11 - 20 SEKOLAH-SEKOLAH ORANG-ORANG IBRANI KUNO dll

0 Comments

                                                                                                           11

                                                          SEKOLAH-SEKOLAH  ORANG-ORANG IBRANI  KUNO


Lembaga-lembaga dari masyarakat manusia akan menemukan model yang terbaik didalam Firman Allah.  Karena ajaran-ajaran itu, secara khusus, tidak terdapat kekurangan dalam hal persepsi dan teladan.  Pelajaran-pelajaran mengenai manfaat yang besar, bahkan dalam peningkatan pendidikan seperti zaman ini, bisa didapatkan didalam sejarah orang-orang zaman dahulu kala.
Allah sendiri yang mempersiapkan diri untuk memberikan pendidikan dan pengarahan terhadap bangsa Israel.  PemeliharaanNya tidak dikekang oleh hal-hal kerohanian mereka.  Apapun yang dapat menyebabkan mental dan fisik mereka menjadi sehat, dijadikan sasaran yang bertujuan mulia, dan dimasukkan kedalam hukum yang agung.
Allah memerintahkan orang-orang Ibrani itu untuk mengajar anak-anak mereka menuruti kehendakNya, dan memperkenalkan mereka kepada semua yang berhubungan dengan umatNya.  Rumahtangga dan sekolah adalah satu.  Ditempat dimana terdapat orang-orang asing, para orang tua harus memberikan pengarahan kepada anak-anak mereka dengan hati yang dipenuhi kasih.  Pikiran Allah terdapat didalam semua kegiatan sehari-hari dari kehidupan rumah tangga.  Pekerjaan besar yang dilakukan Allah didalam penyelamatan umat-umatNya dihargai dengan kekaguman dan penghormatan.  Kebenaran Allah yang besar dan kehidupan masa depan ditekankan kedalam pikiran yang masih muda itu, dan yang menjadikan mereka terbiasa berhubungan dengan kebenaran, kebaikan dan keindahan.
Melalui penggunaan bentuk-bentuk dan symbol-simbol, pelajaran diberikan dengan perumpamaan-perumpamaan, sehingga lebih kokoh tertanam didalam ingatan mereka.  Melalui gambaran dari seorang anak yang mengasyikkan ini, dari sejak bayi, gambaran itu diserupakan dengan kerahasiaan, kebijaksanaan, dan harapan-harapan dari para bapa mereka, dan dituntun pada cara berpikir, cara merasakan, dan cara menyiagakan diri, sampai mencapai hal-hal yang diluar pandangan, kemudian dialihkan kepada yang tidak tampak dan kekekalan.
Dari pendidikan semacam ini, banyak orang muda Israel tampil dengan tubuh yang kuat dan pikiran yang kokoh,  cepat memahami dan mengambil tindakan, hati mereka seperti tanah yang baik untuk pertumbuhan benih yang berharga, pikiran mereka dilatih untuk melihat Allah didalam wahyu perkataanNya dan pemandangan alam.  Bintang-bintang dilangit pohon-pohon dan bunga-bungan diladang, bukit-bukit subur, saluran yang meluap, semuanya berbicara kepadanya, dan suara-suara dari para nabi terdengar kesegenap penjuru, menemui tanggapan dari hatinya. 
Pelatihan semacam inilah yang didapat oleh Musa dipondoknya ditanah Gosyen; yang dipelajari oleh Samuel melalui Hanna, ibunya yang setia; dipelajari Daud ditempat tinggalnya dibukit-bukit Bethlehem; juga dipelajari oleh Daniel sebelum penawanannya yang memisahkan dia dari rumah bapanya.  Pelajaran semacam inilah juga yang dipelajari oleh Yesus diawal kehidupannya dirumah yang sederhana di Nazareth;  pelatihan tentang tulisan yang suci ini pula yang dipelajari oleh Timotius dari bibir ibunya, Eunike, dan dari neneknya, Lois.
Bidang berikutnya yang dibuat guna memberikan pelajaran kepada orang-orang muda, adalah membangun “sekolah para nabi.”  Kalau seorang muda rindu untuk meraih pengetahuan yang lebih baik mengenai Alkitab, untuk meneliti lebih dalam mengenai kerahasiaan tentang kerajaan Allah, dan mencari kebijaksaan dari atas, agar dia boleh menjadi seorang guru di Israel, sekolah ini dibuka untuknya. 
Sekolah-sekolah para nabi ini dibuka oleh Samuel untuk menjadi penghalang terhadap kejahatan yang tersebar luas sebagai hasil dari kelakuan yang tidak layak dari anak-anak imam Eli, dan untuk menyebarkan-luaskan moral dan kerohanian demi kesejahteraan dari para umat.  Sekolah-sekolah ini terbukti membawa berkat besar bagi Israel, menyebar-luaskan kebenaran yang meninggikan nama suatu bangsa, dan melengkapinya dengan orang-orang yang berkwalitas untuk bertindak sebagai pemimpin-pemimpin dan penasehat-penasehat yang takut akan Allah.  Didalam menyelesaikan tujuan ini, Samuel mengumpulkan orang-orang muda yang rohani, intelek dan suka belajar.  Mereka-mereka ini disebut sebagai anak-anak dari para nabi.  Para pengajarnya adalah orang-orang yang tidak saja dipenuhi dengan kebenaran yang mulia, tetapi orang-orang yang membuat diri mereka sendiri menyukai hubungan dengan Allah, dan yang telah menerima anugerah dari Roh.  Mereka menyukai rasa hormat dan kepercayaan diri dari seluruh umat,  baik untuk belajar maupun untuk mengasihi.
Pada zaman Samuel, ada dua sekolah semacam ini, -- satu di Rama, rumah para nabi, dan yang lainnya di Kiryat-yearim, dimana terdapat tabut perjanjian.  Dua lagi ditambahkan pada zaman Elia, di Yericho dan Bethel, dan yang lain-lainnya dibangun sesudah zaman itu di Samaria dan Gilgal.
Murid-murid dari sekolah-sekolah ini membiayai diri mereka sendiri dengan bekerja sebagai petani dan mekanik.  Di Israel, pekerjaan semacam ini tidak dianggap anah atau merendahkan;  malahan disebut sebagai kejahatan bila membiarkan anak-anak bertumbuh didalam ketidak-pedulian akan pekerjaan fisik.  Didalam penurutan kepada perintah Allah, setiap anak diajar beberapa usaha perdagangan, walaupun anak itu dididik untuk pekerjaan dikantor yang suci.  Banyak dari guru-guru yang rohani itu membiayai diri mereka sendiri dengan cara melakukan pekerjaan fisik.  Bahkan dizaman yang sudah maju seperti dizaman Yesus, tidak ada yang menganggap rendah terhadap Paulus dan Akwila yang mencari nafkah hidup dengan bekerja sebagai tukang tenda.
Pokok mata pelajaran yang paling utama adalah hukum Allah dengan perintah-perintah yang telah diberikan oleh Musa, sejarah yang suci, musik yang suci, juga syair-syair.  Itu adalah tujuan yang paling besar dari semua pelajaran, yaitu mempelajari kehendak Allah dan tugas-tugas yang harus dilakukan oleh umatNya.  Didalam catatan-catatan sejarah rohani tercantum bekas langkah-langkah kaki Yehovah.  Dari peristiwa-peristiwa yang sudah lalu dapat ditarik pelajaran-pelajaran mengenai pengarahan untuk menuju masa depan.  Kebenaran besar yang dinyatakan oleh tulisan-tulisan dan bayangan-bayangan dari hukum Mosaik telah dibawa kehadapan mata, dan iman telah merengkuh pusat dari semua system itu, yaitu anak Domba Allah yang telah menghapuskan dosa dari dunia ini.
Bahasa Ibrani telah dikembangkan sebagai bahasa yang paling suci didunia ini.  Roh pemujaan telah dihidupkan.  Murid-murid tidak hanya diajar akan tugasnya untuk berdoa, tetapi mereka juga diajar bagaimana seharusnya berdoa, bagaimana mendekati Penciptanya, bagaimana melatih iman didalam Dia, dan bagaimana seharusnya mengerti dan menuruti ajaran-ajaran dari RohNya.  Intelek yang disucikan akan menampilkan hal-hal yang lama dan yang baru dari dalam perbendaharaan rumah Tuhan.
Seni musik yang rohani dikembangkan dengan rajin.  Tidak ada lagu-lagu dansa terdengar, tidak juga ada lagu-lagu pop yang memuja-muja manusia dan memudarkan perhatian dari Allah; tetapi lagu-lagu yang rohani, mazmur-mazmur pujian yang agung yang ditujukan kepada Sang Pencipta, meninggikan namaNya dan menghargai pekerjaan-pekerjaanNya yang ajaib.  Jadi musik telah dibuat untuk tujuan pelayanan yang kudus, untuk mengangkat pikiran kepada hal-hal yang mulia dan murni dan meninggikan, dan untuk membangkitkan jiwa penyembahan dan syukur kepada Allah.
Betapa besarnya perbedaan antara sekolah-sekolah zaman dahulu kala yang berada dibawah tuntunan Allah sendiri secara langsung, dibandingkan dengan lembaga-lembaga pendidikan kita sekarang yang modern.  Bahkan dari sekolah-sekolah teologi sekalipun, banyak murid yang ditamatkan, justru dengan pengetahuan tentang Allah dan kebenaran rohani yang jauh berkurang daripada waktu mereka baru memasuki sekolah-sekolah itu.
Hanya sedikit sekolah yang didapati tidak dikendalikan oleh tatacara dan kebiasaan-kebiasaan duniawi.  Hanya sedikit sekolah yang menjadi tempat dimana  kasih sayang para orang tua kepada anak-anaknya, tidak akan mendapatkan kekecewaan yang pahit.
Dimanakah keberadaan dari kecemerlangan dan keunggulan system pendidikan kita?  Apakah ada didalam buku-buku klasik yang dijejalkan kepada putra-putra kita?  Apakah berada didalam bahan-bahan pelajaran yang diselesaikan dan diraih oleh putri-putri kita dengan mengorbankan kekuatan mental dan kesehatan mereka?  Apakah berada didalam kenyataan tentang ajaran modern yang telah dipisahkan dari kata-kata kebenaran sebagai injil keselamatan kita?  Apakah kepala sekolahnya yang cakap dan mampu dalam hal pendidikan popular, menampilkan diri juga sebagai orang yang cakap didalam memberikan matapelajaran-matapelajaran sebagai pelayanan bagi masing-masing pribadi, dengan mendalami Firman dan pengetahuan tentang Allah dan kehidupan yang akan datang?   Apakah itu terdiri dari pengilhaman terhadap pikiran orang-orang muda dengan konsep kekafiran mengenai kebebasan, moralitas dan keadilan?  Apakah aman mempercayakan orang-orang muda kita kedalam bimbingan guru-guru yang buta itu yang mempelajari hal-hal yang rohani dengan minat yang jauh sangat sedikit, dibandingkan dengan minatnya untuk mempelajari penulis-penulis klasik mengenai Grika dan Roma kuno?
“Pendidikan”, kata seorang penulis, “telah menjadi system untuk penggodaan.”  Disiplin yang bijaksana dan teguran yang tepat telah sangat berkurang.  Perasaan-perasaan yang paling pahit, nafsu-nafsu yang paling tidak dikendalikan, telah digairahkan oleh para guru yang tidak bijaksana dan tidak ber-Tuhan.  Pikiran para orang muda sangat mudah dibujuk dengan keasyikan, dan meneguknya sebagai sikap pembangkangan seperti minum air.
Munculnya pengabaian akan Firman Allah diantara para pengikut Kristen, sudah sangat mengkhawatirkan.  Orang-orang muda kita yang berada disekolah-sekolah umum, mengalami perampokan terhadap berkat-berkat untuk mendapatkan hal-hal yang suci.  Percakapan yang dangkal dan sentimental, dimasukkan sebagai pelajaran dalam hal moral dan agama; tetapi sangat kekurangan pelajaran mengenai perilaku penting terhadap ke-Tuhanan yang nyata.  Keadilan dan pengasihan Allah, kesucian yang indah, dan upah yang pasti bagi perbuatan-perbuatan baik, warisan tabiat dosa dan kepastian hukuman, sama sekali tidak ditanamkan kedalam pikiran orang-orang muda itu.
Keragu-raguan dan kekafiran, dengan cara yang menyenangkan atau sindiran yang disamarkan, seringkali menemukan jalan masuk kedalam buku-buku sekolah.  Beberapa contoh, prinsip-prinsip yang paling jahat telah dipergunakan oleh para guru.  Beberapa orang yang dipenuhi kejahatan sedang mengajari orang-orang muda itu dengan pelajaran-pelajaran mengenai pelanggaran hukum, berfoya-foya, dan amoral yang sangat mengerikan untuk direnungkan.  Banyak dari sekolah-sekolah umum itu merupakan tempat tidur panas bagi kutu-kutu pengisap darah.
Bagaimanakah caranya agar para orang muda kita terlindung dari pengaruh yang sangat menular itu?  Harus ada sekolah-sekolah yang dibangun berdasarkan atas prinsip-prinsip, dan dikendalikan oleh persepsi-persepsi yang didapat dalam Firman Allah.  Roh yang lain harus ada didalam sekolah-sekolah kita, untuk menjiwai setiap bidang pendidikan.  Kerjasama yang mulia haruslah dengan tekun dicari,  dan kita tidak akan mencarinya dengan sia-sia. Janji-janji dari Firman Allah adalah milik kita.  Kita boleh mengharapkan kehadiran Allah, guru besar itu.  Kita dapat melihat Roh dari Allah yang menyebar secara luas didalam sekolah-sekolah para nabi, dan dalam setiap tujuan yang diambil  sebagai penyerahan yang mulia. Maka kemudian ilmu pengetahuan akan menjadi seperti yang dimiliki oleh Daniel, sebagai kakitangan dari agama dan kerohanian;  dan setiap usaha, dari awal hingga akhirnya, akan mengarah kepada keselamatan manusia, keselamatan jiwa, tubuh dan roh, dan kepada kemuliaan Allah melalui Yesus Kristus. – Signs of the Times, 13 Agustus, 1885.

 

 

 

 

 

12

PERTUNANGAN  DAN  PERNIKAHAN


Dalam zaman kehancuran dan kejahatan ini, orang-orang muda dihadapkan kepada banyak ujian dan pencobaan.  Banyak dari mereka yang sedang berlayar menuju pelabuhan yang membahayakan.  Mereka membutuhkan seorang pemimpin;  tetapi mereka bersikeras menolak pemberian pertolongan, dan merasa yang mereka cukup mampu untuk menuntun hati mereka sendiri dan tidak menyadari yang mereka harus berjuang melawan batu karang yang tersembunyi yang akan menyebabkan mereka menghancurkan kapal iman dan kebahagiaan mereka.  Mereka sedang tergila-gila dengan pokok masalah pertunangan dan pernikahan, dan beban mereka yang paling penting adalah untuk melakukan kehendak mereka sendiri.  Dalam hal ini, dimasa yang paling penting dari kehidupan mereka, mereka membutuhkan seorang penasehat yang jujur dan tuntunan yang teguh.  Ini akan mereka dapatkan dalam Firman Allah.  Kecuali mereka merupakan murid-murid yang rajin mempelajari Firman Allah, maka mereka akan melakukan kesalahan-kesalahan yang menyedihkan, yang akan menghalangi kebahagiaan mereka dan orang-orang lain, baik dimasa sekarang maupun dimasa yang akan datang.
Ada watak yang tidak sabar dan keras kepala.  Mereka tidak memperhatikan nasehat yang bijaksana dari Firman Allah;  mereka tidak mau berjuang melawan keinginan diri sendiri, untuk menggapai banyak kemenangan yang berharga; dan kesombongan mereka, kemauan mereka yang tidak mau ditundukkan, akan menggiring mereka keluar dari jalur kewajiban dan penurutan.  Lihatlah kembali kepada kehidupanmu yang lampau, teman-teman orang muda, dan pertimbangkanlah masalahmu dengan kesetiaan didalam sinar dari firman Allah.  Apakah engkau sudah menghargai hari nurani yang berhubungan dengan kewajibanmu terhadap orang tuamu seperti yang diajarkan oleh Alkitab?  Apakah engkau sudah melayani ibumu yang telah memelihara engkau sejak engkau bayi, dengan kebaikan dan cinta?  Apakah engkau telah memuaskan keinginan mereka, atau apakah engkau telah menyakiti dan menyedihkan hatinya dengan cara memaksakan kehendak-kehendak dan rencana-rencanamu sendiri?  Apakah kebenaran yang kauakui telah menyucikan hatimu, melembutkan dan menaklukkan kemauanmu sendiri?  Kalau belum, maka engkau mempunyai tugas untuk dilakukan, untuk mengubah kesalahan-kesalahan masa lalu jadi benar.
Alkitab menyodorkan ukuran tabiat yang sempurna.  Buku yang suci ini, yang diilhami oleh Allah sendiri, ditulis oleh orang-orang suci, adalah merupakan buku panduan yang sempurna didalam setiap kejadian didalam kehidupan.  Buku itu dengan jelas menganjurkan tugas-tugas untuk dilakukan oleh para orang tua maupun muda.  Buku itu menjadi tuntunan bagi kehidupan, ajaran-ajaranNya akan membimbing jiwa menuju keatas.  Buku itu dapat meningkatkan pikiran, memperbaiki perilaku, dan memberikan kedamaian dan kegembiraan kedalam hati.  Namun banyak dari orang-orang muda itu telah memilih untuk menjadi penasehat dan pembimbing  bagi dirinya sendiri, dan telah menangani kasusnya sendiri juga.  Orang-orang muda semacam ini perlu lebih dalam meneliti ajaran-ajaran Alkitab.  Didalam lembaran-lembarannya mereka akan menemukan apa yang dinyatakan mengenai tugas mereka terhadap orang tua dan terhadap saudara-saudara seiman.  Hukum yang kelima menyatakan, “Hormatilah ayahmu dan ibumu : agar umurmu ditambahkan diatas bumi yang diberikan oleh Tuhan Allahmu.”  Dan lagi, “Anak-anak, turutilah orang tuamu didalam Tuhan :  karena itulah yang benar.” Salah satu dari tanda-tanda yang menyatakan kita hidup didalam zaman akhir adalah anak-anak yang tidak menurut kepada orang tua, tidak tahu berterima kasih, dan tidak suci.  Firman Allah tergabung dengan persepsi-persepsi dan nasehat-nasehat yang akan diikuti dengan penghormatan bagi para orang tua.  Firman itu menekankan tugas yang suci untuk mengasihi dan menghargai mereka yang telah membimbing mereka melalui masa bayi, masa kanak-kanak dan remaja, hingga kekedewasaan, dan yang sekarang bergantung kepada mereka untuk mendapatkan kedamaian dan kebahagiaan.  Alkitab tidak memberikan kepastian terhadap pokok masalah ini; namun, ajaran-ajarannya telah banyak diabaikan.
Orang-orang muda mempunyai banyak pelajaran-pelajaran yang harus dipelajari, dan satu pelajaran yang paling penting adalah belajar mengenal diri sendiri.  Mereka harus memiliki pendapat yang benar mengenai kewajiban dan tugas-tugas mereka terhadap orang tua, dan secara terus menerus belajar disekolah Kristus untuk menjadi lemah lembut dan rendah hati.  Sementara mereka harus mengasihi dan menghormati orang tua mereka, mereka juga harus menghargai pendapat orang lain yang telah berpengalaman dengan siapa mereka berhubungan didalam gereja.  Seorang pemuda yang menyukai pergaulan dan berhubungan dengan seorang pemudi tanpa diketahui oleh orang tua sipemudi,  berarti tidak bersikap sebagai seorang Kristen yang terhormat terhadap sipemudi maupun orang tuanya. Melalui hubungan dan pertemuan-pertemuan secara diam-diam, mungkin saja dia boleh mempengaruhi pikiran sipemudi; tetapi dengan melakukan hal ini dia gagal menunjukkan kebesaran dan ketulusan jiwa yang seharusnya dimiliki oleh setiap umat Allah.  Dalam hal menyelesaikan akhir dari hubungan mereka, mereka melakukan tindakan yang tidak jujur dan terbuka dan sesuai dengan ukuran Alkitab, dan membuktikan yang dirinya sendiri adalah orang yang tidak jujur terhadap orang yang mencintainya dan yang berusaha menjaganya dengan setia.  Ikatan pernikahan dalam keadaan yang demikian tidaklah sesuai dengan Firman Allah.  Seorang pemuda yang akan menjauhkan seorang pemudi dari kewajiban-kewajibannya, yang akan mengacaukan pikiran sipemudi dari perintah Allah yang jelas dan berterusterang untuk menurut dan menghormati orang tuanya, adalah bukan seorang pemuda yang akan setia terhadap kewajiban pernikahan.
Pertanyaannya adalah, “Kemanakah seorang muda akan menyucikan jalannya?” dan jawaban yang diberikan adalah, “Dengan membawa perhatiannya sesuai dengan FirmanNya”.  Seorang pemuda yang menggunakan Alkitab sebagai penuntunnya, tidak akan salah mengambil langkah dalam kewajiban dan keselamatan.  Buku yang membawa berkat itu akan mengajarnya untuk mempersiapkan ketulusannya dalam tabiat, untuk menjadi jujur, bertindak tanpa tipu daya.  “Janganlah engkau mencuri”  tertulis oleh jari Allah diatas loh batu; namun betapa banyaknya pencurian terjadi terhadap perhatian yang dilakukan dan dimaafkan.  Pertunangan yang dipenuhi tipu daya terus dibangun, hubungan-hubungan pribadi berjalan terus, sampai perhatian dari seseorang yang belum berpengalaman, dan tidak mengetahui kemana pertunangannya akan bertumbuh, akan menyebabkan hubungan itu berada didalam suatu wadah yang ditarik menjauh dari orang tua dan diletakkan keatas sipemuda yang sebenarnya tidak layak untuk dicintai.  Alkitab mengutuk setiap jenis ketidak-jujuran,  dan menuntut perbuatan yang benar disetiap keadaan.  Dia yang menggunakan Alkitab sebagai penuntun dimasa mudanya, sebagai terang bagi jalannya, akan menuruti ajaran-ajarannya didalam segala sesuatu.  Dia tidak akan melakukan pelanggaran terhadap hukum sedikitpun demi mendapatkan tujuannya, bahkan sekalipun dia harus mengadakan pengorbanan sebagai akibatnya.  Kalau dia mempercayai Alkitab, dia akan mengetahui bahwa berkat-berkat dari Alkitab tidak akan dilimpahkan kepadanya kalau dia menyimpang dari jalan yang lurus.  Walaupun dia tampaknya makmur untuk beberapa waktu, dia pasti akan memetik buahnya sebagai akibat dari perbuatannya.
Kutuk Allah akan menimpa banyak hubungan yang dibentuk dalam zaman ini, tidak pada waktunya dan tidak tepat.  Kalau saja Alkitab mengabaikan pertanyaan-pertanyaan ini didalam terang yang tidak pasti, maka tindakan dari para orang muda zaman ini untuk mendapatkan tujuannya, akan dapat dimaafkan.  Tetapi tuntutan-tuntutan Alkitab tidak hanya setengah-setengah, Alkitab menuntut pikiran yang murni seutuhnya, didalam perkataan dan perbuatan.  Kita bersyukur kepada Allah yang FirmanNya adalah terang bagi kaki-kaki, dan tidak perlu ada seorangpun yang salah mengambil jalan kewjibannya.  Orang-orang muda harus menggeluti lembaran-lembarannya dan memperhatikan ajaran-ajaran dan nasehat-nasehat yang ada didalamnya; karena kesalahan yang menyedihkan akan selalu terjadi bila menyimpang dari persepsiNya.
Kalau ada suatu pokok pemikiran yang harus dipertimbangkan dengan tenang dan tidak emosional, itu adalah pokok pemikiran tentang pernikahan.  Kalau Alkitab pernah dibutuhkan untuk menjadi sebagai seorang penasehat, itu adalah sebelum mengambil langkah untuk mengikat kedua orang pasangan seumur hidup.  Tetapi sayangnya, dalam hal ini perasaan menjadi tuntunan; dan didalam banyak kasus perasaan sentimental dikarenakan oleh cinta yang salah akan membuat mereka kehilangan pelindung kepala, dan menyebabkan mereka mengarah kepada kehancuran.  Didalam hal inilah orang-orang muda menunjukkan diri sebagai orang yang kekurangan inteligen daripada didalam hal-hal yang lainnya; disinilah orang-orang muda menolak untuk bertukar pikiran.  Pemikiran tentang pernikahan tampaknya memiliki kuasa yang membius keatas mereka.  Mereka tidak rela menyerahkan diri mereka kepada Allah.  Indera mereka seperti terikat kuat, dan mereka bergerak maju secara diam-diam, seakan-akan takut ada seseorang yang menghalangi rencana-rencana mereka.
Cara yang diam-diam ini, yang digunakan didalam pertunangan dan pernikahan yang mereka jalani, akan menjadi penyebab dari timbulnya banyak kekecewaan sampai ketingkat yang hanya diketahui oleh Allah.  Diatas batu karang inilah ribuan orang telah menghancurkan kapal jiwanya.  Orang-orang yang mengikut Kristus, yang kehidupannya ditandai dengan ketulusan, dan yang tampaknya peka terhadap masalah-masalah yang lain, telah membuat kesalahan yang menakutkan disini.  Mereka menunjukkan dan menetapkan kehendak mereka yang tidak dapat diubah dengan alasan apapun juga.  Mereka menjadi begitu terpaku dengan perasaan dan kehendak hati manusia, yang membuat mereka tidak berkeinginan untuk meneliti Alkitab dan mendekatkan diri kepada Allah.  Setan tahu betul dengan unsur apa dia berhubungan, dan dia mempertontonkan kebijaksanaannya dengan segala macam tipu daya untuk menjebak jiwa-jiwa kedalam kebinasaan.  Dia memperhatikan setiap langkah yang diambil dan dia menyodorkan banyak anjuran-anjuran, dan seringkali anjuran-anjuran ini diikuti dengan suka rela lebih daripada menuruti nasehat dari Firman.  Jaring yang dijalin dengan sangat rapi, halus, dan membahayakan ini memang sengaja dipersiapkan untuk menjaring orang-orang muda dan tidak siaga.  Mungkin jaring itu diletakkan dibawah suatu cahaya; tetapi mereka yang menjadi korbannya, akan mendorong dirinya sendiri untuk melewatinya dengan banyak kesedihan.  Sebagai akibatnya, kita melihat kehancuran manusia dimana-mana.
Kapankah orang-orang muda kita akan menjadi cerdik dan bijaksana?  Berapa lama lagi pekerjaan setan semacam ini akan berjalan?  Apakah anak-anak hanya akan memuaskan keinginan dan tujuannya sendiri dengan tidak menghormati nasehat dan pertimbangan orang tuanya?  Beberapa diantaranya tampaknya tidak pernah mempedulikan pendapat dan anjuran dari orang tua, juga tidak mempertimbangkan pemikiran mereka yang telah dewasa.  Mementingkan diri sendiri telah menutup pintu dari hati mereka terhadap perasaan kasih sayang orang tua.  Pikiran-pikiran dari para orang muda perlu dibangunkan sehubungan dangan masalah ini.  Hukum yang kelima adalah satu-satunya hukum yang mengandung janji, tetapi telah dianggap remeh, dan bahkan telah diabaikan dengan terang-terangan demi tuntutan sang kekasih.  Mengecilkan arti dari kasih sayang seorang ibu, meremehkan kepedulian seorang bapa, adalah dosa-dosa yang terdapat dalam banyak orang muda.
Salah satu dari kesalahan yang terbesar sehubungan dengan masalah ini, adalah bahwa orang muda yang belum berpengalaman, tidak mau perasaan-perasaan mereka terganggu, dan tidak mau ada yang menghalangi pengalaman cinta mereka.  Kalau ada suatu masalah yang harus dilihat dan diteliti dari semua sudut pandang, adalah masalah yang satu ini.  Bantuan dari pengalaman orang lain, pertimbangan yang tenang, dan berhati-hati dari kedua belah pihak, sungguh sangat penting sekali.  Pokok masalah inilah yang diperlakukan dengan mudah oleh banyak orang.  Ambillah Allah, jadikan Dia dan orang tuamu sebagai penasehat, teman-teman orang muda.  Bawakan masalah ini kedalam doamu.  Pertimbangkan setiap perasaan, dan perhatikan setiap perkembangan tabiat calon pasanganmu, dengan siapa engkau akan terikat seumur hidupmu nanti.  Langkah yang akan engkau ambil adalah langkah yang penting dalam kehidupanmu, dan tidak seharusnya diambil dengan tergesa-gesa.  Sementara engkau boleh mencintai, janganlah mencintai secara buta.
Telitilah dengan hati-hati apakah hidup pernikahanmu nanti akan berbahagia, atau tidak harmonis dan berantakan.  Tanyakanlah pertanyaan-pertanyaan itu, apakah persatuan ini membawamu kesurga?  Apakah pernikahan itu akan menambah kasihmu kepada Allah?  Dan apakah pernikahanmu itu akan meningkatkan kesanggupanmu untuk menjadi berguna didalam kehidupan ini?  Kalau pantulan-pantulan ini tidak menampakkan langkah mundur, maka dengan takut akan Tuhan, bergeraklah maju.  Namun bahkan, kalau pertunangan sudah terjadi tanpa ada pengertian sepenuhnya mengenai perilaku dari orang yang akan bersatu dengan dirimu, janganlah pernah berpikir pertunangan itu akan menjadi kepastian yang positif bagimu untuk mengucapkan janji pernikahan dan mengikatkan dirimu sendiri seumur hidup dengan seseorang yang tidak dapat kaucintai dan hargai.  Berhati-hatilah bagaimana engkau memasuki pertunanganmu;  tetapi lebih baik, jauh lebih baik, putuskan pertunangan itu sebelum pernikahan daripada bercerai sesudahnya seperti yang banyak dilakukan orang.
Cinta sejati adalah seperti tanaman yang membutuhkan pemeliharaan.  Setiap wanita yang menginginkan ikatan yang damai dan berbahagia, yang ingin menghindarkan masa depan yang kacau dan penuh kesedihan, bertanya terlebih dahulu sebelum dia menyerahkan perasaan kasihnya, apakah kekasihku itu mempunyai seorang ibu?  Bagaimanakah tabiat dan perilakunya?  Apakah dia mengetahui kewajiban-kewajibannya terhadap ibunya?  Apakah di memperhatikan keinginan dan kebahagiaan ibunya?  Kalau dia tidak menghargai dan menghormati ibunya, apakah dia dapat menunjukkan penghargaan dan cinta, kebaikan dan perhatian, terhadap istrinya?  Kalau kemesraan dari pernikahan telah berlalu, apakah dia akan tetap mencintai aku?  Apakah dia akan bersabar dengan kesalahan-kesalahanku, ataukah dia akan mengeritik, menguasai dan menjajah?  Perasaan kasih yang sejati akan mengalahkan banyak kesalahan-kesalahan; cinta tidak akan membesar-besarkannya.
Orang-orang muda terlalu percaya kepada perasaan.  Janganlah mereka menyerah dengan begitu mudah, jangan juga mau dijerat terlalu cepat hanya karena apa yang tampak disisi luar dari seorang kekasih.  Pertunangan, seperti yang banyal dilakukan pada zaman ini, merupakan rancangan dari tipu daya dan kemunafikan, dengan mana musuh dari jiwa-jiwa akan bekerja lebih banyak daripada Allah sendiri.  Indera yang baik sangat dibutuhkan dalam hal ini, tetapi kenyataannya, terlalu sedikit indera yang digunakan untuk menghadapi pokok masalah tersebut.
Kalau saja anak-anak lebih dekat berhubungan dengan orang tuanya, kalau saja mereka mau bersatu dengan orang tuanya, dan membagikan beban  kesedihan dan kegembiraan mereka kepada orang tua, mereka akan dapat menyelamatkan banyak masa depan yang menyakitkan.  Kalau menghadapi tekanan untuk mengetahui mana yang terbaik, biarkan mereka meletakkan masalah itu, seperti yang mereka gambarkan kepada orang tua mereka, dan orang tua dapat menjadi tempat dimana anak-anak memperoleh nasehat-nasehat yang baik.  Siapakah yang akan dituntut untuk menunjukkan bahaya-bahaya yang mereka hadapi, kalau bukan para orang tua yang takut akan Allah?  Siapakah yang dapat mengerti dengan baik akan temperamen mereka yang aneh-aneh, selain orang tuanya?  Anak-anak yang dibesarkan sebagai orang-orang Kristen akan mempercayai kasih sayang dan mufakat orang tuanya, lebih dari segala berkat yang dapat diperolehnya didunia ini.  Para orang tua dapat menunjukkan simpati mereka kepada anak-anaknya, dan berdoa untuk mereka, bersama-sama dengan mereka, agar Allah melindungi dan menuntun mereka.  Diatas segala-galanya, para orang tua seharusnya memperkenalkan anak-anaknya kepada seorang Teman yang tidak akan pernah gagal, dan Penasehat yang akan tersentuh bila perasaan-perasaan mereka sedang cemas.  Dia yang sudah pernah dicobai seperti kita juga dicobai, namun tidak berdosa, mengetahui dengan baik bagaimana menolong orang yang sedang dicobai, dan yang mau datang kepadaNya dengan iman. – Review and Herald, 26 Januari, 1886.

13

PENTINGNYA  PELATIHAN  DIDALAM  PEKERJAAN  ALLAH


Pekerjaan dari para pekerja bukanlah kecil atau tidak penting.  Kalau dia berserah diri didalam setiap bidang pekerjaan,  urusannya yang pertama adalah memperhatikan dirinya sendiri sesuai dengan ajaran doktrin.  Dia harus menyelidiki hatinya sendiri dan menjauhkan diri dari dosa;  dan kemudian dia harus mengikuti Pola, Yesus Kristus yang selalu berada didepannya sebagai teladannya.  Dia tidak seharusnya merasa mempunyai hak untuk membentuk pekerjaan-pekerjaannya, seperti yang dia pikir terbaik sesuai dengan kehendaknya sendiri.  Dia adalah milik Yesus.  Dia telah memilih untuk menerima panggilan yang tinggi, dan dari panggilan itu seluruh masa depannya haruslah dihidupkan dan dibentuk dengan baik.  Dia telah memasuki sekolah Kristus, dan dia akan dapat meraih pengetahuan tentang Kristus dan missiNya, dan meraih pekerjaannya sendiri yang harus dijalankan.  Seluruh kekuatannya haruslah dibawa kepada aturan Sang Guru Besar.  Setiap bidang dari pikirannya, setiap organ dari tubuhnya, haruslah dipersiapkan dalam keadaan yang sesehat mungkin,  agar dengan demikian, pekerjaan Allah tidak akan mendapat nama buruk karena perilaku yang tidak baik.
Sebelum seseorang dipersiapkan menjadi seorang guru kebenaran untuk orang-orang yang berada didalam kegelapan,  terlebih dahulu dia harus menjadi seorang pelajar.  Dia harus mau dinasehati.  Dia tidak dapat meletakkan kakinya pada anak tangga yang ketiga, keempat, kelima untuk naik, sebelum dia mulai dari anak tangga yang pertama.  Banyak orang merasa yang mereka cocok untuk suatu bidang pekerjaan, padahal sebenarnya mereka hampir tidak tahu apa-apa mengenai pekerjaan itu.  Kalau hal yang demikian itu dibiarkan untuk bekerja dengan kepercayaan dirinya sendiri, mereka akan gagal menerima pengetahuan yang sebenarnya dapat mereka capai, dan akan bergumul dengan banyak macam kesukaran yang untuk menghadapinya, mereka tidak pernah disiapkan.
Sekarang, bagi setiap pekerja telah diberikan kesempatan untuk meningkatkan diri, dan dia harus menundukkan segala sesuatu untuk mengarah kepada tujuan itu.  Dimanapun saja, usaha khusus harus dilakukan ditempat-tempat yang penting, system kerja yang diatur dengan baik haruslah dibentuk,  agar mereka yang ingin menjadi evangelis literature, dan membacakan ayat-ayat Alkitab kepada keluarga-keluarga, boleh mendapat instruksi-instruksi yang diperlukan.  Mereka yang menjadi pekerja haruslah juga menjadi pelajar, dan sementara para penginjil bekerja dengan kata-kata dan doktrin, mereka tidak seharusnya  berkeliaran dimana-mana seakan-akan tidak ada sesuatu pelajaran yang perlu mereka pelajari.  Mereka tidak seharusnya menganggap sipembicara sebagai seorang tukang pidato belaka, tetapi lebih dari itu, adalah sebagai utusan dari Allah kepada manusia.  Penilaian pribadi dan prasangka-prasangka janganlah dibiarkan mempengaruhi para pendengar.  Kalau saja semua orang mau meniru teladan Kornelius, dan berkata, ”itu sebabnya sekarang kita semua berada disini dihadapan Allah, untuk mendengar segala sesuatu yang diperintahkan oleh Engkau, Allah,”  maka mereka akan menerima lebih banyak keuntungan dari khotbah-khotbah yang mereka dengar.
Seharusnya ada hubungan yang langsung antar sekolah-sekolah yang mengadakan pelatihan misi bagi mereka yang ingin memasuki ladang mission sebagai pekerja-pekerja.  Mereka harus merasa yang mereka harus menjadi mampu, sama seperti akhli-akhli pertukangan didalam mempelajari tehnik-tehnik bekerja untuk memenangkan jiwa-jiwa.  Pekerjaan disekolah-sekolah  ini haruslah bermacam-macam.  Belajar Alkitab harus dijadikan sebagai mata pelajaran yang paling penting, dan pada saat yang sama, diadakan pelatihan yang sistematik dari mental dan perilaku, agar mereka boleh belajar bagaimana mendekati orang dengan cara-cara yang baik.  Semua orang harus belajar bagaimana bekerja dengan taktis dan sopan santun, didalam roh Kristus.  Mereka seharusnya tidak pernah berhenti menjadi pelajar, tetapi harus selalu meneruskan usaha menggali kebenaran dan cara bekerja yang lebih baik, seperti kalau mereka menggali emas yang terkubur.
Biarlah semua orang yang terlibat didalam pekerjaan ini memutuskan yang mereka tidak akan beristirahat untuk menjadi pekerja kelas satu.  Dalam melakukan hal ini, pikiran-pikiran mereka tidak seharusnya dibiarkan mengembara mengikuti suasana dan perasaan, tetapi mereka harus teguh kepada simpul ikatan, bertanggung-jawab penuh untuk menyampaikan kebenaran dimanapun mereka berada.
Orang-orang yang mampu telah bekerja dengan hasil yang menyedihkan karena pikiran-pikiran mereka tidak didisiplin untuk menyelesaikan pekerjaan.  Dengan melihat kebutuhan-kebutuhan dari para pekerja, mereka melangkah menerobos penghalang, dan walaupun sebenarnya mereka dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lebih baik, didalam banyak kasus, tidak ada sepersepuluhpun yang mereka selesaikan, kalau saja mereka mendapat pelatihan yang tepat sejak dari awalnya.
Banyak orang yang mempertimbangkan untuk memberikan pelayanan mereka kepada Allah, tetapi mereka tidak merasa memerlukan pelatihan yang kusus.  Mereka yang merasa sedemikian adalah orang yang sebenarnya paling memerlukan pelatihan secara keseluruhan.  Karena saat itu mereka hanya memiliki pengetahuan yang rendah mengenai pekerjaan dan diri mereka sendirilah, maka mereka merasa sebagai orang yang berkwalitas tinggi.  Kalau mereka lebih mengenal diri mereka sendiri, mereka akan dapat merasakan kekurangan dan ketidak-mampuan mereka.  Kalau mereka mengutamakan penyelidikan terhadap hati mereka, mereka akan mendapati begitu banyaknya perilaku mereka yang tidak serupa dengan Kristus, sehingga mereka akan berteriak, “Siapakah yang sanggup melakukan hal ini?”  dan dengan kerendahan hati mereka akan berjuang setiap hari untuk menempatkan diri mereka sendiri dekat dengan Kristus.  Dengan menyalibkan diri sendiri mereka menempatkan kaki-kaki mereka dijalan dimana Dia dapat memberikan tuntunan.
Ada bahayanya kalau pekerja yang tidak berpengalaman, sementara berusaha untuk membuat dirinya sanggup melakukan pekerjaannya, akan merasa dirinya berhak untuk menempatkan diri sendiri diposisi manapun yang dia inginkan, dimana bermacam-macam angin topan dan doktrin-doktrin berhembus menerpanya.  Menghadapi ini dia tidak akan dapat melakukan apa-apa kecuali menghancurkan dirinya sendiri.  Kalau ujian-ujian dan pencobaan-pencobaan datang kepadanya, Tuhan akan memberikan kekuatan untuk mengalahkannya; tetapi kalau seseorang menempatkan dirinya sendiri dijalan yang penuh pencobaan, seringkali terjadi yang setan melalui agen-agennya menyebarkan rasa sentimen dengan cara yang sedemikian rupa seakan-akan menolak dan mengacaukan pikiran.  Hanya dengan berhubungan bersama Allah dan menyelidiki Firmannya dengan tekunlah, pekerja itu dapat membangun dirinya sendiri sebelum dia memasuki pekerjaannya untuk mengajar orang lain. Yohanes, murid yang terkasih, telah dikucilkan kepulau Patmos, agar dia terpisah dari semua pergumulan, bahkan dari pekerjaan yang dia cintai, dengan demikian Allah dapat berhubungan erat dengannya dan membuka dihadapannya tabir-tabir yang selama ini tertutup dalam sejarah dunia.  Dan justru didalam hutanlah Yohanes pembaptis mempelajari pesan-pesan yang harus dia bawa, untuk menyediakan jalan bagi Seseorang yang akan datang. 
Tetapi diatas segala sesuatu, haruslah ditekankan kepada orang yang telah mengambil keputusan untuk menjadi pesuruh-pesuruh Allah yang mereka harus menobatkan orang lain.  Hati mereka haruslah murni.  Ke-Tuhan-an sangat penting didalam kehidupannya yang sekarang dan yang akan datang.  Orang yang tidak memiliki tabiat yang teguh dan suci pasti tidak akan dihormati untuk melakukan kebenaran ini.  Orang-orang muda yang berniat untuk bekerja bersama dengan Allah, haruslah mempunyai hati yang bersih. Pada bibirnya, didalam mulutnya, haruslah tidak terdapat dosa.  Pikiran-pikirannya haruslah murni.  Kesucian hidup dan tabiat adalah hal yang jarang, tetapi inilah yang harus dimiliki oleh pekerja, atau dia tidak akan dapat melakukan tugasnya bersama dengan Kristus.  Kristus mengatakan, “Tanpa aku, engkau tidak dapat melakukan apa-apa.”  Kalau mereka yang mempunyai tujuan untuk melakukan kebaikan bagi orang lain dan bagi keselamatan pengikut-pengikutnya, hanya bergantung kepada kebijaksanaannya sendiri, mereka pasti akan gagal.  Kalau mereka melihat kekurangan yang ada didalam diri mereka sendiri, maka untuk mereka, cukup sederhana untuk mempercayai Allah dan menantikan pertolonganNya.  “Janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.  Didalam setiap jalanmu, kenalilah Dia, maka Dia akan menuntunmu.”  Maka kemudian kita akan mendapat kesempatan untuk diarahkan oleh seorang Penasehat yang baik, dan mendapat tambahan pengertian terhadap kebenaran, dan menjadi seorang pencari kebenaran dan pengetahuan dengan sungguh-sungguh.
Alasan sesungguhnya mengapa kita tidak lagi memiliki orang-orang yang berpengetahuan luas dan meningkat, adalah disebabkan karena orang-orang itu hanya mempercayai kebijaksanaan mereka sendiri yang terbatas, dan berusaha untuk menempatkan diri mereka sendiri, ditempat yang seharusnya Allah berada.  Mereka tidak berdoa dengan sungguh-sungguh dan membentuka hubungan secara terbuka antara Allah dengan jiwanya, agar dia mengenali suaraNya.  Pembawa-pembawa terang membutuhkan pertolongan karena mereka mengetahui yang dirinya sendiri lemah kalau tidak ada penjagaan dari surga.  Firman Allah harus lebih banyak dipelajari, ditanamkan dalam kehidupan dan perilaku, diserupakan dengan ukuran kebenaran yang Allah telah letakkan dalam firmanNya.  Maka pikiran akan ditingkatkan dan dikuatkan, dan juga akan dimuliakan dengan berpegang kepada hal-hal yang kekal.  Sementara dunia ini menerima Firman tentang peringatan dan pengasihan dengan ceroboh dan perbedaan pendapat, umat-umat Allah yang mengetahui akan dekatnya hari kesudahan, haruslah lebih segera dan lebih menyerahkan diri dan lebih giat bekerja dengan tekun, agar mereka boleh menaikkan puji-pujian kepada Allah yang telah memanggil mereka keluar dari kegelapan kedalam terangnya yang besar.
Pengetahuan adalah kekuatan, baik itu untuk kebajikan ataupun untuk kejahatan.  Agama yang sesuai dengan ajaran Alkitab merupakan satu-satunya penjaga bagi umat manusia.  Banyak perhatian diberikan kepada orang-orang muda dalam zaman ini, hanya agar mereka dapat memasuki suatu ruangan dengan rasa syukur, menari dan bermain alat-alat musik.  Tetapi pendidikan semacam ini adalah menghalangi mereka untuk mengenal Allah dan menyambut tuntutanNya.  Pendidikan yang berlangsung sampai kekekalan itu, hampir seluruhnya ditolak sebagai pelajaran yang kuno dan membosankan.  Pelajaran kepada anak-anak untuk mengajarkan mereka bagaimana membentuk pembangunan tabiat demi kebaikan mereka dihari ini, demi kedamaian dan kebahagiaan mereka dihari ini, dan untuk menuntun kaki-kaki mereka dijalan penebusan dimana Tuhan dapat berjalan, telah dianggap tidak sesuai dengan zaman, dan itu sebabnya juga dianggap tidak penting untuk diajarkan kepada mereka.  Agar anak-anakmu dapat memasuki gerbang kota Allah sebagai pemenang-pemenang, mereka harus dididik untuk takut akan Allah dan memelihara hukum-hukumNya dalam kehidupannya yang sekarang.  Untuk hal inilah Yesus mengumumkan berkat-berkatNya :  “Berbahagialah orang yang melakukan perintah-perintahNya, karena mereka akan memiliki pohon kehidupan, dan boleh masuk melalui gerbang kedalam kota.”
Berkat-berkat itu diucapkan kepada siapa saja yang telah membiasakan diri dengan kehendak Allah yang dinyatakan didalam FirmanNya.  Alkitab adalah alat yang besar didalam tangan Penulisnya untuk menguatkan intelektual.  Alkitab itu membuka taman-taman dalam pikiran untuk meningkatkan ikatan dengan surga. Karena hanya sedikit perhatian yang diberikan kepada apa yang Allah katakan dan kepada apa yang Allah minta, maka juga hanya ada sedikit orang saja yang merasa mempunyai beban untuk melakukan pekerjaan mission, begitu sedikitnya orang yang pernah menjalani pelatihan, yang memanggil setiap kekuatan untuk dilatih dan didisiplin guna pelayanan yang lebih tinggi didalam melakukan  pekerjaan Allah.
Selain itu, sangat kecilnya usaha dibuat untuk menghubungkan hal-hal tersebut dengan sekolah-sekolah kita yang menampung murid-murid dengan kebangsaan yang berbeda-beda, agar mereka boleh menerima pendidikan dan dijadikan layak untuk pekerjaan. yang pengaruhnya begitu mulia,  begitu agung, dengan jangkauan yang jauh.  Hari-hari penolakan Allah akan tiba dalam sekejap.  Tetapi terang yang bertambah menyilaukan sedang bersinar; terang dan kesempatan-kesempatan untuk mengerti kebenaran Alkitab masih terbuka lebar sekarang, kalau saja para pekerja mau membuka mata hati mereka.  Kebenaran itu harus dibentangkan.  Misi dirumah-rumah dan ditempat-tempat lain sedang memanggil orang-orang untuk memiliki tabiat Ke-Kristenan secara menyeluruh, agar siap untuk menggabungkan diri dengan misi yang lebih besar.  Misi kita sedang memanggil orang-orang yang dipenuhi dengan Roh Allah, yang mau bekerja sebagaimana Kristus juga bekerja. --  Review and Herald, 14 Juni, 1887.  















































14
PENDIDIKAN  YANG TEPAT  BAGI  ORANG-ORANG  MUDA

Malaikat yang ketiga digambarkan sebagai yang sedang terbang ditengah-tengah langit, menunjukkan bahwa pekabarannya akan menyebar sampai keujung-ujung panjang dan lebarnya bumi.  Itulah pekabaran yang paling khidmat yang pernah diberikan kepada para makhluk hidup, dan semua orang yang berhubungan dengan pekerjaan, pertama-tama haruslah merasakan kebutuhannya akan pendidikan, dan pelatihan yang paling penting secara menyeluruh, demi kegunaannya dimasa yang akan datang; dan haruslah ada rencana-rencana yang dibuat dan ada usaha-usaha perbaikan yang diadakan untuk kelas pendidikan tersebut yang akan dapat mengantisipasi hubungan dengan bidang manapun juga dari pekerjaan itu.  Pekerjaan penginjilan tidak dapat dan tidak seharusnya dipercayakan kepada seorang pemuda, juga tidak kepada pemudi yang tidak berpengalaman, karena mereka menawarkan diri untuk memberikan pelayanan, dan mau bertanggung-jawab pada suatu posisi, tetapi sebenarnya mereka itu kekurangan akan pengalaman rohani, karena mereka tidak mendapat pendidikan dan pelatihan yang diberikan secara menyeluruh.  Mereka harus membuktikan diri terlebih dahulu apakah mereka mau menghadapi ujian-ujian; dan kecuali mereka memiliki prinsip-prinsip yang sudah berkembang dengan teguh dan yang keluar dari hati nuraninya, untuk menjadi seperti yang Allah kehendaki agar mereka lakukan, maka mereka tidak akan pernah dapat menyatakan tujuan dari pekerjaan kita pada zaman ini.  Didalam setiap pekerjaan misi ini, haruslah ada pengalaman yang dalam, yang didapat dari orang-orang yang sudah berpengalaman, yang mengerti cara-cara dan liku-liku pekerjaan.   Jalannya pekerjaan penginjilan kita seringkali dipermalukan karena kekurangan pekerja-pekerja yang memiliki pikiran-pikiran yang baik, juga ketaatan dan kesalehan yang dapat memantulkan iman kita dengan tepat.
Ada sejumlah orang yang sebenarnya sanggup menjadi penginjil-penginjil tetapi tidak pernah memasuki ladang-ladang penginjilan, karena mereka yang walaupun selalu bergaul dengan orang-orang yang cakap, baik digereja maupun disekolah-sekolah perguruan tinggi, mereka itu tidak merasakan beban untuk bekerja bersama-sama dengan orang-orang itu, untuk menuntut Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan segala kekuatan, dan mereka tidak berdoa bersama dengan mereka dan untuk mereka; dan saat-saat yang penting untuk melakukan rencana-rencana dan tindakan-tindakan, berlalu dengan sia-sia, penghukuman bagi mereka dapat dipastikan; pengaruh-pengaruh yang lain dan daya tarik uang lebih menarik untuk mereka, dan pencobaan-pencobaan untuk mencari jabatan dunia, yang mereka pikir akan memberikan kekayaan kepada mereka, telah menyeret mereka kedalam keduniawian pada saat ini.  Orang-orang muda semacam ini sebenarnya dapat diselamatkan dan digunakan untuk pekerjaan penginjilan melalui rencana-rencana yang teratur dengan baik.  Kalau gereja-gereja ditempat-tempat yang lalin dapat melakukan kewajiban dan tugas-tugas mereka, Allah akan bekerja bersama dengan usaha-usaha mereka, melalui Roh Kudus memenuhi orang-orang yang setia itu untuk menjadi penginjil-penginjil.
Sekolah-sekolah kita haruslah menjadi sekolah-sekolah pendidikan dan pelatihan;  dan kalau murid-murid ditamatkan dari sekolah tersebut, cakap untuk pekerjaan penginjilan diladang-ladang, maka murid-murid itu akan memberikan kesan kepada orang lain tentang betapa besarnya pekerjaan penginjilan itu.  Kerohanian dalam hidup mereka sehari-hari akan menjadi pengalaman, yang memungkinkan mereka untuk ditempatkan dimana saja sebagai orang-orang yang berguna didunia, digereja, diladang-ladang moral Allah, yang sekarang sedang memanggil pekerja-pekerja untuk pekerjaan penginjilan diseberang lautan.
Orang-orang muda itu haruslah mendapat kesan dalam pikiran mereka yang mereka itu dapat dipercaya.  Mereka mempunyai harga diri, mereka ingin dihormati, dan itu adalah hak mereka.  Kalau para murid mendapat kesan yang mereka tidak dapat keluar ataupun tidak dapat masuk, duduk pada meja-meja belajar, atau pergi kemana saja, bahkan dalam ruangan mereka sendiri, selalu ada mata yang memperhatikan, siap mengkritik dan menyampaikan laporan, maka itu akan memberikan pengaruh yang menurunkan derajat moral, dan waktu-waktu mereka akan berlalu tanpa ada kegembiraan.  Pengamatan yang terus menerus dilakukan terhadap mereka melebihi dari penjagaan orang tua, adalah lebih buruk akibatnya; karena para orang tua yang bijaksana, secara taktis akan dapat mengetahui kebutuhan dari pikiran-pikiran yang lelah dan kerinduan-kerinduan orang muda yang menggelisahkan, ataupun tekanan-tekanan dari pencobaan yang mereka sedang hadapi, sehingga para orang tua itu sanggup mengajar mereka bagaimana mengatur rencana-rencana yang baik untuk menghadang kejahatan-kejahatan.  Pengamatan secara terus menerus ini tidak alamiah dan justru akan menghasilkan kejahatan yang sebenarnya ingin dihindari.  Kesehatan untuk para orang muda adalah latihan-latihan, keceriaan, kebahagiaan, suasana yang menyenangkan disekeliling mereka untuk mengembangkan kesehatan fisik dan tabiat yang seimbang.
Firman Allah haruslah dibukakan kepada orang-orang muda, tetapi seorang yang masih muda yang belum berpengalaman tidaklah pantas diminta untuk melakukan hal ini.  Merekalah, yang diwajibkan untuk mengamati murid-murid secara terus menerus untuk menjamin perilaku murid-murid itu selalu baik, yang harus diminta untuk mengajarkan Firman kepada para murid dimanapun saja berada.  Itu sebabnya pembentukan tabiat dari para murid yang dilakukan dengan system pelatihan yang tidak alamiah itu, akan membawa kehancuran secara keseluruhan.  Tentukan tujuan terlebih dahulu sebelum mendisiplin mental dan membentuk perasaan dan kebiasaan moral yang baik.
Secara umum, berikanlah pelajaran-pelajaran yang terpilih dan tidak terlalu banyak, dan mereka yang memasuki perguruan-perguruan tinggi kita, haruslah mendapat pelatihan yang berbeda dari yang diberikan oleh sekolah-sekolah umum yang lainnya.  Pada umumnya mereka telah belajar mengenai dasar  prinsip-prinsip Ke-Kristen-an, kalau mereka mempunyai orang tua yang bijaksana dan takut akan Allah.  Firman Allah telah dihormati dalam keluarga mereka, dan ajaran-ajaranNya telah dijadikan peraturan dirumah-tangganya.  Mereka telah mendapat pemeliharaan dan teguran sesuai dengan Injil, dan kalau mereka datang kesekolah-sekolah, pendidikan dan pelatihan yang sama seharusnya diteruskan kepada mereka.  Peribahasa-peribahasa dunia, adat istiadat dan praktek-praktek keduniawian, bukanlah pelajaran-pelajaran yang mereka butuhkan;  tetapi mereka harus melihat yang guru-guru mereka disekolah mempedulikan jiwa-jiwa mereka, sehingga mereka berminat dalam soal kesejahteraan rohani, agama adalah prinsip terbesar yang tidak terhitung nilainya; karena kasih dan takut akan Allah adalah permulaan segala hikmat.  Orang-orang muda yang dipisahkan dari suasana rumahnya, dari peraturan dirumah dan dari penjagaan orang tua, kalau ditinggalkan sendiri untuk memilih teman-teman mereka, akan menemui krisis didalam sejarah hidup mereka, dan biasanya bukanlah yang menyenangkan terhadap kesalehan atau prinsip-prinsip.
Jadi, dimanapun sebuah sekolah dibangun,  disana haruslah ditemukan hati yang hangat dari para guru, untuk menunjukkan minat terhadap orang-orang muda kita.  Para ayah dan para ibu, sangat dibutuhkan untuk memberikan simpati yang tulus, memberikan teguran yang lembut namun tegas, dan semua kegembiraan yang memungkinkan untuk dibawa kedalam pelatihan kerohanian.  Kalau ada orang yang memberikan pelatihan kerohanian dengan cara yang melelahkan dan terlalu lama, maka orang muda itu akan mendapat kesan, bahwa apapun yang berhubungan dengan agama, adalah salah satu pelajaran yang kering, tidak merakyat, dan tidak menarik.  Dan orang-orang muda ini akan membuat ukuran mereka dengan cara mereka sendiri, tentu saja bukan ukuran yang tertinggi, tetapi prinsip-prinsip yang lemah dan ukuran yang juga rendah, yang akan merusak ajaran-ajaran yang seharusnya, yang kalau diajarkan dengan tepat, sebenarnya akan memberikan kemampuan untuk menjadi berkat, bukan saja untuk menyegerakan kedatanganNya, tetapi juga berkat bagi gereja dan kepada dunia.  Semangat yang menyala-nyala dan kesalehan yang dihidupkan, haruslah ada didalam setiap diri para guru.  Kebaktian setiap pagi dan malam dan kebaktian hari Sabat, kalau dijalankan tanpa adanya kepedulian, dan kalau tidak dikuatkan dengan Roh Allah, maka akan timbul perasaan bercampur baur didalam hati para orang muda itu – perasaan kering, tidak bersemangat, kepahitan, lelah, kurang menarik dan kurang menyenangkan, terhadap pelatihan-pelatihan yang diadakan disekolah.  Pertemuan-pertemuan sosial haruslah diatur dengan perencanaan yang baik dengan tujuan yang positif untuk membuat orang-orang muda, bukan saja mendapatkan suasana yang menyenangkan tetapi juga minat dan ketertarikan yang positif.
Biarlah mereka, yang memiliki kemampuan untuk mengajar orang-orang muda, terlebih dahulu belajar disekolah-sekolah Kristus, dan mempelajari pelajaran-pelajaran bagaimana berkomunikasi dengan orang-orang muda.  Kesungguh-sungguhan, ketekunan, dan perasaan suka berbakti sangatlah dibutuhkan, dan semua kedangkalan haruslah dihindari.  Diharapkan semua guru-guru mau mengalahkan perasaan tinggi dirinya agar dapat menyatukan diri dengan anak-anak didalam pelatihan-pelatihan dan permainan, tanpa harus meninggalkan kesan yang engkau kurang memperhatikan mereka, tanpa harus berjalan mondar mandir menunjukkan kekuasaan, seakan-akan engkau adalah tentara yang berseragam sedang mengawasi mereka.  Kehadiranmu  akan memberikan teladan untuk pembentukan dari semua tindakan mereka.  Kesatuanmu dengan mereka akan mendenyutkan nadi jantungmu dan akan mengeluarkan rasa kasih sayang yang baru untuk mereka.  Orang-orang muda itu membutuhkan rasa simpati, kasih sayang, dan cinta, kalau tidak maka mereka akan patah semangat.  Roh “aku tidak peduli siapapun dan siapapun tidak mempedulikan aku”  akan mengambil tempat dihati mereka, dan walaupun mereka mengaku sebagai pengikut-pengikut Kristus, mereka akan mendapati pencobaan yang jahat ada dijalan mereka  , dan mereka berada didalam bahaya patah hati, tidak peduli, dan murtad dari Allah.  Maka kemudian beberapa orang merasa berkewajiban untuk menegur mereka, melayani mereka dengan acuh tak acuh, sepertinya orang-orang muda itu lebih buruk daripada mereka sendiri, dan hanya sedikit, mungkin tidak ada, yang merasa bahwa ada tugas istimewa untuk mengusahakan membentuk kembali para orang muda itu, dan membuang kesan yang buruk yang telah mereka dapat.
Kewajiban-kewajiban para guru sangat berat dan suci, tetapi tidak ada bagian dari pekerjaan itu yang lebih penting daripada mengawasi orang-orang muda itu dengan kelemah-lembutan dan keprihatinan yang disertai kasih sayang, agar mereka boleh merasa yang kita adalah teman bagi mereka.  Sekali saja kalau kita berhasil memenangkan kepercayaan mereka, engkau akan mudah menuntun mereka, mengawasi mereka, dan melatih mereka.  Tujuan yang suci dari prinsip-prinsip ke-Kristen-an kita haruslah dibawa kedalam kehidupan kita.  Keselamatan dari para murid adalah tujuan yang paling tinggi yang dipercayakan oleh Allah kepada para guru yang takut akan Allah.  Dia adalah pekerja-pekerja Kristus, dan usahanya harus dikhususkan dan dipertimbangkan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa dari kebinasaan dan memenangkan mereka kepada Yesus Kristus.  Allah akan meminta hal ini dari tangan para guru, setiap orang dituntut untuk menuntun kehidupan menuju kepada kesalehan, kemurnian, dan ketekunan didalam melakukan setiap tugas.  Kalau hati kita bercahaya memantulkan kasih Allah, maka dihati akan ada kasih sayang yang sejati, dan itu sangat penting; doa-doa kita akan lebih bersemangat dan kesetiaan akan kita miliki.  Kalau melalaikan ini, maka jiwa-jiwa yang berada dibawah naunganmu akan berada didalam bahaya.  Lebih baik mengurangi waktu untuk berbicara banyak, atau untuk belajar yang melelahkan, dan mengalihkannya kepada tugas-tugas yang dilalaikan ini.
Sesudah semua usaha ini dijalankan, para guru akan mendapati bahwa mungkin ada beberapa orang murid yang dibawah asuhannya akan mengembangkan tabiat-tabiat yang tidak berprinsip, kurang bermoral, dalam banyak kasus, adalah sebagai akibat dari teladan yang kasar dan disiplin orang tua yang diabaikan. Dan mungkin juga para guru yang telah melakukan segala macam usaha, gagal membawa orang muda ini kepada kehidupan yang bersih dan suci;  dan sesudah menjalankan disiplin dengan penuh kesabaran, dan kerja keras dengan penuh kasih sayang dan doa yang tekun, mereka akan dikecewakan oleh para murid yang tadinya diharapkan menjadi baik.  Dan sebagai tambahan untuk hal tersebut, pendekatan dari orang tua mungkin akan ada, karena para orang tua itu sendiri tidak memiliki kuasa untuk memantulkan pengaruh dari teladan mereka sendiri, dan yang telah memberikan pelatihan kepada anak-anaknya dengan tidak bijaksana.  Para guru itu mungkin saja akan menghadapi keadaan yang tidak menyenangkan ini, padahal mereka telah berusaha keras.  Tetapi mereka harus terus bekerja, mempercayai Allah yang akan bekerja bersama dengan mereka, berdiri disampingnya dan bekerja terus dengan kesetiaan.  Usaha itu akan menyelamatkan orang lain kepada Allah, dan pengaruh mereka akan ditinggikan dalam usaha penyelamatan itu.  Biarlah para pendeta, guru-guru Sekolah Sabat, guru-guru diperguruan-perguruan tinggi kita, menyatukan hati dan jiwa dan tujuan didalam usaha penyelamatan orang-orang muda dari kebinasaan.
Banyak orang yang merasa, “Tidaklah terlalu menjadi masalah kalau kita ini dalam hal tertentu tidak berpendidikan secara utuh,”  maka kemudian ukuran pengetahuan yang lebih rendah dapat diterima dengan baik.  Dan sekarang kalau orang yang mampu dan sesuai, dicari untuk bermacam-macam kedudukan diposisi yang dipercaya, sulit didapatkan;  atau kalau dicari wanita-wanita dengan pikiran yang seimbang, tidak saja dengan pendidikan yang hanya lumayan, tetapi dengan pendidikan yang cocok untuk posisi-posisi yang dipercaya, mereka jarang sekali ada.  Apa yang pantas dikerjakan dengan tuntas adalah pantas untuk dikerjakan dengan baik.  Sementara itu kalau agama dijadikan unsur yang dapat dimasukkan kesetiap sekolah dan menyebarkan pengaruh baiknya, maka agama itu akan dapat membuat semua orang yang mengaku sebagai pengikut Kristus lebih merasakan kebutuhan mereka untuk memperoleh pengetahuan secara menyeluruh, agar mereka dapat menjadikan diri mereka sebagai alat yang berguna sebagaimana Allah telah mempercayakannya kepada mereka.  Sementara bertumbuh didalam karunia dan pengetahuan akan Yesus Kristus Tuhan kita, mereka akan menyadari akan kekurangan-kekurangan mereka, dan akan terus mencari jalan untuk meluaskan kekuatan pikirannya, dan mereka menjadi orang-orang Kristen yang cerdas.
Tuhan Yesus akan dilecehkan oleh pendapat-pendapat yang murahan atau rancangan-rancangan yang dibuat manusia.  Dia yang tidak merasakan tuntutan Allah yang mengikat terhadap hukum Allah, dan lalai untuk melaksanakan setiap tuntutan itu, berarti melanggar terhadap seluruh hukum.  Dia yang puas dengan sebagian saja dari ukuran kebenaran, dan yang tidak mengalahkan setiap musuh rohani, tidak akan pernah menemukan rancangan Allah.  Dia merendahkan seluruh rencana kehidupan rohaninya, melemahkan tabiat rohaninya, dan bila menghadapi tekanan dari pencobaan, tabiatnya yang rendah akan mengalahkannya, dan kejahatanlah yang menang.  Kita perlu dengan bersungguh-sungguh memutuskan untuk mendapatkan ukuran rohani setinggi mungkin.  Tabiat-tabiat dan pikiran-pikiran yang dibangun mula-mula haruslah dikalahkan didalam menghadapi banyak kasus, sebelum kita membuat kemajuan didalam hidup kerohanian kita.   Orang Kristen yang setia akan menghasilkan banyak buah; dia adalah seorang pekerja; dia tidak akan menyimpang dan bermalas-malasan, tetapi dia akan mengenakan seluruh perlengkapan senjata untuk berjuang didalam medan pertempuran Allah.  Pekerjaan yang paling utama adalah membentuk perasaan, selera, nafsu, motivasi, keinginan, kepada standar moral yang terbesar dari kebenaran.  Pekerjaan itu harus dimulai dari hati.  Hati haruslah murni, tunduk sepenuhnya kepada kemauan Allah, bila timbul nafsu, atau tingkah-laku, atau kemerosotan, hati itu akan menjadi kekuatan untuk mengalahkannya.  Allah hanya akan menerima hati yang seluruhnya diserahkan.
Allah menginginkan agar guru-guru disekolah-sekolah kita menjadi orang-orang yang effisien.  Kalau  mereka mengembangkan pengertian tentang kerohanian, mereka akan merasa bahwa sangatlah penting menjadi orang yang unggul didalam hal ilmu pengetahuan.  Kesalehan dan pengalaman rohani terletak tepat pada dasar dari suatu pendidikan yang benar.  Tetapi janganlah seorangpun merasa kalau memiliki kesungguh-sungguhan didalam hal-hal kerohanian, itu sudah cukup penting untuk menjadi seorang pendidik.  Sementara mereka membutuhkan bukan saja kesalehan, mereka juga membutuhkan pengetahuan yang utuh mengenai ilmu-ilmu yang lainnya.  Ini tidak saja akan membuat mereka jadi orang Kristen yang baik dan praktis, tetapi juga akan menyanggupkan mereka untuk mendidik orang-orang muda, dan pada saat yang sama mereka akan memiliki juga kebijaksanaan dari surga untuk menuntun orang-orang muda kepada sumber dari air kehidupan.  Dia adalah orang Kristen yang bertujuan untuk mencapai hasil karya yang tertinggi untuk melakukan kebaikan terhadap orang lain.  Ilmu pengetahuan yang digabungkan dengan secara harmonis dengan tabiat seperti Kristus akan menjadikan orang tersebut sebagai suatu sinar cahaya yang menerangi dunia.  Allah bekerja bersama dengan usaha manusia.  Mereka yang menggunakan segenap ketekunan dan kerajinan untuk memastikan panggilan dan pilihan, akan merasakan bahwa pengetahuan yang tinggi semata-mata, tidak cukup untuk membuat mereka menjadi orang-orang yang berguna.  Pendidikan yang diseimbangkan dengan pengalaman rohani yang teguh, cocok menjadi anakanak Allah untuk melakukan pekerjaan yang ditugaskan dengan tekun, tegas, dan penuh pengertian.  Kalau seseorang mempelajari tentang Yesus sebagai Pendidik terbesar yang pernah dikenal didunia, dia tidak saja akan mendapat tabiat Kristus yang sejajar, tetapi juga pikiran terlatih untuk melakukan pekerjaan dengan berhasil. 
Allah tidak menginginkan kita berpuas diri dengan kemalasan, pikiran yang tidak didisiplin, pikiran yang bodoh, dan ingatan yang cepat lupa.  Dia menginginkan agar guru-guru menjadi orang yang effisien, tidak cepat berpuas diri dengan sedikit kesuksesan, tetapi merasakan kebutuhannya untuk mengejar ilmu pengetahuan dengan rajin.  Tubuh-tubuh dan jiwa-jiwa kita ini adalah milik Allah, karena Dia telah membelinya.  Dia telah memberikan talenta-talenta kepada kita, dan menyanggupkan kita untuk mendapatkannya lebih banyak lagi, agar supaya kita boleh menolong diri kita sendiri dan juga menolong orang lain terus maju didalam jalan kehidupan kita masing-masing.  Kewajiban kita adalah mengembangkan dan menguatkan karunia-karunia yang Allah pinjamkan kepada kita, dengan mana kita akan dapat melakukan pekerjaan yang tekun dan efisien, baik untuk hal-hal yang sementara maupun untuk hal-hal yang rohani.  Kalau semua orang menyadari akan hal ini, betapa cepatnya kita akan melihat terjadinya perbedaan yang ada disekolah-sekolah kita, gereja-gereja kita, dan juga pekerjaan-pekerjaan misi kita.  Namun kebanyakan orang lebih puas dengan sedikit saja ilmu pengetahuan, pencapaian sekedarnya saja; dan perlunya menjadi orang seperti Daniel dan Musa, orang yang memiliki pengaruh, orang yang tabiatnya harmonis menjadi berkat bagi manusia dan bagi kemuliaan Allah, -- hanya sedikit saja orang yang memiliki pengalaman semacam itu, dan sebagai dampaknya, sekarang hanya sedikit saja orang yang sesuai dengan kebutuhan zaman yang sangat besar.
Allah tidak mengabaikan orang yang suka mengabaikan, tetapi kalau mereka mempunyai hubungan yang baik dengan Kristus, kalau mereka disucikan melalui kebenaran, mereka akan selalu haus akan ilmu pengetahuan.  Dengan menggunakan segenap kuasa untuk memuliakan Allah, mereka akan mendapat tambahan kuasa untuk memuliakan Dia.  Tetapi orang-orang yang mau tetap tinggal didalam saluran yang dangkal – karena Allah akan menolak untuk menerima mereka kalau mereka berada disana – adalah orang-orang dungu; padahal ada ratusan dan ribuan orang yang melakukan hal seperti ini.  Allah telah memberikan kepada mereka mesin-mesin yang hidup, dan ini perlu digunakan setiap hari agar pikiran terus bertambah dan bertambah didalam pencapaian-pencapaiannya.  Sungguh memalukan kalau banyak orang yang menjalinkan diri dengan kelalaian yang merendahkan, dan dengan semua kwalitas yang Allah telah berikan kepada kita untuk belajar, tetap saja banyak orang yang mau tinggal didalam posisi yang rendah yang sama dengan pada waktu mereka mula pertama menerima kebenaran.   Mereka tidak mau menumbuhkan mental mereka; mereka tidak menjadi lebih baik dan lebih siap untuk melakukan pekerjaan besar dan tugas-tugas baik yang mereka dapatkan pada waktu mereka mula pertama mendengar tentang kebenaran. 
Banyak orang yang menjadi guru-guru kebenaran tetapi mereka sendiri berhenti menjadi murid-murid, berhenti menggali, menggali kebenaran yang bagaikan harta tersembunyi.  Pikiran-pikiran mereka hanya mencapai standar yang rendah yang biasa-biasa saja; mereka tidak berusaha menjadi orang yang mempunyai pengaruh, - bukan untuk kepentingan dan ambisi pribadi, tetapi demi kepentingan Kristus, agar mereka boleh menyatakan kuasa kebenaran melalui intelektual mereka.  Menghargai talenta mempelajari buku-buku bukanlah dosa, asalkan saja tidak didewakan;  tetapi janganlah seorangpun yang  memperjuangkan kemasyhuran diri yang sia-sia.  Kalau ini masalahnya, maka akan ada kekosongan kebijaksanaan yang datang dari atas, kebijaksanaan yang murni, membawa kedamaian, mudah dicerna, penuh kasih dan memberikan buah-buah yang baik. 
Misi-misi yang dibangun dikota-kota, kalau dipimpin oleh orang-orang yang memiliki kemampuan untuk mengatur misi semacam ini dengan bijaksana, maka dia akan tetap bercahaya, bersinar ditengah-tengah kegelapan moral.  Membuka Firman yang berarti mempelajari Alkitab, merupakan bagian yang terpenting dari pekerjaan yang berhubungan dengan misi ini, tetapi pekerja-pekerja tidak dapat melakukan pekerjaan ini kecuali mereka dipersiapkan dengan baik.  Banyak orang yang seharusnya dapat dilatih disekolah, bahkan sebelum mereka mengetahui bagaimana cara belajar mengendalikan otak dan pikiran-pikiran mereka dibawah kehendakNya, dan bagaimana menggunakan  kuasa mentalnya dengan kebijaksanaan.
Banyak hal yang dapat kita pelajari sebagai manusia sebelum kita memiliki kemampuan untuk memasuki pekerjaan besar mempersiapkan orang-orang lain untuk teguh berdiri dihari Tuhan nanti.  Sekolah-sekolah Sabat kita yang mendidik anak-anak dan orang-orang muda kita, masih terlalu dangkal.  Pemimpin-pemimpinnya perlu membajak lebih dalam lagi, mereka perlu berpikir dan bekerja dengan lebih keras lagi untuk melakukan pekerjaannya.  Mereka perlu menjadi murid yang seutuhnya untuk lebih banyak mempelajari Alkitab, lebih banyak memiliki pengalaman kerohanian, sehubungan dengan tugasnya untuk memimpin Sekolah-sekolah Sabat yang sesuai dengan perintah Tuhan, serta mengetahui bagaimana menuntun anak-anak dan orang-orang muda datang kepada Penebus.  Inilah salah satu cabang pekerjaan yang timpang karena kekurangan guru-guru yang effisien, kekurangan orang-orang yang cerdas yang merasa bertanggung-jawab kepada Allah untuk menggunakan seluruh kekuatan mereka, bukan untuk meninggikan diri sendiri, bukan untuk hal yang sia-sia, tetapi untuk melakukan kebaikan.
Betapa besar dan betapa luasnya perintah itu, “Pergilah dan ajarlah semua bangsa, dan baptiskan mereka dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Suci; ajarlah mereka untuk meneliti segala sesuatu yang Aku perintahkan kepadamu; dan lihatlah, Aku akan menyertai engkau sampai kepada kesudahan alam”!  Disinilah karunia diberikan kepada manusia, tetapi betapa besarnya jumlah orang yang melanggarnya!  Betapa sedikitnya orang yang mau menyambut dan masuk kekedalaman membawa jaring mereka untuk menangkap!  Kini, kalau ini dilakukan, kalau orang-orang menjadi pekerja-pekerja bersama-sama dengan Allah, kalau orang-orang dipanggil untuk bekerja dimisi-misi dikota, dan bertemu dengan segala macam tingkat pikiran, haruslah ada persiapan yang dilakukan untuk menghadapi pekerjaan semacam ini. --  Review and Herald, 21 Juni, 1887.



















15
HARGA  DARI  BELAJAR  ALKITAB

“Semua tulisan diberikan melalui ilham dari Allah, dan berguna untuk mengajar, untuk menegur, untuk memperbaiki, untuk menuntun didalam kebenaran : sehingga uamt Allah akan menjadi sempurna, diperlengkapi untuk semua pekerjaan yang baik.”  Firman Allah adalah seperti tempat penyimpanan, berisi segala macam yang perlu untuk menyempurnakan umat Allah.  Kita tidak menghargai Alkitab sebagaimana seharusnya.  Kita tidak mempunyai kemampuan untuk menilai kekayaan yang ada didalam penyimpanan itu, juga kita tidak menyadari betapa pentingnya meneliti Firman itu bagi kita sendiri.  Orang-orang lalai belajar Firman Allah demi mengejar keuntungan dunia, atau demi bersenang-senang menggunakan waktunya.  Beberapa peristiwa kecil dijadikan sebagai maaf untuk melalaikan tulisan yang diberikan melalui ilham Allah.  Namun apapun juga yang berhubungan dengan keduniawian sebaiknya disingkirkan, daripada melalaikan belajar hal-hal yang maha penting ini, yaitu yang dapat menjadikan kita bijaksana sampai kedalam kerajaan surga.
Hati saya sakit bila melihat orang-orang – bahkan orang-orang yang mengaku sedang menanti kedatangan Kristus – menggunakan waktu dan talenta-talenta mereka untuk mengedarkan buku-buku yang tidak berisi apa mengenai kebenaran khusus untuk zaman kita ini, -  buku-buku tentang berpidato, buku-buku biografi, buku-buku tentang teori-teori manusia dan perkiraan-perkiraannya.  Dunia ini penuh dengan buku-buku semacam ini; buku-buku itu dapat dibeli dimana-mana; tetapi dapatkah pengikut-pengikut Kristus melibatkan diri dengan kegiatan yang tidak berarti itu sementara jeritan dari orang-orang yang membutuhkan kebenaran Allah terdengar dimana-mana?   Mengerjakan pekerjaan semacam ini bukanlah merupakan misi  kita.  Ada ribuan orang lain yang melakukannya, sebagai orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan yang lebih baik.  Kita punya misi yang tidak terbatas, dan kita tidak seharusnya memalingkan diri untuk mengenyampingkannya, mempekerjakan orang-orang dan menarik perhatian mereka kepada buku-buku yang tidak berisikan tentang kebenaran zaman ini.
Apakah engkau mendoakan untuk pengembangan kebenaran ini?  Maka bekerjalah untuk itu, dan tunjukkan bahwa doa-doamu  datang dari hati yang sungguh-sungguh dan tekun.  Allah tidak akan melakukan keajaiban-keajaiban ditempat dimana Dia telah mempersiapkan perlengkapan-perlengkapan dengan mana pekerjaan itu dapat diselesaikan.  Gunakanlah waktu dan talenta-talentamu untuk pelayanan bagi Dia, dan Dia tidak akan gagal untuk bekerja bersama-sama dengan usahamu.  Kalau para petani gagal untuk membajak dan menabur, Allah tidak akan melakukan keajaiban untuk memperbaiki akibat-akibat dari kelalaian itu.  Waktu menuai akan menemukan ladang-ladangnya tandus – tidak ada berkas-berkas untuk dipanen, tidak ada gandum untuk dikumpulkan.  Allah telah menyediakan benih dan tanah, matahari dan hujan; dan bila sipenggarap tanah telah bekerja mengerjakan apa yang harus dikerjakannya, dia akan menerima sesuai dengan apa yang telah ditabur dan dikerjakannya.
Ini adalah hukum utama yang mengatur dunia alam, dan hal-hal yang rohani dikendalikan oleh prinsip-prinsip yang hampir setara; hasil untuk akhirnya harus dikerjakan, bila hasil yang diharapkan mau diraih.  Mereka yang tidak melakukan usaha apa-apa bagi diri mereka sendiri, bukanlah orang yang bekerja sejalan dengan hukum Allah.  Mereka itu tidak menggunakan pemberian Bapa yang disurga, dan mereka tidak dapat mengharapkan apapun juga, hanya kekurangan yang akan diperolehnya.  Roh Kudus tidak akan mau memaksa seseorang untuk melakukan tindakan semacam itu.  Kita adalah agen-agen Allah yang memiliki kebebasan moral; dan kalau bukti-bukti yang nyata telah diberikan kepada kita untuk melakukan tugas-tugas kita, maka terserah kepada kita sendiri untuk memutuskan tindakan apa yang akan kita lakukan.
Engkau sedang menanti-nantikan pengharapan dengan bermalas-malasan agar Allah mau melakukan beberapa keajaiban untuk menerangi dunia dengan kebenaran, saya ingin bertanya kepadamu apakah engkau telah mengerjakan tugasmu yang diberikan oleh Allah untuk menyebarkan kebenaranNya?  Engkau yang berdoa untuk terang dan kebenaran dari surga, sudahkah engkau mempelajari Alkitab?  Sudahkah engkau menginginkan “makanan Firman yang sesungguhnya,” sehingga engkau dapat bertumbuh?  Sudahkah engkau menyerahkan dirimu sendiri dibawah perintah yang telah dinyatakan?  “Kamu harus”  dan  “Janganlah kamu” adalah perintah-perintah yang kekal, dan janganlah ada kemalasan didalam kehidupan orang-orang Kristen.  Engkau yang merindukan hal-hal yang rohani,  apakah engkau sudah berusaha untuk mengenal dan melakukan kehendak Allah?  Apakah engkau melakukan perjuangan untuk memasuki gerbang itu?  Disana ada pekerjaan, pekerjaan yang tekun, untuk dikerjakan bagi Tuanmu.  Tuduhan setan mengenai Firman Allah haruslah dikalahkan.  Secara pribadi engkau harus bertempur melawan dunia, melawan daging, dan melawan kejahatan.  
Firman Allah disebut sebagai “Pedang Roh” dan engkau harus trampil menggunakan pedang itu, kalau engkau hendak memotong jalanmu melalui pasukan kegelapan yang berlawanan.
Lepaskan dirimu sendiri dari pergaulan yang menyakitkan.  Perhitungkan harganya bila engkau mengikut Yesus, dan bersihkanlah dirimu dari kekotoran daging dan roh untuk tujuan yang pasti.  Kehidupan kekal layak menjadi milikmu, dan Yesus telah mengatakan, “Barangsiapa yang tidak menyangkali segala sesuatu yang dimilikinya, dia tidak akan menjadi muridKu.”  Dia yang tidak melalukan apa-apa, tetapi menunggu untuk dipaksa oleh agen-agen supra natural, akan menunggu didalam kelesuan dan kegelapan.  Allah telah memberikan FirmanNya.  Allah berbicara dengan bahasa yang tidak akan salah kepada jiwamu.  Apakah Firman yang datang dari mulutNya tidak cukup memuaskan untuk menunjukkan kepadamu akan tugas-tugasmu, dan memintamu untuk segera menyelesaikannya?
Orang-orang yang dengan rendah hati dan mempelajari Alkitab dengan doa, untuk mengenal dan melakukan kehendakNya, tidak akan ragu-ragu melakukan kewajibannya bagi Allah.  Karena “kalau setiap orang mau melakukan kehendakNya, dia akan mengenal ajaran-ajaranNya,”  Kalau engkau ingin mengetahui tentang rahasia ke-Ilahi-anNya, engkau harus mengikuti FirmanNya yang jelas.  Penurutan haruslah datang dari prinsip, dan yang benar haruslah diraih dalam keadaan apapun juga.  Ini adalah tabiat yang dipilih oleh Allah untuk mendapatkan keselamatan.  Ujian dari seorang Kristen yang tulus diberikan didalam firman Allah.  Yesus mengatakan, “Kalau engkau mengasihi Aku, peliharalah hukum-hukumKu.”  Dia yang mempunyai hukum-hukumKu, dan memeliharanya, dialah yang mengasihi Aku: dan dia yang mengasihi Aku akan dikasihi oleh BapaKu, dan Aku akan mengasihinya, dan akan menyatakan diriKu sendiri kepadanya……  Kalau seseorang mengasihi Aku, dia akan menurut Hukum-hukumKu: dan Bapaku akan mengasihinya, dan kita akan datang kepadanya, dan diam didalamnya.  Dia yang tidak mengasihi Aku, tidak memelihara FirmanKu : dan perkataan yang kaudengar bukanlah perkatanKu, tetapi perkataan Bapa yang mengirimkan Aku.”
Inilah keadaan-keadaan diatas mana setiap jiwa akan dipilih untuk kehidupan kekal.  Penurutanmu kepada hukum-hukum Allah akan membuktikan hakmu atas warisan bersama orang-orang suci yang berada didalam terang.  Allah telah memilih tabiat agung yang tertentu;  dan setiap orang yang melalui karunia Allah akan meraih standar dari tuntutanNya, mendapatkan jalan lowong untuk memasuki kerajaan kemuliaanNya.  Setiap orang yang mau mendapatkan standar tabiat ini, haruslah mau melakukan tugas-tugas yang Allah telah sediakan sampai keakhirnya nanti.  Kalau engkau ingin mewarisi bagian yang tersisa dari bagian yang diperuntukkan anak-anak Allah, engkau harus menjadi pekerja bersama dengan Allah.  Engkau dipilih untuk mengenakan kuk Kristus, - untuk memikul bebanNya, mengangkat salibNya.  Engkau harus menjadi orang yang rajin “untuk memastikan panggilan dan pilihan bagimu.”  Telitilah Alkitab, dan engkau akan melihat bahwa tidak ada seorangpun yang akan dipilih bila tidak menurut kepada hukum-hukum Allah.  Dunia telah menolak hukum Allah itu; tetapi orang-orang Kristen telah dipilih kepada kesucian melalui penurutan terhadap kebenaran.  Mereka dipilih untuk memikul salib, kalau mereka mau mengenakan mahkota.
Alkitab adalah satu-satunya peraturan dari iman dan ajaran-ajaran.  Dan tidak ada satupun yang diperhitungkan layak untuk memberikan dorongan kepada pikiran, menguatkan intelektual, selain mempelajari Firman Allah.  Tidak ada buku yang lain yang begitu kuat untuk mengembangkan pikiran-pikiran, untuk memberikan tenaga kepada kemampuan-kemampuan seperti kebenaran Alkitab yang luas dan agung.  Kalau Firman Allah dipelajari sebagaimana seharusnya, orang akan mendapatkan pikiran yang luas, tabiat yang agung, dan tujuan yang stabil, yang sudah jarang terdapat pada zaman kita sekarang.  Ribuan orang yang menginjil dimimbar, pikiran dan tabiatnya sangat kekurangan mutu yang utama, karena mereka sendiri tidak menghayati dan menghidupkan apa yang sudah mereka pelajari dari Firman itu.  Mereka hanya puas mempelajari pengetahuan secara dangkal mengenai kebenaran-kebenaran yang penuh dengan arti-arti yang dalam; dan mereka lebih suka melanjutkan mempelajari yang lain, mereka lebih suka kehilangan arti dari kebenaran yang lebih penting, daripada menggali lebih dalam untuk mencari harta yang tersembunyi.
Penelitian akan kebenaran memberikan hasil bagi sipeneliti pada setiap usahanya, dan setiap penemuan akan membuka ladang-ladang yang lebih makmur untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.  Orang akan diubahkan sehubungan dengan apa yang telah mereka renungkan.  Kalau pikiran hanya merenungkan hal-hal yang biasa-biasa saja, orang itupun akan berada ditempat yang biasa-biasa saja.  Kalau dia terlalu lalai untuk berusaha, dan cukup puas dengan pengertian yang dangkal akan kebenaran Allah, dia tidak akan menerima berkar-berkat yang limpah yang Allah akan curahkan keatasnya.  Ini adalah hukum dari pikiran, pikiran boleh tetap dangkal dan akan menjadi terbiasa untuk  mengarah kepada hal-hal yang biasa-biasa saja.  Kekuatan mental akan ditegangkan, dan akhirnya kehilangan kemampuan untuk meraih pengertian yang dalam dari firman Allah, kecuali mereka mengadakan penelitian dengan kegiatan yang luar biasa secara terus menerus.  Pikiran akan diperluas, kalau pikiran itu digiatkan untuk menelusuri hubungan pokok-pokok pelajaran yang ada didalam Alkitab, membandingkan satu tulisan kepada tulisan yang lainnya, dan menghubungkan hal yang rohani dengan kerohanian.  Pergilah lebih dalam dan lebih dalam; pikiran yang dipenuhi dengan harta yang berlimpah sedang menunggu untuk diberikan kepada murid-murid yang rajin dan trampil.
Orang-orang yang mengajarkan pelajaran yang paling saleh yang pernah diberikan kepada dunia, haruslah mendisiplin pikiran untuk memahami artinya yang paling penting.  Memahami tema penebusan memerlukan waktu belajar dengan penuh pemusatan pikiran, dan kedalamannya tetap tidak akan dinyatakan.  Engkau tidak perlu merasa takut bosan terhadap tema yang ajaib ini.  Minumlah dari sumur keselamatan dengan sepuas-puasnya.  Pergilah seorang diri kesumbernya, agar engkau dipenuhi dengan kesegaran, agar Yesus diam didalam dirimu sebagai sumber yang memancarkan air sampai kehidupan yang kekal.  Hanya kebenaran Alkitab dan agama Alkitab yang akan bertahan menghadapi ujian dihari pengadilan.  Kita tidak akan menyesatkan firman Allah agar sesuai dengan apa yang kita senangi dan sesuai dengan minat keduniawian, tetapi untuk bertanya dengan sejujurnya, “Apa yang Engkau kehendaki aku perbuat?”   “Engkau bukanlah milikmu sendiri, karena engkau telah dibeli dengan harga.”  Dan betapa mahal harganya!  “Bukan dengan barang yang dapat hancur, seperti perak dan emas,……….. tetapi dengan darah Kristus yang tidak ternilai.”  Bila seseorang tersesat, Anak Allah mengatakan, Aku akan menebusnya, Aku akan menjadi Penjamin dan menjadi Penggantinya.  Dia mengenyampingkan jubah kebesaranNya, menutupi kemulianNya dengan kemanusiaan, turun dari tahta kerajaan, sehingga Dia dapat mencapai setiap kesulitan dan pencobaan manusia yang paling dalam, mengangkat keadaan kita yang telah jatuh, dan membuat kita menjadi mampu sebagai pemenang-pemenang, menjadi anak-anak Allah, menjadi pewaris-pewaris dari kerajaan surga yang kekal.  Apakah kemudian akan kita biarkan bujukan dunia memalingkan kita dari jalan kebenaran?   Apakah kita akan memastikan untuk tidak meragukan setiap ajaran dan teori, kemudian menghadapkannya kepada ujian Firman Allah?  Jangan pernah biarkan sanggahan manusia – apapun itu – memalingkan kita dari kekayaan kebenaran Alkitab secara keseluruhan.  Pemikiran-pemikiran dan tata-cara manusia tidak pernah diterima sebagai kekuasaan yang agung.  Allah telah menyatakan didalam FirmanNya, seluruh tugas-tugas yang telah diberikan kepada manusia, dan kita tidak akan ditarik menjauh dari ukuran kebenaran yang tinggi.  Dia mengirimkan AnakNya yang tunggal untuk menjadi teladan bagi kita, dan meminta kita untuk mendengarkan dan mengikuti Dia.  Tidak seharusnya kita dipengaruhi untuk meninggalkan kebenaran yang ada didalam Yesus, karena banyak orang-orang besar dan terkenal memaksakan pendapat-pendapat mereka melebihi kutipan-kutipan yang jelas dari Firman Allah.  Pekerjaan Kristus adalah menarik manusia dari kesalahan dan kejatuhan, dan membawa mereka kepada kebenaran dan kemurnian.  “Dia yang mengikuti Aku tidak akan berjalan dalam kegelapan, tetapi akan memiliki cahaya kehidupan.”  Tidak ada bahayanya melangkah melalui kesalahan kalau kita mengikuti langkah kaki dari “Terang dunia.”  Kita harus mengerjakan pekerjaan-pekerjaan Kristus.  Kita harus menggabungkan hati dan jiwa didalam pelayananNya; kita harus meneliti perkataan hidup itu, dan mengajarkannya kepada orang lain.  Kita harus mendidik orang lain untuk menyadari pentingnya ajaran-ajaran itu, dan bahayanya memperdebatkan perintah-perintahNya yang sangat jelas.  Orang-orang Yahudi telah dituntun menuju kesalahan dan kehancuran, dan mengadakan penolakan terhadap Tuhan yang mulia, karena mereka tidak mengenal Tulisan-tulisan itu, juga tidak mengenal kekuasaan Allah.  Ada pekerjaan besar yang berada didepan kita, - untuk menuntun orang lain mengambil Firman Allah sebagai peraturan dari kehidupan mereka, tidak mengadakan kompromi dengan adat istiadat dan kebudayaan, tetapi berjalan didalam hukum-hukum dan peraturan-peraturan Tuhan.  -  Review and Herald, 17 Juli, 1888.


































16
BUKU  DIATAS  SEGALA  BUKU-BUKU

Mempelajari Alkitab akan memberikan kekuatan kepada intelektual.  Pemazmur mengatakan, “mempelajari FirmanMu akan memberikan terang; memberikan pengertian sampai kepada hal-hal yang sederhana.”  Pertanyaan ini sering ditanyakan kepada saya, “Haruskah Alkitab menjadi buku yang paling penting disekolah-sekolah kita?”  Alkitab adalah buku yang tidak ternilai, buku yang ajaib.  Alkitab adalah harta yang berisi permata-permata dan nilai yang berharga.  Alkitab adalah sejarah yang membuka kejadian-kejadian diabad-abad yang sudah berlalu.  Tanpa Alkitab maka kita tetap berada didalam perkiraan-perkiraan dan dongeng-dongeng sehubungan dengan peristiwa-peristiwa dizaman yang lalu.  Dari segala buku yang membanjiri dunia, walaupun buku-buku itu sangat berharga, Alkitab adalah buku diatas segala buku-buku.  Alkitab tidak saja memberikan sejarah mengenai penciptaan dunia ini, tetapi juga memberikan gambaran mengenai dunia yang akan datang.  Alkitab berisi peraturan-peraturan yang berhubungan dengan keajaiban-keajaiban alam semesta, dan Alkitab menjelaskan kepada pengertian kita siapa penguasa dari surga dan bumi.  Alkitab juga membuka tabir dari system teologi dan filosofi yang sederhana dan lengkap.  Orang-orang yang menjadi murid-murid Firman Allah, dan yang menuruti perintah-perintahNya, dan mencintai kebenaranNya yang jelas, akan mendapatkan peningkatan pikiran dan perilaku.  Buku Alkitab merupakan anugerah dari Allah yang harus membangkitkan rasa syukur yang paling tulus didalam setiap hati;  karena itu adalah wahyu dari Allah kepada manusia.
Kalau kebenaran-kebenaran Alkitab terjalin didalam kehidupan sehari-hari, kebenaran itu akan mengangkat pikiran dari keduniawian dan kemerosotannya.  Mereka yang erat berhubungan dengan Tulisan-tulisan itu, akan didapati sebagai manusia yang memantulkan pengaruh yang baik.  Didalam mempelajari kebenaran-kebenaran yang menunjukkan surga, Roh Allah akan mengisi orang tersebut.  Ada pengertian mengenai kehendak Allah yang dinyatakan, pikiran yang diperluas, dikembangkan, ditinggikan, dan dikaruniai dengan kekuatan baru, bila kita menghubungkan indera-indera kita kepada kebenaran yang mengagumkan itu.  Kalau belajar Alkitab dinomor duakan, kehilangan besar pasti terjadi.  Kalau sesaat saja Alkitab dikeluarkan dari sekolah-sekolah kita, maka setan akan menemukan ladang-ladang yang subur, dimana dia dapat bekerja dengan kecepatan yang luar biasa dan mengumpulkan tuaiannya sesuai dengan yang diinginkannya.
Bila Alkitab dilalaikan, maka pengertian akan mengambil tempat ditingkat yang dibawah dimana segala sesuatu dianggap biasa-biasa saja.  Kalau semua orang menjadikan Alkitab sebagai buku pelajaran mereka yang utama, maka kita dapat melihat orang-orang yang terus dikembangkan, mampu berpikir secara lebih mendalam, menunjukkan kecerdasan yang lebih tinggi, lebih daripada kalau orang itu hanya semata-mata mempelajari ilmu-ilmu pengetahuan dan sejarah.  Alkitab dapat memberikan kepada orang yang mempelajarinya, disiplin mental yang terus meningkat, yang muncul dari kebiasaan memikirkan hal-hal yang mulia dengan inderanya yang sudah diperkaya; diri sendiri disederhanakan, sementara Allah dan kebenarannya ditinggikan.  Adalah karena manusia itu yang tidak mengenal sejarah-sejarah Alkitab yang tidak ternilai, maka ada begitu banyak manusia yang ditinggikan, dan begitu sedikit kehormatan yang diberikan kepada Allah.  Alkitab itu berisi makanan-makanan yang berkwalitas yang sangat dibutuhkan oleh orang-orang Kristen agar mereka dapat bertumbuh kuat didalam roh dan intelektualnya.  Mempelajari segala macam buku-buku ilmu pengetahuan dan filsafat tidak akan dapat memenuhi kebutuhan pikiran dan moral manusia sebagaimana yang dapat dilakukan oleh Alkitab.  Melalui belajar Alkitab, hubungan akan terjalin dengan para nabi dan bapa.  Kebenaran itu dibungkus dengan jubah bahasa yang ditinggikan, yang akan menanamkan kuasa yang luar biasa besar keatas pikiran; otak akan diangkat menjauh dari hal-hal yang duniawi, dan dibawa kepada kesanggupan untuk memikirkan kemuliaan dari kehidupan kekal dimasa yang akan datang.  Kebijaksanaan manusia yang manakah yang dapat dibandingkan dengan kebesaran wahyu dari Allah?  Manusia yang terbatas, yang tidak mengenal Allah, boleh jadi berusaha mengecilkan nilai dari Firman itu, boleh menguburkan kebenaran dibawah pengetahuan akan ilmu-ilmu filsafat. 
Orang yang membanggakan kepintaran diatas ajaran-ajaran Firman Allah, perlu minum lebih banyak dari sumber pengetahuan, agar mereka boleh belajar mengenai kelalaian mereka yang sesungguhnya.  Ada kepintaran manusia yang dibanggakan, itu adalah kebodohan dimata Tuhan.  “Janganlah seorangpun menipu diri sendiri.  Kalau ada seseorang diantara kamu tampak bijaksana didunia ini, biarlah dia menjadi orang bodoh dulu, agar dia boleh menjadi orang yang sesungguhnya bijaksana.  Karena kebijaksanaan yang datangnya dari dunia adalah kebodohan bagi Allah.  Mereka yang hanya memiliki kebijaksanaan ini perlu menjadi orang bodoh dulu didalam dirinya sendiri.  Kelalaian terbesar yang sekarang menjadi kutuk bagi keturunan manusia sehubungan dengan tuntutan Allah yang mengikat terhadap hukumNya; dan kelalaian ini adalah akibat dari lupa belajar akan Firman Allah.  Setan memang telah membuat rencana untuk menyibukkan dan menyerap pikiran manusia, agar buku tuntunan besar Allah tidak menjadi buku diatas segala buku, dan agar orang-orang berdosa tidak dituntun dari jalan pelanggaran menuju kejalan penurutan.
Didalam meneliti halaman-halaman Alkitab, kita akan melewati berbagai pemandangan dan kekekalan.  Kita melihat Yesus, Anak Allah, datang kedunia kita ini, dan terlibat dalam pertempuran yang misterius dan mengalahkan kuasa-kuasa kegelapan.  Betapa ajaibnya, betapa sukarnya dilukiskan, Allah yang kekal mau merendahkan diri AnakNya yang paling disayangi!  Setiap murid pelajar Alkitab harus merenungkan kenyataan besar ini, dan dari renungan semacam itu, dia akan muncul dengan keadaan yang terangkat, disucikan, dan dimuliakan.
Alkitab adalah buku yang membuka tabir prinsip-prinsip kebenaran dan kebaikan.  Buku itu berisi apa saja yang dibutuhkan untuk menyelamatkan jiwa, dan pada saat yang sama buku itu memberikan kekuatan dan disiplin kepada pikiran.  Kalau dipergunakan sebagai buku pelajaran disekolah-sekolah kita, buku itu akan didapati memberikan lebih banyak kegunaan daripada buku-buku yang lainnya yang ada didunia ini, untuk menuntun manusia dengan bijaksana melalui masalah-masalah didalam kehidupannya, sebaik seperti memperlengkapi jiwa yang menaiki tangga kemajuan hingga mencapai surga.  Allah memelihara kita sebagai makhluk hidup yang memiliki intelektual, dan Dia telah memberikan FirmanNya kepada kita sebagai lampu pada kaki kita dan terang kepada jalan kita.  “Mempelajari FirmanMu akan memberikan terang; memberikan pengertian sampai kepada hal yang paling sederhana.”  Bukan hanya melulu membaca perkataan itu yang akan memberikan hasil seperti yang dirancang oleh surga, tetapi kebenaran yang dinyatakan didalam perkataan Allahlah yang mencari jalan menuju kedalam hati, kalau kebaikan yang dimaksud telah dicapai.  Orang yang terdidik dengan baik didalam ilmu-ilmu pengetahuan tidak selalu menjadi orang yang terbaik untuk menjadi alat yang dapat dipergunakan oleh Allah.  Ada banyak orang yang menemukan dirinya tersingkir, dan mereka yang telah mendapat sedikit kemajuan untuk mencapai pengetahuan dari buku-buku, menggantikan tempat-tempat mereka, karena golongan orang ini mempunyai pengetahuan mengenai hal-hal yang praktis yang penting digunakan untuk kehidupan sehari-hari; sementara mereka yang mengira diri mereka sendiri terpelajar, seringkali berhenti belajar, puas dengan diri sendiri, dan merasa berpendidikan lebih tinggi, merasa mengetahui lebih banyak tentang Yesus sebagai guru yang terbesar yang pernah diketahui oleh dunia.  Orang-orang yang telah bertumbuh dan berkembang, yang cara berpikirnya telah menjadi lebih baik oleh karena lebih dalam mempelajari Alkitab, sehingga mereka mengetahui kehendak Allah, akan menjadi orang yang berguna; karena firman Allah telah memenuhi kehidupan dan perilakunya.  Firman Allah haruslah menjadi gizi, yang menjadi makanan bagi orang-orang Kristen untuk bertumbuh kuat didalam roh dan intelektual, sehingga dia dapat bertempur mempertahankan kebenaran dan kebaikan.   
Mengapa orang-orang muda kita, dan bahkan juga orang-orang yang telah dewasa, begitu mudahnya dijerumuskan kedalam pencobaan dan dosa?  Itu disebabkan karena firman Allah tidak dipelajari dan direnungkan sebagaimana seharusnya.  Kalau firman itu dihargai, pasti akan ada pembaharuan didalam, ada kekuatan roh, yang dapat menolak pencobaan-pencobaan setan untuk melakukan kejahatan.  Kuasa kemauan yang teguh, tidak akan menjadi bagian didalam kehidupan dan tabiat seseorang karena perintah-perintah Allah tidak dipelajari dan dijadikan pokok renungan.  Bukanlah usaha kita yang melakukan penggabungan pikiran dengan kesucian, dengan pikiran-pikiran yang murni dan memisahkannya dari hal-hal yang tidak murni dan tidak benar.  Bukan hasil pemilihan untuk bagian yang lebih baik, duduk dikaki Yesus seperti yang dilakukan Maria, untuk belajar pelajaran-pelajaran yang paling suci mengenai Guru Agung, yang menyebabkan mereka boleh menempatkannya didalam hati dan menggunakannya dalam kehidupannya sehari-hari.  Merenungkan hal-hal yang sucilah yang akan mengangkat dan melembutkan pikiran, dan berkembang menjadi orang-orang Kristen yang terhormat.
Allah tidak akan mau menerima satupun dari kita yang mengecilkan kekuatannya dengan merendahkan nafsu duniawinya, melalui pikiran, atau melalui perkataan, ataupun tindakan.  Surga adalah tempat yang suci dan bersih, dimana tidak ada seorangpun dapat memasukinya kecuali mereka telah dipoles menjadi lebih baik, ditingkatkan kerohaniannya, dibersihkan, dan dimurnikan.  Ada pekerjaan bagi kita yang harus dikerjakan, dan kita akan mampu melakukannya hanya dengan meminta kekuatan dari Yesus.  Kita harus membuat Alkitab sebagai pokok pelajaran kita melebihi dari buku-buku yang lain; kita harus mencintainya, menurutinya sebagai suara dari Allah.  Kita harus melihat dan mengerti apa yang menjadi laranganNya dan apa yang dimintaNya, “Engkau harus”  dan  “Janganlah engkau”,  serta menyadari arti yang sebenarnya dari firman Allah.
Kalau firman Allah dibuat menjadi nasehat manusia, dan kita meneliti tulisan-tulisan itu untuk mencari terang, maka malaikat-malaikat surga akan datang mendekat untuk memberikan kesan kepada pikiran, dan menerangi pengertian kita, sehingga dapat dikatakan dengan sebenarnya, “Mempelajari firmanMu memberikan terang, memberikan pengertian sampai hal yang sederhana.”  Tidaklah mengherankan kalau tidak banyak pemikiran tentang surga ditunjukkan oleh orang-orang muda yang mengaku sebagai pengikut Yesus, karena begitu sedikitnya perhatian diberikan kepada firman Allah.  Nasehat-nasehat agung tidak dipedulikan; teguran-teguran diabaikan; karunia dan kebijaksanaan surga tidak dicari, agar dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh nenek moyang kita boleh dihindari, dan setiap kejahatan yang mencemarkan yang ada dalam tabiat kita boleh disucikan.  Doa Daud adalah,  “Buatlah aku mengerti jalan rancanganMu; agar aku dapat berbicara tentang pekerjaanMu yang ajaib.”
Kalau pikiran dari orang-orang muda kita, seperti juga pikiran orang-orang yang lebih dewasa, diarahkan dengan benar pada waktu berkumpul bersama-sama, maka pembicaraan mereka akan bertemakan hal-hal yang meninggikan.  Kalau pikiran itu murni, dan pikiran itu diangkat oleh kebenaran Allah, maka perkataan-perkataannya akan memiliki cirri yang sama, “seperti apel emas diatas piring perak.”  Namun dengan pengertian yang seperti sekarang, dengan perilaku seperti zaman ini, dengan ukuran yang rendah yang dicapai oleh orang-orang Kristen dengan perasaan puas, maka perkataan-perkataan yang diucapkan juga bernilai murahan dan tidak berguna.  Perkataan itu “datang dari dunia, keduniawian,”  dan bukan menunjukkan kebenaran, atau datang dari surga, dan tidak mengangkat sampai keukuran yang lebih berbudaya sekalipun.  Kalau Kristus dan surga menjadi tema renungan, maka ucapan-ucapan akan memberikan bukti kenyataannya.  Pembicaraan akan dibumbui dengan rakhmat, dan sipembicara akan menunjukkan yang dia telah menamatkan pendidikan dari sekolah milik Guru Agung.  Pemazmur mengatakan, “Aku telah memilih jalan kebenaran: keadilanMu telah kutaruh didepanku.”  Dia menghargai perkataan Allah.  Perkataan itu telah menembusi pengertiannya, bukan untuk disingkirkan, tetapi untuk dilakukan didalam kehidupannya setiap hari.
Kecuali perkataan yang suci itu dihargai, perkataan itu tidak akan dituruti sebagai buku pelajaran yang pasti dan aman dan berharga.  Setiap dosa haruslah disingkirkan.  Pertempuran harus dilawan sampai dapat dikalahkan.  Tuhan akan bekerja bersama dengan usaha-usahamu.  Sebagai manusia yang terbatas dan penuh dosa, bila bekerja sendirian mengusahakan keselamatannya dengan takut dan gemetar, maka Allahlah yang akan bekerja didalam dirinya , untuk dikerjakan sesuai dengan kemauanNya.  Tetapi Allah tidak akan mau bekerja sama tanpa kerja-sama dari manusia.  Dia harus melatih kekuatannya; dia harus menempatkan dirinya sendiri sebagai murid yang tangkas dan mau belajar didalam sekolah Kristus; dan pada waktu dia menerima rakhmat yang ditawarkan kepadanya dengan tanpa bayaran, kehadiran Kristus didalam pikiran dan hatinya akan memberikan kepadanya keputusan yang bertujuan untuk mengenyampingkan beban dosa, agar hati itu boleh dipenuhi dengan seluruh kepenuhan Allah dan kasihNya.
Murid-murid disekolah kita haruslah mempertimbangkan bahwa melalui kecenderungan kepada dosa, maka hasil yang pasti akan menyusul, dan indera yang dikaruniakan Allah kepada mereka akan melemah dan tidak lagi cocok untuk pengembangan moral, karena indra itu telah disalah-gunakan.  Banyak yang mengakui hal ini sebagai kebenaran.  Mereka telah membanggakan dan meninggikan diri, sampai akhirnya perbuatan jahat yang mengancam tabiat ini menjadi penguasa yang mengatur, mengendalikan keinginan-keinginan dan kecenderungan-kecenderungan mereka.  Kalau mereka memiliki bentuk ke-Ilahi-an, dan telah melakukan tindakan pembenaran diri, maka tidak akan ada perubahan hati yang sebenarnya.  Mereka tidak membuat praktek-praktek kehidupan mereka menjadi lebih serupa dengan ukuran kebenaran dan hukum Allah.  Seandainya saja mereka membandingkan kehidupan mereka dengan cermat terhadap ukuran ini, maka mereka pasti akan merasakan yang mereka itu telah merosot, penuh dosa, dan sangat memerlukan seorang tabib.  Mereka hanya dapat mengerti dalamnya lubang ditempat mana mereka pernah jatuh, bila melihat pengorbanan yang tidak terbatas yang telah dilakukan oleh Yesus Kristus, untuk mengangkat mereka keluar dari kejatuhan mereka.
Hanya ada sedikit orang saja yang memiliki pengertian tentang tabiat dosa yang menyedihkan, dan yang memahami besarnya kerusakan yang diakibatkan oleh pelanggaran terhadap hukum Allah.  Dengan menguji rencana penebusan yang ajaib guna mengembalikan orang-orang berdosa kepada peta Allah, kita melihat bahwa satu-satunya cara penyelamatan manusia adalah pengorbanan diri sendiri, dan sikap merendahkan diri yang tidak ada bandingannya serta kasih yang tidak terbatas dari Anak Allah.  Hanya dia sendiri yang mempunyai kekuatan untuk bertempur dalam peperangan melawan musuh besar Allah dan manusia, dan sebagai jaminan dan kepastian, Dia telah memberikan kuasa kepada orang-orang yang berpegang kepadaNya dengan iman, untuk menjadi pemenang-pemenang dalam namaMya, dan melalui karuniakaruniaNya.
Kita dapat melihat pada salib di Kalvari apa yang telah dibayar oleh Anak Allah demi keselamatan bangsa yang telah jatuh ini.  Sebagaimana pengorbananNya sebagai manusia telah lengkap, maka demikianlah pula pemulihan manusia dari kemerosotan dosa harus dibuat utuh dan lengkap.  Hukum Allah telah diberikan kepada kita, agar kita mempunyai peraturan-peraturan didalam mengendalikan tingkah-laku kita.  Tidak ada tindakan kejahatan yang akan luput dari hukum; tidak ada orang jahat yang lepas dari pehukuman.  Kehidupan Kristus adalah pemenuhan yang sempurna dari setiap persepsi hukum ini.  Dia mengatakan, “Aku telah memelihara hukum-hukum BapaKu.”  Pengetahuan akan hukum akan memusnahkan orang-orang yang berdosa, dan menghancurkan harapan dari dalam hatinya, kalau dia tidak melihat Yesus sebagai jaminan dan kepastiannya, yang selalu siap mengampuni pelanggarannya dan mengampuni dosa-dosanya.  Bila melalui iman dalam Yesus Kristus, manusia melakukan tindakan sesuai dengan yang terbaik yang dapat dilakukannya, dan mencari cara untuk memelihara jalan kepada Tuhan melalui penurutan terhadap sepuluh hukum, maka kesempurnaan Kristus akan diulurkan untuk menutupi pelanggaran dari orang-orang yang bertobat dan jiwa-jiwa yang menurut.
Harus ada usaha yang dilakukan oleh sebagian orang yang tampaknya terdidik, untuk memisahkan agama dari ilmu-ilmu pengetahuan, disekolah-sekolah kita.  Mereka tidak perlu mengeluarkan biaya dan tenaga untuk memperoleh ilmu pengetahuan sekuler; tetapi mereka tidak harus membaur dengan ilmu pengetahuan yang Allah telah nyatakan sebagai penghalang kesempurnaan tabiat.  Latihan didalam kebenaran Allah akan mengembangkan pikiran dan menanamkan pengetahuan sekuler sekaligus; karena dasar dari pendidikan yang benar adalah takut akan Allah.  Pemazmur mengatakan, “Takut akan Allah adalah permulaan dari segala hikmat.”  Kebijaksanaan Allah telah menyatakan penipuan-penipuan yang diadakan oleh bapa pembohong.  Siapakah diantara orang-orang muda kita yang dapat mengetahui mana yang benar, mana yang salah, kecuali kalau dia mengenal Tulisan-tulisanNya?   Kesederhanaan dari ke-Ilahi-an haruslah dimasukkan kedalam pendidikan bagi orang-orang muda kita, kalau mereka mau mendapatkan pengetahuan yang mulia guna melepaskan diri dari kejahatan-kejahatan yang ada didunia ini melalui nafsu dan selera.  Orang-orang yang benar-benar mengikut Kristus, tidak akan melayani Allah hanya kalau itu berkenan dengan keinginan kita, tetapi juga kalau itu memerlukan penyangkalan diri dan memikul salib.  Nasehat yang tulus yang diberikan oleh Rasul Paulus kepada Timotius, mengatakan bahwa mungkin dia tidak akan gagal melakukan tugasnya, kalau dia dihadapkan kepada orang-orang muda zaman sekarang ini :  ”Janganlah seorangpun meremehkan masa mudamu; tetapi jadilah teladan sebagai orang-orang yang beriman, didalam perkataan, didalam percakapan, didalam kemurahan, didalam roh, didalam iman, dan didalam kesucian.”  Dosa-dosa yang menjerat haruslah diperangi dan dikalahkan.  Tabiat dengan sifat pembawaan yang tidak baik, apakah itu diturunkan atau dikembangkan, haruslah dipisahkan untuk dibandingkan dengan aturan agung dari kebenaran;  dan dengan terang yang dipantulkan dari perkataan Allah, melalui kekuatan dari Kristus, mereka haruslah dengan gigih menolak dan mengalahkannya.  “Berdamailah dengan semua manusia, dan kesucian, karena tanpa itu tidak ada manusia yang dapat melihat Tuhan.”
Dari hari kehari, dan dari jam kejam, haruslah ada kesungguh-sungguhan dalam proses penyangkalan diri dan diikuti oleh penyucian yang didalam; kemudian pekerjaan yang diluar akan membuktikan bahwa Yesus berdiam didalam hati oleh karena iman.  Penyucian tidak menutup perjalanan jiwa menuju pengetahuan, tetapi pengetahuan akan datang untuk mengembangkan pikiran, untuk mengilhami pencarian akan kebenaran sebagai harta yang tersembunyi; dan pengetahuan akan Allah akan melanjutkan pekerjaan penyucian.  Disana ada surga, dan oh, betapa tekunnya kita harus berjuang untuk mencapainya.  Saya berseru kepadamu, para murid yang ada disekolah-sekolah dan perguruan-perguruan tinggi kita, untuk percaya kepada Yesus sebagai Penebusmu.  Percaya yang Dia siap untuk menolong engkau dengan rakhmatNya, bila engkau datang kepadaNya dengan kerendahan hati.  Engkau harus bertempur demi kebaikan iman.  Engkau harus menjadi pegulat demi mahkota kehidupan.  Berjuanglah, karena cengkeraman setan ada diatasmu; dan kalau engkau tidak bergulat untuk melepaskan diri darinya, engkau akan dilumpuhkan dan dihancurkan.  Malapetaka ada disebelah tangan kananmu, dan disebelah tangan kirimu, didepanmu, dibelakangmu; dan engkau harus menginjak-injaknya dibawah kakimu.  Berjuanglah, karena ada mahkota yang harus dimenangkan.  Berjuanglah,  karena bila engkau tidak memenangkan mahkota, engkau akan kehilangan segala sesuatu didalam kehidupan ini dan kehidupan dimasa yang akan datang.  Berjuanglah, tetapi harus didalam kekuatan Penebusmu yang sudah bangkit.
Maukah engkau, para murid yang ada disekolah-sekolah kita, untuk belajar dan berusaha  meniru kehidupan dan tabiat Dia yang turun dari surga untuk menunjukkan kepada manusia apa yang harus mereka buat, kalau mereka mau memasuki kerajaan Allah?  Aku telah memberikan pesan kepadamu mengenai betapa dekatnya kedatangan Anak Allah didalam awan-awan dari surga dengan kekuasaan dan kemuliaan besar.  Saya tidak menentukan kepadamu waktu yang tepat, tetapi telah berulang-ulang kusampaikan perintah Kristus, untuk berjaga-jaga dan berdoa, “Karena pada waktu yang tidak kamu sangka-sangka, Anak manusia itu akan datang.”  Peringatan itu telah menggema sepanjang zaman sampai sekarang ini, “Lihat, Aku akan datang segera; dan upah ada bersamaKu, untuk diberikan kepada setiap manusia sesuai dengan pekerjaannya masing-masing.  Akulah Alfa dan Omega, yang awal dan yang akhir, yang pertama dan yang kemudian.  Diberkatilah mereka yang melakukan hukum-hukumKu, sehingga mereka mendapat hak untuk datang kepada pohon kehidupan, dan boleh masuk melalui gerbang menuju kota.”  --  Review and Herald, 21 Agustus, 1888.

17
TANGGUNG-JAWAB  ORANG  TUA

Allah telah mengijinkan terang reformasi kesehatan untuk menerangi kita pada zaman kita sekarang ini, agar dengan berjalan didalam terang itu kita boleh melepaskan diri dari banyak bahaya, melalui mana kita akan ditampilkan.  Setan sedang bekerja dengan kekuatan besar untuk menuntun manusia melakukan pelanggaran selera, menuruti keinginan, dan menggunakan hari-harinya untuk bersenang-senang tanpa peduli.  Dia membawakan kesukaan-kesukaan yang menarik didalam kehidupan dan pelanggaran susila.  Tidak bertarak akan memeras tenaga dari pikiran dan tubuh.  Dia yang telah dikalahkan berarti telah menempatkan diri diatas wilayah setan, dimana dia akan terus dicobai dan dipermainkan, dan akhirnya dikendalikan dengan kesenangan-kesenangan oleh musuh dari segala kebenaran.  Para orang tua perlu menyadari kewajibannya untuk memberikan kepada dunia, anak-anak yang telah dikembangkan dengan tabiat-tabiat yang baik, - anak-anak yang memiliki kekuatan moral untuk menolak pencobaan, dan yang kehidupannya akan menunjukkan kehormatan bagi Allah dan menjadi berkat bagi orang-orang yang ada didekatnya.  Orang-orang yang memasuki kegiatan didalam kehidupan dengan prinsip-prinsip yang teguh, akan dipersiapkan untuk berdiri  tanpa goyah ditengah-tengah kemerosotan moral pada zaman yang penuh kejahatan ini.  Biarlah para ibu memperbaiki kesempatan-kesempatannya untuk mendidik anak-anak mereka menjadi orang-orang yang berguna.
Pekerjaan dari seorang ibu adalah suci dan sangat penting.  Dia harus mengajar anak-anak mereka, sejak dari mulai merangkak, kebiasaan-kebiasaan untuk menahan dan mengendalikan diri sendiri.  Waktunya, dengan perasaan khusus adalah kepunyaan anak-anak mereka.  Tetapi kalau waktu mereka dipenuhi dengan kesenangan-kesenangan untuk diri sendiri pada zaman yang kacau ini, kalau teman-temannya, pakaian-pakaian dan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan diri sendiri, lebih banyak menyerap waktunya, maka anak-anaknya akan gagal memperoleh pendidikan yang layak.
Banyak ibu-ibu yang membiarkan diri tidak bertarak tampil dimana-mana, tidak melihat secara mendalam akan akibatnya.  Seringkali, bila ditelusuri, akan dimulai dari meja makannya dirumah.  Banyak ibu, bahkan diantara orang-orang Kristen yang mengaku sebagai pengikut Kristus, setiap hari menata meja dan memenuhinya dengan makanan-makanan yang mengandung banyak bumbu dan lemak, yang akan menggoda selera dan mendorong untuk makan berlebihan.  Didalam beberapa keluarga, makanan daging menggantikan makanan diet yang sesuai prinsip, dan sebagai akibatnya, darah itu dipenuhi dengan benih penyakit kanker, kelenjar dan tuberkulosa.  Kemudian kalau penderitaan dan penyakit mengikutinya, Allah dipersalahkan atas terjadinya semua akibat dari kesalahan.  Saya ulangi : Tidak bertarak bermula dari meja makan, dan kebanyakan, selera dimanjakan sehingga pelanggaran menjadi alamiahnya yang kedua.
Barangsiapa yang makan terlalu banyak, atau makan makanan yang tidak menyehatkan, berarti sedang melemahkan kekuatannya untuk menolak godaan dari berbagai selera  dan nafsu yang lain-lainnya.  Banyak orang tua, dengan menghindari tugasnya untuk mendidik anak-anaknya penuh kesabaran agar terbiasa untuk menahan diri, telah memanjakan mereka didalam hal makanan dan minuman kapan saja mereka mau.  Keinginan untuk memuaskan selera dan memenuhi keinginan, tidak akan berkurang dengan bertambahnya umur;  dan inilah yang memanjakan para orang muda, sementara mereka bertumbuh, mereka diperintah oleh perasaan hati, dan diperbudak oleh selera.  Kalau mereka menempatkan diri ditengah-tengah masyarakat, dan memulaikan kehidupan mereka sendiri, mereka tidak punya kekuatan untuk menolak pencobaan.  Didalam kerakusannya, suka mengisap tembakau, suka minum minuman keras, suka mabuk, kita dapat melihat akibat dari pendidikan yang salah dan pemanjaan diri.
Kalau kita mendengar ratapan yang menyedihkan dari orang-orang Kristen karena kejahatan akibat dari tidak bertarak, maka ada pertanyaan-pertanyaan yang muncul :  Siapa yang telah mendidik anak-anak muda itu?  Siapa yang telah melalaikan tanggung-jawab suci  untuk membentuk perilaku mereka agar menjadi orang-orang yang berguna didalam kehidupan ini, berguna juga untuk kehidupan masa depan?
Kalau orang-orang tua dan anak-anak bertemu pada hari pengadilan, pemandangan apakah yang akan tampak nantinya!  Ribuan anak-anak yang telah menjadi budak dari selera dan sifat-sifat buruk yang mematikan, yang hidup dengan kehancuran moral, akan berdiri berhadapan muka dengan muka dengan orang tuanya,  yang telah membuat mereka menjadi seperti yang sekarang ini.  Siapakah, kalau bukan orang tuanya yang harus menanggung tanggung-jawab yang mengerikan ini?  Apakah Allah yang membuat anak-anak ini menjadi jahat?  -- Tidak!  Siapa kalau begitu yang telah melakukan pekerjaan yang menakutkan ini?  Apakah bukan dosa-dosa para orang tua yang dipindahkan kepada anak-anak mereka didalam memanjakan selera dan nafsu?  Dan bukankah pekerjaan itu disempurnakan lagi oleh mereka yang telah lalai mendidik mereka sesuai dengan pola yang telah diberikan oleh Allah?  Tepat sebagaimana mereka ada, semua orang tua ini akan lewat dihadapan pemandangan Allah.
Setan selalu siap untuk melakukan pekerjaannya;  dia tidak akan lalai untuk menyodorkan bujukan-bujukan kehadapan anak-anak yang tidak mempunyai kemauan dan kekuatan moral untuk menolaknya.  Saya melihat, melalui pencobaan-pencobaannya, dia akan selalu menunjukkan mode-mode yang berganti-ganti, pesta-pesta yang menarik dan permainan-permainan, yang akan membuat para ibu menggunakan waktunya untuk hal-hal yang duniawi, gantinya mendidik dan melatih anak-anak mereka.  Orang-orang muda kita membutuhkan para ibu yang mau mengajar mereka sejak mereka masih bayi, untuk mengendalikan nafsu, menahan selera, dan mengalahkan kepentingan diri sendiri.  Mereka membutuhkan garis pelajaran demi garis, dari satu persepsi kepersepsi yang lainnya, disini sedikit, disana sedikit.          
Orang-orang Ibrani dulu diajar bagaimana melatih anak-anak mereka, agar dengan demikian mereka dapat menghindari penyembahan berhala dan kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang kafir :  “Demikianlah engkau harus menaruh perkataanKu didalam hatimu dan didalam jiwamu, dan mengikat mereka sebagai tanda pada tanganmu, agar mereka boleh menjadi peringatan diantara kedua matamu.  Dan engkau akan mengajar anak-anakmu tentang hal itu, membicarakan dengan mereka pada waktu engkau duduk, pada waktu engkau berjalan dijalanan, pada waktu engkau berbaring, dan pada waktu engkau bangun.” 
Para wanita harus mengisi posisi yang telah dirancang Allah untuk ditempatinya, sebagai pendamping suaminya.  Dunia membutuhkan para ibu, yang bukan nama saja, tetapi ibu disetiap perasaan dan perkataannya.  Kita boleh mengatakan bahwa perbedaan dari pekerjaan wanita adalah tugasnya lebih suci, lebih saleh, daripada pekerjaan yang dikerjakan oleh pria.  Biarlah para wanita menyadari kesucian dari pekerjaannya, dan didalam kekuatan Allah dan takut akan Tuhan dia mengangkat kehidupan misinya.  Biarlah dia mendidik anak-anaknya menjadi orang-orang yang berguna didunia ini, dan untuk dunia yang lebih baik.
Kedudukan wanita ditengah keluarganya lebih suci daripada kedudukan raja diatas tahtanya.  Pekerjaan besarnya adalah menjadikan kehidupannya sebagai teladan seperti yang dia ingin agar ditiru oleh anak-anaknya.  Dan dengan persepsi yang baik sebaik teladannya, dia harus mengisi pikirannya dengan pengetahuan, dan menuntun dirinya sendiri untuk mengorbankan diri bekerja demi kepentingan kebaikan orang lain.  Dorongan yang besar didalam perjalanannya yang membebani setiap ibu, adalah bahwa anak-anaknya yang telah dilatih dengan baik, dan yang telah memiliki kecantikan batiniah, perhiasannya adalah kelemah-lembutan dan roh suka berdiam diri, akan bercahaya dihadapan tahta Allah.
Saya memperingatkan para ibu Kristen untuk menyadari akan tanggung-jawabnya, dan untuk hidup, bukan untuk memuaskan diri sendiri, tetapi untuk membawa kepadaNya bentuk pelayanan sebagai seorang hamba.  Dia meninggalkan takhta surgawi, menutupi kemuliaanNya dengan kemanusiaan, agar dengan teladanNya sendiri Dia boleh mengajar kita bagaimana supaya kita boleh ditinggikan kepada posisi anak-anak pewaris takhta, anak-anak dari Raja surgawi.  Tetapi, apakah syarat untuk memperoleh berkat yang besar ini? – “Keluarlah dari antara mereka, dan pisahkan dirimu, demikian Tuhan mengatakan, dan janganlah menyentuh barang yang haram; dan Aku akan menerima engkau, dan akan menjadi Bapa bagimu, dan engkau akan menjadi anak-anakKu.”
Kristus merendahkan dirinya sendiri dari posisinya yang setara dengan Allah menjadi seorang hamba.  Rumahnya ada di Nazaret, tempat yang sesuai untuk orang-orang yang jahat.  Orang tuaNya berada ditengah-tengah kemiskinan.  PekerjaanNya adalah sebagai seorang tukang kayu, dan Dia mempekerjakan tanganNya untuk mengerjakan bagianNya sebagai anggota keluarga.  Selama tigapuluh tahun Dia bekerja untuk orang tuaNya.  Kehidupan Kristus mengingatkan tugas kita agar bekerja dengan rajin, dan mengerjakan apa saja yang telah diperintahkan kepada kita untuk dilakukan.
Didalam pelajaran-pelajaran yang diajarkanNya kepada murid-muridNya, Yesus mengajar mereka tentang kerajaanNya yang bukan kerajaan dari dunia, dimana orang berlomba-lomba untuk mendapatkan kedudukan yang tertinggi; tetapi Dia memberikan mereka pelajaran-pelajaran mengenai kerendahan hati dan pengorbanan diri sendiri demi kebaikan bagi orang lain.  Kerendahan hatiNya bukanlah timbul dari dirinya sendiri, bukan dari tabiat dan kwalitasnya, tetapi timbul sebagai hasil dari penyesuaian dirinya dengan manusia yang telah merosot, dalam rangka membantu manusia mengangkat diri bersama dengan Dia kepada kehidupan yang lebih tinggi.  Tetapi sayangnya sangat sedikit orang yang melihat daya tarik didalam kerendahan hati Kristus.  Keduniawian  selalu berjuang untuk meninggikan diri sendiri, satu lebih tinggi dari yang lainnya; tetapi Yesus, anak Allah, merendahkan diri dalam rangka untuk mengangkat manusia.  Murid-murid yang sebenarnya dari Kristus akan mengikuti teladanNya.  Apakah para ibu dari generasi sekarang mau merasakan kesucian dari misinya, tidak berusaha untuk bersaing dengan tetangga-tetangga mereka yang tampil dengan kekayaan mereka, tetapi mencari cara untuk menghormati Allah dengan melakukan tugas sehari-harinya dengan penampilan yang penuh kesetiaan.  Kalau prinsip-prinsip yang benar sehubungan dengan pertarakan ditanamkan dalam kehidupan orang-orang muda kita yang mau membentuk dan mengajak masyarakat, maka hanya ada sedikit saja kebutuhan untuk pengorbanan pertarakan.  Keteguhan dalam tabiat, pengendalian moral, tidak akan gagal, dan didalam kekuatan dari Yesus, maka pencobaan-pencobaan pada zaman akhir ini akan dapat ditolak.
Adalah merupakan pekerjaan yang sulit untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan yang telah dimanjakan disepanjang hidup.  Penguasa dari tidak bertarak memiliki kekuatan raksasa, dan tidak mudah untuk dikalahkan.  Tetapi kalau para orang tua mulai mengorbankan diri melawannya, didalam keluarganya sendiri, dengan prinsip-prinsip mereka mengajar anak-anak mereka sejak bayi, maka mereka boleh berharap mendapat kesuksesan.  Engkau akan mendapat hasilnya, para ibu, untuk menggunakan waktu-waktu yang berharga yang telah diberikan kepadamu untuk membentuk tabiat dari anak-anakmu, dan untuk mengajar mereka, dengan ketat mengikuti prinsip-prinsip pertarakan didalam hal makan dan minum.
Kepercayaan yang suci telah dijanjikan kepada para orang tua, untuk menjaga bidang-bidang moral dan fisik dari anak-anak mereka, dengan demikian system syaraf mereka akan bergerak dengan seimbang, dan jiwanya akan aman.  Para ayah dan ibu haruslah mengerti tentang hukum kehidupan,  agar mereka tidak membiarkan kecenderungan yang salah berkembang didalam diri anak-anak mereka melalui kelalaian.  Diet mempengaruhi baik kesehatan fisik maupun moral.  Betapa hati-hatinya, seorang ibu seharusnya belajar untuk menyiapkan meja makan dengan kesederhanaan, dan dengan makanan-makanan yang menyehatkan, agar organ-organ pencernaan tidak menjadi lemah, agar syaraf-syaraf seimbang, atau kalau tidak, maka perintah-perintah yang mereka berikan akan dilawan.
Setan melihat bahwa dia tidak memiliki kekuatan besar untuk menguasai pikiran kalau selera dikendalikan, daripada kalau dibiarkan melakukan pelanggaran,  dan dia selalu rajin bekerja untuk menuntun orang melakukan pelanggaran.  Dibawah pengaruh makanan yang tidak menyehatkan, maka hati nurani akan menjadi bodoh, pikiran digelapkan, dan daya tahan pengaruhnya akan dilumpuhkan.  Tetapi kesalahan dari sipelanggar tidaklah berkurang karena hati nurani telah ditekan sehingga tidak lagi mempunyai perasaan.
Karena keadaan pikiran yang sehat bergantung pada kekuatan vital yang normal, maka pemeliharaan haruslah dilatih untuk tidak membiarkan penggunaan obat-obatan narkotik.  Namun tetap saja kita melihat sejumlah besar orang yang mengaku sebagai orang-orang Kristen menggunakan tembakau.  Mereka mempekerjakan kejahatan dari tidak bertarak; dan kalau berbicara melawan pemakaian minuman keras, orang-orang ini akan menyemburkan bau tembakau.  Didalam diri orangorang ini haruslah ada perubahan sebelum akar kejahatan dapat dihentikan.  Teh dan kopi juga dibiarkan memuaskan selera sebagai perangsang yang lebih kuat.  Kemudian kita pulang kerumah untuk menyiapkan makanan, dan bertanya, apakah pertarakan dilakukan didalam segala hal?  Apakah reformasi yang perlu diadakan demi kesehatan dan kebahagiaan dijalankan disini?
Setiap orang Kristen sejati haruslah mengendalikan selera dan nafsunya.  Kecuali dia bebas dari perhambaan selera, dia tidak akan dapat menjadi orang yang benar, hamba Kristus yang menurut.  Pemanjaan dari selera dan nafsu akan memudarkan kebenaran yang ada dihati.  Tidaklah mungkin bagi roh dan kekuasaan dari kebenaran menyucikan manusia, jiwa, raga, roh, bilaman dia masih dikuasai dan dikendalikan oleh keinginan-keinginan hawa nafsu.  --  Cristian Temperance dan Bible Hygiene, hal. 75-80, 1890. 
 


































18
PENDIDIKAN  DAN  KESEHATAN

Dari generasi kegenerasi, system yang meliputi pendidikan telah menurunkan mutu kesehatan, dan bahkan juga mutu kehidupan.  Banyak orang tua dan guru-guru gagal untuk mengerti bahwa didalam tahun-tahun awal kehidupan seorang anak, perhatian yang terbesar yang perlu diberikan adalah kepada bagian-bagian tubuhnya, agar tubuh dan juga otaknya terjamin didalam keadaan yang sehat.  Sudah menjadi kebiasaan, mengirim anak-anak kesekolah pada saat mereka masih kanak-kanak dan masih memerlukan pemeliharaan dan perhatian seorang ibu.  Dalam banyak kasus, anak-anak kecil itu dimasukkan kedalam satu ruangan yang sempit dengan system pengaliran udara yang kurang baik, dimana mereka harus duduk dengan posisi yang salah diatas bangku-bangku yang dibentuk dengan salah, dan sebagai hasilnya, tungkai-tungkai dan otot-ototnya menjadi salah bentuk pula.  Anak-anak kecil, yang tungkai-tungkai dan otot-ototnya belum kuat, yang otak-otaknya belum berkembang dengan lengkap, tetap dibiarkan dalam kondisi terbatas, sampai menjadi sakit.  Banyak anak-anak yang memulaikan hidup mereka dengan keadaan yang rawan, dan keterbatasan disekolah dari hari kehari membuat mereka jadi penggugup, dan kemudian mereka mudah dihinggapi penyakit.  Tubuh-tubuh mereka jadi lebih kerdil dari seharusnya sebagai akibat dari keadaan system syaraf yang terlalu lelah.  Dan kalau lampu-lampu kehidupan sudah mulai padam, para orang tua dan guru-guru tidak menyadari kalau mereka sedikit banyak terlibat dalam tanggung-jawab memeras inti keceriaan mereka.  Pada waktu berdiri disamping kubur dari anak-anak mereka, para orang tua yang berduka menganggap kemurungan mereka sebagai cobaan khusus dari Allah, padahal sebenarnya itu mencari maaf untuk diri sendiri karena kelalaian mereka telah menyebabkan kehancuran dari kehidupan anak-anak yang masih sangat muda.  Dibawah keadaan yang demikian, mempersalahkan dan mengumpat Allah untuk kematian itu.  Allah menginginkan anak-anak kecil itu untuk tetap hidup, mendapatkan pendidikan yang tepat, agar mereka boleh mengembangkan tabiat yang baik, dan memuliakan Dia dibumi ini, dan memuji Dia didunia yang lebih baik.
Para orang tua dan guru, ambillah kesempatanmu untuk melatih anak-anak kecil ini, namun betapa sedikitnya dari antara mereka yang menyadari tugas-tugas mereka untuk mengenal organ-organ dan system fisik, agar dengan demikian mereka mengetahui cara untuk menjaga kehidupan dan kesehatan dari anak-anak yang dipercayakan kepada mereka untuk dididik.  Ribuan anak-anak mati diakibatkan karena kelalaian orang-orang yang dipercaya untuk memelihara mereka.
Banyak anak-anak yang rusak seumur hidupnya, dan beberapa diantaranya harus mati, sebagai akibat dari para orang tua dan guru-guru yang tidak bijaksana, yang memaksakan intelektual anak-anak sementara keadaan fisiknya diabaikan.  Anak-anak itu masih terlalu muda untuk berada diruangan kelas.  Pikiran-pikiran mereka dibebani dengan pelajaran-pelajaran, padahal sebenarnya mereka masih harus dibiarkan hidup tanpa tuntutan sampai keadaan fisik mereka cukup kuat menyokong tugas-tugas mentalnya.  Anak-anak kecil harus dibiarkan bebas seperti anak-anak domba berlarian diudara terbuka.  Mereka harus mendapat kesempatan untuk meletakkan dasar yang kuat untuk pertumbuhan mereka.
Orang-orang muda yang disekolahkan, dan dipaksa untuk belajar, tidak akan memperoleh kesehatan yang memuaskan.  Kerja mental kalau tidak diimbangi dengan latihan fisik, menyebabkan aliran darah yang menuju keotak menjadi tidak lancar, sehingga peredarannya juga jadi tidak seimbang.  Otak mendapatkan terlalu banyak, bagian-bagian tubuh yang lain mendapat terlalu sedikit.  Jam-jam belajar dan rekreasi haruslah secara hati-hati diatur dengan baik, dan harus ada waktu yang disisihkan untuk kegiatan fisik.  Kalau kebiasaan-kebiasaan para murid itu didalam hal makan dan minum, berpakaian dan tidur sudah disesuaikan dengan hukum fisik, mereka akan dapat meraih pendidikan tanpa harus mengorbankan kesehatan.  Pelajarannya harus sering diulangi, hati nuraninya diyakinkan, sehingga pendidikan sedikit demi sedikit akan terserap, kalau tidak, maka tidak akan ada kekuatan fisik untuk digunakan sesudah pendidikan itu diperoleh.
Para murid seharusnya tidak dibiarkan mengambil terlalu banyak pelajaran sekaligus sehingga mereka tidak mempunyai waktu lagi untuk latihan fisik.  Kesehatannya tidak akan terjamin kecuali sebagian dari waktunya setiap hari dikhususkan untuk melatih otot-ototnya diudara terbuka.  Pada jam-jam tertentu haruslah ada pekerjaan yang dikerjakan dengan tangan, apa saja, asalkan yang membuat seluruh bagian tubuh itu bergerak.  Seimbangkan kegiatan mental dengan kekuatan fisik, maka pikiran dari para murid-murid akan dirasakan lebih segar.  Kalau dia sedang sakit, latihan fisik seringkali dapat menolong sistem tubuhnya kembali kekeadaan normal.  Bilamana para murid meninggalkan perguruan-perguruan tinggi, mereka harus mendapatkan kesehatan yang lebih baik dan pengertian yang lebih baik mengenai hukum-hukum kehidupan daripada sebelum mereka memasukinya.  Kesehatan haruslah dijaga sama sucinya seperti menjaga tabiat.
Menyesal sekali banyak murid yang melalaikan fakta bahwa diet akan memberikan pengaruh yang kuat kepada kesehatan.  Beberapa dari antara mereka tidak pernah berpikir untuk berusaha mengendalikan selera, atau menyelidiki aturan-aturan yang tepat sehubungan dengan diet.  Mereka makan terlalu banyak, dan beberapa orang lagi makan diantara waktu makan kapan saja mereka mau.  Kalau mereka yang mengaku sebagai pengikut Kristus berkeinginan untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang membingungkan mereka, mengapa pikiran mereka begitu tumpul, mengapa aspirasi kerohanian mereka begitu lemah, maka mereka tidak perlu, didalam banyak keadaan, pergi jauh mencari jawaban, dimeja makanlah ada penyebabnya, kalau tidak ada sesuatu yang lain. 
Banyak orang memisahkan diri dari Allah melalui pelanggaran selera makan mereka.  Dia yang memperhatikan burung pipit yang jatuh, yang menghitung setiap helai rambut yang ada dikepala, melihat dosa-dosa mereka yang melanggar selera dengan akibat melemahnya kekuatan fisik, ketumpulan intelek, dan kematian dari persepsi moral.
Guru-guru itu sendiri haruslah memberikan perhatian yang cukup kepada hukum kesehatan, agar mereka boleh mempersiapkan kekuatan mereka sendiri didalam keadaan yang paling baik, dan dengan teladan-teladan yang baik seperti persepsinya, mereka boleh memberikan pengaruh yang baik pula kepada murid-muridnya.  Guru-guru yang kekuatan fisiknya sudah melemah oleh karena penyakit atau terlalu banyak bekerja, haruslah menaruh perhatian yang khusus terhadap hukum-hukum kehidupan.  Dia harus mengambil waktu untuk rekreasi.  Dia tidak perlu mengambil tanggung-jawab yang lain diluar jam kerjanya, yang akan membebani dia secara fisik maupun mental, sehingga system syarafnya menjadi tidak seimbang; karena dalam kasus ini dia tidak lagi dapat menggunakan mentalnya dengan optimal, dan tidak mempunyai pertimbangan baik untuk dirinya sendiri maupun untuk murid-muridnya.
Lembaga-lembaga pembelajaran kita haruslah dipersiapkan dengan setiap fasilitas untuk pengajaran sehubungan dengan mekanisme system tubuh manusia.  Murid-murid harus diajar bagaimana bernafas yang baik, bagaimana membaca yang baik dan bagaimana berbicara yang baik, dengan demikian tegangan tidak akan terjadi pada tenggorokan dan paru-paru, tetapi pada otot-otot perut.  Para guru sendiri perlu mempelajari hal ini untuk dirinya sendiri, maka murid-murid kitapun akan mendapatkan pelatihan secara menyeluruh, sehingga mereka boleh memasuki kehidupan yang giat dengan pengetahuan mental mengenai bermasyarakat, sebagaimana Allah telah memberikan kesempatan untuk itu kepada mereka.  Ajarkan kepada mereka bahwa mereka harus terus belajar selama mereka hidup.  Dan sementara engkau mengajar mereka, ingatlah yang mereka juga akan mengajar orang lain nantinya.  Pelajaran-pelajaranmu akan diulangi demi kepentingan lebih banyak orang lagi, dan tidak hanya diam dihadapanmu dari hari kehari.
n  “Christian Temperance and Bible Hygiene,”  hal. 81-84, 1890.


19
PENDIDIKAN  DIRUMAH

Pekerjaan ibu dirumah adalah salah satu pekerjaan yang penting.  Diantara pemeliharaan rumah dan tugas-tugas yang dikerjakan dalam kehidupan sehari-hari, dia harus berusaha untuk memberikan pengaruh yang membawa berkat dan meningkatkan seisi rumah tangganya.  Didalam diri anak-anak yang menyukai perhatiannya, setiap ibu mempunyai tanggung-jawab yang suci dari Bapa yang disurga;  dan itu adalah kesempatannya, melalui rakhmat dari Kristus, membentuk tabiat-tabiat dari anak-anak mereka sesuai dengan pola yang mulia itu, dan untuk membagikan pengaruh keatas kehidupan mereka yang dapat menarik mereka datang kepada Allah dan surga.  Kalau saja para ibu selalu menyadari tanggung-jawab mereka, dan menjadikannya sebagai tujuan yang pertama, misi mereka yang paling penting, adalah mempersiapkan anak-anak mereka sanggup melakukan tugas-tugas hidup didunia ini dan untuk kehormatan mereka dalam hidup dimasa yang akan datang, maka kita tidak akan melihat adanya kesengsaraan yang terdapat didalam banyak rumah tangga didunia ini.  Pekerjaan ibu memerlukan tuntutan yang terus menerus untuk mengembangkan kehidupannya sendiri, agar supaya dia boleh menuntun anak-anaknya menuju pencapaian yang tinggi dan lebih tinggi lagi.  Tetapi setan meletakkan rencana-rencananya untuk merenggut jiwa-jiwa para orang tua maupun anak-anak.  Para ibu ditarik menjauh dari tugas-tugasnya dirumah dan dari tugasnya untuk melatih anak-anaknya, kepada kepentingannya sendiri dan kepada dunia.  Kesia-siaan, mode-mode, dan hal-hal kecil yang tidak penting telah lebih banyak menyerap perhatiannya, dan pendidikan fisik serta moral anak-anaknya yang berharga telah dilalaikan.
Kalau dia menjadikan tata cara dan kegiatan-kegiatan dunia sebagai kriterianya, maka para ibu itu tidak lagi cocok melakukan tugas dan tanggung-jawabnya.  Kalau mode-mode telah memperhambanya, maka daya tahan tubuhnya akan melemah, dan kehidupan menjadi beban baginya dan bukannya berkat.  Melalui fisik yang semakin lemah, dia akan gagal menghargai nilai-nilai dari kesempatan-kesempatan yang menjadi miliknya, dan anggota keluarganya akan diabaikan dan dibiarkan bertumbuh tanpa mendapat keuntungan dari pikiran-pikirannya, doa-doanya, dan pengajaran-pengajarannya.  Kalau para ibu mau mempertimbangkan kesempatan-kesempatan ajaib yang diberikan Allah kepada mereka, mereka tidak akan dengan begitu mudah menyingkirkan tugas-tugas sucinya demi kejadian-kejadian remeh yang ada didunia ini.
Pekerjaan seorang ibu dimulai pada saat seorang bayi mengisi lengannya.  Saya seringkali melihat anak-anak kecil itu membanting diri dan berteriak-teriak, agar kemauannya didapatkannya.  Inilah waktunya untuk menolak roh kejahatan.  Musuh akan berusaha untuk menguasai pikiran anak-anak, tetapi apakah kita akan membiarkan setan membentuk anak-anak kita sesuai dengan kehendaknya?  Anak-anak kecil ini tidak dapat membedakan roh apa yang sedang mempengaruhinya, dan ini adalah tuga dari para orang tua untuk melatih pertimbangan dan kebijaksanaan untuk mereka.  Kebiasaan-kebiasaan mereka haruslah diperhatikan dengan sangat hati-hati.  Kecenderungan-kecenderungan buruknya haruslah ditahan, dan pikiran-pikirannya dirangsang untuk melakukan kebaikanpkebaikan.  Anak-anak haruslah didorong sedapat mungkin untuk mengendalikan diri sendiri.
Keteraturan haruslah ditanamkan didalam setiap kebiasaan anak-anak.  Para ibu membuat kesalahan besar kalau membiarkan mereka makan diantara waktu makan.  Perutnya akan menjadi lemah karena kebiasaan ini, dan ini akan menjadi awal datangnya kesengsaraan dimasa yang akan datang.  Kerewelan mereka boleh jadi disebabkan oleh makanan yang kurang bergizi, kurang dicerna dengan baik; tetapi para ibu merasa yang dia tidak mungkin dapat menggunakan waktu untuk menangani hal-hal semacam ini dan memperbaiki cara kerjanya yang kurang baik.  Juga dia tidak dapat menenangkan kecemasan dan ketidak-sabarannya.  Dia akan memberikan sepotong kue manis kepada sikecil atau makanan-makanan ringan yang lainnya untuk mendiamkan anak itu, tetapi justru ini akan menambah kejahatannya.  Beberapa orang ibu, didalam kecemasannya melakukan banyak tugas, menjadi tergesa-gesa dan gugup sampai-sampai mereka ini lebih menjengkelkan daripada anak-anaknya, dan dengan membentak dan memarahi anak-anak kecil itu mereka berusaha membuat anak-anak itu diam.
Para ibu seringkali mengeluh mengenai kesehatan yang rapuh dari anak-anaknya, konsultasi kepada seorang dokter, padahal kalau saja mereka mau melatih sedikit saja dari cara berpikirnya, mereka akan dapat mengetahui bahwa kesalahan itu disebabkan oleh karena diet yang tidak baik.
Kita sedang hidup dalam zaman keserakahan dan kerakusan, dan kebiasaan-kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak muda, bahkan oleh anggota gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, sedang berada diposisi yang berlawanan dengan hukum alam.  Suatu kali saya duduk pada meja makan dengan berbagai anak-anak yang berumur dibawah duabelas tahun.  Makanan daging sangat banyak disuguhkan, dan kemudian seorang anak gadis penggugup meminta acar.  Sebotol acar berbumbu, banyak mengandung bumbu pedas dan berbau macam-macam bumbu, diberikan kepadanya dan anak itu mengambil dan memakannya sesuka hati.  Anak itu menjadi terkenal karena kegugupannya dan perilakunya yang menjengkelkan, dan banyak macam bumbu-bumbu itu telah dinilai sebagai penghasil perilaku yang sedemikian.  Anak yang paling tua berpikir yang dia tidak dapat makan tanpa adanya makanan daging, dan menunjukkan kekecewaan besar, bahkan tingkahlaku yang memalukan, kalau daging tidak diberikan kepadanya.  Ibunya telah memanjakan dia dengan apa yang dia suka dan apa yang dia tidak suka sampai akhirnya dia menjadi hamba dari emosinya yang meledak-ledak.  Anak itu tidak dipersiapkan untuk bekerja, dan dia menggunakan sebagian besar dari waktunya untuk membaca bacaan-bacaan yang tidak berguna atau yang lebih buruk lagi dari itu.  Secara terus menerus dia mengeluhkan sakit kepala, dan tidak mempunyai gairah untuk makanan yang sederhana.
Para orang tua harus mempersiapkan anak-anak menjadi pekerja-pekerja.  Tidak ada yang lebih pasti daripada kelambanan yang menjadi sumber dari kejahatan.  Kegiatan fisik yang membawa kelelahan yang menyehatkan kepada otot-otot, akan merangsang selera untuk memakan makanan yang sederhana, makanan yang bergizi, dan orang-orang muda itu, yang dapat bekerja dengan giat, tidak akan pernah bangkit dari meja makan dengan bersungut-sungut, karena dia tidak melihat sepiring daging atau makanan-makanan berlemak yang menggoda selera.
Yesus, Anak Allah, bekerja dengan tangannya dibengkel tukang kayu untuk memberikan contoh kepada semua orang muda.   Biarlah mereka yang menggerutu bila diminta untuk mengerjakan pekerjaan sehari-hari didalam kehidupan ini mengingat, bahwa Yesus telah meminta para orang tua untuk membagikan pengalamannya guna meningkatkan kemakmuran didalam keluarganya.  Sedikit sekali kemewahan yang pernah terlihat diatas meja makan Yusuf dan Maria, karena mereka termasuk diantara masyarakat yang miskin dikelas bawah.
Para orang tua haruslah menjadi teladan kepada anak-anaknya didalam hal menggunakan uang.  Ada beberapa orang, yang segera setelah menerima uang, membelanjakannya untuk membeli makanan-makanan lezat kaya lemak, atau untuk membeli pernak pernik pakaian yang tidak berguna, dan kalau persediaan uang sudah menipis, mereka baru merasakan kebutuhan akan uang yang telah mereka boroskan.  Kalau mereka mempunyai penghasilan yang berlimpah, mereka juga menggunakan setiap sen dari uang itu tanpa sisa; dan kalau penghasilannya kecil, mereka merasa tidak cukup untuk memuaskan kebiasaan-kebiasaan mereka berbelanja, dan mereka akan meminjam uang untuk memenuhi kepuasannya.  Mereka mengumpulkan uang dari berbagai sumber yang mungkin untuk membeli kebutuhan mereka yang ada diangan-angan.  Mereka menjadi orang-orang yang tidak jujur dan tidak setia, dan catatan dibuku surga yang akan dihadapinya nanti pada hari pengadilanpun tidak mereka pedulikan lagi.  Keinginan matanya haruslah dituruti, keinginan selera makannya haruslah dimanjakan, dan mereka tetap miskin oleh karena tidak mau memperbaiki kebiasaan-kebiasaannya yang kurang baik, padahal mereka sebenarnya dapat belajar untuk hidup berkecukupan sesuai dengan penghasilannya.  Kemewahan adalah salah satu dosa yang sangat disukai oleh orang-orang muda.  Mereka menyingkirkan kebiasaan-kebiasaan berhemat, karena takut dianggap oleh orang lain sebagai orang kikir dan jahat.  Apakah yang akan dikatakan oleh Yesus, Penguasa surga, yang telah memberikan teladan mengenai kesabaran dan penghematan, terhadap orang-orang semacam ini?
Tidaklah perlu untuk mengulas secara terperinci disini, hemat yang bagaimanakah yang boleh dilakukan disetiap bidang.  Orang-orang yang hatinya diserahkan sepenuhnya kepada Allah dan yang menggunakan FirmanNya sebagai tuntunannya, akan mengetahui apa yang harus mereka lakukan dalam setiap tugasnya sehari-hari.  Mereka akan belajar tentang Yesus, mengenali hatinya yang lemah lembut dan rendah hati; dan didalam mengembangkan kelemah-lembutan Kristus, mereka akan menutup pintu terhadap bermacam-macam penggodaan.
Mereka tidak akan belajar bagaimana mengikuti selera dan nafsu untuk pamer, sementara begitu banyaknya orang lain yang kelaparan.  Jumlah uang yang dibelanjakan setiap hari untuk hal-hal yang tidak berguna dengan pikiran “ini cuma sedikit,”  “ini hanya serupiah,”  tampaknya hanya kecil; tetapi kalikan jumlah-jumlah yang kecil ini dari hari kehari selama setahun, dan bila setahun telah lewat, jumlah yang terpampang hampir-hampir tidak dapat dipercaya.
Tuhan telah menunjukkan kehadapan saya, kejahatan-kejahatan sebagai akibat dari kebiasaan-kebiasaan pemborosan, sehingga saya boleh memperingatkan para orang tua untuk mengajar anak-anak mereka tentang penghematan dengan ketat.  Ajarkan mereka bahwa uang yang dibelanjakan untuk membeli sesuatu yang tidak mereka perlukan, adalah berlawanan dengan cara pembelanjaan yang tepat.  Orang yang tidak setia dalam hal sedikit, tidak setia juga dalam hal besar.  Kalau orang tidak setia dengan barang-barang yang ada didunia, dia tidak dapat dipercaya dengan kekayaan yang kekal.  Jagalah dirimu dari selera; ajarkan anak-anakmu melalui teladan yang kauberikan untuk menggunakan makanan-makanan yang sederhana.  Ajarkan mereka untuk bekerja dan mencari penghasilan, bukan sekedar menyibukkan diri, tetapi melibatkan diri dalam pekerjaan yang berguna.  Berusahalah untuk membangkitkan kepekaan moral.  Ajarkan mereka yang Allah mempunyai tuntutan-tuntutan atas mereka, bahkan sejak saat mereka masih kanak-kanak.
Katakan kepada mereka yang mereka akan menghadapi kejahatan moral kemanapun mereka pergi, katakan yang mereka perlu datang kepada Yesus dan menyerahkan diri sendiri kepadaNya, baik tubuh dan jiwa, dan bahwa hanya didalam Dia mereka akan mendapat kekuatan untuk menolak setiap pencobaan.  Tanamkan dalam pikiran mereka bahwa mereka dilahirkan bukan semata-mata untuk kesenangan mereka sendiri, tetapi untuk menjadi kaki tangan Allah dengan tujuan-tujuan yang mulia.  Ajarkan mereka,  kalau pencobaan-pencobaan datang dijalan mereka dan membujuk untuk memanjakan selera mereka, kalau setan berusaha menutup pintu Allah dari pandangan mereka, katakan kepada mereka untuk melihat kepada Yesus dan berseru,  “Selamatkan aku Tuhan, agar aku bisa mengalahkannya.”  Malaikat-malaikat akan berkumpul mengelilinginya sebagai jawaban dari doa-doanya, dan akan menuntun mereka kejalan yang aman.
Kristus mendoakan murid-muridnya, bukan agar mereka diangkat dari dunia, tetapi agar mereka terjaga dari kejahatan didunia, -- agar mereka boleh dijaga dari kejatuhan kedalam pencobaan-pencobaan yang mereka temui dimana-mana.  Inilah doa yang harus diucapkan oleh setiap ayah dan ibu.  Tetapi apakah mereka cukup meminta Allah menjaga anak-anak mereka, dan kemudian membiarkan mereka melakukan apa saja sesuka hati mereka?  Apakah mereka boleh memanjakan selera mereka sampai selera itu memperhambanya, dan kemudian mengharapkan anak-anak itu ditegur oleh Allah?  -- Tidak, pertarakan dan pengendalian diri haruslah diajarkan sejak mereka masih bayi.  Diatas pundak para ibu terletak tanggung-jawab besar untuk melakukan pekerjaan ini.  Ikatan yang paling lembut yang ada didunia ini adalah ikatan antara ibu dan anaknya.  Anak akan lebih mudah mendapat pelajaran melalui kehidupan dan teladan dari ibunya daripada dari ayahnya, karena ikatan dengan bapa adalah ikatan yang lebih kuat dan lebih halus.  Namun tanggung-jawab seorang ibu adalah tanggung-jawab yang berat, oleh sebab itu seharusnya mendapat bantuan dari seorang ayah.
Tidak bertarak dalam makan dan minum, tidak bertarak didalam hal bekerja, tidak bertarak didalam segala hal, tampak ada dimana-mana.  Orang-orang yang bekerja keras untuk menyelesaikan begitu banyak pekerjaan dalam waktu yang diberikan kepadanya, dan terus bekerja sementara pertimbangan mereka mengatakan agar mereka beristirahat, tidak akan pernah menjadi orang yang berhasil.  Mereka itu hidup dengan modal yang dipinjamkan.  Mereka memboroskan tenaga vital yang seharusnya mereka pakai dimasa yang akan datang.  Dan pada suatu saat mereka membutuhkan tenaga yang telah mereka pakai dengan sesuka hati, mereka gagal untuk memenuhinya, karena tenaganya sudah jauh berkurang.  Kekuatan fisiknya sudah hilang, kekuatan mentalnya gagal.  Mereka menyadari yang mereka kini menghadapi kehilangan, tetapi tidak mengetahui apa penyebabnya.  Waktu yang dibutuhkan telah tiba, tetapi sumber tenaga dari fisiknya sudah kelelahan.  Setiap orang yang melanggar hukum kesehatan suatu kali kelak akan menjadi penderita.  Allah telah menyediakan bagi kita tenaga untuk digunakan secara berkesinambungan,  yang akan dibutuhkan pada saat yang berlain-lainan didalam kehidupan kita.  Kalau kita memboroskan kekuatan kita dengan sembrono untuk melakukan beban pekerjaan dengan berlebihan, maka suatu hari kelak, kita akan kehilangan kekuatan sama sekali. Kegunaan kita akan jauh berkurang, kalau bukan kehidupan kita sendiri yang binasa.
Sebagai aturan, pekerjaan dalam sehari tidak seharusnya dilanjutkan sampai malam hari.  Kalau semua jam disiang hari telah dipergunakan, pekerjaan yang diteruskan dimalam hari meminta beban ekstra, dan system tubuh  akan menderita karena beban yang dipaksakan.  Kepada saya telah ditunjukkan bahwa orang-orang yang melakukan ini, seringkali kehilangan lebih banyak dari yang mereka dapat, karena tenaga mereka terlalu lelah, dan mereka kemudian bekerja dengan rasa gelisah.  Mereka mungkin tidak menyadari adanya bahaya dalam sekejap, tetapi mereka menurunkan daya tahan tubuh mereka dengan suatu kepastian.
Biarlah para orang tua menggunakan waktu mereka dimalam hari bersama dengan keluarganya.  Tinggalkan kepedulian dan beban pekerjaan disiang hari.  Suami dan ayah akan lebih banyak mendapat keuntungan kalau mereka menetapkan peraturan untuk tidak akan menghalangi kebahagiaan keluarga dengan cara membawa pekerjaannya kerumah dan menggerutu karena sudah terlalu lelah.  Mungkin saja dia boleh meminta nasehat dari istri bilamana ada suatu masalah sulit yang harus dipecahkan,  dan mereka berdua boleh mendapat kelegaan didalam kebingungan mereka dengan cara meminta kebijaksaan dari Allah; namun membiarkan pikiran terus menerus memikirkan masalah pekerjaan akan merusak kesehatan pikiran dan tubuh.
Biarlah malam hari digunakan dengan sebahagia mungkin.  Biarlah rumah tangga menjadi tempat dimana kegembiraan, kesopan-santunan dan cinta kasih sayang ditunjukkan kepada satu sama lain.  Ini akan menjadi daya tarik bagi anak-anak.  Kalau para orang tua membawa masalah secara terus menerus, saling menyakiti dan saling mencari-cari kesalahan, anak-anak akan menyerap roh yang sama – roh ketidak-puasan dan ketidak-bahagiaan, dan rumah tangga akan menjadi tempat yang paling mengerikan didunia.  Anak-anak akan berusaha mencari kesenangan ditempat lain, diantara para orang asing, diantara teman-teman yang tidak baik, atau dijalanan, daripada tinggal dirumahnya sendiri.  Semua ini dapat dihindari kalau saja pertarakan dijalankan didalam segala bidang, dan kesabaran ditingkatkan.  Pengendalian diri terhadap para anggota keluarga akan menjadikan rumah tangga seperti surga kecil.  Buatlah ruangan-ruangan dirumah tanggamu seceria mungkin.  Biarkan anak-anak mendapati bahwa rumah tangga adalah tempat yang paling menarik diatas dunia ini.  Bereikan pengaruh kepada mereka sehingga mereka tidak perlu mencari teman-teman dijalanan, tidak juga perlu memikirkan sarang-sarang kejahatan lain yang mengerikan.  Kalau kehidupan dirumah tangga seperti yang seharusnya, kebiasaan-kebiasaan yang dibentuk didalamnya akan menjadi alat yang kuat guna melawan pencobaan yang melanda pada waktu anak-anak muda harus meninggalkan naungan dari rumah didunia.
Apakah kita membangun rumah-rumah kita demi kebahagiaan keluarga kita, ataukah semata-mata untuk pamer?  Apakah kita menyediakan ruangan-ruangan bermatahari yang menyenangkan untuk anak-anak kita, ataukah kita akan membiarkan mereka berada diruangan yang pengap dan tertutup, dan memberikan ruangan yang sehat untuk orang-orang asing yang tidak akan pernah mengharap kebahagiaan dari kita?  Tidak ada pekerjaan yang lebih mulia yang dapat kita lakukan, tidak ada keuntungan yang lebih besar yang dapat dibagikan kepada masyarakat, selain memberikan anak-anak kita pendidikan yang benar, menanamkan kepada mereka persepsi-persepsi dan teladan-teladan; prinsip yang penting yang menyucikan kehidupan dan tujuan yang bersungguh-sungguh akan memberikan kwalitas yang terbaik bagi mereka untuk mendorong mereka melakukan bagian mereka didunia ini.
Kebiasaan-kebiasaan buruk kita menyia-nyiakan banyak kesempatan untuk kesenangan-kesenangan, membuat kita tidak sesuai untuk menjadi orang yang berguna.  Betapa seringnya waktu, uang dan kesehatan dikorbankan, kehilangan kesabaran dan pengendalian diri, semata-mata untuk pamer.  Kalau para orang tua mempertahankan kesederhanaan, tidak memanjakan keinginan dengan membelanjakan uang untuk hal-hal yang tidak berguna, dan tidak mengikuti mode; kalau mereka mau meningkatkan kebenaran, tidak terpengaruh oleh mereka yang mengaku sebagai orang Kristen tetapi menolak untuk mengangkat salib penyangkalan diri, maka mereka, melalui teladan ini, akan memberikan pendidikan yang tidak ternilai kepada anak-anaknya.  Anak-anak mereka akan menjadi orang-orang yang bermoral, dan sebagai hasilnya, mereka akan mempunyai keberanian untuk berdiri dengan teguh membela kebenaran, bahkan kalau harus mengorbankan mode dan pendapat-pendapat duniawi sekalipun.
Setiap tindakan dari para orang tua menjadi pantulan dari kehidupan anak-anak mereka dimasa depan.  Dengan menggunakan waktu dan uang untuk perhiasan luar dan mengikuti keinginan selera, mereka sedang mengembangkan kesia-siaan, mementingkan diri sendiri, dan hawa nafsu didalam diri anak-anak.  Para ibu mengeluh karena begitu banyak dibebani dengan pekerjaan dan pemeliharaan sehingga mereka tidak dapat memiliki waktu untuk mendidik anak-anaknya dengan kesabaran, dan ikut merasakan kesedihan dan kekecewaan-kekecewaan mereka.  Hati anak-anak ini merindukan simpati dan kelembutan, dan kalau mereka tidak mendapatkannya dari orang tua, mereka akan mencarinya ditempat lain yang mungkin membahayakan baik jiwa maupun moralnya.  Saya telah mendengar ada ibu-ibu yang menolak permintaan anak-anaknya yang meminta waktu untuk bermain karena merasa kekurangan waktu dan ide permainan, namun sementara itu mereka sendiri menyibukkan jari-jari dan matanya dengan sangat rajin untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang tidak berguna, seperti menyiapkan perhiasan-perhiasan pakaian, dan sesuatu untuk memuaskan keinginannya, dan itu berarti mendorong anak-anaknya untuk juga menyukai kemewahan dan hal-hal yang sia-sia.  “Seperti ranting yang bengkok, mengikuti kemana arah pohon itu condong.”  Sementara anak-anak itu bertumbuh menjadi orang-orang dewasa, pelajaran-pelajaran semacam itu akan membuat mereka menjadi orang-orang yang sombong dan tidak bermoral.  Orang-orang tua menyesalkan sikap dari anak-anaknya yang salah, tetapi mereka sendiri gagal menyadari bahwa mereka sedang menuai bulir-bulir dari benih yang mereka tanam sendiri.
Para orang tua Kristen, angkatlah beban kehidupanmu, dan dengan keberanian pikirkanlah kewajiban-kewajiban dan tugas-tugas yang telah diberikan kepadamu.  Jadikanlah Firman Allah sebagai ukuranmu, gantinya lebih mengikuti mode dan tata cara keduniawian, hawa nafsu yang menggoda mata, dan kesombongan diri.  Kebahagiaan keluarga dimasa depan dan kesejahteraan masyarakat sangat banyak tergantung dari pendidikan fisik dan moral yang anak-anakmu terima dalam tahun-tahun awal kehidupan mereka.  Kalau selera-selera dan kebiasaan-kebiasaan mereka sederhana didalam segala hal sebagaimana seharusnya, kalau cara berpakaian mereka rapi, tanpa harus mengenakan pernak pernik daya tarik yang bermacam-macam, maka para ibu akan mempunyai cukup waktu guna memberikan kebahagiaan kepada anak-anaknya, dan mengajarkan kepada mereka akan penurutan dan kasih sayang.
Jangan kirimkan anak-anakmu kesekolah dalam usia yang terlalu muda.  Para ibu harus sangat berhati-hati mempercayakan pembentukan dari otak-otak muda dari anak-anak mereka kepada orang lain.  Para orang tua sendirilah yang harus menjadi guru yang terbaik dari anak-anak mereka sampai mereka berusia delapan atau sepuluh tahun.  Ruangan kelas mereka haruslah diudara terbuka, diantara bunga-bunga dan burung-burung, dan buku pelajaran mereka adalah kekayaan alam.  Segera setelah daya pikir mereka sudah mampu diberikan pengertian, maka para orang tua haruslah membuka buku besar Allah ditengah-tengah alam.  Pelajaran-pelajaran semacam ini, yang diberikan ditengah lingkungan alam, tidak akan mudah dilupakan.  Usaha dengan kerja keras memang harus dilakukan untuk mempersiapkan ladang yang ada dihati bagi siPenabur menaburkan benih-benih yang baik.  Kalau saja setengah dari waktu dan pekerjaan yang sekarang diboroskan untuk mengikuti mode-mode dunia, digunakan untuk mengembangkan pikiran-pikiran anak-anak dan membentuknya menjadi kebiasaan-kebiasaan yang baik, maka perubahan besar menuju kebaikan akan terjadi didalam keluarga-keluarga.
Baru-baru ini saya mendengar seorang ibu mengatakan yang dia suka melihat sebuah rumah dibangun dengan konstruksi yang baik, yang pengerjaan dan pengaturannya baik dan indah, sungguh memukaunya.   Saya tidak menghakimi selera yang baik dalam hal ini, tetapi sementara saya mendengarkan kata-katanya, saya menyesalkan bahwa keindahan semacam ini tidak mungkin dapat dibawa kedalam cara-caranya mengatur anak-anaknya.  Rumah adalah bangunan, yang perencanaannya menjadi tanggung-jawabnya; namun cara-cara yang kasar, tidak patut, keinginan-keinginan hati, kepentingan-kepentingan diri sendiri, dan kemauan-kemauan yang tidak terkendalikan, menjadi pemandangan yang tidak menyenangkan bagi orang-orang lain.  Tabiat yang terbentuk dengan salah, kemanusiaan yang salah atur, itulah mereka, namun siibu tidak mempedulikannya.  Pengaturan rumahnya menyerap konsekuensi yang lebih besar daripada keseimbangan tabiat anak-anaknya.
Memelihara kebersihan dan keteraturan memang adalah tugas-tugas orang Kristen, namun mungkin saja ini terlalu banyak mengambil waktu untuk mengerjakannya dan lebih dipentingkan, sementara perkara-perkara yang jauh lebih penting dilalaikan.  Orang-orang yang mengabaikan minat dari anak-anaknya hanya untuk mempertahankan hal-hal demikian, sama seperti membayar persepuluhan untuk butir-butir merica dan adas, tetapi melalaikan perkara-perkara yang lebih besar dari hukum itu sendiri --  keadilan, kemurahan, dan kasih Allah.
Anak-anak mereka itu yang terlalu dimanjakan, menjadi keras hati, mementingkan keinginannya, dan tidak menyenangkan.  Kalau saja para orang tua dapat menyadari hal ini dengan akal sehatnya, karena pelatihan awal sangat menentukan kebahagiaan dari orang tua dan anak.  Siapakah anak-anak kecil yang dipercayakan kedalam pemeliharaan kita ini?  Mereka adalah anggota-anggota keluarga Allah yang paling muda.  “Bawalah putra yang ini, putri yang ini,”  Dia mengatakan, “peliharalah mereka untukKu, dan bentuklah mereka  ‘agar mereka bercahaya dihadapan tahta Allah’.”  Pekerjaan yang luar biasa!  Pekerjaan yang penting!  Tetapi ada saja ibu-ibu yang mengeluh dan menginginkan pekerjaan diladang yang lebih besar diluar rumah.  Kalau mereka dapat pergi ke Afrika atau India, barulah mereka merasa yang mereka mengerjakan sesuatu yang berguna.  Dan mengerjakan pekerjaan  hidup sehari-hari, melakukannya dengan setia, dengan bersungguh-sungguh, tampaknya kurang penting bagi mereka.  Mengapa hal ini terjadi?  Bukankah karena seringnya pekerjaan ibu dirumah tangga tidak dihargai?  Dia mempunyai ribuan beban dan tugas pemeliharaan, dan para ayah jarang yang mengerti dan tahu bagaimana harus mengerjakannya,  seringkali para ayah pulang kerumah membawa beban pekerjaannya yang membingungkan, hanya membuat kebahagiaan keluarga jadi redup, dan kalau para ayah ini dirumah tidak mendapatkan jalan keluar dalam pikirannya, dia membiarkan perasaannya tertuang dalam bentuk ketidak-sabaran dan mencari-cari kesalahan.  Para ayah dapat membanggakan hasil pekerjaannya diluar rumah sepanjang hari, tetapi pekerjaan para ibu, dalam pikirannya, sangat sedikit nilainya, atau dianggap dikelas bawah.  Bagi para ayah, tugas ibu-ibu adalah tidak penting, ibu-ibu hanya memasak makanan, menjaga anak-anak yang mungkin juga memiliki anggota keluarga yang banyak, dan menjaga rumah tetap bersih dan rapi.  Para ibu ini telah berusaha sepanjang hari untuk menjaga agar semua mesin dirumah berjalan lancar.  Dia telah berusaha, walaupun lelah dan kesal, untuk berbicara dengan lemah lembut dan gembira, dan untuk mendidik anak-anak, melatih mereka agar tetap berada dijalan yang benar.  Semua ini membutuhkan biaya, dan membutuhkan kesabaran baginya.  Sebagai gantinya, dia tidak dapat membanggakan apa yang sudah dia kerjakan, tampaknya seperti dia tidak dapat menyelesaikan segala sesuatunya dengan baik.  Sebenarnya tidak demikian.  Walaupun hasil dari pekerjaannya tidak tampak, tetapi malaikat-malaikat surga memperhatikan para ibu yang malang ini, mencatat setiap beban yang dia pikul dari hari kehari.  Namanya mungkin tidak pernah muncul dalam catatan sejarah, atau mungkin menerima kehormatan dan penghargaan dari dunia, sebagaimana yang mungkin bisa didapat oleh para ayah atau suami;  tetapi namanya kekal dalam catatan buku Allah.  Dia sedang melakukan apa yang dapat dia lakukan, kedudukannya dalam pandangan Allah lebih ditinggikan daripada raja-raja yang menduduki tahta kerajaannya; karena para ibu ini berhubungan dengan tabiat dan perilaku, dia sedang membentuk pikiran dan pertimbangan.
Para ibu pada zaman sekarang sedang membentuk masyarakat dimasa yang akan datang.  Betapa pentingnya kalau anak-anak mereka dapat dibawa maju dan dikuatkan agar anak-anak mereka dapat memiliki kemampuan untuk menolak pencobaan-pencobaan yang akan ditemuinya disetiap sudut dalam kehidupannya!
Apapun juga masalah dan kesulitan yang dihadapinya, biarlah para ayah membawa pulang wajah-wajah yang penuh senyum dan suara-suara yang manis, yang sama seperti yang ditunjukkannya kepada tamu-tamu dan orang-orang lain yang ditemuinya sepanjang hari diluar rumah.  Agar supaya para istri dapat merasa yang dia dapat bersandar pada kasih sayang yang besar yang diberikan oleh suaminya, --agar lengannya yang kuat boleh memberikan kekuatan kepada para istri yang harus melalui tugas-tugas dan kepeduliannya dalam rumah tangganya sepanjang hari, agar pengaruhnya boleh menopang para istri, dan beban-beban para istri dapat berkurang setengahnya.  Bukankah anak-anak adalah milik para ayah juga sebagaimana milik para ibu?
 Biarlah para ayah berusaha untuk membantu meringankan tugas dari para ibu.  Didalam waktu-waktu senggangnya yang akan dipergunakan untuk menyenangkan dirinya sendiri, para ayah hendaknya lebih mendekatkan dirnya dengan anak-anak --  bergaullah dengan mereka didalam permainan olahraga, didalam pekerjaan mereka.  Tunjukkan kepada mereka indahnya bunga-bunga yang bermekaran, pohon-pohon yang menjulang, yang  pada daun-daunnya, mereka dapat menemukan arti dari kasih dan pekerjaan Allah.  Dia seharusnya mengajar mereka bahwa Allah yang menjadikan segala sesuatu mengasihi keindahan dan kebaikan.  Kristus menunjukkan kepada murid-muridnya bunga-bunga bakung yang diladang dan burung-burung yang ada diudara, mengingatkan bagaimana Allah memelihara mereka, dan ini membuktikan yang Allah juga akan memelihara manusia, yang kedudukannya lebih tinggi dari burung-burung dan bunga-bunga.  Katakan kepada anak-anak bahwa bagaimanapun banyaknya waktu yang kita boroskan untuk berusaha menampilkan diri dengan menarik, penampilan kita itu tidak akan pernah dapat dibandingkan dengan indahnya dan menariknya bunga-bunga diladang yang paling sederhana sekalipun.  Jadi pikiran mereka dapat ditarik dari hal-hal yang palsu kepada hal-hal yang alamiah.  Mereka boleh belajar bahwa Allah telah memberi mereka segala hal yang indah ini untuk dinikmati, dan Dia ingin agar anak-anak memberikan kepadaNya hati yang terbaik dan tersuci.
Para orang tua juga diharapkan membangkitkan minat anak-anak untuk mempelajari ilmu fisiologi.  Orang-orang muda perlu diarahkan mengenal tubuhnya sendiri.  Hanya ada sedikit orang diantara orang-orang muda itu yang memiliki pengetahuan yang cukup mengenai rahasia kehidupan.  Pelajaran mengenai organ-organ tubuh yang ajaib, hubungan dan ketergantungan satu bagian dengan bagian yang lain, adalah satu dari pelajaran yang tidak diminati oleh para ibu.  Para ibu ini mengisi waktu mereka dengan hal-hal sepele  yang tidak berguna, dan kemudian mengeluhkan kurangnya waktu untuk memperoleh pengetahuan tentang bagaimana memelihara kesehatan tubuh anak-anak mereka.  Buat mereka lebih mudah mempercayakan kesehatan anak-anak mereka kepada para dokter.  Ribuan dari anak-anak mati karena pengabaian hukum kesehatan.
Kalau saja para orang tua mau mencari pengetahuan mengenai hal ini dan merasakan pentingnya melakukan hukum tersebut, kita akan melihat banyak keadaan-keadaan yang lebih baik.  Ajarkan anak-anakmu mengenai hukum sebab dan akibat.  Tunjukkan kepada mereka bahwa kalau mereka melanggar hukum kesehatan, mereka harus membayar akibatnya dengan penderitaan.  Kalau engkau tidak dapat melihat perbaikan dalam waktu sekejap seperti yang engkau inginkan, janganlah kecewa, tetapi arahkan mereka dengan kesabaran, dan doronglah terus sampai kemenangan kita dapatkan.  Lanjutkan untuk mengajar mereka dalam hal-hal yang berhubungan dengan tubuh mereka, dan bagaimana memelihara tubuh mereka sendiri.  Memelihara tubuh dengan sembrono, cenderung membentuk moral yang sembrono pula.
Janganlah lalai mengajar anak-anakmu bagaimana menyiapkan makanan yang sehat.  Dengan memberikan pelajaran-pelajaran mengenai fisiologi dan memasak makanan yang sehat, engkau memberikan mereka langkah pertama menuju cabang pendidikan yang paling berguna dan prinsip-prinsip berharga yang sangat dibutuhkan sebagai bahan penting memasuki pendidikan agama.
Semua pelajaran-pelajaran yang telah saya bicarakan dalam judul ini sangat dibutuhkan.  Kalau diperhatikan dengan teliti, pelajaran-pelajaran itu akan menyerupai benteng pertahanan yang mempersiapkan anak-anak kita menghindari kejahatan yang telah memenuhi seisi dunia.  Kita menginginkan pertarakan dimeja makan kita.  Kita menginginkan rumah-rumah dimana Allah dapat memberikan matahari dan udara surga yang segar.  Kita menginginkan suasana yang ceria dan membahagiakan didalam rumahtangga kita.  Kita harus meningkatkan kebiasaan-kebiasaan baik dalam diri anak-anak kita, dan melatih mereka sesuai dengan kehendak Allah.  Untuk melakukan semua ini memang membutuhkan harga.  Harga yang harus dibayar berupa doa-doa, air mata, kesabaran, pengajaran berulang-ulang.  Kita dapat membawa anak-anak kita kepada Allah didalam doa-doa kita, memohon agar mereka dijauhkan dari kejahatan, memohon “Sekarang Tuhan, lakukan kehendakMu, lembutkan dan tundukkan hati anak-anak kami,”  maka Dia pasti akan mendengar kita.  Dia mempedulikan doa-doa dari para ibu yang memohon dengan airmata dan kepedulian.  Pada waktu Kristus berada didunia ini, para ibu yang berbeban berat ini membawa anak-anak mereka kepadaNya; mereka berpikir bahwa kalau Dia mau meletakkan tanganNya diatas kepala anak-anaknya, maka mereka akan mendapat semangat yang lebih besar untuk mengarahkan anak-anak mereka sebagaimana yang Dia kehendaki.  Penebus itu mengerti mengapa mereka datang kepadaNya dengan membawa anak-anak mereka, dan dia menegur murid-muridnya yang menolak mereka, dengan mengatakan,  “Biarkanlah kanak-kanak itu datang kepadaku, jangan ditolakkan mereka; karena mereka inilah yang mewarisi kerajaan Allah.”  Yesus mengasihi anak-anak kecil, dan Dia memperhatikan dan melihat bagaimana para orang tua mengerjakan pekerjaan mereka.
Amoral berada dimana-mana, dan kalau anak-anak mau diselamatkan, maka usaha yang sungguh-sungguh harus dilakukan.  Kristus telah mengatakan, “Aku menyucikan diriku sendiri, agar mereka juga boleh disucikan.”  Dia menginginkan agar murid-muridnya disucikan, dan Dia menjadikan Dirinya sendiri sebagai teladan, sehingga mereka dapat mengikuti Dia.  Bagaimana kalau para ayah dan ibu melakukan hal yang sama, dengan mengatakan, “aku ingin agar anak-anakku mempunyai prinsip-prinsip yang teguh, dan aku akan memberikan contoh kepada mereka melalui kehidupanku”?  Biarlah para ibu memastikan bahwa tidak ada pengorbanan yang terlalu besar, kalau dilakukan demi keselamatan seisi rumah tangganya.  Ingatlah, Yesus menyerahkan kehidupanNya sendiri dengan tujuan untuk menyelamatkan engkau dan seisi rumah tanggamu dari kehancuran.  Engkau akan mendapatkan simpatiNya dan pertolongan didalam pekerjaan yang mulia ini, dan menjadi pekerja bersama dengan Allah.
Dalam hal apapun kita boleh gagal, marilah kita bekerja secara menyeluruh didalam pekerjaan bagi anak-anak kita.  Kalau mereka meninggalkan rumah setelah mendapat pelatihan yang baik, murni dan penuh kebajikan, kalau mereka mau mengisi tempat-tempat yang paling rendah dalam rencana Allah bagi kebaikan dunia, kehidupan kita tidak akan pernah menjadi kegagalan.  --  “Christian Temperance and Bible Hygiene,” hal.60-72, 1890. 





20
MEMABUKKAN   MENTAL

Apakah yang akan dibaca oleh anak-anak kita?  Ini adalah pertanyaan yang serius dan perlu dijawab dengan serius pula.  Saya merasa risih melihat didalam keluarga Kristen, ada tabloid-tabloid dan harian-harian yang berisi ceritera bersambung yang tidak memberikan kebaikan apapun juga bagi jiwa dan pikiran.  Saya telah memperhatikan bahwa orang-orang yang seleranya menyukai ceritera-ceritera khayalan meningkat terus.  Mereka telah mendapat kesempatan untuk mendengarkan Firman Allah dan menjadi orang-orang yang mempunyai iman; tetapi mereka bertumbuh dewasa dalam tahun-tahun yang miskin dalam hal kerohanian yang sebenarnya.  Orang-orang muda yang baik ini membutuhkan begitu banyak bahan untuk menumbuhkan tabiat mereka, - kasih dan takut akan Allah dan pengetahuan tentang Kristus.  Tetapi banyak orang muda yang tidak mempunyai pengertian intelektual mengenai kebenaran seperti Kristus.  Pikiran dibiarkan dipenuhi dengan ceritera-ceritera sensasi.  Mereka hidup dalam dunia khayalan, dan tidak siap untuk melakukan pekerjaan sehari-hari.  Saya telah mengamati anak-anak yang dibiarkan menjalani hidup semacam ini.  Apakah dirumah atau diperjalanan, mereka selalu gelisah dan merenung, tidak dapat berpikir cepat dan tidak ingin berkembang menjadi lebih baik.  Hal-hal yang mulia telah direndahkan sampai ketingkat diremehkan, sehingga dia puas dengan keadaannya sekarang, dan jarang sekali mempunyai kekuatan untuk mencapai yang lebih tinggi.  Pikiran-pikiran dan percakapan-percakapan rohani tidak disukai lagi.  Makanan untuk mental yang sebenarnya   untuk dinikmati, kini dicemari oleh pengaruh buruk, dan jatuh kedalam pikiran-pikiran yang tidak murni dan berhawa nafsu.  Saya merasakan kasihan yang dalam bagi jiwa-jiwa ini setelah saya mempertimbangkan berapa banyak yang hilang dari mereka karena melalaikan kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan mengenai Kristus, yang didalamnya, Dia adalah sebagai pusat dari harapan-harapan kita akan kehidupan kekal.  Berapa banyaknya waktu yang berharga terbuang dengan sia-sia, yang sebenarnya dapat digunakan untuk belajar mengenai Pola dari kebaikan yang sepatutnya.
Secara pribadi saya berkenalan dengan beberapa orang yang telah kehilangan nada-nada sehat dari pikirannya melalui kebiasaan-kebiasaan membaca yang salah.  Mereka melalui kehidupan ini dengan imaginasi yang tercemar, membesar-besarkan setiap kesedihan yang paling kecil sekalipun.  Hal-hal yang sebenarnya dapat ditanggung oleh mental, menjadi perjuangan yang tidak tertanggungkan, penuh rintangan yang tidak dapat dikalahkan.  Bagi mereka, kehidupan ini adalah berada dibawah bayangan untuk selamanya.
Mereka yang telah memanjakan kebiasaan membaca ceritera-ceritera yang menggairahkan, akan melumpuhkan kekuatan mental mereka, membuat diri mereka sendiri tidak mampu berpikir dan meneliti dengan sehat.  Ada banyak orang sekarang yang berada didalam kehidupan tanpa pernah dapat disembuhkan dari akibat membaca tanpa pertarakan.  Kebiasaan yang terbentuk pada tahun-tahun awal, telah bertumbuh dengan pertumbuhannya dan dikuatkan dengan kekuatannya; dan usaha-usaha mereka untuk mengalahkannya, walaupun dengan tekad, hanya sebagian saja yang berhasil.  Banyak dari mereka yang kekuatan dari pikirannya tidak pernah pulih lagi.  Setiap usahanya untuk menjadi orang-orang Kristen yang praktis, berakhir dengan sia-sia.  Mereka tidak dapat menjadi seperti Kristus dengan sungguh-sungguh.  Sistem syarafnya dilemahkan oleh karena bacaan-bacaan yang menggairahkan ini.  Dalam beberapa kasus, orang-orang muda dan juga orang-orang dewasa, telah menjadi lumpuh dalam kegiatan yang lain hanya disebabkan oleh karena bacaannya.  Pikirannya terus menerus bergairah, sampai akhirnya mesin-mesin otaknya menjadi begitu lemah, tidak dapat bertindak dan kelumpuhanlah sebagai hasilnya.
Bila selera untuk membaca ceritera-ceritera yang menggairahkan dan penuh sensasi ditingkatkan, maka selera moralnya menjadi kabur, dan pikirannya tidak terpuaskan kecuali terus menerus diberi makan makanan yang tidak bergizi dari tempat sampah.  Saya telah melihat wanita-wanita muda yang mengaku sebagai pengikut Kristus tetapi tidak dapat berbahagia sampai ditangan mereka terdapat buku-buku ceritera khayalan atau tabloid-tabloid berisi ceritera-ceritera.  Pikirannya jadi kecanduan pemicu gairah seperti pemabuk kecanduan minuman yang beracun.  Orang-orang muda ini tidak menunjukkan adanya roh penyembahan; tidak ada terang surga terpantul dalam pergaulannya, yang akan menuntun mereka menuju sumber pengetahuan.  Mereka tidak memiliki pengalaman rohani yang dalam.  Kalau jenis-jenis bacaan semacam itu tidak dihadapkan kepada orang-orang ini, mungkin ada harapan untuk berubah; tetapi justru mereka kecanduan dan harus mendapatkannya.
Saya merasa sakit hati melihat orang-orang muda yang menghancurkan manfaat dirinya didalam kehidupan ini, dan gagal untuk mendapat pengalaman yang dapat mempersiapkan mereka bagi kehidupan kekal dalam surga.  Kita tidak dapat menemukan nama lain yang lebih cocok bagi mereka selain “Jiwa yang Mabuk.”
Kebiasaan tidak bertarak dalam hal membaca menimbulkan pengaruh buruk kepada otak yang sama pastinya seperti tidak bertarak dalam hal makan dan minum.
Cara terbaik untuk mencegah pertumbuhan kejahatan adalah dengan mengisi lahan.  Pemeliharaan dan penjagaan yang besar sangat diperlukan didalam meningkatkan pikiran dan menaburinya dengan benih-benih yang berharga dari kebenaran Alkitab.  Tuhan dengan pengasihanNya yang besar, telah menunjukkan kepada kita, peraturan-peraturan untuk hidup suci terdapat didalam FirmanNya.  Dia mengatakan kepada kita untuk menolak dosa, Dia menerangkan kepada kita tentang rencana keselamatan dan menunjukkan jalan menuju kesurga.  Dia telah mengilhami orang-orang suci untuk mencatatnya demi kepentingan manusia, memberi pengarahan sehubungan dengan bahaya-bahaya yang akan menghadang jalan kita, dan bagaimana untuk menyelamatkan mereka.  Orang-orang yang menuruti anjuran-anjuranNya untuk meneliti Firman tidak akan melalaikan hal ini.  Ditengah-tengah kebinasaan akhir zaman, setiap anggota gereja haruslah mengerti harapan-harapan dan imannya, -- sebagai alasan-alasan yang mudah dipahami.  Ada banyak hal yang dapat digunakan untuk mengisi pikiran, kalau kita dapat bertumbuh didalam kemurahan dan pengetahuan mengenai Tuhan Yesus Kristus kita.
Kita ini terbatas, namun kita harus mempunyai pengertian mengenai hal-hal yang tidak terbatas.  Pikiran harus dilatih untuk merenungkan Allah dan rencana ajaibNya untuk keselamatan kita.  Maka jiwa akan terangkat melebihi keduniawian dan akan dikaitkan kepada hal-hal yang mulia dan kekal.  Pikiran-pikiran kita sekarang, dihadapan Pencipta semesta alam, telah membuat manusia sesuai dengan gambarNya, akan menuntun pikiran kepada hal-hal yang lebih luas dan lebih tinggi untuk bermeditasi.  Allah mengawasi pikiran kita, Dia mengasihi kita, memelihara kita sehingga diberikanNya anakNya yang tunggal untuk menebus kita, agar kita tidak binasa; dan dia yang membuka hatinya untuk menerima dan merenungkannya, tidak akan dipuaskan dengan hal-hal yang sepele dan penuh sensasi.
Kalau Alkitab dipelajari sebagaimana seharusnya, manusia akan memiliki intelektual yang kuat.  Pokok-pokok yang ada didalam perkataan Allah, merupakan tema yang agung yang dapat diisikan kedalam pikiran dan meningkatkan manusia seutuhnya.  Didalam Alkitab ada ladang yang tidak terbatas dibuka untuk perkembangan imaginasi. Pikiran orang-orang muda akan gagal meraih perkembangan yang mulia kalau mereka mengabaikan sumber kebijaksanaan yang tertinggi, -- yaitu Firman Allah.  Alasan mengapa kita begitu sedikit memiliki orang-orang dengan pikiran yang bermutu, stabil dan teguh, adalah karena Allah tidak dihormati, Allah tidak dikasihi, prinsip-prinsip agama tidak dijalankan didalam kehidupan sebagaimana seharusnya.
Allah akan menjadikan kita orang-orang yang berguna dengan meningkatkan dan menguatkan kekuatan intelektual kita.  Kita diciptakan untuk keberadaan yang lebih tinggi dan lebih mulia daripada keberadaan kita yang sekarang.  Waktu yang sekarang adalah waktu persiapan untuk kehidupan kekal yang akan datang.  Dimana lagi ada tema yang besar untuk direnungkan, judul yang menarik untuk dipikirkan, selain kebenaran  besar yang dibeberkan oleh Alkitab?  Kebenaran-kebenaran ini akan melakukan pekrjaan besar bagi manusia, kalau saja manusia mau mengikuti apa yang diajarkan oleh kebenaranpkebenaran itu.  Tetapi betapa sedikitnya Alkitab itu dipelajari!.  Selalu saja ada hal-hal lain yang tidak penting yang diletakkan lebih tinggi dari tema itu sendiri.  Kalau Alkitab itu lebih banyak dibaca, kalau kebenaran-kebenarannya lebih dimengerti dengan baik, maka kita akan menjadi orang-orang yang cerdas dan penuh pengertian.  Malaikat-malaikat dari dunia yang terang berdiri disisi orang-orang yang mencari kebenaran dengan sungguh-sungguh, untuk memberikan kesan dan menerangi pikiran.  Dia yang pikirannya masih gelap akan menemukan cahaya melalui pengenalan akan Firman.—“Christian Temperance and Bible Hygiene,”  hal. 123-1266, 1890.

   



You may also like

Tidak ada komentar: