Adam dan Hawa.  Allah tidak pernah bermaksud yang manusia tidak perlu melakukan sesuatu apa.  Tetapi semakin bertambah dan semakin dalam kutukan dosa, maka semakin berubahlah peraturan Allah.  Beban untuk menjalani kehidupan ditanggungkan dengan berat keatas sekelompok orang tertentu, tetapi kutukan atas kemalasan dibebankan kepada semua orang yang bertanggung-jawab mengolah uang Allah, dan semuanya itu terjadi karena pendapat yang salah yang beranggapan bahwa uang dapat meningkatkan kelayakan moral seseorang.  Bekerja bagi manusia adalah keharusan.  Sesudah bekerja berat, kemudian mencari kelepasan sejenak dengan minum minuman keras dan mengikuti hiburan-hiburan yang menggairahkan, akan menjadikan manusia hanya sedikit lebih baik daripada seorang brutal.
Kita membutuhkan sekolah-sekolah dikota ini untuk mendidik anak-anak dan orang-orang muda agar mereka boleh menguasai pekerjaan, dan tidak menjadi budak dari pekerjaan.  Ketidak-pedulian dan kemalasan tidak akan pernah meningkatkan seorang anggota keluarga manusia.  Ketidak-pedulian tidak akan pernah meringankan beban orang yang bekerja keras.  Biarlah para pekerja melihat keuntungan apa yang akan dicapainya didalam mengerjakan pekerjaan yang paling rendah, dengan menggunakan kesanggupan yang telah diberikan Allah kepadanya sebagai karunia.  Maka dia akan dapt menjadi  pendidik, mengajar orang lain seni melakukan pekerjaan dengan rajin.  Dia akan mengerti apa artinya mengasihi Allah dengan segenap hatinya, segenap jiwanya, segenap pikirannya dan dengan segenap kuasanya.  Kuasa jasmani akan dibawa untuk memberikan pelayanan dari kasih kepada Allah.  Tuhan menginginkan kekuatan tubuh, dan engkau dapat menunjukkan kasihmu bagi Dia dengan menggunakan kuasa tubuhmu dengan benar,  melakukan pekerjaan yang perlu untuk diselesaikan.  Tidak ada penghargaan manusia bagi Allah.
Pada waktu pembangunan kaabah  dipadang belantara, pekerjaan diselesaikan dibawah pengarahan yang agung.  Allah menjadi perancangnya, manusia-manusia pekerja dididik oleh Dia, dan mereka menggunakan segenap hati dan jiwa dan kekuatan didalam pekerjaan itu.  Ada pekerjaan berat yang harus diselesaikan, dan para akhli yang tegap dengan otot-otot dan urat-urat baja,  menunjukkan kasih mereka didalam pekerjaan itu demi kemuliaanNya.
Didunia ada pekerjaan berat dan melelahkan yang harus dikerjakan, dan orang yang bekerja tanpa melatih kuasa pikiran dan hati dan jiwanya, dia yang hanya mempekerjakan kekuatan jasmaninya saja, akan membuat pekerjaan itu melelahkan dan menjadi beban.  Ada orang yang bekerja membanting tulang dengan pikirannya, hatinya, dan jiwanya dan kemudian berpuas diri dengan bersantai tanpa peduli, melanjutkan pekerjaan tanpa pikiran, tanpa membebani kemampuan mentalnya agar pekerjaan itu dilakukan dengan lebih baik.
Ada ilmu didalam jenis pekerjaan yang paling sederhana, dan kalau semua orang menyadarinya, mereka akan melihat pekerjaan sebagai suatu hal yang mulia.  Hati dan jiwa haruslah dipakai untuk mengerjakan pekerjaan apa saja; maka barulah ada kepuasan dan kemampuan.  Dalam pekerjaan pertanian atau mekanik, manusia boleh membuktikan kepada Allah yang mereka menghargai karuniaNya didalam kekuatan jasmani, sama seperti kemampuan mentalnya.  Biarlah kemampuan yang telah dididik dipekerjakan untuk memperbaiki cara-cara bekerja.  Ini adalah apa yang Allah kehendaki.  Ada pujian didalam setiap jenis pekerjaan yang perlu dikerjakan.  Biarlah hukum Allah dijadikan ukuran dari tindakan, dan meninggikan serta menyucikan setiap pekerjaan.  Kesetiaan melakukan setiap tugas akan menjadikan pekerjaan itu mulia, dan menunjukkan tabiat yang dapat disetujui oleh Allah.
“kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.”   Allah menghendaki agar kasih yang dinyatakan didalam pelayanan hati, jiwa, dan kekuatan jasmani.  Kita tidak harus mengembara didalam setiap jenis pelayanan bagi Allah,  apapun yang telah dipinjamkan Allah kepada kita harus dipergunakan dengan rajin untuk Dia.  Orang yang melatih organ-organ tubuhnya pasti akan dapat menguatkannya, tetapi dia harus berusaha untuk melakukannya dengan sebaik-baiknya.  Harus ada kepintaran dan kemampuan yang dididik untuk meningkatkan cara-cara yang apling baik didalam mengerjakan pertanian, pembangunan, dan didalam setiap bagian pekerjaan yang lain, agar pekerja itu bekerja tanpa sia-sia.
Para pria dan wanita yang memafkan diri karena melakukan pekerjaan dengan berlambat-lambatan bukanlah orang-orang yang memiliki kebajikan.  Kebiasaan berlambat-lambatan haruslah dikalahkan.  Orang yang lambat dan melakukan pekerjaan tanpa hasil, bukanlah pekerja yang menguntungkan.  Sifatnya yang suka berlambatan adalah suatu keburukan yang perlu diteliti dan diperbaiki.  Dia perlu melatih intelektualnya dalam merencanakan bagaimana menggunakan waktunya sedemikian rupa sehingga dapat menjamin adanya hasil yang terbaik.  Bila ada seseorang yang tampaknya selalu berada ditempat pekerjaannya, dan pekerjaannya tidak pernah selesai, itu adalah disebabkan karena pikiran dan hatinya tidak ditujukan pada pekerjaannya.  Bagi beberapa orang untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dibutuhkan waktu sepuluh jam yang dapat dikerjakan oleh orang lain dalam waktu lima jam.  Pekerja-pekerja semacam itu tidak membawa taktik dan metode kedalam pekerjaannya.  Ada yang harus dipelajarinya setiap hari mengenai bagaimana meningkatkan tatacara bekerja sehingga bila dilakukan dalam bekerja, dia masih memiliki waktu untuk melakukan yang lainnya.  Tugas bagi seluruh pekerja bukan hanya sekedar memberikan kekuatannya tetapi juga pikirannya dan intelektualnya terhadap apa yang telah menjadi tanggung-jawabnya.
Beberapa orang yang lain yang terlibat didalam suatu pekerjaan tampaknya selalu sibuk bekerja;  bukan disebabkan oleh karena mereka ini mempunyai banyak tugas yang harus dikerjakan, tetapi karena mereka tidak mempunyai perencanaan bagaimana membagi waktunya.  Mereka ini seharusnya membagi waktunya sendiri dengan baik untuk menyelesaikan tugas-tugasnya dan membuat setiap hasilnya nyata.  Kemalasan dan ketidak-pedulian bukanlah kebajikan.  Engkau boleh memilih apakah engkau akan menjadi sama seperti orang yang melakukan tindakan yang salah karena engkau tidak memiliki pertimbangan bagaimana mengatur dan membentuk dirimu sendiri, atau engkau memilih meningkatkan kekuatan-kekuatanmu untuk melakukan pelayananmu dengan cara yang terbaik, dan kemudian engkau akan mendapati dirimu sendiri dipromosikan dimana saja dan disetiap tempat.  Engkau akan dihargai untuk semua yang telah membuat dirimu sendiri layak.  “Apapun yang didapati oleh tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah dengan kekuatanmu.”  “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”
Australia membutuhkan pikiran yang beragi, yang padat dan sehat untuk diperkenalkan dengan bebas keseluruh pelosok desa-desa dan kota-kota.  Disana dibutuhkan pendidikan yang benar.  Sekolah-sekolah harus didirikan dengan tujuan meraih bukan saja pengetahuan dari buku-buku, tetapi juga pengetahuan mengenai pekerjaan jasmani.  Orang-orang dibutuhkan dalam masyarakat yang berbeda-beda untuk menunjukkan kepada orang lain bagaimana kekayaan harus digali dari dalam tanah.  Penyuburan tanah akan memberikan timbal baliknya.
Melalui penelitian mengenai hari-hari liburan,  didapati bahwa orang-orang, baik dari gereja maupun yang duniawi, telah dididik untuk mempercayai yang hari-hari santai ini sangat diperlukan untuk mengembalikan kesehatan dan kebahagiaan;  tetapi hasilnya menunjukkan bahwa mereka dipenuhi dengan kejahatan yang menghancurkan seluruh kota.  Orang-orang muda pada umumnya tidak dididik untuk membiasakan diri rajin.  Kota-kota besar bahkan desa-desa sudah menjadi seperti Sodom dan Gomorah, dan menjadi seperti hari-hari dizaman Nuh.  Pelatihan yang diberikan kepada para orang muda dihari-hari tersebut sama seperti yang dilakukan terhadap anak-anak yang dididik pada zaman ini, menyukai hiburan-hiburan, membesarkan diri sendiri, mengikuti imaginasi hatinya sendiri yang jahat.  Maka kemudian, kemerosotan, kekejaman, kekerasan, dan kejahatan, menjadi hasilnya.
Semua hal ini cukup menjadi pelajaran-pelajaran bagi kita.  Hanya sedikit orang saja pada zaman ini yang rajin, tekun dan hidup hemat.  Kemiskinan dan tekanan-tekanan terdapat dimana-mana.  Ada orang yang bekerja keras dan hanya mendapatkan hasil yang sedikit dari hasil pekerjaannya.  Untuk hal itu dibutuhkan lebih banyak pengetahuan yang intensif dalam hal bagaimana mempersiapkan tanah agar memberikan hasil yang ebih banyak.  Masih kurang pandangan mereka terhadap apa yang dapat diharapkan dari bumi.  Kebiasaan yang dangkal dan tidak bervariasi telah diikuti dengan hasil yang mengecewakan.  Ledakan tanah telah membawa kutukan kepada kota ini, harga-harga mahal telah dibayarkan atas tanah-tanah yang dibeli dengan cara kredit;  dan kemudian tanah itu harus dibersihkan dan membutuhkan lebih banyak uang lagi; rumah harus dibangun dan membutuhkab juga lebih banyak uang, dan akhirnya bunga tinggi dengan mulut terbuka telah menelan seluruh keuntungan-keuntungannya.  Hutang-hutang bertumpuk, dan kemudian datanglah masa penutupan dan kegagalan bank-bank, dan penyitaan barang-barang gadaian.  Ribuan orang harus diberhentikan dari pekerjaannya;  keluarga-keluarga kehilangan apa yang cuma sedikit dimiliki, mereka meminjam dan meminjam, dan kemudian terpaksa harus menyerahkan semua apa yang dimilikinya dan menjadi miskin.  Banyak uang dan kerja keras harus diadakan untuk suatu peternakan yang dibeli dengan cara kredit, atau diwarisi dengan beban hutang.  Sipewaris hidup dengan pengharapan dia akan menjadi pemilik yang sebenarnya, dan mungkin saja demikian, namun terjadi kebangkrutan bank-bank diseluruh negeri.
Sekarang ada kasus dimana seseorang yang memiliki tempatnya sendiri merupakan kebahagiaan sebagai pengecualian terhyadap peraturan itu.  Perdagangan mengalami kegagalan, keluarga-keluarga kekurangan makanan dan pakaian.  Tetapi hari-hari liburan tetap saja ada.  Hiburan-hiburan dimasuki dengan gairah.  Semua orang yang dapat melakukannya akan membelanjakan uangnya yang dikumpulkan dengan kerja keras demi mencicipi kesenangan-kesenangan, minum minuman keras, dan juga beberapa pelanggaran.  Harian-harian yang melaporkan kemiskinan masyarakat, tetap saja mengeluarkan berita mengenai pacuan-pacuan kuda, dan harga-harga untuk berbagai olah raga yang menggairahkan.  Pertunjukan-pertunjukan, teater-teater dan hiburan-hiburan yang memerosotkan moral, menguras uang dari seluruh penduduk dan kemiskinan semakin bertambah-tambah.  Orang miskin akan menggunakan rupiahnya yang terakhir untuk membeli lotere, mengharap mendapatkan kemenangan dengan sia-sia, dan kemudian harus mengemis untuk membeli makanan agar tetap hidup atau kelaparan.  Banyak orang yang mati karena kelaparan, dan juga banyak orang yang mengakhiri hidupnya.  Akhir dari pertunjukan belum berakhir.  Orang-orang mungkin akan membawamu keperkebunan-perkebunan mereka, dan mengatakan kepadamu bahwa hasil perkebunan berupa jeruk-jeruk dan buah-buahan yang lain tidak sepadan dengan pekerjaan yang dikerjakan untuk menghasilkannya.  Akhir yang tidak menyenangkan dan para orang tua memutuskan bahwa anak-anak mereka tidak pantas menjadi petani-petani;  mereka tidak memiliki keberanian dan pengharapan untuk mendidik mereka bagaimana mengolah tanah.
Apa yang diperlukan disekolah-sekolah untuk mendidik dan melatih orang-orang muda agar mereka mengetahui bagaimana mengalahkan situasi ini.  Haruslah ada pendidikan dalam hal ilmu-ilmu pengetahuan, pendididikan dalam hal perencanaan dan metode-metode untuk mengerjakan tanah.  Ada harapan dari dalam tanah, tetapi otak dan hati dan kekuatan haruslah ditujukan kepada pekerjaan bagaimana mengolahnya.  Uang yang dipergunakan untuk menggemari pacuan kuda, menonton teater, berjudi dan membeli lotere-lotere;  uang, yang dibelanjakan dikedai-kedai untuk membeli bir dan minuman keras, --  biarlah dipergunakan untuk membuat tanah-tanah memberikan hasil, maka kita akan dapat melihat perubahan dari segala sesuatu yang berbeda. 
Desa ini membutuhkan petani-petani yang terdidik.  Tuhan memberikan hujan dan sinar matahari.  Dia memberikan manusia seluruh kekuasaan mereka; biarlah mereka menggunakan hati dan pikiran dan kekuatan mereka untuk melakukan kehendakNya didalampenurutan terhadap hukum-hukumNya.  Biarlah mereka menghentikan setiap kebiasaan yang merusakkan, jangan pernah membelanjakan uang untuk bir atau minuman keras dan sejenisnya, atau juga untuk tembakau, jangan juga terlibat dengan pacuan kuda atau olahraga-olahraga semacam itu, dan kemudian serahkan dirimu sendiri kepada Allah, bekerja dengan kekuatan fisik yang telah dikaruniakan kepadanya, maka pekerjaan mereka tidak akan sia-sia.  Allah yang telah menciptakan dunia untuk kepentingan manusia, akan menyediakan sesuatu dari bumi untuk menghidupi para pekerja yang rajin.  Benih yang ditanamkan kedalam tanah yang telah diolah, akan menghasilkan tuaian.  Allah dapat menebarkan meja makan bagi umatNya dihutan belantara.
Bermacam-macam usaha perdagangan dan pekerjaan harus dipelajari dan mereka disuruh melatih berbagai macam jenis kemampuan mental dan fisik;  pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan duduk sepanjang hari adalah yang paling berbahaya, karena pekerjaan itu akan menghambat orang dari kemungkinan mendapatkan udara segar dan matahari, dan pelatihan organ yang berat sebelah, sementara organ yang lainnya menjadi lemah karena tidak diaktifkan.  Orang melakukan pekerjaannya, menyempurnakan kesibukannya, dan kemudian akan lebih cepat tidur dikuburnya.  Lebih banyak keuntungan yang didapat oleh seseorang yang pekerjaannya tidak memungkinkannya mendapat udara segar,  bila melatih otot-ototnya, sementara otaknya dibebani, dan semua organ tubuhnya mendapat kesempatan untuk melakukan tugasnya masing-masing.  Bagi mereka yang dapat hidup diluar kota-kota besar, dan bekerja diudara terbuka, akan dapat melihat pekerjaan-pekerjaan dari Maha Artis, suatu pemandangan yang akan dibuka dengan cara berkesinambungan.  Sementara mereka membuat buku alam sebagai matapelajaran mereka, pengaruh yang lembut untuk mengekang hawa nafsu akan menyelimuti mereka;  karena mereka menyadari bahwa pemeliharaan Allah ada pada semuanya, dari keagungan matahari dilangit sampai kepada burung pipit coklat kecil atau serangga yang paling mungil yang memiliki kehidupan.  Kebesaran surga telah menunjukkan kepada kita akan hal-hal ini sebagai ciptaan Allah sebagai bukti dari cinta kasihNya.  Dia yang telah menghiasi bunga-bunga telah mengatakan :  “Perhatikanlah bunga bakung diladang yang bertumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu :  Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.  Jadi jika demikian Allah mendandani rumput diladang, yang hari ini ada dan besaok dibuang kedalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?”  Tuhan adalah guru kita, dan dibawah pengarahanNya kita boleh belajar pelajaran-pelajaran yang paling berharga dari alam.
Dunia ini berada dibawah kutukan dosa, namun bahkan didalam kemerosotannya masih tampak keindahannya.  Kalau saja duni ini tidak dirusakkan oleh orang-orang yang jahat, kelakuan buruk dari orang-orang yang mengerjakan tanah, maka kita pasti dapat, dengan berkat Allah, menikmati dunia kita ini sebagaimana adanya.  Tetapi ketidak-pedulian, cinta hiburan-hiburan, dan kebiasaan-kebiasaan penuh dosa, jiwa dan tubuh dan roh yang merosot, telah membuat dunia penuh dengan moral yang terjangkit kusta;  moral yang dijangkiti malaria yang mematikan sedang merusakkan ribuan dan puluhan ribu.  Apakah yang harus dilakukan untuk menyelamatkan orang-orang muda kita?  Hanya sedikit yang dapat kita lakukan, tetapi Allah itu hidup dan berkuasa, dan Dia dapat melakukan banyak.  Orang-orang muda adalah pengharapan kita untuk melakukan pekerjaan penginjilan.
Sekolah-sekolah harus didirikan dimana sebanyak mungkin pengalaman yang dapat ditemukan dialam untuk menyegarkan perasaan-perasaan dan memberikan berbagai jenis pemandangan.  Sementara kita menyingkirkan yang salah dan yang palsu, menyingkirkan pacuan kuda, bermain kartu, membeli lotere, pelelangan, minum minuman keras, dan menggunakan tembakao, kita harus memenuhi diri kita dengan kesenangan-kesenangan yang murni dan mulia dan meninggikan.  Kita harus memilih tempat untuk bangunan sekolah kita jauh dari kota-kota besar, dimana mata tidak terus menerus melihat pemukiman dan kegiatan-kegiatan orang-orang lain, tetapi melihat pekerjaan-pekerjaan Allah;  dimana disana ada tempat-tempat yang membangkitkan minat untuk dikunjungi, daripada mengunjungi kota-kota besar.   Biarlah para murid kita ditempatkan dimana alam dapat berbicara terhadap perasaan-perasaan mereka, dan didalam suara alam, mereka akan dapat mendengar suara Allah.  Biarlah mereka berada dimana mereka dapat melihat keajaiban pekerjaanNya, dan melalui alam mereka akan mengenal Penciptanya.
Orang-orang muda ditempat ini membutuhkan lebih banyak pekerjaan yang rohani daripada ditempat-tempat lain yang belum saya kunjungi.  Pencobaan-pencobaan sangat banyak dan kuat; banyak hari-hari liburan dan hari-hari santai sangat disukai oleh para orang muda.  Setan membuat orang-orang yang suka bersantai menjadi kakitangan dan penolongnya sesuai dengan rencananya, dan Tuhan Yesus tidak dapat tinggal dihati mereka melalui iman.  Anak-anak dan orang-orang muda tidak dididik untuk menyadari bahwa pengaruh mereka adalah merupakan kekuatan untuk memberikan kebaikan ataupun kejahatan.  Kepada mereka seharusnya tetap dinyatakan seberapa banyak sebenarnya yang dapat mereka kerjakan; mereka harus didorong untuk meraih ukuran standar kejujuran yang paling tinggi.  Tetapi sejak mereka masih muda dan seterusnya mereka harus dididik dengan rasa hormat dan dengan cara yang teliti.  Dari terang yang diberikan oleh Allah kepada saya, zaman ini tidak lagi mempunyai pengaruh untuk melakukan kebaikan daripada mengikuti kegiatan-kegiatan untuk penyembahan berhala-berhala;  karena ini tidak ada gunanya sama sekali.  Zaman ini merupakan hari-hari penuaian besar yang dilakukan oleh setan.  Uang yang diperas dari para pria dan wanita telah dibelanjakan untuk membeli makanan yang menyehatkan.  Para orang muda dididik untuk menyukai hal-hal yang memerosotkan, hal-hal yang akan dipersalahkan oleh Allah.  Pengaruh itu sangat merusakkan dan hanya kejahatanlah yang akan dipertahankan.
Pekerjaan harian sangat penting bagi para orang muda.  Pikiran janganlah terus meneerus dibebani dengan pengabaian kegiatan fisik.  Pengabaian fisik, dan tidak mempedulikan hukum-hukum kesehatan, telah membawa orang-orang lebih cepat kekubur padahal sebenarnya masih bisa hidup lebih lama kalau saja dia bekerja dan belajar dengan menggunakan akal.  Pelatihan pikiran dan tubuh yang benar akan memperkembang dan menguatkan seluruh kekuatan-kekuatan.  Baik pikiran dan tubuh akan dipersiapkan dan diawetkan, dan akan disanggupkan untuk melakukan berbagai jenis pekerjaan.  Para penginjil dan para guru butuh belajar mengenai hal-hal ini, dan mereka butuh untuk melakukannya sebaik mungkin.  Penggunaan kekuatan fisik yang sebenarnya, yang sama baiknya dengan penggunaan kekuatan-kekuatan mental, akan disetarakan dengan peredaran darah, dan akan dapat memelihara setiap organ-organ tubuh seperti mesin-mesin yang hidup berjalan dengan lancar.  Pikiran-pikiran seringkali disiksa;  Pikiran-pikiran itu dirangsang untuk menuju kearah kegilaan dengan cara memaksa garis pikiran terus menerus dikejar-kejar;  kuasa otak dipekerjakan diluar batas dan pengabaian organ-organ tubuh telah menciptakan kondisi yang tercemar dalam saluran-saluran dan peredaran-peredarannya.  Setiap kesanggupan pikiran boleh dilatih dengan perbandingan yang aman setara dengan pelatihan kekuatan-kekuatan fisik, dan pokok pikiran divariasikan.  Kita membutuhkan pertukaran pekerjaan, dan alam adalah guru yang hidup, yang paling menyehatkan.
Kalau para murid memasuki sekolah untuk meraih pendidikan, maka para guru haruslah berikhtiar untuk mengelilingi mereka dengan perilaku yang paling menyenangkan dan menarik minat, agar pikiran tidak perlu dileburkan kedalam buku-buku untuk belajar mati-matian.  Sekolah janganlah dibangun dekat dengan kota besar, dimana kemewahannya, hiburan-hiburannya yang menyesatkan, tatacara-tatacaranya dan praktek-prakteknya, membutuhkan pekerjaan yang berkesinambungan untuk mengatasi kezaliman, agar tidak meracuni udara yang dihirup oleh para murid.  Semua sekolah haruslah didirikan sejauh mungkin, dimana mata dapat ditancapkan kepada hal-hal yang alamiah daripada kerumunan rumah-rumah.  Pemandangan yang terpilih akan memuaskan selera, dan mengendalikan imaginasi.  Disinilah guru yang hidup itu berada, memberikan pelajaran dengan tidak bosan-bosannya.
Saya telah disusahkan denan banyak hal sehubungan dengan sekolah kita.  Dalam pekerjaan mereka, para pria muda dibiarkan bergaul dengan para wanita muda, dan mengerjakan pekerjaan kewanitaan.  Ini hampir-hampir dapat ditemui sebagaimana mereka sekarang ditempatkan;  tetapi dari terang yang diberikan kepada saya, ini bukanlah pendidikan yang dibutuhkan oleh para pria muda.  Hal itu tidak akan memberikan pengetahuan yang berguna bagi mereka untuk dilakukan dirumah bila mereka pulang nantinya.  Harus ada jenis pekerjaan yang berbeda diberikan kepada mereka, yang dapat memberikan kesempatan untuk memelihara keseimbangan dari latihan fisik dan mental.  Harus ada tanah untuk diolah.  Waktunya tidaklah lama lagi bila hukum-hukum melawan pekerjaan hari Minggu menjadi lebih kuat, dan harus diusahakan agar ada tanah yang disisihkan jauh dari kota-kota besar, dimana buah-buahan dan sayur-sayuran dapat dihasilkan.  Pertanian akan membuka sumber-sumber untuk menolong diri sendiri, dan bermacam-macam cara perdagangan dapat dipelajari.  Pekerjaan yang nyata dan bersungguh-sungguh iini membutuhkan kekuatan intelek seperti juga kekuatan otot.  Metode dan cara-cara taktis diperlukan untuk menghasilkan buah-buahan dan sayur-sayuran dengan sukses.  Dan kebiasaan-kebiasaan untuk mendapatkan hasil merupakan sarana yang penting bagi para orang muda didalam menjaga diri dari pencobaan.
Disini terbuka sebuah ladang untuk memberikan udara kepada tenaga-tenaga mereka yang selama ini terkurung, agar, kalau tidak digunakan didalam pekerjaan yang berguna, akan dapat menjadi sumber usaha yang berkesinambungan bagi diri mereka sendiri dan bagi para guru mereka. 
Banyak jenis pekerjaan yang dilakukan bagi beberapa orang yang lain akan merusakkan mereka.  Tetapi pengerjaan tanah akan menjadi berkat yang khusus bagi para pekerja.  Ada kebutuhan yang sangat besar akan orang-orang yang akhli menggarap tanah.  Pengetahuan akan hal ini tidak akan menjadi penghalang terhadap pendidikan yang penting untuk bisnis atau untuk jenis pekerjaan yang lain.  Untuk memperkembangkan kesuburan tanah memerlukan pikiran dan intelektual.  Pekerjaan itu tidak hanya akan memperkembangkan otot, tetapi juga kemampuan untuk menyerap pelajaran yang dipelajari, karena cara kerja otak dan otot menjadi seimbang.  Kita harus mendidik para orang muda sedemikian rupa agar mereka mencintai pekerjaan penggarapan tanah, dan bergembira didalam meningkatkan pekerjaan tersebut.  Pengharapan untuk menyebarkan kedatangan Allah dikota ini adalah menciptakan moral baru yang sesuai dengan kasih akan pekerjaan yang dapat mengubahkan pikiran dan tabiat.
Kesaksian yang salah telah menyebabkan tanah dipersalahkan, dimana sebenarnya, kalau dikerjakan dengan tepat, akan dapat memberikan kekayaan sebagai timbal baliknya.  Rencana-rencana yang dibuat sekedarnya saja,  sedikit saja kekuatan yang dikerahkan, sedikit saja mempelajari cara-cara dan metode-metode penggarapan, memerlukan perubahan yang berani.  Orang-orang perlu belajar bahwa pekerjaan yang dikerjakan dengan kesabaran akan membuahkan keajaiban-keajaiban.  Sudah ada banyak air mata yang dicurahkan untuk tanah yang tidak memberikan hasil, padahal kalau seseorang membaca Tulisan-tulisan Perjanjian Lama mereka akan dapat melihat bahwa Tuhan sanat mengetahui, lebih daripada yang mereka ketahui, mengenai pengolahan tanah yang tepat.  Sesudah dimanfaatkan selama beberapa tahun, dan telah memberikan keuntungan kepada sipemiliknya, tanah itu harus diijinkan untuk beristirahat, dan kemudian benih-benih diganti dengan benih-benih yang lain.  Kita harus banyak belajar dari Perjanjian Lama dalam hal masalah pekerjaan.  Kalau seseorang mau mengikuti peraturan-peraturan yang diberikan oleh Kristus mengenai perhatian kepada orang-orang miskin dan membantu kebutuhan-kebutuhan mereka, maka betapa berbedanya tempat kita didunia ini!
Biarlah kemuliaan Allah selalu dipandang; dan kalau benih-benih yang ditanam mengalami kegagalan, janganlah berkecil hati;  berusahalah terus;  tetapi ingat bahwa engkau tidak akan dapat memperoleh panen kecuali tanah itu dipersiapkan dengan cara yang tepat untuk ditanami benih-benih;  kegagalan hanya akan terjadi kalau mengabaikan pokok-pokok ini.
Sekolah yang harus dibangun di Australia haruslah mengemukakan pertanyaan mengenai penghasilan, dan menunjukkan bukti bahwa pekerjaan fisik mempunyai tempat dalam rencana Allah bagi setiap manusia, dan bahwa berkatNya akan menyertainya.  Sekolah-sekolah yang didirikan oleh orang-orang yang mengajar dan menjalankan kebenaran pada zaman ini, haruslah diatur sedemikian rupa agar membawa upah yang baru dan menyegarkan didalam setiap jenis pekerjaan fisik.  Ada banyak hal yang harus dicoba oleh para guru,  tetapi objek yang besar dan mulia telah dimenangkan kalau para murid dapat merasakan yang kasih Allah itu harus dinyatakan, bukan hanya didalam kebaktian dari hati dan pikiran dan jiwa, tetapi didalam perilaku bagaimana mereka menggunakan kekuatan-kekuatan mereka dengan bijaksana dan tepat.  Pencobaan-pencobaan mereka akan jauh berkurang; terang akan dipantulkan dari dalam diri mereka melalui persepsi dan teladan ditengah-tengah kesalahan teori-teori dan adat istiadat keduniawian yang sangat digemari.  Pengaruh mereka cenderung akan memperbaiki pendapat yang salah bahwa seorang yang terhormat, tidak perlu menunjukkan kepedulian.
Allah akan menghormati orang-orang yang datang dari negeri-negeri lain yang telah memiliki pengetahuan keakhlian mengenai pertanian, kalau mereka mau datang kenegeri ini, dan melalui persepsi dan teladan mereka mau mengajar penduduk negeri disini untuk belajar bagaimana mengolah tanah, agar tanah itu memberikan hasil kekayaan dari dalamnya.  Dibutuhkan orang-orang yang dididik dalam hal pengetahuan bagaimana mencangkul dengan benar, dan bagaimana menggunakan bahan-bahan pertanian.  Siapa yang mau menjadi missionari untuk melakukan pekerjaan ini, untuk mengajarkan metode-metode kepada para orang muda, dan kepada semua orang yang merasa mau belajar dengan kerendahan hati?  Kalau ada yang tidak suka engkau memberikan perbaikan-perbaikan terhadap pendapat-pendapat mereka, cobalah untuk memberikan pelajaran-pelajaran dengan secara diam-diam, tunjukkan apa yang dapat dilakukan didalam mengolah tanah dan menanam jagung; biarkan hasil tuaian yang berbicara menyatakan metode yang benar dari pekerjaan itu.  Sapalah tetanggamu sedapat mungkin, kerjakan sendiri tanahmu dengan cara yang tepat, dan itu sudah cukup mendidik.
Ada beberapa orang yang mengusulkan agar sekolah kita haruslah berada dikota-kota besar agar memberikan pengaruh yang besar terhadap pekerjaan kita, dan kalau berada jauh diluar kota, maka pengaruh tidak dapat diberikan sampai kekota;  tetapi ini bukanlah yang diperlukan dalam kasus tersebut.
Orang-orang muda yang memasuki sekolah untuk yang pertama kalinya, belumlah siap untuk meneruskan pengaruh yang tepat dikota-kota besar manapun sebagai terang yang bercahaya ditengah kegelapan.  Mereka juga belum siap memantulkan terang sampai kegelapan dari kesalahan pendidkan mereka sendiri dihlangkan.  Dimasa yang akan datang sekolah kita tidak akan lagi sama seperti yang lalu.  Diantara para murid itu terdapat orang-orang yang berpengalaman yang mau mengambil keuntungan dari kesempatan yang ada meraih pengetahuan agar dapat mengerjakan pekerjaan yang akhli didalam menyegerakan kedatangan Tuhan.  Ini akan merupakan bantuan bagi sekolah itu, karena mereka menjadi seperti roda yang seimbang;  tetapi dimasa yang akan datang sekolah akan banyak terdiri dari orang-orang yang butuh diubahkan didalam tabiat, dan yang akan memerlukan banyak kesabaran melakukan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya;  mereka harus belajar dan belajar lagi.  Untuk mengembangkan roh missionari yang tepat membutuhkan waktu, dan semakin jauh mereka dipindahkan dari kota-kota besar dan pencobaan-pencobaan yang mengelilingi mereka, akan semakin baik bagi mereka meraih pengetahuan yang benar dan mengembangkan tabiat-tabiat yang seimbang dengan baik.
Para petani membutuhkan lebih banyak keakhlian didalam pekerjaan mereka.  Didalam banyak kasus, adalah kesalahan mereka sendiri kalau mereka tidak dapat melihat hasil penuaian dari tanah tersebut.  Mereka harus tetap belajar bagaimana mengamankan bermacam-macam harta dari bumi.  Orang-orang itu harus haruslah belajar sejauh mungkin untuk bergantung sepenuhnya kepada hasil tanah yang dapat mereka peroleh dari tanah.  Didalam setiap tingkatan dari pekerjaan semacam ini mereka dapat mendidik pikiran untuk bekerja demi penyelamatan jiwa-jiwa bagi siapa Kristus telah mati.  “Kamu adalah penolong Allah; engkau adalah bangunan Allah.”   Hendaknya para guru disekolah-sekolah kita membawa murid—murid mereka kekebun dan keladang-ladang, dan mengajar mereka bagaimana caranya bekerja mengolah tanah dengan cara yang paling tepat.  Baik sekali kalau para penginjil yang bekerja melalui penginjilan menyampaikan firman dan doktrin itu dapat juga memasuki ladang-ladang dan menggunakan beberapa jam dari waktunya untuk melatih fisik bersama murid-muridnya.  Mereka dapat melakukan seperti yang Yesus lakukan didalam memberikan pelajaran-pelajaran dari alam untuk mengilustrasikan kebenaran Alkitab.  Baik para murid maupun para guru akan mendapatkan lebih banyak pengalaman yang menyehatkan didalam hal-hal kerohanian, dan mendapatkan pikiran yang lebih kuat dan hati yang lebih murni untuk menggambarkan rahasia kekekalan, daripada apa yang mereka dapat kalau mempelajari buku-buku dengan giat, dan menggiatkan otak tanpa membebani otot-otot.  Allah telah memberikan manusia kekuatan-kekuatan pikiran yang sehat dan Dia menginginkan agar manusia menggunakannya bagi kepentingan fisiknya juga.  Pertanyaan yang boleh ditanyakan, Bagaimana dia dapat memperoleh kebijaksanaan dari memegang bajak dan mengendalikan kerbau?  --  dengan cara berusaha mencarinya seperti perak dan menelitinya seperti harta yang tersembunyi.  “Karena Allahnya telah memerintahkan dia dan mengajarinya.”  Ini juga yang datang dari Tuhan penghulu kita, yang nasehat-nasehatnya ajaib dan pekerjaannya juga baik.
Dia yang telah mengajar Adam dan Hawa ditaman Eden bagaimana memelihara kebun, akan mengajari manusia pada zaman kita ini.  Ada kebijaksanaan bagi mereka yang memegang bajak, dan menanam dan menaburkan benih.  Bumi telah membuka hartanya yang terpateri selama ini,  dan Tuhan akan mempunyai ribuan dan puluhan ribu orang yang mengerjakan tanah yang akan berkerumun didalam kota-kota besar menantikan kesempatan untuk mengumpulkan hal-hal yang tidak berarti;  dalam banyak kasus barang-barang yang tidak berguna itu tidak akan pernah berubah menjadi roti yang menyehatkan, tetapi akan ditempatkan didalam tempat pembuangan, demi meraih apa yang akan merusakkan akal manusia yang telah diciptakan menurut peta Allah.  Mereka-mereka yang mau membawa keluarga-keluarga mereka kedesa-desa, tempatkan mereka dimana lebih sedikit pencobaan mengelilingi mereka.  Anak-anak yang tinggal bersama para orang tua yang kasih dan takut akan Allah, berada disuatu keadaan dimana mereka akan lebih mudah dan lebih baik didalam mempelajari tentang Guru besar, sebagai sumber dan pancaran kebijaksanaan.   Mereka memiliki lebih banyak kesempatan yang menguntungkan untuk mendapatkan kebugaran bagi kerajaan disurga.  Kirimkan anak-anak kesekolah-sekolah yang terletak didalam kota, dimana setiap tingkat pencobaan sedang menanti dengan daya tariknya dan memerosotkan moral mereka, maka pekerjaan untuk membangun tabiat akan sepuluh kali lebih sulit bagi para orang tua dan anak-anak.
Bumi diciptakan untuk memberikan kekuatan; tetapi tanpa berkat Allah tidak akan berarti apa-apa.  Pada mulanya, Allah melihat semua hasil ciptaanNya, dan mengatakan yang semuanya sangat baik adanya.  Kutukan telah dijatuhkan keatas bumi sebagai konsekuensi dosa.  Tetapi apakah kutukan ini akan melipatkan gandakan terjadinya dosa?  Ketidak-pedulian sedang menghasilkan pekerjaan yang mencelakakan.  Hamba-hamba yang malas sedang menambah kejahatan dengan cara kebiasaan-kebiasaan hidup mereka yang malas.  Banyak orang tidak mau mencari makan dengan peluh dan keringat, dan mereka menolak untuk menggarap tanah.  Tetapi bumi ini mempunyai berkat-berkat yang tersembunyi dikedalamannya bagi mereka yang memiliki keberanian dan kemauan dan ketabahan untuk mencari dan mengumpulkan harta-harta mereka.  Para bapa dan para ibu yang mempunyai sebidang tanah dan sebuah rumah yang nyaman adalah sebagai raja-raja dan ratu-ratu.
Banyak petani yang gagal mendapatkan kembali keuntungan dari tanah mereka karena mereka menerima tugas mereka seakan-akan merupakan tugas yang memalukan;  mereka tidak melihat yang didalamnya ada berkat bagi diriinya sendir dan bagi keluarganya.  Apa yang dapat mereka camkan adalah semata-mata merasa diri sebagai budak.  Tanah-tanah mereka diabaikan,  tunas-tunas tidak ditanam pada musim dan waktu yang tepat, dan hanya pekerjaan-pekerjaan sepele yang dikerjakan untuk memelihara tanah.  Banyak orang yang mengabaikan tanah peternakan mereka agar dapat menikmati hari-hari liburan dan menghadiri pacuan-pacuan kuda dan mendatangi klub-klub malam;  uang mereka dibelanjakan untuk menonton pameran-pameran dan membeli lotere dan bersantai-santai, dan kemudian mereka mengatakan yang mereka tidak dapat menyuburkan tanah mereka dan memperbaiki tanah pertanian mereka;  tetapi kalaupun mereka mempunyai lebih banyak uang, hasilnya tetap akan sama saja.  --  Special Testimonies on Education,”  Pebruari, 1894.   

 






42
PUSAT  KEKUATAN  DARI  PENDIDIIKAN  YANG  BENAR

Pendidikan yang benar adalah ilmu pengetahuan yang hebat;  karena ditemukan berdasarkan takut akan Allah yang merupakan awal dari segala hikmat.  Kristus Yesus adalah Guru yang terbesar yang pernah dikenal oleh dunia ini, dan Tuhan Yesus tidak menyukai kalau pokok pelajaran mengenai kerajaaanNya, yang untuk itu Dia rela mati, diajarkan dengan cara mengutamakan pendapat manusia, dan mengirimkan kebijaksanaan Allah seperti yang dinyatakan dalam firmanNya, ditempat yang ada dibelakang.  Pendidikan yang benar adalah yang dapat digunakan untuk melatih anak-anak dan orang-orang muda untuk menjalani kehidupan mereka sekarang dan kehidupan dimasa yang akan datang;  demi mendapatkan warisan ditempat yang lebih baik sampai kedalam surga.  Mereka ini harus dilatih untuk ditempatkan ditempat-tempat yang menjadi perhatian para nabi dan para rasul.   “Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang dibumi ini.  Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air.  Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang kesitu.  Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi.  Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.”
Metode umum untuk mendidik orang-orang muda belumlah cukup memenuhi ukuran dari pendidikan yang benar.  Pengaruh-pengaruh yang menyesatkan terjalin didalam matapelajaran-matapelajaran yang terdapat dibuku-buku sekolah, dan firman Allah ditempatkan ditempat yang meragukan atau bahkan diterang yang boleh ditolak.  Jadi pikiran-pikiran orang-orang muda menjadi terbiasa dengan anjuran-anjuran setan, dan kalau timbul keraguan-raguan, sekali saja dibiarkan, itu akan memastikan fakta-fakta dari penelitian ilmiah yang sengaja dibuat untuk menyesatkan, sesuai dengan cara bagaimana penemuan-penemuan itu  ditanggapi dan diputar balikkan.  Manusia mau  menerimanya bagi diri mereka sendiri guna mengekang firman Allah didepan perdebatan manusia yang terbatas,  dan ucapan-ucapan berdasarkan ilham Allah diucapkan sesuai dengan ukuran manusia yang terbatas, sehingga kebenaran Allah hanya tampak sebagai sesuatu hal yang tidak pasti dihadapan catatan-catatan ilmu pengetahuan.  Para pendidik palsu ini meninggikan alam diatas alamiah Allah itu sendiri dan juga meninggikan alam melebihi dari sang Pengarang seluruh ilmu pengetahuan yang benar itu.  Pada saat yang sama seharusnya para guru memiliki kesaksian yang teguh dan tidak goyah, pada saat yang sama seharusnya  ilmu pengetahuan yang benar itu dinyatakan agar jiwa-jiwa mereka terikat kuat pada Batu karang kekal, pada saat yang sama mereka seharusnya dapat mengilhamkan iman kedalam diri orang-orang yang ragu-ragu, kalau saja mereka mau melakukannya, maka mereka akan dapat meneguhkan keraguan-raguan mereka sendiri, apakah firman Allah ataukah penemuan-penemuan ilmu-ilmu pengetahuan yang disebut palsu itu yang benar.  Orang-orang yang benar-benar sadar diri itu telah menjadi goyah didalam iman oleh karena keragu-raguan para penulis yang mengaku sebagai pengarang-pengarang Alkitab,  pada waktu mereka  berhubungan dengan para pengucap Firman yang hidup itu.  Setan telah mengambil keuntungan dari keraguan-raguan itu, dan melalui kakitangannya yang tidak tampak,  dia telah menyusupkan ajaran-ajarannya yang menyesatkan, dan telah menyebabkan manusia menjadi kabur dalam kabut skeptis.
Orang-orang telah belajar memberikan ceramah-ceramah dengan mencampurkan kebenaran dan kekeliruan;  dan mereka telah membuat pikiran-pikiran orang-orang yang lebih cenderung kepada kekeliruan dan bukannya kepada kebenaran itu menjadi tidak seimbang.  Ajaran-ajaran yang sesat yang telah dijalin dengan begitu indahnya, yang dikatakan oleh orang-orang yang menyebut diri bijaksana itu, sangat disukai oleh murid-murid dikelas-kelas tertentu;  tetapi kesan yang timbul adalah bahwa ceramah-ceramah ini masuk kedalam pikiran lebih  dikarenakan Allah dari alam dikekang oleh hukum-hukumNya sendiri.  Alam yang tidak pernah berubah telah lama ada secara luas, dan teori-teori telah siap untuk diterima oleh orang-orang yang pikirannya lebih memilih keragu-raguan karena mereka tidak sejalan dengan hukum Allah yang suci, sebagai dasar dari kekuasaanNya disurga dan dibumi.  Kecenderungan alamiahnya kepada kejahatan memudahkan mereka untuk memilih jalan yang salah, dan meragukan kenyataan dari catatan-catatan dan sejarah yang terdapat baik didalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.  Karena diracuni oleh kesalahannya sendiri, mereka mengintai setiap kesempatan untuk menaburkan benih-benih keraguan kedalam pikiran-pikiran orang lain.  Alam ditinggikan diatas Alah dari segala alam, dan kesederhanaan iman dihancurkan;  karena pusat kekuatan dari iman dibuat seakan-akan tidak menentu.  Karena dikaburkan oleh skeptisme, maka pikiran dari orang-orang yang ragu-ragu akan ditinggalkan untuk dikalahkan diatas batu karang penyesatan.  --  The Youth’s Instructor, 31 Januari, 1895.













43
WASPADA   TERHADAP  KEPALSUAN

Beberapa orang lebih menyanjung pergaulan dengan orang-orang yang terpelajar daripada hubungannya dengan Allah disurga.  Ucapan-ucapan dari orang-orang yang terpelajar dipikir lebih bernilai daripada hikmat yang tertinggi yang terdapat dalam firman Allah.  Tetapi sementara pelanggaran hukum sedang mengangkat kepala tinggi-tinggi, surga memandang kebawah kepada akal manusia yang sia-sia dan tidak berarti apa-apa; karena yang ada didalam, dan yang keluar dari manusia itu sendiri sia-sia adanya.  Seluruh jasa dan kekuatan moral, yang diperoleh manusia semata-mata didapatnya melalui jasa pengasihan Yesus Kristus.  Apa, kalau begitu, perkiraan yang ada didalam pikiran terbesar manusia, dari manusia terbesar yang pernah hidup?   Namun tetap saja manusia meletakkan akal-akal manusianya didepan kehendak Allah yang telah dinyatakan,  dan menunjukkannya kepada dunia bahwa apa yang mereka tuntut adalah hikmat yang lebih tinggi dari hikmat sang Kekal itu.  Dalam bayangan mereka yang sia-sia, mereka akan sanggup menurunkan perekonomian dari surga untuk dicocokkan dengan pendapat-pendapat dan keinginan-keinginan mereka sendiri.
Allah yang Maha Besar memiliki hukum yang dipergunakan untuk memerintah kerajaanNya, dan orang-orang yang menginjak-injak hukum itu, suatu hari kelak akan mendapati bahwa mereka harus bertanggung-jawab untuk perbuatannya.  Penyembuhan untuk pelanggaran hukum bukanlah berupa pernyataan bahwa hukum itu telah dihapuskan.  Untuk menghapuskan hukum berarti tidak menghormati hukum, dan melemparkan perlawanan kepada si Pemberi Hukum.   Satu-satunya penyelamatan dari pelanggaran hukum didapatkan dalam diri Tuhan Yesus Kristus;  karena melalui karunia dan penebusan satu-satunya Anak Allah, maka orang-orang berdosa boleh diselamatkan dan hukum dipertahankan.  Orang-orang yang berbaris dihadapan dunia sebagai unsur-unsur kebesaran yang ajaib dan pada saat yang sama menginjak-injak kehendak Allah yang telah dinyatakan,  berarti membungkus manusia dengan kehormatan dan membicarakan tentang kesempurnaan alam.  Mereka melukis gambar yang sangat indah,  tetapi itu hanya ilusi, penipuan yang melecehkan;  karena mereka berjalan dalam percikan-percikan api dari baranya sendiri.
Orang-orang yang mengajarkan doktrin bertentangan dengan Alkitab, adalah orang-orang yang dituntun oleh pemurtadan besar yang sebenarnya telah diusir dari hadapan takhta Allah.  Tentang dia, ada tertulis sebelum kejatuhan,  “Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah.  Engkau ditaman Eden, yaitu taman Allah; penuh segala batu permata yang berharga; . . . . . .   Kuberikan tempatmu dekat Kerub yang berjaga, digunung kudus Allah engkau berada, dan berjalan-jalan ditengah batu-batu yang bercahaya-cahaya.  Engkau tak bercela didalam tingkah-lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu.  . . . . . . .   Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kaumusnahkan demi semarakmu.  Kebumi engkau Kulempar, kepada raja-raja engkau Kuserahkan menjadi tontonan bagi matanya.  . . . . . . .   Dan Kubiarkan engkau menjadi abu diatas bumi dihadapan semua yang melihatmu.  Semua diantara bangsa-bangsa yang mengenal engkau kaget melihat keadaanmu.  Akhir hidupmu mendahsyatkan dan lenyap selamanya engkau.”
Dengan pimpinan semacam ini  --  seorang malaikat yang diusir dari surga  --  orang-orang yang dianggap bijak diatas bumi ini akan meniru teori-teori yang menyihir, dan dengan mana dia dapat mempermainkan pikiran-pikiran manusia.  Rasul Paulus berkata kepada orang-orang di Galatia,  “Siapakah yang telah mempesona kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran?”   Setan mempunyai akal yang dapat menguasai, dan dia telah memilih kakitangan-kakitangan dengan siapa dia akan bekerja untuk meninggikan manusia dan menyelimuti mereka dengan kehormatan melebihi ketinggian Allah.  Tetapi Allah diselimuti dengan kekuasaan;  Dia mampu menarik orang-orang yang telah mati dalam pelanggaran dan orang-orang berdosa, dan dengan kegiatan roh-roh  yang telah membangkitkan Yesus dari kematian, mengubahkan tabiat manusia, mengembalikan peta Allah yang telah hilang kepada jiwa-jiwa.  Orang-orang yang percaya dalam Yesus Kristus akan diubahkan dari pemberontak melawan hukum Allah menjadi hamba-hamba yang menurut dan layak masuk kedalam kerajaanNya.  Mereka dilahirkan kembali, diperbaiki dan disucikan melalui kebenaran.  Kuasa Allah yang tidak diakui oleh orang yang skeptis, dan yang menolak semua bukti-bukti sampai dihadapkan kepada dirinya yang terbatas itu.  Dia bahkan berani mengenyampingkan hukum Allah, dan menggambarkan keterbatasan kuasa Yehowah.  Tetapi Allah telah mengatakan,  “Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan.  Dimanakah orang yang berhikmat?  Dimanakah akhli Taurat?  Dimanakah pembantah dari dunia ini?  Bukanlah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?  Oleh karena dunia dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.  Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan :  untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan.  Tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.”  --  The Youth’s Instructor, 7 Pebruari, 1895.







44
PERSIAPAN  PESAT  UNTUK  PEKERJAAN

Saya telah dibingungkan selama beberapa malam.  Saya merasa terbebani sehingga saya tidak dapat tidur nyenyak.  Ada beberapa hal yang mendesak mendapat perhatian saya yang harus saya hadapkan kepada engkau sekalian. 
Guru-guru kita disekolah-sekolah disanatorium dan diperguruan tinggi di Battle Creek haruslah senantiasa waspada, kalau tidak maka rencana-rencana dan peraturan-peraturan mereka akan mengalami tekanan dan menguras iman para murid yang hatinya telah mendapat kesan mendalam oleh roh kudus.  Mereka telah mendengar suara Yesus mengatakan,  “Anakku, pergilah hari ini bekerja dikebun anggurku.”  Mereka merasakan kebutuhan untuk mempelajari pelajaran-pelajaran yang berguna, agar mereka boleh menyiapkan diri bekerja bagi Tuannya, dan setiap usaha haruslah diadakan untuk menyegerakan  perluasannya;  tetapi masalah pendidikan haruslah tetap berada didalam pandangan.  Penangguhan yang tidak perlu janganlah diajarkan atau diikuti.  Orang-orang yang telah melibatkan diri membantu para murid selama mereka belajar telah mengalami kerugian baik waktu maupun uang yang telah dipergunakan dengan cara yang tidak bijaksana.  Orang-orang ini telah menunjukkan kesungguh-sungguhan dan kemauan mereka untuk membantu;  tetapi mereka dikecewakan melihat jangka waktu yang telah ditetapkan untuk belajar dan kemudian digunakan oleh para murid untuk bekerja, telah diperpanjang, dan tetap saja para murid itu didorong untuk mengambil matapelajaran-matapelajaran yang lain dengan biaya dari mereka.  Tahun-tahun berlalu; dan tetap saja para murid itu didorong untuk melanjutkan pendidikan.  Proses yang berlarut-larut ini, menambah waktu dan menambahkan waktu,  menambah matapelajaran lagi, merupakan salah satu jerat setan untuk menahan orang yang mau bekerja.
Para murid itu sendiri memang tidak memikirkannya sebagai suatu penundaan memasuki pekerjaan, kalau saja mereka tidak mendapat desakan dari para gembala dan para dokter.  Kalau kita memiliki seribu tahun lagi untuk hidup, pengetahuan yang sedemikian dalamnya tidaklah diperlukan,  walaupun mungkin akan memberikan lebih banyak kepantasan kepada kita;  tetapi sekarang waktu hidup kita terbatas.  Telah dikatakan,  “Pada hari ini jikalau engkau mendengar suaraNya, janganlah mengeraskan hatimu.”
Kita bukanlah orang-orang dari kelas yang akan melewatkan jangka waktu kita sebelum kedatangan Yesus yang kedua kali untuk mendapatkan kekuasaan dan kebesaran diri sendiri.  Beberapa orang telah menyisihkan waktu dan pada saat jangka waktu itu lewat, roh kesombongannya tidak dapat menerima penolakan, dan mereka menyisihkan lagi suatu jangka waktu, dan jangka waktu lagi;  tetapi justru banyak kegagalan yang berhasil menjatuhkan mereka sebagai nabi-nabi palsu.  “Kerahasiaan milik Tuhan Allah kita;  tetapi hal-hal yang telah dinyatakan kepada kita adalah milik kita dan anak-anak kita untuk selama-lamanya.”  Dengan tidak mengabaikan fakta adanya nabi-nabi palsu, jangan dilupakan bahwa ada orang-orang yang dapat mengkhotbahkan kebenaran sesuai seperti yang ditunjukkan oleh Alkitab.  Dengan ketulusan yang mendalam, dengan iman yang tekun, didorong oleh Roh kudus, mereka mengaduk pikiran-pikiran dan hati dengan cara menunjukkan yang mereka hidup dizaman yang begitu dekat dengan kedatangan Kristus yang kedua kali,  tetapi hari dan waktu dari kedatanganNya tidak pernah diketahui oleh manusia;  karena  “mengenai hari dan waktu tidak seorangpun mengetahuinya, bahkan seorang malaikat disurgapun tidak, kecuali hanya Bapa saja.”
Tetapi akan ada satu hari yang telah diurapi oleh Allah bagi penutupan dari sejarah dunia ini.  Injil dari kerajaan ini akan diberitakan diseluruh dunia sebagai kesaksian kepada segala bangsa; dan kemudian barulah tiba kesudahannya.  Nubuatan sedang digenapi dengan cepatnya.  Lebih banyak dan lebih banyak yang harus dikatakan mengenai pokok  yang amat sangat penting ini.  Hari itu sudah sangat dekat dimana masa depan setiap jiwa akan dipulihkan untuk selama-lamanya.  Hari Tuhan ini akan dipercepat dengan pesat.  Penjaga-penjaga palsu akan menaikkan teriakan,  “Semuanya baik-baik saja,”;  namun hari Allah sedang mendekat dengan cepatnya.  Langkah-langkah kakinya begitu samar-samar sehingga tidak dapat membangkitkan dunia dari kemalasan yang mirip kematian, kedalam mana ia telah jatuh.  Sementara para penjaga berteriak, Damai dan Aman,”  “kebinasaan yang tiba-tiba mendatangi mereka,”  “dan mereka tidak akan dapat menyelamatkan diri,”  “karena seperti kilat datangnya keatas mereka semua yang mendiami permukaan seluruh bumi.”  Pencinta-pecinta hiburan akan dikalahkan, juga orang-orang berdosa seperti pencuri dimalam hari.  Kalau semua sudah tampak aman, dan manusia beristirahat dengan nyaman, maka kemudian, pencuri yang merangkak-rangkak, dengan diam-diam ditengah malam buta melakukan pencuriannya.  Kalau terlalu berlambatan mencegah kejahatan, maka akan didapati bahwa beberapa pintu dan jendela ternyata tidak terkunci rapat.  “Hendaklah engkau berjaga-jaga :  karena pada jam yang tidak kamu sangka-sangka Anak manusia akan datang.”   Orang-orang sekarang sedang beristirahat dengan nyaman, membayangkan yang mereka sendiri aman berada dibawah tempat terbuka dimana musuh akan dengan mudah memasukinya.  Penderitaan besar akan menimpa kalau hal ini dibiarkan saja.  Fakta-fakta yang rohani haruslah dinyatakan bukan saja dihadapan orang-orang didunia ini, tetapi juga dihadapan gereja-gereja, untuk mengingatkan bahwa hari Tuhan akan datang dengan tiba-tiba dan tidak disangka-sangka.  Peringatan para rasul yang mengerikan ini ditujukan kepada setiap orang.  Janganlah ada seorangpun yang merasa dirinya aman dari bahayanya kejutan.  Janganlah ada seorangpun yang berpikir bahwa  para nabi menakuti-nakuti engkau dengan pernyataan mereka tentang peristiwa-peristiwa yang menunjukkan begitu dekatnya dengan kedatangan Tuhan. 
Uang yang telah dibelanjakan untuk menambah bangunan-bangunan dan memperluas bangunan yang sudah ada di Battle Creek,  lebih baik dipergunakan untuk lebih banyak mendidik orang-orang guna melakukan pekerjaan injil ditempat-tempat dimana belum ada apapun yang dikerjakan disitu.  Allah tidak menyukai kebiasaan yang suka meremehkan barang-barang milikNya. 
Kebiasaan memperlengkapi beberapa orang pada setiap kesempatan untuk menyempurnakan pendidikan dalam berbagai bidang matapelajaran, yang tidak mungkin dapat dipergunakan seluruhnya didalam pekerjaannya, adalah lebih merupakan suatu penyakit daripada keuntungan bagi seseorang yang memiliki begitu banyak hak, lagi pula itu mengenyampingkan orang-orang lain yang berhak mendapat kesempatan yang sama.  Kalau saja persiapan yang begitu lama dapat dikurangi, lebih sedikit menggunakan waktu untuk belajar semata-mata, maka akan ada lebih banyak kesempatan bagi para murid itu untuk menambah imannya didalam Allah.  Dia yang ingin berlama-lama membaktikan tenaga-tenaganya untuk belajar dan belajar saja, akan menjadi rapuh, --  membenamkan diri didalam buku-bukunya dan kehilangan pandangan yang mula-mula untuk mengerjakan penginjilan pada waktu dia memasuki sekolah.  Telah ditunjukkan kepada saya bahwa beberapa orang murid telah kehilangan jiwa kerohaniannya, imannya menjadi lemah, dan mereka tidak lagi secara tetap berhubungan dengan Allah.  Mereka menggunakan hampir seluruh waktunya menekuni buku-bukunya;  mereka tampaknya tidak mengenal banyak orang.   Keuntungan apakah yang akan diperoleh para murid dengan persiapan semacam ini?   Jasa-jasa apakah yang dapat mereka raih dengan mengeluarkan waktu dan uang yang begitu banyak?  Saya mengatakan kepadamu,  itu akan lebih buruk daripada kehilangan semuanya.  Pekerjaan semacam ini harus dikurangi, dan ada lebih banyak iman didalam kekuasaan Allah.  Orang-orang yang suka menuruti hukum Allah harus menyaksikan kepada dunia tentang iman melalui pekerjaan mereka.
Pada waktu para murid datang ke Battle Creek dari tempat-tempat yang jauh dengan biaya yang besar, mengharap untuk mendapatkan pengarahan bagaimana menjadi missionari-missionari yang berhasil, pengharapannya itu janganlah dibenamkan didalam berbagai macam jenis pelajaran.  Perhatikan Musa;  satu beban besar yang dipikul oleh jiwanya adalah kehadiran Allah akan menyertainya agar dia boleh melihat kemuliaanNya.  Namun kalau para murid diberikan lebih banyak pelajaran daripada yang sesungguhnya diperlukan, maka itu dapat diperhitungkan sebagai penyebab dari hilangnya tujuan yang mula-mula pada waktu mereka datang ke Battle Creek.  Sekarang inilah waktunya, yang diperlukan hanyalah pekerjaan yang harus diselesaikan.  Tahun-tahun persiapan yang lama bukanlah keperluan yang positif.  Persiapan bagi para murid telah diatur dengan prinsip yang sama dengan prinsip mempergunakan bangunan.  Bangunan ditambahkan kepada bangunan, semata-mata untuk membuat suasana sedikit lebih nyaman.  Allah sedang memanggil, dan telah memanggil selama bertahun-tahun, untuk membentuk ulang garis-garis bidang ini.  Dia ingin agar disana tidak perlu ada ajaran-ajaran yang tidak diperlukan.  Tuhan tidak berkenan menggunakan begitu banyak waktu dan uang oleh beberapa orang yang datang ke Battle Creek demi mendapatkan persiapan untuk bekerja.  Didalam setiap kasus haruslah ada pertimbangan yang mendalam terhadap penggunaan uang untuk memberikan pendidikan kepada para murid.  Sementara ada uang yang begitu banyak dipergunakan untuk menempuh pendidikan yang melelahkan, masih ada banyak orang yang lainnya lagi yang sedang kehausan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dalam jangka waktu beberapa bulan saja;  satu atau dua tahun itu sudah cukup memadai untuk dipertimbangkan sebagai berkat yang besar.  Kalau semua sarana yang ada dipergunakan oleh beberapa orang selama satu atau dua tahun saja, maka akan banyak orang muda dan gadis-gadis yang dapat memperoleh kesempatan yang sama.
Saya mengharapkan agar pimpinan disekolah Battle Creek dan disanatorium mau memberikan pertimbangan dengan penuh doa, penuh akal budi, dan tanpa membeda-bedakan.  Gantinya mendidik beberapa orang saja dengan berkelebihan, lebih baik memperbanyak jumlah orang yang mau menerima bantuan untuk pendidikan yang lebih sederhana.  Carilah jalan penyelesaian agar sarana-sarana yang hendak engkau gunakan untuk mendidik pekerja-pekerja penginjilan tidak ditujukan bagi satu orang saja, mempermudah dia untuk mendapatkan pendidikan lebih dari yang dibutuhkannya, sementara orang-orang yang lainnya tidak mendapatkan apa-apa.  Berikan kesempatan kepada para murid,  tetapi janganlah merasa itu bebanmu dari tahun ketahun.  Mereka juga mempunyai tugas untuk bekerja diladang-ladang, dan pindahkanlah bantuanmu kepada orang-orang lain yang juga membutuhkan bantuan.

Pekerjaan Kristus tidak dapat diselesaikan dengan cara membuat seseorang dikagumi dengan menggunakan kemampuan-kemampuanNya yang unggul.  Dia muncul dari dalam diri yang Maha Bijaksana, dan mencengangkan dunia dengan pengetahuanNya yang besar dan mulia; namun dia tetap diam dan tidak dapat dihubungi.  Sama sekali bukanlah menjadi misiNya untuk memenuhi orang-orang tersebut dengan talenta-talenta yang luar biasa, tetapi misiNya adalah memperlengkapi mereka dengan kelembutan dan kerendahan hati, agar dia dapat mengajar orang-orang yang bebal didalam jalan keselamatan.  Terlalu beribadah kepada belajar, bahkan kalaupun itu adalah ilmu pengetahuan yang benar, menciptakan selera yang abnormal yang bertambah-tambah terus meminta makanan.  Ini menciptakan keinginan untuk mengejar lebih banyak pengetahuan daripada melakukan pekerjaan Tuhan.  Mengejar pengetahuan demi kepentingan diri sendiri akan membuat pikirannya menjauh dari peribadatan kepada Allah,  dan menghambat jiwa-jiwa untuk menjalani jalan yang menuju kehidupan yang suci dan lebih bahagia.  Tuhan Yesus menanamkan hanya ukuran pengajaran semacam itulah sebagai ukuran yang dapat dipergunakan.  Saudara-saudaraku, jalanmu yang menunjukkan keperluanmu untuk belajar bertahun-tahun, tidaklah menyukakan hati Allah.
Tuhan Yesus mengharuskan manusia untuk memakai talenta-talentanya dan Yesus telah berjanji yang Dia akan memberikan karunia untuk karunia.  Kalau kita membahagikannya kepada orang lain, maka kita akan menerima lebih banyak.  Dan kalau kita kemudian bekerja, pikiran tidak akan terhambat dengan sejumlah masalah-masalah yang tertimbun didalamnya tanpa ada kesempatan untuk membahagikan apa yang sudah diterimanya.  Mental para murid menjadi kacau oleh karena ditimbuni dengan begitu banyak hal yang tidak dapat dia pergunakan.  Terlalu banyak waktu yang terbuang, dan pemanfaatannya terhalang, oleh karena adanya ajaran-ajaran yang sebenarnya tidak dapat dipergunakan oleh Roh Allah.
Mereka-mereka yang datang kesekolah di Battle Creek haruslah didorong dan dipersiapkan dengan segera untuk mengikuti pelajaran-pelajaran seperti pentingnya nilai pengembangan kesehatan tubuh dan aktifitas jiwa yang suci.  Didalam penginjilanNya, Allah berbicara tidak saja demi manfaat pertumbuhan kemampuan mental seseorang, tetapi juga untuk mengajarkan bagaimana kepekaan moral dapat ditingkatkan.  Ini sudah digambarkan dalam kasus Daniel dan ketiga orang Ibrani.  Mereka tetap takut dan kasih akan Allah yang paling utama, dan hasilnya tercatat sebagai berikut :  “Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan kepintaran dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.”
Kristus mengatakan,  “Diberkatilah mereka yang mendengar perkataan Allah dan memeliharanya.”  Hanya roti hidup saja yang dapat memuaskan jiwa-jiwa yang lapar.  Hanya air hidup saja yang dapat menyegarkan rasa haus dari jiwa-jiwa yang haus.  Pikiran dari para murid sering digairahkan oleh keingin-tahuan, tetapi gantinya memenuhi keinginan mereka untuk mengetahui apa yang tidak diperlukan bagi cara kerja mereka yang tepat, dia membuka saluran-saluran baru dalam cara berpikir dari mental mereka.  Dia memberikan mereka pengarahan yang diperlukan untuk memperoleh ke-Ilahi-an yang praktis.
Matapelajaran-matapelajaran yang disodorkan kepada para murid dengan bujukan-bujukan untuk terus dipelajari, itu akan menahan mereka dari tahun-tahun masa kerja, dan tidak setuju dengan kehendak Allah.  Kristus datang untuk mencari dan menyelamatkan orang-orang yang hilang.  Pada waktu Dia mengatakan,  “Ikutlah Aku”, yang Dia maksudkan adalah posisi para guru.  Semua terang dari surga yang Dia bawa kepada manusia haruslah dipergunakan untuk menunjukkan sumur-sumur kebinasaan kedalam mana mereka telah menjerumuskan diri karena dosa-dosa mereka, dan menunjukkan satu-satunya jalan yang dapat dijalani dengan aman, dengan pengharapan untuk mencapai tempat keselamatan.  Berkas-berkas Matahari Kebenaran yang bersinar sedang menyinari jalan ini, dan orang-orang yang mengembara, walaupun dia orang bodoh sekalipun, tidak perlu tersesat.  Mereka yang datang ke Battle Creek janganlah didorong untuk diserap bertahun-tahun untuk belajar.
Tidak bertarak didalam hal belajar adalah sejenis peracunan, dan barangsiapa yang melanggarnya, seperti seorang pemabuk, dia akan menyeleweng dari jalan yang aman, dan terserandung dan jatuh kedalam kegelapan.  Tuhan menghendaki agar setiap murid memikirkan yang matanya harus tetap memandang kemuliaan Allah.  Janganlah mereka melelahkan diri dan menyia-nyiakan kekuatan fisik dan mental dalam usaha mengejar semua pengetahuan dari ilmu-ilmu pengetahuan yang ada;  tetapi setiap orang haruslah mempersiapkan kesegaran dan kekuatan dari seluruh kuasa yang ada padanya untuk melibatkan diri didalam pekerjaan yang telah ditunjuk oleh Tuhan guna menolong jiwa-jiwa menemukan jalan kebenaran.  Semua harus menyiapkan kekuatan dari kehidupannya, tenaga jiwa dan ambisinya, dan siap untuk meninggalkan pelajaran-pelajaran disekolah, dan lebih banyak mengambil pelajaran-pelajaran yang lebih praktis dalam lingkungan kegiatan, dimana para malaikat dapat bekerjasama dengannya.  Makhluk-makhluk surga akan bekerja melalui para pekerja didunia.  Perintah surga harus  dilaksanakan,  dikerjakan,  --  lakukan sesuatu yang dapat memantulkan kemuliaan kepada Allah engan menjadi orang yang berguna terhadap orang-orang yang sudah hampir binasa.
Ada bahaya yang para murid disekolah-sekolah akan gagal mempelajari semua pelajaran yang penting yang diharuskan oleh Allah untuk dipelajari.  Pelajaran ini dianjurkan kepada kita didalam tulisan sebagai berikut :  “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah kepadaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.  Sebab kuk yang kupasang itu enak dan bebanKupun ringan.”  Beberapa orang tidak saja gagal belajar memikul kuk Yesus yang lembut dan rendah hati, tetapi juga tidak sanggup berdiri melawan pencobaan-pencobaan yang mengelilingi mereka.  Orang-orang muda yang tidak berpengalaman yang telah melakukan perjalanan dari jarak yang jauh untuk meraih manfaatnya pendidikan disekolah kita, telah kehilangan pegangan mereka kepada Yesus.  Hal-hal semacam ini tidaklah seharusnya demikian.
Tuhan tidak memilih atau menerima para pekerja sesuai dengan banyaknya keuntungan-keuntungan yang telah mereka nikmati, atau sesuai dengan pendidikan unggul yang telah mereka terima.  Nilai dari seorang pekerja diperhitungkan sesuai dengan kesanggupan hatinya untuk mengenal dan mengerti Allah.  “Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.  Apa yang telah engkau dengar dari padaku didepan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.  Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.”  Kebaikan yang terbesar yang mungkin dapat dicapai adalah melalui pengetahuan akan Allah.  “Inilah kehidupan kekal, ialah agar kamu mengenal Dia satu-satunya Allah yang benar dan Yesus Kristus, yang telah Engkau kirimkan.”
Pengetahuan ini adalah rahasia yang dari dalamnya mengalir semua kekuatan.  Adalah melalui latihan iman maka kita akan disanggupkan untuk menerima dan melakukan perkataan Allah.  Tidak ada maaf yang diterima, tidak ada permohonan pembenaran yang akan diterima atas kegagalan mengetahui dan mengerti kehendak Tuhan.  Tuhan akan menerangi hati orang yang setia kepadaNya.  Dia dapat membaca pikiran dan keinginan hati.  Tidak ada gunanya memohon kalau saja begini dan begitu,  kita telah melakukan ini dan itu.  Tidak ada kata kalau bagi permintaan Allah;  perkataanNya adalah ya dan amin.  Tidak ada pertanyaan didalam hati yang memiliki iman terhadap kekuasaan Allah memenuhi janji-janjiNya.  Iman yang murni bekerja melalui kasih, dan menyucikan jiwa.
Kepada seorang bapa yang merasa tertekan, mencari kasih yang lembut dan pengasihan dari Allah, haruslah dilatih sehubungan dengan putranya yang mendukakan hati, Yesus berkata :  “Kalau engkau percaya, segala sesuatu mungkin bagi orang yang percaya.”  Segala sesuatu mungkin bagi Allah, dan melalui iman kita boleh berpegang pada kuasanya.  Tetapi iman bukanlah penglihatan;  iman adalah perasaan; iman itu tidaklah nyata.  “Iman adalah mengharapkan sesuatu, hasil dari sesuatu yang tidak tampak.”  Bergantung pada iman adalah mengenyampingkan perasaan dan keinginan-keinginan diri sendiri, berjalan dengan kerendahan hati bersama Allah, untuk menuntut janji-janjiNya, dan memintanya disetiap kejadian, dengan percaya yang Allah akan bekerja mengerjakan rencanaNya dan tujuanNya didalam hati dan kehidupanmu melalui penyucian tabiatmu;  bergantung sepenuhnya, percaya dengan mutlak, kepada kesetiaan Allah saja.  Kalau ini diikuti, orang lain akan dapat melihat buah-buah khusus dari Roh yang dinyatakan didalam kehidupan dan tabiatnya.
Pendidikan yang diterima oleh Musa sebagai cucu raja, adalah pendidikan yang menyeluruh.  Tidak ada yang dilalaikan, yang diperhitungkan untuk menjadikan dia seorang yang penih hikmat.  Pendidikan ini merupakan penolong baginya disetiap posisi kehormatan;  tetapi bagian yang paling penting yang paling sesuai bagi pekerjaan dalam kehidupannya adalah pendidikan yang diterimanya sementara dia bekerja sebagai seorang gembala.  Sementara dia menuntun kawanan dombanya melalui hutan-hutan dipegunungan dan kepadang rumput yang hijau dilembah-lembah, maka Allah dari alam akan mengajari dia mengenai hikmat yang paling tinggi dan paling agung.  Disekolah alam dengan Kristus sendiri sebagai gurunya, dia merenungkan dan mempelajari pelajaran-pelajaran tentang kesederhanaan, kerendahan hati, iman dan kepercayaan, dan cara hidup yang sederhana, dan semuanya itu akan mengikat jiwanya lebih dekat kepada Allah.  Ditengah kecemasannya diantara pegunungan dia menyadari bahwa segala sesuatu yang dipelajarinya diistana raja tidak dapat membuat dia menjadi bagian dari pekerjaan Allah,  --  sederhana, iman yang tidak goyah, dan kepercayaan yang teguh didalam Tuhan.
Musa mengira yang pendidikannya mendapatkan hikmat dari Mesir telah cukup sempurna menyanggupkan dia untuk memimpin Israel keluar dari perhambaan.  Bukankah dia telah mempelajari semua hal yang sehubungan dengan ketentaraan secara umumnya?  Bukankah dia telah mengecap kesempatan untuk bersekolah disekolah yang paling baik dinegeri itu?  --  Ya;  dia merasa yang dia sanggup menyelamatkan mereka.  Mula pertama dia melakukan pekerjaannya dengan berusaha memenangkan simpati dari bangsanya sendiri dengan cara menelanjangi kesalahan-kesalahan mereka.  Dia membunuh seorang Mesir yang hendak melawan salah satu dari saudaranya.  Dalam hal ini dia menunjukkan roh didalam dirinya sendiri sebagai pembunuh sejak lahir, dan membuktikan diri sendiri tidak cocok menjadi wakil Allah yang berpengasihan, kasih dan penuh kelembutan.  Dia telah membuat kekeliruan yang besar pada usahanya yang pertama.  Seperti banyak orang lain, dia kemudian dengan tiba-tiba kehilangan kepercayaan terhadap Allah, dan membalikkan punggungnya sewaktu diminta untuk melakukan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya;  dia lari dari kemarahan raja Firaun.  Dia mengambil kesimpulan bahwa oleh karena kesalahannya, dosanya yang besar membunuh seorang Mesir yang kejam, Allah tidak akan mengijinkan dia untuk mengambil bagian dalam pekerjaan penyelamatan umatNya dari perhambaan yang kejam.  Tetapi Tuhan sengaja membiarkan peristiwa-peristiwa itu terjadi agar Dia dapat mengajarnya dengan kelembutan, kebaikan, panjang sabar, yang diperlukan untuk dimiliki oleh setiap pekerja  bagi Tuhan;  karena tabiat dan perilaku semacam inilah yang dapat membawa keberhasilan para pekerja didalam penginjilan.
Satu pengetahuan mengenai ciri tabiat Kristus Yesus tidak dapat diperoleh melalui pendidikan yang paling tinggi sekalipun disekolah-sekolah ilmu pengetahuan.  Hikmat kebijkasanaan ini hanya dapat dipelajari dari Guru besar itu sendiri.  Pelajaran-pelajaran tentang kelembutan seperti Kristus, kerendahan hati, penghormatan untuk hal-hal yang suci, tidak diajarkan dimanapun juga secara efektif kecuali disekolah Kristus.  Musa telah diajar untuk menerima sanjungan dan pujian karena kemampuan-kemampuannya yang luar biasa;  tetapi sekarang dia diharuskan mempelajari pelajaran yang berbeda.  Sebagai gembala domba, Musa diajar untuk memelihara yang dirundung malang, melayani yang sakit, berusaha dengan sabar untuk mencari yang hilang, panjang sabar terhadap yang tidak menuruti peraturan, memenuhi domba-domba muda dengan kasih sayang dab juga memenuhi kebutuhan orang-orang yang tua dan lemah.  Sementara tingkatan dari tabiatnya terus berkembang, dia ditarik semakin dekat dengan Pimpinan Gembala.  Dia jadi menyatu, membaur didalam Yang Suci dari Israel.  Dia mempercayai Allah yang Maha Besar.  Dia mempertahankan kesatuan dengan Bapa melalui doa-doa dari kerendahan hatinya.  Dia melihat kepada yang Maha Tinggi untuk mendapatkan pendidikan mengenai hal-hal yang rohani, dan untuk pengetahuan mengenai tugasnya sebagai gembala yang setia.  Kehidupannya menjadi begitu erat terjalin dengan surga sehingga Allah dapat berbicara kepadanya muka dengan muka.
Dengan persiapan ini, dia siap untuk menerima panggilan Allah guna mengganti tongkat gembalanya dengan tongkat kekuasaan;  siap untuk meninggalkan kawanan domba dan mengambil tanggung-jawab kepemimpinan atas lebih dari sejuta orang yang masih menyembah berhala dan suka memberontak.   Namun dia akan bergantung kepada seorang Pemimpin yang tidak tampak.  Walaupun tongkat itu hanyalah sebuah alat didalam tangannya, demikianlah dia mau menjadi alat untuk bekerja didalam tangan Yesus Kristus.  Musa telah dipilih untuk menjadi gembala bagi bangsanya sendiri, dan itu adalah melalui imannya yang teguh dan menggantungkan kepercayaan dalam Tuhan sehingga banyak berkat-berkat dapat diterima oleh anak-anak Israel.  Tuhan Yesus berusaha untuk mendapatkan kerjasama dari orang-orang yang mau menjadi saluran-saluran terbuka melalui mana mengalir kekayaan-kekayaan surga yang akan dicurahkan keatas umat yang dikasihiNya.  Dia bekerja melalui manusia untuk mengangkat dan menyelamatkan umat-umat pilihanNya.
Musa telah dipanggil untuk bekerja sebagai pendamping Tuhan, dan itu adalah karena kesederhanaan tabiatnya yang digabungkan dengan pendidikan praktis yang diperolehnya, sehingga menjadikan dia seseorang yang dapat diteladani.  Didalam kemuliaan manusia yang paling tinggi Tuhan mengijinkan Musa untuk menyatakan sia-sianya hikmat manusia, menyatakan kelemahan manusia, agar dia boleh dituntun untuk mengerti ketidak-berdayaannya dan ketidak-sanggupannya sendiri tanpa diangkat oleh Tuhan Yesus.
Ketergesa-gesaan Musa membunuh orang Mesir itu adalah dorongan dari roh kesombongan.  Iman akan bergerak dari kekuatan dan kebijaksanaan Allah, dan bukan dari jalan manusia.  Dengan iman yang sederhana Musa akan dapat melalui kesulitan-kesulitan dan mengalahkan kekerasan yang tampaknya tidak terhitung lagi.  Kalau mereka bergantung kepadaNya dan bukan kepada kekuatan sendiri, maka Jenderal besar itu akan menunjukkan kesetiaanNya kepada bangsa Israel.  Dia menyelamatkan mereka dari banyak macam kesulitan yang tidak mungkin mereka sendiri menyelamatkan diri dari dalamnya.  Allah sanggup menyatakan kuasaNya yang besar melalui Musa karena imannya yang teguh didalam kuasa dan didalam kasih sang Penyelamat yang mulia.  Adalah karena iman yang tulus inilah yang membuat Musa sebagaimana adanya.  Sesuai dengan semua yang Allah perintahkan, begitulah yang diperbuatnya.  Seluruh pelajaran dari manusia yang berhikmat tidak dapat membuat dia menjadi saluran melalui mana Tuhan dapat bekerja, namun bagaimanapun juga, sampai dia kehilangan percaya dirinya dan menyadari ketidak-berdayaannya, kemudian meletakkan kepercayaannya kepada Allah; sampai dia mau menuruti perintah Allah walaupun tampaknya dalam pikiran manusia itu pantas atau tidak.
Orang-orang yang menolak maju karena mereka tidak melihat setiap langkah mereka ditandai dihadapan mereka, tidak akan dapat menyelesaikan tugas;  tetapi setiap orang yang menunjukkan iman dan kepercayaannya didalam Allah, dengan kemauan sendiri menyerahkan dirinya sendiri kepada Dia, memikul disiplin mulia yang diajarkan kepadanya, akan menjadi pekerja-pekerja yang berhasil bagi Tuannya dikebun anggur.  Didalam usaha mereka meningkatkan kualitas diri mereka sendiri dengan menjadi penolong-penolong Allah, orang seringkali menempatkan diri mereka sendiri pada posisi yang sedemikian rupa sehingga mereka dapat meluputkan diri dari pembentukan dan penuntunan yang Tuhan ingin berikan kepada mereka.  Jadi mereka tidak didapati rela memikul beban yang agung seperti Musa.  Dengan merendahkan diri dibawah disiplin Allah, Musa dapat menjadi saluran yang suci melalui mana Tuhan dapat bekerja.  Dia tidak ragu-ragu untuk mengubah jalannya sendiri dengan jalan Tuhan, walaupun itu mungkin menuntunnya kepada jalan yang aneh, jalan-jalan yang belum pernah dicoba sebelumnya.  Dia tidak membiarkan dirinya sendiri untuk mempergunakan pendidikannya dengan menunjuk perintah-perintah Allah yang tidak masuk akal dan ketidak-mungkinannya untuk menuruti peraturan-peraturan itu.  Tidak;  dia hanya menempatkan kesanggupan-kesanggupannya pada tingkat yang paling rendah, demi mencapai penyelesaian pekerjaan besar dengan berhasil seperti yang Tuhan sudah tugaskan kepadanya.  Pada waktu dia memulaikan jabatannya untuk menyelamatkan umat Allah dari perhambaan, bagi semua manusia, tugas itu adalah tugas yang tidak berpengharapan sama sekali; tetapi dia bergantung kepadaNya yang memungkinkan segala sesuatu.   Banyak orang pada zaman kita sekarang mendapat kesempatan-kesempatan yang lebih baik, menikmati hak-hak yang lebih baik untuk mendapatkan pengetahuan dari Allah daripada yang diperoleh Musa;  tetapi iman orang-orang zaman ini telah mempermalukan ketidak-percayaan mereka sendiri.  Dengan perintah Allah, Musa maju, walaupun tidak ada rambu-rambu apapun didepannya untuk melangkahkan kaki.  Lebih dari sejuta umat manusia bergantung kepadanya, tetapi dia tetap menuntun mereka maju, selangkah demi selangkah, dari hari kehari.  Allah mengijinkan perjalanan yang terpencil ini melewati hutan-hutan agar dengan demikian mereka boleh mendapatkan pengalaman bagaimana menahan kesukaran-kesukaran, dan dengan demikian apabila nantinya mereka berada didalam kesulitan besar, mereka boleh mengetahui bahwa disana ada kelegaan dan penyelamatan hanya didalam Allah saja, dan kemudian mereka boleh belajar untuk mengenal dan mempercayai Allah, dan melayani Dia dengan iman yang hidup.  Itu bukanlah pelajaran-pelajaran yang didapatkan dari sekolah-sekolah di Mesir yang memungkinkan Musa menang atas musuh-musuhnya, tetapi iman yang selalu dipersatukan, iman yang tidak ingkar, iman yang tidak akan gagal dibawah keadaan yang paling berbahaya sekalipun.
Kalau Allah memerintahkan Musa untuk melakukan sesuatu, dia melakukannya tanpa berhenti untuk memikirkan apa akibat-akibat yang mungkin terjadi.  Dia mempercayai Allah dengan hikmatNya untuk mengetahui apa yang Dia maksudkan, dan mempunyai tujuan yang pasti sesuai dengan apa yang Dia katakan;  oleh karena itu Musa bertindak seperti melihat yang tidak dapat dilihatnya.  Allah tidak mencari manusia dengan pendidikan sempurna.  PekerjaanNya tidak dapat menunggu, sementara hamba-hambaNya harus pergi mempersiapkan diri seperti yang direncanakan oleh sekolah-sekolah kita untuk menempuh pendidikan ;  tetapi Tuhan menginginkan orang yang menghargai hak-hak dan kesempatan-kesempatan untuk menjadi pekerja-pekerja diladang Tuhan, --  manusia yang mau menghormati Dia dengan cara menunjukkan penurutan tanpa syarat terhadap permintaanNya tanpa harus memperhitungkan teori-teori yang mula-mula.   Tidak ada pemakaian yang terbatas bagi orang-orang yang mengenyampingkan dirinya sendiri, meluangkan hatinya untuk dipenuhi dengan Roh Kudus, dan menghidupkan kehidupan yang suci secara menyeluruh bagi pelayanan kepada Allah,  memikul disiplin yang diperlukan seperti yang dimaksud oleh Tuhan tanpa mengeluh atau menjadi takut.  Kalau mereka tidak mau takut karena teguran Allah, dan mereka menjadi setengah hati dan keras kepala, maka Allah akan mengajar baik orang muda maupun tua, setiap jam, setiap hari.  Dia rindu menunjukkan keselamatan kepada anak-anakNya;  dan kalau umat pilihanNya mau memindahkan halangan-halangan, Dia akan mencurahkan air keselamatan dengan aliran yang berlimpah-limpah melalui saluran-saluran kemanusiaan.
Banyak orang yang berusaha untuk bekerja dalam pekerjaan yang mulia ini dengan lebih effisien dengan cara menyempurnakan pendidikan mereka disekolah-sekolah manusia, akan mendapati bahwa mereka telah gagal mempelajari pelajaran-pelajaran yang lebih penting yang akan diajarkan oleh Tuhan kepada mereka.  Dengan melalaikan penyerahan diri mereka kepada tugas-tugas dari Roh Suci, dengan hidup tanpa penurutan kepada kehendak-kehendak Allah,  effisiensi kerohanian mereka menjadi lemah;  mereka kehilangan kemampuan yang harus mereka pergunakan untuk menyukseskan pekerjaan bagi Tuhan.  Dengan meloloskan diri dari sekolah-sekolah Kristus, mereka telah melupakan bunyi suara sang Guru, dan Dia tidak dapat memberikan pengarahan kepada mereka.  Orang boleh meraih semua pengetahuan yang mungkin dapat diraih yang diajarkan oleh guru-guru manusia;  tetapi masih ada hikmat yang lebih besar yang dituntut Allah dari mereka.  Seperti Musa, mereka harus belajar tentang kelembutan, kerendahan diri dalam hatinya, dan tidak mempercayai diri sendiri.  Penebus kita itu sendiri yang akan menguji kemanusiaan, memberitahu bahwa tanpa mengenal diri sendiri, Dia tidak dapat melakukan apapun juga.  Kita juga harus belajar bahwa tidak ada kekuatan didalam diri manusia itu sendiri.  Manusia akan menjadi effisien hanya dengan menjadi bagian dari kemuliaan.
Sejak awal mula membuka sebuah buku, sicalon murid itu haruslah mengenali yang Allah sendirilah yang menanamkan kebijaksanaan yang sesungguhnya.  Dia harus mencari nasehatNya pada setiap langkah disepanjang jalan.  Tidak ada pengaturan yang dapat dibuat tanpa Allah campur tangan didalamnya, tidak ada persatuan yang dapat dibentuk bila Dia tidak menyetujuinya.  Pengarang dari Hikmat itu haruslah dikenal sebagai Penuntun dari awal hingga akhir.  Dalam cara inilah pengetahuan yang didapat dari buku-buku akan diikat oleh iman yang hidup dalam Allah yang tidak terbatas.  Para murid tidak seharusnya diperkenankan memakai waktunya terlalu lama, tetapi harus dituntun dalam hal ini oleh Roh Allah.
Serangkaian pelajaran di Ann Arbor boleh saja dianggap penting oleh beberapa orang;  tetapi pengaruh kejahatan ada disana siap menerkam pikiran-pikiran, agar dengan demikian semakin jauh mereka belajar akan semakin berkuranglah mereka berusaha mencari pengetahuan dari kehendak dan jalan Allah.  Tidak seorangpun yang diperkenankan mengejar pelajaran yang memungkinkan melemahnya iman mereka didalam kebenaran dan didalam kuasa Tuhan, atau mengurangi rasa hormat mereka terhadap kesucian hidup.  Saya harus memperingatkan para murid agar jangan maju selangkahpun juga didalam garis-garis ini, -- bahkan terhadap anjuran para guru mereka ataupun terhadap orang-orang yang memiliki jabatan, --  kecuali mereka telah terlebih dahulu mencari Allah secara pribadi, dengan segenap hati mereka yang terbuka bagi pengaruh Roh Kudus dan meraih nasehatNya  dengan belajar untuk merenungkannya.  Biarlah setiap keinginan yang mementingkan diri untuk meningkatkan diri sendiri dikesampingkan;  perhatikan setiap anjuran dari manusia, bagi Allah, percaya didalam tuntunan Roh Kudus, setiap ambisi yang tidak suci haruslah dihapuskan, kalau tidak Tuhan akan mengatakan :  “Aku sendiri melihat orang bodoh berakar, tetapi serta merta kukutuki tempat kediamannya.”   Setiap orang haruslah bergerak agar dia dapat mengatakan :  “Ya Tuhan, Engkau mengenal aku, Engkau melihat aku, dan Engkau menguji bagaimana hatiku terhadap Engkau.”  “Engkau Allah melihat aku.”  Tuhan menimbang setiap maksud hati.  Dia  mengenali pikiran-pikiran dan maksud-maksud dan tujuan-tujuan dari hati.  Tanpa Allah kita tidak berpengharapan;  oleh karenanya marilah kita menambatkan iman kita kepadaNya.  “Engkau adalah harapanku, O Tuhan Allah : Engkau adalah kepercayaanku sejak aku muda.”
Setiap kapal yang sedang berlajar dilauran kehidupan membutuhkan seorang Kapten diatas kapalnya;  tetapi pada waktu gelombang menerjang, pada waktu samudra mengancam, banyak orang yang mengandalkan sang Kapten, dan berseru-seru kepada tangan seorang manusia yang terbatas, atau mencoba untuk mengendalikannya sendiri.  Kemudian kerusakan dan kehancuran terjadi, dan sang kapten dituntut karena telah membawa mereka keair yang sebegitu membahayakan.  Janganlah menyerahkan dirimu kedalam penjagaan manusia, tetapi katakanlah,  “Tuhanlah penolongku”;  aku akan mencari casehatNya;  aku akan menjadi pelaku dari kehendakNya.  Semua hak-hak yang mungkin menjadi bagianmu tidak akan dapat menjadi berkat bagimu, juga pendidikan dari kelas-kelas yang lebih tinggi tidak dapat menyanggupkanmu menjadi saluran terang, kecuali engkau mempunyai kerjasama dengan Roh yang mulia itu.  Adalah tidak mungkin bagi kita untuk menerima kwalifikasi dari manusia tanpa adanya penerangan dari yang Mulia, seperti para dewa Mesir yang menyelamatkan barang siapa yang percaya kepadanya.  Para murid tidaklah seharusnya menganggap bahwa setiap anjuran bagi mereka untuk memperpanjang pelajaran-pelajaran mereka adalah sesuai dengan rencana Allah.  Biarlah setiap anjuran semacam ini dibawakan kepada Tuhan didalam doa, dan carilah tuntunanNya dengan sungguh-sungguh,  --  tidak hanya satu kali, tapi berulang-ulang.  Memohonlah kepadaNya sampai engkau merasa yakin apakah anjuran itu datangnya dari Allah ataukah dari manusia.  Jangan percayakan dirimu sendiri kepada manusia.  Bertindaklah dibawa tuntunan yang agung.   
Engkau telah dipilih oleh Kristus.  Engkau telah ditebus oleh darah yang mahal dari Anak Domba.  Mohonlah kepada Allah untuk kekuatan dari darah itu.  Katakan kepadaNya : “Aku adalah milikmu oleh penciptaan; Aku milikmu melalui penebusan.  Aku menghargai kekuasaan manusia dan nasehat saudara-saudara;  tetapi aku tidak dapat sepenuhnya bergantung kepada semua ini.  Aku mau agar Engkau, oh Tuhan, mengajar aku.  Aku telah mengadakan perjanjian dengan Engkau untuk mengangkat ukuran tabiat yang agung, dan menjadikan Engkau penasehatku dan penuntunku, --  bagian dari seluruh rancangan hidupku; oleh sebab itu ajarlah aku.    --  Biarlah kemuliaan Tuhan menjadi pertimbanganmu yang pertama.  Jauhkan setiap keinginan untuk keduniawian, setiap ambisi untuk mengejar tempat yang utama.  Usahakan hati menjadi murni dan suci,  agar engkau boleh membawa  prinsip-prinsip penginjilan yang benar.  Biarlah setiap tindakan hidupmu disucikan dengan cara melakukan kehendak Allah, sehingga pengaruhmu tidak akan menuntun orang lain kejalan yang terlarang.  Bila Allah adalah pemimpin, maka kebenaranNya akan berada dihadapanmu, dan kemuliaan Tuhan selalu menjadi upahmu.
Tuhan mengatakan ,  “Berjaga-jaga dan berdoalah kamu, agar engkau tidak masuk kedalam pencobaan.”  Nasehat dari saudara-saudaramu boleh menyebabkanmu beralih dari jalan yang telah ditunjukkan Tuhan bagimu untuk dijalani;  karena pikiran-pikiran manusia tidaklah selalu berada dibawah kendali Roh Kudus.  “Berjaga-jaga” agar jangan pelajaran-pelajaranmu  bertambah-tambah dan menarik minatmu sehingga pikiranmu menjadi lelah, dan keinginanmu terhadap ke-Ilahi-an terhempas keluar dari jiwamu.  Begitu banyaknya murid, yang motivasi dan tujuannya mula-mula menyebabkan mereka memasuki sekolah, telah berangsur-angsur hilang dari pandangan dan ambisi yang tidak suci untuk meraih pendidikan dikelas yang lebih tinggi telah menuntun mereka untuk mengorbankan kebenaran.  Minat mereka yang kuat untuk memperoleh tempat yang tinggi diantara manusia telah menyebabkan mereka meninggalkan kehendak Bapa disurga diluar perhitungan; tetapi pengetahuan yang benar akan menuntun orang menuju kesucian hidup melalui penyucian kebenaran.
Seringkali, sementara pelajaran-pelajaran bertambah-tambah, kebijaksanaan dari atas telah ditempatkan ditempat yang kedua, dan seorang murid yang menjadi semakin maju, akan semakin berkuranglah kepercayaan dirinya didalam Allah;  dia menganggap bahwa  banyak belajar adalah inti yang paling sukses dalam kehidupan;  tetapi kalau semua orang mau memberikan pertimbangan kepada ucapan Kristus, mereka akan membuat rencana yang berlainan :  “Tanpa Aku engkau tidak dapat melakukan apapun juga.”  Tanpa prinsip-prinsip vital dari agama yang benar, tanpa pengetahuan bagaimana melayani dan memuliakan sang Penebus, pendidikan lebih merugikan daripada menguntungkan.  Kalau pendidikan dalam garis-garis kemanusiaan didorong sampai kearah itu, sehingga kasih Allah berkurang didalam hati, sehingga doa-doa dilalaikan, dan sehingga gagal mendapatkan tanda-tanda kerohanian, maka segalanya itu kebinasaan semata-mata.  Adalah jauh lebih baik berhenti berusaha meraih pendidikan, dan menyembuhkan jiwamu dari keadaan yang merana, kemudian dapatkanlah pendidikan-pendidikan yang paling baik dan keuntungan-keuntungan yang kekal.  Ada banyak orang yang menjejalkan terlalu banyak macam pelajaran didalam suatu waktu yang terbatas.  Mereka terlalu banyak mempekerjakan kekuatan mental; dan sebagai hasilnya mereka melihat banyak hal dalam terang yang terputar balik.  Mereka tidak puas mengikuti pelajaran-pelajaran yang telah lebih dahulu tertulis, dan merasakan ketidak-adilan bila, dalam ambisi mereka yang mementingkan diri, mereka tidak diperkenankan mengambil semua pelajaran-pelajaran yang ingin mereka pelajari.  Pikiran mereka jadi tidak seimbang.  Mereka tidak dapat mempertimbangkan fakta yang mereka akan dapat meraih kwalifikasi yang lebih baik bagi pekerjaan Tuhan kalau mereka mau mengejar pelajaran yang tidak akan merusakkan fisik, mental dan kekuatan-kekuatan moral;  karena berlebihan membebani pikiran akan membawa dampak kelumpuhan kepada kekuatan-kekuatan tubuh mereka sepanjang hidup, dan tentu saja tidak akan dapat dilayakkan untuk dipekerjakan dimasa depan.
Saya tidak akan memberikan nasehat untuk melarang pendidikan yang telah ditetapkan oleh Allah tanpa batas.  Pendidikan kita tidak berakhir pada keuntungan-keuntungan yang dapat diberikan oleh dunia ini.  Melalui sepanjang zaman umat pilihan Allah akan menjadi murid-murid.  Tetapi saya memberikan nasehat untuk melarang mengikuti metode-metode pendidikan yang merusakkan jiwa dan mengalahkan tujuan utama, untuk hal mana, sudah banyak waktu dan uang yang dibelanjakan.  Pendidikan adalah pekerjaan kehidupan yang besar;  tetapi untuk meraih pendidikan yang benar, perlu sekali memiliki kebijaksanaan yang datangnya dari Tuhan saja. Tuhan Allah haruslah nyata didalam setiap tingkatan pendidikan;  tetapi mempergunakan waktu bertahun-tahun untuk mempelajari satu bidang pengetahuan dari buku, adalah salah.  Sesudah jangka waktu yang telah ditentukan untuk belajar, janganlah seorangpun menasehati murid itu untuk mempelajari matapelajaran yang lain, tetapi, lebih baik, nasehatkan mereka untuk bekerja terlebih dahulu untuk bekerja sesuai dengan apa yang sudah dipelajarinya.  Hendaknya mereka dinasehati untuk mempraktekkan teori-teori yang telah mereka peroleh.  Daniel mendapatkan pelajaran ini di Babilon.  Dia mempraktekkan apa yang telah dipelajarinya dari para guru.  Hendaknya para murid berusaha mencari pengarahan dari surga lebih banyak daripada yang telah mereka lakukan disini, dan janganlah mereka bertindak, walaupun itu dinasehatkan oleh para guru mereka, kecuali mereka telah mencari kebijaksanaan dari Allah dengan kerendahan hati, dan telah menerima tuntunan dan nasehat.
Para murid diberikan hak untuk kesekolah dengan jangka waktu yang tertentu guna mendapatkan pengetahuan yang ilmiah;  tetapi untuk melakukan hal ini mereka harus mempertimbangkan kemampuan fisiknya, dan meraih pendidikannya dengan jalan yang tidak merusakkan kaabah tubuh.  Hendaknya dia yakin untuk tidak melakukan pelanggaran dalam praktek-praktek dosa, jangan membebani diri sendiri dengan terlalu banyak belajar, tidak terlalu membenamkan diri dalam pelajaran sehingga kebenaran akan tercabut, pengetahuan akan Allah disingkirkan dari jiwa oleh karena maksud-maksud hati manusia.  Hendaknya setiap waktu yang dipergunakan untuk belajar dijadikan suatu waktu dimana jiwa dapat menyadari tanggung-jawab yang telah ditugaskan oleh Allah.  Maka kemudian tidak perlu lagi mengajar mereka untuk menjadi benar dan adil, dan mempersiapkan jiwa mereka untuk bertekun.  Mereka sudah akan menghirup udara surga, dan setiap transaksi akan diilhami oleh Roh kudus, dan keadilan dan kebenaran akan dapat dinyatakan.
Tetapi jikalau tubuh diabaikan, jikalau jam-jam istirahat digunakan juga untuk belajar, jikalau pikiran terlalu dibebani, jikalau kekuatan tubuh dibiarkan tidak dilatih dan menjadi lemah, maka kemudian mesin-mesin manusia itu akan terhambat, dan hal-hal yang berguna untuk kesejahteraan dimasa depan dan kedamaian kekal juga akan terabaikan.  Pengetahuan dari buku-buku dijadikan sebagai yang paling penting dan Allah tidak dihormati lagi.  Para murid itu lupa akan ucapan-ucapan yang diilhami, dan tidak lagi mengikuti apa yang Dia katakan :  “Karena itu saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, yang berkenan kepada Allah : itu adalah ibadahmu yang sejati.  Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah : apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”  Pikiran-pikiran dari banyak orang perlu diperbaiki, diubahkan, dan dibentuk sesuai dengan rencana Allah.  Banyak orang yang sedang merusakkan diri sendiri secara fisik, mental, dan moral, oleh karena terlalu membenamkan diri untuk belajar.  Mereka sedang merampok waktu dan kekekalan dari diri mereka sendiri dan melalui kebiasaan-kebiasaan tidak melakukan pertarakan dalam usaha untuk mengejar pendidikan.  Mereka akan kehilangan minat dan keinginan untuk belajar disekolah Kristus, yaitu pelajaran tentang kelembutan dan kerendahan hati.  Setiap waktu yang berlalu dipenuhi dengan hasil-hasil yang abadi.  Ketulusan pasti akan menjadi hasil dari mengikuti jalan kebenaran.
Apakah perlu, dalam hal menyelesaikan masalah pendidikan ini, seseorang harus mengaku telah melakukan perampokan terhadap Allah dan menolak memberikan pelayanan dengan menggunakan kekuatan-kekuatan roh, jiwa dan tubuh?   Allah memanggil engkau untuk menjadi pelaku-pelaku firmanNya, agar engkau dapat dididik secara menyeluruh dalam prinsip-prinsip yang melayakkan engkau untuk kerajaan surga.  Tidak ada metode pendidikan yang patut diikuti, yang menyebabkan firman Allah terdorong keluar.  Hendaknya firman Allah dijadikan sebagai seseorang dimana engkau dapat meminta nasehat.  Tujuan dari pendidikan haruslah ditentukan dalam terang agar engkau boleh menanamkan terang itu dengan membiarkannya bersinar kepada orang lain dalam pekerjaan yang baik.  Pendidikan yang paling tinggi adalah pengetahuan akan Allah.  “Beginilah firman Tuhan :  Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,  tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut :  bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah Tuhan yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran dibumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman Tuhan.”  Bacalah fasal pertama dan kedua dari buku 1 Korintus dengan minat yang dalam, dan berdoalah agar Allah memberikan kepadamu pengertian agar engkau dapat memakluminya dan menjalankan kebenaran-kebenaran yang telah dinyatakan.  “Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil : menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.  Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,  supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri dihadapan Allah.  Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita.  Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.  Karena itu seperti ada tertulis : “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah didalam Tuhan.”   “Tuhan tinggi luhur, sebab Ia tinggal ditempat tinggi;  Ia membuat Sion penuh keadilan dan kebenaran.  Masa keamanan akan tiba bagimu;  kekayaan yang menyelamatkan ialah hikmat dan pengetahuan; takut akan Tuhan, itulah harta benda Sion.”
Waktunya singkat, dan hanya ada sedikit saja pekerja-pekerja yang bekerja diladang anggur Tuhan.  Beberapa pekerja telah dikirim keluar dari tempat ini untuk menempuh pendidikan di Battle Creek, agar supaya mereka dapat menjadi pekerja-pekerja bersama dengan Allah.  Diharapkan agar Roh Kudus mau bekerja dengan mereka bagi keselamatan orang-orang yang berada didalam bayangan kematian.  Para pelajar ini telah mendapat tunjangan oleh karena ada pengorbanan dari beberapa orang, yang, dengan sepengetahuan saya,  telah menyimpan uang demi membayar uang sekolah dan membiayai pengeluaran-pengeluaran yang lain.  Dunia ini harus diingatkan;  sebelum engkau berpikir mengenai perlunya menggunakan waktu dan uang didalam mengadakan persiapan bagi pekerjaan itu agar para pelajar ini boleh dipanggil untuk melakukannya.  Allah yang sama masih tetap hidup sampai kepada hari ini sehingga nabi Yesaya melihat didalam khayalnya, dan dapat memberikan penerangan kepada orang-orang yang melakukan bagian dalam pekerjaan untuk menyiapkan orang-orang yang cocok dalam pekerjaan yang rohani dan suci ini.  Dia berkata : “Sebab Aku Tuhan, mencintai Hukum, dan membenci perampasan dan kecuangan;  Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu.” 
Orang-orang yang memberi pengarahan dalam pekerjaan pendidikan telah menempatkan pelajaran-pelajaran dengan jumlah yang sangat banyak dihadapan mereka-mereka yang datang ke Battle Creek untuk menyiapkan diri bagi pekerjaan Tuhan.  Mereka telah mengira bahwa sangat perlu bagi mereka untuk lebih dalam dan lebih dalam menggali bidang-bidang pendidikan; dan sementara mereka sedang mengejar berbagai jenis pelajaran, tahun demi tahun dari waktu yang berharga itu berlalu, dan kesempatan-kesempatan emas yang lewat tidak pernah kembali lagi.  Penempatan orang-orang ini untuk bekerja semakin tertunda; dan para pelajar itu semakin kehilangan rasa beban mereka terhadap jiwa-jiwa, dan semakin bergantung dan bergantung pada pendidikan dari buku-buku ilmu pengetahuan, lebih daripada memanfaatkan Roh Kudus, yang diatas mana Tuhan telah berjanji untuk melakukanNya bagi mereka.
Beban ini telah saya pikul selama bertahun-tahun.  Sepertinya Tuhan tidak menyetujui sejumlah pelajaran yang diberikan di Battle Creek.  Akhir daripada segala sesuatunya sudah sangat dekat.  Padahal hari-hari penuh tekanan, penuh ketakutan, penuh bencana, penuh pembalasan, hari pengadilan atas dosa, semakin mendekat kedunia seperti seorang pencuri pada malam hari.  Waktunya sudah dekat dimana kehancuran yang tiba-tiba datangnya keatas duni ini, dan mereka tidak akan dapat meloloskan diri.  Saya mempunyai kata-kata peringatan untuk engkau.  Engkau melihat berbagai hal secara bersamaan dalam terang yang sangat redup, dan masih jauh dari tujuan sebenarnya.  Ada sebagian dari ladang anggur moral milik Allah yang belum dikerjakan.  Hanya sedikit saja, bila dibandingkan, yang telah menerima pesan terakhir tentang pengasihan yang akan diberikan kepada dunia.  Para pelajar telah dituntun untuk menganggap bahwa pemanfaatan mereka tergantung kepada pendidikan dan pelatihan;  namun keberhasilan dari pekerjaan itu tidak bergantung pada jumlah pengetahuan yang diperoleh manusia dari mempelajari bidang-bidang ilmu pengetahuan.  Pikiran yang harus ditanamkan kepada para murid itu adalah bahwa waktunya sudah singkat, dan mereka harus mempersiapkan diri dengan secepatnya untuk melakukan pekerjaan yang sangat penting didalam zaman ini.  Setiap orang, didalam dan melalui karunia yang telah diberikan oleh Allah kepada mereka, diharuskan melakukan pekerjaan, tidak perlu bergantung pada ketekunan dan kesanggupan manusia;  karena Allah dapat saja menghilangkan kesanggupan manusia dalam waktu sekejap.  Hendaknya setiap orang, didalam kekuatan sang Penebus yang hidup, yang sekarang menjadi Pengantara bagi kita dihadapan pengadilan surga, berjuang untuk melakukan kehendak Allah.
Saya diijinkan untuk berkata kepadamu bahwa engkau tidak mengetahui betapa cepatnya krisis itu akan datang.  Waktu itu mencuri terus seperti pencuri yang mencuri.  Matahari bercahaya dilangit-langit, menyampaikan bentuk bulatnya seperti biasa, dan langit-langit masih menyatakan kemuliaan Allah; manusia masih tetap menjalankan kebiasaan mereka untuk makan dan minum, menanam dan membangun, kawin dan bercerai;  para pedagang masih terlibat dalam membeli dan menjual;  penerbitan-penerbitan masih saling bersaing:  manusia saling mendesak satu sama lain, berusaha mendapatkan tempat yang paling tinggi;  pencinta-pencinta hiburan masih mendatangi teater-teater, pacuan-pacuan kuda, perjudian, dan hiburan-hiburan lain yang ada;  namun jam-jam pencobaan itu akan segera ditutup, dan setiap kasus haruslah diputuskan bagi kekekalan.  Hanya sedikit orang saja percaya didalam hati dan jiwanya yang kita memiliki surga untuk dimenangkan, dan neraka yang harus ditolak;  tetapi sedikit orang ini menunjukkan iman mereka melalui pekerjaan-pekerjaan mereka.  Tanda-tanda kedatangan Kristus sedang digenapi.  Setan melihat yang dia hanya memiliki waktu yang singkat saja lagi untuk berusaha, dan dia telah menyuruh kaki-tangannya untuk lebih giat bekerja menggoncangkan manusia-manusia yang ada didunia, agar supaya manusia itu dapat ditipu, dipermainkan, dan dikuasai dan dibius sampai kepada hari pencobaan itu diakhiri dan pintu ditutup untuk selamanya.
Kerajaan-kerajaan yang ada didunia ini masih belum dapat menjadi kerajaan-kerajaan Tuhan kita dan Yesus Kristus.  Jangan menipu diri sendiri;  tetaplah jaga dengan mata terbuka, dan bergeraklah dengan cepat, karena malam akan segera tiba, dan tidak ada seorangpun yang dapat bekerja lagi.  Janganlah mendorong para murid yang datang kepadamu, untuk dibebani dengan pekerjaan penyelamatan orang-orang lain, dengan cara menyuruhnya belajar dan belajar.  Jangan memperpanjang waktu untuk mengikuti pendidikan sampai beberapa tahun.  Karena dengan belajar terus mereka mengira masih ada waktu lagi untuk melakukan pekerjaan, dan ini telah terbukti menjadi jerat bagi jiwa-jiwa mereka.  Banyak orang yang telah dipersiapkan dengan lebih baik, memiliki lebih banyak perbedaan kerohanian dan pengetahuan akan Allah, dan lebih banyak mengetahui tuntutanNya, pada waktu mereka memasuki sekolah daripada waktu mereka ditamatkan.  Mereka jadi diilhami dengan ambisi untuk menjadi orang yang berpendidikan, dan didorong untuk menambahkan pendidikan dan menambahkannya sampai mereka menjadi tergila-gila.  Mereka menjadikan buku-buku sebagai berhala, rela mengorbankan kesehatan dan kerohanian demi meraih pendidikan.  Mereka membatasi waktu mereka untuk mengadakan kebaktian dan berdoa, dan gagal untuk mempergunakan kesempatan-kesempatan yang telah mereka dapat untuk melakukan kebaikan, dan tidak meneruskan terang dan pengetahuan.  Mereka gagal menggunakan pengetahuan yang telah mereka capai, dan tidak meneruskan ilmu pengetahuan untuk memenangkan jiwa-jiwa.  Pekerjaan missionari semakin tidak diminati, sementara nafsu untuk mengutamakan pengetahuan dari buku-buku terus bertambah dengan cara yang tidak normal.  Didalam mengejar pelajaran-pelajaran mereka, mereka memisahkan diri dari Allah sebagai sumber hikmat.  Beberapa orang mengucapkan selamat atas kemajuan mereka, dan mendesak mereka untuk terus mencapai gelar demi gelar,  walaupun mereka tidak terlalu mampu melakukan pekerjaan bagi Allah sesuai dengan cara yang diarahkan oleh Kristus seperti yang mereka ketahui sebelum memasuki sekolah di Battle Creek.
Pertanyaan telah ditanyakan kepada perhimpunan itu :  “Apakah engkau mempercayai kebenaran?  Apakah engkau mempercayai pekabaran malaikat yang ketiga?  Kalau engkau percaya, maka lakukan imanmu, dan jangan mendesak orang-orang untuk terus menerus berada di Battle Creek, padahal mereka seharusnya berada jauh dari tempat itu untuk melakukan pekerjaan Tuhan.”  Tuhan tidak dimuliakan dalam cara penundaan ini.  Orang pergi ke Battle Creek, dan menerima pelajaran-pelajaran yang jauh lebih tinggi dari kemampuan mereka.  Mereka didorong untuk mengambil matapelajaran-matapelajaran yang panjang-panjang, yang diulur-ulur;  tetapi jalan Allah bukanlah disitu.  Cara itu sama sekali tidak mempunyai pembenaran surga.  Masa pencobaan yang sangat berharga ini tidak akan mengijinkan penggunaan waktu bertahun-tahun untuk berlatih dalam jangka waktu yang lama.  Allah memanggil :  dengarlah suaraNya pada waktu Dia mengatakan,  “pergilah bekerja hari ini dikebun anggurKu.”  Sekarang, hanya sekarang saja, adalah waktu untuk bekerja.  Apakah engkau percaya yang Tuhan akan datang kembali, dan krisis besar terakhir akan tiba keatas dunia ini?
Akan ada perubahan yang pesat didalam pekerjaan-pekerjaan Allah.  Dunia didalam kerusakannya sedang didatangi oleh kehancuran-kehancuran, --  oleh banjir, gelombang, kebakaran, gempa bumi, kelaparan, perang, dan pertumpahan darah.  Tuhan itu sangat lambat untuk marah, dan besar didalam kuasaNya;  namun Dia tidak ingin membinasakan orang-orang berdosa.  “Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kakiNya.”  Oh, kalau saja manusia mau mengerti akan kesabaran dan tahan menderitanya Allah!  Dia sendiri harus mengenyampingkan ke-Allah-anNya.  KekuasaanNya yang tidak terbatas berada dibawah kendali dari yang Maha Kuasa.   Orang-orang itu akan mengerti bahwa Allah menolak untuk disibukkan dengan kerusakan dunia, dan tetap harus memberikan pengharapan akan pengampunan bahkan kepada orang yang paling tidak layak sekalipun.  Tetapi panjang sabarNya tidak akan berlangsung terus menerus.  Siapakah yang akan bersiap menghadapi perubahan yang begitu cepat menggantikan pekerjaan Allah menghakimi orangorang berdosa?  Siapakah yang akan siap untuk melarikan diri dari penghukuman yang pasti akan jatuh keatas orang-orang yang melakukan pelanggaran?
Kita tidak memiliki persediaan waktu selama seabad untuk melakukan pekerjaan memperingatkan dunia.  Harus ada jiwa yang diubahkan.  Kecerdasan yang paling bermanfaat yang dapat dicapai hanya dapat dicapai disekolah Kristus.  Mengertilah kalau saya tidak mengatakan apa-apa untuk mengecilkan pendidikan, tetapi untuk memberikan peringatan kepada orang-orang yang sedang berada didalam bahayanya mengubahkan pengenalan hukum kepada yang tidak mengenal hukum, dan membuat segala sesuatunya menjadi berlebihan bagi pendidikan manusia.  Lebih baik menambahkan pengalaman rohani yang sangat berharga; karena tanpa ini, pendidikan para murid akan sia-sia.
Kalau engkau melihat yang para murid itu berada dalam bahaya menjadi terlalu asyik dengan pelajaran-pelajarannya sehingga mengabaikan pelajaran dari Buku yang dapat memberikan mereka penjelasan-penjelasan mengenai bagaimana menjamin kesejahteraan jiwa dimasa depan, maka janganlah menghadapkan pencobaan dihadapan mereka dengan menyuruhnya menggali lebih dalam dan lebih dalam, untuk menunda waktu bagi disiplin pendidikan.  Dengan jalan ini, semua orang yang menginginkan pencapaian nilai tinggi oleh para pelajar untuk melakukan pekerjaan didunia, akan hilang dari pemandangan.  Kristus Yesus harus lebih dikasihi dan lebih dikasihi lagi; namun ada orang yang pergi ke Battle Creek untuk mengejar pendidikan, padahal, kalau saja mereka tidak pergi, mereka akan dipersiapkan dengan lebih baik untuk melakukan pekerjaan Allah.  Mereka akan melakukan pekerjaan mereka dengan lebih sederhana, dalam cara seperti Yesus bekerja.  Mereka akan lebih bergantung kepada Allah dan kepada kuasa Roh Kudus, dan lebih sedikit mengandalkan pendidikan mereka.  Waktu yang panjang yang dipergunakan untuk belajar akan merusakkan fisik, mental, dan moral.
Bacalah Perjanjian-Perjanjian Lama dan Baru dengan hati yang berserah.  Bacalah dengan penuh doa dan kesetiaan, memohon agar Roh Kudus mau menuntunmu dengan pengertian.  Daniel meneliti setiap bagian dari buku Perjanjian Lama dan menjadikan firman Allah sebagai gurunya yang paling tinggi.  Pada saat yang sama dia mempergunakan kesempatan-kesempatan yang diberikan kepadanya untuk meningkatkan kecerdasannya didalam segala bidang pelajaran.  Teman-temannyapun melakukan hal yang sama, dan kita dapat membaca :  “Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.  Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua akhli jampi diseluruh kerajaannya.”
Para pelajar yang meninggikan ilmu-ilmu pengetahuan diatas Allah ilmu pengetahuan, adalah orang-orang yang lalai karena mereka berpikir yang diri mereka sendiri penuh hikmat.  Kalau engkau tidak dapat menyisihkan waktu untuk berdoa, tidak dapat menyerahkan waktu untuk berhubungan dengan Allah, tetapi meninggikan diri sendiri, dan tidak menghargai hikmat yang datang hanya dari Allah, maka semua pembelajaranmu akan menjadi kurang berharga, sekolah-sekolah dan perguruan-perguruan tinggimu akan didapati berkekurangan.  “Takut akan Allah adalah permulaan segala hikmat.”  Iman apakah yang sedang kita puja?  Apakah kita memiliki iman yang bekerja melalui kasih dan menyucikan jiwa?  Apakah kita memiliki iman sesuai dengan terang yang telah kita terima?  Setan akan bersorak gembira karena pekerjaannya di Battle Creek untuk menghambat pekerjaan Allah dengan cara mengajukan hasil rekaan manusia didalam nasehat dan penyuluhan.  Dia akan merasa senang karena para pekerja terserap dalam persiapan bertahun-tahun lamanya, sehingga pendidikan akan menjadi penghalang gantinya menjadi kemajuan.
Roh Kudus Allah telah berjuang bersama banyak orang muda, dan telah mendorong mereka untuk menyerahkan diri bagi pekerjaan menyegerakan kedatanganNya.  Kalau mereka menawarkan diri sendiri kepada Konferens, mereka akan dinasehati untuk belajar di Battle Creek sebelum mereka memasuki bidang pekerjaan.  Ini sangat baik kalau para pelajar itu diseimbangkan dengan prinsip-prinsip;  tetapi bukan secara terus menerus pelajar itu ditahan-tahan untuk mengadakan persiapannya.  Kebanyakan dari pekerjaan yang sungguh-sungguh haruslah diberikan untuk memajukan orang-orang yang hendak menjadi para missionari.  Setiap usaha haruslah mengarah kepada kemajuan mereka, dengan demikian mereka akan dapat dikirim secepat mungkin keladang-ladang pekerjaan.  Mereka tidak dapat membiayai saat penantian sampai pendidikan mereka diperhitungkan sempurna.  Ini tidak akan pernah dapat dicapai;  karena akan terus menerus ada matapelajaran yang harus dipelajari selama waktu kekekalan.
Ada pekerjaan besar yang harus dikerjakan, dan ladang-ladang anggur Tuhan membutuhkan para pekerja.  Para missionari haruslah memasuki ladang pekerjaan sebelum mereka diminta untuk menghentikan pekerjaannya.  Sekarang masih ada pintu-pintu yang terbuka disetiap sudut; mereka tidak mungkin dapat membiayai diri selama menunggu tahun-tahun pelatihan sampai sempurna;  karena tahun-tahun yang lewat dihadapan kita tidaklah banyak lagi, dan kita perlu bekerja sementara masih ada hari.  Tidaklah baik menasehati para pria dan para wanita untuk mengambil pelajaran-pelajaran di Ann Arbor.  Diwaktu yang lalu, banyak orang yang pernah berada disana belumlah menunjukkan manfaatnya, dan tidak juga akan mendapatkan manfaat dimasa depan.
Perhatikan keistimewaan dari pekerjaan Kristus.  Dia bertindak dengan kesederhanaan yang dalam.  Walaupun para pengikutNya adalah para nelayan, Dia tidak menasehati mereka untuk terlebih dahulu pergi kesekolah para rasul sebelum melakukan pekerjaan.  Dia memanggil murid-muridNya dari antara jaring-jaring ikan, dan berkata : “Ikutlah Aku, dan Aku akan menjadikanmu penangkap jiwa-jiwa.”  Dia memanggil Matius dari antara pelaksanaan upacara adat istiadat dan mengatakan,  “Ikutlah Aku.”  Apa yang diminta untuk mereka lakukan hanyalah mengikut Yesus,  melakukan seperti apa yang diperintahkan kepada mereka, dan itu berarti memasuki sekolahNya, dimana Allah akan dapat menjadi guru mereka.  Selama masih ada waktu, memang kita memerlukan sekolah-sekolah.  Selalu ada kebutuhan untuk pendidikan; tetapi kita harus berhati-hati karena kalau tidak pendidikan itu akan menyerap seluruh minat kerohanian kita.
Akan ada kebinasaan yang pasti kalau menasehati para murid untuk mengejar dari satu bidang pendidikan, kesatu bidang pendidikan yang lainnya, dan membiarkan mereka untuk berpikir bahwa dengan melakukan hal ini mereka akan mencapai kesempurnaan.  Pendidikan yang akan diraih hanya akan menyusut disetiap jalan.  Tuhan mengatakan :  “Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan.  Dimanakah orang yang berhikmat?  Dimanakah akhli Taurat?  Dimanakah pembantah dari dunia ini?  Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?  Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.”  Ini adalah rencana Allah yang besar; dan melalui keturunan yang berhasil, melalui abad-abad kekafiran, rencana ini telah diajukan, bukan sebagai uji coba, tetapi sebagai jalan yang diakui untuk menyebarkan injil.  Dengan metode ini dari awalnya, keyakinan datang kepada manusia dan dunia diterangi dengan injil Allah.  Nilai sekolah tertinggi yang dapat dicapai oleh manusia adalah dari sekolah yang diasuh oleh Guru Mulia.  Inilah ilmu pengetahuan yang kita butuhkan secara khusus, sementara kita menuju keakhir dari sejarah dunia, dan setiap orang akan berusaha dengan sebaik-baiknya untuk meraih pendidikan semacam ini.  Tuhan meminta agar manusia melatih diri dibawah asuhanNya.  Ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan untuk membawa pikiran-pikiran manusia keluar dari kegelapan menuju kepada terang Allah yang ajaib.  Sebagai pekerja-pekerjaNya, kita harus menghidupkan iman untuk menjalankan rencana-rencanaNya itu.  Apakah kita sedang berada didalam keadaan dimana iman kita tidak ingin bekerja bagi kemuliaan Allah, ataukah kita ini adalah sarana-sarana yang siap dipergunakan oleh Allah, siap sedia bagi setiap pekerjaan yang baik?
Musa sudah belajar mengenai segala hikmat dari orang-orang Mesir.  Dia menerima pendidikan sesuai dengan sepengetahuan Allah; tetapi sebagian besar dari pendidikannya itu harus dilupakan, dan dianggap sebagai kebodohan.  Jalan pemikirannya haruslah dikikis selama empat puluh tahun pengalamannya menggembalakan domba-domba dan anak-anak domba yang masih lemah.  Kalau saja orang-orang yang berhubungan dengan pekerjaan Tuhan dapat dikucilkan seperti Musa, dan dapat dipaksa oleh keadaan untuk bekerja dilapangan pekerjaan yang sangat sederhana sampai hati mereka dapat dilembutkan, mereka akan menjadi gembala-gembala yang lebih setia daripada yang mereka kerjakan sekarang berhubungan dengan penggembalaan umat-umat Allah.  Mereka tidak akan cenderung mengandalkan kemampuan-kemampuan mereka sendiri, atau berusaha menunjukkan hikmat yang mereka peroleh dari pendidikan disekolah-sekolah dapat menggantikan pengetahuan Allah yang lebih rohani.  Pada waktu Kristus datang kedunia ini, kesaksiannya adalah agar “dunia, melalui hikmat, dapat mengenal Allah,”  namun bahwa “Allah lebih menyukai pemberitaan Injil dengan kebodohan untuk menyelamatkan orang-orang yang percaya.”
Uji coba kebijaksanaan dunia akan dinyatakan pada kedatangan Kristus, dan kebijaksanaan manusia yang penuh kesombongan terbukti tidak berarti apa-apa.  Manusia tidak mengenal hikmat yang sebenarnya yang datang dari Sumber dari segala kebaikan.  Hikmat dunia telah ditimbang dan didapati ringan.  Engkau sedang mengisi pikiran para murid yang berada dibawa asuhanmu dengan pendapat-pendapat yang tidak benar.  Kalau memang mereka telah menerima jauh kurang dari para guru, maka mereka lebih baik dipersiapkan untuk menuntut pekerjaan mereka.  Engkau tidak mempertimbangkan pengarahan-pengarahan dan metode-metode Tuhan Yesus Kristus dengan sebenarnya, padahal Dia adalah Pendidik yang sempurna didunia kita ini.  “Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.  Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.  Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah,  karena hal itu baginya adalah kebodohan;  dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.  Tetapi manusia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.  Sebab :  Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasehati Dia?  Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.” 
Engkau perlu menjadi pelajar disekolah Kristus pada hari ini.  Tuhan mempunyai kuasa untuk bekerja bersama dengan para pekerjaNya sendiri.  Engkau sedang mengosongkan keterbatasanmu dan mengisinya dengan keuntungan-keuntungan yang besar untuk melakukan pekerjaan besar, kalau mereka tidak menggunakan kesempatan dan panggilan mereka dengan terlalu banyak memikul beban belajar yang harus mereka tempuh untuk dikuasai.  Kesempatan-kesempatan emas sedang terlewatkan untuk selamanya, dan nasehat telah diberikan agar dipertahankan; dan pekerjaan yang lebih banyak dan lebih baik boleh diselesaikan, dan akan terselesaikan, daripada kalau waktu mereka digunakan di Battle Creek, dan waktu dari banyak pekerja telah menjadi singkat.  Mereka seharusnya ditempatkan dalam pekerjaan untuk meneruskan terang dan pengetahuannya yang telah dia terima kepada orang-orang yang berada didalam kegelapan.  Allah dari segala karunia akan memberikan karunia dan karunia.  Orang-orang yang pergi bekerja didalam ladang anggur Tuhan akan belajar bagaimana bekerja, dan akan dipanggil untuk mengingatkan perintah-perintah yang telah mereka terima selama mereka hidup sebagai pelajar.  Tuhan tidak menyukai dorongan yang diberikan kepada para pekerja ini untuk menggunakan waktu bertahun-tahun mengumpulkan pengetahuan, yang mereka sendiri tidak akan mempunyai kesempatan untuk menggunakan pengetahuan tersebut.  Para orang muda yang saya hargai, dia yang mau bekerja bagi Allah, telah datang ke Battle Creek untuk mendapatkan pendidikan dan mendapat pengetahuan yang lebih baik mengenai bagaimana caranya bekerja.  Mereka seharusnya diajar mengenai apa yang diperlukan dalam waktu yang singkat.  Mereka tidak perlu diminta untuk menggunakan waktunya bertahun-tahun guna mendapatkan pendidikan sebelum mereka dapat menanggapi panggilan,  “Pergilah bekerja hari ini dikebun anggurKu.”   Gantinya mengirim mereka untuk bekerja sebagai pekerja sesudah menggunakan waktu berbulan-bulan dan bertahun-tahun diperguruan tinggi, mereka dinasehati untuk mempelajari bidang pelajaran yang lain, dan melakukan kemajuan-kemajuan dalam bidang pelajaran.  Mereka dinasehati untuk menggunakan waktu berbulan-bulan dan bertahun-tahun dilembaga pendidikan, dimana kebenaran ditolak dan dipertanyakan, dan dimana kesalahan-kesalahan terdapat disetiap tempat yang kosong, maka tabiat yang tidak layak akan diperkenalkan.  Doktrin-doktrin ini telah dicampur-baurkan dengan pelajaran-pelajaran mereka.  Mereka menjadi terlalu getol untuk melanjutkan bidang-bidang pendidikan, dan mereka kehilangan kasih kepada Yesus; dan sebelum mereka mengetahui apa yang terjadi dengan diri mereka, mereka sudah jauh dari Allah, dan tidak siap untuk menanggapi perintah,  “Pergilah bekerja hari ini dikebun anggurKu.”  Keinginan untuk menjadi missionari sudah hilang.  Mereka mengejar pendidikan dengan pelanggaran-pelanggaran yang menyebabkan mereka menutup pintu bagi masuknya Kristus.  Pada waktu mereka ditamatkan, dan mempunyai hak penuh untuk pergi sebagai pelajar-pelajar yang berpendidikan, beberapa dari antara mereka telah kehilangan beban bagi pekerjaan itu, dan menjadi lebih tidak siap untuk memasuki pelayanan bagi Allah daripada waktu mula-mula mereka masuk ke Battle Creek.
Utusan itu berbalik menghadap kepada perhimpunan dan mengatakan,  “Apakah engkau mempercayai nubuatan-nubuatan?  Apakah engkau mengetahui apa kebenaran itu, mengerti pekabarannya yang terakhir tentang peringatan yang sekarang sedang diberikan kepada dunia,  --  panggilan kasih yang terakhir, yang sekarang telah diperdengarkan?  Apakah engkau percaya yang setan telah turun dengan kekuasaan besar, bekerja dengan penipuan-penipuan disetiap tempat?  Apakah engkau percaya bahwa Babilon besar telah datang sebagai peringatan dihadapan Allah, dan bahwa Babilon akan segera menerima upah dua kali lipat dari tangan Allah karena dosa-dosa dan pelanggaran-pelanggarannya?”  Setan merasa puas karena engkau telah menahan para pelajar di Battle Creek, mereka yang seharusnya menjadi pekerja-pekerja bersama dengan Allah dalam kebun anggur.  Kalau musuh dapat menahan para pekerja agar tidak memasuki kebun-kebun anggur dengan cara apapun, maka dia juga akan melakukannya.  Persiapan yang berkepanjangan akan menahan talenta-talenta seseorang dari ladang-ladang dan tidak memberikan kesempatan kepada Allah untuk bekerja melalui para pekerjaNya.  Banyak pelajar yang telah diarahkan untuk menggunakan waktu, talenta dan dengan tujuan untuk mementingkan diri sendiri, didalam mengejar pendidikan lanjutan, dan pada saat yang sama dunia sedang dibinasakan karena adanya pengetahuan semacam yang mereka kejar itu.  Kristus telah memanggil nelayan yang tidak terpelajar itu, dan memberikan pengetahuan dan kebijaksanaan kepada orang ini sampai tingkat tertentu agar lawan-lawan mereka tidak dapat mengejek dan menolak perkataan-perkataan mereka.  Kesaksian mereka telah berada ditempat yang paling bawah dari dunia ini.
Murid-murid Kristus bukan dipanggil untuk membesarkan manusia, tetapi untuk membesarkan Allah, sebagai sumber segala hikmat.  Hendaknya para pendidik memberikan kesempatan kepada Roh Kudus untuk melakukan pekerjaannya didalam hati manusia.  Guru yang terbesar telah dinyatakan diantara kita oleh Roh KudusNya.  Bagaimanapun juga engkau belajar, bagaimanapun juga engkau menempatkan diri semakin tinggi dan semakin tinggi, walaupun engkau telah menggunakan setiap waktumu untuk mengejar ilmu pengetahuan, engkau tidak akan pernah menjadi sempurna.  Bila waktu sudah berlalu, engkau harus menanyakan pertanyaan ini kepada dirimu sendiri,  “Kebaikan apakah yang telah kubuat untuk mereka-mereka yang berada didalam kegelapan?  Kepada siapakah telah kusampaikan pengetahuan tentang Allah, atau bahkan ilmu-ilmu pengetahuan yang membuat aku menggunakan begitu banyak waktu dan uang?”   Akan segera dikatakan dari surga, “Sudah genap.”  “Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat;  barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!  Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upahKu untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.”  Kalau perintah itu sudah diucapkan, berarti setiap kasus telah diputuskan.  Jauh lebih baik bagi para pekerja untuk melakukan pekerjaan yang lebih sempit, dan pergi bekerja dengan lebih perlahan dan rendah hati, kenakanlah kuk Kristus dan pikullah bebanNya, daripada menggunakan tahun-tahun untuk menyiapkan diri dalam pekerjaan besar, dan kemudian gagal membawa anak-anak Allah untuk mendapatkan lencana guna diletakkan dibawah kaki Yesus.  Para pria dan wanita sudah terlalu lama terkatung-katung di Battle Creek.  Allah memanggil mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarkan suaraNya.  Ladang-ladang dibiarkan terbengkalai, dan itu berarti yang pikiran-pikiran juga dibiarkan tidak mendapat penerangan.  Benih-benih kejahatan begitu cepatnya disebarkan didalam hati para orang muda, dan usaha besar harus dilakukan untuk membawakan kebenaran-kebenaran kepada anak-anak dan orang-orang muda; karena kebenaran mempunyai kuasa besar.
Guru-guru Kristen dipanggil untuk bekerja bagi Allah.  Ragi kebenaran harus diperkenalkan sebelum ragi itu dapat bekerja mengubahkan tabiat.  Adalah jauh lebih baik bagi para orang muda kita untuk lebih mengurangi pendidikan mereka daripada kekurangan kerendahan hati dan kelembutan, dan hampa dalam penyesalan dihati.  Hasil pekerjaan dari beberapa orang pendidik-pendidik telah membuat para pelajar tidak lagi cocok menjadi para pekerja bersama dengan Allah.  Engkau harus belajar untuk berkenalan dengan perilaku Yesus pada waktu Dia bekerja dan memberitakan injil.  Dia adalah seorang yang mau menyangkal dirinya sendiri dan rela berkorban.  Dia tidak menghindari tugas-tugas berat;  Dia menderita karena adanya celaan, makian, hinaan, pelecehan, dan siksaan;  tetapi apakah para murid kita harus dididik dengan cara yang sama untuk menyiapkan mereka agar mereka mau berjalan mengikuti langkahNya?  Allah tidaklah terlibat dengan penundaanmu.  Pencobaan yang kauhadapi untuk mengikuti pelajaran bertahun-tahun itulah yang telah menahan pikiranmu, dan pikiranmu semakin hari semakin kehilangan roh dengan mana Tuhan telah memberikan kepadamu ilham untuk pergi bekerja diladang-ladangNya.  Mengapa orang-orang yang bertanggung-jawab tidak dapat mencamkan apa yang pasti akan menjadi akibatnya kalau menahan para murid, dan mengajarkan mereka untuk mengenyampingkan pekerjaan Tuhan?   Waktu sedang lewat untuk selamanya, namun tetap saja mereka-mereka yang dikirim ke Battle Creek agar cakap bekerja diladang-ladang Tuhan,  tidak mendapat semangat untuk melakukan  apa yang harus mereka lakukan demi menyegerakan kedatangan Allah.  Banyak kesempatan-kesempatan yang telah disisihkan bagi mereka-mereka yang telah mengenal kebenaran, namun tidak menjalankan kebenaran itu.  Uang dan kekuatan yang seharusnya digunakan dijalan-jalan besar bebas hambatan yang ada didunia ini, telah dibelanjakan bagi mereka yang tidak menyebarkan terang yang telah mereka dapat, untuk menerangi orang-orang yang berada didalam kegelapan.  Pada waktu Filipus menerima terang itu, dia pergi dan memanggil Natanael;  tetapi banyak orang muda yang mungkin dapat mengerjakan pekerjaan yang istimewa bagi Tuhan, tidak mau bergerak sampai mereka mendapatkan kesempatan-kesempatan yang berlipat ganda.
Penginjil-penginjil Yesus Kristus haruslah membagikan sebagian dari ladang Allah kepada orang-orang yang berdiri dengan santainya ditempat-tempat keramaian.  Kalau mereka melakukan kekeliruan, maka perbaikilah mereka, dan suruhlah mereka pergi untuk bekerja lagi.  Banyak lagi orang yang telah menghindar agar tidak pergi kedalam pekerjaan dan disuruh untuk bekerja menggunakan talenta-talenta mereka,  padahal sebenarnya, dengan menggunakan kemampuan mereka, maka mereka akan dapat belajar bagaimana menggunakan talenta-talenta itu.  Banyak orang yang telah pergi ke Battle Creek untuk mengejar pendidikan, sebenarnya dapat diajar dengan lebih baik kalau mereka ada ditempat mereka sendiri.  Waktu telah banyak hilang, uang sudah dibelanjakan dengan sia-sia, sebuah pekerjaan telah ditinggalkan terbengkalai dan jiwa-jiwa telah hilang, dikarenakan adanya salah perhitungan yang dilakukan oleh orang-orang yang berpikir bahwa mereka sedang melayani Allah.  Tuhan itu hidup, dan Roh KudusNya berada dimana-mana.  Kesan yang seharusnya ditanamkan adalah bahwa Battle Creek bukanlah tempat seperti Yerusalem didunia ini, dan bahwa semua orang harus pergi berbakti disana.  Orang yang rindu untuk belajar dan berusaha sekuat mungkin untuk mengejar ilmu pengetahuan,  berjalan dengan penuh kesadaran dalam terang kebenaran, tidak perlu pergi ke Battle Creek.  Allah adalah guru kita;  dan mereka yang mau meningkatkan talenta-talenta mereka dimana saja mereka berada, akan diberkati dengan guru-guru yang dikirimkan oleh Allah untuk mengajar mereka,  --  guru-guru yang telah menyiapkan diri untuk melakukan pekerjaan bagi Tuhan.  Menggunakan lebih banyak waktu, membelanjakan lebih banyak uang, berarti melakukan yang lebih buruk daripada kehilangan;  karena orang-orang yang berusaha untuk mengejar pendidikan dengan menggunakan alasan kerohanian akan berada disisi yang menghanyutkan.  Matapelajaran-matapelajaran yang dituntut dalam bidang-bidang pendidikan, selama waktu yang sebenarnya dapat dipergunakan untuk bekerja dalam ladang Tuhan,  adalah semata-mata kesia-siaan dan kehilangan.  Para penghuni surga sedang menunggu agar manusia-manusia pekerja dengan siapa mereka dapat bekerja sama sebagai agen-agen missionari, yang bekerja menembus kegelapan dibumi ini.  Allah sedang menunggu agar manusia mau melibatkan diri dalam penginjilan dirumah tangga dikota-kota besar, sementara para pria dan wanita ditahan di Battle Creek, padahal sebenarnya mereka dapat dikirimkan kekota-kota besar dan kecil, sepanjang jalan bebas hambatan dan gang-gang dipedesaan.  Mereka harus dipanggil dan diminta untuk datang keperjamuan nikah, karena segala sesuatu sudah siap sekarang.  Disana akan ada para missionari yang mau melakukan pekerjaan yang baik didalam ladang-ladang Tuhan yang belum pernah pergi ke Battle Creek. 
Mereka yang pergi ke Battle Creek akan menemui banyak godaan-godaan yang tidak mereka kira akan muncul ditempat itu.  Mereka harus menghadapinya dengan kegentaran yang sebetulnya tidak perlu mereka hadapi,  dan dengan kepergian mereka kesana, mereka tidak mendapat pertolongan didalam mendapatkan pengalaman yang rohani.  Mereka kehilangan banyak waktu karena mereka tidak mengetahui apa yang mereka sedang lakukan, dan tidak ada seorangpun yang siap untuk memberitahukan mereka.  Mereka kehilangan banyak waktu karena mengikuti pendidikan-pendidikan yang tidak bermanfaat bagi pekerjaan yang sebenarnya mereka inginkan untuk membuat diri mereka layak.  Pekerjaan yang biasa-biasa saja dengan pekerjaan yang suci begitu berbaur dan berdiri diatas tingkatan yang sama.  Tetapi ini bukanlah peraturan yang bijaksana.  Allah terus memperhatikan dan tidak menyetujuinya.  Banyak hal yang mungkin sudah dikerjakan yang seharusnya dapat meninggalkan pengaruh yang baik, kalau saja mereka bekerja dengan cara yang sederhana dan dengan kerendahan hati ditempat-tempat dimana mereka berada.  Waktu sedang terus berlalu;  jiwa-jiwa sedang bimbang memutuskan untuk mengikuti yang jahat atau yang baik, dan suasana peperangan terus bertambah-tambah.  Berapa banyak yang mengetahui kebenaran pada zaman ini yang sedang bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip?  Apakah benar bahwa ada sesuatu yang sedang dilakukan;  tetapi seharusnya sudah dapat lebih cepat diselesaikan, jauh lebih cepat.  Pekerjaan sudah bertumpuk, dan waktu untuk mengerjakannya semakin berkurang.  Sekaranglah waktunya bagi semua orang untuk menyalakan dan menyebarkan cahaya;  namun masih banyak orang yang gagal menjaga lampunya tetap berisi dengan minyak berkat, dan membiarkannya tetap menyala dan tetap bersih sehingga terangnya dapat bersinar pada saat ini.
Ada terlalu banyak orang yang mengulur-ulurkan waktu agar lebih lama mencapai pagi;  tetapi itu adalah hal yang salah.  Hendaknya setiap orang dididik sedemikian rupa sehingga dapat menunjukkan betapa pentingnya pekerjaan yang harus dikerjakan pada hari ini.  Hendaknya setiap orang bekerja untuk Tuhan dan bagi jiwa-jiwa;  hendaknya setiap orang menunjukkan hikmatnya, dan tidak pernah kedapatan bersantai-santai, menunggu sampai ada orang lain yang datang dan menyuruhnya untuk bekerja.  “Orang lain”  yang berhak menyuruhmu untuk bekerja itu, terlalu sibuk dengan tanggung-jawabnya dan waktu akan hilang kalau menantikan perintah-perintahNya.  Allah akan memberikan kepadamu hikmat untuk mengubahkan;  karena panggilan itu masih ada,  “AnakKu, pergilah bekerja hari ini dikebun anggurKu.”   Beberapa orang belum mengambil keputusan sementara penggilan itu masih terdengar,  “pergilah bekerja hari ini dikebun anggurKu.”  “Pada hari ini jikalau engkau mendengar suaraNya, janganlah mengeraskan hatimu.”  Tuhan sedang menghadapkan permintaanNya dengan menggunakan kata “AnakKu”.  Betapa lembut, betapa penuh dengan perasaan kasih, namun juga betapa mendesaknya!  UndanganNya untuk bekerja didalam kebun anggurNya adalah juga merupakan sebuah perintah.  “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?  Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar:  karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”  --  “Special Testimonies on Education,”   21 Maret, 1895








45
PENDIDIKAN   INTI


Saya telah banyak menulis sehubungan dengan para murid yang menggunakan waktu yang panjang dan tidak masuk akal untuk menempuh pendidikan;  namun saya berharap saya tidak akan disalah-mengerti dalam hal pendidikan paling inti.  Saya tidak bermaksud bahwa pekerjaan yang istimewa harus ini diselesaikan sebagaimana yang telah digambarkan, dimana ada sebagian tanah yang dipergunakan di Australia.  Tanah hanya dibajak beberapa inci dalamnya, jadi tanah itu tidak siap untuk ditanami benih, dan hasil tuaian sangat sedikit, dibandingkan dengan persiapan khusus yang diadakan bagi tanah tersebut.
Allah telah memberikan pikiran yang penuh tanda tanya kepada para orang muda dan anak-anak.  Kekuatan dari akal sehatnya ditanamkan kepada mereka sebagai talenta-talenta yang istimewa.   Ini adalah tugas dari para orang tua untuk memperhatikan masalah pendidikan bagi mereka dengan cara yang tepat;  karena pendidikan bagi mereka  mencakup banyak bidang.  Mereka harus diajar bagaimana meningkatkan kemampuan talenta dan tubuh mereka, mengharapkan agar mereka mau menggunakannya bagi pelayanan Kristus, demi mengangkat manusia yang telah jatuh.   Sekolah-sekolah kita adalah sarana-sarana dari Tuhan untuk dipergunakan, mempersiapkan anak-anak dan orang-orang muda menjadi layak bagi pekerjaan misionari.  Para orang tua hendaknya mengerti akan tanggung-jawab mereka, dan menolong anak-anak mereka untuk menghargai hak-hak besar dan berkat-berkat yang limpah yang telah disediakan oleh Allah bagi mereka guna mendapatkan manfaat-manfaatnya dalam mengikuti pendidikan.
Tetapi pendidikan mereka didalam rumah haruslah setara dengan pendidikan mereka didalam bidang pelajaran-pelajaran dari buku-buku.  Dimasa kanak-kanak dan orang-orang muda, pelatihan yang praktis dan pelatihan dari buku-buku haruslah digabungkan, sehingga pikiran mereka dapat menyimpan ilmu-ilmu pengetahuan.   Para orang tua hendaknya dapat merasakan yang mereka mempunyai tugas yang suci yang harus dikerjakan, dan melakukannya dengan sungguh-sungguh.   Mereka haruslah melatih dan membentuk tabiat dari anak-anak mereka.  Mereka hendaknya tidak berpuas diri dengan hanya melakukan pekerjaan secara luar saja.  Sebelum setiap anak menghadapi kehidupannya, dan yang akan diikuti dengan timbulnya minat-minat yang tertinggi; maka mereka sudah haru mendapatkan pelatihan dan pendidikan karena mereka harus dipersiapkan dengan sempurna dalam Kristus melalui sarana-sarana yang telah disiapkan oleh Allah.   Tanah dari hati mereka haruslah ditanami dengan benih;  benih-benih kebenaran yang harus ditanamkan dalam awal-awal tahun  kehidupan mereka.  Kalau orang tua lalai dalam hal ini, mereka akan dipanggil untuk memperhitungkannya sebagai akibat dari ketidak-setiaan mereka sebagai penatalayan Allah.    Anak-anak haruslah diatur dengan kelemah-lembutan dan kasih,  dan mengajar mereka yang Kristus adalah Penebus mereka secara pribadi, dan bahwa dengan melalui proses yang sederhana, menyerahkan hati dan pikiran mereka kepadaNya untuk menjadi murid-muridNya.
Anak-anak haruslah diajar untuk melakukan sebagian dari tugas-tugas dirumah.  Mereka harus diajar bagaimana menolong ayah dan ibu dalam hal-hal yang kecil yang dapat mereka lakukan.  Pikiran mereka harus dilatih untuk berpikir, ingatan-ingatan mereka dibiasakan untuk mengingat tugas-tugas yang harus dikerjakan;  dan juga didalam hal melatih kebiasaan-kebiasaan baik dirumah, mereka juga harus dididik melakukan pekerjaan sesuai dengan umur mereka masing-masing.   Kalau anak-anak sudah mendapatkan pelatihan yang baik dan tepat dirumah, mereka tidak akan didapati berada dijalanan untuk menerima pendidikan yang mengerikan seperti yang didapat oleh banyak anak-anak yang lain.  Para orang tua yang mengasihi anak-anak mereka dengan sepenuh perasaan, tidak akan membiarkan mereka bertumbuh dengan kebiasaan-kebiasaan yang malas, dan melalaikan cara-cara bagaimana mengerjakan pekerjaan-pekerjaan dirumah.  Pengabaian tidak dapat diterima oleh Allah,  dan tidak sesuai untuk bekerja bagiNya.  Suka mengabaikan tidak dapat dipertimbangkan sebagai tanda kerendahan hati,  atau sesuatu yang lain yang menyebabkan seseorang layak mendapat pujian.   Tetapi Allah suka bekerja bagi manusia dengan mengabaikan ketidak-peduliannya.   Bagi mereka-mereka yang tidak mendapat kesempatan untuk menempuh pendidikan, atau yang telah mendapat kesempatan tetapi gagal meraihnya, dan mau menjadi orang yang menyerahkan diri, dapat menjadi orang yang berguna didalam pelayanan bagi Tuhan melalui pekerjaan Roh Kudus.   Tetapi mereka-mereka yang telah mendapatkan pendidikan dan menyerahkan diri sendiri kedalam pelayanan bagi Allah, akan dapat melakukan pelayanan didalam lebih banyak bidang pekerjaan dengan berbagai cara, dan akan dapat menyelesaikan lebih banyak pekerjaan yang berat untuk membawa jiwa-jiwa kepada pengetahuan akan kebenaran daripada mereka-mereka yang tidak berpendidikan.  Mereka sedang berada ditanah yang menguntungkan, dikarenakan disiplin mental yang telah mereka peroleh.   Paling tidak, kita tidak akan meremehkan pendidikan, tetapi harus diingatkan, agar mempergunakannya dengan penuh pertimbangan bahwa waktunya sudah sangat singkat,  dan ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan sebelum kedatangan Kristus.   Kita tidak ingin para pelajar menerima pemikiran yang mereka bebas menggunakan tahun-tahun mereka untuk menempuh pendidikan dalam jangka waktu yang diluar akal sehat,  guna melakukan pekerjaan Allah.  Penebus kita sedang berada didalam kaabah memohon partisipasi kita.   Dia adalah Imam Pengantara kita, yang sedang melakukan upacara pengorbanan bagi kita, memohon kerjasama kita didalam keajaiban darahNya.  Para orang tua haruslah  berusaha untuk meninggikan Penebus ini terhadap anak-anak mereka guna membangunkan pikiran mereka akan besarnya rencana keselamatan,  oleh karena disebabkan oleh pelanggaran-pelanggaran terhadap hukum Allah,  Kristus telah menjadi penanggung dosa-dosa kita.  Fakta bahwa Anak Allah yang tunggal telah menyerahkan hidupNya oleh karena pelanggaran-pelanggaran manusia,  untuk melengkapi pengadilan dan untuk mengangkat kembali kehormatan hukum Allah,  haruslah selalu ditanamkan kedalam pikiran anak-anak dan orang-orang muda.  Tujuan dari pengorbanan besar ini haruslah dijaga dihadapan mereka;  karena itu berguna untuk mengangkat manusia yang telah jatuh oleh karena dosa, sehingga pengorbanan besar ini harus dilakukan.   Kristus menderita agar melalui iman didalam Dia, dosa-dosa kita boleh diampuni.  Dia menjadi pengganti manusia dan memberikan jaminan,  Dia sendiri rela menjadi orang yang terhukum,  walaupun sangat tidak layak,  agar orang-orang yang layak boleh dibebaskan, dan kembali kepada janji kita kepada Allah melalui jasa-jasa Penebus yang telah disalibkan dan telah bangkit bangkit kembali..  Hanya dia seoranglah satu-satunya harapan kita akan keselamatan.  Melalui pengorbananNya kita yang sekarang berada dalam ujian, adalah tawanan-tawanan yang mempunyai pengharapan.  Kita harus menyatakan kepada dunia, kepada dunia yang telah jatuh dan kepada dunia yang tidak akan jatuh,  bahwa disana ada pengampunan didalam Allah,  dan melalui kasih Allah kita boleh didamaikan dengan Allah.  Manusia yang menyesal, mengadakan pertobatan dari hatinya, percaya didalam Kristus sebagai korban yang suci, dan menyadari bahwa Allah telah didamaikan kepada dirinya sendiri.
Kita harus menyerukan rasa syukur dari hati sepanjang hari-hari kehidupan kita karena Tuhan telah menuliskan perkataan-perkataan ini :  “Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Mahakudus namaNya :  Aku bersemayam ditempat tinggi dan ditempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.”   Pendamaian Allah kepada manusia dan manusia kepada Allah, adalah pasti kalau syarat-syarat dipenuhi.  Tuhan mengatakan,  “Pengorbanan dari Allah adalah roh yang remuk hati :  remuk dan rendah hati, Oh Allah, tidak akan Kauabaikan.”  Dia mengatakan lagi,  “Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.”   “Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.”   “Tuhan itu tinggi, namun Ia melihat orang yang hina, dan mengenal orang yang sombong dari jauh,”   “Beginilah firman Tuhan :  Langit adalah takhtaKu dan bumi adalah tumpuan kakiKu;  rumah apakah yang akan kamu dirikan bagiKu, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentianKu?  Bukankah tanganKu yang membuat semuanya ini, sehingga semuanya ini terjadi?  Demikianlah firman Tuhan,  tetapi kepada orang inilah Aku memandang :  kepada orang yang tertindas dan patah semangatnya dan yang gentar kepada firmanKu.”  “Roh Tuhan Allah ada padaku, oleh karena Tuhan telah mengurapi aku,  Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan, dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka ‘pohon tarbantin kebenaran’, tanaman Tuhan untuk memperlihatkan keagunganNya.”   “Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;  Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan menyebut nama-nama semuanya.  Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaanNya tidak terhingga.  Tuhan menegakkan kembali orang-orang yang tertindas, tetapi merendahkan orang-orang fasik sampai kebumi.  Bernyanyilah bagi Tuhan dengan nyanyian syukur, bermazmurlah bagi Allah kita dengan kecapi!   . . .   Tuhan senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setiaNya.   Megahkanlah Tuhan, hai Yeruzalem, pujilah Allahmu, hai Sion!”
Betapa berharganya pelajaran dari Pemazmur ini.  Kita boleh mempelajari keempat pasal terakhir dari buku Mazmur dengan penuh kekaguman.  Perkataan dari para rasul juga sangat berharga :  “Masakan salju putih akan beralih dari gunung batu Siryon?  Masakan air gunung akan habis;  air yang sejuk dan mengalir?   Tetapi umatKu telah melupakan Aku, mereka telah membakar korban kepada dewa kesia-siaan;  mereka telah tersandung jatuh dijalan-jalan mereka, yakni jalan-jalan dari dahulu kala, dan telah mengambil jalan simpangan, yakni jalan yang tidak diratakan.”   “Demikianlah Tuhan berfirman ;  Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh daripada Tuhan!   Ia akan seperti semak bulus dipadang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik;  ia akan tinggal ditanah angus dipadang gurun, dinegeri padang asin yang tidak berpenduduk.   Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan!  Ia akan seperti pohon yang ditanam ditepi air, yang merambatkan akar-akarnya ketepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.”  --  “Special Testimonies on Education,”   22 April 1895.






46
PENDIDIKAN  YANG  TEKUN  DAN  MENYELURUH

Jangan ada apappun yang dilakukan untuk menurunkan standar pendidikan disekolah kita yang ada di Battle Creek.  Para murid harus melatih kekuatan-kekuatan mental mereka;  setiap anggota tubuh haruslah mencapai perkembangan yang setinggi mungkin.  Banyak murid daatang keperguruan tinggi dengan kebiasaan intelektual yang terbentuk hanya sebagian saja, yang dapat menjadi penghalang bagi mereka sendiri.  Yang paling sulit diatur adalah kebiasaan membentuk pekerjaan mereka sebagai sesuatu yang rutin saja, gantinya memberikan pengertian dan usaha yang tidak terbatas untuk mengatasi kesulitan-kesulitan, dan kemudian meraih prinsip-prinsip dasar dari setiap pokok pelajaran dibawah pertimbangan.  Melalui karunia Kristus, dengan kekuatan mereka sendiri, mereka harus mengubah kebiasaan rutinitas ini, dan hal itu adalah untuk kebaikan minat dan penggunaan dimasa depan dalam mengarahkan mental,  melatihnya untuk melakukan pelayanan bagi Guru yang paling bijaksana, yang kuasaNya boleh mereka tuntut menjadi kekuatan mereka sendiri.   Ini akan memberikan mereka keberhasilan dalam usaha intelektual, sesuai dengan hukum-hukum Allah.  Setiap murid hendaknya merasa bahwa, dibawah Allah, dia harus mendapatkan pelatihan yang khusus, dan menjadi ciri dari kepribadian mereka;  dan dia harus menyadari bahwa Tuhan meminta dia untuk melakukan sendiri sedapat yang mungkin dia lakukan,  sehingga dia akan dapat mengajar orang lain juga.   Kelambanan, apatis, tidak teratur, semua itu haruslah dihindari, dan mengikatkan diri sendiri kepada rutinitas adalah sama dengan yang harus dihindarkan.
Saya berharap bahwa tidak seorangpun yang boleh menerima kesan dari perkataan-perkataan yang saya telah tuliskan,  bahwa standar dari sekolah, dalam satu dan lain cara, haruslah diturunkan.  Disekolah kita haruslah terdapat lebih banyak ketekunan dan pendidikan yang menyeluruh,  dan agar ini dapat terjamin, maka hikmat yang datangnya dari Allah haruslah diutamakan dan dinomor satukan.  Kerohanian dari Kristus tidak akan pernah dapat menyucikan kemalasan tubuh dan mental.
Kita sudah pernah mengetahui kasus tentang Daniel dan teman-temannya, yang menggunakan hampir seluruh dari kesempatan-kesempatannya  untuk belajar diistana  Babilon.  Pada waktu diuji oleh orang-orang yang meragukan iman dan pengetahuan mereka, mereka dapat memberikan alasan mengenai pengharapan yang ada dalam diri mereka, dan seperti juga ujian ilmu pengetahuan tentang pelajaran dan hikmat  yang harus mereka hadapi;  didapati bahwa Daniel mempunyai pengertian juga kemampuan untuk membaca khayal dan mimpi-mimpi, menunjukkan yang dia selalu hidup berdampingan dengan Allah yang memiliki semua hikmat.   “Dalam hal hikmat dan pengertian yang ditanyakan oleh raja kepada mereka, dia mendapati bahwa mereka sepuluh kali lebih baik daripada seluruh akhli-akhli nujum dan akhli-akhli sihir yang ada diseluruh negeri.”  Kisah Daniel diberikan kepada kita untuk peringatan bagi mereka-mereka yang menantikan akhir sejarah dunia.  “RahasiaTuhan ada bersama dengan orang yang takut akan Tuhan.”  Hubungan Daniel dengan Allah sangat dekat.  Pada waktu perintah yang dikeluarkan oleh seorang raja yang marah dan murka,  memerintahkan agar seluruh orang bijak yang ada di Babilon dibinasakan, Daniel dan teman-temannya juga dicari untuk dibunuh.  Kemudian Daniel menjawab – bukan dengan kemarahan dan kekasaran -  tetapi “dengan nasehat dan kebijaksanaan,”  maka pengawal raja, orang yang seharusnya pergi mencari orang-orang bijak diseluruh negeri untuk dibinasakan.   Daniel bertanya,  “Mengapa perintah dari raja itu begitu tergesa-gesa?”  Dia menawarkan diri untuk menghadap raja,   memohon agar dia diberikan waktu, dan imannya kepada Allah telah mendorong dia untuk mengatakan bahwa dia akan memberikan artinya kepada raja.   “Maka kemudian Daniel pergi kerumahnya, memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael, dan Asaria, teman-temannya :  agar mereka memohon pengasihan dari Allah yang disurga berkenaan dengan rahasia ini;  agar Daniel dan teman-temannya tidak akan dibinasakan bersama dengan orang-orang bijak lainnya yang ada di Babilon.  Dan kemudian rahasia itu dibukakan kepada Daniel dalam penglihatannya dimalam hari.  Dan Daniel mengucap syukur kepada Allah disurga.”   (bacalah Daniel 2 : 20 – 28).   Disinilah interpretasi mimpi raja itu diberikan kepada Daniel.
Pada akhir kisah dari para murid orang-orang Ibrani yang dilatih oleh Allah sendiri itu, telah mendapatkan upah yang sangat besar.   Sementara mereka berusaha keras menempuh pendidikan,   Tuhan mengirimkan kebijaksanaan dari surga kepada mereka.   Ilmu pengetahuan yang mereka dapat memberikan manfaat yang besar, pada waktu yang tepat dan ditempat yang tepat.  Tuhan Allah yang disurga tidak akan memperlengkapi kekurangan-kekurangan yang diakibatkan oleh karena kemalasan mental dan rohani.  Kalau manusia mau melatih kemampuan-kemampuan mereka untuk mendapatkan pengetahuan, untuk menjadi orang yang menggunakan pikirannya dengan dalam, kalau mereka, mau menjadi saksi-saksi yang terbesar bagi Allah dan kebenaranNya, akan dimenangkan dihadapan pengadilan demi pengajaran-pengajaran yang berhubungan dengan keselamatan jiwa-jiwa, agar kemuliaan boleh diberikan oleh Allah dari surga sebagai keistimewaan, sehingga para hakim dan para raja akan mengetahui, dihadapan sidang-sidang pengadilan,  dihadapan dewan-dewan dan parlemen-parlemen,  bahwa Allah yang telah menciptakan langit dan bumi adalah satu-satunya Allah yang benar dan hidup,  penggerak ke-Kristen-an,  penyusun dari segala kebenaran, yang melembagakan Sabat hari yang Ketujuh pada waktu dasar dunia ini diletakkan, pada waktu bintang-bintang fajar bernyanyi bersama-sama, dan seluruh umat Allah bersama-sama berseru dengan nyaring dalam kegembiraan.    Seluruh alam akan menjadi saksi, seperti yang telah dirancang,  bagi penggambaran firman Allah.
Alam dan kerohanian haruslah digabungkan dalam pelajaran-pelajaran disekolah-sekolah.  Pengerjaan lahan pertanian menggambarkan pelajaran-pelajaran Alkitab.   Hukum-hukum yang dipatuhi oleh bumi menyatakan adanya fakta bahwa alam ini berada dibawah kekuasaan yang tangguh dari Allah yang tidak terbatas.  Prinsip-prinsip yang sama juga berlaku bagi kerohanian dan alam yang ada didunia ini.   Menjauhkan diri dari Allah dan hikmatNya selagi mempelajari ilmu pengetahuan, maka engkau akan mendapatkan pendidikan yang lumpuh, yang berat sebelah,  kwalitas-kwalitas yang tersimpan selama ini akan mati, yang sebenarnya dapat memberikan kekuatan kepada manusia,  sehingga dia tidak sanggup lagi mencapai kekekalan melalui iman didalam Kristus Yesus.  Penyusun dari alam ini adalah juga pengarang dari Alkitab.  Penciptaan dan ke-Kristen-an mempunyai satu Allah.   Semua orang yang terlibat dengan pendidikan haruslah mempunyai tujuan untuk mencapai kemajuan yang yang paling tinggi.  Hendaknya mereka maju secepat dan sejauh yang mungkin dapat mereka capai;  hendaknya bidang pelajaran mereka diperluas, seluas mungkin, sejauh kekuatan-kekuatan mereka dapat dikerahkan,  dengan menjadikan Allah sebagai sumber hikmat, bergantung hanya kepadaNya yang memiliki ilmu pengetahuan tanpa batas, yang dapat menyatakan rahasia-rahasia yang tersembunyi sepanjang abad, yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang paling rumit sekalipun, karena pikiran-pikiran yang mempercayaiNya sebagai seseorang yang memiliki kekekalan, tinggal didalam terang sehingga seorangpun tidak dapat mendekati.  Saksi-saksi yang hidup bagi Kristus, yang diikuti dengan pengenalan akan Tuhan, akan mengetahui bahwa kepergianNya adalah untuk mempersiapkan datangnya pagi.   “Apa yang ditabur orang, itulah yang akan dituainya.”   Dengan kejujuran dan usaha pekerjaan, dengan pemeliharaan tubuh yang tepat, menambahkan kekuatan pikiran demi pencapaian ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan didalam hal-hal yang rohani, maka setiap jiwa akan menjadi sempurna didalam Kristus, yang merupakan pola yang paling sempurna dari manusia yang sempurna.
Barangsiapa yang memilih untuk tidak menurut kepada hukum Allah berarti telah memutuskan nasib dimasa depannya;   menabur keinginan daging, menuai upah dosa, bahkan kebinasaan kekal, berlawanan dengan kehidupan yang kekal.  Menyerahkan diri kepada Allah dan menuruti hukum-hukumNya yang suci akan membawa hasil yang pasti.  “Inilah hidup kekal itu, agar dia boleh mengenal Engkau satu-satunya Allah yang benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”   Inilah pengetahuan yang memiliki nilai, tidak ada satu bahasapun yang dapat menggambarkannya;  inilah kelayakan yang paling tinggi didunia ini, dan sangat sukar dijangkau sebagai kekekalan.   “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,  tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah ia bermegah karena yang berikut :  bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah Tuhan yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran dibumi, sungguh, semuanya itu  Kusukai, demikianlah firman Tuhan.”
Kalau kita bertujuan hanya untuk mendapatkan standar yang rendah, maka kita akan mencapai hanya yang berstandar rendah pula.   Kami menganjurkan kepada setiap murid, gunakanlah Buku diatas segala buku sebagai bahan pelajaranmu yang paling utama demi kecerdasan manusia,  sebagaimana pendidikan itu sangat penting bagi kehidupan sekarang dan kehidupan kekal yang akan datang.  Tetapi saya tidak meremehkan arti dari standar pendidikan didalam mempelajari ilimu-ilmu pengetahuan.  Terang telah diberikan mengenai masalah ini dengan sangat jelas,  dan tidak seharusnya diabaikan dalam keadaan apapun juga.  Tetapi kalau firman Allah yang memberikan terang, dan memberikan pengertian kepada manusia, telah diterima kedalam pikiran dan kaabah jiwa, sebagai seorang penasehat, sebagai seorang penuntun dan guru, maka manusia itu akan hidup oleh karena setiap firman yang keluar dari mulut Allah, tidak perlu lagi ada perbaikan dikarenakan adanya kesalahan para murid, sesudah berkat Allah mendatangi mereka dalam berkas-berkas sinar yang bercahaya dengan kemuliaan, menyinari api suci yang ada diatas altar dihati mereka.   Banyak orang yang mengijinkan hiduran-hiburan menduduki tempat yang utama.   Ini bukanlah tujuan  yang dikejar oleh Daniel pada waktu dia menempuh pendidikan, pendidikan yang menyatakan kebesaran hikmat surga melebihi segala hikmat dan pengetahuan  dari sekolah-sekolah tertinggi yang ada diistana Babilon,  dan dinyatakan melalui Daniel sendiri.  Allah membuka pengertian manusia dengan cara yang khas pada waktu firman-firmanNya dibawa kedalam kehidupan sehari-hari para murid,  dan Alkitab dikenal sebagai sesuatu pelajaran yang sangat bernilai, yang dianggap sangat ajaib.  Jangan ada sesuatu apapun yang dianggap lebih penting, yang akan dapat menghalangi hubungan antara Alkitab dan para murid;  karena hikmat yang dibawa kedalam kehidupan sehari-hari itulah yang membuat manusia bijaksana sampai selama-lamanya dan sampai kepada kekekalan.   Allah dinyatakan dalam alam;  Allah dinyatakan dalam firmanNya.   Alkitab adalah buku yang paling ajaib dalam sepanjang sejarah;   karena Alkitab itu merupakan hasil pekerjaan Allah,  dan bukan hasil dari pemikiran yang terbatas.  Alkitab dapat membawa kita kembali kezaman awal dari segala sesuatu,  yang menghadapkan sejarah dari zaman kezaman dan pemandangan-pemandangan yang kalau tidak diceriterakan, maka tidak akan pernah diketahui.   Alkitab menyatakan kemuliaan Allah didalam mengerjakan tempat tinggalnya untuk menyelamatkan dunia yang telah jatuh.   Alkitab menyuguhkan kuasa besar dari penginjilan dalam bahasa yang paling sederhana, yang, kalau diterima, akan dapat mematahkan rantai-rantai yang mengikat manusia dengan kereta setan.
Terang bercahaya dari setiap halaman-halamannya yang suci, dengan berkas-berkas cahaya yang sangat jelas, agung, menunjukkan Allah kepada kita, Allah yang hidup, sebagaimana yang ditunjukkan dalam hukum-hukum dari pemerintahanNya, dalam penciptaan dunia ini, dan didalam surga yang telah dihias olehNya.  KekuasaanNya haruslah dikenali sebagai satu-satunya sarana penebusan dunia dari pemerintahan yang merosot dan yang begitu tidak menghormati Allah dan manusia.  Setiap pelajar Alkitab, yang tidak hanya terbiasa dengan kebenaran yang dinyatakan melalui pendidikan intelektual, tetapi juga melalui perubahan kekuatan dari hati dan tabiat, akan menyatakan tabiat Allah kepada dunia dalam cara hidup yang teratur dan tutur kata yang sopan.  Setiap kata-katanya akan memantulkan terang.   Pikirannya akan dikembangkan, ditinggikan dan disucikan.  Tetapi banyak orang telah melakukan tindakan yang tidak sejalan dengan ilmu pengetahuan tentang kebenaran dan keajaiban terang melalui Roh Suci Allah yang diturunkan dengan cara yang begitu khas kedalam hati orang-orang yang ada di Battle Creek.  Dosa besar dan kehilangan merupakan akibat dari kelalaian untuk berjalan dalam terang dari surga.   Dengan melibatkan diri dengan hiburan-hiburan, permainan-permainan judi, penampilan-penampilan yang seronok, mereka menyatakan kepada dunia yang Kristus bukanlah pimpinan mereka dalam hal-hal ini.   Semua ini mengundang peringatan dari Allah.  Sekarang apa yang membebani saya adalah bahayanya pergi ketempat-tempat yang tidak patut disisi lain,  yang tidak ada gunanya;  kalau Alkitab dijadikan penuntun mereka, penasehat mereka, maka mereka akan dianggap memiliki pengaruh dalam pikiran dan hatinya terhadap orang-orang yang tidak bertobat.  Pembelajaran mereka, lebih daripada yang lainnya, akan meninggalkan kesan yang agung.  Pembelajarannya itu akan dapat memperluas pikirannya sebagai murid yang cerdik,  yang memenuhinya dengan perasaan-perasaan dan kekuatan yang menyegarkan,  memberikan kesanggupan yang lebih besar kepada anggota-anggota lain dengan cara membawa mereka berhubungan dengan kebenaran-kebenaran yang besar dan sulit,  giat, menarik;  menjadi sarana yang tepat didalam menyerahkan jiwa-jiwa.  Kalau pikiran dibiarkan mengembara dan lemah dan tidak effisien, itu adalah dikarenakan selama ini hanya dilatih untuk memikirkan hal-hal yang biasa-biasa saja.  
Allah dapat dan mau melakukan pekerjaan besar bagi setiap manusia yang mau membuka hatinya kepada perkataan Allah, dan membiarkannya masuk kekaabah jiwa dan mengeluarkan semua berhala-berhala yang lain.   Kerahkan usaha, pikiran dan hati didalam keajaiban dari kemauan Allah yang dinyatakan dan dibuka.   Jiwa yang bertobat akan dikuatkan untuk menolak kejahatan.   Didalam mempelajari Alkitab, jiwa yang bertobat itu akan makan tubuh dan minum darah Anak Allah,  yang Dia sendiri lukiskan sementara menerima dan melakukan firman-firmanNya, yang adalah roh dan kehidupan.  FirmanNya dijadikan tubuh,  dan tinggal diantara kita,  didalam orang-orang yang menerima persepsi yang suci mengenai firman Allah.   Penebus dunia ini telah menunjukkan diri tetap suci, menjadi teladan yang murni bagi manusia.  Teladan itu menerangi, mengangkat, dan membawa kekekalan bagi semua orang yang menurut kepada perintah-perintah agungNya.   Inilah alasannya saya menulis kepada engkau sebagaimana yang saya lakukan.   Allah melarang, kalau karena kurangnya usaha-usaha yang arif dan bijaksana, akan ada anggapan yang menyalah-artikan kata-kata saya yang saya tujukan kepadamu,  saya tidak mempunyai perasaan lain selain perasaan senang kalau mengetahui, yang  para murid itu akan ditamatkan dari pendidikan tentang firman kehidupan,  dengan pikiran yang berkembang, ditinggikan, diagungkan,  dan dengan kekuatan mereka yang sudah layu disegarkan kembali,  melibatkan diri untuk belajar ilmu-ilmu pengetahuan dengan  pengertian yang lebih cerdik;  dan mereka boleh menjadi orang-orang yang terpelajar seperti Daniel,  dengan tujuan untuk membangun dan mempekerjakan kekuatannya hanya untuk kemuliaan Allah.  Biarkan setiap murid belajar tentang Allah yang memberikan hikmat,  tentang bagaimana mempelajari manfaat yang paling baik;  karena semua orang adalah calon-calon bagi kekekalan.
Tuhan Allah datang kedunia kita ini dengan memakai jubah kemanusiaan,  agar Dia boleh bekerja dalam kehidupannya,  menyelesaikan pertentangan besar antara Kristus dan setan.   Dia mengalahkan kekuasaan-kekuasaan kegelapan.   Semua sejarah ini telah dikatakan kepada manusia,  Aku,  pengganti dan penjaminmu,  telah mengambil rupamu,  menunjukkan kepadamu bahwa setiap putra dan putri Adam mendapat kesempatan dan hak yang sama untuk menjadi akhli waris alam yang mulia, dan melalui Yesus Kristus  yang memegang kekekalan.  Orang-orang yang menjadi calon-calon penerima berkat-berkat yang besar ini, haruslah didalam segala hal, bertindak dengan cara yang menyatakan keuntungannya,  kalau berjalan bersama Tuhan melalui kebenaranNya yang nyata, dan melalui penyucian dari Roh Kudus.  Ini akan dapat memperluas pikiran manusia, mengikatnya kepada hal-hal yang suci,  ditetapkan untuk menerima kebenaran,  untuk menyampaikan kebenaran,  yang akan menuntun kepada hasil pekerjaan dari kebenaran melalui penyucian hati, jiwa dan tabiat.
Orang-orang yang mendapat pengalaman ini tidak akan membiarkan diri sendiri terlibat dengan hiburan-hiburan yang telah begitu banyak menyerap dan menyesatkan pengaruh-pengaruh mereka,  untuk menyatakan bahwa jiwa-jiwa itu belum makan dan minum firman-firman dari kehidupan kekal.   Menjauhkan diri dari ke-Ilahi-an yang benar, bagi para murid, itu akan menebarkan pengaruh yang melemahkan tabiat dan mengurangi kekuatan mental.  Peningkatan didalam ilmu-ilmu pengetahuan akan dilumpuhkan,  padahal kalau mereka menjadi seperti Daniel,  menjadi pendengar-pendengar dan pelaku-pelaku dari firman Allah, mereka akan meningkatkan diri seperti apa yang telah mereka lakukan didalam setiap bidang pelajaran yang mereka masuki.  Dengan pikiran yang murni, mereka akan menjadi bermental baja.   Setiap bagian dari tubuhnya akan dipertajam.   Hendaknya Alkitab dapat diterima sebagai satu-satunya makanan yang bergizi bagi jiwa,  sebagaimana alkitab itu sendiri adalah yang terbaik dan paling efektif bagi penyucian dan penguatan intelektual.  --  “Special Testimonies on Education,”   22 April, 1895.   






47
BUKU-BUKU  DAN  PARA  PENGARANG
DISEKOLAH-SEKOLAH  KITA

Saya mempunyai beberapa masalah yang ingin saya hadapkan kepadamu sehubungan dengan pendidikan.  Guru-guru disekolah-sekolah kita memiliki rasa hormat yang tinggi terhadap para pengarang dan buku-buku mereka yang sekarang terdapat hampir diseluruh lembaga-lembaga kita.   Segenap warga surga telah melihat kepada lembaga-lembaga pendidikan kita, dan sedang bertanya kepadamu,   Apakah yang dilakukan lalang-lalang terhadap gandum?   Tuhan telah memberikan kepada kita perintah dari firmanNya yang paling berharga, dan mengajar kita mengenai tabiat apakah yang harus kita bentuk dalam kehidupan ini untuk mempersiapkan diri kita dimasa yang akan datang,  masa kehidupan kekal.   Memang sudah menjadi kebiasaan untuk meninggikan buku-buku dan para pengarang yang tidak mengutamakan dasar yang tepat bagi pendidikan yang benar.  Dari sumber apakah para pengarang ini memperoleh kebijaksanaannya,  yang sebagian besar dari kebijaksanaannya itu tidak patut kita hargai,  bahkan kalaupun para pengarang itu disebutkan sebagai orang yang bijaksana?   Apakah mereka sudah menempuh pendidikan mereka dari Guru yang terbesar yang pernah dikenal oleh dunia?   Kalau tidak mereka dapat dianggap bersalah.   Orang-orang yang sedang mempersiapkan kerajaan surga haruslah diakui sebagai orang yang menjadikan Alkitab, buku utama untuk dipelajari.
Para pengarang yang terkenal ini tidak menunjukkan kepada para murid akan jalan yang menuju kepada kehidupan yang kekal.   “Dan inilah kehidupan kekal itu, yaitu agar mereka mengenal Aku satu-satunya Allah yang benar, dan Yesus Kristus, yang telah Engkau utus.”  Yohanes 17 : 3.   Para pengarang dari buku-buku yang sekarang berada disekolah-sekolah kita, diakui dan ditinggikan sebagai orang-orang yang terpelajar;  pengajaran mereka didalam banyak hal akan menyesatkan, kecuali mereka sendiri telah dididik disekolah Kristus, dan dengan pengetahuan yang praktis menjaksikan firman Allah sebagai pelajaran yang paling penting bagi anak-anak dan orang-orang muda.  “Takut akan Allah adalah permulaan dari segala hikmat.”   Buku-buku yang harus dipersiapkan untuk dipelajari oleh para murid adalah buku-buku yang dapat mendidik mereka agar memiliki kesungguh-sungguhan, kasih dan mempunyai rasa hormat terhadap kebenaran dan kemauan yang teguh.  Kelas-kelas pembelajaran yang benar-benar penting didalam pembentukan tabiat guna memberikan persiapan bagi kehidupan dimasa depan, haruslah tetap dijaga dihadapan para murid itu.   Kristus haruslah diangkat sebagai guru mereka yang paling utama dan pertama, satu-satunya Anak Allah,  yang telah ada dengan Bapa sepanjang zaman.  Anak Allah adalah Guru terbesar yang dikirimkan kedunia ini sebagai terang dunia.   “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam diantara kita.”   Bapa telah dinyatakan didalam Kristus,  dan perhatian dalam pendidikan haruslah memiliki ciri yang membuat mereka memandang kepada Dia dan percaya kepadaNya yang merupakan gambar dari Allah.  Dia mempunyai misi ajaib bagi dunia ini, dan pekerjaanNya tidak ada hubungan dengan tuntutan pribadiNya kepada para dewa, tetapi kerendahan hatiNya adalah merupakan suatu pemeteraian dari tuntutanNya.  Inilah sebabnya mengapa para orang Yahudi tidak mengenal Kristus sebagai Raja kehidupan;  karena Dia tidak datang dengan segala kebesaranNya  dan memamerkan penampilanNya,  karena dia menyelubungi kemuliaan tabiatNya didalam jubah kemanusiaan.
Keluarga manusia haruslah mempertimbangkan Dia didalam terang Alkitab, yang harus menyaksikan cara-cara kedatanganNya.   Kalau Dia datang, menunjukkan kemuliaanNya yang Dia telah dapatkan dari Bapa, dan kemudian jalanNya kesalib dirintangi oleh kepentingan tujuan manusia, yang telah melawan Dia dengan kekerasan dan menjadikan Dia sebagai raja mereka, maka Dia akan menutup kehidupanNya dengan cara menjadikan dirinya sebagai biarawan yang soleh.   Ternyata seluruh kehidupannya telah menjadi awal dari kematianNya dikayu salib.   TabiatNya merupakan kehidupan penurutan terhadap seluruh perintah Allah,  dan seharusnya menjadi contoh bagi seluruh manusia diatas bumi.   Kehidupannya merupakan kehidupan yang menghidupkan hukum-hukum Allah didalam kemanusiaan.   Hukum itulah yang dilanggar oleh Adam.   Tetapi Kristus, melalui penurutanNya yang sempurna terhadap hukum telah menebus kegagalan dan kejatuhan Adam yang memalukan.
Nubuatan-nubuatan haruslah dipelajari, dan kehidupan Kristus haruslah dibandingkan dengan tulisan-tulisan para nabi.  Dia memperkenalkan diriNya sendiri melalui para nabi,  dengan menyebutkan berulang-ulang,  Mereka menulis tentang Aku;  mereka bersaksi tentang Aku.   Alkitab adalah satu-satunya buku yang memberikan gambaran tentang Yesus Kristus dengan cara yang positif;  dan kalau setiap manusia mau mempelajari Alkitab sebagai buku pelajaran mereka, dan menurutiNya, maka tidak akan ada satu jiwapun yang hilang.
Semua berkas-berkas cahaya yang bersinar didalam Alkitab menunjuk kepada Yesus Kristus,  menyaksikan tentang Dia, mempersatukan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.   Kristus dihadapkan sebagai pengarang dan akhir dari iman,  Dia sendiri sebagai pusat dimana mereka menggantungkan pengharapan akan hidup kekal.   “Karena demikianlah Allah mengasihi dunia ini, sehingga dikaruniakanNya Anaknya yang tunggal, agar barangsiapa yang percaya kepadaNya tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Buku apakah yang dapat dibandingkan dengan Alkitab?   Alkitab itu penting bagi setiap anak,  bagi orang-orang muda, dan bagi orang-orang dewasa untuk dimengerti;  karena itulah perkataan Allah, perkataan untuk menuntun semua keluarga manusia masuk kesurga.  Jadi mengapakah perkataan dari Allah itu tidak berisi bahan-bahan yang utama untuk dipakai dalam pendidikan?    Pengarang-pengarang yang tidak diilhami menempatkannya didalam tangan anak-anak dan orang-orang muda disekolah-sekolah kita sebagai buku-buku pelajaran  --  buku-buku yang harus dipelajari.  Buku-buku ini harus tetap ditempatkan didepan orang-orang muda, biarkan mereka menggunakan waktu-waktu mereka yang berharga untuk belajar dan mempelajari hal-hal yang tidak akan pernah dapat mereka pakai.   Banyak buku telah dimasukkan kesekolah-sekolah yang seharusnya tidak ditempatkan disitu.   Buku-buku ini tidak menyuarakan perkataan Yohanes,  “Lihatlah Anak domba Allah, yang telah menghapuskan dosa dunia.”   Seluruh bidang pelajaran disekolah-sekolah kita haruslah dapat mempersiapkan orang-orang bagi masa depan, masa kehidupan yang kekal.
Yesus Kristus adalah pengetahuan tentang Bapa,  dan Kristus adalah seorang guru besar yang dikirim dari Allah.  Kristus telah menyatakan dalam Yohanes fasal keenam bahwa Dia adalah roti yang dikirim dari surga.   “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu,  barangsiapa yang percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.   Akulah roti hidup.  Nenek moyangmu telah makan manna dipadang gurun dan mereka telah mati.  Inilah roti yang turun dari surga.  Jikalau seorang mmakan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah dagingku,  yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”                      Murid-muridNya tidak mengerti akan perkataanNya.   Kristus berkata,  “Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna :  Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.”
Sungguh penting sekali, kalau didalam terang dari pelajaran-pelajaran tentang Kristus,  setiap manusia belajar tentang Alkitab,  agar mereka boleh meyakini Dia, yang menjadi pusat dari pengharapan akan hidup kekal.   Alkita haruslah dijadikan sebagai buku pelajaran yang paling besar, paling tinggi, yang telah diturunkan kepada kita dari surga, dan itulah perkataan yang hidup.   Haruskah buku itu, buku yang menceriterakan kepada kita mengenai keselamatan,  dikesampingkan disudut,  dan hasil pekerjaan manusia lebih ditinggikan sebagai kebijaksanaan yang besar dalam pendidikan?    Pengetahuan yang paling penting yang harus dicapai oleh anak-anak dan orang-orang muda untuk dipergunakan dalam kehidupan ini,  dan agar mereka dapat mempergunakannya juga dimasa yang akan datang,  dapat ditemukan dalam perkataan Allah.   Tetapi tentu saja hal ini janganlah dihadapkan dan didorong kehadapan mereka sebagai satu-satunya ilmu pengetahuan yang penting,  dan menganggapnya sebagai penjelasan yang paling tepat mengenai Allah yang benar, dan juga tentang Yesus Kristus yang telah diutusNya.   Karena ada banyak ke-Ilahi-an dan banyak doktrin.   Ada banyak peribahasa dan banyak komentar yang dihadapi orang-orang muda kita sebagai perintah-perintah Allah.   Adalah tidak mungkin bagi mereka untuk mengerti apa itu kebenaran, apa itu yang suci,  dan apa itu yang biasa-biasa saja,  hanya kalau mereka mengerti akan Alkitab,  baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. 
Perkataan Allah haruslah berdiri sebagai buku pendidikan yang paling tinggi didunia kita ini, dan harus diperlakukan dengan sikap hormat dan takjub.  Itu adalah buku penuntun kita;  kita akan menerima kebenaran dari buku tersebut.   Kita perlu menyatakan Alkitab sebagai buku pelajaran yang besar yang harus diletakkan kedalam tangan-tangan anak-anak dan orang-orang muda kita,  agar mereka mengenal Kristus,  yang kita kenal sebagai pemberi kehidupan yang kekal.  Ini adalah buku yang harus dipelajari oleh orang-orang yang sudah dewasa, dan juga orang-orang yang sudah tua.   Perkataan-perkataan itu berisi janji-janji,  peringatan-peringatan,  dorongan-dorongan, dan jaminan-jaminan akan kasih Allah kepada semua orang yang menerima Dia sebagai Juru Selamat.   Kemudian letakkanlah perkataan-perkataan suci itu kedalam tangan-tangan mereka.  Dorong semangat mereka untuk menyelidiki perkataan itu,  dan dengan melakukan hal itu, mereka akan menemukan harta yang tersembunyi dengan nilai yang tidak terkira bagi mereka dalam kehidupan yang sekarang ini,  dan dengan menerima Kristus sebagai roti hidup, mereka akan mendapatkan janji untuk hidup kekal.
Buku pelajaran, Alkitab,  berisi pengarahan tentang tabiat yang harus mereka miliki,  tabiat moral yang unggul yang harus ditinggikan, seperti yang diminta oleh Allah dan surga.  “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan mewarisi kerajaan surga.”   “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.”   “Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah,  tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak;  akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diriNya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaanNya yang sebenarnya.   Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepadaNya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.  Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.  Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diriNya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan didalam Dia tidak ada dosa.”
Pengetahuan yang maha penting ini haruslah dijaga bagi anak-anak dan orang-orang muda, bukan dengan sewenang-wenang, atau tata cara yang diktator,  tetapi  sebagai pernyataan yang terbuka,  yang memiliki nilai tertinggi untuk menjamin kedamaian mereka sekarang,  roh berdiam diri,  ketenangan pikiran didunia yang kacau dan penuh perjuangan, dan sebagai bahan persiapan dimasa yang akan datang, kehidupan kekal didalam kerajaan Allah, dimana mereka akan melihat Allah, dan mengenal Allah serta Yesus Kristus, yang telah memberikan kehidupanNya yang sangat berharga untuk menebus mereka.
Kristus datang dalam bentuk kemanusiaan untuk menghidupkan hukum Allah.  Dia adalah perkataan yang hidup.  Dia datang untuk menjadi Injil keselamatan kepada dunia ini, untuk memenuhi setiap aspek hukum.  Yesus adalah perkataan, buku penuntun, yang harus diterima dan diturut disetiap bagiannya.  Betapa pentingnya sumur kebenaran itu diselidiki, dan harta tersembunyi itu dapat ditemukan dan dipastikan sebagai permata-permata yang mahal harganya.  Inkarnasi Kristus, keagunganNya,  takhtaNya, kehidupanNya yang ajaib didalam surga sebagai pembela kita,  kehadiran Roh Kudus,  --  Semua kehidupan ini,  tema inti tentang ke-Kristen-an telah dinyatakan dari buku Kejadian sampai Wahyu.   Rantai emas dari kebenaran membentuk rantai dari kebenaran penginjilan,  dan anak tangga yang pertama, ditemukan didalam ajaran agung dari Yesus Kristus.   Mengapa, kalau demikian,  Alkitab tidak dimuliakan dan ditinggikan didalam setiap sekolah dinegeri kita ini?   Anak-anak kecil dapat dididik untuk belajar Alkitab sebagai perkataan dari Allah,  memberi kita makan kebenaran, yang adalah tubuh dan darah Anak Allah!   “Jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darahNya, kamu tidak mempunyai hidup didalam dirimu.  Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.  Sebab dagingKu adalah benar-benar makanan dan darahKu adalah benar-benar minuman.  Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia tinggal didalam Aku dan Aku didalam dia.”   “Barangsiapa menuruti segala perintahNya, ia diam didalam Allah dan Allah didalam dia.  Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada didalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.”
Ada perlunya setiap keluarga menjadikan Alkitab sebagai buku pelajaran mereka.  Perkataan-perkataan Kristus adalah emas murni, tanpa satu bagianpun yang merupakan bahan buangan, kecuali manusia, dengan pengertian kemanusiaannya,  akan berusaha untuk meletakkannya disana, dan membuat yang salah tampak seperti yang benar.   Bagi mereka yang telah menerima gambaran yang salah tentang perkataan itu,  bila mereka mau menyelidiki Alkitab dengan usaha yang tekun guna meraih kebenaran yang sangat inti yang ada didalamnya,  maka Roh Kudus akan membuka mata pengertian mereka, dan kebenaran-kebenaran dari perkataan itu, bagi mereka, akan menjadi seperti wahyu yang baru.   Hati mereka akan dibentuk menjadi baru dengan iman yang hidup, dan mereka akan memandang hal-hal yang menakjubkan yang keluar dari hukum-hukumNya.   Ajaran-ajaran Kristus memiliki keluasan dan kedalaman bagi banyak orang, yang belum pernah mereka mengerti sebelumnya.
Doktrin-doktrin mengenai karunia dan kebenaran tidak sepenuhnya dimengerti oleh sebagian besar murid-murid  dan anggota-anggota gereja kita.   Kebutaan pikiran telah terjadi di Israel.   Bagi manusia, salah-pengertian dan pemaksaan kebenaran yang setengah-setengah, dan pembangunan secara samar-samar yang dilakukan keatas ucapan-ucapan Allah, itu adalah upaya tindakan yang membahayakan jiwa-jiwa mereka sendiri dan juga jiwa-jiwa orang lain.  “Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini : ‘Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis didalam kitab ini.   Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis didalam kitab ini.”  Wahyu 22 : 18, 19.   Mereka yang dengan tubuh manusiawi, membuat Alkitab mengatakan apa yang Yesus tidak pernah katakan,  akan melemahkan kekuatannya, membuat suara Allah yang memberikan perintah dan peringatan untuk menyaksikan yang kesalahan, menolak kenyamanan didalam penurutan kepada tuntutan Allah, telah menjadi seperti papan-papan petunjuk yang menunjukkan arah yang salah,  menuju kejalan yang sesat, dan yang menuntun kepada pelanggaran dan kematian.
Kesaksian dari Alfa dan Omega sehubungan dengan pehukuman karena meremehkan satu kata yang diucapkan oleh mulut Allah, adalah suatu celaan yang mengerikan karena mereka akan menerima malapetaka yang tertulis didalam Buku tersebut;  nama-nama mereka akan dihapuskan dari buku kehidupan dan dari kota suci itu.  
Berapa banyak orang yang dapat menjawab pertanyaan ini dengan jujur,  Pendidikan apakah yang paling penting untuk zaman ini?   Pendidikan sangat berarti, lebih daripada yang disangkakan orang.   Pendidikan yang benar mencakup pelatihan fisik, mental dan moral,  agar seluruh kekuatan akan dapat disesuaikan untuk perkembangan yang paling baik, guna melakukan pelayanan bagi Allah, dan untuk melakukan pekerjaan mengangkat derajat kemanusiaan.   Berusaha membesarkan diri, memuliakan diri sendiri,  akan menyebabkan manusia terpisah dari Roh Allah, terpisah dari karunia yang seharusnya dapat menjadikan dirinya berguna, dan menjadi pekerja yang cekatan bagi Kristus.   Orang-orang yang hanya ingin memuliakan Allah, tidak perlu melakukan perjuangan berat menghadapkan jasa-jasanya supaya mendapat perhatian,  atau berjuang agar dikenal orang, atau berjuang untuk mendapatkan tempat yang tertinggi.  Orang-orang yang mendengar panggilan Penebus dunia, dan menuruti panggilan itu, akan dikenal sebagai orang yang berbeda, yang mempunyai pengorbanan diri, dan suci.
Kalau para murid disekolah-sekolah kita mau mendengarkan tujuan dari pentingnya mendengar dan menuruti undangan,  “Marilah kepadaku, semua yang letih lesu dan berbeban berat,  Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.  Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.  Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKu-pun ringan.”   Mereka akan jadi rasul-rasul yang hidup, dikenal dan dibaca semua orang.  “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk kedalam Kerajaan Sorga.  Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam namaKu, ia menyambut Aku.”   Orang-orang muda sangat membutuhkan para pendidik yang mau memelihara ucapan Allah dan dihidupkan dalam kehidupan mereka dengan prinsip-prinsip yang hidup.  Kalau mereka mau memelihara persepsi-persepsi Alkitab sebagai buku-buku pelajaran mereka,  maka mereka akan memiliki pengaruh yang lebih besar keatas orang-orang muda itu;  karena para guru mau menjadi pelajar-pelajar, dan memiliki sentuhan yang hidup dari Allah.   Sepanjang waktu mereka menghimpun  pemikiran-pemikiran dan prinsip-prinsip yang menuntun kepada pengetahuan yang lebih besar mengenai Allah,  dan dengan sungguh-sungguh, menumbuhkan iman dalam darah Yesus, dan kuasa dan kemampuan karunia dari Tuhan kita Yesus Kristus yang memelihara mereka dari kebinasaan;  karena mereka selalu berusaha teguh dalam pengalaman Kristen yang sehat dan seimbang,  membuat diri mereka memiliki kwalitas yang berguna bagi masa depan,  dan kecerdasan,  dan pengasihan.   Para guru melihat dan merasa bahwa mereka harus bekerja, bukan menyeleweng dan merusak pikiran-pikiran dari teman-teman mereka dengan pelayanan yang tidak menyenangkan dan setengah-setengah hati.   Seharusnya ada pemisahan diantara lembaga-lembaga pendidikan kita dengan buku-buku yang menyesatkan dan merusakkan, agar pikiran tidak menerima benih-benih dosa.  Jangan ada seorangpun menyangka bahwa pendidikan berarti mempelajari buku-buku yang akan menuntun kepada pemikiran para pengarang yang akan menaburkan benih, yang kemudian bertumbuh, menghasilkan buah yang akan dipersatukan dalam ikatan-ikatan dengan dunia,  memisahkan mereka dari Sumber segala hikmat, segala kemampuan, dan segala kekuatan,  membiarkan mereka menjadi alat permainan  setan untuk menambah kekuasaan siakhli penipu itu.  Pendidikan yang murni bagi orang-orang muda disekolah-sekolah kita, yang tidak dibaurkan dengan filosofi-filosofi kekafiran,  merupakan keperluan yang positif dalam bidang-bidang pendidikan.     
Kesehatan,  kebahagiaan, dan kehidupan yang rohani dalam keluarga-keluarga dengan siapa mereka berhubungan,  kemakmuran dan belas kasih dari gereja dimana mereka menjadi anggotanya,   sangat bergantung kepada pendidikan yang rohani yang dapat diterima oleh orang-orang muda kita disekolah-sekolah.  --  Special Testimonies on Education,  12 Juni 1895.



48
BUKU  PELAJARAN  YANG  BESAR

Sanatorium adalah ladang penginjilan yang luas.   Pelajar-pelajar medis, didalam mempelajari perkataan Allah dengan rajin,  akan menjadi jauh lebih baik dipersiapkan guna mempelajari pelajaran-pelajaran yang lain;  karena terang akan selalu datang kepada orang yang tekun mempelajari firman.   Hendaknya dimengerti bahwa para-penginjil yang bekerja melalui bidang medis,  kalau semakin baik hubungan mereka dengan Allah dan Yesus Kristus yang telah diutusNya,  maka akan semakin baik pengenalan mereka akan sejarah Alkitab, dan semakin baik pula kemampuan mereka melakukan pekerjaan mereka.  Para murid diperguruan tinggi  Battle Creek perlu mendapat dorongan semangat untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih tinggi,  dan tidak ada apapun juga yang dapat memberikan mereka pengetahuan dan ingatan yang baik,  kecuali kalau mereka mau menyelidiki Alkitab.  Hendaknya ada disiplin yang murni didalam pembelajaran ini.   Untuk mengenal kebenaran, harus ada jiwa yang merindukannya dengan kerendahan hati dan penuh doa.
Hendaknya ada guru-guru yang paling setia, yang mau berjuang untuk menjadikan para murid itu mengerti akan pelajaran-pelajaran mereka,  bukan dengan cara menerangkan segala sesuatu kepada mereka, tetapi membiarkan para murid itu memberikan penjelasan secara menyeluruh mengenai apa yang mereka sudah baca.  Hendaknya pikiran-pikiran mereka yang selalu dipenuhi dengan pertanyaan itu dihargai.   Layanilah pertanyaan-pertanyaan mereka dengan hormat.   Menyaring permukaan hanya memberikan sedikit hasil.   Penyelidikan yang penuh pertimbangan dan bersungguh-sungguh,  melatih para murid untuk belajar menyelesaikannya.   Disana ada kebenaran didalam firman yang seperti urat-urat nadi dari pertambangan yang tidak ternilai, tersembunyi dibawah permukaan.  Dengan menggalinya lebih dalam,  seperti orang yang menggali mencari emas dan perak,  maka harta yang tersembunyi itu akan didapatkan.   Pastikan bahwa bukti-bukti dari kebenaran itu ada didalam Alkitab itu sendiri.  Arti dari firman yang kaya dan tersembunyi akan dibukakan oleh Roh Kudus Allah, membuat perkataan-perkataan itu jelas untuk dimengerti :  “Bila tersingkap, firman-firmanMu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.”
Perkataan-perkataan itu adalah buku pelajaran yang terbesar bagi para murid disekolah-sekolah kita.  Alkitab mengajarkan seluruh kehendak Allah sehubungan dengan putra-putra dan putri-putri Adam.  Alkitab adalah peraturan bagi kehidupan,  mengajar kita tentang tabiat-tabiat yang harus kita bentuk demi masa depan, demi kehidupan yang kekal.   Iman kita,  pekerjaan kita, akan menjadikan kita rasul-rasul yang hidup, dikenal dan dibaca oleh semua orang.  Manusia tidak memerlukan terang yang samar-samar dari adat istiadat dan tatacara dunia untuk menjadikan Alkitab itu lengkap.   Itu sama seperti,  menyangka bahwa matahari yang bersinar dari langit pada siang hari memerlukan pantulan cahaya dari obor dunia untuk menambah keagunganNya.   Dongeng-dongeng atau ucapan-ucapan para imam atau para penginjil, tidaklah diperlukan untuk menyelamatkan para murid dari kesalahan-kesalahan.  Berkonsultasilah dengan Sabda yang agung, dan engkau akan memperoleh terang.  Didalam Alkitab, semua kewajiban sudah dijelaskan, setiap pelajaran sudah dilengkapi,  menyanggupkan manusia cocok dengan persiapan bagi kehidupan kekal.   Karunia Kristus dan penerangan Roh Kudus telah menyatakan Bapa dan Anak kepada kita.   Dunia sesungguhnya telah diatur sedemikian rupa agar orang-orang dewasa dan orang-orang muda berhikmat sampai kepada keselamatan.   Kepada dunia ini, ilmu-ilmu pengetahuan tentang keselamatan telah dinyatakan dengan jelas.   “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.  Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”   “Selidikilah Alkitab,”   karena didalamnya ada nasehat dari Allah, suara Allah yang berbicara kepada jiwa-jiwa.  --  Special Testimonies on Education,  1 Desember, 1895.


 



49
PENDIDIKAN  YANG  LEBIH  TINGGI

Jangka waktu  “pendidikan yang lebih tinggi”  haruslah dipertimbangkan dalam terang yang berbeda dari apa yang sudah dibayangkan oleh para murid dari ilmu-ilmu pengetahuan.   Doa Kristus kepada BapaNya penuh dengan kebenaran abadi.   “Demikianlah kata Yesus.  Lalu ia menengadah kelangit dan berkata : “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah AnakMu, supaya  AnakMu mempermuliakan Engkau.  Sama seperti Engkau telah memberikan kepadaNya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepadaNya.  Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”   “Sebab siapa yang diutus Allah,  Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan RohNya dengan tidak terbatas.  Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepadaNya.  Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada diatasnya.”   Kuasa dan jiwa dari pendidikan yang benar adalah pengetahuan akan Allah, dan akan Yesus Kristus yang telah diutusNya.   “Takut akan Tuhan adalah permulaan dari segala hikmat.”
Tentang Yesus ada tertulis :  “Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada padaNya  .  .  .  .  Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmatNya dan besarNya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.”   Pengetahuan akan Allah akan menambahkan pengetahuan yang akan bertahan sampai kekekalan.  Belajar dan melakukan pekerjaan-pekerjaan Kristus, adalah meraih pendidikan yang benar.   Walaupun Roh Kudus bekerja didalam pikiran Kristus, dengan demikian Dia dapat mengatakan kepada orang tuaNya,  “Mengapa kamu mencari Aku?  Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada didalam rumah BapaKu?”  namun tetap Dia melakukan pekerjaan tukang kayu sebagai anak yang menurut.   Dia menunjukkan yang Dia mempunyai pengetahuan tentang pekerjaanNya sebagai Anak Allah,  namun Ia tidak meninggikan tabiatNya yang agung.   Dia tidak mengajukan alasan mengapa Dia tidak harus memikul beban yang sifatnya sementara,  bahwa Dia datang dari yang agung;  tapi Dia tetap menurut kepada orang tuanya.   Dia adalah Tuhan dari hukum-hukum,  namun Dia menurut kepada tuntutan-tuntutan hukum, dengan demikian Dia meninggalkan teladan tentang penurutan dari sejak masa kanak-kanak, orangmuda, sampai masa kedewasaan.
Kalau pikiran diatur untuk melakukan tanggung-jawab mempelajari Alkitab guna mendapatkan penjelasan,  maka daya pikirnya dalam segala bidang akan meningkat.   Dengan mempelajari Alkitab, pikiran akan diperkembangkan dan akan menjadi lebih seimbang daripada kalau sekedar diisi dengan penjelasan-penjelasan umum dari buku-buku yang digunakan yang tidak mempunyai hubungan sama sekali dengan Alkitab.   Tidak ada pengetahuan yang dapat bertahan dengan teguh, dengan konsisten dan jauh meluas, seperti yang dapat dicapai dari mempelajari firman Allah.  Itulah dasar dari segala pengetahuan yang benar.   Alkitab itu seperti pancaran mata air.   Semakin engkau memandanginya,  akan semakin dalam yang tampak.   Kebenaran sejarah suci yang besar mempunyai kekuatan dan keindahan yang menakjubkan,  dan sangat sulit dijangkau sama seperti  kekekalan.  Tidak ada ilmu pengetahuan yang setara dengan ilmu pengetahuan yang menunjukkan tabiat dari Allah.   Musa telah dididik didalam segala hikmat yang dimiliki oleh orang-orang Mesir,  namun tetap saja dia berkata,  “Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang telah diperintahkan kepadaku oleh Tuhan, Allahku,  supaya kamu melakukan yang demikian didalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya.  Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu dimata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata :  Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.  Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti Tuhan, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepadanya?  Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu hari ini?  Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu.  Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu.”
Dimanakah kita dapat menemukan hukum-hukum yang demikian agung, murni dan adil,  lebih daripada yang dinyatakan pada buku-buku peraturan yang didalamnya tercatat perintah-perintah yang diberikan oleh Musa bagi anak-anak Israel?   Sepanjang zaman hukum-hukum ini haruslah dihidupkan, agar tabiat dari hukum Allah itu boleh dibentuk sesuai dengan teladan yang agung.   Hukum itu merupakan tembok perlindungan bagi mereka yang menurut kepada persepsi-persepsi Allah.   Dari sumber lain manakah kita dapat mengumpulkan kekuatan semacam ini, atau mempelajari ilmu pengetahuan yang agung seperti yang satu ini?    Buku lain apakah yang mengajar manusia untuk mengasihi, takut dan patuh kepada Allah, selain Alkitab?    Buku lain apakah yang dapat menyatakan kepada murid-murid itu mengenai ilmu-ilmu pengetahuan yang lebih mengangkat kerohanian, dan sejarah yang lebih ajaib?   Didalamnya, kebenaran digambarkan dengan sangat jelas,  dan menubuatkan akibat-akibat dari  ketidak-patuhan terhadap hukum dari Yehovah.   Tidak ada satupun yang dibiarkan didalam kegelapan,  atau mana yang disukai atau tidak disukai oleh Allah.  Didalam mempelajari Alkitab, kita akan menjadi lebih mengenal Allah, dan dituntun kepada pengertian mengenai hubungan kita dengan Kristus, sebagai penebus dosa, sebagai penjamin, sebagai pengganti, bagi seluruh bangsa kita yang telah jatuh.   Kebenaran-kebenaran ini memberikan keyakinan terhadap minat-minat kita yang sekarang maupun yang akan datang.   Alkitab itu berdiri sebagai buku yang tertinggi diantara buku-buku yang lain, dan mempelajari Alkitab lebih bernilai daripada mempelajari buku-buku pelajaran yang lain, guna memberikan kekuatan dan perkembangan terhadap pikiran.   Rasul Paulus mengatakan,  “Usahakanlah supaya engkau layak dihadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu,  yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran ini.”   “Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.  Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.  Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan nuntuk mendidik orang dalam kebenaran.  Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”   “Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.”
Firman Allah adalah buku pendidikan yang paling sempurna didunia kita ini.  Namun disekolah-sekolah dan diperguruan-perguruan tinggi kita, buku-buku yang dihasilkan oleh intelektual manusia telah diajukan untuk dipelajari oleh para murid, dan Buku diatas segala buku-buku, yang telah diberikan oleh Allah kepada manusia untuk menjadi penuntun yang tidak mungkin jatuh, telah dijadikan nomor dua.   Hasil produksi manusia telah digunakan sebagai yang paling penting dan firman Allah telah dipelajari dengan sekedarnya saja untuk memberikan sentuhan kepada pelajaran-pelajaran yang lain.   Yesaya menggambarkan pemandangan tentang kemuliaan surga yang dihadapkan kepadanya dalam bahasa yang paling gamblang.   Melalui buku ini, dia menggambarkan hal-hal yang sungguh mulia, yang harus dinyatakan kepada orang-orang lain.   Yehezkiel menulis  :  “Datanglah firman Tuhan kepada imam Yehezkiel, anak Busi, dinegeri orang Kasdim ditepi sungai Kebar, dan disana kekuasaan Tuhan meliputi dia.  Lalu aku melihat, sungguh, angin badai bertiup dari utara, dan membawa segumpal awan yang besar dengan api yang berkilat-kilat dan awan itu dikelilingi oleh sinar; didalam, ditengah-tengah api itu kelihatan seperti suasa mengkilat.  Dan ditengah-tengah itu juga ada yang menyerupai empat makhluk hidup dan beginilah kelihatannya mereka : mereka menyerupai manusia,  tetapi masing-masing mempunyai empat muka dan pada masing-masing ada pula empat sayap.  Kaki mereka adalah lurus dan telapak kaki mereka seperti kuku anak lembu;  kaki-kaki ini mengkilap seperti tembaga yang baru digosok.  Pada keempat sisi mereka dibawah sayap-sayapnya tampak tangan manusia.  Mengenai muka dan sayap mereka berempat adalah begini :  mereka saling menyentuh dengan sayapnya;  mereka tidak berbalik kalau berjalan, masing-masing berjalan lurus kedepan.  Muka mereka kelihatan begini : keempatnya mempunyai muka manusia didepan, muka singa disebelah kanan, muka lembu disebelah kiri, dan muka rajawali dibelakang.”   Buku Yehezkiel memberikan pelajaran yang dalam.
Alkitab itu dirancang oleh Allah untuk menjadi buku, melalui mana, pengertian dapat didisiplin,  jiwa dituntun dan diarahkan.  Hidup didunia tapi tidak menjadi sama dengan dunia, adalah masalah bagi kebanyakan orang yang mengaku pengikut Kristus yang tidak dapat diselesaikan dalam kehidupan sehari-hari.  Kecerdasan yang lebih luas akan diberikan kepada manusia, hanya kalau manusia mengembalikan kedaulatan Allah.   Dunia ini dibanjiri dengan buku-buku  tentang penjelasan umum,  dan manusia mengisi pikirannya dengan menyelidiki sejarah-sejarah yang tidak diilhami;  tetapi mereka mengabaikan buku yang paling ajaib yang dapat memberikan mereka pendapat-pendapat yang paling tepat dan pengertian yang luas dan dalam.  --  Review and Herald, 25 Pebruari, 1896.  





50
GURU  YANG  AGUNG

Orang-orang yang setiap hari belajar tentang Yesus Kristus sangat cocok untuk mengambil tempat sebagai pekerja-pekerja bersama dengan Allah,  dan apapun kegiatan atau pekerjaan mereka,  mereka akan dapat menggunakan kekuatan yang diberikan oleh Allah, yang sama seperti dengan tabiat Kristus sementara Dia berdiam didalam tubuh.   Orang-orang muda itu akan dapat memantulkan pengaruh yang mereka terima didalam rumah dan pendidikan disekolah.  Allah memberikan tanggung-jawab kepada para guru didalam pekerjaan mereka sebagai pendidik-pendidik.   Mereka harus setiap hari belajar disekolah Kristus, agar mereka dapat mengangkat para orang muda yang tidak mendapat pendidikan yang cukup dirumah, yang belum pernah membentuk kebiasaan untuk belajar, yang hanya memiliki sedikit pengetahuan mengenai kehidupan kekal yang sebenarnya,  untuk hal mana, harga yang sangat mahal telah dibayarkan oleh Allah disurga dengan cara memberikan AnakNya yang Tunggal untuk hidup dengan kehinaan dan mati dengan cara yang paling memalukan,  “agar barangsiapa yang percaya tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Allah telah memberikan pencobaan kepada kita agar kita dapat mempersiapkan diri untuk mendapat pendidikan yang lebih tinggi.   Disekolah inilah para orang muda harus dididik, mendapatkan disiplin, dan dilatih membentuk tabiat, moral dan intelektual, sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah.   Mereka harus menerima pelatihan, bukan dengan tata cara-tatacara dan hiburan-hiburan dan permainan-permainan, seperti yang diajarkan oleh dunia untuk merusak masyarakat,  tetapi didalam cara-cara Allah, suatu pelatihan yang akan dapat membuat mereka menjadi pekerja-pekerja bersama dengan penduduk-penduduk surga.  
Pada masa lalu,  pendidikan secara berkesinambungan mengisi pikiran para murid dengan bahan-bahan yang tidak bernilai tinggi, dan yang tidak dikenal disekolah yang lebih tinggi.   Para guru dari kebangsaan Yahudi mengaku, dapat mengajar orang-orang muda itu untuk mengerti tentang kemurnian dan kehebatan hukum-hukum kerajaan yang harus berdiri untuk selama-lamanya, tetapi mereka sendiri menolak kesucian dan kebenaran.   Walaupun mereka mengatakan kepada diri mereka sendiri,  “Kaabah Tuhan,  kaabah Tuhanlah kami,”   namun mereka menyalibkan Pencipta dari segala tataniaga Yahudi,  semua peraturan-peraturan mereka menunjuk kepadaNya.   Mereka gagal mengerti akan rahasia ke-Ilahi-an;   Yesus Kristus tetap terselubung bagi mereka.  Kebenaran,  kehidupan, hati dari seluruh pelayanan mereka telah disingkirkan.   Mereka memegang, dan tetap masih memegang,  hanya sekam-sekam semata-mata,  bayangan-bayangan,  pola-pola yang melambangkan kebenaran.   Pola-pola yang berguna untuk jangka waktu sementara saja,  hanya agar mereka mempunyai alasan untuk menolak kebenaran,  telah menjadi begitu diselewengkan oleh tujuan-tujuan mereka sendiri,  sehingga mata-mata mereka telah dibutakan.   Mereka tidak menyadari bahwa tipe telah bertemu dengan anti-tipe pada waktu Yesus Kristus mati.   Semakin besar rasa hormat mereka kepada pola-pola dan simbol-simbol, maka akan semakin bingunglah pikiran mereka, sehingga mereka tidak dapat melihat pemenuhan yang sempurna dari tata niaga Yahudi,  yang diarahkan dan dibangunkan oleh Kristus, dan yang menunjuk kepada Dia sebagai Penebus.   Makanan-makanan daging dan minuman-minuman dan peraturan-peraturan politik telah dipertambahkan sehingga upacara-upacara keagamaan telah digantikan dengan tatacara kebaktian mereka.
Dalam pengajaranNya, Kristus berusaha untuk mendidik dan melatih orang-orang Yahudi untuk melihat objek yang telah ditebusNya dengan penyerahan dirinya sendiri, sebagai korban yang hidup.  “Pergilah,”  kata Dia,  “dan belajarlah apa artinya,  Ia akan memberikan pengampunan dan bukan pengorbanan.”    Dia telah menyatakan tabiat yang murni sebagai yang paling diutamakan secara mutlak.    Dia telah menyaring dengan segala usaha, menuntut bahwa iman yang bekerja karena kasih dan menyucikan jiwa, sebagai satu-satunya permintaan yang berkwalitas bagi kerajaan surga.   Dia mengajarkan bahwa agama yang benar tidak terdiri dalam bentuk-bentuk atau upacara-upacara,   penarikan-penarikan secara luar atau pameran-pameran.   Kristus akan menggunakannya sendiri kalau hal-hal itu diutamakan didalam pembentukan tabiat sesuai dengan tabiat yang agung.   Namun kewarga-negaraannya,  KekuasaanNya yang mulia,  bergantung kepada jasa-jasaNya yang hakiki.   Dia sebagai Penguasa langit, berjalan diatas bumi,  diselubungi dengan jubah kemanusiaan.   Semua daya tarikNya dan kemenanganNya haruslah dinyatakan sebagai manusia, dan harus dapat menyaksikan tentang kehidupannya yang berhubungan dengan Allah.
Nubuatan Kristus mengenai kehancuran dari kaabah adalah sebuah pelajaran tentang penyucian agama,  tanpa menggunakan bentuk-bentuk lambang dan upacara-upacara.   Dia menyatakan diriNya sendiri lebih besar dari kaabah,  dan Dia berdiri memberitakan,  “Akulan jalan, kebenaran dan hidup,”   Dia adalah satu-satunya orang didalam mana semua bentuk upacara-upacara dan pelayanan-pelayanan yang khusus dari bangsa Yahudi menemukan kegenapannya.   Dia berdiri disuatu tempat dikaabah;  dan semua pejabat-pejabat gereja berpusat hanya kepada diriNya sendiri.
Pada masa dahulu,  Kristus telah dinyatakan dalam bentuk-bentuk dan upacara-upacara,  tetapi sekarang Dia ada diatas bumi,  menarik perhatian langsung kepada diriNya sendiri,  menggambarkan ke-imam-an,  dan menempatkan manusia yang berdosa pada kaki pengampunan.   “Mintalah, maka kepadamu akan diberikan,”   Dia berjanji;  “Carilah, maka engkau akan mendapatkan;   ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”   “Kalau engkau meminta sesuatu dalam namaKu, Aku akan melakukannya.   Kalau engkau mengasihi Aku, peliharalah hukum-hukumKu.”   “Dia yang memelihara hukum-hukumKu,  adalah dia yang mengasihi Aku :  .  .  .  dan Aku akan mengasihi dia,  dan akan menyatakan diriKu sendiri kepadaNya.”   “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah didalam kasihKu, seperti Aku menuruti perintah Bapaku dan tinggal didalam kasihNya.”
Pelajaran-pelajaran yang telah diberikan oleh Kristus dalam ajaran-ajaranNya ini,  menunjukkan bahwa upacara-upacara rutinitas sudah berlalu, dan tidak ada nilainya lagi.  “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang,  bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran;  sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.  Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia,  harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran.”    Sunat yang sebenarnya adalah menyembah Kristus dalam roh dan kebenaran,  bulkan dalam bentuk-bentuk dan upacara-upacara,  dengan gambaran-gambaran yang munafik.
Kebutuhan manusia yang paling dalam untuk mendapatkan guru yang agung telah diketahui disurga.   Pengasihan dan rasa simpati Allah telah dibiasakan dalam kemanusiaan, jatuh dan terikat pada kereta setan;  dan pada waktu penggenapan harinya sudah tiba,  Dia mengirimkan AnakNya.
Seseorang yang ditunjuk dalam dewan disurga datang keatas bumi ini untuk menjadi seorang guru.  Dia adalah seseorang yang tidak lebih rendah dari sang Pencipta dunia,  Anak dari Allah yang tidak terbatas.   Kemurahan hati Allah yang tidak terhingga telah mengirimkan Dia kedunia kita ini;  untuk menemui kemanusiaan yang masih mungkin ditemui,  Dia mengenakan rupa manusia kepada diriNya sendiri.   Dengan dikagumi oleh segenap warga surga, Dia berjalan kebumi sebagai Firman yang Abadi.   Penuh persiapan, Dia meninggalkan istana yang mulia untuk datang kedalam dunia yang sudah dicemari dan dirusakkan oleh dosa.  Dengan secara rahasia dia melibatkan diriNya sendiri dengan kemanusiaan.   “Firman itu telah menjadi daging, dan diam diantara kita.”   Penampilan Allah didalam kebaikan,  kebajikan dan kasih, telah mengagumkan dunia mengenai karunia yang dapat disadari, tapi tidak dikatakan.
Kristus itu, sejak masa kanak-kanak,  yang harus bertumbuh dalam hikmat, dan menyenangkan bagi Allah dan bagi manusia,  bukanlah merupakan masalah kekaguman;  karena talenta-talentaNya harus berkembang dan anggota-anggota tubuhnya dikuatkan oleh latihan-latihan,  itu adalah sesuai dengan hukum-hukum penunjukkanNya yang mulia.   Dia tidak mencari sekolah-sekolah para nabi ataupun pelajaran-pelajaran yang diterima dari guru-guru rabbi;  Dia tidak membutuhkan pendidikan yang diperoleh dari sekolah-sekolah semacam ini;  karena Allah sendiri adalah Guru BesarNya.   Pada waktu berada dihadapan para guru-guru besar dan pejabat-pejabat pemerintahan,  pertanyaan-pertanyaanNya yang diajukan adalah yang berhubungan dengan pelajaran-pelajaran yang pernah diajarkan oleh para guru besar,  dan dia membuat orang-orang besar itu takjub dengan hikmatNya dan dalamnya cara pengupasanNya.   Jawaban-jawabanNya terhadap pertanyaan-pertanyaan mereka membuka pikiran-pikiran mereka dengan lebih luas terhadap pokok-pokok masalah yang berhubungan dengan misi Kristus, yang tidak pernah mereka pikirkan sebelumnya.
Banyaknya hikmat dan ilmu-ilmu pengetahuan yang dinyatakan oleh Kristus dihadapan orang-orang yang bijaksana itu merupakan satu hal yang membuat orangtua dan saudara-saudaraNya terkejut;  karena mereka tahu Dia tidak pernah menerima pelajaran-pelajaran dalam bidang ilmu pengetahuan manusia dari para guru besar.   Saudara-saudaraNya tercengang mendengar pertanyaan-pertanyaanNya dan jawaban-jawabanNya;  karena mereka mencermati bahwa Dialah sebenarnya yang mengajar para guru besar yang terpelajar itu.   Mereka tidak dapat mengerti Dia;  karena mereka tidak tahu yang Dia mempunyai hubungan dengan pohon kehidupan, sebuah sumber ilmu pengetahuan yang tidak mereka ketahui sama sekali.   Dia pernah memiliki kehebatan yang menakjubkan dan kepribadian yang berbeda dari keangkuhan atau kebesaran dunia;  karena Dia tidak berjuang untuk mendapatkan kebesaran.  
Setelah Yesus merendahkan diri meninggalkan pemerintahanNya yang tinggi,  turun dari yang tidak terbatas kepada kemanusiaan yang hina,  sebenarnya Dia dapat mengambil rupa kemanusiaan yang manapun Dia mau.   Tetapi kebesaran dan tingkatan tidak berarti apa-apa untukNya,  dan Dia lebih memilih jalan kehidupan yang paling rendah dan paling sederhana.   Tempat kelahiranNya adalah Bethlehem,  dan pada satu sisi, orang tuaNya adalah keluarga yang miskin, tetapi Allah,  Pemilik dunia, adalah BapaNya.   Tidak ada jejak kemewahan,  kemudahan,  mementingkan diri sendiri, atau pelanggaran yang tercatat dalam kehidupanNya,  yang selalu dikelilingi dengan penyangkalan diri dan pengorbanan.   Sehubungan dengan kelahiranNya yang sederhana,  Dia tidak memiliki kebesaran dan kekayaan,  agar orang-orang percaya yang paling sederhanapun tidak perlu mengatakan yang Kristus tidak pernah merasakan tekanan dari kemelaratan.   Kalau Dia memiliki segala lambang-lambang penampilan diri secara luar,  dilimpahi dengan kekayaan, dengan kebesaran,  maka kelas orang miskin  akan menolak kehadiranNya;  oleh sebab itu Dia memilih keadaan yang terendah yang sama dengan keadaan dari sebagian besar manusia.   Kebenaran dari akar surgawi haruslah menjadi temaNya :  Dia harus menaburi bumi dengan kebenaran;  Dan Dia datang dengan cara yang dapat dijangkau oleh semua orang,  sehingga kebenaran itu saja yang dapat menggoreskan kesan kedalam hati mereka.
Kepuasan Kristus menempati posisi manapun mengherankan saudara-saudaraNya.  Mereka tidak dapat mengerti alasan mengapa Dia tinggal tenang dan berdiam diri;  dan tidak ada bujukan apapun yang dapat menuntun Dia untuk membuat rencana-rencana dan pengaturan-pengaturan yang memberikan kesan yang biasa atau bersalah.  Pada setiap peristiwa Dia akan berpaling dari mereka,  menyebutkan dengan gamblang bahwa mereka akan dapat menuntun orang lain kepada kesalahan,  dan tidak layak untuk menjadi anak-anak Abraham.  Dia harus memberikan contoh sedemikian rupa sehingga anak-anak kecil,  sebagai anggota keluarga yang termuda dari keluarga Allah, tidak melihat apapun juga dalam kehidupanNya atau tabiatNya yang membenarkan perlakuan yang tidak adil.   Engkau, dalam segala hal, terlalu berbeda dan aneh, kata anggota-anggota keluarganya sendiri.   Mengapa tidak sama seperti anak-anak yang lain?   Tetapi ini tidak mungkin terjadi;  karena Kristus harus menjadi cap dan keajaiban dari sejak masa mudaNya,  sejauh penurutan dan kemauanNya dipenuhi.
Selalu menunjukkan kebaikan hati, sopan santun, ikut merasakan beban orang lain yang mengalami tekanan, apakah itu orang Yahudi maupun orang kafir,  Kristus dikasihi oleh semua orang.   Melalui kehidupan dan tabiatnya yang sempurna,  Dia menjawab pertanyaan yang ditanyakan dalam buku Mazmur limabelas :  “Tuhan, siapa yang boleh menumpang dalam kemahMu?  Siapa yang boleh diam digunungMu yang kudus?   Yaitu Dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya.”   Dalam masa kanak-kanak dan masa mudaNya,  ajaranNya adalah sama seperti pada waktu Dia sudah bekerja sebagai seorang guru,  Dia mengatakan kepada murid-muridNya,  “Jika engkau menuruti hukumKu, engkau berdiam didalam kasihKu  :  bahkan sama seperti Aku telah melakukan perintah-perintah BapaKu, dan diam didalam kasihNya.”
Sementara Kristus semakin bertumbuh,  pekerjaan yang Dia mulaikan sejak masa kanak-kanak tetap berjalan terus,  dan Dia bertambah-tambah hikmatNya, dan disukai oleh Allah dan manusia.  Dia tidak mengambil bagian dalam keluargaNya sekedar karena Dia mempunyai hubungan dengan mereka oleh ikatan darah;  Dia tidak akan membuka kasus mereka sama sekali dimana mereka telah melakukan kesalahan dan dosa;  tetapi Dia selalu menunjukkan mana yang Dia tahu adalah benar.
Dengan rajin Kristus mengisi diriNya sendiri dengan pelajaran-pelajaran Alkitab;  karena Dia tahu yang tulisan-tulisan didalamnya penuh dengan pengajaran-pengajaran yang sangat berharga bagi semua orang, yang mau menjadikannya sebagai seseorang tempat meminta nasehat.   Dia selalu setia melakukan tugas pekerjaan-pekerjaan dirumah,  dan jam-jam subuhNya, gantinya dibiarkan berlalu diatas tempat tidur,  Dia sering ditemukan sedang berada ditempat yang sunyi,  merenung dan menyelidiki Alkitab dan berdoa.  Setiap nubuatan yang berhubungan dengan pekerjaan dan renunganNya sudah sangat dikenalNya,  teristimewa yang berhubungan dengan kehinaanNya, pengurapanNya, dan PengantaraanNya.   Dalam masa kanak-kanak dan masa mudaNya,  tujuan dari kehidupanNya selalu diletakkan didepanNya,  pembenaran dari tugas pekerjaanNya untuk merenungkan kejatuhan manusia.   Dia akan melihat benih yang mungkin akan memperpanjang hari-hari mereka,  dan tujuan Tuhan yang berkemurahan haruslah berada didalam tangan-tanganNya.
“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.   Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk disebelah kanan takhta Allah.”    Pokok masalah ini,  Yang telah dipelajari oleh Kristus pada masa mudaNya,  dan segenap warga surga melihat yang Satu ini dengan penuh minat,  yang dengan sukacita menanggung salib,  dan tidak mempedulikan malu.   Dengan menyerahkan diriNya sendiri untuk menjadi pengantara bagi pelanggaran umat manusia,  Kristus menjalani kematian sebagai imam.   Dan sebagai upah,  Dia mengalami penderitaan yang luar biasa dan dipuaskan.   BenihNya harus memperpanjang umur mereka diatas bumi selama-lamanya.   “Hormatilah ayahmu dan ibumu;  supaya lanjut umurmu ditanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu.”   Dengan penurutan kepada ayahNya dan kepada ibuNya,  Kristus merupakan teladan bagi seluruh  anak-anak dan orang-orang muda;  tetapi pada anak-anak pada zaman sekarang tidak menuruti teladan yang telah Dia berikan  dan hasil yang pasti adalah umurnya akan diperpendek.
“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani didalam sorga.   Sebab didalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan,  supaya kita kudus dan tak bercacat dihadapanNya.  Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anakNya, sesuai dengan kerelaan kehendakNya.”   Sebelum dasar bumi diletakkan,  perjanjian telah dibuat bahwa barangsiapa yang menurut,  semua akan mendapat kelimpahan karunia yang telah disediakan,  menjadi suci dalam tabiat,  dan tidak bercela dihadapan Allah,  dengan memastikan karunia, menjadi anak-anak Allah.   Perjanjian ini,  dibuat untuk kekekalan,  telah diberikan kepada Abraham ratusan tahun sebelum kedatangan Kristus.   Dengan minat dan kehebatan apakah, Kristus didalam kemanusiaanNya mempelajari bangsa manusia untuk melihat kemungkinannya, kalau mereka mau menerima perjanjian yang telah ditawarkan?
“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”   Perkataan-perkataan ini merupakan pembuka mata bagi semua orang yang mau melihat.   Pengetahuan akan Allah adalah pengetahuan yang tidak perlu ditanggalkan pada saat masa pencobaan itu datang,  pengetahuan yang memberikan manfaat akhir yang paling besar bagi dunia dan bagi kita secara pribadi.   Mengapa, kalau demikian,  kita harus meletakkan Allah disebelah belakang, kalau Allah adalah hikmat yang menuju kepada keselamatan?    “Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus  Sebab kalau Firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidak-taatan mendapat balasan yang setimpal, bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu.”   Kita sedang mengabaikan keselamatan kita kalau kita memberikan kepada para pengarang yang hanya memiliki pemikiran yang membingungkan terhadap arti kerohanian,  yang berada ditempat yang paling mencurigakan dan meninggikan kehormatan semata-mata,  dan membuat Alkitab sebagai nomor dua.   Barangsiapa yang telah mendapat terang didalam kebenaran pada akhir zaman ini, tidak akan menemukan ajaran-ajaran dari buku-buku yang pada umumnya dipelajari pada saat ini,  sehubungan dengan hal-hal yang akan datang terhadap dunia ini;  tetapi Alkitab dipenuhi dengan pengetahuan mengenai Allah,  dan memiliki kemampuan untuk mendidik para murid agar menjadi orang-orang yang berguna didalam kehidupannya yang sekarang dan yang akan datang.
Pelajarilah buku Ibrani pasal pertama dengan teliti.   Minatilah Tulisan-tulisan itu.   Baca dan pelajari dengan rajin.    “Didalam mereka engkau akan mendapat hidup kekal,”   Kristus berkata,  “dan mereka akan menjadi seperti apa yang mereka saksikan tentang Aku.”   Itu berarti bahwa segala sesuatu bagi kita,  mempunyai arti pengetahuan yang teruji dan pribadi,  agar mereka boleh mengenal Engkau,  satu-satunya Allah yang benar, dan Yesus Kristus, yang telah Engkau utus.”  --  Special Testimonies on Education,  23 Maret, 1896.









You may also like

Tidak ada komentar: