31 40 Kristus sebagai Guru dll

0 Comments
                                                                                                              31
                                                                                     KRISTUS   SEBAGAI   GURU

Hanya untuk tujuan yang bijaksana, maka Kristus menutupi kebenaran rohaninya didalam uangkapan-ungkapan dan simbol-simbol.  Melalui perkataan dengan penggunaan ungkapan-ungkapan itu, maka penempelakan yang paling jelas dan mudah dimengerti, sering Dia berikan kepada para penuduh dan musuh-musuhNya, sehingga mereka tidak dapat menemukan apapun juga didalam perkataan-perkataanNya, sesuatu hal yang dapat menjatuhkanNya.  Didalam perumpamaan-perumpamaan dan perbandingan-perbandingan  Dia mendapatkan metode yang paling baik untuk menyampaikan kebenaran yang mulia.  Dengan bahasa yang sederhana, dengan menggunakan ungkapan-ungkapan dan ilustrasi-ilustrasi dari alam sekitar, Dia membuka kebenaran rohani kepada para pendengarNya, dan memberikan penekanan terhadap prinsip-prinsip yang sangat berharga yang mungkin dapat dimasukkan kedalam pikiran mereka, dan meninggalkan bekas-bekas goresan kalau saja Dia tidak menghubungkan perkataanNya dengan pandangan kehidupan, pengalaman atau alamiah.  Dengan cara inilah Dia menarik minat mereka, membangkitkan niat untuk mengadakan penyelidikan, dan kalau Dia telah mengikat perhatian mereka, dengan kepastian  Dia menanamkan kesaksian kebenaran dalam diri mereka.  Dengan cara inilah Dia dapat memberikan kesan yang memuaskan kepada setiap hati sehingga sesudahnya, para pendengarnya dapat melihat hal-hal yang berhubungan dengan pelajaran-pelajaran yang diberikanNya, dan mengingat perkataan-perkataan Guru Besar yang mulia itu.
Ajaran tentang Yesus sama sekali berbeda dengan apa yang dipelajari oleh para penulis yang lain.  Mereka mengaku sebagai orang-orang yang meninggikan hukum baik secara tertulis maupun secara adat istiadat .  Tetapi nada perintah mereka yang kaku akan menyatakan bahwa mereka sebenarnya tidak dapat melihat apapun juga dalam doktrin-doktrin yang terdapat dalam ucapan-ucapan suci yang mengandung inti kekuasaan.  Mereka tidak mengajarkan sesuatu yang baru, atau mengucapkan perkataan-perkataan yang menyentuh jiwa-jiwa yang haus.  Mereka tidak menawarkan makanan kepada kambing-kambing dan domba-domba yang lapar.  Adat istiadat mereka dihidupkan diantara ketidak-jelasan hukum mereka, dan hasil dari pendapat-pendapat mereka tertuang sebagai istilah-istilah yang tidak masuk akal, yang tidak dimengerti dan tidak dimaklumi baik oleh orang-orang yang berpendidikan maupun orang-orang awam yang tidak berpendidikan.
Kristus datang untuk membuka tabir kebenaran yang mulia itu kepada dunia.  Dia mengajar sebagai seorang yang mempunyai kekuasaan.  Dia tidak berbicara seperti orang-orang lain pernah berbicara.  Tidak ada keragu-raguan dalam perilakunya, tidak ada bayangan yang meragukan keluar dari ucapan-ucapannya.  Dia berbicara seperti seseorang yang mengerti setiap bagian dari pokok pembicaraannya.  Dia dapat membuka rahasia yang ingin diketahui oleh para nabi dan para rasul, yang juga sangat ingin diketahui oleh manusia yang serba ingin tahu.  Tetapi kalau manusia tidak dapat melihat perbedaan dari kebenaran-kebenaran yang paling sederhana dan mudah, bagaimana mereka dapat mengerti rahasia-rahasia yang tersembunyi dari mata makhluk hidup?  Yesus bukanlah melakukan penghinaan kalau mengulangi kebenaran-kebenaran yang lama yang sudah diketahui;  karena memang Dialah penguasa dari kebenaran-kebenaran ini.  Dia adalah kemuliaan dari kaabah.  Kebenaran-kebenaran yang tidak dapat dilihat lagi,  yang telah disalah-letakkan, disalah-mengerti, dan telah diputuskan hubungannya dengan posisinya yang suci, Dia memisahkan diri dari kawanan-kawanan yang menyimpang;  dan menunjukkannya kepada mereka sebagai permata-permata yang sangat berharga dan berkilauan dalam pandangan mata, Dia meletakkannya kembali dalam rangka yang seharusnya, dan memerintahkannya untuk berdiri teguh selama-lamanya.  Pekerjaan semacam apakah ini?  Bukankah ini suatu tindakan yang tidak seorang manusia yang punya keterbatasan-keterbatasan, dapat melakukan atau mengaturnya?  Hanya Tangan-tangan agunglah yang dapat membawa kebenaran itu dari kerumunan yang menyimpang yang melakukan pekerjaan musuh Allah dan manusia, kemudian menempatkannya ditempat dimana Allah dapat dimuliakan dan menjadi keselamatan bagi manusia.  Pekerjaan Kristus harus sekali lagi memberikan kebenaran yang memiliki kesegaran dan keindahan murni kepada dunia.  Dia menyatakan hal-hal surgawi dan rohani melalui hal-hal yang alamiah dan berpengalaman.  Dia memberikan manna yang segar kepada jiwa-jiwa yang lapar, menunjukkan suatu kerajaan baru yang akan diberikan kepada manusia.
Para rabi Yahudi menyatakan kehendak-kehendak hukum sebagai pelaku legalis.  Mereka melakukannya tepat seperti yang dilakukan oleh setan dalam zaman kita, --  menyatakan hukum dihadapan manusia sebagai perintah-perintah dan adat-adat istiadat yang dingin dan kaku.  Ketakhyulan menutupi terang, kemuliaan dan kekuatan, dan menjauhkan tuntutan hukum Allah dari jangkauan.  Mereka mengakui diri sebagai pembicara-pembicara kepada manusia menggantikan Allah.  Sesudah pelanggaran Adam, Tuhan tidak pernah lagi berbicara secara langsung dengan manusia;  manusia telah diserahkan kedalam tangan Kristus dan semua bentuk hubungan datang melalui Dia kepada dunia.  Dialah Kristus yang mengucapkan hukum diatas gunung Sinai, Dia mengetahui beban dari seluruh persepsi, seluruh kemuliaan dan kebesaran dari hukum surga.  Didalam khotbah diatas gunung,  Kristus meninggikan hukum, dan berusaha untuk menanamkan pandangan-pandangan Allah yang diluar jangkauan  kedalam pikiran dari para pendengarnya.  Perintah-perintahNya datang sebagai wahyu yang baru kepada orang-orang tersebut; dan para guru besar, akhli-akhli hukum, penulis-penulis dan orang-orang Farisi, seperti orang-orang awam, sama-sama mengagumi ajaran-ajaranNya.  Ucapan-ucapan Kristus bukanlah hal baru, namun diucapkan dengan wahyu yang memiliki kekuatan;  karena ucapan-ucapan itu menyatakan kebenaran didalam terang yang sepatutnya, dan bukan dalam terang yang diajukan oleh manusia.  Dia tidak menunjukkan penerimaanNya terhadap adat istiadat dan perintah-perintah manusia, tetapi membuka mata pengertian mereka untuk melihat hal-hal yang ajaib diluar hukum Allah, yang merupakan dasar dari takhtaNya dari sejak awal penciptaan dunia;  dan selama surga dan dunia masih ada, maka melalui zaman kekekalan yang tidak akan berakhir,  hal itu akan merupakan dasar yang kokoh bagi kebenaran, kesucian, keadilan dan kebaikan.
Tata cara perekonomian orang-orang Yahudi merupakan ungkapan injil, pernyataan ke-Kristenan yang harus dikembangkan sesegera mungkin sementara pikiran-pikiran manusia dapat memahami terang rohani.  Setan selalu berusaha untuk mengaburkan kebenaran-kebenaran yang sebenarnya sangat mudah dipahami, dan Kristus selalu berusaha untuk membuka pikiran-pikiran manusia agar memahami setiap liku-liku kebenaran sehubungan dengan keselamatan manusia yang sudah jatuh.  Sampai hari ini, masih ada aspek-aspek kebenaran yang tampak samar-samar, hubungan yang belum dapat dimengerti, dan kedalaman hukum Allah diluar jangkauan yang tidak dapat dipahami.  Didalam hukum Allah masih ada jarak yang tidak terukur, ada kekuatan dan kemuliaan;  namun dunia yang rohani telah mengenyampingkan hukum ini, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi, untuk meninggikan adat istiadat dan perintah-perintah manusia.  Sebelum kedatangan Kristus kedua kali, manusia menanyakan pertanyaan yang sia-sia,  “Apakah kebenaran itu?”  Kegelapan menutupi dunia, dan kekotoran menggelapkan manusia.  Bahkan bangsa Yudea sekalipun tetap diselubungi oleh kesuraman walaupun suara Allah telah berbicara kepada mereka dalam Sabdanya yang menggelegar.  Kebenaran Allah telah ditutupi dengan takhyul dan adat istiadat dari para peramal, dan pemuasan diri, kecemburuan, prasangka telah memecah-belah anak-anak Allah.  Kemudian seorang Guru dikirim dari Allah,  dia yang merupakan Jalan dan Kebenaran dan Hidup.  Yesus mengajak untuk melihat kebenaran surga yang murni dan kaya itu bersinar diantara kegelapan moral dan kesuraman dunia.  Allah telah mengatakan,  “Biarlah disana ada terang rohani,”  dan terang kemuliaan Allah dipantulkan melalui wajah Yesus Kristus.
Kristus telah dinyatakan sebagai Penebus manusia.  Manusia tidak dipercaya didalam pekerjaannya sendiri, didalam kebenaran, atau didalam diri mereka dengan cara apapun, kecuali didalam Anak domba Allah yang mengangkat dosa-dosa dunia.  Didalam Dia, Pembela bersama Bapa itu dinyatakan.  Melalui Dia undangan telah diberikan,  “Marilah, baiklah kita beperkara  -  Firman TUHAN  - :  sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju;  sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.”   Undangan ini datang kepada kita sampai kepada hari ini dengan lemah lembut.  Janganlah kesombongan atau meninggikan diri, atau membenarkan diri sendiri menjulitkan engkau untuk mengakui dosa-dosamu, agar dia dapat menuntut janji :  “Barangsiapa yang menutupi dosa-dosanya tidak akan menjadi makmur : tetapi yang mengakui dan menyangkal dirinya akan memperoleh karuniaNya.”  Janganlah menyimpan apapun juga dari Allah, dan jangan lalai untuk mengakui segala kesalahan terhadap saudara-saudaramu.  “Akuilah kesalahanmu satu sama lain, dan doakan satu sama lain agar engkau boleh disembuhkan.”  Banyak dosa yang tidak diakui akan dihadapkan untuk diperhitungkan pada hari akhir nanti;  lebih baik melihat kesalahan-kesalahanmu sekarang, mengakuinya dan menjauhkannya, sementara pengorbanan engkau adakan.  Janganlah bosan mempelajari kehendak Allah mengenai hal ini.  Kesehatan jiwamu, kesatuan saudaramu, boleh bergantung atas apa yang hendak kau capai dalam hal ini.  Rendahkanlah dirimu, oleh karena dibawah kekuasaan tangan Allah, Dia dapat meninggikan engkau,  “serahkan segala kekhawatiranmu kepadaNya;  karena Dia memeliharakan engkau.”
Pada kenyataannya memang hati yang menyimpang tidak suka menerima kritikan, atau merendahkan diri untuk mengakui dosa.  Beberapa orang melihat kesalahannya sendiri, tetapi berpikir bahwa mengakui kesalahan akan menurunkan kekuasaan mereka, mereka memaafkan kesalahannya sendiri dan menghindari disiplin sebagai akibat dari pengakuannya.  Pemikiran tentang pengakuan kesalahan akan menyakitkan dan mempermalukan setiap gerak-gerik mereka;  tetapi dengan keluar dari jalur pengakuan, mereka gagal untuk menjadi teladan kesetiaan bagi orang lain.  Mereka melihat kesalahan orang lain;  tetapi bagaimanakah mereka dapat memiliki keberanian untuk memberikan nasehat, kalau mereka telah gagal mengikuti perintah Kristus dalam kehidupan mereka sendiri?  Berapa banyakkah manusia dan para penginjil yang mau belajar mengenai kebenaran yang mereka kesampingkan dan sedapat mungkin mereka lupakan karena mereka tidak dapat menerimanya;  karena tidak memuaskan kesombongan mereka, tetapi menempelak dan menyakitkan?   Para penginjil dan setiap manusia, kalau akan diselamatkan secara utuh, haruslah diselamatkan dari hari kehari, dari jam ke-jam.  Mereka harus merasakan kehausan dan kelaparan terhadap kebenaran Kristus, terang dari Roh Kudus.  Para anggota gereja, -- bagi mereka yang menerima tugas-tugas yang dipercayakan, -- haruslah dibaptiskan dalam Roh Allah, atau kalau tidak mereka tidak akan pernah mampu didalam tugas-tugas yang mereka telah terima.
Seseorang boleh saja memiliki pengetahuan mengenai Alkitab yang tidak akan memberikan keselamatan kepadanya, walaupun dia mampu menguasai perlawanannya dalam pertentangan terbuka.  Kalau dia tidak memiliki kerinduan kepada Allah;  kalau dia tidak meneliti hatinya sendiri dengan terang seperti cahaya lilin, mengkhawatirkan kalau-kalau ada kesalahan bersembunyi disudut-sudutnya;  kalau dia tidak berkeinginan untuk menjawab doa Kristus agar murid-muridNya boleh menjadi satu dengan Bapa, agar dunia percaya bahwa Yesus adalah Kristus,  -  maka sia-sialah dia menyatakan diri sebagai seorang Kristen.  Pengetahuannya mengawali ambisinya, dipikul dengan kesombongannya;  tetapi jiwanya tidak layak untuk menerima kasih yang agung, menerima kelembutan dan kerendahan hati Kristus.  Dia bukanlah orang yang bijaksana dalam pandangan Allah.  Dia boleh saja mempunyai kebijaksanaan untuk mengalahkan sebuah pertarungan;  tetapi bukan kebijaksanaan yang membawa kepada keselamatan kalau tanpa Roh Kudus.  Dan  “buah-buah Roh adalah kasih, suka-cita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri.”  Bukan talenta, bukan kefasihan ataupun mempelajari Alkitab dengan caranya sendiri, yang akan membuahkan kasih kepada Allah atau membentuk pola Kristus.  Tidak ada sesuatupun kecuali kuasa agunglah yang dapat menumbuhkan kembali hati dan tabiat, dan membaurkan jiwa dengan kasih Kristus,  yang dapat menunjukkan dirinya dipenuhi kasih untuk siapa Dia telah mati.  --  Review and Herald,  28 Nopember, 1893.


32
PENDIDIKAN   PALING   MENDASAR   BAGI
PEKERJA-PEKERJA   INJIL

Ada pekerja-pekerja Kristen yang tidak memiliki pendidikan dari perguruan tinggi karena bagi mereka tidaklah mungkin untuk mendapat kesempatan semacam itu;  namun Allah telah membuktikan bahwa Dia telah memilih mereka.  Dia telah mengurapi mereka untuk pergi dan bekerja diladangnya.  Dia telah menjadikan mereka sebagai pekerja-pekerja bersama denganNya.  Mereka memiliki roh yang mau diajar; mereka merasakan perlunya bergantung kepada Allah, dan Roh Kudus ada bersama dengan mereka untuk membantu didalam kelemahan-kelemahan mereka.  Roh Kudus itu akan mencerdaskan dan memberikan semangat kepada pikirannya,  meluruskan pendapat-pendapatnya, dan memberikan sarana didalam menyampaikan kebenaran.  Pada waktu pekerja itu berdiri dihadapan orang-orang untuk mengucapkan perkataan-perkataan hidup, maka yang terdengar didalam suaranya adalah gaung dari suara Kristus. 
Memang terbukti yang dia berjalan dengan Allah;  bahwa dia telah hidup bersama Yesus dan belajar dari Dia.  Dia telah membawakan kebenaran jauh kedalam lubuk kaabah yang terdalam dari jiwa-jiwa;  kebenaran itu baginya adalah kenyataan yang hidup, dan dia menyatakan kebenaran itu pertunjukan dari Roh dan kuasa.  Orang-orang mendengarkan bunyi yang menggembirakan.  Allah berbicara kedalam hati mereka melalui seseorang yang menyerahkan diri untuk pelayanan bagi Dia.  Sementara pekerja itu meninggikan Yesus melalui Roh, dia menjadi seseorang yang benar-benar fasih lidah.  Dia bersungguh-sungguh dan tulus,  dan dia dikasihi oleh orang-orang bagi siapa dia bekerja.
Betapa berdosanya kalau ada seseorang yang mau mendengarkan kepada pekerja semacam itu hanya semata-mata untuk memberikan kritikan, untuk memperhatikan kalimat-kalimat yang salah atau pengucapan kata yang kurang tepat, dan menggunakan kesalahan-kesalahan ini untuk memancing cemoohan.  Orang-orang Farisi menempelak Kristus; mereka mengkritik kesederhanaan bahasaNya yang begitu mudah mengerti sampai-sampai anak-anak kecilpun termasuk orang-orang lanjut usia dan orang-orang awam mau mendengarkan Dia dengan gembira, dan terpesona oleh kata-kataNya.  Orang-orang Saduki juga mengejek Dia karena ajaran-ajaranNya sangat tidak lazim, tidak seperti yang pernah diberikan oleh pejabat-pejabat dan ilmuwan-ilmuwan.   Guru-guru Yahudi berbicara dalam nada yang datar, dan tulisan-tulisan yang paling sederhana dan sangat berharga itu telah dijadikan sebagai sesuatu yang tidak diminati dan tidak dipahami, dikuburkan dibawah tradisi dan ilmu-ilmu pengetahuan yang dipelajari, yang bila telah diucapkan oleh para rabi, orang-orang semakin tidak mengerti mengenai Alkitab lebih daripada sebelumnya.  Ada banyak jiwa-jiwa yang lapar akan Roti Hidup, dan Yesus memberi mereka makan dengan kebenaran yang murni dan sederhana.  Didalam ajaran-ajaranNya Dia menggunakan ilustrasi-ilustrasi dari hal-hal yang berada dialam dan kegiatan-kegiatan hidup sehari-hari, yang sudah mereka kenal.  Maka kemudian kebenaran itu akan menjadi kenyataan hidup bagi mereka;  pemandangan alam dan peristiwa-peristiwa kehidupan sehari-hari terulang kembali dihadapan mereka sebagai ajaran-ajaran Penebus yang sangat berharga.  Perilaku Kristus pada waktu memberikan pengajaran adalah perilaku yang sangat Dia inginkan agar diikuti oleh para pekerjaNya.
Sipembicara yang tidak memiliki pendidikan secara menyeluruh kadangkala membuat kesalahan-kesalahan didalam tata-bahasa dan pengucapan-pengucapannya;  mungkin dia tidak dapat menanamkan penekanan yang sangat penting dan pengertian yang sangat indah, namun kalau dia sendiri telah memakan Roti Hidup; kalau dia telah meminum air Kehidupan, dia pasti akan dapat memberi makan kepada orang-orang yang lapar; dan memberikan Air Hidup kepada jiwa-jiwa yang kehausan.  Kekurangan-kekurangannya akan dimaafkan dan dilupakan.  Para pendengarnya tidak akan menjadi lelah atau muak, tetapi akan bersyukur kepada Allah untuk pesan dan nasehat kemurahan yang dikirimkan kepada mereka melalui hambaNya.
Kalau pekerja itu telah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dan rajin berdoa meminta kekuatan dan kebijaksanaan surga, kemurahan Allah akan menjadi gurunya, dan dia akan dapat mengalahkan banyak kekurangan dan menjadi semakin cerdas dan semakin cerdas didalam hal-hal tentang Allah.  Namun janganlah seorangpun mengambil kesepakatan dalam hal ini untuk bermalas-malas, untuk melalukan waktu dan kesempatan-kesempatan, dan melalaikan pelatihan yang penting baginya untuk menjadi seorang yang cekatan.  Tuhan tidak berkenan dengan orang-orang yang mendapat kesempatan-kesempatan untuk meraih pendidikan tetapi memaafkan dirinya sendiri mengabaikan peningkatan-peningkatan dari setiap bidang yang Dia telah percayakan didalam jangkauannya agar mereka menjadi cerdas, pekerja-pekerja yang mampu, yang tidak akan mempermalukan Dia.
Diatas semua manusia yang ada didunia, orang yang pikirannya diterangi dengan cara membuka Firman Allah untuk dimengerti, akan merasa yang dia harus lebih tekun membaca Firman Allah, lebih rajin mempelajari ilmu-ilmu pengetahuan, karena pengharapan dan panggilannya juga lebih besar daripada yang lain-lainnya.  Semakin dekat hubungannya dengan Sumber segala pengetahuan dan kebijaksanaan, maka akan semakin dia mendapat keuntungan intelektual juga kerohanian yang sama baiknya melalui hubungannya dengan Allah itu.  Pengetahuan akan Allah adalah pendidikan yang mendasar, dan pengetahuan ini haruslah menjadi pendidikan yang secara terus menerus harus diraih oleh para pekerja sejati.  --  Christian Education,”  1893.

































33
MURID-MURID   MENENTUKAN   KEKEKALAN
   MASA   DEPAN   MEREKA

Biarlah para murid mengingat bahwa untuk membentuk tabiat yang dapat bertahan dihadapan pengadilan, adalah urusan yang paling serius.  Engkau sendiri yang bertanggung-jawab untuk mendapatkan jenis tabiat apa yang engkau bangun.  Tidak ada seorang mahaguru dilembaga-lembaga pendidikan yang dapat membentuk tabiatmu.  Engkau sendiri yang akan menentukan kekekalan masa depanmu.  Perlu sekali merenungkan tabiat-tabiat semacam ini sebagai hasil peniruan yang layak.  Kita mengajakmu kepada Yusuf di Mesir dan Daniel di Babilon.  Orang-orang muda itu telah dicobai dan diuji;  dan karena mereka teguh berdiri diatas prinsip-prinsip, maka mereka menjadi pemuda-pemuda teladan dan pola dari kejujuran.  Saya ingin mengatakan kepada para pemuda pemudi yang ada dilembaga-lembaga pendidikan, apakah engkau mengaku percaya atau tidak yang engkau kini sedang berada dizaman cobaan, dan pencobaan kedua tidak akan pernah menghampiri satu orangpun diantara engkau, karena  ini adalah satu-satunya kesempatan bagimu yang mau berdiri berhadapan dengan ujian dan pencobaan dari Allah.
Dengan penuh minat yang mendalam, para malaikat Allah dikerajaan surga sedang mengawasi perkembangan dari tabiatmu;  dan dari catatan buku-buku disurga, tindakan sedang ditimbang, dan kelayakan moral sedang diukur.  Setiap hari catatan dari kehidupanmu dihadapkan kepada Allah,  sebagaimana adanya, apakah menguntungkan ataukah yang merugikan.  Engkau sangat kekurangan didalam meningkatkan diri dan mengangkat jiwamu, dan tidak ada seorangpun dapat memberikan tabiat yang engkau perlukan.  Satu-satunya jalan yang dapat engkau jalani untuk mendapatkan standar kelayakan moral, yang dengan mana engkau akan diukur, adalah bergantung kepada Kristus, dan bekerja sama dengan Dia didalam keteguhan, kesungguh-sungguhan, dan didalam tujuan yang pasti.
Mereka yang melakukan ini, tidak akan membawa roh pelecehan, roh kecerobohan, dan roh yang menyukai hiburan-hiburan kedalam pekerjaan mereka.  Mereka akan mempertimbangkan bahwa orang tua mereka dan mereka sendiri telah membayar mahal untuk datang kesekolah guna mendapatkan ilmu-ilmu pengetahuan yang lebih baik, dan untuk mendapatkan pengertian yang lebih mendalam tentang Perjanjian Lama dan Baru.  Saya menujukan kepadamu sebagai orang-orang yang memiliki akal sehat, dan yang memiliki pengertian intelektual mengenai kesempatan-kesempatan dan tugas-tugasmu.  Bukankah lebih baik bagimu kalau engkau bekerja sama dengan guru-gurumu, agar engkau dapat mencapai standar yang paling tinggi yang mungkin dapat engkau capai?  Waktu itu lebih berarti bagimu daripada emas, dan engkau harus memperbaiki setiap waktumu yang sangat berharga.  Engkau harus mempertimbangkan pengaruh apakah yang engkau inginkan bagi orang lain?  Kalau seorang murid gelisah, dan melakukan pelanggaran dengan menyukai hiburan-hiburan, dia harus mengendalikan diri sendiri dibawah prinsip, kalau tidak maka dia akan menjerumuskan dirinya sendiri menjadi pekerja bagi setan, untuk menghalangi pekerjaan yang diusahakan oleh para guru untuk dilakukan, dengan pengaruhnya yang salah, dan menghambat makhluk-makhluk surga yang berusaha untuk menyelesaikan tugas-tugasnya melalui manusia sebagai pekerja-pekerjaNya.  Dia juga akan mengacaukan pola Allah dan gagal menerima Kristus dan menjadi anak-anak Allah.
Kewajiban-kewajiban diantara para guru dan murid haruslah setara.  Para guru haruslah berusaha dengan rajin agar jiwa-jiwa mereka sendiri boleh disucikan melalui rakhmat Kristus, dan mereka boleh bekerja dalam barisan Kristus bagi keselamatan para murid. 
Dilain pihak, para murid tidak seharusnya melakukan tindakan semacam itu yang menyebabkan para guru berada dalam situasi yang berat dan harus menghadapi pencobaan yang sukar untuk ditolak.  Para murid seharusnya tidak merendahkan standar tinggi dan  nama baik sekolah dengan melakukan tindakan-tindakan yang salah, dan menyebabkan berita buruk semacam itu tersebar keantara orang-orang percaya maupun yang tidak percaya, bahwa sekolah Masehi Advent Hari Ketujuh yang mengaku membangun sekolah untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi siapa saja yang memasukinya, ternyata tidak lebih baik daripada sekolah-sekolah biasa diseluruh dunia.  Ini bukanlah nama baik, juga bukan tabiat yang Allah inginkan agar ditanggung oleh sekolah-sekolah;  dan mereka yang telah meminjam pengaruh yang dipercayakan Allah kepada mereka, untuk membentuk tabiat dan nama baik sekolah, telah menggunakannya pada arah yang salah.  Mereka yang telah menunjukkan sikap tidak menghormati peraturan-peraturan dan yang berusaha menghancurkan kekuasaan, apakah mereka orang-orang percaya ataupun orang-orang yang tidak percaya, telah dicatat didalam buku-buku surga sebagai orang-orang yang tidak dipercaya sebagai anggota keluarga kerajaan, anak-anak dari keluarga Raja surga.  Para guru yang menanggung beban pekerjaan sebagaimana seharusnya, akan memperoleh tanggung-jawab yang memuaskan, pemeliharaan dan beban, tanpa harus ditambahi dengan beban ketidak-patuhan.  Mereka akan menghargai setiap usaha yang dibuat oleh para murid untuk bekerja sama dengan mereka didalam melakukan tugas.
Seorang murid yang tidak berhati-hati, keras kepala, yang tidak meningkatkan harga dirinya, tidak tidak mengatur dirinya dengan baik, dan tidak berusaha untuk melakukan yang terbaik, akan membuat dirinya sendiri terhina.   Dia sedang menimbang, sikap yang bagaimanakah yang akan menjadi tabiatnya, dan dia juga membujuk orang lain untuk meninggalkan kebenaran dan kebaikan, kalau bukan untuk pengaruh buruknya, maka dia akan berani berdiri tetap menjadi benar dan mulia.  Seorang murid yang merasa bertanggung-jawab untuk membantu pendidiknya dengan setia, akan menolong diri sendiri lebih daripada pertolongan yang dia dapat berikan kepada orang lain.   Surga melihat dengan kepuasan kepada murid yang berusaha untuk melakukan kebaikan, dan teguh bertujuan untuk melakukan yang terbaik bagi Allah.  Mereka akan menerima pertolongan dari Allah.  Tentang Daniel dan kawan-kawannya, yang teguh berdiri sebagai batu karang terhadap kebenaran, ada tertulis sebagai berikut ,  “Kepada keempat orang muda ini, Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat :  .  .  .  dan didalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada  mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas daripada semua orang berilmu dan semua akhli jampi diseluruh dikerajaannya.”
Kalau engkau tidak berniat untuk mempergunakan kesempatan-kesempatan dan hak-hak dengan baik,  mengapa engkau menghambur-hamburkan uang yang dicari oleh orang tuamu dengan bekerja keras, untuk memasuki sekolah?  Mereka telah mengirimmu jauh dari perlindungan dirumah dengan harapan yang tinggi agar engkau mendapat pendidikan dan manfaat dengan kepergiaanmu keperguruan tinggi.  Mereka telah mengiringimu dengan surat-surat maupun dengan doa-doa dan setiap baris kata yang kau tulis didalam suratmu yang kaukirimkan kepada mereka, dibaca dengan penuh hasrat.  Mereka bersyukur kepada Allah untuk setiap petunjuk yang mereka dapat mengenai usahamu untuk membuat kehidupan ke-Kristen-anmu mencapai kesuksesan, dan mereka menangis bahagia karena mengetahui kemajuanmu dalam ilmu pengetahuan dan kerohanian.  Saya memohon kepadamu untuk tidak melakukan apapun juga yang dapat menyebabkan mereka bertanya-tanya.  Pikirkan yang orang tuamu akan berkenan dengan tindakan-tindakanmu, dan akan menanggung apapun  walau ada duri-duri dibantal mereka.  Janganlah ceroboh, lalai dan melanggar hukum.  Tindakanmu tidak akan berakhir bersama dengan dirimu;  sesuai dengan sikapmu yang baik atau buruk, maka setiap tindakanmu itu akan memantulkan keuntungan atau kerugian terhadap sekolah.  
Kalau engkau melakukan kejahatan, engkau memilukan hati Yesus Kristus yang telah membelimu dengan harga dari darahNya sendiri, menyakiti hati kepala sekolahmu, melukai hati para guru, dan merugikan serta menghambat jiwamu sendiri.  Engkau mencantumkan tetesan noda didalam buku catatanmu, untuk mana engkau akan dipermalukan.   Yang paling baik dan paling aman adalah kalau engkau melakukan kebaikan karena itulah yang baik.  Apakah engkau sekarang tidak mau menggunakan pikiranmu dengan lebih bersungguh-sungguh?  Pemikiran yang baik terletak pada dasar tindakanmu yang baik.  Perbaiki pikiranmu agar engkau dapat menanggapi pengharapan-pengharapan orang tuamu terhadapmu, agar engkau mau dengan setia berusaha untuk menjadi unggul, sehingga engkau dapat melihat bagaimana uang yang dikeluarkan untukmu tidaklah disalah-gunakan.  Milikilah tujuan yang pasti untuk bekerja sama dengan semua usaha yang dilakukan oleh orang tuamu dan guru-gurumu, kemudian capailah standar yang tinggi dalam pengetahuan dan tabiat.  Pastikan untuk tidak mengecewakan orang-orang yang mengasihi engkau dan mempercayaimu.   Seseorang yang melakukan kebenaran,  adalah seorang yang jantan, Yesus akan menolongmu untuk melakukan yang benar kalau engkau berusaha untuk melakukannya karena itu adalah hal yang benar.
Orang-orang yang menunjukkan minat terhadap kepentinganmu menaruh harapan bagimu, agar engkau menjadi orang yang berguna, yang dapat dipenuhi dengan moral yang baik dan kejujuran yang tidak tergoyahkan.  Karena orang muda yang telah pergi dari Selandia Baru ke Amerika adalah orang yang berani mengadu untung;  dan saya ingin mengatakan kepada murid-murid semacam ini,  Tentukan tujuanmu setinggi langit, dan kemudian langkah demi langkah meningkatlah terus untuk mencapai standar, walaupun mungkin ada usaha yang perlu diperjuangkan dengan susah payah dan menyakitkan, dengan penyangkalan diri dan pengorbanan.  Kristus akan menjadi penolongmu disetiap waktu engkau membutuhkan Dia kalau engkau memanggil namaNya, agar engkau dapat menjadi seperti Daniel, yang tidak dapat direnggutkan oleh pencobaan.  Janganlah mengecewakan orang tua dan teman-temanmu;  tetapi diatas segalanya, janganlah mengecewakan Dia yang begitu mengasihi engkau sehingga dikaruniakanNya AnakNya yang tunggal guna menghapus dosa-dosamu dan menjadi Juruselamat pribadimu.
Yesus mengatakan, “Tanpa Aku engkau tidak dapat melakukan apapun.”  Camkanlah ini didalam pikiranmu.  Kalau engkau telah membuat kesalahan, engkau akan memperoleh kemenangan dengan cara menghindari kesalahan yang sama,  dan dengan menganggap kesalahan-kesalahan itu sebagai peringatan yang memungkinkan engkau untuk menolak melakukan kesalahan lagi.  Saya tidak perlu mengatakan kepadamu bahwa ini akan mengubah kekalahanmu menjadi kemenangan, mengecewakan musuh, dan menghormati Penebusmu yang memiliki dirimu.
Sebenarnya kami merasa menyesal karena setiap kelemahan tabiat akan menodai catatan yang lalu, dan kita mengetahuinya bahwa itu disebabkan oleh ketidak-waspadaanmu dalam berdoa.  Kami menyesal karena kesalahan telah dibuat, karena mereka telah meletakkan beban diatas pundak para guru yang seharusnya tidak mereka lakukan.  Guru-guru memiliki kelemahan tabiat masing-masing yang harus diperangi, dan mereka kemungkinan bertindak tanpa pertimbangan dibawah tekanan pencobaan.  Mereka boleh berpikir yang mereka melakukan yang benar pada waktu mereka memaksakan disiplin yang ketat,  namun mereka tetap saja dapat melakukan kesalahan didalam kasus yang sedang mereka tangani. 
Alangkah baiknya bagi kedua pihak, murid dan guru, kalau murid-murid mau menempatkan diri mereka sendiri ditempat yang layak dihormati, dan bersikap dengan maksud yang murni dan mulia,  agar tindakan mereka dapat disebut sebagai kebaikan oleh para guru dan pendidik.  Kalau didalam setiap jalan yang memungkinkan dan didalam keadaan apapun juga, mereka mau melayani orang-orang yang berada pada posisi yang terpercaya dan memikul tanggung-jawab, sebagaimana mereka sendiri ingin dilayani, maka akan ada kedamaian dan keberhasilan yang masuk kesekolah itu.
Mengapa murid-murid itu harus melibatkan diri dengan pemurtad-pemurtad, mau menjadi kaki tangannya didalam hal menggoda orang lain dan menyebabkan kejatuhan banyak orang ?  Setiap manusia mempunyai ujian pribadinya masing-masing, punya keunikan masing-masing, dan tidak ada seorangpun yang bebas dari pencobaan.  Kalau guru-guru adalah murid-murid Yesus, dan terlibat dalam pekerjaan yang diperkenan oleh Allah, setan akan pasti mencoba menghalangi mereka dengan pencobaan-pencobaan.  Kalau sipenipu besar itu berhasil membaurkan unsur-unsur kejahatan kedalam tabiat para murid, dan melalui mereka membawa kebingungan dan kekacauan kepada para pendidik, maka dia telah berhasil mencapai tujuannya.  Kalau dibawah pencobaan guru itu menunjukkan kelemahan, maka pengaruhnya akan terhambat;  tetapi orang yang terbukti sebagai pekerja yang memusuhi banyak jiwa-jiwa, haruslah bertanggung-jawab kepada Allah karena peranan yang dilakukannya sebagai batu sandungan terhadap guru itu.  Biarlah para guru mempertimbangkan dengan hati-hati mengenai pokok masalah ini, dan lebih baik mereka belajar bagaimana memberikan semangat dan dorongan kepada guru-guru mereka, daripada belajar bagaimana memadamkan semangat dan pencobaan kepada mereka.  Dengan melakukan ini, mereka tidak akan menuai lalang-lalang yang tumbuh diantara gandum.  “Janganlah sesat!  Allah tidak membiarkan diriNya dipermainkan.  Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.  Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barang siapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.  Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.  Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.”  Galatia 6 : 7-10.
Murid-murid akan menghadapi pencobaan untuk melakukan hal-hal yang ceroboh, hanya untuk sekedar menyenangkan diri sendiri dan merasakan apa yang mereka sebut “hiburan.”   Kalau mereka mau menjaga kehormatan diri mereka, dan memikirkan fakta bahwa dalam melakukan hal-hal seperti ini mereka tidak akan dapat menjadi berkat bagi orang lain, tidak memberikan keuntungan kepada orang lain, tetapi justru akan melibatkan orang lain sebagaimana mereka sendiri terlibat dengan kesulitan, maka dengan kesadaran tersebut, mereka akan menjadi lebih jantan dan terhormat, dan kemudian mereka akan mau menaruh keinginan mereka didalam kehendak Allah.  Mereka akan mau bekerja didalam barisan Kristus, menolong guru-guru mereka untuk memikul beban, dimana setan sedang mematahkan semangat mereka dengan berusaha menanamkan pikiran-pikiran yang lalai dengan berbagai-bagai taktik yang licik.  Mereka akan berusaha membuat suasana disekolah, yang tadinya menekan dan melemahkan kuasa moral,  menjadi sehat dan menyegarkan.  Dengan melakukan hal ini, para murid akan mendapatkan kesadaran bahwa mereka telah melakukan bagian dari tindakan mereka disisi Kristus, dan tidak akan memberikan setitikpun dari pengaruh dan kemampuan mereka untuk menghalangi kebaikan-kebaikan.  Mereka akan mempunyai alasan untuk memuji Allah karena mereka telah menjaga kecenderungan-kecenderungan mereka untuk melakukan kesalahan, dan mengalihkan pengaruh mereka kepada hal keteraturan, kerajinan, dan penurutan.   Biarlah setiap murid mengingat bahwa mereka memiliki kemampuan untuk memberikan pertolongan, dan bukannya menyembunyikan maksud-maksud baik dari pendidikan.
Para murid yang ada dilembaga-lembaga pendidikan kita, boleh membentuk tabiat sesuai seperti yang Mulia itu, atau meremehkan kuasa yang dikaruniakan Allah kepadanya, dan membuat diri mereka sendiri jatuh ketingkat yang paling bawah, dan tidak ada seorangpun yang dapat dipersalahkan kecuali diri mereka sendiri.   Segala sesuatu yang dapat diperbuat oleh Allah telah dilakukannya dalam bentuk  kemanusiaan.  Setiap kekurangan telah diantisipasi; setiap kesukaran, setiap keadaan darurat, telah dipersiapkan.  Tempat yang berliku-liku telah diluruskan, tempat-tempat berbatu telah diratakan, dan oleh sebab itu tidak akan ada maaf bagi seseorang pada hari pengadilan nanti, kalau dia memuja yang tidak percaya dan menolak untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan Roh Kudus. 
Yesus Kristus telah memberikan diriNya sendiri sebagai persembahan yang sempurna bagi setiap anak-anak Adam yang telah jatuh.  Betapa hinanya yang harus Dia tanggung.  Bagaimana Dia turun, selangkah demi selangkah, semakin rendah dan semakin rendah kedalam lembah kehinaan, namun Dia tetap tidak pernah merendahkan jiwaNya sendiri dengan setitik noda dosa.   Semua ini Dia derita, agar Dia dapat mengangkat engkau, membersihkan engkau, memperbaiki dan mempermuliakan engkau, dan menempatkanmu sebagai akhli waris dengan Dia sendiri diatas takhta.  
Bagaimanakah engkau dapat memastikan panggilan dan pemilihanmu?  Apakah jalan yang menuju keselamatan itu?  Kristus mengatakan,  “Akulah jalan, kebenaran dan hidup.”  Betapapun berdosanya dan betapapun bersalahnya engkau, engkau telah dipanggil, engkau telah dipilih.  “Mendekatlah kepada Allah, dan Dia akan mendekat kepadamu.”  Tidak ada seorangpun yang dipaksa untuk datang kepada Yesus Kristus.  Kebesaran surga dan satu-satunya Anak Allah yang benar dan hidup, telah membuka jalan bagimu untuk datang kepadaNya.  Dengan cara memberikan hidupNya sebagai pengorbanan dikayu salib Kalvari.   Dan sementara Dia menanggung derita ini semua untukmu,  Dia sebenarnya terlalu murni, Dia terlalu adil, untuk menanggung kesalahan-kesalahan ini.  Namun inipun janganlah membuat engkau menjauh daripada Dia; karena Dia mengatakan,  “Aku datang bukan untuk memanggil orang-orang benar, tetapi orang-orang berdosa agar bertobat.”  Biarlah jiwa-jiwa yang akan binasa datang kepadaNya sebagaimana mereka adanya,  tanpa alasan apapun, dan dengan memohon penebusan darah Kristus, maka mereka akan menemukan perhentian bersama dengan Allah, yang tinggal dalam kemuliaan diantara kerubiun yang berada diatas takhta.  Darah Yesus adalah jalan masuk yang tidak pernah gagal, dengan mana semua tuntutanmu akan menemukan cara-cara menuju kepada takhta Allah itu.  --  Christian  Education”  (Supplement),  1893.








































34
FORMALITAS,   BUKAN  ORGANISASI,   SUATU   KEJAHATAN

Kejahatan bukanlah akibat dari suatu organisasi, tetapi karena membuat organisasi itu sebagai segala sesuatunya, dan inti kerohanian sebagai sekedarnya saja.  Kalau bentuk dan mesin-mesin diunggulkan untuk melakukan sebuah tanggung-jawab pekerjaan yang seharusnya dikerjakan dengan cara yang sederhana, maka kejahatanlah akan menjadi hasilnya,  dan hanya sedikit hasil yang akan diperoleh dibandingkan dengan usaha yang telah dikeluarkan.  Tujuan dari organisasi berlawanan dengan ini;  dan kalau kita tidak mengadakan organisasi, maka itu sama saja dengan menghancurkan apa yang sudah kita bangun.  Hasil yang buruk sudah dapat dilihat, baik didalam pekerjaan Sekolah Sabat maupun diantara para pekerja, karena terlalu banyak menggunakan mesin-mesin sementara pengalaman-pengalaman inti tidak dilihat.  Didalam banyak usaha perbaikan yang telah digambarkan, pembentukan manusia telah diletakkan diatas pekerjaan itu.  Disekolah Sabat,  beberapa orang telah diterima untuk menjadi pimpinan-pimpinan dan guru-guru, padahal mereka tidak berpikiran yang rohani, dan tidak memiliki minat dalam pekerjaan yang dipercayakan kedalam pengawasan mereka;  tetapi masalah-masalah dapat diatur hanya melalui bantuan dari Roh Kudus.  Kejahatan-kejahatan yang sama yang sudah ada bertahun-tahun sekarang timbul dalam gereje-gereja.  Formalitas, kesombongan, dan suka pamer telah mengambil tempat menggantikan pengasihan dan kesalehan yang rendah hati.  Kalau saja sejumlah orang itu mau menyerahkan diri mereka sendiri sepenuhnya kepada Allah, maka mereka akan melihat adanya perbedaan-perbedaan dalam pengaturan, dan kemudian mereka mau menggunakan talenta-talenta mereka untuk pekerjaan sekolah Sabat,  selalu meningkatkan pengetahuan mereka dan mendidik diri sendiri agar mereka dapat mengajar orang lain dengan cara yang paling baik sehingga orang lain itu dapat dipekerjakan dalam pekerjaan ini;  tetapi pekerja-pekerja itu tidak seharusnya mencari cara-cara agar mereka dapat memamerkan diri, menggunakan waktu untuk penampilan-penampilan dan permainan musik, karena hal ini tidak ada gunanya bagi seorangpun.  Melatih anak-anak untuk melakukan percakapan dalam acara khusus, bukanlah hal yang baik.  Mereka harus dimenangkan kepada Kristus, dan gantinya menggunakan waktu, uang dan usaha untuk membuat suatu penampilan, lebih baik seluruh usaha dilakukan untuk mengumpulkan gandum bagi penuaian.
Banyak orang tampaknya berpikir bahwa semua yang penting didalam pekerjaan sekolah Sabat adalah mengatur sekolah, dan melatih para ilmuwan agar mereka mau melakukan tindakan sesuai dengan rangkaian upacara-upacara dan tatacara-tatacara; dan kalau ada orang yang dipekerjakan sebagai guru-guru, maka sekolah Sabat itulah yang akan mengaturnya.  Para guru yang dipekerjakan seringkali adalah orang-orang yang tidak dapat menuntun jiwa-jiwa kepada Kristus karena mereka tidak tahu, sesuatu yang berharga apa yang bisa didapat dari Dia bagi jiwanya sendiri;  tetapi orang-orang semacam itu yang tidak menghargai jiwa-jiwa dan mau bekerja sebagaimana Kristus kehendaki, pada akhirnya akan tercerai-berai  jauh dari Kristus.  “Siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”  Kalau guru-guru ini tidak merasa terbebani untuk menuntun jiwa-jiwa kepada Yesus, mereka ini bertumbuh dengan perbedaan besar dari kebenaran;  mereka akan menjadi ceroboh, dan suasana yang dia pantulkan disekeliling jiwa-jiwa ini akan bekerja untuk mencerai-beraikan dan menjauh dari Kristus.  Dan dengan adanya orang-orang semacam ini didalam sekolah Sabat, maka akan menimbulkan pertengkaran yang menyulitkan dengan tiada henti-hentinya;  karena kalau guru-guru melibatkan diri didalam suatu pekerjaan dan tidak menunjukkan minat kepada pekerjaan itu sendiri, maka para muridpun akan akan menyerap roh yang sama.
Namun walaupun kesulitan-kesulitan semacam ini timbul,  apakah hal itu akan membuat mereka menghentikan organisasi?   Saya yakin yang Tuhan telah membentuk organisasi itu dengan sempurna, dan kalaupun pada kenyataannya ada tanda-tanda patah semangat didalam pekerjaan itu, janganlah dipikir sebagai alasan untuk menghapus organisasi.  Banyak terang yang diberikan kepada kita sehubungan dengan organisasi gereja-gereja, namun tetap kita harus menghadapi perjuangan yang keras dalam usaha untuk menyempurnakan organisasi;  namun kemenangan dapat dicapai pada akhirnya, dan sekarang, apakah gereja tidak akan diorganisasi karena adanya perbedaan-perbedaan, formalitas dan kesombongan?  Apakah kita akan kembali kepada zaman yang tidak teratur, hanya karena adanya anggota-anggota jemaat yang tidak mengadakan penyerahan diri, dan yang telah membentuk penempaan manusia didalam pekerjaan itu, dan berusaha mengikuti tatacara-tatacara manusia agar gereja mencapai tingkat kepopuleran pada umumnya?      
Apakah benar yang kesederhanaan dari ke-Ilahi-an yang benar itu, dalam jumlah besar telah hilang dari gereja, dan banyak orang yang mengaku sebagai pengikut-pengikut Kristus telah menjadi begitu buta sehingga berpikir bahwa keuntungan adalah kesalehan, dan mereka menyerahkan kekuasaan mereka kepada hal-hal yang sedang popular pada zamannya.   Mereka tidak menyadari yang seluruh kemampuan intelektual mereka telah dibeli oleh Kristus, dan bahwa mereka harus mengabdi kepada Dia dengan pikiran yang paling baik, agar Injil dapat diberitakan.  Namun gantinya memberikan pendapat dan pikiran mereka yang tajam dan jernih untuk menyebarkan Injil, untuk menguatkan dan membawa berkat bagi gereja, mereka mengabdikan seluruh kekuatan mereka untuk meningkatkan minat-minat mereka sendiri.  Mereka tidak berjalan bersama Allah, tetapi justru menjauhkan diri dari Dia melalui perkataan-perkataan dan tindakan-tindakan mereka.  Mereka menyelubungi jiwa-jiwa mereka dengan suasana yang dapat menghancurkan kerohanian.  Mereka mengaku sebagai pengikut-pengikut Kristus, tetapi mereka tidak mengenalNya melalui pengetahuan yang telah teruji.  Mereka tidak melakukan hal-hal yang rohani.  Mereka mengaku percaya penyebaran Injil;  tetapi terbukti yang mereka hanya mengatakannya saja; karena tidak ada kuasa yang suci didalam kehidupan dan tabiatnya.  Mereka tidak menyadari berapa banyak yang dipetaruhkan;  karena keselamatan dari jiwanya sendiri dan jiwa-jiwa orang lain sedang terancam.  Mereka tidak menyadari bahwa dalam hal menjadi penyelamat dari kehidupan kepada kehidupan, mereka harus berada dibawah disiplin rohani dan dilatih dan belajar disekolah Kristus.  Tanpa disiplin rohani ini, mereka akan menjadi orang yang tidak tepat guna, orang lalai, tidak berkembang, dan tidak melihat perlunya latihan rohani dan pengetahuan yang memungkinkan dia mampu menduduki jabatan yang berguna dan berpengaruh.   Kalau mereka tidak menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, menjadi pelajar-pelajar disekolahNya, maka mereka akan melakukan pekerjaan tanpa perencanaan dan mengakibatkan kerugian kepada gereja.
Namun karena pengaruh-pengaruh dari orang-orang yang tidak memiliki roh penyerahan diri ini, apakah kita akan mengambil langkah mundur, membuang semua cara-cara yang telah kita bayar dengan harga yang mahal untuk membangunnya, dan mengumumkan bahwa organisasi adalah semata-mata suatu kesalahan?   Kami tidak berani melakukan hal ini.  Ada banyak hal yang memerlukan penyesuaian;  karena beberapa hal yang kurang penting yang dilakukan, sementara hal-hal lain yang sangat penting diabaikan dan dianggap sebagai sesuatu yang tidak perlu.  Pikiran-pikiran manusia memerlukan pelatihan secara harfiah sebaik mungkin sebagaimana juga pelatihan kerohanian, agar mereka boleh berkembang dengan seimbang;  karena tanpa pelatihan harfiah, manusia tidak akan dapat menempati berbagai macam jabatan kepercayaan.
Buku pendidikan yang terbesar adalah Alkitab,  tetapi ternyata terlalu sedikit dibaca dan dihidupkan.  Kalau saja setiap orang mau berusaha untuk menjadikan diri mereka sendiri sebaik mungkin, menggunakan kesempatan-kesempatan untuk meningkatkan kemampuan mereka setinggi-tingginya, bertujuan untuk menggunakan setiap kekuatan yang telah diberikan oleh Allah kepadanya, bukan semata-mata meningkatkan tindakannya sendiri, tetapi untuk meningkatkan minat-minat kerohaniannya.  Kalau saja semua orang dengan rajin mau menyelidiki apakah kebenaran itu, belajar bersungguh-sungguh agar mampu menggunakan tata bahasa dengan baik dan suara yang juga terlatih baik, sehingga mereka dapat menghadapkan kebenaran dengan segala keindahannya yang agung dan mengagumkan.  Janganlah ada seorangpun yang berpikir bahwa dirinya akan bergulir dengan sendirinya menuju kepada posisi yang memberikan manfaat.  Kalau manusia mau digunakan untuk bekerja bagi Allah, biarlah mereka meregangkan kekuatan-kekuatan mereka, memusatkan perhatian dengan tekun kepada penerapan hidup.  Adalah setan yang selalu mengikat manusia didalam kelalaian dan ketidak-berdayaan, agar mereka berkembang disebelah sisi saja dan tidak mungkin melakukan yang benar.  Dia akan menyuruh manusia melatih diri dalam satu bagian dan menyisihkan bagian yang lain, dengan demikian pikiran-pikiran mereka akan kehilangan kekuatan, dan bila suatu waktu diperlukan, mereka tidak akan mampu bangkit dalam keadaan darurat.  Allah ingin manusia melakukan pekerjaannya dengan sebaik mungkin, dan sementara setan merenggut pikiran mereka kesatu arah, Yesus akan menariknya kearah yang berlawanan.
Kalau kebenaran diterima didalam hati, maka kebenaran itu akan mulai memurnikan dan menyucikan sipenerima.  Orang yang menyukai kebenaran, tidak akan merasa yang dia tidak lagi memerlukan penerangan, tetapi akan menyadari, sementara dia menghayati kebenaran didalam kehidupannya sehari-hari,  dia memerlukan terang secara berkesinambungan agar dia boleh bertambah-tambah didalam hal pengetahuan.  Sementara dia membawa kebenaran didalam kehidupannya, dia akan merasakan kekurangannya, menyadari perlunya memiliki pendidikan secara menyeluruh, agar dia mengerti bagaimana menggunakan kemampuannya sebaik-baiknya.
Kekurangan tenaga terampil yang terdidik sedang terjadi diantara kita, dan kita tidak mempunyai orang-orang yang terlatih baik untuk melakukan pekerjaan dengan pantas didalam hal pengaturan sekolah-sekolah Sabat  dan gereja-gereja kita.  Banyak orang yang mengetahui kebenaran, namun didalam satu cara mereka tidak mengerti yang mereka dapat mempertahankannya.  Mereka tidak siap menghadapkan kebenaran dalam cara-cara tertentu untuk menunjukkan tabiat yang besar dan suci itu dengan nyata dan jelas kepada orang lain.  Gantinya kekurangan disiplin, mereka membutuhkan pelatihan yang lebih menyeluruh.  Tidaklah mungkin bagi seseorang untuk meramalkan suatu pekerjaan dimana mereka akan dipanggil.  Dia mungkin akan berada disuatu tempat dalam keadaan memerlukan jawaban yang cerdas dan seimbang dengan segera, oleh sebab itu adanya pekerja-pekerja yang terdidik dengan baik yang dapat menjadi suatu kehormatan bagi Allah  haruslah ditambah;  mereka juga akan lebih mampu mengajarkan tentang kebenaran dengan cara yang lebih jelas dan intelek, maka kebenaran itu akan dihadapkan dengan suatu cara yang bebas sebebas-bebasnya dari pelecehan.
Pendidikan yang benar, apabila pikiran berada dibawah kendali Roh Kudus, adalah sangat penting, dan setiap orang haruslah belajar untuk menghargai kemampuan-kemampuan yang telah diberikan oleh Allah;  dan dengan menghidupkan pengetahuan yang telah dia peroleh, maka dengan pengaruh yang dipantulkan oleh tabiatnya sendiri, dia boleh meyakinkan orang lain tentang perlunya mendapatkan pelatihan guna pelayanan bagi Kristus dan menuntun orang-orang lain itu untuk mengikuti teladanNya.  Ada banyak hal yang harus dilakukan didunia, dan tidaklah menguntungkan kalau menggunakan orang-orang yang belum berpengalaman untuk melakukan pekerjaan yang penting.  Perasaan apatis, kemalasan, tidak menunjukkan perhatian yang telah diperlihatkan diantara pekerjaan pendidikan, sangat menyenangkan hati setan.  Allah menghendaki kita agar kita bangkit keluar dari perbedaan-perbedaan, dan tidak lagi membiarkan kekuatan intektual terbuang dengan sia-sia dan menurun sampai menjadi kedunguan.  Manusia harus menghargai talenta-talenta yang telah dipercayakan kepada mereka, dan mengambil manfaat dari kesempatan-kesempatan yang dapat dijangkau.  Biarkan kuasa mental dipersiapkan untuk bekerja, dan dengan dorongan kekuatan, kiranya pikiran itu dapat diperluas dan diperkembangkan.
Dibanding dengan dahulu, sekarang terdapat lebih banyak kebutuhan akan orang-orang yang memiliki kemampuan intektual untuk bekerja.  Sekolah-sekolah Sabat kita tidak hanya membutuhkan pekerja-pekerja yang mempunyai kemampuan intektual, tetapi juga harus memiliki kerohanian, sehingga melalui pelatihan disiplin, jalan pikiran mereka dapat menerima daya gunanya.  Dengan cara belajar yang dangkal, pikiran akan semakin lama semakin meninggalkan dayanya,  melangkah turun menuju kedunguan, dan tidak mampu melakukan usaha apapun.  Pendidikan dapat mempersiapkan orang untuk mengenal dan melakukan setiap garis pekerjaan yang harus dikerjakan pada zaman kita sekarang ini.   Disiplin secara keseluruhan, bila diajarkan oleh guru-guru yang bijaksana, maka akan membawa hasil yang sangat berharga melebihi kecakapan dan talenta yang tidak memerlukan disiplin.
Tuhan telah menunjukkan penghargaanNya terhadap manusia, dalam hal iniDia telah menyerahkan AnakNya yang tunggal untuk menebus mereka.  Setan juga telah menunjukkan penghargaannya terhadap kemampuan yang dilatih dengan baik dan disucikan,  dengan cara-cara yang licik dan melalui mana dia berusaha  mengalihkan pikiran dan hati seseorang dari pelayanannya yang ditujukan kepada Allah, agar dengan demikian dia dapat menuntunnya untuk menggabungkan diri dengan kemurtadan.  Seperti malaikat terang, dia datang dengan rayuan untuk menarik manusia kepada pelayanan terhadap dirinya;  karena dia tahu bahwa seorang yang terpelajar, kalau tidak berada dibawah kendali Roh Allah, akan membawa keuntungan besar baginya.  Dia akan membujuk para murid dengan pencobaan-pencobaan yang dibungkus dengan kebaikan-kebaikan, berusaha untuk membujuk murid tersebut agar menyombongkan diri dengan apa yang telah dicapainya dan menganggap diri sendiri sebagai orang besar sehingga dia dapat mempercayai dirinya sendiri, dan berjalan diantara bunga api yang terpantul dari api yang dinyalakannya sendiri.  Jadi dia dituntun untuk memisahkan jiwanya dari Allah, sumber dari segala terang dan pengetahuan,  dan supaya dia dapat meninggikan dirinya sendiri, bersatu dengan setan sebagai pencetus segala dosa.
Takut akan Tuhan adalah permulaan dari segala hikmat; dan bila tidak bergantung kepada Allah,  maka hasil dari pendidikan itu sendiri hanyalah meninggikan keduniawian dan kekafiran.  Alasan mengapa gereja menjadi lemah dan tidak berdaya-guna adalah disebabkan oleh kekurangan rakhmat karunia Kristus diantara anggota-anggota yang mengakui kebenaran pada zaman akhir ini.  Seperti yang Tuhan pernah katakan melalui saya, ada dosa yang terdapat didalam diri setiap orang, yang dipelihara oleh orang-orang yang mengaku sebagai anak-anak Allah; dan kecuali mereka mau memisahkan diri dari setan dan berpaut kepada Yesus kebenaran kita, maka murka Allah akan berada diatas mereka yang memiliki terang besar, namun telah memilih untuk berjalan didalam kegelapan.  “Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun disitu Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizatNya :  Celakalah engkau Khorazim!  Celakalah engkau Betsaida!  Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi ditengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.  Tetapi Aku berkata kepadamu : Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.  Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai kelangit?  Tidak,  engkau akan diturunkan sampai kedunia orang mati!  Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi ditengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.  Tetapi Aku berkata kepadamu : Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.” 
Adalah suatu hal yang mengerikan, memiliki terang besar dan berkat, mempunyai banyak kesempatan-kesempatan dan hak-hak, namun semuanya tidak dipergunakan dengan baik.  Orang-orang yang tidak mempergunakan kesempatan-kesempatannya, akan dituntut oleh hak-hak yang Allah telah berikan kepada mereka;  tetapi orang-orang yang berjalan didalam terang akan memperoleh tambahan terang.  Orang-orang yang mempunyai terang kebenaran, namun gagal untuk berjalan didalam terang, akan menjadi sama seperti Khorazim dan Betsaida yang dibinasakan.  Apakah peringatan ini tidak akan dipedulikan?  Apakah teguran-teguran ini tidak membebani kita?  Dalam waktu dekat akan tampaklah siapa yang telah berjalan dengan kerendahan hati bersama dengan Allah, dan siapa yang telah menuruti segala perintahNya.  Orang-orang yang berjalan diantara bunga api yang terpantul dari api yang dinyalakannya sendiri pada akhirnya akan mengalmi kesusahan.  Mereka tampak telah melakukan kesalahan besar.  Wahai, marilah kita bangun!  Terang sekarang sedang bercahaya; biarkanlah jendela-jendela hari dan pikiran dibuka untuk menerima berkas-berkas sinar surgawi.  Apakah Yesus akan mengatakan mengenai orang-orang yang mengaku menuruti kebenaran, namun gagal berjalan didalam terang,  “Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi :  Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.  Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup;  supaya jangan mereka melihat dengan matanya, dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka”?  --  Christian Education,”  1893.















































35
KEPADA   GURU-GURU

Setiap orang yang harus mendidik murid-murid dari kelas yang lebih muda, perlu mempertimbangkan bahwa anak-anak ini akan dipengaruhi dan dapat merasakan kesan-kesan dari suasana kelas yang menyenangkan atau tidak menyenangkan.
Kalau para guru itu berhubungan dekat dengan Allah, kalau dia memiliki Kristus yang diam didalam hatinya, maka roh yang dipantulkan olehnya akan dapat dirasakan oleh anak-anak itu.  Kalau guru menunjukkan ketidak-sabaran atau suka mencereweti seorang anak, maka kesalahan sianak sebenarnya hanyalah setengah dari kesalahan si guru.  Para guru yang sedang bosan dengan pekerjaannya, dan kemudian karena ada sesuatu yang dikatakan atau yang dilakukan oleh sianak tidak sesuai dengan perasaannya, apakah mereka akan membiarkan roh setan memasuki diri mereka, dan menyebabkan mereka menimbulkan perasaan-perasaan yang tidak menyenangkan dan tidak memuaskan didalam diri anak-anak,  padahal mereka sendiri yang kekurangan kebijaksanaan dan taktik dari Allah?  Janganlah ada guru yang dipekerjakan, kecuali engkau memiliki bukti melalui ujian dan percobaan yang menunjukkan bahwa dia adalah seorang yang mengasihi dan takut menyakiti hati Allah.  Kalau para guru diajar mengenai Allah, kalau pelajaran-pelajaran mereka dipelajari setiap hari disekolah Kristus, maka mereka akan dapat bekerja dalam garis-garis batasan Allah.  Mereka akan memenangkan dan menarik bersama-sama dengan Kristus; karena setiap anak dan orang-orang muda ini sangat tinggi nilainya.
Setiap guru perlu mengundang Kristus untuk diam didalam hati mereka melalui iman,  dan untuk memiliki roh yang benar, menyangkal diri, suka berkorban demi kepentingan Kristus.  Seseorang mungkin saja dapat memiliki pendidikan yang memuaskan dan pengetahuan yang cukup didalam ilmu-ilmu untuk mengajar;  namun apakah sudah dipastikan yang dia juga memiliki siasat dan kebijaksanaan untuk mengendalikan pkiran-pikiran manusia?  Kalau para guru tidak memiliki kasih Kristus didalam hatinya, maka mereka ini tidak cocok untuk dibiarkan berhubungan dengan anak-anak, untuk memikul tanggung-jawab berat yang diletakkan dipundaknya guna mendidik anak-anak dan orang-orang muda ini.  Mereka kekurangan pendidikan yang lebih tinggi, kurang melatih diri sendiri, dan mereka tidak mengetahui bagaimana harus mengendalikan pikiran-pikiran manusia.  Ada roh dari kekerasan-kepalanya, kecenderungan hatinya yang ingin menguasai, dan mempengaruhi pikiran-pikiran dan tabiat-tabiat dari anak-anak yang masih lentur itu untuk mengikuti disiplin semacam itu, berarti meninggalkan goresan-goresan dan bilur-bilur dalam pikiran mereka yang tidak akan dapat dihapus lagi.
Kalau seorang guru tidak dapat didorong untuk merasakan tanggung-jawab dan kepedulian yang harus ditunjukkannya didalam mendidik pikiran-pikiran manusia ini, maka itu berarti pendidikannya dalam beberapa hal sudah sangat menurun.  Didalam kehidupan rumah tangga, pelatihan tabiat telah dijadikan sebagai sesuatu yang memberatkan, dan menyedihkan sekali kalau berakibat dengan kerusakan tabiat didalam diri anak-anak yang berada dibawah pengawasannya.  Kita sedang berdiri dihadapan Allah untuk mengalami ujian dan cobaan agar kita dapat dilihat sebagai seorang pribadi yang dapat dipercaya menjadi keluarga tebusan didalam kerajaan surga.   “Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri didepan takhta itu.  Lalu dibuka semua kitab.  Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan :  Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis didalam kitab-kitab itu.”
Disini sudah dinyatakan takhta putih yang besar itu dan Dia yang duduk diatasnya, yang tidak ada seorangpun yang ada dibumi dan disurga sanggup memandangnya.  Biarlah setiap guru menyadari yang dia sedang bekerja didalam pandangan dari segenap warga surga.  Setiap anak yang berhubungan dengan guru-guru, adalah anak-anak yang telah dibeli dengan darah Anak tunggal Allah, dan Dia yang telah mati bagi anak-anak ini, menginginkan agar mereka diperlakukan sebagai anak-anakNya.  Wahai para guru, pastikan yang hubunganmu dengan setiap anak-anak ini memantulkan tabiat yang tidak akan mempermalukanmu pada saat engkau menemui mereka nanti pada hari pengadilan, dimana setiap perkataan dan tindakan dibawa kehadapan Allah dan hasilnya diletakkan dihadapanmu sebagai pribadi.   “Dibeli dengan harga mahal.”  --  Alangkah mahalnya, hanya kekekalan jualah yang dapat menyatakannya!     
Tuhan Yesus Kistus mempunyai kelembutan yang tidak terbatas bagi orang-orang yang telah dibeliNya dengan harga pengorbanan dan penderitaan tubuhNya sendiri,  sehingga mereka tidak akan binasa bersama dengan setan dan malaikat-malaikatnya, tetapi  agar Dia dapat menuntut mereka sebagai umat-umat pilihanNya.  Anak-anak ini adalah tuntutan dari kasihNya, milikNya sendiri;  dan Dia memandang mereka dengan perasaan kasih yang tidak terhingga, dan bau-bauan yang harum dari kebenaranNya diberikan kepada orang-orang percaya yang dikasihiNya.  Melakukan hubungan semacam ini memerlukan siasat, kebijaksanaan dan kasih kepada sesama manusia, perasaan murni bagi anak-anak domba yang tidak ternilai ini, agar para guru dapat menuntun mereka dan menghargai hak dan kesempatan-kesempatan yang mereka miliki dan bekerja bersama dengan gembala yang setia, yang memberikan tuntunan dengan kelembutan.  Maka anak-anak itu kemudian akan dapat melakukan kelembutan sama seperti Yesus Kristus.
Guru-guru,  Yesus berada didalam sekolahmu setiap hari.  HatiNya yang dipenuhi dengan kasih ditujukan bukan saja kepada anak-anak yang berkelakuan baik, yang dikelilingi dengan kasih dari orang-orang disekitarnya, tetapi lebih diperuntukkan bagi anak-anak yang dari sejak lahir telah merasakan ancaman-ancaman dan penolakan-penolakan.  Bahkan para orang tua tidak mempunyai pengertian tentang berapa banyak seharusnya mereka bertanggung-jawab atas perkembangan tabiat anak-anaknya, dan tidak berusaha melakukan kelembutan dan kebijaksanaan didalam mendidik anak anak malang, yang telah mereka bentuk sendiri.  Mereka gagal menelusuri kembali penyebab-penyebab dari perkembangan yang kurang baik ini, yang merupakan ujian bagi mereka.  Tetapi Yesus melihat anak-anak ini dengan iba dan kasih, karena dengan melihat, Dia mengerti proses dari sebab sampai kepada akibat. 
Para guru sebenarnya dapat mengikat anak-anak ini kehati mereka melalui kasih Kristus yang diam didalam kaabah jiwa sebagai bau-bauan yang harum.  Melalui karunia Kristus para guru dapat menanamkan kesadran untuk menjadi pekerja-pekerja yang hidup  --  pekerja-pekerja bersama dengan Allah  --  untuk menerangi, mengangkat, memberi dorongan, dan menolong untuk menyucikan jiwa dari kebejatan moral;  dan gambar Allah akan tertera didalam jiwa anak itu, dan tabiatnya diubahkan melalui rakhmat karunia Kristus.
Injil adalah kekuasaan dan kebijaksanaan Allah, kalau dinyatakan dengan benar oleh orang-orang yang mengaku sebagai orang Kristen.  Kristus disalibkan karena dosa-dosa kita akan mengajarkan kerendahan hati dihadapan Allah bagi jiwa-jiwa .  Kebangkitan Kristus dari kematian, naik kesurga menjadi Pengantara yang hidup dihadapan Allah, itu adalah ilmu pengetahuan tentang keselamatan yang perlu kita pelajari dan kita ajarkan kepada anak-anak dan orang-orang muda.  Kristus mengatakan,  “Aku menyucikan DiriKu sendiri, agar mereka juga boleh disucikan.”  Ini adalah pekerjaan yang telah diserahkan kepada setiap guru.  Dalam hal ini, seharusnya tidak ada pekerjaan yang ceroboh karena bekerja mendidik anak-anak pada hari-hari sekolahpun membutuhkan banyak karunia Kristus dan tidak mementingkan diri sendiri.  Mereka yang dilahirkan sebagai orang yang cerewet, mudah terbakar, suka mengkritik, berprasangka jahat, haruslah mencari pekerjaan lain yang tidak menimbulkan ancaman-ancaman buruk dalam pembentukan tabiat anak-anak dan orang-orang muda, karena akibatnya sangat besar sekali.  Surga melihat, kemampuan-kemampuan dan kekuatan-kekuatan dalam diri anak dan orang-orang yang belum berkembang, bila dituntun dengan tepat dan dikembangkan dengan kebijaksanaan surga, mereka akan menjadi pekerja-pekerja yang mampu memantulkan pengaruh-pengaruh Allah dan menyatukan orang lain untuk bekerja bersama dengan Allah.  Kata-kata tajam dan celaan secara terus menerus akan membuat anak-anak menjadi liar, dan tidak akan pernah membentuknya.  Simpanlah kata-kata yang kasar;  jagalah rohmu tetap berada dibawah disiplin Kristus; maka kemudian engkau akan mau belajar bagaimana mengasihani dan menaruh simpati terhadap orang-orang yang dipercayakan kepadamu untuk dididik.  Janganlah mengumbar ketidak-sabaran dan kekesalan, karena kalau anak-anak ini tidak memerlukan pendidikan, mereka juga tidak membutuhkan manfaat-manfaat yang diberikan oleh sekolah.  Para guru haruslah dengan kesabaran, kebaikan dan kasih sayang membawa tangga proses semakin hari semakin keatas, menapaki satu tangga ketangga yang lain untuk mencapai ilmu pengetahuan.
Para pekerja haruslah setiap hari mengadakan pelatihan untuk mendoakan pekerjaannya, untuk iman yang bekerja melalui kasih, dan untuk penyucian jiwa.  Apakah kehendak Allah yang telah dinyatakan kauletakkan sebagai kekuasaan yang paling tinggi?  Kalau Kristus terbentuk didalam pengharapan akan kemuliaan, maka kemudian kebenaran Allah akan bekerja mengolah temperamen mereka, dan muncullah pekerja-pekerja yang tabiatnya telah diubahkan,  dan engkau tidak akan menunjukkan pengaruh buruk lagi, yang mungkin dapat membalikkan kebenaran Allah menjadi tipuan kepada murid-murid;  dan juga jangan terlihat lagi adanya egois, kecerobohan, nafsu buruk didalam mendidik setiap pikiran manusia, sehingga tampak seakan-akan rakhmat karunia Allah itu tidak cukup memuaskan bagimu disetiap waktu dan disetiap tempat.  Jadi engkau akan dapat menunjukkan bahwa kekuasaan Allah yang menyelubungi engkau bukanlah semata-mata nama saja, melainkan yang nyata dan yang sebenarnya.  Hendaklah engkau memisahkan diri dari segala sesuatu yang tidak meninggikan Kristus, betapapun sukar sulitnya dilaksanakan diantara orang-orang yang sungguh-sungguh percaya. 
Para guru, bertanyalah kepada dirimu sendiri, engkau yang bekerja melakukan pekerjaanmu bukan hanya untuk sementara tetapi untuk selamanya,  Apakah kasih Kristus mendorong hati dan jiwamu  didalam mendidik jiwa-jiwa yang sangat berharga itu, yang bagi mereka Yesus telah menyerahkan kehidupanNya sendiri?   Dibawah disiplinNya yang ketat, apakah manusia lamamu masih mengancam tabiatmu, tidak sependapat dengan kehendak Allah, berlalu dan digantikan oleh kehendak yang berlawanan dengan Allah?   “Hati yang baru juga akan Kuberikan kepadamu.”  Apakah segala sesuatu telah menjadi baru melalui penyerahanmu kepada Yesus Kristus?  Didalam perkataan-perkataan dan usaha-usaha yang menyakitkan, apakah engkau telah menaburkan benih-benih didalam hati anak-anak dan orang-orang muda ini sehingga engkau dapat meminta Tuhan untuk menyiraminya, dan kemudian dengan kebenaran-kebenaran yang bersemi itu, akan menjadi masak dan siap untuk dituai?  Bertanyalah kepada dirimu sendiri,  Apakah aku dengan perkataan-perkataanku yang tidak disucikan dan tidak memiliki kesabaran, juga kekurangan kebijaksanaan dari atas,  akan dapat menguatkan orang-orang muda ini, yang bergerak dengan rohnya sendiri yang sekeras batu, karena mereka meniru guru-guru mereka yang tidak memiliki roh seperti Kritus?  Kalau kemudian mereka mati didalam dosa,  apakah aku tidak akan diminta untuk bertanggung-jawab atas jiwa-jiwa mereka?   Jiwa-jiwa yang mencintai Yesus, yang menghargai kuasa rakhmatNya yang memberikan keselamatan,  akan dapat merasakan dirinya ditarik mendekat kepada Kristus, sehingga dia akan berkeinginan untuk ikut bekerja didalam barisanNya.  Dia tidak dapat, tidak berani, membiarkan setan mengendalikan roh dan pengaruh yang meracuni mengelilingi jiwanya.  Segala sesuatu yang memberikan pengaruh buruk akan dikesampingkan, karena itu bertentangan dengan kehendak Allah dan membahayakan jiwa domba-domba dan anak-anak domba yang sangat berharga;  dan dia diminta untuk menjaga jiwa-jiwa sebagai orang yang bertanggung-jawab.  Dimanapun Allah menempatkan kita, Dia pasti akan menjaga kita, setiap hari semakin ditambahkan kekuatan kepada kita.
Siapapun juga yang memanjakan perasaan-perasaan dan keinginan-keinginannya akan menyebabkan dirinya sendiri menjadi lemah dan tidak layak dipercaya, karena dia adalah saluran, melalui mana setan dapat berhubungan untuk mencemari dan merusak banyak jiwa, dan pasangan yang tidak suci ini mengendalikan orang lain, akan melemahkan dia, dan kemudian kebingungan serta aib akan menjadi akibatnya.  Roh Yesus Kristus selalu mempunyai kekuasaan yang memulihkan atas jiwa-jiwa yang merasakan kelemahannya sendiri dan berlari kepada Dia yang tidak pernah berubah untuk mendapatkan karunia dan kekuatan untuk menolak kejahatan.  Penebus kita mempunyai rasa kemanusiaan yang besar.  HatiNya tersentuh bila mengetahui ada anak-anak kecil yang tidak berdaya yang diperlakukan dengan kasar; karena Dia sangat mencintai anak-anak.  Tangisan manusia yang paling sayup-sayup sekalipun karena penderitaan, tidak pernah melewati pendengarannya dengan sia-sia.  Setiap orang yang mengira tanggung-jawabnya mengajar orang-orang muda akan menemui hati batu, haruslah bekerja bersama dengan Allah memperbaiki moral didalam setiap anak.  Yesus, Yesus yang tidak ternilai, --  sumber kasih yang utuh ada didalam jiwaNya.  Orang-orang yang mengajar anak-anak haruslah menjadi manusia-manusia yang memiliki prinsip.
Kehidupan rohani dari kebanyakan orang-orang yang mengaku sebagai orang-orang Kristen, tidaklah menunjukkan sebagai orang-orang Kristen yang sebenarnya.  Mereka terus menerus menyalah-tafsirkan Kristus,  memalsukan tabiatNya.  Mereka tidak merasakan pentingnya mengadakan perubahan tabiat, dan perlunya membentuk diri menjadi seperti keagunganNya;  dan suatu waktu mereka nantinya akan menunjukkan tingkat ke-Kristen-an yang salah kepada dunia, yang akan mengakibatkan kehancuran jiwa-jiwa dari orang-orang yang berhubungan dengan mereka, karena alasan yang sebenarnya, sementara mereka mengaku sebagai orang-orang Kristen, adalah mereka tidak berada dibawah kendali Yesus Kristus.  Pembawaan mereka sendiri dan meningkatnya ciri  tabiat yang mengabaikan  kwalitas yang prima pada waktu mereka berhubungan dengan urusan fatal dalam pengaruh mereka terhadap pikiran-pikiran orang lain.  Dalam kata yang lebih sederhana, mereka berjalan didalam percikan api dari api yang dibuatnya sendiri.  Mereka mempunyai agama yang bertujuan dan berada dibawah kendali situasi-situasi.  Kalau segala sesuatu bergerak dalam cara yang menyenangkan mereka, dan tidak ada suatu situasi yang mengganggu yang menampilkan kepribadian yang tidak berserah dan bertentangan dengan Kristus,  mereka merendahkan diri dan menyenangkan, dan juga sangat menarik.  Namun kalau ada kejadian didalam keluarga atau masyarakat yang berhubungan dengan mereka, yang menggelitik kedamaian dan mengungkit temperamen mereka, kalau mereka meletakkan setiap kejadian dihadapan Allah, dan meneruskan permohonan mereka, meresapi karuniaNya sebelum mereka memulaikan tugas-tugas mereka setiap hari sebagai guru-guru, dan menyadari diri sendiri akan kekuasaan dan rakhmat dan kasih Kristus yang berdiam didalam hati mereka sendiri sebelum memasuki pekerjaan mereka, maka malaikat-malaikat Allah akan mengikuti mereka masuk kedalam ruang-ruang kelas.  Tetapi kalau mereka masuk dengan roh penghasutan dan kedongkolan kedalam kelas, maka suasana moral yang menyelubungi jiwa-jiwa mereka akan meninggalkan kesan keatas anak-anak yang menjadi tanggung-jawab mereka, dan sebagai gantinya mereka cocok mengajar anak-anak, mereka justru membutuhkan seseorang untuk mengajari mereka tentang pelajaran-pelajaran tentang Yesus Kristus.
Marilah para guru, yang telah menerima tanggung-jawab untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak dan orang muda, ujilah dirimu sendiri, dan secara kritis belajar mengenai sebab dan akibat.  Sudahkah kebenaran Allah mengambil tempat didalam jiwaku?  Sudahkah kebijaksanaan yang datangnya dari Yesus Kristus, yang pertama-tama  “murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik”  telah berada didalam tabiatku?  Sementara aku berdiri pada posisi tanggung-jawab seorang pendidik, apakah aku menjalankan prinsip bahwa “buah kebenaran dituai dalam kedamaian dari mereka yang membuat damai”?  Kebenaran bukanlah untuk disimpan dan dilakukan bilamana kita suka melakukannya saja, tetapi untuk setiap waktu dan disetiap tempat.
Pikiran-pikiran yang seimbang dan tabiat-tabiat yang simetris dituntut bagi para guru disetiap bidang.  Janganlah menyerahkan pekerjaan ini kedalam tangan wanita-wanita dan pria-pria muda yang tidak mengetahui bagaimana caranya menangani pikiran-pikiran manusia.  Mereka hanya mengetahui sedikit mengenai pengendalian kekuasaan rakhmat pada hati dan tabiat mereka sendiri, yang tidak perlu dipelajari, tetapi pelajarilah pelajaran-pelajaran baru secara keseluruhan didalam pengalaman sebagai orang Kristen.  Mereka ini belum pernah mempelajari bagaimana memelihara jiwa dan tabiat mereka sendiri dibawah disiplin bagi Yesus Kristus, dan bahkan membawa pikiran kedalam ikatan dengan Yesus Kristus.  Ada banyak macam tabiat dalam diri anak-anak dan orang-orang muda yang harus ditangani.  Mereka masih mudah dipengaruhi.  Apapun yang merupakan suatu ketergesa-gesaan, dan nafsu didalam diri para guru, akan dapat menghambat pengaruh baik mereka keatas para murid yang harus mereka didik. Dan apakah pendidikan ini akan memberikan kebaikan bagi masa sekarang dan masa mendatang bagi anak-anak dan orang-orang muda?  Ada pengaruh yang tepat yang harus ditanamkan kepada mereka demi kebaikan rohani mereka.  Perintah dan pengarahan haruslah secara teratur diberikan untuk memacu semangat anak-anak didalam membentuk tabiat yang baik didalam hal berbicara, mengeluarkan suara dan bertingkah laku. 
Banyak dari anak-anak yang tidak mendapat pendidikan yang tepat dirumah.  Mereka telah diabaikan, beberapa bahkan telah dibiarkan untuk melakukan apa saja yang mereka suka;  yang lainnya telah kedapatan melakukan kesalahan-kesalahan dan dikecewakan.  Hanya sedikit kesenangan dan kegembiraan yang mereka dapat, dan juga hanya sedikit kata-kata simpati diucapkan untuk mereka.  Tabiat yang kurang baik dari orang-orang tua mereka telah diturunkan kepada mereka,  dan disiplin yang keluar dari tabiat yang kurang baik ini telah memberikan pengaruh buruk dalam pembentukan tabiat mereka.  Timah yang padat tidak diisikan kedalam pembentukan tabiat.  Tidak ada pekerjaan yang lebih penting yang dapat dilakukan daripada mendidik dan melatih orang-orang muda dan anak-anak.  Para guru yang bekerja dalam bagian kebun anggur Tuhan ini perlu belajar dulu mengenai bagaimana mengendalikan diri sendiri, menjaga pengendalian temperamen dan perasaan-perasaan dan diarahkan kebawah pengendalian Roh Kudus Allah.  Mereka harus membuktikan yang pengalaman mereka tidaklah hanya sebelah, tetapi pikiran yang benar-benar seimbang, tabiat yang simetris, dengan demikian mereka dapat dipercaya karena mereka adalah orang-orang Kristen yang menyadari diri berada dibawah Guru Besar, yang telah mengatakan, “Belajarlah daripadaKu, karena Aku lembut dan rendah hati, dan engkau akan memperoleh perhentian jiwamu.”  Maka kemudian dengan belajar setiap hari disekolah Kristus, mereka akan dapat mendidik anak-anak dan orang-orang muda.  
Dengan meningkatkan diri, mengendalikan diri, dibawah disiplin disekolah Kristus, dan dengan memiliki hubungan yang hidup dengan Guru Besar, mereka akan memiliki pengetahuan secara intelektual mengenai agama yang praktis; dengan memelihara jiwa mereka sendiri dalam kasih Allah, mereka akan mengetahui bagaimana seharusnya melatih karunia kesabaran dan tahan menderita seperti Kristus.  Kesabaran, kasih, dan simpati yang lembut diperlukan untuk menjalankan kegiatan.  Mereka akan menyadari yang mereka mempunyai ladang penting didalam kebun anggur Allah untuk diperluas.
Mereka harus mengangkat hati mereka kepada Allah dalam doa yang tekun, Jadilah Engkau polaku, dan kemudian dengan melihat Yesus, mereka akan melakukan pekerjaan Yesus Kristus.  Yesus mengatakan,  “Anak tidak mengerjakan sesuatu dari diriNya sendiri, jikalau Ia tidak melihat Bapa mengerjakannya.”  Jadi demikianlah, dengan putra-putra dan putri-putri Allah; mereka akan melihat kepada Yesus dengan teguh dan mau belajar dariNya, tidak melakukan apa-apa sesuai dengan kehendaknya sendiri dan menuruti keinginan dan kesenangan sendiri;  tetapi dalam pelajaran-pelajaran mengenai Yesus, dan melihat Dia sebagai Pola yang melakukannya, mereka akan mau juga melakukannya.  Jadi dengan mendidik mereka setiap waktu, mereka menggambarkan kepada para murid tabiat Yesus yang sebenarnya setiap waktu dan pada setiap kesempatan.  Mereka dapat menangkap berkas-berkas sinar dari Matahari Kebenaran dan memantulkan cahaya yang berharga ini keatas anak-anak dan orang-orang muda yang sedang mereka didik.  Pembentukan dari tabiat yang baik adalah meninggalkan kesan yang baik kedalam pikiran-pikiran dan tabiat-tabiat anak-anak, agar mereka dapat mengikuti jalan-jalan yang baik.  Ini dapat memberikan arti yang banyak bagi anak-anak untuk membawa mereka kepada pengaruh yang langsung dari Roh Allah, melatih dan mendisiplin mereka dengan cara memelihara dan menegur dalam nama Allah.  Pembentukan kebiasaa-kebiasaan yang baik, menunjukkan roh yang baik, memerlukan usaha yang sungguh-sungguh dalam nama dan kekuatan Yesus.  Para pengajar haruslah gigih, memberikan pelajaran dari satu baris kebaris yang lain, dari satu persepsi kepersepsi yang lain, disini sedikit dan disana sedikit, dengan kesabaran dan tahan menanggung derita, simpati dan kasih, mengikat anak-anak ini kepada hatinya sendiri melalui kasih Kristus yang terpantul dari dalam dirinya.
Kebenaran ini dapat dilakukan dan dicontohkan dihadapan anak-anak dengan perasaan yang dalam.  “Ia harus dapat mengerti orang-orang yang jahil dan orang-orang yang sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan, yang mengharuskannya untuk mempersembahkan korban karena dosa, bukan saja bagi umat, tetapi juga bagi dirinya sendiri.” 
Biarlah para guru mengingatnya dalam pikiran dan jangan pernah memalingkan pandangan dari hal tersebut pada waktu mereka cenderung memiliki perasaan yang tercampur aduk menghadapi kesalahan anak-anak dan orang-orang muda;  biarlah mereka mengingat yang para malaikat Allah sedang memandang mereka dengan penuh prihatin; karena bila anak-anak menyimpang dan melakukan hal-hal yang tidak baik, maka yang lebih penting adalah bahwa orang-orang yang telah ditugaskan untuk mengawasi mereka sebagai guru-guru haruslah bisa mengajar mereka melalui persepsi dan teladan.  Tidak seharusnya mereka hilang pengendalian diri, menunjukkan ketidak-sabaran dan kekasaran, kekurangan simpati dan kasih sayang; karena anak-anak ini adalah milik Yesus Kristus, dan guru-guru haruslah sangat berhati-hati dan takut akan Allah bila mereka berhubungan dengan semangat mereka dan mengucapkan kata-kata, karena anak-anak akan menangkap semangat yang mereka pantulkan, apakah itu baik ataukah yang jahat.  Itu adalah tanggung-jawab yang berat dan suci.
Disanalah diperlukan guru-guru yang penuh perhatian, menyadari kelemahan-kelemahannya, kekurangan-kekurangan dan dosa-dosa mereka sendiri, dan tidak akan menekan atau mengecewakan anak-anak dan orang-orang muda.  Haruslah banyak berdoa, banyak iman, tahan menanggung derita dan bersemangat, dan Allah siap melimpahkan berkat kepada mereka.  Karena melihat setiap pencobaan, dan pengaruh yang luar biasa dapat diisikan oleh para guru, kalau mereka mau menjalankan pelajaran-pelajaran yang Kristus telah berikan kepada mereka.  Namun, maukah para guru ini mempertimbangkan penyimpangan mereka sendiri, sehingga mereka hanya sedikit berusaha untuk belajar dsekolah Kristus dan mempraktekkan kelembutan dan kerendahan hati serupa dengan Kristus?  Para guru itu sendiri haruslah melakukan penurutan kepada Yesus Kristus, dan selalu meniru ucapan-ucapanNya, sehingga mereka dapat menunjukkan tabiat Yesus Kristus kepada murid-muridnya.  Biarkan cahayamu menyinari pekerjaan-pekerjaan yang baik, mengawasi dengan setia dan memelihara kawanan domba-domba, dengan penuh kesabaran, dengan kelembutan dan dengan kasih Yesus yang berdiam didalam hati mereka.
Menempatkan orang-orang muda didalam ladang semacam itu, yang belum mengembangkan kasih Allah dengan dalam dan sungguh-sungguh, berarti melakukan kesalahan yang akan menghasilkan hilangnya banyak jiwa-jiwa yang sangat berharga.  Para guru perlu mempermudah diri untuk menerima pantulan Roh dari Allah.  Tidak seorangpun yang mudah kehilangan kesabaran dan mudah tersinggung, dapat menjadi seorang guru.  Para guru harus menyadari yang mereka menghadapi anak-anak dan bukanlah orang-orang dewasa.  Mereka adalah anak-anak yang masih harus mempelajari segala sesuatu, dan ada beberapa yang lebih sulit belajar daripada yang lainnya.  Pelajar-pelajar yang lamban memerlukan lebih banyak semangat daripada yang dia sendiri pernah terima.  Kalau saja para guru ditempatkan diantara pikiran yang berbeda-beda, kalau ada yang suka memerintah dan mendikte dan menyalah-gunakan kekuasaannya, yang melayani sebagian-sebagian, membeda-bedakan kasih dan perhatian, sementara yang lainnya dilayani dengan sikap kaku dan keras, maka itu akan menimbulkan suatu keadaan yang membingungkan dan pembangkangan.  Para guru yang belum mendapat berkat pengalamanan yang menyenangkan dan menyeimbangkan, boleh saja ditempatkan untuk mengawasi anak-anak dan orang-orang muda, tetapi akan terjadi kesalahan besar bagi mereka yang diawasi.  Para orang tua haruslah memperhatikan hal ini dengan pandangan yang berbeda.  Mereka harus merasakan beban untuk bekerja sama dengan para guru, untuk mendorong adanya disiplin yang bijaksana, dan mendoakan guru yang mengajar anak mereka.  Anda tidak akan dapat menolong anak-anak dengan kecerewetan, kecaman atau mematahkan semangat mereka;  karena itu berarti anda membantu mereka untuk memberontak, tidak menurut dan tidak baik hati dan tidak menyenangkan, karena adanya roh yang tidak baik yang anda kembangkan.  Kalau anda adalah orang-orang Kristen yang sesungguhnya, anda akan memiliki Kristus didalam hati, memiliki RohNya yang telah memberikan hidupNya sendiri bagi orang-orang berdosa;  dan kebijaksanaan Allah akan mengajar anda suatu pelajaran yang harus anda ketahui disetiap keadaan darurat.
Anak-anak  membutuhkan pelatihan  untuk mendapatkan prinsip-prinsip yang teguh, dan tegas mengenai kebenaran, dan belajar bagaimana melakukannya.  Pastikan yang engkau akan membiarkan terang yang benar bersinar dihadapan murid-muridmu.  Terang surga sangat kurang, jangan pernah membiarkan dunia mendapatkan kesan yang semangat dan selera dan kerinduanmu bukan ditujukan kepada hal-hal yang lebih tinggi dan lebih murni daripada yang duniawi.  Kalau engkau, dalam tindakan-tindakanmu meninggalkan kesan semacam ini terhadap mereka, maka engkau telah membiarkan terang yang salah, yang palsu menuntun mereka kepada kehancuran.  Trompet itu harus mengeluarkan suara tertentu.  Ada garis yang luas, jelas, dan dalam, yang digambarkan oleh Allah yang kekal diantara kebenaran dan kesalahan, yang saleh dan yang tidak saleh;  diantara mereka yang menuruti hukum-hukum Allah dan mereka yang tidak menurut.
Tangga yang dilihat oleh Yakub dalam penglihatannya dimalam hari,  dasarnya berdiri diatas bumi dan ujungnya yang paling tinggi mencapai sampai kelangit yang paling tinggi;  Allah sendiri berada diatas tangga, dan kemuliaanNya menyinari setiap anak tangganya yang bulat;  malaikat-malaikat naik dan turun pada tangga yang bersinar, merupakan symbol dari komunikasi yang berkesinambungan menghubungkan dunia dan tempat-tempat disurga.  Allah menyampaikan kehendakNya melalui perantaraan malaikat-malaikat surga yang berhubungan dengan manusia.  Tangga ini merupakan saluran komunikasi yang langsung dan penting dengan penduduk yang ada dibumi ini.  Tangga ini digambarkan kepada Yakub sebagai Penebus dunia yang mengikat dunia dan surga menjadi satu.  Setiap orang yang telah melihat bukti dan terang kebenaran dan menerima kebenaran tersebut, mengakui imannya didalam Yesus Kristus, adalah misionaris-misionaris dunia dengan perasaan yang tertinggi.  Dia adalah penerima harta-harta surga, dan adalah tugasnya untuk menanamkannya dan menggunakan apa yang telah diterimanya.
Kemudian, kepada orang-orang yang telah diterima bekerja sebagai guru-guru disekolah-sekolah kita, berarti mereka telah membuka ladang tempat untuk bekerja dan berkembang, menyiapkan penaburan benih dan untuk penuaian gandum-gandum yang telah masak.  Apa yang dapat lebih memberikan kepuasan terbesar daripada menjadi pekerja-pekerja bersama Allah didalam mendidik dan melatih anak-anak dan orang-orang muda untuk mengasihi Allah dan menurut hukum-hukumNya?  Tuntunlah anak-anak yang sedang kauajar dihari-hari sekolah dan disekolah-sekolah Sabat untuk datang kepada Yesus.  Apa yang dapat lebih memberikan kepadamu kesukaan besar selain melihat anak-anak dan orang-orang muda mengikuti Kristus, Gembala besar yang memanggil, dan domba-domba serta anak-anak domba mendengar suaraNya dan mengikuti Dia?  Apa yang dapat lebih menyebarkan matahari melalui jiwa-jiwa yang berminat, pekerja-pekerja yang berserah, selain mengetahui yang pekerjaannya yang dikerjakan dengan rajin dan sungguh-sungguh tidaklah sia-sia didalam Tuhan, dan melihat para muridnya mendapat matahari kegembiraan didalam jiwa-jiwa mereka karena Kristus telah mengampuni dosa-dosa mereka?   Apa yang dapat lebih memberikan kepuasan kepada para pekerja yang bekerja bersama dengan Allah, daripada melihat anak-anak dan orang-orang muda menerima kesan-kesan dari Roh Allah didalam tabiat yang sungguh mulia dan didalam perbaikan kesan moral tentang Allah  --  anak-anak yang mencari kedamaian yang datang dari Pangeran damai?   Kebenaran tentang jerat?  Ya, dalam satu sisi;  memang ada ikatan yang mengikat jiwa-jiwa yang menyerahkan diri kedalam tawanan Yesus Kristus, menundukkan hati mereka kepada kelembutan Yesus Kristus.  Betapa besar artinya melebihi pikiran-pikiran yang terbatas dapat memikirkannya, untuk menyatakan Yesus Kristus dan penyalibanNya dengan setiap usaha missionaries.  “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita;  ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”  “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.”  Inilah beban dari pekerjaan kita.  Kalau ada orang yang berpikir dia mampu mengajar ilmu pengetahuan tentang pendidikan disekolah Sabat atau disekolah-sekolah lain, terlebih dahulu dia perlu belajar untuk takut kepada Tuhan, yang merupakan permulaan hikmat, agar dia sanggup mengajarkan ilimu pengetahuan yang lebih tinggi dari ilmu-ilmu pengetahuan yang lainnya.
“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”  “Sebab segala firman yang telah Engkau sampaikan kepadaKu telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya.  Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang daripadaMu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutusa Aku.”  Inilah pekerjaan yang diletakkan dihadapan kita, menjadi wakil-wakil Kristus, sebagaimana Dia didunia menjadi wakil Bapa.  “Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepadaKu telah Kusampaikan kepada mereka.”  Kita telah mempunyai pekerjaan masing-masing, dan setiap pengajar yang mengajar orang-orang muda didalam setiap kemampuan mereka untuk menerima hati yang baik dan jujur mengenai apa yang Allah telah bukakan dan mencatatnya didalam perkataanNya yang suci didalam Kristus, dengan rendah hati menerima perkataan yang hidup.  Kita sedang berada dalam zaman penyucian yang berlawanan,  dan tidak saja kita harus merendahkan diri kita dihadapan Allah dan mengakui dosa-dosa kita, tetapi kita dengan talenta kita untuk mengajar, harus berusaha mengajar mereka yang datang kepada kita, dan membawa mereka kepada Allah melalui persepsi dan teladan-teladan yang telah ditunjukkannya.
Saya sangat berharap agar Tuhan yang disurga mau membuka banyak mata-mata yang sekarang sedang buta, agar mereka dapat melihat diri mereka sendiri seperti Allah melihat mereka, dan memberikan mereka sentuhan perasaan untuk bekerja yang dilakukan dalam ladang-ladang yang harus dikerjakan.  Tetapi saya tidak mempunyai pengharapan yang semua seruan yang saya buat akan berhasil, kecuali Tuhan berbicara kepada jiwa dan menuliskan permohonannya diatas loh-loh hati.  Tidak dapatkah setiap manusia yang hidup memiliki perasaan yang tinggi dan terangkat mengenai apa artinya mempunyai ladang penginjilan yang luas dan penting dirumahnya untuk melakukan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya, tanpa harus pergi kenegeri-negeri yang jauh?  Dan sementara beberapa orang harus memberitakan pesan kasih kepada orang-orang yang jauh, maka ada banyak orang pula yang harus memberitakan injil kepada orang-orang dekat.  Sekolah-sekolah kita haruslah menjadi sekolah yang memberikan pendidikan untuk membuat orang-orang muda mampu menjadi missionaris-missionaris, baik melalui persepsi maupun melalui teladan.  Biarlah seseorang yang bertindak didalam kemampuannya sebagai guru selalu mengingat bahwa anak-anak dan orang-orang muda ini telah dibeli dengan darah Anak Allah.  Mereka haruslah dituntun untuk mempercayai Kristus sebagai Penebus pribadi mereka.  Nama dari setiap orang percaya telah diukir diatas telapak tanganNya.  Pemimpin Gembala itu sedang melihat dari kaabah surga keatas domba-domba diladangNya.  “Dia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya keluar.”   “Namun jika seseorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang adil.”  Oh, kebenaran yang berharga, yang diberkati!  Dia tidak pernah memperlakukan sebuah kasus dengan berbeda-beda.
Perumpamaan-perumpamaanNya yang begitu mengesankan mengenai gembala yang baik menggambarkan tanggung-jawab dari setiap pendeta dan setiap orang Kristen yang telah menerima posisi sebagai guru dari anak-anak dan orang-orang muda dan guru dari setiap tua dan muda, membukakan Firman kepada mereka.  Kalau seorang menyimpang dari kawanan, dia tidak seharusnya diikuti dengan kata-kata yang keras dan dengan rotan, tetapi dengan undangan untuk memenangkannya kembali.  Sembilan puluh sembilan yang tidak menyimpang tidak memerlukan simpati dan kelembutan, atau kasih dari gembala.  Tetapi gembala itu akan mengikuti domba dan anak-anak domba yang telah menyebabkan dia menjadi cemas dan telah membuat rasa simpatinya jadi tegang.  Gembala yang tidak memihak-mihak, yang setia, meninggalkan domba-domba yang lain, dan segenap hati dan jiwa dan tenaganya diserap untuk mencari seekor yang hilang.  Dan kemudian – puji bagi Allah  --  gembala itu kembali dengan domba yang hilang, menggendongnya dalam lenganNya, bersuka cita didalam setiap langkah; Dia mengatakan “Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang telah kutemukan.”  Saya sangat merasa bersyukur, karena dalam perumpamaan itu, domba yang hilang ditemukan kembali.  Dan inilah pelajaran yang harus dipelajari oleh setiap gembala,  --  berhasil didalam membawa kembali domba dan anak domba yang hilang.
Tidak ada gambaran yang dinyatakan didepan kita bagaimana sedihnya gembala yang kembali tanpa domba.  Tuhan Yesus menyatakan kesukaan dari gembala dan kegembiraanNya karena menemukan domba telah menyebabkan suka cita dan kegembiraan disurga diantara seluruh malaikat-malaikat.  Kebijaksanaan Allah, kuasaNya dan kasihNya tidak ada yang menyamainya.  Ini adalah jaminan yang besar bahwa tidak seorangpun, bahkan domba dan anak domba yang menyimpang itu tidak diamati dan dibiarkan tanpa pertolongan.  Rantai emas  --  anugerah dan belas kasih dari kuasa yang besar  --  telah diedarkan diantara setiap orang yang jiwa-jiwanya telah hancur.  Maka kemudian, apakah manusia tidak akan mau bekerja sama dengan Allah?  Apakah dia akan menjadi dosa, gagal, menghancurkan tabiatnya sendiri, sehubungan dengan jiwa-jiwa yang sudah hampir binasa?  Kristus telah mengikatkan diri pada takhtaNya dengan cara menyerahkan kehidupanNya sendiri.
Gambaran Zakaria mengenai Yoshua, imam besar, adalah gambaran yang menyakitkan mengenai orang-orang berdosa bagi siapa Kristus mau bermeditasi agar dia mau bertobat.  Setan sedang berdiri disebelah tangan kanan Pembela, menolak pekerjaan Kristus, dan mengajukan perlawanan dengan menyatakan yang manusia adalah hak miliknya, sejak manusia memilihnya menjadi penguasanya.  Tetapi Pembela manusia, sang Pemulih, lebih kuat dari semua yang kuat, yang mendengarkan tuntutan-tuntutan setan, menjawabnya,   “Tuhan kiranya menghardik engkau, hai iblis!  TUHAN yang memilih Yeruzalem kiranya menghardik engkau!  Bukankah dia ini puntung yang telah ditarik dari api?  Adapun Yoshua mengenakan pakaian yang kotor, waktu dia berdiri dihadapan Malaikat itu,  yang memberikan perintah kepada orang-orang yang melayaninya, ‘Tanggalkanlah pakaian yang kotor itu daripadanya.’  Dan kepada Yoshua ia berkata : ‘Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu!  Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta.’  Kemudian ia berkata : ‘Taruhlah serban tahir pada kepalanya!’  Maka mereka menaruh serban tahir pada kepalanya dan mengenakan pakaian kepadanya, sedang Malaikat Tuhan berdiri disitu.”
Ingatlah, setiap guru yang menerima tanggung-jawab untuk berhubungan dengan pikiran manusia, bahwa setiap jiwa yang menautkan diri dengan penyimpangan dan yang mudah dicobai, merupakan objek baginya Kristus menjadi Penebusnya.  Orang-orang yang sepenuhnya sehat tidak membutuhkan penyembuh, kecuali orang-orang yang sakit.  Pengantara yang penuh kasih sedang memohon, dan akankah manusia yang berdosa, yang terbatas menolak seorang jiwa?
Apakah manusia akan bersikap masa bodoh terhadap jiwa-jiwa yang bagi mereka, Kristus harus menghadap pengadilan surga untuk memohon pengampunan?  Apakah engkau dalam tindakanmu, menjadi seperti orang-orang Farisi yang tidak berpengasihan, dan seperti setan yang suka menuduh dan menghancurkan?   Wahai, maukah engkau, secara pribadi merendahkan dirimu sendiri dihadapan Allah, dan membiarkan syaraf yang kaku dan menjadi seperti besi itu dilembutkan dan dipatahkan?
Menjauhlah dari suara setan dan dari melakukan kehendaknya,  dan berdirilah disamping Yesus, milikilah panji-panjiNya yang mempunyai kepekaan yang lembut dan tajam, yang dapat membuat orang-orang yang bersedih dan menderita menjadi milikNya.  Orang yang banyak diampuni akan juga banyak mengasihi.  Yesus adalah pengantara yang berpengasihan, imam besar yang penuh kasih dan setia.  Dia, Penguasa surga – Raja Kemuliaan – dapat melihat kepada manusia yang mempunyai keterbatasan dan  diincar agar masuk kedalam pencobaan-pencobaan setan, Dia sangat mengetahui bahwa Dia telah menjatuhkan kekuasaan setan yang penuh tiupu muslihat.  “Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudaraNya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.  Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.”
Maka saya berseru kepadamu, saudara-saudara,  untuk melakukan pekerjaan didalam garis-garis dimana Kristus sendiri juga bekerja didalamnya.  Jangan pernah menyelubungi penderitaan dan tuduhan-tuduhan dan celaan-celaan dan menjauhkan diri dari orang-orang  yang miskin dan kekekalannya diragukan ;  tetapi sebagai pekerja-pekerja bersama Allah, sembuhkanlah yang sakit.  Ini akan engkau lakukan kalau memiliki pikiran Kristus. 
“Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.”
“Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar?  Tuhan ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung;  Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertianNya.”  --  “Christian  Education,”  1893.



































36
PEMECATAN   MURID-MURID

Satu hal yang saya ingin agar engkau mengerti, bahwa saya tidak pernah menyetujui dengan pemecatan murid-murid dari sekolah, kecuali telah terdapat catatan kerusakan tabiatnya dan  moralnya yang buruk, agar tidak menularkannya kepada murid-murid yang lainnya.  Telah beberapa kali terjadi kesalahan dalam mengeluarkan murid-murid dari sekolah seperti dalam kasus __________, dan __________,  dan beberapa kasus yang lainnya,  yang menyebabkan dosa besar, dan  bagi jiwa-jiwa murid-murid yang diperlakukan demikian itu,  kemudian telah terbuka didepan mereka suatu kesempatan untuk melakukan tindakan yang memastikan mereka akan masuk kedalam kelompok musuh sebagai musuh-musuh yang dipersenjatai dan diperlengkapi.  Sekali lagi, mengenai pengungkapan kesalahan-kesalahan murid-murid itu kepada sekolah,  -- saya telah dibawa untuk melihat dan mendengar beberapa pengungkapan semacam ini, dan juga telah melihat akibatnya dikemudian hari.   Kehormatan sekolah tersebut telah dinodai disetiap bidang, dan tidak memberikan pengaruh yang baik.  Kalau saja mereka yang telah mengambil bagian melakukan tindakan ini mempunyai roh dan hikmat Kristus,  mereka pasti akan dapat melihat cara bagaimana memperbaiki kesulitan-kesulitan yang timbul, lebih dengan cara seperti Yesus Kristus.  Tindakan merendahkan murid dihadapan segenap sekolah tidak pernah dapat menolong murid tersebut.  Ini akan menciptakan luka yang tergores untuk selamanya.  Cara ini tidak akan pernah menyembuhkan apapun juga, tidak akan memulihkan apapun juga.  Ada beberapa murid yang dikeluarkan dari sekolah.  Mereka itu berada dalam tindakan yang disodorkan oleh pertempuran setan untuk menguasai, menjadi kakitangan untuk melakukan kehendaknya, dengan prinsip-prinsip dan kekuatan-kekuatan tanpa senjata atau perlawanan.   Ijinkan saya mengatakan sebuah perkataan kepadamu dalam nama Tuhan.  Kalau ada suatu tindakan yang tepat diambil, dalam kasus-kasus dimana para murid tampaknya begitu mudah menyimpang, maka akan didapati tidak perlu adanya tindakan pemecatan.  Ada jalan yang benar, dan roh Ruhan haruslah menggerakkan orang-orang atau siapa saja yang akan melakukan kesalahan yang memedihkan.  Berhubungan dengan pikiran-pikiran manusia adalah pekerjaan yang paling menyenangkan yang pernah dilakukan oleh manusia.  Guru-guru haruslah mempertimbangkan yang mereka bukanlah berhubungan dengan para malaikat, tetapi manusia yang memiliki perasaan-perasaan sebagaimana merekapun memilikinya.  Tabiat-tabiat tidak dapat dibentuk dengan sekali pengolahan.  Ada tingkatan-tingkatan dalam setiap tabiat sebagaimana yang diterima oleh anak-anak itu melalui warisan yang diperolehnya.  Oleh karena itu ada kekurangan dan ada kebajikan dalam setiap tabiat yang tampak.  Biarlah setiap guru mengerti hal ini dan untuk dipertimbangkan.  Keturunan dan perkembangan kerusakan tabiat, sebagaimana keindahan tabiat, haruslah dihadapi,  dan para guru membutuhkan banyak kemurahan untuk mengetahui bagaimana berhubungan dengan anak-anak yang menyimpang demi kebaikan mereka dimasa sekarang dan dimasa mendatang.  Dorongan hati, ketidak-sabaran,  kesombongan,  mementingkan diri, dan meninggikan diri, kalau dibiarkan saja, akan menjadi kejahatan yang memungkinkan jiwa-jiwa itu menuju medan pertempuran setan tanpa kebijaksanaan untuk mengendalikan hatinya, dan dia akan berada didalam bahaya jerat pencobaan setan sampai kapal itu benar-benar hancur.   Setiap guru memiliki tabiat dengan ciri khas masing-masing untuk diawasi, karena bila tidak setan akan mempergunakannya sebagai kaki tangan setan untuk menghancurkan jiwa-jiwa, karena tabiatnya yang khas tidak berada dibawah kendali Allah.  Satu-satunya cara yang paling selamat bagi seorang guru adalah belajar disekolah Kristus setiap hari, belajarlah tentang kelembutanNya, belajarlah tentang kerendahan hatiNya, maka kehendak dirinya sendiri akan menyatu dibawah kehendak Kristus, dan dengan kerendahan hati dia akan akan rela menggunakan kuk Kristus, dan membuatnya sadar bahwa dia sedang berhubungan dengan akhli-akhli warisNya. Saya harus menekankan kepadamu, bahwa kepada saya telah diperlihatkan satu metode terbaik yang tidak selalu silakukan didalam menangani kesalahan-kesalahan dan kekeliruan-kekeliruan para murid, dan akibatnya adalah jiwa-jiwa itu menjadi lumpuh dan ada beberapa yang hilang.  Temperamen yang tidak baik yang ada didalam diri guru-guru,  pergerakan yang tidak bijaksana, meninggikan diri sendiri, telah menghasilkan pekerjaan yang buruk.  Tidak ada bentuk keburukan, keduniawian, atau pemabuk yang diam-diam mempengaruhi tabiat, menyayat hati jiwa-jiwa, dan menjalankan pelatihan yang tidak baik untuk mengalahkan kebaikan,  yang lebih jahat daripada perasaan-perasaan manusia yang tidak ditempatkan dibawah kendali Roh Allah.   Kemarahan, mudah tersinggung, penghasutan, tidak akan pernah memberikan kebaikan.  Betapa banyaknya pemberontak-pemberontak yang dikeluarkan dari kerajaan Allah oleh karena kelakuan yang tidak baik dari orang-orang yang mengaku sebagai orang-orang Kristen.   Kecemburuan,  iri hati, kesombongan dan perasaan-perasaan yang tidak bersyukur, membenarkan diri sendiri, mudah dihasut, berpikiran buruk, kkekasaran, dingin, tidak simpatik, ini semua adalah cap dari setan.  Guru-guru akan menemui hal-hal semacam itu didalam tabiat-tabiat para murid.  Memang sangat mengerikan kalau harus menangani keburukan-keburukan semacam itu;  tetapi didalam usaha untuk membuang kejahatan-kejahatan ini, ada pekerja didalam banyak hal telah mengembangkan tabiat-tabiat itu sendiri, dan telah menghalangi jiwa-jiwa dengan siapa dia berhubungan.
Tentu saja tidak akan ada tempat disurga bagi watak-watak semacam ini.  Seseorang dengan tabiat semacam ini akan membuat surga menjadi tempat yang kacau balau.  “Kecuali engkau dilahirkan kembali”,  Kristus berkata,  “engkau tidak dapat masuk kedalam kerajaan surga.”  Untuk memasuki surga,  seseorang harus memiliki Kristus didalam dirinya, pengharapan akan kemuliaan, dan membawa surga bersama dengan dirinya.  Hanya Tuhan Yesus saja yang dapat membentuk dan mengubahkan tabiat.  Karena bila kekurangan kesabaran, kebaikan, tahan menderita, tidak mementingkan diri sendiri, dan kasih, maka watak yang sebenarnya akan tampak dengan sendirinya bila tidak dijaga, dan perkataan-perkataan yang tidak kristiani,  tabiat yang tidak serupa dengan Kristus kadang-kadang timbul terhadap jiwa yang sudah binasa.  “Janganlah bersuka cita didalam kedurjanaan.”   Camkanlah itu.  Rasul itu menjelaskan bahwa dimana ada peningkatan kasih yang tulus bagi jiwa-jiwa yang berharga, maka akan ada perhatian bagi mereka yang membutuhkan kesabaran karena lama menderita, dan kebaikan, yang tidak akan membesar-besarkan kesalahan kecil atau membawa kekeliruan kedalam kepedihan yang tidak terampuni, dan tidak menyoroti kesalahan-kesalahan orang lain.  Kasih akan jiwa-jiwa bagi siapa Kristus telah mati tidak akan mau melakukan hal-hal seperti diatas tadi, yang sebenarnya dilakukan karena konsep-konsep yang salah oleh mereka-mereka yang telah menyimpang, menunjukkan kesalahan-kesalahan dan kelemahan-kelemahan mereka sendiri dihadapan seluruh sekolah.  Bagaimanakah pendapatmu mengenai Yesus yang melihat perbuatan semacam ini?   Kalau saja Dia ada hadir, Dia akan mengatakan kepada orang-orang yang melakukan hal ini,  “Kamu tidak mengenal Firman dan tidak mengenal kekuasaan Allah.”   Karena didalam Firman jelas sekali ditunjukkan bagaimana menangani orang yang bersalah.  Panjang sabar, pertimbangan yang baik,  “Ketahuilah dirimu sendiri karena kamu sendiri akan dicobai,”  semua itu akan memungkinkan kita menemui orang yang keras kepala dan berhati batu.  Kasih Yesus akan menutupi setumpuk dosa, agar mereka tidak mengintai orang-orang yang bersalah, juga tidak membuka kesalahan untuk menciptakan perasaan-perasaan sakit dihati orang-orang yang bersalah itu, dan juga dihati orang yang harus menanganinya.  Dia sudah terlalu sering mengalami kekecewaan.  Pikirannya melampaui penyembuhan.  Sekarang pekerjaan itu adalah memiliki karunia Kristus didalam jiwa yang tidak pernah, tidak akan pernah melakukan kesalahan dengan membuka dosa-dosa orang lain, kecuali untuk tujuan yang positif.  Berlatihlah didalam garis-garis pekerjaan Allah.  Saksi yang sejati berbicara didalam Wahyu 21 : 5.  Lakukan tindakan kasih.  Tidak ada yang berubah-ubah didalam hal ke-Kristen-an.
Kalau seseorang tidak mau melatih lengannya, maka lengan itu akan menjadi lemah dan otot-ototnya mengendur.  Kecuali orang-orang Kristen mau melatih kekuatan rohnya, maka tidak akan ada kekuatan tabiat dan moral.  Kasih adalah sebuah tanaman yang sangat berharga dan harus dikembangkan kalau diberi pupuk.  Tanaman kasih yang tak ternilai itu harus diperlakukan dengan kelembutan, maka kasih itu akan menjadi kuat dan tegap dan memberikan buah yang banyak, menambah tekanan kepada seluruh perilaku.  Alamiah yang kristiani adalah tidak mementingkan diri sendiri, tidak jahat, dan tidak akan menyakiti jiwa-jiwa yang sedang berjuang melawan pencobaan-pencobaan setan.  Kasih akan menembusi perasaan-perasaan dari orang-orang yang dicobai sehingga ujian-ujian dan pencobaan-pencobaan itu akan dapat dikendalikan untuk mengeluarkan emas dan membuang kotoran-kotorannya.  Ini adalah latihan yang dikehendaki oleh Kristus agar dilakukan oleh semua orang.  Didalam sekolah-sekolah Kristus, semua orang boleh mempelajari pelajarannya setiap hari, baik guru maupun murid, untuk menjadi sabar, rendah hati, murah hati, dan saleh.  Engkau akan mau berusaha mencari Allah dengan tekun didalam doa yang digabungkan dengan iman dan tangan Allah yang membentuknya akan mengeluarkan hasil karya didalam perilakumu.  Pencobaan-pencobaan akan datang, tetapi tidak akan mengalahkan.  Tetapi melalui rakhmat yang didapatkan dihati yang terbuka menanggapi ketukan dan suara Yesus, perilaku dan pengalaman orang Kristen akan terus bertumbuh semakin indah dan semakin menyerupai perilaku surga.  Marilah kita ingat bahwa kita sedang berhubungan dengan jiwa-jiwa yang telah dibeli oleh Kristus dengan harga yang tidak terhingga bagi DiriNya sendiri.  Wahai,  katakanlah kepada orang-orang yang bersalah itu, Allah mengasihi engkau, Allah mati untukmu.  Menangislah karena mereka, berdoalah bersama dengan mereka.  Curahkan airmata karena mereka, tetapi janganlah marah kepada mereka.   Mereka adalah milik Kristus yang telah dibeli.  Biarlah setiap orang berusaha memiliki tabiat yang akan memancarkan kasih didalam setiap tindakannya.   “Barangsiapa yang menyakiti salah satu dari anak-anak kecil yang percaya akan Daku ini, lebih baik batu kilangan diikatkan kelehernya dan ditenggelamkan kedalam samudera.”   Adalah lebih baik tidak hidup daripada tampil dari hari kehari tanpa kasih yang telah dinyatakan oleh Kristus didalam tabiatNya, dan telah ditanamkan pada anak-anakNya.  Kristus berkata,  “Kasihilah seorang dengan yang lain seperti Aku telah mengasihi kamu.”  Kita hidup didalam dunia yang keras, yang tidak berperasaan dan tidak berkemurahan.  Setan dan pengikut-pengikutnya sedang menyebarkan setiap usaha untuk membujuk jiwa-jiwa bagi siapa Kristus telah memberikan hidupNya sendiri.  Setiap orang yang mengasihi Allah dengan kesungguh-sungguhan dan dengan kebenaran, juga akan mengasihi jiwa-jiwa bagi siapa Kristus telah mati.  Kalau kita ingin melakukan kebaikan kepada orang lain, maka keberhasilan kita dengan jiwa-jiwa ini akan seimbang dengan kepercayaan mereka dan kepercayaan kita, didalam menghargai mereka.  Penghormatan yang ditunjukkan kepada jiwa-jiwa manusia yang berjuang sungguh berarti melalui Yesus Kristus yang memperbaharui kehormatan manusia yang telah hilang.  Pendapat-pendapat kita yang terus berkembang mengenai masa depan orang itu, akan sangat menolong dan sangat berarti.  Kita membutuhkan kemurahan Allah yang limpah setiap hari, maka kita juga akan mendapatkan pengalaman yang berlimpah, karena Allah itu kasih adanya.  Dia yang tinggal didalam kasih, berarti tinggal didalam Allah.  Berikanlah kasih kepada mereka yang sangat membutuhkannya.  Orang-orang yang paling tidak beruntung, mereka-mereka yang memiliki temperamen yang paling tidak disukai, membutuhkan kasih kita, membutuhkan kelembutan kita dan juga pengasihan kita.  Orang-orang yang mencobai kesabaran kita adalah orang-orang yang paling membutuhkan kasih kita.  Kita hidup didunia ini hanya satu kali;  setiap kebaikan yang dapat kita lakukan, lakukanlah dengan sungguh-sungguh, tanpa lelah, dengan roh yang sama seperti yang disebut Kristus didalam pekerjaanNya.  Dia tidak akan gagal ataupun patah semangat.  Orang yang kasar, keras kepala, menyebalkan, adalah orang yang paling membutuhkan pertolongan.  Bagaimanakah mereka dapat ditolong?  Hanya oleh kasih yang ditunjukkan pada waktu menangani mereka seperti kasih yang dinyatakan oleh Kristus kepada orang-orang yang telah jatuh.  Layani mereka, sebagaimana mereka selayaknya patut menerima.  Bagaimana kalau Kristus juga memperlakukan kita sedemikian?   Dia, yang seharusnya menerima, telah diperlakukan sebagaimana kita seharusnya terima.  Namun kita telah diperlakukan oleh Kristus dengan karunia dan kasih sebagaimana kita tidak selayaknya terima, tetapi seperti Dia yang selayaknya.  Kalau engkau mengancam perilaku mereka sebagaimana engkau pikir mereka layak menerimanya, maka engkau akan memutuskan benang pengharapan mereka yang terakhir, merusak pengaruhmu dan menghancurkan jiwa-jiwa.  Apakah itu ada gunanya?  Tidak,  saya katakan Tidak, beratus kali TIDAK.  Ikatlah jiwa-jiwa  yang membutuhkan seluruh pertolongan yang mungkin dapat engkau berikan, dengan kasih, simpati, hati yang berbelas kasih, dan engkau akan menyelamatkan jiwa dari kematian dan menyembunyikan banyak dosa.  Apakah tidak lebih baik kita mengusahakan proses kasih ini ?
Berhati-hatilah dengan apa yang engkau lakukan dalam hal pemecatan murid-murid.  Ini adalah urusan kesalehan.  Seharusnya hanya kesalahan yang sangat mendukakan hatiilah yang membutuhkan disiplin.  Dan harus ada pertimbangan yang sangat berhati-hati mengenai segala keadaan yang berhubungan dengan kasus ini.  Para murid ini, yang  dikirim dari rumah dengan jarak dekat maupun jauh, ribuan dan ribuan mil, sedang berada jauh dari segala kenyamanan dirumah, dan kalau dikeluarkan, akan menolak hak-hak sekolah.  Seluruh biaya mereka haruslah diambil oleh seseorang yang telah menaruh harapan dan kepercayaan dalam hal ini, bahwa uang mereka tidak akan ditanam dengan sia-sia.  Murid itu masuk kedalam, atau jatuh kedalam pencobaan, dan harus didisiplin karena kesalahannya.  Dia merasakan benar bahwa catatannya telah dicoret, dan dia mengecewakan mereka yang telah mempercayai dia akan memperkembangkan tabiat dibawah pelatihan dalam kehidupannya disekolah, yang akan dapat membayar kembali semua yang telah ditanamkan untuknya.  Tetapi dia telah dipecat karena perilakunya yang bodoh dan buruk.  Apa yang akan dia buat?  Semangat paling sedikit, tapi bahkan semangat dan rasa kemanusiaanpun tidak dia dapatkan.  Dia berada dalam hutang, sementara waktu yang berharga telah hilang.  Siapakah yang memiliki kelembutan dan kebaikan hati untuk merasakan beban dari jiwa ini?  Betapa ajaibnya keuntungan yang didapatkan oleh setan dari keadaan ini.  Mereka ini didorong untuk memasuki medan pertempuran dan perasaan hati manusia yang paling buruk digelitik untuk berlatih dan dikuatkan dan menjadi teguh.  Saya menghadapkan kasus ini seperti yang telah ditunjukkan kepada saya.  Saya menginginkan agar semua dapat melihat kasus ini seperti yang telah ditunjukkan kepada saya dengan segala akibatnya.  Saya pikir seharusnya ada perubahan yang radikal dalam berbagai peraturan dan metode bagaimana menangani pikiran-pikiran manusia.  Seharusnya ada lebih banyak  dokter untuk menyembuhkan jiwa-jiwa manusia, yang mengerti bagaimana menangani pikiran-pikiran manusia.  Seharusnya ada lebih banyak pengampunan dan simpati dan kasih yang dilakukan, dan lebih sedikit pematahan semangat dan penghancuran yang dilaksanakan.  Sekiranya Kristus harus menangani semua putra-putraNya dan semua putri-putriNya yang datang untuk belajar kepadaNya, sebagai pekerja-pekerja, sebagai guru-guru, menangani mereka yang berada dibawah tanggung-jawabNya;  dan bila hukum Tuhan, peraturanNya, perintahNya, dilanggar oleh kita, dan kita dikeluarkan atau dipecat, mengusir yang bersalah itu agar menjauh dari pengaruhNya yang menyelamatkan, yang mengangkat, dan yang mendidik itu, membiarkan dia memilih dan menjalani jalannya dan melakukan tindakannya sendiri tanpa pertolonganNya yang agung, apa jadinya dengan jiwa-jiwa kita ini?  Bukankah kasihNya yang berkesinambungan mengikat jiwa-jiwa kita dengan diriNya sendiri?   Oh, Kebesaran kasih Yesus sungguh menyelimuti diri saya bila saya memikirkannya.  Kuk Kristus itu mudah dan bebanNya itu ringan adanya.  Kalau kita secara lebih keseluruhan memasuki kasih Yesus melalui pelatihan,  kita akan melihat hasil yang jauh berbeda didalam ke-Kristen-an kita yang telah bertumbuh,  dan didalam hal membentuk tabiat orang-orang yang berada didalam hubungan dengan kita.  Urusan yang paling sulit bagi manusia adalah melupakan satu hal yang dipikir sebagai haknya.  Kasih tidaklah mempertahankan apa yang menjadi miliknya.  Yang dilahirkan dari surga akan menggali lebih dalam daripada yang dipermukaannya saja.  Membentengi diri dengan karunia kasih Kristus tidak melakukannya untuk diri sendiri dengan diam-diam.  Dia yang tinggal dalam kasih, diam didalam Allah juga.  Allah itu kasih.  Kita semua membutuhkan kasih, kelembutan, pengasihan, dan panjang kesabaran.  Keluarkan dari setiap jiwa sikap yang mementingkan diri atau kekerasan manusia.
Kalau setiap pengharapan dikeluarkan dari dalam diri Adam dan Hawa sebagai akibat dari pelanggaran dan dosa, kalau keadilan menuntut kematian dari orang berdosa, maka Kristus rela menyerahkan diriNya sendiri menjadi korban bagi dosa dunia.  Dunia ini berada dibawah penghukuman.  Kristus menjadi pengganti dan menjamin manusia.  Dia mau menyerahkan kehidupanNya sendiri bagi dunia, yang dilambangkan sebagai satu anak domba yang hilang yang menyimpang dari kawanannya, yang kesalahannya seperti juga ketidak-berdayaannya ditimpakan kepadaNya dan berdiri menghadang dijalan mereka agar meeka tidak kembali kejalan salah.  “Inilah kasih, bukan karena kita mengasihi Allah, tetapi dia yang mengasihi kita, dan mengirimkan AnakNya untuk menjadi penebus dosa-dosa kita.”   “Kita semua seperti domba-domba yang tercerai-berai; kita telah menuntun setiap orang dari jalannya sendiri;  dan Tuhan telah meletakan keatasNya segala pelanggaran kita.”  Setiap putra dan putri Allah, kalau mereka memiliki Penebus didalam hatinya akan berperilaku seperti Kristus.  Setiap jiwa yang tidak memiliki Penebus akan memantulkan perilaku yang tidak seperti tabiat Kristus.  Kasih tidaklah diberikan dan harus dilatih.  “Angkatlah Dia, Penebus yang hidup,”  didalam setiap perkatan-perkataan kita, didalam setiap percakapan kita, dan didalam hubungan kita dengan orang-orang yang bersalah.
Saya mengetahui melalui beban yang diletakkan keatas diri saya, bahwa banyak pimpinan-pimpinan disekolah-sekolah kita, dirinya sendiri membutuhkan belajar didalam sekolah Kristus mengenai kelembutanNya, kerendahan hatiNya didalam menangani orang yang bersalah, juga pengasihan dan kasihNya.  Sampai mereka ini dapat dicairkan, dan yang kotor dipisahkan untuk dibuang dari tabiat, mereka akan bekerja untuk tujuan salib.  Saya sangat bersedih dalam hati karena adanya akibat yang cukup serius dari penanganan yang tidak bijaksana, lebih serius daripada yang mau diakui oleh banyak orang sesuai dengan kata hati nuraninya sendiri terhadap Allah.  Kepentingan diri sendiri sungguh besar dalam kebanyakan orang, selalu berjuang untuk kedudukan.  Ada orang-orang yang mengaku sebagai pengikut-pengikut Yesus Kristus yang tidak pernah mati terhadap dirinya sendiri.  Mereka tidak pernah jatuh keatas karang dan hancur.  Sampai hal ini terjadi, mereka akan tetap hidup untuk diri sendiri, dan kalau mereka mati seperti adanya mereka, maka sudah terlambat untuk memperbaiki kesalahannya.  Saya mencintai jiwa-jiwa mereka.  Yesus juga mengasihi jiwa-jiwa itu dan Dia akan selalu melakukan pekerjaan kebaikan bagi mereka,  kalau saja mereka mau merendahkan diri mereka sendiri dibawah kuasa tanganNya,  menyesal dan bertobat, berserah diri setiap hari kepada Allah.  Penyerahan itu haruslah setiap hari secara teratur.  Kita harus menjadi manusia-manusia yang selalu siaga, waspada terhadap diri sendiri, dan mengawasi setiap kesempatan untuk memperbaiki diri, melakukan kebaikan dan hanya yang baik bagi jiwa-jiwa bagi siapa Kristus telah menyerahkan kehidupanNya untuk menjadikan mereka sebagai milikNya.  Kalau pekerja-pekerja yang berhubungan dengan jiwa-jiwa ini, dengan roh kekerasan, berarti mereka mendukakan hati Kristus, dan mempermalukan namaNya, karena mereka akan salah menyangkakan tabiat mereka sendiri sebagai tabiat Kristus.  Seseorang berkata, “KelembutanMu telah membuat aku menjadi besar.”   Saya berdoa kepada Bapa yang disurga agar semua yang berhubungan dengan sekolah-sekolah kita boleh berada didalam Kristus sebagai cabang yang bersatu dengan pokok anggur.   --MS.,  1893.










37
KEPADA  PARA  MURID  DIPERGURUAN TINGGI
BATTLE  CREEK

Saya mempunyai minat yang sangat dalam terhadap lembaga pendidikan di Battle Creek.  Selama bertahun-tahun suami saya dan saya sendiri telah berusaha keras untuk membangun sekolah dimana orang-orang muda dan anak-anak kita dapat memperoleh keunggulan tabiat yang lebih baik daripada yang ada di sekolah-sekolah umum, atau diperguruan-perguruan tinggi yang ada didunia ini.  Tuhan dengan jelas memerinci apa yang harus menjadi ciri dari pengaruh dan pengajaran yang harus dicapai oleh sekolah itu, sehubungan dengan pekerjaan penting yang akan dilakukan, untuk hal mana sekolah tersebut dirancang.  Sebagaimana pengetahuan dan takut akan Allah adalah permulaan dari segala hikmat, maka perlu sekali pelajaran Alkitab mendapat tempat utama diantara berbagai bidang pendidikan ilmu pengetahuan.  Standar sekolah haruslah ditinggikan, dan prinsip-prinsip ke-Ilahi-an harus tetap diajukan kepada para murid sebagai bahan pendidikan yang paling penting.  “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.  Orang-orang muda itu haruslah diajar mengenai waktu dimana kita sedang hidup, dan diajar untuk mengerti bahwa yang akan terjadi dekat pada waktu sejarah dunia berakhir.
Satu alasan mengapa perlu membangun lembaga-lembaga milik kita sendiri adalah adanya kenyataan bahwa para orang tua tidak lagi dapat menyalurkan pengaruh mereka untuk mengajar apa yang diterima anak-anak mereka disekolah-sekolah umum, dan kesalahan-kesalahan yang diajarkan kepada mereka itu telah menuntun mereka kejalan yang salah pula.  Tidak ada pengaruh yang lebih kuat yang dapat diberikan kedalam pikiran orang-orang muda dan anak-anak itu selain oleh orang-orang yang mengajar mereka tentang prinsip-prinsip ilmu pengetahuan.  Untuk alasan inilah terbukti bahwa sekolah-sekolah harus dibangunkan dimana anak-anak kita harus diajar dijalan kebenaran.  Didalam sekolah-sekolah kita telah diadakan pelajaran-pelajaran khusus bagi orang-orang muda mengenai prinsip-prinsip pengendalian diri sesuai dengan Alkitab,  dan setiap pengaruh haruslah diberikan kepada mereka, yang memungkinkan untuk memberi bantuan kepada mereka, agar mengarah kepada penolakan akan hal-hal yang sia-sia yang terdapat dalam zaman yang sudah merosot ini, yang dengan cepat dapat membuat dunia ini menjadi Sodom yang kedua.
Didalam lembaga-lembaga pendidikan kita haruslah ada pengaruh yang memungkinkan mereka untuk menghambat pengaruh dunia, dan tidak memberikan dorongan untuk melakukan pelanggaran dalam hal selera, dalam hal memuaskan diri sendiri, dalam hal kesombongan, ambisi, cinta pakaian dan memamerkan diri, cinta pujian dan sanjungan, dan berjuang untuk mendapatkan upah tinggi dan kehormatan sebagai imbalan bagi pencapaian yang baik.  Semua ini haruslah ditiadakan disekolah-sekolah kita.  Kalau tidak mungkin meniadakan hal-hal semacam ini, maka mereka harus dikirim kesekolah-sekolah umum dimana mereka setiap hari akan dibawa untuk berhubungan dengan hal-hal yang akan mencemari moral-moral mereka.  Diseluruh dunia, pelatihan yang  tepat telah begitu diabaikan disekolah-sekolah umum, sehingga ditempat itu para murid dengan mudah menemukan sebagian besar orang-orang yang asusila begitu terlena dalam kemaksiatannya.
 
Pekerjaan yang kita - sebagai manusia – harus lakukan dalam hal ini adalah, mendirikan sebuah sekolah, dan mengerjakan pekerjaan yang telah ditetapkan oleh Yesus Kristus – dari celah-celah tiang awan – sebagai tugas dari seluruh umatNya, - untuk melatih dan mendidik anak-anak dan orang-orang muda kita sehubungan dengan perintah-printah Allah.  Kita dipanggil untuk mengikuti teladan dari Abrahim.  Mengenai dia, Tuhan telah mengtakan,  “Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya Tuhan memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikanNya kepadanya.”
Abraham harus meninggalkan kotanya dan rumah bapanya, dan berkelana dinegeri asing, guna memperkenalkan peraturan-peraturan baru didalam rumah tangganya dengan sukses.  Pemeliharaan Allah haruslah selalu menghasilkan cara-cara baru, dan kemajuan-kemajuan harus dibuat dari setiap generasi kegenerasi berikutnya,  agar dapat mempersiapkan suatu pengetahuan mengenai Allah yang benar didunia ini, mengenai HukumNya dan perintah-perintahNya.  Ini akan dapat dilakukan hanya dengan cara meningkatkan kesalehan dirumahtangga.  Tetapi bagi Abraham, adalah tidak mungkin melakukan hal ini sementara dia dikelilingi oleh kerabat-kerabat dan sahabat-sahabatnya yang menyembah dewa-dewa.  Dengan perintah Allah, dia harus keluar dari lingkungannya seorang diri, dan mendengarkan suara Kristus, pemimpin umat Israel.  Yesus berada didunia adalah untuk mengajar dan mendidik umat-umat pilihan Allah.  Abraham telah memutuskan untuk menuruti hukum Allah, dan Tuhan tahu, bahwa dipihaknya,  tidak akan ada pengkhianatan terhadap kesucian kebenaran, tidak akan ada ketergantungan pada tuntunan yang lain kecuali Dia, yang dia rasakan sebagai tanggung-jawabnya untuk menurutinya.  Dia mengenalinya sebagai orang yang  pantas mengajar seisi rumahnya dan anak-anaknya, dan memerintahkan mereka untuk mengikutinya melakukan keadilan dan pertimbangan.  Didalam hal mengajarkan hukum-hukum Allah , dia mengajar mereka bahwa Tuhan adalah hakim kita, pemberi hukum kepada kita dan raja kita, dan bahwa para orang tua dan anak-anak akan diperintah oleh Dia;  agar pada sisi para orang tua tidak akan terdapat pemaksaan, dan pada sisi anak-anak tidak akan terdapat kedegilan. 
Tuhan menyuruh Musa untuk pergi dan berbicara kepada Firaun, memohon kepadanya untuk mengijinkan Israel meninggalkan Mesir.  Karena telah empatratus tahun mereka berada di Mesir, dan telah diperbudak oleh bangsa Mesir.  Mereka telah begitu dicemari dengan penyembahan kepada dewa-dewa, dan waktunya sudah tiba apabila Allah memanggil mereka keluar dari Mesir, agar mereka dapat menuruti hukum-hukumNya dan memelihara hari SabatNya, yang telah diperintahkanNya sejak ditaman Eden.  Dia mengucapkan Sepuluh Hukum kepada mereka dengan menggelegar dari Gunung Sinai, agar mereka boleh mengerti tentang tabiat hukum yang suci dan kekal itu, dan membangun dasar bagi banyak generasi, dengan cara mengajar anak-anak mereka tentang tuntutanNya yang mengikat mengenai pandangan-pandangan Allah yang suci.
Inilah pekerjaan, kedalam mana kita dipanggil untuk melakukannya.  Dari setiap mimbar gereja-gereja yang terkenal telah diberitakan bahwa hari pertama adalah hari Sabat Tuhan;  tetapi Allah telah memberikan terang kepada kita, menunjukkan kepada kita bahwa persepsi keempat dari hukum itu sama mengikatnya seperti kesembilan yang lainnya.  Tugas kita adalah menjelaskan kepada anak-anak kita bahwa hari pertama dari minggu bukanlah Sabat yang benar, dan keterangan mengenai sudah adanya penyelidikan tentang terang kebenaran yang datang kepada kita itu mengenai Sabat yang sebenarnya itu adalah bentuk penyembahan berhala, dan jelas-jelas berlawanan dengan hukum Allah.  Dalam hal memberikan mereka pelajaran sehubungan dengan tuntutan-tuntutan hukum Yehowah, perlu sekali kita memisahkan anak-anak kita dari pergaulan masyarakat dunia dan pengaruh-pengaruhnya,  serta memelihara Firman Kebenaran itu dihadapan mereka dengan cara mengajarkan mereka garis demi garis, peraturan demi peraturan, agar mereka tidak didapati tidak setia terhadap Allah.
Orang-orang Protestan telah menerima Sabat yang palsu, anak kepausan dan meninggikannya melampaui kesucian Allah dan hari SabatNya;  dan lembaga-lembaga pendidikan kita telah dibangunkan untuk menekankan tujuan guna menghambat pengaruh dari orang-orang yang tidak mengikuti Firman Allah.  Hal-hal ini merupakan alasan-alasan yang cukup untuk menunjukkan perlunya memiliki lembaga-lembaga pendidikan bagi kita sendiri;  karena kita harus mengajarkan kebenaran lebih daripada hal yang tidak nyata dan kesalahan-kesalahan.  Sekolah ini harus diperlengkapi dengan pendidikan rumah tangga, dan baik dirumah maupun disekolah, kesederhanaan dalam hal berpakaian, menu makanan, dan hiburan-hiburan haruslah ditingkatkan.  Suatu suasana yang menyenangkan haruslah diciptakan agar tidak merusak keadaan moral.  Garis demi garis, aturan demi aturan, anak-anak kita dan seisi rumah haruslah diajar memelihara jalan Tuhan, berdiri teguh bagi pengetahuan yang benar dan hal-hal yang benar.  Kita harus membangun suatu posisi menghadapi setiap jenis kemewahan yang menyebabkan kekaguman-kekaguman pada zaman yang merosot ini, bila kesalahan digelincirkan dihadapan kita dan dibaurkan dengan kebenaran yang hampir tidak mungkin ditolak oleh orang-orang yang tidak terbiasa mengenali perbedaan-perbedaan yang dikatakan oleh Alkitab tentang tradisi/adat istiadat manusia yang dibaurkan dengan perkataan Allah, untuk mengaburkan kebenaran dari penyimpangan-penyimpangan.   Telah dikatakan dengan tegas bahwa dalam zaman ini  “beberapa orang akan menjangkali iman, lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan.”             
Sementara kebenaran dimasukkan kedalam kehidupan sehari-hari, maka standar itu harus diangkat lebih tinggi dan lebih tinggi, untuk memenuhi permintaan-permintaan Alkitab.  Ini akan memungkinkan perlawanan terhadap mode-mode, adat-istiadat, perbuatan-perbuatan dan kata-kata ungkapan dunia.  Pengaruh-pengaruh dunia, seperti gelombang lautan, memukul setiap pengikut-pengikut Kristus untuk menyeret mereka jauh dari prinsip-prinsip yang benar mengenai kelembutan dan karunia Kristus;  tetapi mereka harus berdiri seteguh batukarang terhadap prinsip.  Memang membutuhkan keberanian moral untuk melakukan hal ini, dan mereka yang jiwa-jiwanya tidak ditambatkan pada Batukarang yang kekal, akan terseret jauh oleh karena keduniawian yang sekarang.  Kita dapat berdiri teguh hanya kalau kehidupan kita menyatu dengan Kristus didalam Allah.  Kedewasaan moral akan utuh ditempatnya kalau berlawanan dengan dunia.  Dengan cara menyesuaikan diri kepada kehendak Allah, kita akan ditempatkan diatas tanah yang subur, dan akan melihat perlunya memutuskan untuk memisahkan diri dari adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan dunia.  Kita tidak akan meninggikan standar kita hanya sedikit diatas standar dunia;  tetapi kita harus menarik garis demarkasi yang diputuskan dengan jelas. 
Ada banyak orang digereja yang hatinya masih menjadi milik dunia,  tetapi Allah memanggil mereka yang mengaku memiliki kebenaran yang tinggi, agar bangkit dari sikapnya yang sekarang terhadap gereja-gereja yang terkenal pada zaman ini.  Dimanakah penyangkalan diri, dimanakah kerelaan memikul salib, yang Kristus katakan harus menjadi ciri dari pengikut-pengikutNya?   Alasan mengapa kita hanya memiliki begitu sedikit pengaruh terhadap kerabat-kerabat kita yang belum percaya dan terhadap masyarakat yang ada disekeliling kita adalah karena gaya hidup kita yang hanya sedikit saja berbeda dari orang-orang dunia.  Para orang tua haruslah bangun, dan sucikan jiwa-jiwamu dengan cara menjalankan kebenaran didalam kehidupan dirumahtangganya sehari-hari.  Kalau kita telah mencapai standar yang Tuhan kehendaki agar kita mencapainya, maka keduniawian akan dianggap orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh sebagai sesuatu yang ganjil.  “Sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat, dan bagi manusia.” 
Kita ini sedang berada dibawah perjanjian yang saleh dan suci dengan Allah untuk mendidik anak-anak kita, bukan bagi dunia, bukan untuk meletakkan tangan-tangan mereka kedalam tangan-tangan dunia, tetapi untuk mengasihi dan takut akan Allah, dan untuk memelihara perintah-perintahNya.  Kita harus mengajar mereka untuk bekerja dengan rajin dalam garis-garis Kristus, menampilkan tabiat yang agung, yang tinggi dihadapan orang-orang dengan siapa mereka berhubungan.  Untuk alasan inilah, maka sekolah sekolah kita telah dibangun, agar orang-orang muda dan anak-anak boleh dididik sedemikian rupa sehingga dapat mengerahkan pengaruh  bagi Allah didunia ini.  Maka apakah sekolah-sekolah kita akan menyerah kepada dunia dan mengikuti adat istiadat dan mode-modenya?  “Aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah :  itu adalah ibadahmu yang sejati.  Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah : apa baik,  yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
Bila mereka yang telah mencapai usia muda dan dewasa tidak melihat adanya perbedaan diantara sekolah-sekolah kita dengan perguruan-perguruan tinggi dunia, dan tidak memiliki kesanggupan untuk memilih mana yang akan mereka masuki, walaupun kesalahan dan penyimpangan-penyimpangan diajarkan dengan cara menanamkan peraturan dan teladan disekolah-sekolah dunia itu, maka perlu diadakan lagi penelitian terhadap alasan-alasan yang menyebabkan keputusan semacam itu.  Lembaga-lembaga pendidikan kita boleh saja menyesuaikan diri dengan keduniawian, langkah demi langkah mereka boleh lebih menyatu dengan dunia; tetapi mereka adalah tawanan-tawanan pengharapan, dan Allah akan menegur dan merendahkan mereka, dan membawa mereka kembali keposisi dimana titik perbedaan dengan dunia dimulaikan.  Saya memperhatikan dengan minat yang dalam, berharap untuk melihat sekolah-sekolah kita secara keseluruhan akan dibaurkan dengan roh kebenaran dan agama yang tidak tercemar.  Kalau para murid itu telah dibaurkan, mereka akan melihat pekerjaan besar yang harus dilakukan dalam garis-garis dimana Kristus juga sedang bekerja, dan waktu mereka yang selama ini mereka pergunakan untuk menikmati hiburan-hiburan akan diserahkan untuk melakukan pekerjaan missionary dengan tekun.  Mereka akan berikhtiar untuk melakukan kebaikan kepada semua orang yang ada disekitar mereka, mengangkat jiwa-jiwa yang patah semangat, dan menerangi orang-orang yang berada didalam penyimpangan yang gelap.  Mereka akan membuat Yesus Kristus selalu ada dihadapan mereka, dan tidak akan membiarkan daging memenuhi hawa nafsunya.  --  Review and Herald,  9 Januari, 1894.        



































38
PARA   MURID   DIMINTA   MENJADI
PEKERJA-PEKERJA   BERSAMA   ALLAH

Yesus telah mati bagi manusia, dan dengan menyerahkan hidupNya, Dia meninggikan kemanusiaan dalam skala nilai moral bersama dengan Allah.  Anak Allah yang tidak terbatas itu telah membungkus kemuliaanNya dengan kemanusiaan,  dan menyerah kepada kematian dikayu salib, agar Dia boleh menjadi suatu batu loncatan melalui mana manusia dapat dipertemukan dengan kemuliaan.  Dia telah memungkinkan manusia menjadi penerima bagian dari kemuliaannya, dan melepaskan kejahatan-kejahatan yang ada didunia melalui hawa nafsu.  Kristus secara berkesinambungan telah bekerja untuk mengangkat dan meninggikan keagungan manusia, dan Dia meminta agar setiap jiwa yang telah ditebusNya dari teka-teki yang tidak berpengharapan, dapat bekerjasama dengan Dia didalam pekerjaan besar untuk menyelamatkan jiwa-jiwa.  Kita tidak akan meletakkan jerat dan membuat rencana-rencana tersembunyi untuk menyeret jiwa-jiwa masuk kedalam pencobaan.
Wahai, andai saja setiap orang dapat mengerti akan hal ini seperti yang sudah ditunjukkan kepada saya dengan segala akibatnya,  betapa cepatnya mereka dapat muncul dengan musuh dalam pekerjaan seninya!  Bagaimana mereka dapat mengenyampingkan nilai dirinya dengan membawa dosa-dosa keatas keluarga manusia!  Betapa bencinya mereka terhadap dosa dengan kebencian yang mendalam, kalau mereka memikirkan kenyataan yang semua dosa itu sama harganya dengan kehidupan Pemimpin surga, agar mereka tidak akan binasa, agar manusia tidak terikat sebagai tawanan yang tidak berpengharapan dalam kereta setan, atau menjadi budak yang tidak berharga terhadap kemauannya, atau menjadi panji dari kemenangan dan kerajaannya.
Siapa yang ingin mempertautkan diri dengan setan?  Siapa yang mau memakai lencananya?  Siapa yang ingin memilih dia sebagai kapten, dan menolak berdiri dibawah panji yang ternoda darah sang Kapten keselamatan kita?  Kristus mati untuk setiap anak-anak Adam; dan pada waktu Anak Allah telah menyatkan kasih yang begitu mengagumkan, mengadakan pengorbanan bagi orang-orang berdosa, agar melalui iman didalam Dia mereka tidak perlu binasa tetapi mendapat kehidupan yang kekal, bagaimana kasih yang sedemikian besar dapat dilecehkan dan berdiri didalam dosa dan penyangkalan, dan tidak dengan segenap hati mengakui Kristus  tanpa menyia-nyiakan waktu?  Bagaimana seseorang dapat melakukan kejahatan?  Bagaimana mungkin orang-orang muda dapat melacurkan pikiran mereka kepada setan, dan memberikan pengaruh mereka kepada sesuatu yang akan melemahkan moral dan daya guna dirinya sendiri?  Dalam melakukan kehendak Dia yang mengasihi dunia, dan yang telah memberikan AnakNya yang tunggal mati bagi mereka, mereka dapat menguatkan setiap bagian dari jiwa mereka, dan menambah kebahagiaan dan kedamaian mereka sendiri.
Tuhan sangat menghormati manusia dengan cara menyerahkan Yesus Kristus untuk menyelamatkan mereka dari tuntutan setan.  Apakah engkau mau diselamatkan?  Maukah engkau mendapatkan hadiah yang sangat berharga dari Kristus?   Atau apakah engkau akan menolak pemeberianNya?  Yesus telah mengatakan :  “Siapa yang tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”  Dia telah mengatakan :  “Tanpa Aku engkau tidak dapat melakukan apapun juga,”  dan  “Cukuplah kasih karuniaKu bagimu.”  Setiap orang yang berusaha untuk melakukan sesuatu kebaikan dengan kekuatannya sendiri akan mendapati usahanya gagal;  tetapi mereka yang menerima Kristus melalui iman, akan mendapatkan Dia sebagai Penebus pribadinya.  Mereka akan terdaftar dalam barisan ketentaraan,  mereka akan menjadi laskar-laskarnya, dan berperang untuk pertempuran iman yang baik.  Kalau mereka adalah murid-murid sekolah, maka mereka akan dapat merasakan yang mereka terdaftar untuk menjadikan sekolah mereka lembaga yang paling teratur, paling berkembang dan paling layak dihormati didunia ini.  Mereka akan menempatkan setiap simpul dari pengaruh-pengaruh mereka pada sisi Allah, pada sisi Kristus, dan pada sisi setiap makhluk surga.  Mereka akan merasakan kewajiban mereka untuk membentuk masyarakat Kristen yang prihatin, agar mereka dapat membantu setiap murid untuk melihat suatu tindakan yang tidak konsisten yang tidak akan disetujui oleh Allah.   Mereka akan bersatu dengan Kristus, dan melakukan usaha yang terbaik untuk membentuk tabiat Kristus yang sempurna.    Mereka akan suka rela melakukan pekerjaan untuk menuntun orang-orang yang lumpuh dan lemah kepada jalan yang aman yang menuju keatas.  Mereka akan mengadakan pertemuan-pertemuan penting untuk membuat rencana-rencana yang dapat memberikan berkat kepada lembaga-lembaga pendidikan, dan berusaha dengan segenap kekuatan untuk menjadikan sekolah mereka sesuai dengan apa yang telah dirancang dan ditentukan oleh Allah sebagaimana seharusnya.  Mereka akan dapat mengerti nilai dan gunanya pertemuan-pertemuan orang-orang Kristen dalam mempersiapkan pekerjaan penginjilan untuk diteruskan dalam memberikan peringatan kepada dunia.
Murid-murid harus melakukan pekan doa dimana mereka akan dapat menyampaikan petisi mereka yang sederhana dan sunguh-sungguh agar Allah memberkati pimpinan sekolah mereka dengan kekuatan fisik, kecerdasan mental, kuasa moral dan kedalaman rohani, dan agar setiap guru akan memiliki kemampuan melalui karunia Kristus untuk melakukan tugasnya dengan kasih yang tulus dan dalam.  Mereka harus mendoakan agar para guru dapat menjadi pekerja-pekerja, melalui mana Allah dapat bekerja untuk melakukan usaha yang baik mengalahkan kejahatan,  melalui pengatahuan akan Yesus Kristus yang telah dikirimNya.  Semoga Allah memberikan kepada setiap murid yang datang kelembaga pendidikan kita, karunia dan keberanian untuk menegakkan prinsip-prinsip yang sudah dinyatakan dalam hukum Allah, yang merupakan pernyataan dari tabiat Allah sendiri.  Tidak pernah ada kehancuran dalam sekolah-sekolah yang telah dibangun oleh Allah.  Kalau engkau gagal pada suatu waktu, jatuh kedalam pencobaan, adalah disebabkan engkau tidak memiliki iman yang bekerja melalui kasih dan jiwa yang dimurnikan.
Biarlah setiap orang Kristen yang tulus, yang memiliki hubungan dengan sekolah-sekolah kita, mempertimbangkan untuk menjadi hamba-hamba yang setia didalam melakukan tugas menyegerakan kedatanganNya, dan menolong setiap murid untuk juga menjadi setia, suci dan murni dalam kehidupan.  Marilah setiap orang yang mengasihi Allah berusaha untuk memenangkan orang-orang yang belum mengakui Kristus.  Setiap hari mereka harus memantulkan pengaruh dengan diam-diam, dengan doa, dan dengan bekerja-sama bersama Yesus Kristus, kepala misi kedunia ini.  Biarlah setiap jiwa – pria, wanita, orang-orang muda – bertumbuh dalam tabiat dan kesalehan yang unggul, dalam kemurnian dan kesucian, dan hidup dengan mata yang ditujukan kepada kemuliaan Allah, agar musuh-musuh iman kita tidak beroleh kemenangan.  Biarlah diadakan ikatan yang mengikat iman kita bersama, sehingga pengaruh persatuan kita boleh disucikan pada sisi Tuhan, dan semoga kita dapat bekerja mengubahkan orang-orang dengan siapa kita berhubungan.  Nyatakanlah dalam hidupmu yang engkau hidup selalu berhubungan dengan Allah,  dan memiliki ambisi untuk memperoleh kemuliaan Allah, berusaha untuk meningkatkan karunia yang mempengaruhi tabiatmu, melalui mana engkau dapat menghormati Dia yang telah menyerahkan kehidupanNya bagimu.  Semoga kasih Kristus dapat melatih peregangan kuasamu untuk menarik diri lebih dekat kejalan yang disediakan bagi orang yang ingin datang kepada Tuhan.  Kalau para murid disekolah-sekolah kita mau mempelajari kehendak Allah, mereka akan mendapati bahwa sebenarnya sangat mudah untuk melakukannya.
Kalau para murid melihat ada yang tidak beres dengan tabiat seseorang lain, biarlah mereka bersyukur karena mendapati kekurangan ini, agar mereka dapat membantu mengawasi mereka.  Engkau akan melihat orang-orang yang belajar kerendahan hati dan kesederhanaan didalam Kristus, tetapi menyukai pamer diri, melakukan yang sia-sia, dan keduniawian.  Obat satu-satunya bagi orang semacam ini adalah berpaling kepada Yesus dan mempelajari tabiatNya, maka mereka akan membuang segala sesuatu yang sia-sia, yang lemah dan yang jahat.  Tabiat Kristus penuh dengan panjang sabar, tahan menderita, penuh kebaikan, pengasihan dan kasih yang tidak terkira.  Dengan mengandalkan tabiat semacam ini, maka mereka akan dapat bangkit mengalahkan segala kekurangan yang selama ini telah mereka ikuti dan membentuk diri mereka, membuat mereka tidak suci dan tidak menarik.  Mereka akan mengatakan,  “Aku tidak duduk dengan penipu, dan dengan orang munafik aku tidak bergaul.”  Mereka akan menyadari bahwa “mereka yang berjalan dengan orang yang bijaksana akan menjadi bijaksana:  tetapi yang bergaul dengan orang bodoh akan dihancurkan.”
Biarlah setiap orang yang berusaha menghidupkan kehidupan Kristen mengingat, bahwa kekuatan gereja bukanlah kemenangan gereja.  Memang akan didapati ada orang-orang yang berpikiran keras didalam gereja.  Mereka ini lebih perlu dikasihani daripada dicela.  Gereja tidak perlu menjadi hakim untuk menghentikan tabiat semacam ini, walaupun ada diantara mereka.  Kalau gereja memecat mereka,  maka orang yang didapati bersalah karena kehadirannya, akan mencela gereja karena membiarkan mereka hanyut didunia;  mereka akan menuduh yang mereka telah diperlakukan tanpa belas kasihan.  Mungkin saja didalam gereja ada orang-orang yang dingin, sombong, kasar, tidak Kristiani, tetapi engkau tidak perlu bergaul dengan orang-orang dikelas ini.  Ada orang-orang yang hangat, yang menyangkali diri, suka berkorban, yang kalau diminta,  mereka tidak akan segan-segan mengorbankan diri sendiri demi keselamatan orang lain.  Yesus telah melihat adanya hubungan antara yang jahat dengan yang baik didalam gereja, dan mengatakan,  “Biarkan keduanya bertumbuh bersama sampai waktu menuai.”  Tidak ada seorangpun yang tidak dimungkinkan untuk menjadi lalang karena setiap benih bukanlah gandum.  Kalau kebenaran dapat dikenali, maka penuduh-penuduh ini akan melontarkan tuduhan-tuduhan semata-mata untuk mendiamkan hati nuraninya yang suka memberontak dan menuduh.  Tindakan mereka sendiri tidak sepenuhnya perlu dicela.  Bahkan orang-orang yang telah berjuang untuk mengalahkan kejahatan, kadang-kadang salah dan melakukan kesalahan.  Kejahatan akan mengalahkan kebaikan kalau kita tidak sepenuhnya mempercayai Kristus, dan diam didalam diriNya.  Tabiatnya yang tidak konsisten akan tampak, yang seharusnya tidak perlu tampak, andai saja kita mengandalkan iman yang bekerja melalui kasih dan memurnikan jiwa.
Kita tidak dipaksakan untuk memilih bergaul dengan orang-orang yang menolak kasih Allah yang telah dinyatakan dengan cara menyerahkan anakNya bagi dunia ini,  “agar barangsiapa yang percaya tidak akan binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal.”  Mereka yang mengasihi Allah tidak akan memilih musuh-musuh Allah untuk menjadi teman mereka.  Pertanyaan telah ditanyakan,  “Apakah engkau akan membantu orang yang tidak seiman dan mencintai mereka yang membenci Tuhan?’  Apakah engkau akan lebih menyukai pergaulan dengan orang-orang yang tidak rohani dan tidak setia, dripada dengan mereka yang menuruti hukum-hukum Allah?   Engkau ingin terpelihara didalam suasana kemurnian dan iman dan menghidupkan prinsip-prinsip didalam tabiatmu sebagai logam yang padat.  Orang-orang Kristen tidak akan memilih dan menghidupkan pergaulan dengan orang-orang yang tidak mengakui Kristus.  Kalau Tuhan memberikan kepadamu kedudukan yang khusus didunia ini, sebagaimana Dia telah memberikannya kepada Daniel dan Yusuf, maka Dia juga akan memelihara engkau ditengah-tengah pencobaan.  Tetapi engkau tidak akan pernah berada ditempat dimana terdapat terlalu banyak cahaya didalam dunia kita ini.  Maka betapa berbahayanya memilih pergaulan dengan orang-orang yang lebih menyukai kegelapan daripada terang, dan tidak mau datang kepada terang,  agar perbuatan mereka dapat diperbaiki.  --  Review and Herald,  16 Januari, 1894.










39
SEPATAH   KATA  BAGI   PARA   MURID

Setiap jiwa dikelilingi oleh pengaruh khas bagi masing-masing kepribadian.  Pengaruh ini boleh jadi penuh dengan roh malaria yang meracuni prinsip-prinsip kebenaran.  Tetapi kalau dibawa kepada orang lain, tidak perlu sampai berhari-hari atau berminggu-minggu untuk menentukan apakah roh itu datangnya dari Kristus ataukah dari setan.  Pengaruh kemasyarakatan tidak pernah lebih kuat daripada didalam kehidupan sekolah;  tetapi para murid yang datang kesekolah dengan keinginan yang sungguh-sungguh untuk menjadi penolong dan berkat bagi orang lain, pasti akan berhati-hati memantulkan pengaruhnya pada sisi yang tepat, dan mencari teman yang mau bergabung dengannya dalam meningkatkan prinsip-prinsip dan praktek-praktek kebenaran.
Para murid haruslah dapat merasakan tanggung-jawabnya dalam hal menjadikan kehidupan mereka disekolah berhasil dan tepat guna.  Mereka harus selalu berusaha mengarahkan setiap usaha kearah yang tepat, dengan demikian mereka tidak akan mengecewakan orangtua dan wali mereka, yang sudah bekerja keras untuk menyekolahkan mereka dan yang sangat memperhatikan kemakmuran mereka dimasa sekarang sampai masa kekekalan.  Para murid harus mempertimbangkan bagaimana mereka dapat meninggalkan catatan yang tidak akan mempermalukan mereka dihari pengadilan nanti.  Seorang murid yang menyadari pemecatannya, yang tidak mau diombang-ambingkan kekanan dan kekiri oleh pengaruh buruk, akan melatih kuasanya melampaui orang-orang yang ada didalam sekolah, orang-orang yang menunjukkan kemandiriannya dan melibatkan diri dengan olah-raga yang menyesatkan dengan cara tidak menuruti peraturan, dan yang mengisi hati para guru mereka dengan kesedihan dan kekecewaan.
Kehidupan adalah suatu masalah yang harus kita tangani bagi diri kita sendiri.  Tidak ada seorangpun yang dapat membentuk tabiat orang lain; setiap kita mempunyai bagian untuk bertindak dalam memutuskan masa depan kita sendiri.  Kita semua adalah pekerja-pekerja Allah yang bebas, bertanggung-jawab, dan setiap orang dari kita harus mengusahakan keselamatan diri sendiri dengan takut dan gemetar, sementara Allah bekerja didalam dirinya agar mau dan suka melakukan kehendakNya.  Para murid boleh melakukan kebaikan, atau mereka juga boleh melakukan kejahatan, tetapi  “apa yang ditabur orang, itulah yang akan dituainya.”
Secara pribadi kita sedang berada didalam usaha untuk menyatakan Allah.  Makhluk-makhluk surga menyiapkan diri untuk membantu setiap jiwa yang mau ditarik kepada Yesus, dan setiap orang yang sungguh-sungguh mengasihi Yesus akan bekerja sama dengan makhluk-makhluk surga untuk mencari jiwa-jiwa dari hal-hal yang bodoh, yang merendahkan diri dan membuang-buang waktu.  Para pengikut Kristus tidak akan bekerja disisi setan untuk melemahkan iman didalam agama yang benar,  untuk merendahkan orang lain dengan cara menebarkan pengaruh disekeliling mereka dengan pengaruh yang merusak moral dan tabiat.  Tetapi dengan sangat menyesal untuk mengatakan bahwa bahkan disekolah-sekolah kita masih terdapat orang-orang Kristen sebagai nama belaka.  Tidak memerlukan waktu yang lama untuk mengenali profesor-profesor semacam ini sebagai kaki tangan setan yang berhasil.  Didalam sekolah-sekolah kita ada orang-orang yang hatinya jahat, yang belum mempunyai hubungan yang menyenangkan dan yang belum dapat menunjukkan diri dimasyarakat sebagai orang-orang yang menarik, dan sebelum mereka-mereka yang bersemangat menyadarinya, pengaruh orang-orang ini telah mengubah pengawasan mereka, dan mengikuti pola tabiat dari orang-orang yang tercela.  Tetapi mereka yang mengenakan pakaian ke-Kristen-an, namun masih mengikuti model dan pola dunia, adalah orang-orang yang bermoral jahat.  Mereka menuntut untuk memperoleh harta surga, tetapi pengaruh yang mengelilingi jiwa mereka adalah pengaruh yang dipenuhi dengan roh kematian, dan mereka seharusnya dihindari oleh orang-orang yang tetap tidak dicemari oleh keduniawian.
Orang-orang muda yang sudah dapat mengenali orang-orang semacam itu, sudah akan segera dapat melihat orang macam apakah mereka ini, walaupun mereka tidak menyatakan diri sebagai orang-orang Kristen;  karena dia mengetahui yang orang-orang ini tidaklah layak dianggap sebagai orang Kristen.  Tetapi apakah orang-orang ini akan dibiarkan menjadi batu sandungan?  Dia telah memiliki buku penuntun untuk menggambarkan keadaan orang-orang yang berada disisi Tuhan.  Kalau saja dia tahu bahwa perilaku mereka tidak sesuai dengan ke-Kristen-an, kalau dia mengerti apa artinya hidup dengan menghidupkan kehidupan rohani, maka dia akan dapat diperhitungkan sebagai orang yang memiliki terang dan pengetahuan.  Dia akan menunjukkan tanggung-jawab untuk melakukan kehendak Allah, karena telah menunjukkan kepada dunia mengenai pemikiran yang tepat tentang ke-Kristen-an  --  apa itu memiliki kehidupan dan tabiat seperti Kristus.
Kita mempunyai musuh yang sangat kuat, dan bukan saja dia membenci setiap orang yang membuat dirinya menjadi seperti Kristus,  tetapi juga dia membenci Allah dan Anaknya Yesus Kristus dengan rasa permusuhan yang paling pahit.  Kalau manusia tidak mau menyerahkan diri mereka menjadi budak-budak setan, dia tidak akan menunjukkan perasaan permusuhannya terhadap mereka yang meninggikan nama Allah dan menyerahkan diri bagi pelayanan untuk Allah.  Setan sangat membenci mereka dengan kebencian yang mematikan, karena dia tahu dia akan dapat mendukakan Yesus kalau dia berhasil membawa orang-orang kedalam kuasa penipuannya, menyakiti mereka, melemahkan iman mereka, dengan cara membuat orang-orang itu tidak berdaya melakukan pelayanan untuk Allah seperti yang diminta dari mereka.  Setan akan mengijinkan orang-orang untuk mendapatkan kebebasan dari ikatan mereka sebagai budak-budak karena kerelaan mereka untuk menjadi tawanan;  tetapi rasa permusuhannya akan bangkit kalau pesan pengasihan mencapai tawanan-tawanannya dan kemudian mereka berusaha untuk melepaskan diri dari kekuasaannya, agar mereka dapat mengikuti Gembala yang baik.  Pada saat itulah dia akan mengikat mereka dengan lebih banyak rantai-rantai untuk mengokohkan penawanan mereka.  Pertempuran diantara jiwa-jiwa dan setan dimulai pada saat tawanan berusaha merenggutkan diri dari rantai dan hendak melepaskan diri;  karena pada saat itulah manusia tawanan itu mulai bekerja-sama dengan makhluk-makhluk surga karena iman mulai bertumbuh didalam Kristus.  Pada saat itulah Yang Lebih Kuat daripada semua manusia yang bersenjata, akan menjadi penolong jiwa-jiwa, dan sitawanan akan dikuatkan oleh Roh Kudus untuk berusaha melepaskan diri.
Allah memiliki kasih yang dalam dan sungguh-sungguh bagi setiap anggota keluarga manusia;  tidak ada satupun yang dilupakan, tidak ada satupun yang dibiarkan tertinggal tanpa daya dan tertipu untuk mengalahkan musuh.  Dan kalau mereka yang telah terdaftar didalam barisan Kristus mau memperlengkapi diri dengan selengkap senjata Allah, menggunakannya, mereka akan dapat membuktikan diri melawan setiap usaha musuh.  Mereka yang bersungguh-sungguh ingin diajar oleh Allah, dan berjalan dijalanNya, akan memastikan diri memiliki janji sehingga kalau mereka merasa kekurangan rakhmat Allah dan memintanya, maka Dia akan mau memberikannya dengan bebas tanpa menuntut.  Rasul-rasul mengatakan,  “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang,  sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin.  Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.  Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.”  Allah berada dibelakang setiap janji, dan kita tidak akan dapat mencemarkan Dia dengan berbagai pertanyaan dan keragu-raguan, bertanya dan tidak mempercayaiNya, dan kemudian meragukanNya.  Kalau engkau tidak segera menerima apa yang pernah engkau minta, maukah engkau maju dengan persungutan dan ketidak-percayaan?  Percaya; percaya yang Allah akan melakukan tepat sesuai seperti yang dijanjikanNya.  Jagalah agar doa-doamu tetap mengarah keatas, berjagalah, bekerjalah dan menunggu.  Bertempurlah untuk pertempuran yang baik.  Katakan kepada hatimu,  “Allah telah mengundang aku untuk datang.  Dia telah mendengar doaku.  Dia telah menepati kata-kataNya yang Dia akan menerima aku, dan dia akan memenuhi janjiNya.  Aku dapat mempercayai Allah;  karena Dia begitu mengasihi aku sehingga dikaruniakanNya Anaknya yang Tunggal mati bagi aku.  Anak Allah adalah Penebusku.  “Mintalah, maka kepadamu akan diberikan;  carilah, maka engkau akan mendapatkan;  ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”   “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang disurga!  Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepadaNya.”
Orang muda yang memasuki dan melanjutkan kehidupan sekolah dengan tujuan yang sebenarnya, tidak akan merasa kesepian dan mengalami kekecewaan.  Mereka tidak akan menjadi gelisah dan merasa tidak nyaman, tidak mengetahui apa yang mau dilakukan.  Mereka akan menemukan seorang Penolong dalam Yang Maha Kuasa.  Mereka akan mempunyai satu tujuan dalam visi mereka, dan itu adalah menjadi manusia yang berprinsip, yang akan meraih standar Allah dan menjadi berkat bagi manusia dan menjadi kemuliaan bagi Allah.  Mereka tidak akan menganggap kehidupan mereka disekolah sebagai waktu untuk mencari kesenangan belaka, untuk menikmati hiburan-hiburan dan senda-gurau yang sia-sia, tetapi mau menggunakan kesempatan sebagai pemberian Allah yang paling berguna untuk menjalankan kewajiban-kewajiban, agar dengan demikian mereka tidak akan mengecewakan para orang tua dan para guru, atau mendukakan Allah dan penghuni-penghuni surga.
Mati adalah suatu hal yang agung, tetapi lebih agung untuk hidup dan membentuk tabiat yang memungkinkan kita untuk memasuki sekolah yang ada disurga.  Kita sedang hidup dilingkungan musuh, dan mungkin kita akan menghadapi kesulitan-kesulitan dan pertentangan-pertentangan.  Para orang muda harus mampu menahan penderitaan sebagai laskar-laskar Yesus Kristus.  Tidaklah baik kalau jalan mereka dibuat menjadi licin dan mudah, kalau mereka dilengkapi dengan uang, dan tidak perlu belajar merasakan perlunya menyangkal diri dan hidup berhemat.
 Kalau ada seorang muda yang memutuskan untuk meraih pendidikan, dia haruslah mempertimbangkannya dengan teliti apa motivasinya yang sebenarnya memasuki sekolah?  Dia harus bertanya kepada dirinya sendiri,  Bagaimana aku harus menggunakan waktu untuk menuai setiap manfaat yang mungkin aku dapatkan dari setiap kesempatan dan waktu yang telah kudapatkan?  Apakah aku harus mempergunakan selengkap senjata Allah yang telah disediakan bagiku melalui AnakNya yang Tunggal?  Apakah aku harus membuka hatiku kepada Roh Kudus sehingga setiap bagian tubuh dan kemampuanku boleh dibangunkan sebagai pemberian yang telah diberikan Allah kepadaku?  Aku adalah milik Kristus, dan aku dipekerjakan didalam pelayanNya.  Aku adalah penata-layan didalam karuniaNya.
Walaupun,  bagi pemikiran manusiamu, beberapa orang yang mengaku sebagai orang-orang Kristen tidak sesuai dengan ukuran tabiat orang Kristen, engkau tidak seharusnya mendukakan hati Kritus dengan cara menghidupkan kehidupan sekehendak hatimu sendiri, karena orang lain akan berada didalam bahaya pengaruhmu yang buruk dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang buruk.  Engkau sedang bertempur demi mahkota kehidupan, dan tidak akan berhenti karena puas sudah mencapai ukuran yang rendah.
Tuhan tidak akan menerima pekerjaan yang setengah-setengah;  sebagai bagian dari dirimu, janganlah ada kekeliruan didalam mengerjakan pekerjaan Allah yang suci.  Jangan mempercayai dirimu sendiri, tetapi serahkanlah kemauanmu dan pemikiranmu dan jalan-jalanmu kepada Allah, dan hanya melakukan pekerjaanNya.  Hiduplah untuk menyenangkan hati Allah yang telah menganggapmu sebagai manusia yang sangat berharga sampai Dia merelakan Yesus, AnakNya yang Tunggal, untuk menyelamatkanmu dari dosa-dosa.  Melalui jasaNya, engkau dapat diterima.  Didalam kehidupan sekolahmu peliharalah pemikiranmu bahwa apa yang layak untuk dilakukan, adalah melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya.  Mintalah kebijaksanaan dari Allah, agar engkau tidak akan mengecewakan satu jiwa didalam melakukan kebenaran.  Bekerjalah dengan Allah didalam menarik jiwa-jiwa kepadaNya.  Tetapi janganlah engkau menegur orang lain karena bekerja dengan setengah hati, menunjuk kesalahan orang lain, mengecam kegagalan yang mereka lakukan,  karena engkau tidak dapat menempatkan dirimu sendiri sebagai orang yang paling benar dan paling setia.  Walaupun mungkin peraturan-peraturan dan cara-cara bekerja tidak diperlukan, namun turutilah peraturan-peraturan itu;  karena mungkin saja engkaupun akan mengalami penyimpangan didalam pengalaman hidupmu.  Lakukan usahamu yang terbaik didalam segala hal yang menjadi tanggung-jwabmu.  Yesus adalah Penebusmu, dan bergantunglah kepadaNya untuk mendapatkan pertolonganNya dari hari kehari,  agar engkau tidak menyebarkan benih lalang, melainkan benih-benih yang baik dari kerajaan surga.
“Mata adalah pelita tubuh.  Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;  jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu.  Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.”  Sebagai seorang murid engkau harus belajar untuk melihat dengan otakmu sebagaimana dengan matamu.  Engkau harus mendidik pertimbanganmu agar pertimbanganmu itu tidak akan menjadi lemah dan tidak berguna.  Engkau harus berdia memohon tuntunan, dan menyerahkan jalanmu kepada Tuhan.  Tutuplah pintu hatimu terhadap segala kebodohan dan dosa. Dan bukalah itu kepada setiap pengaruh surga.  Engkau harus mempergunakan waktu dan kesempatanmu untuk mengembangkan tabiat yang seimbang.  Senda-gurau, dan canda dan hiburan-hiburan tidak dapat dijamu sebagai tamu, kalau engkau meniru pola Yesus Kristus, dan semakin hari menjadi semakin cerdas seperti apa yang engkau lakukan demi keselamatan.
Para murid yang masih muda, kehidupanmu tidak dapat diatur dengan kemauan sendiri tanpa menghadapi kegagalan.  Engkau tidak dapat mengikuti kehendakmu sendiri tanpa menghadapi kehilangan besar.  Kalau engkau mau bergerak dengan aman, engkau harus selalu berusaha berada dijalan Tuhan.  Pengertianmu haruslah disucikan dan dimurnikan; engkau harus bekerja sesuai dengan rencana Allah, atau gagal meraih keberhasilan.  Engkau harus selalu bertumbuh dan berkembang didalam karunia dan pengetahuan.  Engkau tidak akan sanggup melakukan apapun juga didalam kehidupan disekolah tanpa melakukan kebiasaan-kebiasaan yang teratur sesuai dengan perintah.  Pekerjaan yang sembrono akan pasti membawa kegagalan.
Engkau perlu mempelajari dengan teliti mengenai pertanyaan yang berhubungan dengan hiburan-hiburan.  Bertanyalah kepada dirimu sendiri,  Pengaruh apakah yang diberikan oleh hiburan-hiburan terhadap pikiran dan tabiat, juga terhadap pekerjaan yang mengharuskan Aku, untuk datang melakukannya?  Bertanyalah kepada dirimu sendiri,  hasil apakah yang dibawa oleh hiburan-hiburan kepada kehidupan kerohanianku, terhadap tabiatku sebagai seorang Kristen?  Apakah permainan-permainan yang kauikuti membuat engkau layak berdoa dan melakukan pelayanan bagi Allah?  Apakah hiburan-hiburan itu akan melengkapi engkau sehingga engkau dapat lebih banyak memiliki kesungguh-sungguhan dan ketekunan didalam pekerjaan Allah seperti yang kautunjukkan pada waktu engkau menghadapi permainan-permainan tersebut, menyerap perhatianmu begitu besar sehingga engkau tidak lagi berminat terhadap pelajaran-pelajaran yang seharusnya engkau pelajari?  Manakah yang harus lebih diutamakan --  pelayanan kepada Allah, ataukah pelayanan kepada diri sendiri?  Biarlah setiap pelajar melatih diri mengenali tanah diatas mana engkau berdiri.
Para orang muda yang kekasih,  engkau sekarang harus memutuskan masa depan kekalmu sendiri.  Engkau harus menggunakan seluruh usaha yang tidak berkeputusan didalam kehidupan ke-Kristen-anmu kalau engkau mau menjadi sempurna didalam tabiat.  Kalau engkau mempertahankan pengalamanmu yang kekanak-kanakan, lemah, dan tidak terpusatkan, maka engkau akan hilang untuk selamanya.  Kita harus menjadi  “sempurna didalam Dia”.  “Sebagaimana kamu telah menerima Kristus Yesus sebelumnya, demikianlah kamu harus berjalan didalam Dia.”  Ini berarti bahwa engkau harus mempelajari  kehidupan Kristus.  Engkau harus mempelajarinya dengan penuh ketekunan lebih daripada kalau engkau mempelajari hal-hal tentang pengetahuan keduniawian, karena minat yang abadi lebih penting daripada yang sementara saja.  Kalau engkau menghargai nilai dan kesucian hal-hal yang abadi, maka engkau harus membawa pikiran-pikiran yang paling tajam, tenaga yang paling prima, untuk menyelesaikan masalah-masalah yang melibatkan kemanusiaanmu yang abadi;  karena setiap minat-minat yang lain akan segera tenggelam kedalam kesiaa-siaan bila dibandingkan dengan hal-hal yang abadi.
Engkau telah memiliki pola, Yesus Kristus;  berjalanlah pada langkah-langkah kakinya, maka engkau akan disanggupkan untuk mengisi setiap kedudukan dan jabatan yang mungkin untuk itulah engkau dipanggil untuk menjabatnya.  Engkau akan “berakar dan dibangun didalam Dia, didirikan didalam iman, sebagaimana engkau telah diajar, dan dipersatukan dengan rasa syukur.”  Engkau tidak akan merasa yang engkau adalah budak belian, tetapi sebagai anak Allah;  sehingga engkau sangat disayangi dan diberi nilai tinggi didalam hal-hal yang melibatkan pekerjaan Allah menebus dirimu dengan harga yang tidak ada batasnya agar engkau mendapatkan kebebasan.  Yesus mengatakan,  “Aku tidak menyebut kamu lagi hamba; sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat.”  Kalau engkau mengharga kasihNya yang ajaib, maka sebagai sumber mata air, hatimu akan dipenuhi dengan kasih dan rasa syukur.
Jangan pernah menerima bujuk rayu didalam kehidupan kerohanianmu.  Bujuk rayu adalah seni yang dipergunakan oleh setan untuk menipu dan membuat para kakitangannya terangkat untuk meninggikan diri sendiri.  “Waspadalah agar jangan ada seorangpun yang merusakkan engkau dengan ajaran-ajaran dan penipuan-penipuan yang sia-sia, mengikuti adat istiadat manusia, seperti dunia dan tidak seperti Kristus.”   Bujuk rayu telah menjadi makanan dengan mana orang muda kita diberi makan;  dan orang-orang yang mendapatkan pujian dan bujuk rayu telah memperkirakan dirinya telah melakukan yang benar; tetapi mereka sebenarnya telah melakukan hal yang salah.   Pujian, bujuk rayu dan pemanjaan telah banyak menuntun jiwa-jiwa yang berharga kepada jalan yang salah, lebih daripada seni lain yang digunakan oleh setan untuk menipu.
Pujian dan bujuk rayu memang merupakan peraturan yang diikuti oleh dunia,  tetapi sama sekali tidak merupakan peraturan yang diberikan oleh Kristus.  Melalui pujian dan bujuk rayu, manusia-manusia yang rapuh dan tidak berpendirian, akan menyangka yang dirinya adalah orang yang mampu dan benar, kemudian membesarkan diri dalam pikirannya.  Mereka ini menjadi tercemar dengan pendapat, yang mereka memiliki kemampuan melebihi yang sebenarnya, dan kerohanian mereka menjadi tidak seimbang.  Kecuali dengan pertolongan Allah, mereka mau berbalik dari penipuan ini, dan bertobat serta belajar tentang seluk beluknya kerohanian didalam sekolah Kristus, maka jiwa-jiwa ini akan hilang.
Banyak orang muda yang telah terbujuk seakan-akan mereka memiliki kemampuan sebagai karunia alam;  sementara kemampuan yang dia pikir dia miliki sebenarnya dapat dicapai hanya melalui pelatihan dan pembelajaran dengan tekun dan rajin, juga belajar merendahkan diri seperti Kristus.  Karena dia percaya yang dia memiliki karunia alam, maka dia berpikir tidak  perlu dia menggunakan pikirannya untuk menguasai pelajaran-pelajarannya;  dan sebelum dia menyadarinya, dia telah berada didalam jaring setan.  Allah mengijinkan dia diserang oleh musuh, agar dia menjadi mengerti bahwa dia memiliki kelemahan-kelemahan.  Dia diijinkan untuk melakukan kekeliruan-kekeliruan dan dijerumuskan kedalam kehinaan yang menyakitkan.  Tetapi kalau dia menggeliat dibawah rasa kelemahannya sendiri, maka dia tidak perlu diadili dengan keras.  Inilah waktunya, lebih daripada orang-orang lain, dia sangat membutuhkan seorang penasehat yang tulus, sahabat sejati, yang memiliki tabiat yang teguh.  Inilah waktunya dimana dia sangat membutuhkan seorang sahabat yang dituntun oleh Roh Allah, dan yang mau menolongnya dengan sabar dan setia terhadap kesalahannya, dan mengangkat jiwanya yang sudah tertunduk karena kehinaan.  Janganlah dia diangkat lagi dengan pujian dan bujukan.  Tidak ada seorangpun yang berkuasa untuk menarik jiwanya dari racun setan, adalah lebih baik kalau dia dibawa keanak tangga yang paling bawah, meletakkan kakinya dianak tangga tersebut dan menyuruhnya menaiki anak-anak tangga yang lain.  Rasul Petrus mengatakan,  “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan, kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.  Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus kristus, Tuhan kita.”
Biarlah orang yang bersalah itu didorong dan dikuatkan untuk menaiki tangga setapak demi setapak.  Usaha itu mungkin saja menyakitkan baginya, tetapi itu akan menjadi pelajaran yang paling baik yang pernah dipelajarinya; karena dengan melakukan hal ini dia akan mengenali kelemahannya sendiri, dan kemudian akan disanggupkan untuk menghindari kesalahan yang sama dimasa depannya.  Dengan nasehat-nasehat yang bijaksana, maka kekalahannya akan diubahkan menjadi kemenangan.  Tetapi janganlah seorangpun yang memulaikannya dari atas tangga.  Semua orang harus memulaikannya dari anak tangga yang paling bawah, dan naik selangkah demi selangkah, naik kepada Kristus, dengan cara bergantung kepada Kristus, lebih tinggi sampai kepada ketinggian dimana Kristus berada.  Hanya inilah satu-satunya jalan menuju kesurga.  Janganlah ada sesuatupun yang memalingkan perhatianmu dari pekerjaan besar yang harus dilakukan.  Biarkan pikiran-pikiranmu, perilakumu, latihan yang jitu untuk kuasa otak, diletakkan untuk penggunaan yang paling tinggi didalam mempelajari perkataan dan kehendak Allah.  Allah mempunyai tempat bagi setiap kemampuan yang paling baik yang telah dipercayakan kepada manusia.  Didalam pekerjaan membangun kerajaanNya, kita harus mempekerjakan setiap kemampuan yang telah diberikan oleh Allah, dengan kesetiaan dan kesungguh-sungguhan seperti yang dilakukan oleh Daniel di Babilon, pada waktu dia didapati terbukti memiliki kesetiaan disetiap tugasnya bagi manusia dan setia kepada Allahnya.
Allah meminta lebih banyak taktis, lebih banyak kebijaksanaan, lebih daripada yang diberikan kepadanya oleh manusia.  Diperlukan pemikiran yang tajam dan disucikan, agar dapat bekerja dengan kecerdikan guna menangkal rencana-rencana setan.  Allah memanggil kita untuk meraih standar yang lebih tinggi, lebih suci, lebih penuh pertimbangan, lebih banyak usaha penyangkalan diri untuk melakukan pekerjaan Tuhan dengan berhasil.  Orang-orang muda kita harus dididik untuk mencapai standar yang lebih tinggi, untuk mengerti yang mereka sekarang harus menentukan masa depan kekalnya sendiri.  Tidak akan ada penolong bagi siapapun juga, keselamatan adalah memiliki kebenaran didalam hati sebagaimana juga didalam Yesus.  Ini harus ditanamkan didalam hati oleh Roh Kudus.  Banyak agama yang muncul sekarang ini akan hilang dari pemandangan bila dihanyutkan oleh setan, sipenguasa.   Tidak ada yang dapat tetap berdiri kecuali kebenaran, --  kebijaksanaan yang datangnya dari atas, yang akan menyucikan jiwa.
Janganlah ada seorangpun yang berpikir bahwa pemanjaan diri adalah suatu bentuk agama.  Janganlah pernah kepentingan diri sendiri dibiarkan,  biarlah para orang muda belajar untuk menjaga keinginan-keinginan mereka, dan mewaspadai kemewahan dalam setiap pekerjaan.  Biarlah semua orang memandang kepada Yesus, meniru tabiatNya, dan mengikuti langkah-langkah kakiNya.  “Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, dan kamu telah dipenuhi didalam Dia.  Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa.”  -  Youth’s Instructor,  3, 10, 17, 24 Mei, 1894. 

     
















40
PELAJARI  ALKITAB  UNTUK  DIRIMU  SENDIRI

Jangan biarkan seorangpun menjadi otak bagimu, jangan biarkan seorangpun melakukan pemikiranmu, penyelidikanmu, dan doamu.  Banyak dari antara engkau merasa yakin bahwa harta yang paling berharga dari kerajaan Allah dan Yesus Kristus terdapat didalam Alkitab yang engkau pegang ditanganmu.  Engkau tahu bahwa tidak ada harta duniawi dapat diperoleh tanpa usaha yang mati-matian.  Mengapa engkau mengharap untuk mengerti kekayaan firman Allah tanpa menyelidiki Alkitab dengan rajin?
Membaca Alkitab sangatlah perlu dan tepat; tetapi tugasmu tidak berakhir sampai disitu saja; karena engkau harus menyelidiki setiap halaman untuk dirimu sendiri.  Pengetahuan akan Allah tidak dapat dicapai tanpa usaha dari pemikiran, tanpa doa untuk meminta kebijaksanaan agar engkau dapat memisahkan serbuk dedak dari benih kebenaran yang murni yang dapat menyebabkan manusia dan setan menyalah-artikan doktrin-doktrin kebenaran.  Setan bersama para manusia sebagai kakitangannya telah berikhtiar untuk membaurkan serbuk dengan biji-biji gandum kebenaran.  Kita harus dengan rajin mencari harta yang tersembunyi, dan mencari kebenaran dari surga untuk memisahkan ciptaan –ciptaan manusia dari perintah-perintah agung.  Roh Kudus akan menyiapkan sarana bagi orang-orang yang mencari kebenaran-kebenaran yang besar dan berharga yang berhubungan dengan rencana penebusan.  Saya akan memberikan kesan kepada semua orang bahwa membaca firman selintas saja tidaklah cukup.  Kita harus menelitinya, dan ini berarti melakukan semua firman dalam kehidupannya.  Seperti petambang-petambang yang menggali bumi untuk mendapatkan inti emas, demikianlah engkau harus menggali firman Allah untuk mendapatkan harta tersembunyi yang telah lama diusahakan oleh setan untuk disembunyikan dari manusia.  Tuhan mengatakan,  “kalau setiap orang mau melakukan kehendakNya, maka dia akan mengetahui ajaranNya.”  (Yohanes 7 : 17).
Firman Allah adalah kebenaran dan terang, dan harus menjadi pelita bagi kakimu, untuk menuntunmu disetiap langkah menuju gerbang kota Allah. Untuk alasan inilah setan membuat usaha yang begitu hebat menghalangi jalan yang telah ditunjukkan oleh Tuhan agar tidak dijalani oleh yang letih dan lesu.  Janganlah menafsirkan Alkitab dengan pendapatmu sendiri, dan membuat pemikiran-pemikiranmu menjadi pusat sehingga kebenaran dapat diputar-balikkan.  Engkau harus mengenyampingkan pendapat-pendapatmu sendiri pada saat engkau mengadakan penyelidikan, dan dengan hati yang rendah dan lembut, dengan doa yang sungguh-sungguh, engkau harus mencari kebijaksanaan dari Allah.  Engkau harus merasakan bahwa engkau harus mengetahui kehendak Allah yang telah dinyatakan, karena itu akan dapat membawa engkau kepada kesejahteraan pribadi yang kekal.  Alkitab adalah petunjuk dengan mana engkau dapat mengetahui jalan menuju kekehidupan yang kekal.  Engkau harus menginginkannya melebihi dari segala sesuatu sehingga engkau mengetahui kehendak dan jalan-jalan Tuhan.  Janganlah engkau menyelidikinya dengan tujuan untuk mencari ayat-ayat dari Alkitab agar engkau dapat membenarkan pendapatmu; karena perkataan Allah menyatakan bahwa memutar-balikkan Alkitab menyebabkan kehancuranmu sendiri.  Engkau harus mengosongkan dirimu sendiri dari setiap prasangka, dan datang dengan roh berdoa kepada penyelidikan akan perkataan Allah.
Kesalahan terbesar yang dilakukan oleh gereja Roma adalah mencari-cari bukti, bahwa Alkitab ditafsirkan dalam terang dari pemikiran-pemikiran “para bapa”.  Pendapat-pendapat mereka didapati sangat menjatuhkan, dan kekuasaan-kekuasaan gereja menyebutkan bahwa yang harus diutamakan adalah membuat orang lain mempercayai seperti yang mereka percaya, dan menggunakan kekuatan untuk memaksakan kemauan.  Orang-orang yang tidak sejalan dengan mereka disebut sebagai para bidat.  Tetapi perkataan Allah tidaklah seharusnya ditafsirkan sedemikian.  Alkitab akan berdiri diatas manfaatNya sendiri yang kekal, harus dibaca sebagai perkataan Allah, harus diturut sebagai suara Allah, yang memberitakan kehendakNya kepada manusia.  Kehendak dan suara dari manusia yang terbatas tidaklah seharusnya ditafsirkan sebagai suara Allah.
Alkitab yang telah diurapi memberikan kepada kita pengetahuan-pengetahuan mengenai rencana besar tentang keselamatan, dan menunjukkan kepada kita bagaimana setiap orang boleh mendapatkan kehidupan kekal.   Siapakah pengarang dari buku itu?  --  Yesus Kristus.  Dia adalah saksi yang benar, dan Dia mengatakan kepada umatNya,  “Aku memberikan kepada mereka kehidupan yang kekal; dan mereka tidak akan pernah binasa, dan tidak akan pernah mencabut mereka dari tanganKu.”  Alkitab menunjukkan kepada kita jalan menuju kepada Kristus, dan didalam Kristus kehidupan kekal itu dinyatakan.  Yesus mengatakan kepada orang-orang Yahudi dan kepada orang-orang yang mendesak-desak Dia diantara kerumunan orang banyak untuk  “menyelidiki Alkitab”.  Orang-orang Yahudi telah membaca Perjanjian Lama, tetapi mereka telah begitu membaurkannya dengan pendapat-pendapat manusia,  sehingga kebenaran didalamnya menjadi kabur, dan kehendak Allah tidak dapat dimengerti oleh manusia.  Guru-guru agama dari orang-orang itu kini sedang mengikuti teladan yang sama.
Walaupun orang-orang Yahudi itu mempunyai Alkitab yang telah menyaksikan hal Yesus kristus, mereka tidak dapat membedakan Kristus didalam Tulisan-Tulisan itu; dan walaupun kita juga memiliki Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, manusia meragukan Alkitab untuk membaurkan kebenaran mereka sendiri;  dan didalam penafsiran-penafsiran mereka mengenai Alkitab, mereka mengajarkan perintah-perintah Allah, sama seperti cara-cara orang-orang Farisi, dengan mengikuti kebesaran adat istiadat dan tatacara.  Dalam zaman Kristus, pemimpin-pemimpin agama sudah lama memberikan pendapat-pendapat mereka dihadapan orang-orang banyak, dengan menyebutkan bahwa ajaran-ajaran Kristus bertentangan dengan teori-teori dan praktek-praktek mereka.  Khotbah Yesus diatas gunung sangat bertolak-belakang dengan doktrin-doktrin para imam dan Farisi yang membenarkan diri sendiri.  Mereka telah begitu menyalah-tafsirkan Allah sehingga Dia dianggap sebagai hakim yang kejam, tidak mampu mengasihani, tidak memiliki kemurahan dan kasih.  Mereka menghadapkan dihadapan orang-orang itu kebesaran adat istiadat dan tatacara yang tidak pernah akan berakhir sebagai yang datang dari Allah, padahal mereka sebenarnya tidak mempunyai “Demikianlah Firman Tuhan”  sebagai suatu kekuatan mereka.  Walaupun mereka mengaku mengetahui dan memuja Allah yang benar dan hidup, mereka sesungguhnya menyalah-tafsirkan Dia; dan tabiat Allah, seperti yang telah dinyatakan oleh Anak, adalah pokok yang paling murni, suatu karunia bagi dunia ini.  Kristus menggunakan setiap usaha untuk menghapuskan penyalah-tafsiran setan ini, sehingga kepercayaan manusia didalam kasih Allah boleh diperbaharui.  Dia mengajarkan manusia untuk menyebut Penguasa Utama semesta alam dengan nama baru  --  “Bapa kami.”  Nama ini menunjukkan hubungan yang sebenarnya dengan kita, dan bila disebutkan dengan kesungguhan bibir manusia, itu akan merupakan musik indah pada telinga Allah.  Kristus menuntun kita kepada tahta Allah melalui jalan yang baru dan hidup, untuk menunjukkan Dia kepada kita dengan kasih ke-Bapa-anNya.--  Review and Herald, 11 September, 1894.

1
BEKERJA  DAN  PENDIDIKAN

Pikiran kita sudah terlalu banyak dilatih siang dan malam disekolah-sekolah kita.  Bagaimanakah seharusnya pikiran-pikiran kita itu diatur?  Dan apakah yang seharusnya menjadi pendidikan dan pelatihan bagi para orang muda?  Dimanakah sebenarnya Sekolah Alkitab itu dibangun?  Saya terbangun pada pukul satu dinihari dengan beban berat menekan jiwa saya.  Pokok persoalan pendidikan telah dihadapkan kepada saya dalam garis-garis yang berbeda, dengan aspek-aspek yang bermacam-macam, dengan banyak ilustrasi, dan dengan spesifikasi yang langsung, sekarang pada satu titik, nantinya pada titik yang lain.  Saya merasa, sebenarnya kita memiliki banyak hal untuk dipelajari.  Kita telah melalaikan banyak hal.
Didalam hal menulis dan membicarakan kehidupan Yohanes Pembaptis dan kehidupan Kristus, saya telah berusaha untuk menunjukkan mana yang telah dihadapkan kepada saya sehubungan dengan pendidikan untuk para orang muda.  Kita mempunyai kewajiban kepada Allah untuk belajar mengenai hal ini dengan sangat teliti;  karena ada banyak ujian yang kritis mengelilingi kita.  Mengenai Yohanes Pembaptis, Kristus menyatakan,  “Dari antara mereka yang dilahirkan dari rahim seorang wanita, tidak pernah ada yang lebih besar.”  Nabi itu telah dituntun oleh Roh Allah kedalam hutan, jauh dari pengaruh-pengaruh yang tercemar dari kota-kota besar, untuk memperoleh pendidikan yang memungkinkan dia berkwalitas menerima perintah dari Allah daripada dari semua tulisan-tulisan yang dipelajari.  Dia tidak diperkenankan berhubungan dengan para rabi;  semakin berkurang dia berkenalan dengan ajaran-ajaran mereka, kemewahan mereka, adat istiadat mereka, maka semakin mudahlah Tuhan menggoreskan kesan dalam pikiran dan hatinya, dan memberikan kepadanya kebenaran yang telah diolah sehingga murni, dan yang harus diteruskannya kepada manusia untuk menyediakan jalan bagi Tuhan.  Ajaran-ajaran para guru besar dan orang-orang Farisi mengandung unsur yang dapat membalikkan manusia menjauh dari kebenaran yang tidak tercemar yang harus dihadapkan oleh Guru Besar pada waktu Dia memasuki misiNya.  Harapan manusia satu-satunya dari orang-orang itu adalah membuka setiap hati dan pikiran mereka kepada terang yang dikirimkan dari surga oleh para rasulNya, pendahulu Kristus.
Pelajaran-pelajaran ini adalah untuk kita.  Mereka yang menuntut untuk mengetahui kebenaran dan mengerti pekerjaan besar yang harus diselesaikan pada zaman ini, haruslah menyerahkan diri mereka sendiri kepada Allah, dengan segenap jiwa, tubuh dan roh.  Didalam hatinya, cara berpakaiannya, dan cara tutur katanya, didalam setiap hal haruslah berbeda dari model-model dan praktek-praktek duniawi.  Mereka harus menjadi orang yang berbeda dan orang yang suci.  Bukan cara berpakaian mereka yang harus berbeda, tetapi karena mereka adalah orang yang berbeda dan suci, mereka tidak dapat membawa cap atau tanda yang disukai oleh dunia.
Sebagai masyarakat, kita harus mempersiapkan jalan bagi Tuhan.  Setiap titik kemampuan yang telah diberikan oleh Allah kepada kita harus digunakan untuk mempersiapkan orang-orang lain datang kepada model Allah,  sesuai dengan pembentukan rohaninya, untuk berdiri dihari persiapan Allah;  dan pertanyaan yang serius akan membangunkan setiap hati yang cinta keduniawian,  “Apakah arti kekekalan itu untuk kita?  Bagaimanakah saya akan berdiri menghadapi kasus saya pada hari pengadilan?  Apakah yang akan menjadi keuntungan dan tempat saya?”   Banyak orang yang mempunyai tujuan untuk pergi kesurga tapi dibutakan oleh dunia.  Pendapat-pendapat mereka yang berhubungan dengan pendidikan rohani dan disiplin rohani mereka hanya samar-samar, berdasarkan atas kemungkinan-kemungkinan belaka;  banyak orang yang tidak memiliki pengharapan intelektual, dan menjalankan resiko besar didalam melakukan perkara-perkara yang telah Yesus ajarkan untuk dilakukan, dalam hal makan, minum dan berpakaian, mengikat diri mereka sendiri dengan dunia dalam berbagai macam cara.  Mereka belum mempelajari ajaran-ajaran penting untuk bertumbuh didalam kerohanian, agar keluar dari dunia dan menjadi orang yang berbeda.  Hati mereka terbagi, pikiran mereka yang jahat menginginkan penyesuaian, persamaan dengan dunia dalam banyak hal sehingga perbedaan dari keduniawian jarang sekali dapat dilihat.  Uang, uang milik Allah, telah digunakan untuk memamerkan diri seperti tatacara dunia;  pengalaman rohani telah dicemari dengan keduniawian, dan bukti-bukti pemuridan  --  menjadi serupa dengan Kristus dalam penyangkalan diri dan pengangkatan salib  --  tidak dapat dikenali oleh dunia atau oleh penghuni-penghuni surga.
Dalam negeri ini, setan memakai cara-cara yang memaksa untuk mendudukkan dirinya sendiri sebagai penguasa untuk memagang kendali pimpinan atas manusia dalam pemerintahan bangsa-bangsa.  Pendidikan yang telah mereka terima dari sejak masa kanak-kanak menjadi keliru.  Banyak hal yang seharusnya penting telah memiliki pengaruh yang merusakkan terhadap masyarakat.  Hari-hari liburan memberikan pengaruh yang mencelakakan terhadap pikiran-pikiran dari para orang muda;  akibatnya sangat menurunkan jasmani dan sangat bertentangan dengan kehendak Allah.  Hal-hal itu cenderung meningkatkan hiburan-hiburan yang palsu, membangkitkan keinginan untuk mencari hiburan-hiburan yang lainnya.  Orang-orang dituntun untuk menyia-nyiakan waktu yang begitu berharga yang seharusnya dapat digunakan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang berguna untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka dan menjaga keuangan rumah-tangga bebas dari hutang.  Nafsu untuk mengikuti hiburan-hiburan dan menghambur-hamburkan uang dalam pacuan kuda, bertaruh, dan macam-macam jenis yang lainnya, akan menambah lebih banyak kemiskinan didalam negeri, dan lebih memperdalam kekacauan yang pasti akan menjadi akibat dari pendidikan semacam ini. 
Tidak akan pernah pendidikan yang benar dapat diberikan kepada orang-orang muda dinegeri ini, maupun ditempat-tempat lain, kecuali mereka dipisahkan jauh-jauh dari kota-kota besar.  Adat istiadat dan praktek-praktek dikota-kota besar tidak cocok dengan pikiran-pikiran orang muda untuk memasuki kebenaran.  Minum minuman keras, merokok dan berjudi, pacuan kuda, keteater-teater bioskop, yang dipentingkan untuk untuk mengisi hari-hari liburan,  --  merupakan jenis penyembahan berhala, pengorbanan diatas altar dewa-dewa.  Kalau orang-orang secara sadar menghadirkan hiburan-hiburan didalam urusan bisnis mereka, maka mereka dapat dianggap sebagai orang-orang yang memiliki roh yang salah dan tidak patriotis.  Tuhan tidak dapat dilayani dengan cara yang begini.  Mereka-mereka yang memenuhi hari-hari liburan mereka dengan kesenangan-kesenangan dan hiburan-hiburan berarti benar-benar memberikan tunjangan kepada para penjual minuman keras, dan merampas hak orang-orang miskin untuk membeli makanan dan pakaian bagi anak-anak mereka, hak yang bila digunakan dengan cara yang bijaksana, akan memungkinkan mereka untuk mencari tempat tinggal yang layak bagi keluarga mereka.  Kita dapat menjadi penyalur dari kejahatan-kejahatan semacam ini.
Adalah rencana yang salah kalau menempatkan bangunan-bangunan sekolah dimana para murid sehari-hari melihat praktek-praktek yang salah yang akan merusakkan pendidikan mereka selama hidup.  Hari-hari liburan, bila diisi  dengan latihan-latihan melakukan kejahatan, mengakibatkan kerusakan duapuluh kali lipat daripada kebaikan.  Dalam rangka yang lebih luas, penyelidikan harus lebih diadakan dengan seksama pada zaman ini.  Bahkan orang-yang benar-benar menyesal dan bertobat menemui kesulitan untuk memisahkan diri dari adat istiadat dan praktek-praktek semacam ini.  Kalau sekolah-sekolah itu dibangun beberapa mil jauhnya dari kota-kota besar, maka akan lebih sulit berhubungan dengan pengaruh-pengaruh praktek yang sebelumnya yang telah dikenal oleh para murid  mengenai acara liburan dan praktek-praktek yang sejenisnya, seperti pacuan kuda, bertaruh dan undian-undian.  Suasana kota-kota besar ini penuh dengan penyakit-penyakit yang meracuni.  Kebebasan bertindak tidak dihargai; waktu yang dimiliki oleh seseorang tidak dapat menjadi haknya, karena dia harus melakukan seperti yang orang lain lakukan.   Kalau sekolah kita terletak disalah satu kota-kota besar ini, atau dekat-dekat dengan kota-kota ini, maka harus ada kegiatan-kegiatan  untuk membalikkan para murid dari pengaruh buruk dengan cara memberikan latihan-latihan yang giat untuk mengalahkannya.   Terlibat dalam hiburan-hiburan semacam ini guna mengisi waktu-waktu liburan telah menyebabkan pengadilan , para petugas dan para hakim menjadi sibuk,  menyebabkan kemiskinan dan para pengemis bertambah, padahal seharusnya dapat dihindarkan.
Semua ini adalah pendidikan yang salah.  Kita akan mendapati bahwa sangat perlu membangun sekolah-sekolah diluar, jauh dari kota-kota besar, tetapi tidak terpencil sehingga mereka tetap dapat dihubungi, untuk memberikan kebaikan kepada mereka, untuk membiarkan terang bersinar diantara kegelapan moral.  Para murid itu perlu ditempatkan dibawah suasana yang menyenangkan untuk menyerap pendidikan sebanyak mungkin seperti yang telah mereka terima.
Seluruh keluarga membutuhkan perubahan secara keseluruhan didalam kebiasaan-kebiasaan dan pendapat-pendapat mereka sebelum mereka dapat menjadi utusan-utusan Yesus Kristus.  Dan bagi anak-anak yang telah menerima pendidikan didalam sekolah-sekolah kita, akan meraih lebih banyak kemajuan kalau dipisahkan dari lingkungan keluarga dimana mereka telah menerima pendidikan yang keliru.  Mungkin juga perlu bagi beberapa keluarga untuk mencari tempat tinggal dimana mereka dapat menyekolahkan anak-anak meeka dan menghemat biaya, tetapi didalam banyak kasus hal itu justru menjadi penghalang daripada menjadi berkat bagi anak-anak mereka.  Orang-orang dikota ini hanya memberikan sedikit saja penghargaan terhadap pentingnya mengalahkan kebiasaan boros sehingga anak-anak mereka tidak dididik untuk melakukan pekerjaan yang baik yang menghasilkan uang.  Ini harus menjadi bagian dari pendidikan yang diberikan kepada orang-orang muda.
Allah memberikan tugas kepada Adam dan Hawa untuk dikerjakan.  Taman Eden menjadi sekolah yang pertama bagi orang tua kita dahulu kala, dan Allah sendirilah yang menjadi gurunya.  Mereka belajar bagaimana mengolah tanah dan memelihara tumbuh-tumbuhan yang telah ditanam oleh Allah.  Mereka tidak menganggap bekerja sebagai suatu hal yang merendahkan derajat, tetapi sebagai sesuatu yang mendatangkan berkat.  Bekerja dan menghasilkan merupakan suatu kesenangan untuk Adam dan Hawa.  Kejatuhan Adam mengubah peraturan dari segala sesuatu;  bumi menjadi terkutuk :  tetapi hak bagi manusia yang mengharuskannya mencari dan mengumpulkan makanan dengan berkeringat, tidak diberikan sebagai kutuk.  Melalui iman dan pengharapan, bekerja harus menjadi bekerja bagi keturunan Adam dan Hawa.  Allah tidak pernah bermaksud yang manusia tidak perlu melakukan sesuatu apa.  Tetapi semakin bertambah dan semakin dalam kutukan dosa, maka semakin berubahlah peraturan Allah.  Beban untuk menjalani kehidupan ditanggungkan dengan berat keatas sekelompok orang tertentu, tetapi kutukan atas kemalasan dibebankan kepada semua orang yang bertanggung-jawab mengolah uang Allah, dan semuanya itu terjadi karena pendapat yang salah yang beranggapan bahwa uang dapat meningkatkan kelayakan moral seseorang.  Bekerja bagi manusia adalah keharusan.  Sesudah bekerja berat, kemudian mencari kelepasan sejenak dengan minum minuman keras dan mengikuti hiburan-hiburan yang menggairahkan, akan menjadikan manusia hanya sedikit lebih baik daripada seorang brutal.
Kita membutuhkan sekolah-sekolah dikota ini untuk mendidik anak-anak dan orang-orang muda agar mereka boleh menguasai pekerjaan, dan tidak menjadi budak dari pekerjaan.  Ketidak-pedulian dan kemalasan tidak akan pernah meningkatkan seorang anggota keluarga manusia.  Ketidak-pedulian tidak akan pernah meringankan beban orang yang bekerja keras.  Biarlah para pekerja melihat keuntungan apa yang akan dicapainya didalam mengerjakan pekerjaan yang paling rendah, dengan menggunakan kesanggupan yang telah diberikan Allah kepadanya sebagai karunia.  Maka dia akan dapt menjadi  pendidik, mengajar orang lain seni melakukan pekerjaan dengan rajin.  Dia akan mengerti apa artinya mengasihi Allah dengan segenap hatinya, segenap jiwanya, segenap pikirannya dan dengan segenap kuasanya.  Kuasa jasmani akan dibawa untuk memberikan pelayanan dari kasih kepada Allah.  Tuhan menginginkan kekuatan tubuh, dan engkau dapat menunjukkan kasihmu bagi Dia dengan menggunakan kuasa tubuhmu dengan benar,  melakukan pekerjaan yang perlu untuk diselesaikan.  Tidak ada penghargaan manusia bagi Allah.
Pada waktu pembangunan kaabah  dipadang belantara, pekerjaan diselesaikan dibawah pengarahan yang agung.  Allah menjadi perancangnya, manusia-manusia pekerja dididik oleh Dia, dan mereka menggunakan segenap hati dan jiwa dan kekuatan didalam pekerjaan itu.  Ada pekerjaan berat yang harus diselesaikan, dan para akhli yang tegap dengan otot-otot dan urat-urat baja,  menunjukkan kasih mereka didalam pekerjaan itu demi kemuliaanNya.
Didunia ada pekerjaan berat dan melelahkan yang harus dikerjakan, dan orang yang bekerja tanpa melatih kuasa pikiran dan hati dan jiwanya, dia yang hanya mempekerjakan kekuatan jasmaninya saja, akan membuat pekerjaan itu melelahkan dan menjadi beban.  Ada orang yang bekerja membanting tulang dengan pikirannya, hatinya, dan jiwanya dan kemudian berpuas diri dengan bersantai tanpa peduli, melanjutkan pekerjaan tanpa pikiran, tanpa membebani kemampuan mentalnya agar pekerjaan itu dilakukan dengan lebih baik.
Ada ilmu didalam jenis pekerjaan yang paling sederhana, dan kalau semua orang menyadarinya, mereka akan melihat pekerjaan sebagai suatu hal yang mulia.  Hati dan jiwa haruslah dipakai untuk mengerjakan pekerjaan apa saja; maka barulah ada kepuasan dan kemampuan.  Dalam pekerjaan pertanian atau mekanik, manusia boleh membuktikan kepada Allah yang mereka menghargai karuniaNya didalam kekuatan jasmani, sama seperti kemampuan mentalnya.  Biarlah kemampuan yang telah dididik dipekerjakan untuk memperbaiki cara-cara bekerja.  Ini adalah apa yang Allah kehendaki.  Ada pujian didalam setiap jenis pekerjaan yang perlu dikerjakan.  Biarlah hukum Allah dijadikan ukuran dari tindakan, dan meninggikan serta menyucikan setiap pekerjaan.  Kesetiaan melakukan setiap tugas akan menjadikan pekerjaan itu mulia, dan menunjukkan tabiat yang dapat disetujui oleh Allah.
“kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.”   Allah menghendaki agar kasih yang dinyatakan didalam pelayanan hati, jiwa, dan kekuatan jasmani.  Kita tidak harus mengembara didalam setiap jenis pelayanan bagi Allah,  apapun yang telah dipinjamkan Allah kepada kita harus dipergunakan dengan rajin untuk Dia.  Orang yang melatih organ-organ tubuhnya pasti akan dapat menguatkannya, tetapi dia harus berusaha untuk melakukannya dengan sebaik-baiknya.  Harus ada kepintaran dan kemampuan yang dididik untuk meningkatkan cara-cara yang apling baik didalam mengerjakan pertanian, pembangunan, dan didalam setiap bagian pekerjaan yang lain, agar pekerja itu bekerja tanpa sia-sia.
Para pria dan wanita yang memafkan diri karena melakukan pekerjaan dengan berlambat-lambatan bukanlah orang-orang yang memiliki kebajikan.  Kebiasaan berlambat-lambatan haruslah dikalahkan.  Orang yang lambat dan melakukan pekerjaan tanpa hasil, bukanlah pekerja yang menguntungkan.  Sifatnya yang suka berlambatan adalah suatu keburukan yang perlu diteliti dan diperbaiki.  Dia perlu melatih intelektualnya dalam merencanakan bagaimana menggunakan waktunya sedemikian rupa sehingga dapat menjamin adanya hasil yang terbaik.  Bila ada seseorang yang tampaknya selalu berada ditempat pekerjaannya, dan pekerjaannya tidak pernah selesai, itu adalah disebabkan karena pikiran dan hatinya tidak ditujukan pada pekerjaannya.  Bagi beberapa orang untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dibutuhkan waktu sepuluh jam yang dapat dikerjakan oleh orang lain dalam waktu lima jam.  Pekerja-pekerja semacam itu tidak membawa taktik dan metode kedalam pekerjaannya.  Ada yang harus dipelajarinya setiap hari mengenai bagaimana meningkatkan tatacara bekerja sehingga bila dilakukan dalam bekerja, dia masih memiliki waktu untuk melakukan yang lainnya.  Tugas bagi seluruh pekerja bukan hanya sekedar memberikan kekuatannya tetapi juga pikirannya dan intelektualnya terhadap apa yang telah menjadi tanggung-jawabnya.
Beberapa orang yang lain yang terlibat didalam suatu pekerjaan tampaknya selalu sibuk bekerja;  bukan disebabkan oleh karena mereka ini mempunyai banyak tugas yang harus dikerjakan, tetapi karena mereka tidak mempunyai perencanaan bagaimana membagi waktunya.  Mereka ini seharusnya membagi waktunya sendiri dengan baik untuk menyelesaikan tugas-tugasnya dan membuat setiap hasilnya nyata.  Kemalasan dan ketidak-pedulian bukanlah kebajikan.  Engkau boleh memilih apakah engkau akan menjadi sama seperti orang yang melakukan tindakan yang salah karena engkau tidak memiliki pertimbangan bagaimana mengatur dan membentuk dirimu sendiri, atau engkau memilih meningkatkan kekuatan-kekuatanmu untuk melakukan pelayananmu dengan cara yang terbaik, dan kemudian engkau akan mendapati dirimu sendiri dipromosikan dimana saja dan disetiap tempat.  Engkau akan dihargai untuk semua yang telah membuat dirimu sendiri layak.  “Apapun yang didapati oleh tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah dengan kekuatanmu.”  “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”
Australia membutuhkan pikiran yang beragi, yang padat dan sehat untuk diperkenalkan dengan bebas keseluruh pelosok desa-desa dan kota-kota.  Disana dibutuhkan pendidikan yang benar.  Sekolah-sekolah harus didirikan dengan tujuan meraih bukan saja pengetahuan dari buku-buku, tetapi juga pengetahuan mengenai pekerjaan jasmani.  Orang-orang dibutuhkan dalam masyarakat yang berbeda-beda untuk menunjukkan kepada orang lain bagaimana kekayaan harus digali dari dalam tanah.  Penyuburan tanah akan memberikan timbal baliknya.
Melalui penelitian mengenai hari-hari liburan,  didapati bahwa orang-orang, baik dari gereja maupun yang duniawi, telah dididik untuk mempercayai yang hari-hari santai ini sangat diperlukan untuk mengembalikan kesehatan dan kebahagiaan;  tetapi hasilnya menunjukkan bahwa mereka dipenuhi dengan kejahatan yang menghancurkan seluruh kota.  Orang-orang muda pada umumnya tidak dididik untuk membiasakan diri rajin.  Kota-kota besar bahkan desa-desa sudah menjadi seperti Sodom dan Gomorah, dan menjadi seperti hari-hari dizaman Nuh.  Pelatihan yang diberikan kepada para orang muda dihari-hari tersebut sama seperti yang dilakukan terhadap anak-anak yang dididik pada zaman ini, menyukai hiburan-hiburan, membesarkan diri sendiri, mengikuti imaginasi hatinya sendiri yang jahat.  Maka kemudian, kemerosotan, kekejaman, kekerasan, dan kejahatan, menjadi hasilnya.
Semua hal ini cukup menjadi pelajaran-pelajaran bagi kita.  Hanya sedikit orang saja pada zaman ini yang rajin, tekun dan hidup hemat.  Kemiskinan dan tekanan-tekanan terdapat dimana-mana.  Ada orang yang bekerja keras dan hanya mendapatkan hasil yang sedikit dari hasil pekerjaannya.  Untuk hal itu dibutuhkan lebih banyak pengetahuan yang intensif dalam hal bagaimana mempersiapkan tanah agar memberikan hasil yang ebih banyak.  Masih kurang pandangan mereka terhadap apa yang dapat diharapkan dari bumi.  Kebiasaan yang dangkal dan tidak bervariasi telah diikuti dengan hasil yang mengecewakan.  Ledakan tanah telah membawa kutukan kepada kota ini, harga-harga mahal telah dibayarkan atas tanah-tanah yang dibeli dengan cara kredit;  dan kemudian tanah itu harus dibersihkan dan membutuhkan lebih banyak uang lagi; rumah harus dibangun dan membutuhkab juga lebih banyak uang, dan akhirnya bunga tinggi dengan mulut terbuka telah menelan seluruh keuntungan-keuntungannya.  Hutang-hutang bertumpuk, dan kemudian datanglah masa penutupan dan kegagalan bank-bank, dan penyitaan barang-barang gadaian.  Ribuan orang harus diberhentikan dari pekerjaannya;  keluarga-keluarga kehilangan apa yang cuma sedikit dimiliki, mereka meminjam dan meminjam, dan kemudian terpaksa harus menyerahkan semua apa yang dimilikinya dan menjadi miskin.  Banyak uang dan kerja keras harus diadakan untuk suatu peternakan yang dibeli dengan cara kredit, atau diwarisi dengan beban hutang.  Sipewaris hidup dengan pengharapan dia akan menjadi pemilik yang sebenarnya, dan mungkin saja demikian, namun terjadi kebangkrutan bank-bank diseluruh negeri.
Sekarang ada kasus dimana seseorang yang memiliki tempatnya sendiri merupakan kebahagiaan sebagai pengecualian terhyadap peraturan itu.  Perdagangan mengalami kegagalan, keluarga-keluarga kekurangan makanan dan pakaian.  Tetapi hari-hari liburan tetap saja ada.  Hiburan-hiburan dimasuki dengan gairah.  Semua orang yang dapat melakukannya akan membelanjakan uangnya yang dikumpulkan dengan kerja keras demi mencicipi kesenangan-kesenangan, minum minuman keras, dan juga beberapa pelanggaran.  Harian-harian yang melaporkan kemiskinan masyarakat, tetap saja mengeluarkan berita mengenai pacuan-pacuan kuda, dan harga-harga untuk berbagai olah raga yang menggairahkan.  Pertunjukan-pertunjukan, teater-teater dan hiburan-hiburan yang memerosotkan moral, menguras uang dari seluruh penduduk dan kemiskinan semakin bertambah-tambah.  Orang miskin akan menggunakan rupiahnya yang terakhir untuk membeli lotere, mengharap mendapatkan kemenangan dengan sia-sia, dan kemudian harus mengemis untuk membeli makanan agar tetap hidup atau kelaparan.  Banyak orang yang mati karena kelaparan, dan juga banyak orang yang mengakhiri hidupnya.  Akhir dari pertunjukan belum berakhir.  Orang-orang mungkin akan membawamu keperkebunan-perkebunan mereka, dan mengatakan kepadamu bahwa hasil perkebunan berupa jeruk-jeruk dan buah-buahan yang lain tidak sepadan dengan pekerjaan yang dikerjakan untuk menghasilkannya.  Akhir yang tidak menyenangkan dan para orang tua memutuskan bahwa anak-anak mereka tidak pantas menjadi petani-petani;  mereka tidak memiliki keberanian dan pengharapan untuk mendidik mereka bagaimana mengolah tanah.
Apa yang diperlukan disekolah-sekolah untuk mendidik dan melatih orang-orang muda agar mereka mengetahui bagaimana mengalahkan situasi ini.  Haruslah ada pendidikan dalam hal ilmu-ilmu pengetahuan, pendididikan dalam hal perencanaan dan metode-metode untuk mengerjakan tanah.  Ada harapan dari dalam tanah, tetapi otak dan hati dan kekuatan haruslah ditujukan kepada pekerjaan bagaimana mengolahnya.  Uang yang dipergunakan untuk menggemari pacuan kuda, menonton teater, berjudi dan membeli lotere-lotere;  uang, yang dibelanjakan dikedai-kedai untuk membeli bir dan minuman keras, --  biarlah dipergunakan untuk membuat tanah-tanah memberikan hasil, maka kita akan dapat melihat perubahan dari segala sesuatu yang berbeda. 
Desa ini membutuhkan petani-petani yang terdidik.  Tuhan memberikan hujan dan sinar matahari.  Dia memberikan manusia seluruh kekuasaan mereka; biarlah mereka menggunakan hati dan pikiran dan kekuatan mereka untuk melakukan kehendakNya didalampenurutan terhadap hukum-hukumNya.  Biarlah mereka menghentikan setiap kebiasaan yang merusakkan, jangan pernah membelanjakan uang untuk bir atau minuman keras dan sejenisnya, atau juga untuk tembakau, jangan juga terlibat dengan pacuan kuda atau olahraga-olahraga semacam itu, dan kemudian serahkan dirimu sendiri kepada Allah, bekerja dengan kekuatan fisik yang telah dikaruniakan kepadanya, maka pekerjaan mereka tidak akan sia-sia.  Allah yang telah menciptakan dunia untuk kepentingan manusia, akan menyediakan sesuatu dari bumi untuk menghidupi para pekerja yang rajin.  Benih yang ditanamkan kedalam tanah yang telah diolah, akan menghasilkan tuaian.  Allah dapat menebarkan meja makan bagi umatNya dihutan belantara.
Bermacam-macam usaha perdagangan dan pekerjaan harus dipelajari dan mereka disuruh melatih berbagai macam jenis kemampuan mental dan fisik;  pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan duduk sepanjang hari adalah yang paling berbahaya, karena pekerjaan itu akan menghambat orang dari kemungkinan mendapatkan udara segar dan matahari, dan pelatihan organ yang berat sebelah, sementara organ yang lainnya menjadi lemah karena tidak diaktifkan.  Orang melakukan pekerjaannya, menyempurnakan kesibukannya, dan kemudian akan lebih cepat tidur dikuburnya.  Lebih banyak keuntungan yang didapat oleh seseorang yang pekerjaannya tidak memungkinkannya mendapat udara segar,  bila melatih otot-ototnya, sementara otaknya dibebani, dan semua organ tubuhnya mendapat kesempatan untuk melakukan tugasnya masing-masing.  Bagi mereka yang dapat hidup diluar kota-kota besar, dan bekerja diudara terbuka, akan dapat melihat pekerjaan-pekerjaan dari Maha Artis, suatu pemandangan yang akan dibuka dengan cara berkesinambungan.  Sementara mereka membuat buku alam sebagai matapelajaran mereka, pengaruh yang lembut untuk mengekang hawa nafsu akan menyelimuti mereka;  karena mereka menyadari bahwa pemeliharaan Allah ada pada semuanya, dari keagungan matahari dilangit sampai kepada burung pipit coklat kecil atau serangga yang paling mungil yang memiliki kehidupan.  Kebesaran surga telah menunjukkan kepada kita akan hal-hal ini sebagai ciptaan Allah sebagai bukti dari cinta kasihNya.  Dia yang telah menghiasi bunga-bunga telah mengatakan :  “Perhatikanlah bunga bakung diladang yang bertumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu :  Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.  Jadi jika demikian Allah mendandani rumput diladang, yang hari ini ada dan besaok dibuang kedalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?”  Tuhan adalah guru kita, dan dibawah pengarahanNya kita boleh belajar pelajaran-pelajaran yang paling berharga dari alam.
Dunia ini berada dibawah kutukan dosa, namun bahkan didalam kemerosotannya masih tampak keindahannya.  Kalau saja duni ini tidak dirusakkan oleh orang-orang yang jahat, kelakuan buruk dari orang-orang yang mengerjakan tanah, maka kita pasti dapat, dengan berkat Allah, menikmati dunia kita ini sebagaimana adanya.  Tetapi ketidak-pedulian, cinta hiburan-hiburan, dan kebiasaan-kebiasaan penuh dosa, jiwa dan tubuh dan roh yang merosot, telah membuat dunia penuh dengan moral yang terjangkit kusta;  moral yang dijangkiti malaria yang mematikan sedang merusakkan ribuan dan puluhan ribu.  Apakah yang harus dilakukan untuk menyelamatkan orang-orang muda kita?  Hanya sedikit yang dapat kita lakukan, tetapi Allah itu hidup dan berkuasa, dan Dia dapat melakukan banyak.  Orang-orang muda adalah pengharapan kita untuk melakukan pekerjaan penginjilan.
Sekolah-sekolah harus didirikan dimana sebanyak mungkin pengalaman yang dapat ditemukan dialam untuk menyegarkan perasaan-perasaan dan memberikan berbagai jenis pemandangan.  Sementara kita menyingkirkan yang salah dan yang palsu, menyingkirkan pacuan kuda, bermain kartu, membeli lotere, pelelangan, minum minuman keras, dan menggunakan tembakao, kita harus memenuhi diri kita dengan kesenangan-kesenangan yang murni dan mulia dan meninggikan.  Kita harus memilih tempat untuk bangunan sekolah kita jauh dari kota-kota besar, dimana mata tidak terus menerus melihat pemukiman dan kegiatan-kegiatan orang-orang lain, tetapi melihat pekerjaan-pekerjaan Allah;  dimana disana ada tempat-tempat yang membangkitkan minat untuk dikunjungi, daripada mengunjungi kota-kota besar.   Biarlah para murid kita ditempatkan dimana alam dapat berbicara terhadap perasaan-perasaan mereka, dan didalam suara alam, mereka akan dapat mendengar suara Allah.  Biarlah mereka berada dimana mereka dapat melihat keajaiban pekerjaanNya, dan melalui alam mereka akan mengenal Penciptanya.
Orang-orang muda ditempat ini membutuhkan lebih banyak pekerjaan yang rohani daripada ditempat-tempat lain yang belum saya kunjungi.  Pencobaan-pencobaan sangat banyak dan kuat; banyak hari-hari liburan dan hari-hari santai sangat disukai oleh para orang muda.  Setan membuat orang-orang yang suka bersantai menjadi kakitangan dan penolongnya sesuai dengan rencananya, dan Tuhan Yesus tidak dapat tinggal dihati mereka melalui iman.  Anak-anak dan orang-orang muda tidak dididik untuk menyadari bahwa pengaruh mereka adalah merupakan kekuatan untuk memberikan kebaikan ataupun kejahatan.  Kepada mereka seharusnya tetap dinyatakan seberapa banyak sebenarnya yang dapat mereka kerjakan; mereka harus didorong untuk meraih ukuran standar kejujuran yang paling tinggi.  Tetapi sejak mereka masih muda dan seterusnya mereka harus dididik dengan rasa hormat dan dengan cara yang teliti.  Dari terang yang diberikan oleh Allah kepada saya, zaman ini tidak lagi mempunyai pengaruh untuk melakukan kebaikan daripada mengikuti kegiatan-kegiatan untuk penyembahan berhala-berhala;  karena ini tidak ada gunanya sama sekali.  Zaman ini merupakan hari-hari penuaian besar yang dilakukan oleh setan.  Uang yang diperas dari para pria dan wanita telah dibelanjakan untuk membeli makanan yang menyehatkan.  Para orang muda dididik untuk menyukai hal-hal yang memerosotkan, hal-hal yang akan dipersalahkan oleh Allah.  Pengaruh itu sangat merusakkan dan hanya kejahatanlah yang akan dipertahankan.
Pekerjaan harian sangat penting bagi para orang muda.  Pikiran janganlah terus meneerus dibebani dengan pengabaian kegiatan fisik.  Pengabaian fisik, dan tidak mempedulikan hukum-hukum kesehatan, telah membawa orang-orang lebih cepat kekubur padahal sebenarnya masih bisa hidup lebih lama kalau saja dia bekerja dan belajar dengan menggunakan akal.  Pelatihan pikiran dan tubuh yang benar akan memperkembang dan menguatkan seluruh kekuatan-kekuatan.  Baik pikiran dan tubuh akan dipersiapkan dan diawetkan, dan akan disanggupkan untuk melakukan berbagai jenis pekerjaan.  Para penginjil dan para guru butuh belajar mengenai hal-hal ini, dan mereka butuh untuk melakukannya sebaik mungkin.  Penggunaan kekuatan fisik yang sebenarnya, yang sama baiknya dengan penggunaan kekuatan-kekuatan mental, akan disetarakan dengan peredaran darah, dan akan dapat memelihara setiap organ-organ tubuh seperti mesin-mesin yang hidup berjalan dengan lancar.  Pikiran-pikiran seringkali disiksa;  Pikiran-pikiran itu dirangsang untuk menuju kearah kegilaan dengan cara memaksa garis pikiran terus menerus dikejar-kejar;  kuasa otak dipekerjakan diluar batas dan pengabaian organ-organ tubuh telah menciptakan kondisi yang tercemar dalam saluran-saluran dan peredaran-peredarannya.  Setiap kesanggupan pikiran boleh dilatih dengan perbandingan yang aman setara dengan pelatihan kekuatan-kekuatan fisik, dan pokok pikiran divariasikan.  Kita membutuhkan pertukaran pekerjaan, dan alam adalah guru yang hidup, yang paling menyehatkan.
Kalau para murid memasuki sekolah untuk meraih pendidikan, maka para guru haruslah berikhtiar untuk mengelilingi mereka dengan perilaku yang paling menyenangkan dan menarik minat, agar pikiran tidak perlu dileburkan kedalam buku-buku untuk belajar mati-matian.  Sekolah janganlah dibangun dekat dengan kota besar, dimana kemewahannya, hiburan-hiburannya yang menyesatkan, tatacara-tatacaranya dan praktek-prakteknya, membutuhkan pekerjaan yang berkesinambungan untuk mengatasi kezaliman, agar tidak meracuni udara yang dihirup oleh para murid.  Semua sekolah haruslah didirikan sejauh mungkin, dimana mata dapat ditancapkan kepada hal-hal yang alamiah daripada kerumunan rumah-rumah.  Pemandangan yang terpilih akan memuaskan selera, dan mengendalikan imaginasi.  Disinilah guru yang hidup itu berada, memberikan pelajaran dengan tidak bosan-bosannya.
Saya telah disusahkan denan banyak hal sehubungan dengan sekolah kita.  Dalam pekerjaan mereka, para pria muda dibiarkan bergaul dengan para wanita muda, dan mengerjakan pekerjaan kewanitaan.  Ini hampir-hampir dapat ditemui sebagaimana mereka sekarang ditempatkan;  tetapi dari terang yang diberikan kepada saya, ini bukanlah pendidikan yang dibutuhkan oleh para pria muda.  Hal itu tidak akan memberikan pengetahuan yang berguna bagi mereka untuk dilakukan dirumah bila mereka pulang nantinya.  Harus ada jenis pekerjaan yang berbeda diberikan kepada mereka, yang dapat memberikan kesempatan untuk memelihara keseimbangan dari latihan fisik dan mental.  Harus ada tanah untuk diolah.  Waktunya tidaklah lama lagi bila hukum-hukum melawan pekerjaan hari Minggu menjadi lebih kuat, dan harus diusahakan agar ada tanah yang disisihkan jauh dari kota-kota besar, dimana buah-buahan dan sayur-sayuran dapat dihasilkan.  Pertanian akan membuka sumber-sumber untuk menolong diri sendiri, dan bermacam-macam cara perdagangan dapat dipelajari.  Pekerjaan yang nyata dan bersungguh-sungguh iini membutuhkan kekuatan intelek seperti juga kekuatan otot.  Metode dan cara-cara taktis diperlukan untuk menghasilkan buah-buahan dan sayur-sayuran dengan sukses.  Dan kebiasaan-kebiasaan untuk mendapatkan hasil merupakan sarana yang penting bagi para orang muda didalam menjaga diri dari pencobaan.
Disini terbuka sebuah ladang untuk memberikan udara kepada tenaga-tenaga mereka yang selama ini terkurung, agar, kalau tidak digunakan didalam pekerjaan yang berguna, akan dapat menjadi sumber usaha yang berkesinambungan bagi diri mereka sendiri dan bagi para guru mereka. 
Banyak jenis pekerjaan yang dilakukan bagi beberapa orang yang lain akan merusakkan mereka.  Tetapi pengerjaan tanah akan menjadi berkat yang khusus bagi para pekerja.  Ada kebutuhan yang sangat besar akan orang-orang yang akhli menggarap tanah.  Pengetahuan akan hal ini tidak akan menjadi penghalang terhadap pendidikan yang penting untuk bisnis atau untuk jenis pekerjaan yang lain.  Untuk memperkembangkan kesuburan tanah memerlukan pikiran dan intelektual.  Pekerjaan itu tidak hanya akan memperkembangkan otot, tetapi juga kemampuan untuk menyerap pelajaran yang dipelajari, karena cara kerja otak dan otot menjadi seimbang.  Kita harus mendidik para orang muda sedemikian rupa agar mereka mencintai pekerjaan penggarapan tanah, dan bergembira didalam meningkatkan pekerjaan tersebut.  Pengharapan untuk menyebarkan kedatangan Allah dikota ini adalah menciptakan moral baru yang sesuai dengan kasih akan pekerjaan yang dapat mengubahkan pikiran dan tabiat.
Kesaksian yang salah telah menyebabkan tanah dipersalahkan, dimana sebenarnya, kalau dikerjakan dengan tepat, akan dapat memberikan kekayaan sebagai timbal baliknya.  Rencana-rencana yang dibuat sekedarnya saja,  sedikit saja kekuatan yang dikerahkan, sedikit saja mempelajari cara-cara dan metode-metode penggarapan, memerlukan perubahan yang berani.  Orang-orang perlu belajar bahwa pekerjaan yang dikerjakan dengan kesabaran akan membuahkan keajaiban-keajaiban.  Sudah ada banyak air mata yang dicurahkan untuk tanah yang tidak memberikan hasil, padahal kalau seseorang membaca Tulisan-tulisan Perjanjian Lama mereka akan dapat melihat bahwa Tuhan sanat mengetahui, lebih daripada yang mereka ketahui, mengenai pengolahan tanah yang tepat.  Sesudah dimanfaatkan selama beberapa tahun, dan telah memberikan keuntungan kepada sipemiliknya, tanah itu harus diijinkan untuk beristirahat, dan kemudian benih-benih diganti dengan benih-benih yang lain.  Kita harus banyak belajar dari Perjanjian Lama dalam hal masalah pekerjaan.  Kalau seseorang mau mengikuti peraturan-peraturan yang diberikan oleh Kristus mengenai perhatian kepada orang-orang miskin dan membantu kebutuhan-kebutuhan mereka, maka betapa berbedanya tempat kita didunia ini!
Biarlah kemuliaan Allah selalu dipandang; dan kalau benih-benih yang ditanam mengalami kegagalan, janganlah berkecil hati;  berusahalah terus;  tetapi ingat bahwa engkau tidak akan dapat memperoleh panen kecuali tanah itu dipersiapkan dengan cara yang tepat untuk ditanami benih-benih;  kegagalan hanya akan terjadi kalau mengabaikan pokok-pokok ini.
Sekolah yang harus dibangun di Australia haruslah mengemukakan pertanyaan mengenai penghasilan, dan menunjukkan bukti bahwa pekerjaan fisik mempunyai tempat dalam rencana Allah bagi setiap manusia, dan bahwa berkatNya akan menyertainya.  Sekolah-sekolah yang didirikan oleh orang-orang yang mengajar dan menjalankan kebenaran pada zaman ini, haruslah diatur sedemikian rupa agar membawa upah yang baru dan menyegarkan didalam setiap jenis pekerjaan fisik.  Ada banyak hal yang harus dicoba oleh para guru,  tetapi objek yang besar dan mulia telah dimenangkan kalau para murid dapat merasakan yang kasih Allah itu harus dinyatakan, bukan hanya didalam kebaktian dari hati dan pikiran dan jiwa, tetapi didalam perilaku bagaimana mereka menggunakan kekuatan-kekuatan mereka dengan bijaksana dan tepat.  Pencobaan-pencobaan mereka akan jauh berkurang; terang akan dipantulkan dari dalam diri mereka melalui persepsi dan teladan ditengah-tengah kesalahan teori-teori dan adat istiadat keduniawian yang sangat digemari.  Pengaruh mereka cenderung akan memperbaiki pendapat yang salah bahwa seorang yang terhormat, tidak perlu menunjukkan kepedulian.
Allah akan menghormati orang-orang yang datang dari negeri-negeri lain yang telah memiliki pengetahuan keakhlian mengenai pertanian, kalau mereka mau datang kenegeri ini, dan melalui persepsi dan teladan mereka mau mengajar penduduk negeri disini untuk belajar bagaimana mengolah tanah, agar tanah itu memberikan hasil kekayaan dari dalamnya.  Dibutuhkan orang-orang yang dididik dalam hal pengetahuan bagaimana mencangkul dengan benar, dan bagaimana menggunakan bahan-bahan pertanian.  Siapa yang mau menjadi missionari untuk melakukan pekerjaan ini, untuk mengajarkan metode-metode kepada para orang muda, dan kepada semua orang yang merasa mau belajar dengan kerendahan hati?  Kalau ada yang tidak suka engkau memberikan perbaikan-perbaikan terhadap pendapat-pendapat mereka, cobalah untuk memberikan pelajaran-pelajaran dengan secara diam-diam, tunjukkan apa yang dapat dilakukan didalam mengolah tanah dan menanam jagung; biarkan hasil tuaian yang berbicara menyatakan metode yang benar dari pekerjaan itu.  Sapalah tetanggamu sedapat mungkin, kerjakan sendiri tanahmu dengan cara yang tepat, dan itu sudah cukup mendidik.
Ada beberapa orang yang mengusulkan agar sekolah kita haruslah berada dikota-kota besar agar memberikan pengaruh yang besar terhadap pekerjaan kita, dan kalau berada jauh diluar kota, maka pengaruh tidak dapat diberikan sampai kekota;  tetapi ini bukanlah yang diperlukan dalam kasus tersebut.
Orang-orang muda yang memasuki sekolah untuk yang pertama kalinya, belumlah siap untuk meneruskan pengaruh yang tepat dikota-kota besar manapun sebagai terang yang bercahaya ditengah kegelapan.  Mereka juga belum siap memantulkan terang sampai kegelapan dari kesalahan pendidkan mereka sendiri dihlangkan.  Dimasa yang akan datang sekolah kita tidak akan lagi sama seperti yang lalu.  Diantara para murid itu terdapat orang-orang yang berpengalaman yang mau mengambil keuntungan dari kesempatan yang ada meraih pengetahuan agar dapat mengerjakan pekerjaan yang akhli didalam menyegerakan kedatangan Tuhan.  Ini akan merupakan bantuan bagi sekolah itu, karena mereka menjadi seperti roda yang seimbang;  tetapi dimasa yang akan datang sekolah akan banyak terdiri dari orang-orang yang butuh diubahkan didalam tabiat, dan yang akan memerlukan banyak kesabaran melakukan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya;  mereka harus belajar dan belajar lagi.  Untuk mengembangkan roh missionari yang tepat membutuhkan waktu, dan semakin jauh mereka dipindahkan dari kota-kota besar dan pencobaan-pencobaan yang mengelilingi mereka, akan semakin baik bagi mereka meraih pengetahuan yang benar dan mengembangkan tabiat-tabiat yang seimbang dengan baik.
Para petani membutuhkan lebih banyak keakhlian didalam pekerjaan mereka.  Didalam banyak kasus, adalah kesalahan mereka sendiri kalau mereka tidak dapat melihat hasil penuaian dari tanah tersebut.  Mereka harus tetap belajar bagaimana mengamankan bermacam-macam harta dari bumi.  Orang-orang itu harus haruslah belajar sejauh mungkin untuk bergantung sepenuhnya kepada hasil tanah yang dapat mereka peroleh dari tanah.  Didalam setiap tingkatan dari pekerjaan semacam ini mereka dapat mendidik pikiran untuk bekerja demi penyelamatan jiwa-jiwa bagi siapa Kristus telah mati.  “Kamu adalah penolong Allah; engkau adalah bangunan Allah.”   Hendaknya para guru disekolah-sekolah kita membawa murid—murid mereka kekebun dan keladang-ladang, dan mengajar mereka bagaimana caranya bekerja mengolah tanah dengan cara yang paling tepat.  Baik sekali kalau para penginjil yang bekerja melalui penginjilan menyampaikan firman dan doktrin itu dapat juga memasuki ladang-ladang dan menggunakan beberapa jam dari waktunya untuk melatih fisik bersama murid-muridnya.  Mereka dapat melakukan seperti yang Yesus lakukan didalam memberikan pelajaran-pelajaran dari alam untuk mengilustrasikan kebenaran Alkitab.  Baik para murid maupun para guru akan mendapatkan lebih banyak pengalaman yang menyehatkan didalam hal-hal kerohanian, dan mendapatkan pikiran yang lebih kuat dan hati yang lebih murni untuk menggambarkan rahasia kekekalan, daripada apa yang mereka dapat kalau mempelajari buku-buku dengan giat, dan menggiatkan otak tanpa membebani otot-otot.  Allah telah memberikan manusia kekuatan-kekuatan pikiran yang sehat dan Dia menginginkan agar manusia menggunakannya bagi kepentingan fisiknya juga.  Pertanyaan yang boleh ditanyakan, Bagaimana dia dapat memperoleh kebijaksanaan dari memegang bajak dan mengendalikan kerbau?  --  dengan cara berusaha mencarinya seperti perak dan menelitinya seperti harta yang tersembunyi.  “Karena Allahnya telah memerintahkan dia dan mengajarinya.”  Ini juga yang datang dari Tuhan penghulu kita, yang nasehat-nasehatnya ajaib dan pekerjaannya juga baik.
Dia yang telah mengajar Adam dan Hawa ditaman Eden bagaimana memelihara kebun, akan mengajari manusia pada zaman kita ini.  Ada kebijaksanaan bagi mereka yang memegang bajak, dan menanam dan menaburkan benih.  Bumi telah membuka hartanya yang terpateri selama ini,  dan Tuhan akan mempunyai ribuan dan puluhan ribu orang yang mengerjakan tanah yang akan berkerumun didalam kota-kota besar menantikan kesempatan untuk mengumpulkan hal-hal yang tidak berarti;  dalam banyak kasus barang-barang yang tidak berguna itu tidak akan pernah berubah menjadi roti yang menyehatkan, tetapi akan ditempatkan didalam tempat pembuangan, demi meraih apa yang akan merusakkan akal manusia yang telah diciptakan menurut peta Allah.  Mereka-mereka yang mau membawa keluarga-keluarga mereka kedesa-desa, tempatkan mereka dimana lebih sedikit pencobaan mengelilingi mereka.  Anak-anak yang tinggal bersama para orang tua yang kasih dan takut akan Allah, berada disuatu keadaan dimana mereka akan lebih mudah dan lebih baik didalam mempelajari tentang Guru besar, sebagai sumber dan pancaran kebijaksanaan.   Mereka memiliki lebih banyak kesempatan yang menguntungkan untuk mendapatkan kebugaran bagi kerajaan disurga.  Kirimkan anak-anak kesekolah-sekolah yang terletak didalam kota, dimana setiap tingkat pencobaan sedang menanti dengan daya tariknya dan memerosotkan moral mereka, maka pekerjaan untuk membangun tabiat akan sepuluh kali lebih sulit bagi para orang tua dan anak-anak.
Bumi diciptakan untuk memberikan kekuatan; tetapi tanpa berkat Allah tidak akan berarti apa-apa.  Pada mulanya, Allah melihat semua hasil ciptaanNya, dan mengatakan yang semuanya sangat baik adanya.  Kutukan telah dijatuhkan keatas bumi sebagai konsekuensi dosa.  Tetapi apakah kutukan ini akan melipatkan gandakan terjadinya dosa?  Ketidak-pedulian sedang menghasilkan pekerjaan yang mencelakakan.  Hamba-hamba yang malas sedang menambah kejahatan dengan cara kebiasaan-kebiasaan hidup mereka yang malas.  Banyak orang tidak mau mencari makan dengan peluh dan keringat, dan mereka menolak untuk menggarap tanah.  Tetapi bumi ini mempunyai berkat-berkat yang tersembunyi dikedalamannya bagi mereka yang memiliki keberanian dan kemauan dan ketabahan untuk mencari dan mengumpulkan harta-harta mereka.  Para bapa dan para ibu yang mempunyai sebidang tanah dan sebuah rumah yang nyaman adalah sebagai raja-raja dan ratu-ratu.
Banyak petani yang gagal mendapatkan kembali keuntungan dari tanah mereka karena mereka menerima tugas mereka seakan-akan merupakan tugas yang memalukan;  mereka tidak melihat yang didalamnya ada berkat bagi diriinya sendir dan bagi keluarganya.  Apa yang dapat mereka camkan adalah semata-mata merasa diri sebagai budak.  Tanah-tanah mereka diabaikan,  tunas-tunas tidak ditanam pada musim dan waktu yang tepat, dan hanya pekerjaan-pekerjaan sepele yang dikerjakan untuk memelihara tanah.  Banyak orang yang mengabaikan tanah peternakan mereka agar dapat menikmati hari-hari liburan dan menghadiri pacuan-pacuan kuda dan mendatangi klub-klub malam;  uang mereka dibelanjakan untuk menonton pameran-pameran dan membeli lotere dan bersantai-santai, dan kemudian mereka mengatakan yang mereka tidak dapat menyuburkan tanah mereka dan memperbaiki tanah pertanian mereka;  tetapi kalaupun mereka mempunyai lebih banyak uang, hasilnya tetap akan sama saja.  --  Special Testimonies on Education,”  Pebruari, 1894.   





You may also like

Tidak ada komentar: