1 - 10 . PENDIDIKAN YANG TEPAT dll

0 Comments
1
PENDIDIKAN   YANG  TEPAT

Pekerjaan yang paling baik yang pernah dilakukan oleh pria dan wanita adalah yang berhubungan dengan pikiran orang-orang muda.  Didalam mendidik orang-orang muda, kepedulian yang besar haruslah diambil untuk mengubah tata cara pengarahan, seperti memunculkan kuasa pikiran yang tinggi dan mulia.  Para orang tua dan para guru tidak akan memiliki mutu untuk mendidik anak-anak, kalau mereka tidak terlebih dahulu mempelajari pelajaran tentang penguasaan diri, kesabaran, menahan nafsu, kelembutan dan kasih.  Betapa pentingnya posisi dari para orang tua, para penjaga, dan para guru-guru itu!  Hanya sedikit orang yang menyadari kebutuhan dasar daripada pikiran, dan bagaimana mengarahkan perkembangan intelektual, pertumbuhan pikiran dan perasaan-perasaan orang muda.
Ada waktu untuk melatih anak-anak dan ada waktu untuk mendidik orang muda; dan disekolah, sesungguhnya keduanya perlu sekali diberikan bersama-sama dalam tingkatan yang cukup besar.  Anak-anak boleh dilatih untuk melakukan pelayanan bagi dosa atau pelayanan bagi kebenaran.  Pendidikan awal akan membentuk tabiat mereka baik didalam kehidupan mereka didunia maupun kehidupan rohani mereka.  Solaiman mengatakan,: Didiklah seorang muda pada jalannya, maka pada masa tuanya dia tidak akan meninggalkannya.”  Bahasa ini positif.  Pelatihan yang pernah diikuti oleh Solaiman adalah mengarahkan, mendidik, dan mengembangkan.  Bila para orang tua dan para guru akan melakukan tugas ini, maka mereka sendiri harus mengerti “jalan” kemana sianak akan pergi.  Ini berarti lebih dari semata-mata memiliki pengetahuan akan buku-buku.  Ini memerlukan pengertian tentang kebaikan, kesalehan, kebenaran, dan kesucian.  Ini meliputi pelatihan pengendalian diri, ke-Tuhan-an, kasih akan sesama, dan mengasihi Allah serta saling mengasihi satu sama lain.  Kalau akan meraih objek ini, maka fisik, mental, moral dan pendidikan kerohanian dari anak-anak itu harus mendapat perhatian besar.
Pendidikan dari anak-anak tersebut, dirumah maupun disekolah, tidak seharusnya dilakukan seperti melatih hewan-hewan yang bodoh; karena anak-anak mempunyai kemauan intelek, yang harus diarahkan untuk mengendalikan kekuatan mereka.  Hewan-hewan yang bodoh memang perlu dilatih; karena mereka tidak memiliki pertimbangan dan intelektual.  Tetapi pikiran manusia harus diajar untuk mengendalikan diri.  Pikiran manusia harus dididik untuk mengatur kemanusiaan, sementara hewan-hewan diatur oleh majikan, dan dilatih untuk patuh kepada majikannya.  Bagi hewan-hewan, majikannya itulah pikirannya, pertimbangannya, dan kemauannya.  Seorang anak dapat saja dilatih sama seperti hewan, yang tidak mempunyai kemauan bagi dirinya sendiri.  Bahkan kepribadiannya mungkin akan dimunculkan oleh salah seorang pelatihnya; kemauannya dengan maksud-maksud dan tujuan-tujuannya terpusatkan kepada kemauan dari sang guru. 
Jadi anak-anak yang dididik dengan cara seperti diatas tadi, akan selalu kekurangan tenaga moral dan tanggung-jawab individunya. Mereka tidak pernah diajar untuk bergerak dari akal sehat dan prinsip-prinsipnya; kemauan mereka telah diatur oleh orang lain, pikirannya tidak diaktifkan, yang memungkinkannya untuk berkembang dan dikuatkan melalui latihan-latihan.  Mereka tidak pernah diarahkan dan didisiplin untuk menghargai keistimewaan dan kemampuan daya pikir mereka, untuk menampilkan kekuasaan mereka yang paling kuat sewaktu-waktu diminta.  Para guru tidak seharusnya berhenti sampai disini, tetapi harus memberikan perhatian khusus kepada pengolahan ketrampilan mereka yang lebih lemah, agar semua kekuatan-kekuatan boleh dilatih, dan ditampilkan dari satu tingkat kekuatan ketingkat yang lainnya, sehingga pikiran akan mencapai keseimbangan.
Ada banyak keluarga dari anak-anak yang tampaknya terlatih dengan baik kalau sementara berada dibawah pelatihan disiplin; tetapi bila tata cara yang biasa digunakan untuk mengatur mereka terhenti, maka mereka tidak akan sanggup berpikir, bertindak, atau mengambil keputusan bagi diri mereka sendiri.  Anak-anak ini telah terlalu lama berada dibawah peraturan besi, tidak diberi kesempatan untuk berpikir dan bertindak bagi diri mereka sendiri didalam hal-hal tertentu, yang  seharusnya sangat layak bagi mereka, padahal mereka tidak memiliki kepercayaan diri didalam diri mereka untuk bergerak keluar berdasarkan pertimbangan mereka sendiri, atau memiliki pendapat-pendapat tentang diri mereka sendiri.  Dan bila mereka terlepas dari orang tua mereka untuk bertindak bagi diri sendiri, dengan mudah mereka dapat dituntun oleh pendapat orang lain kearah jalan yang salah.  Mereka tidak memiliki kestabilan didalam tabiatnya.  Mereka tidak pernah menyatakan pendapat mereka sendiri secepat dan sejauh yang dapat dilakukan, dan oleh karenanya pikiran-pikiran mereka tidak berkembang dan dikuatkan dengan sepatutnya.  Mereka sudah terlalu lama dikuasai secara mutlak oleh orang tua mereka sehingga mereka bergantung sepenuhnya kepada orang tua; orang tua itu adalah pikiran dan pertimbangan mereka.
Dilain pihak, orang-orang muda janganlah dibiarkan berpikir sendiri mengenai pertimbangan para orang tua dan para guru dan bertindak sendiri.  Mereka harus dididik sedemikian rupa agar pikiran mereka bersatu dengan pikiran orang tua dan guru-gurunya, sehingga dapat diarahkan agar orang-orang muda itu dapat menyadari betapa pentingnya memperhatikan nasehat-nasehat mereka.  Kemudian pada waktu anak-anak muda itu lepas dari bimbingan tangan orang tua dan guru-guru mereka, tabiat mereka tidak akan menyerupai rumput yang bergoyang didalam hembusan angin.
Pelatihan yang sungguh-sungguh bagi orang muda, namun tanpa pengarahan yang tepat bagi mereka untuk berpikir dan bertindak bagi dirinya sendiri sebagai kemampuan mereka sendiri, dan dibiarkan untuk memutar kembali pikirannya, agar dengan cara ini mereka boleh bertumbuh didalam pemikiran, perasaan harga diri, dan kepercayaan diri akan kemampuan mereka untuk bertindak, maka hasilnya adalah sebuah kelas orang muda yang lemah dalam mental dan kuasa moralnya.  Dan pada waktu mereka diharuskan mandiri dan bertindak bagi diri mereka sendiri, mereka akan menampilkan suatu kenyataan bahwa mereka telah dilatih seperti hewan-hewan dan tidak terdidik.  Kemauan mereka, gantinya telah dibimbing, malahan telah dipaksakan untuk takluk kepada disiplin yang kasar dari orang tua dan guru-guru mereka. 
Para orang tua dan guru-guru tersebut yang membanggakan diri telah berhasil menguasai sepenuhnya akan pikiran dan kemauan anak-anak mereka dibawah pemeliharaan mereka, akan menanggalkan kebanggaan mereka, kalau saja mereka dapat menelusuri kehidupan dimasa depan dari anak-anak mereka yang telah dibawa kedalam pemaksaan dan penaklukan melalui kekuatan dan ketakutan.  Bila anak-anak ini tidak lagi berada dibawah orang tua dan guru-guru, dan didorong untuk berpikir dan bertindak untuk diri sendiri, mereka sudah hampir dipastikan akan mengambil jalan yang salah dan berpaling kepada kuasa pencobaan.  Mereka tidak dapat membuat hidup mereka sukses, dan kegagalan yang sama akan tampak dalam kehidupan kerohanian mereka.  Andaikan para pelatih dari anak-anak dan orang muda ini dihadapkan kepada gambaran masa depan dari hasil disiplin yang salah, maka mereka pasti akan mengubah rencana pendidikan mereka.  Para guru semacam ini yang merasa puas diri karena telah memiliki kendali yang hampir sempurna atas kemauan anak-anak didik mereka, bukanlah guru-guru yang sukses, walaupun penampilannya untuk sementara tampak manis.
Allah tidak pernah merancang pikiran seorang manusia untuk berada dibawah pengendalian manusia lain.  Dan mereka, yang berusaha untuk menguasai kepribadian dari murid-muridnya untuk dipersatukan dengan diri mereka sendiri, dan berusaha menjadi pikiran, kemauan, dan hati nurani bagi anak-anak didiknya itu, akan menanamkan tanggung-jawab yang dipenuhi ketakutan.  Anak-anak didik ini mungkin, pada peristiwa-peristiwa tertentu, tampak sebagai tentara-tentara yang terlatih baik.  Tetapi bila kekang diangkat, akan tampak kurangnya sikap mandiri menghadapi prinsip-prinsip yang teguh yang terpancar dari dalam diri mereka.  Mereka yang melakukan tugas mereka untuk mendidik murid-murid sedemikian rupa sehingga murid-muridnya dapat  melihat dan merasakan bahwa kuasa yang berada didalam diri mereka sendiri yang dapat mendorong pria dan wanita untuk membangun prinsip-prinsip yang teguh, memiliki kwalitas untuk menempati posisi manapun didalam kehidupan, adalah guru-guru yang paling berguna dan penuh kesuksesan abadi.  Pekerjaan mereka mungkin tidak menampakkan peningkatan yang terbaik bagi peneliti yang tidak hati-hati, dan pekerjaan mereka mungkin tidak dapat dinilai setinggi seperti guru yang menguasai hubungan pikiran dan kemauan murid-muridnya dengan kekuasaan mutlak; tetapi kehidupan dimasa depan daripada murid-murid itu akan menunjukkan hasil dari rencana pendidikan yang lebih baik.
Ada bahayanya kalau para orang tua dan para guru terlalu banyak memerintah dan mendikte, karena mereka akan mengalami kegagalan didalam membina sosial yang memadai dengan anak-anak dan anak-anak didiknya.  Mereka seringkali terlalu banyak menahan diri untuk memberikan pelayanan, dan membiasakan kekuasaan mereka memberikan pelayanan dengan cara yang dingin dan tidak bersimpati, yang tentu saja tidak mungkin dapat memenangkan hati anak dan anak-anak didik.  Kalau mereka mau mengumpulkan anak-anak, menarik mereka datang lebih dekat, menunjukkan kalau mereka mengasihi anak-anak itu, dan mau menunjukkan minat dengan segala usaha, dan bahkan didalam permainan, menjadi anak-anak diantara anak-anak, mereka akan membuat anak-anak itu menjadi berbahagia, dan akan memenangkan cinta dan rasa percaya diri mereka.  Cepat atau lambat anak-anak itu akan menunjukkan penghargaan dan menyukai kekuasaan yang dimiliki orang tua atau guru-guru mereka.  Kebiasaan-kebiasaan dan prinsip-prinsip daripada seorang guru haruslah dipertimbangkan sebagai yang lebih penting daripada mutu yang didapatnya dari buku-buku.  Kalau dia adalah seorang Kristen yang sungguh-sungguh, dia akan merasakan perlunya memiliki minat yang setara didalam mengajarkan tentang fisik, mental, moral, rohani kepada anak-anak didiknya.  Didalam hal memberikan pengaruh yang benar, dia haruslah mempunyai pengendalian diri yang sempurna, dan hatinya sendiri haruslah dipenuhi dengan cukup kasih sayang bagi murid-muridnya, yang akan tampak pada wajahnya, kata-katanya, dan tindakan-tindakannya.  Dia harus memiliki tabiat yang teguh, baru kemudian dia dapat membentuk pikiran murid-murid, sebaik seperti kalau mereka mengajarkan ilmu pengetahuan kepada para murid.  Pendidikan awal yang diberikan kepada orang muda pada umumnya dapat membentuk tabiatnya selama hidupnya.  Mereka-mereka yang berhubungan dengan orang muda haruslah secara hati-hati menggali mutu dari pikiran, agar mereka boleh mengetahui lebih baik bagaimana mengarahkan kuasa-kuasa pikiran agar mereka dapat melatihnya demi hasil yang terbaik. 


PENYEKAPAN   DISEKOLAH

Tata cara pendidikan yang dijalankan bagi generasi masa dahulu telah berpengaruh buruk bagi kesehatan dan bahkan terhadap kehidupan itu sendiri.  Banyak anak-anak muda yang harus melewatkan waktu selama lima jam sehari setiap hari didalam ruangan-ruangan sekolah yang tidak memiliki pengaliran udara yang layak, atau yang cukup luas untuk menjamin kesehatan dari para murid.  Udara dari ruangan-ruangan semacam itu tidak lama akan menjadi racun didalam paru-paru bagi yang menghirupnya.  Anak-anak kecil yang tungkai-tungkai dan otot-ototnya belum kuat, dan yang otaknya belum berkembang, telah disekap didalam ruangan untuk menjadi sakit.  Banyak diantaranya yang memiliki hanya sedikit kekuatan untuk mengawali kehidupan.  Penyekapan disekolah dari hari kehari membuat mereka menjadi gugup dan sakit.  Tubuh-tubuh mereka mengecil karena system syaraf mengalami kelelahan.  Dan kalau cahaya hidup mereka meredup, para orang tua dan guru-guru tidak menyadari yang mereka mempunyai pengaruh langsung terhadap penyerapan cahaya inti tersebut.  Pada waktu mereka berdiri disamping kubur dari anak-anak mereka, para orang tua yang muram itu memandang perkabungan mereka sebagai  suatu keadaan khusus, padahal oleh karena kelalaian mereka yang tidak dapat dimaafkan, tindakan mereka sendiri telah menghancurkan kehidupan anak-anak mereka.  Allah menghendaki agar anak-anak kecil hidup dan mendapat disiplin, agar mereka boleh memiliki tabiat yang baik, dan memuliakan Dia didalam dunia ini, serta memujiNya didunia yang lebih baik.
Para orang tua dan guru-guru, didalam mengambil tanggung-jawab untuk melatih anak-anak, jangan pernah merasa memiliki hak atas anak-anak dihadapan Allah, agar mereka boleh memperlakukan tubuh-tubuh dari anak-anak dan murid-murid mereka dengan cara yang layak guna menjamin kehidupan dan kesehatan mereka.  Ribuan anak meninggal disebabkan karena kelalaian para orang tua dan guru-guru.  Ibu-ibu menggunakan waktunya berjam-jam untuk mengerjakan pekerjaan yang sia-sia dengan menjahit pakaian-pakaian guna dipamerkan, dan kemudian mencari maaf karena tidak mempunyai waktu untuk membaca buku-buku guna mendapatkan pelajaran-pelajaran yang perlu sehubungan dengan pemeliharaan kesehatan dari anak-anak mereka.  Mereka berpikir lebih mudah untuk mempercayakan tubuh anak-anak mereka kepada para dokter.  Dalam hal yang berhubungan dengan mode pakaian dan adat istiadat, banyak orang tua yang telah mengorbankan kesehatan serta kehidupan anak-anak mereka.
Untuk mengenali organ-organ tubuh manusia yang ajaib, tulang-tulang, otot-otot, perut, hati, usus-usus, jantung dan pori-pori kulit, dan untuk mengerti  tentang ketergantungan satu organ dengan organ yang lainnya untuk jalannya kesehatan secara keseluruhan, merupakan pelajaran yang tidak diminati oleh kebanyakan ibu-ibu.  Mereka sama sekali tidak mengetahui pengaruh tubuh terhadap pikiran, dan pikiran terhadap tubuh.  Mereka tampaknya tidak mengerti tentang hubungan pikiran dari yang terbatas sampai yang tidak terbatas.  Setiap organ didalam tubuh diciptakan untuk menjadi pelayan dari pikiran.  Pikiran adalah induk dari tubuh.  Anak-anak dibiarkan makan makanan daging, bumbu-bumbu, mentega, keju, daging babi,  kue-kue berlemak, dan pedas pada umumnya.  Mereka juga diijinkan makan tidak teratur, makan makanan yang tidak menyehatkan
diantara waktu makan.  Hal-hal semacam ini menyebabkan pekerjaan organ tubuh mengacaukan perut, memicu syaraf untuk bergerak secara tidak normal, dan merendahkan daya intelektual.  Para orang tua tidak menyadari bahwa mereka sedang menabur benih yang akan menghasilkan penyakit dan kematian.
Banyak anak-anak hancur sepanjang hidupnya karena intelektualnya yang dipaksakan, dan mengabaikan penguatan kekuatan fisik.  Banyak yang meninggal dimasa kanak-kanak karena tindakan yang dilakukan oleh para orang tua dan guru-guru disekolah yang tidak bijaksana dengan memaksakan otak anak-anak yang masih muda, membujuknya ataupun menakuti mereka, padahal mereka masih terlalu muda untuk terlibat dengan ruangan sekolah.  Pikiran-pikiran mereka dibebani dengan pelajaran-pelajaran, padahal sebenarnya belum seharusnya pikiran mereka itu digali, dan seharusnya tetap terbungkus sampai tubuh mereka dapat menahan beban mental.  Anak-anak kecil seharusnya dibiarkan bebas seperti anak domba berlarian dialam, bebas dan bahagia, dan harus dberikan kesempatan-kesempatan yang paling menyenangkan untuk meletakkan dasar bagi keadaan fisik yang memuaskan. 
Para orang tua seharusnya menjadi satu-satunya guru dari anak-anak mereka sampai mereka mencapai usia delapan atau sepuluh tahun.  Secepat pikiran mereka dapat menangkapnya, orang tua harus membukakan buku besar Allah tentang alam dihadapan mereka.  Ibu seharusnya mengurangi rasa kesukaannya kepada barang-barang dirumahnya, atau menyiapkan pakaian-pakaian untuk pamer, dan harus mendapatkan waktu untuk menanamkan rasa kasih – didalam diri anak-anak dan dirinya sendiri – akan keindahan kuncup-kuncup dan mekarnya bunga-bunga.  Dengan menarik perhatian anak-anak mereka kepada perbedaan warna dan bermacam-macam bentuk, ibu itu dapat memperkenalkan anak-anak mereka kepada Allah, yang telah menciptakan segala sesuatu yang penuh keindahan, yang menarik hati dan menyukakan mereka.  Ibu itu dapat menuntun pikiran mereka kepada Sang Pencipta, dan membangkitkan rasa cinta didalam hati muda mereka terhadap Bapa yang disurga, yang telah menyatakan kasihNya yang besar terhadap mereka.  Para orang tua dapat bekerjasama dengan Allah serta dengan segala hasil pekerjaan ciptaanNya.  Satu-satunya ruangan sekolah bagi anak-anak berusia delapan sampai sepuluh tahun haruslah diudara terbuka, diantara bunga-bunga yang bermekaran dan pemandangan alam yang indah.  Pelajaran-pelajaran seperti ini yang terpatri didalam pikiran anak-anak kecil diantara alam yang menyenangkan dan menarik hati, tidak akan mudah dilupakan.
Didalam hal mendapatkan kesehatan bagi anak-anak dan orang-orang muda, kegembiraan, keceriaan, dan otot-otot serta otak yang berkembang dengan baik, mereka harus banyak berada diudara terbuka, dan memperoleh kegiatan dan kesenangan yang teratur.  Anak-anak dan orang-orang muda yang disekap disekolah dengan buku-buku, tidak akan mendapatkan keadaan fisik yang memuaskan.  Latihan-latihan otak melalui pelajaran, tanpa diimbangi dengan latihan fisik, cenderung untuk mengurangi aliran darah keotak, dan peredaran darah melalui sistem menjadi tidak seimbang.  Otak akan kebanyakan darah, dan yang lain-lainnya mendapat terlalu sedikit.  Harus ada peraturan sehubungan dengan pelajaran-pelajaran pada jam-jam tertentu, dan kemudian ada bagian dari waktu mereka untuk digunakan pekerjaan fisik.  Dan kalau kebiasaan mereka untuk makan, berpakaian, dan tidur disesuaikan dengan hukum fisik, mereka akan dapat mencapai pendidikan tanpa harus mengorbankan kesehatan tubuh dan mental. 
  

PENYUSUTAN  FISIK DARI SUATU BANGSA

Buku Kejadian memberikan perkiraan nilai mengenai kehidupan pribadi dan sosial, dan tetap saja kita tidak mempunyai catatan dari para bayi yang dilahirkan buta, tuli, lumpuh, abnormal, maupun terbelakang.  Tidak ada catatan peristiwa dari kematian alamiah pada bayi-bayi, anak-anak, atau orang-orang muda.  Tidak ada perhitungan untuk kematian pria dan wanita disebabkan karena penyakit.  Catatan kematian yang dicantumkan dalam buku Kejadian adalah sebagai berikut :  “Dan lamanya Adam hidup  adalah sembilan ratus dan tiga puluh tahun, lalu dia mati.”  “Dan lamanya Set hidup adalah sembilan ratus duabelas tahun, lalu dia mati.”  Pada waktu itu sangat jarang seorang anak mati sebelum bapanya, sehingga peristiwa semacam itu diistimewakan dalam catatan : “Dan Haran mati sebelum bapanya Terah.”  Haran adalah seorang bapa yang memiliki anak-anak sebelum kematiannya.
Allah membekali manusia dengan kekuatan vital yang besar agar dia dapat menanggung penyakit yang didatangkan bertubi-tubi atas suatu bangsa karena akibat dari kebiasaannya melakukan pelanggaran, dan telah berlalu selama enam ribu tahun.  Kenyataan ini sendiri telah cukup untuk membuktikan kepada kita akan kekuatan dan tenaga listrik yang Allah berikan pada manusia disaat penciptaannya.  Dibutuhkan waktu lebih dari dua ribu tahun bagi kejahatan dan pelanggaran hawa nafsu untuk mendatangkan penyakit badani keatas suatu bangsa dalam jumlah besar.  Kalau Adam, pada waktu penciptaannya, tidak dibekali dengan kekuatan vital duapuluh kali lebih banyak dari yang dimiliki manusia sekarang, maka bangsa keturunannya, dengan kebiasaannya sekarang hidup melawan hukum alam, akan menjadi punah.  Pada waktu kedatangan Kristus yang pertama kali, bangsa ini telah mengalami penurunan secara tajam sehingga penyakit yang datang bertubi-tubi keatas generasi ini, telah membawa malapetaka yang luas dan penderitaan yang tidak terkatakan. 
Keadaan dunia yang porak poranda pada zaman sekarang ini telah dihadapkan kepada kita.  Sejak kejatuhan Adam, bangsa ini telah mengalami kemunduran.  Beberapa dari alasan-alasan dari kemerosotan sekarang ini yang terjadi pada diri manusia, yang dibentuk serupa dengan Allah, telah ditunjukkan kepadaku.  Kepekaan untuk menyadari berapa banyaknya terjadi kemerosotan fisik, mental dan moral, telah menyebabkan hatiku sakit dan pingsan.  Allah tidak menciptakan suatu bangsa dengan keadaannya yang begitu lemah seperti sekarang ini.  Keadaan dari hal-hal ini bukanlah pekerjaan dari Allah, tetapi pekerjaan dari manusia;  yang telah membawanya dari kebiasaan-kebiasaan yang salah dan kekasaran-kekasaran, dengan cara melawan hukum-hukum yang Allah telah buat untuk mengatur keberadaan manusia.  Melalui pencobaan untuk menyalahkan-gunakan selera, Adam dan Hawa pada awalnya jatuh dari tempatnya yang tinggi, suci, dan membahagiakan.  Dan melalui pencobaan yang samalah bangsa ini telah dibuat menjadi lebih lemah.  Mereka telah mengijinkan selera dan nafsu untuk bertahta didalam diri mereka, dan merasuki pikiran dan intelektual.
Pelanggaran akan hukum badani, dan akibatnya, penderitaan manusia, telah begitu lama membuat manusia gagal untuk menyadari keadaan sekarang mengenai penyakit, penderitaan, kebodohan, dan kematian dini sebagai masa depan yang telah ditentukan bagi manusia.  Manusia datang dari tangan Sang Pencipta, sempurna dan indah bentuknya, dan terisi penuh dengan kekuatan vital sampai lebih dari seribu tahun kemudian sebelum selera dan nafsunya yang jahat, kebiasaannya melanggar hukum, baru
dapat dirasakan oleh bangsa manusia.  Semakin banyak generasi manusia sekarang telah merasakan tekanan karena kelemahan dan penyakit yang masih berkembang dengan lebih cepat dan lebih berat terhadap seluruh generasi.  Kekuatan vitalnya telah menjadi begitu lemah oleh karena pelanggaran selera dan nafsu yang buruk.
Para nabi dari Adam hingga Nuh, dengan sedikit pengecualian saja, dapat hidup hingga seribu tahun.  Sejak masa Nuh, masa kehidupan telah berkurang.  Orang-orang yang menderita dan sakit telah dibawa kepada Kristus dari segenap penjuru kota, dan desa untuk disembuhkan; karena mereka telah mendapat tekanan dari penyakit-penyakit.  Dan penyakit secara tetap telah bertambah-tambah melalui generasi kegenerasi sejak saat itu.  Disebabkan karena terus berlangsungnya pelanggaran terhadap hukum kehidupan, kematian terus bertambah dalam jumlah yang menakutkan.  Tahun-tahun kehidupan manusia telah diperpendek, sehingga generasi masa kini berlalu kedalam kubur, bahkan sebelum tiba pada umur yang seharusnya dia aktif seperti generasi yang hidup pada awal ribuan tahun  sesudah penciptaan. 

Penyakit telah ditularkan dari orang tua kepada anak-anak, dari generasi kegenerasi berikutnya.   Bayi-bayi dalam ayunan menjadi sakit oleh sebab dosa dari orang tuanya, yang telah melemahkan kekuatan vitalnya.  Kebiasaannya yang salah dalam cara makan dan berpakaian, dan pelanggaran lain pada umumnya, telah diturunkan sebagai warisan kepada anak-anaknya.  Banyak yang lahir dengan tidak normal, cacat, buta, tuli, dan banyak lagi yang rendah intelektualnya.  Adanya prinsip-prinsip yang aneh yang menjadi ciri dari generasi ini, yang tampak pada pelanggaran akan hukum kehidupan, sungguh mencengangkan.  Pokok penting ini diabaikan, sementara terang sedang menyinari sekeliling mereka.  Kebanyakan, prinsip kekhawatiran mereka adalah, Apa yang hendak aku makan? Apa yang hendak aku minum? Dan dengan apa aku akan berpakaian?  Gantinya memperhatikan semua yang telah ditulis dan difirmankan tentang bagaimana memperlakukan tubuh kita, pada umumnya selera merupakan hukum yang terbesar yang paling menguasai manusia.

Kuasa moral dilemahkan, karena manusia tidak ingin hidup dalam penurutan kepada hukum kesehatan, dan membuatnya sebagai tugas pribadi yang harus diikuti.  Orang tua menurunkan kepada anak-anaknya kebiasaan-kebiasaan yang terlarang, dan penyakit-penyakit yang berat menyerap darah dan melemahkan otak.  Kebanyakan manusia tetap  mengabaikan hukum dari kemanusiaannya, dan melanggar selera dan nafsunya dengan bayaran intelek dan moralnya, dan tampaknya tetap tidak peduli  terhadap pelanggarannya terhadap hukum alam.  Mereka melakukan kesalahan dengan seleranya yang telah melemah dengan cara tidak lagsung menggunakan racun-racun yang mematikan secara perlahan-lahan, yang menyerap darah, dan menurunkan kekuatan syarafnya, dan sebagai akibatnya menyebabkan penyakit dan kematian kepada diri mereka sendiri.  Teman-teman mereka menyebut hasil dari perbuatan ini sebagai kehendak Allah.  Dalam hal ini mereka menghina Allah.  Mereka memberontak terhadap hukum alam, dan menderita hukuman karena melanggar hukum-hukum.  Penderitaan dan kematian kini terdapat dimana-mana, terutama diantara anak-anak.  Betapa besarnya perbedaan yang terdapat diantara generasi sekarang, dengan mereka yang pernah hidup selama dua ribu tahun yang pertama!


PENTINGNYA PELATIHAN DIRUMAH

Saya memperkirakan akibatnya bila gelombang bencana ini tidak dicegah, dan sesuatu dilakukan untuk menyelamatkan orang-orang muda  dari generasi ini dari kehancuran yang mengancam mereka.  Kepadaku telah ditunjukkan bahwa satu penyebab besar dari keadaan hal-hal yang menyedihkan ini adalah karena para orang tua tidak merasa berkewajiban untuk membawa mereka hidup selaras dengan hukum fisik.  Para ibu mengasihi anak-anak mereka dengan kasih yang mendewakan, dan memberi kebebasan kepada selera mereka, padahal mereka tahu bahwa hal itu akan merusak kesehatan, dan membawa penyakit dan ketidak-bahagiaan kepada mereka.  Kebaikan yang kejam ini disebarluaskan dalam generasi masa kini.  Keinginan anak-anak diberikan anugerah yang harus dibayar dengan kesehatan dan kebahagiaan, karena ini lebih mudah bagi sang ibu pada  waktu itu, untuk memberi daripada menahan sesuatu yang mereka minta.
Jadi para ibu itu menaburkan benih-benih yang akan bertumbuh dan menghasilkan buah.  Anak-anak itu tidak dididik untuk menahan selera dan menyangkal keinginan-keinginan mereka.  Mereka jadi mementingkan diri, penuntut, tidak menurut, tidak berterima kasih, dan tidak suci.  Ibu-ibu yang melakukan hal ini akan menuai buah-buah dengan kepahitan dari benih yang telah mereka taburkan.  Mereka telah berdosa terhadap surga, dan terhadap anak-anak mereka, dan Allah akan memperhitungkannya.
Kalau saja pendidikan bagi generasi dulu telah dijalankan dengan rencana yang berbeda, maka orang-orang muda dari generasi itu sekarang tidak akan mengalami kemunduran dan tidak berguna.  Penyelenggara-penyelenggara dan guru-guru sekolah pada waktu itu seharusnya adalah orang-orang yang mengerti ilmu kejiwaan, dan yang memiliki minat, tidak hanya untuk mendidik orang-orang muda dalam hal ilmu pengetahuan, tetapi juga mengajar mereka bagaimana menjaga kesehatan, agar mereka boleh menggunakan ilmu pengetahuan yang mereka dapat untuk hal-hal yang paling baik sesuai dengan yang mereka telah peroleh.  Seharusnya ada hubungan dengan sekolah-sekolah, untuk mengadakan pembangunan beberapa cabang pekerjaan, agar murid-murid dapat dipekerjakan dan mendapat pelatihan yang diperlukan diluar jam-jam sekolah.
Mempekerjakan dan memberikan kegembiraan kepada murid-murid haruslah diatur sesuai dengan hukum fisik, dan harus diambil untuk membekali mereka dengan  kesehatan dari segala kuasa tubuh dan pikiran.  Kemudian ilmu pengetahun praktis mengenai perekonomian dapat diberikan sementara pelajaran-pelajaran dari buku-buku telah mereka capai.  Kepekaan para murid disekolah haruslah digairahkan untuk melihat dan merasakan bahwa masyarakat sekeliling menuntut mereka, dan mereka harus hidup didalam penurutan kepada hukum alam, dengan demikian melalui keberadaan dan pengaruh mereka, melalui pandangan dan teladan mereka, mereka dapat menjadi kebaikan dan berkat bagi masyarakat.  Kepada orang-orang muda haruslah ditekankan bahwa semua memiliki pengaruh yang secara berkesinambungan memberikan penjelasan kepada masyarakat, untuk memperbaiki dan meningkatkan, atau untuk merendahkan dan melecehkan.  Pelajaran yang mula-mula bagi orang-orang muda seharusnya adalah mengenal dirinya sendiri dan bagaimana menjaga tubuh mereka sehat.
Banyak orang tua yang mewajibkan anak-anak mereka disekolah sepanjang tahun.  Anak-anak ini menjalani rutinitas belajar secara mekanik, tetapi tidak mengecap apa yang telah mereka pelajari.  Banyak dari murid-murid tetap ini tampaknya hampir kehilangan hidup intelektualnya.  Belajar terus menerus yang membosankan melelahkan pikiran, dan mereka hanya sedikit berminat dalam pelajaran-pelajaran mereka;, dan bagi kebanyakan mereka, usaha menghidupkan pelajaran dari buku-buku itu jadi menyakitkan.  Mereka tidak mendorong diri sendiri untuk membiasakan diri memantulkan dan mengadakan penelitian.
Anak-anak berada didalam suatu keadaan yang membutuhkan pendidikan yang patut, agar mereka dapat menjadi orang yang berguna didunia.  Tetapi usaha apapun yang melebihkan intelektual diatas pelatihan moral adalah salah arah.  Pengarahan, peningkatan, dan memperbaiki orang-orang muda dan anak-anak haruslah menjadi pokok yang utama dari para orang tua dan guru-guru.  Kepercayaan para orang tua dan guru-guru yang mengira bahwa belajar terus menerus akan menguatkan intelektual, telah dibuktikan tidak benar, karena didalam banyak kasus telah memberi dampak yang berlawanan.
Dalam pendidikan awal dari anak-anak, banyak orang tua dan guru-guru gagal untuk mengerti bahwa kebutuhan akan perhatian yang terbesar haruslah diberikan pada bidang fisik, agar kesehatan tubuh dan otak terjamin.  Sudah menjadi kebiasaan mereka mendorong anak-anak untuk kesekolah sementara mereka masih bayi-bayi, dan membutuhkan pengayoman dari ibu.  Sementara mereka masih dalam usia yang rawan terhadap penyakit, mereka dibiarkan berdesakan didalam ruang sekolah yang berventilasi buruk, dimana mereka harus duduk dengan posisi membungkuk yang salah, dan sebagai hasilnya tulang-tulang yang masih muda dan rawan dari beberapa anak menjadi cacat.
Penempatan dan kebiasaan dari orang-orang muda akan memberikan hasil yang nyata pada masa dewasanya.  Anda boleh membengkokkan sebatang pohon yang masih muda kebentuk mana saja yang anda inginkan, dan kalau dibiarkan pohon muda itu akan terus bertumbuh sebagaimana yang anda telah bengkokkan, dan menjadi pohon yang salah bentuk, dan akan selalu menuntut kesalahan tangan anda karena telah menyebabkannya menjadi cacat dan menderita.  Anda boleh, sesudah tahun-tahun pertumbuhan, berusaha untuk meluruskan pohon itu, tetapi segala usaha anda akan terbukti sia-sia.  Pohon itu tetap bungkuk untuk selamanya.  Inilah kasus yang sama dengan pikiran anak-anak.  Mereka harus dilatih dengan sangat hati-hati dan teliti pada masa anak-anaknya. Mereka dapat dilatih kearah yang benar atau yang salah, dan didalam kehidupannya kelak mereka akan menuntut sipelaku yang telah memberikan arahan pada masa mudanya.  Kebiasaan yang dibentuk pada masa muda akan bertumbuh dengan pertumbuhan dan dikuatkan dengan kekuatan, akan demikian untuk seterusnya, hanya akan bertumbuh lebih kuat.
Kita sedang hidup dizaman dimana hampir semuanya sudah mengalami kemerosotan. Hanya ada sedikit stabilitas dan keteguhan dalam tabiat, karena pelatihan dan pendidikan dari anak-anak sejak bayi juga sudah mengalami kemerosotan.  Tabiat mereka dibangun diatas  pasir yang rapuh.  Penyangkalan dan penahanan diri tidak dibentuk kedalam tabiat mereka.  Mereka telah dimanjakan dan dibebaskan hingga mereka mengalami kerusakan sepanjang hidupnya. Kecintaannya akan kesenangan menguasai pikiran, dan anak-anak itu dibiarkan dan dibebaskan menuju kepada kehancuran.  Anak-anak haruslah dilatih dan diajar sedemikian rupa agar mereka siap menghadapi tantangan pencobaan, dan bertahan menghadapi kesulitan dan bahaya-bahaya.  Mereka harus diajar untuk menguasai diri mereka sendiri, dan untuk berupaya mengalahkan kesulitan-kesulitan; dan kalau mereka tidak menempatkan diri dalam pencobaan secara sukarela, tidak menjurus kepada bahaya; kalau mereka menolak pengaruh dosa dan masyarakat yang tidak bermoral, maka kalau kemudian mereka didorong untuk menerjuni bahaya, mereka akan memiliki kekuatan tabiat untuk berdiri demi kebenaran dan berpegang pada prinsip, dan akan muncul didalam kekuatan Allah dengan moral yang tidak tergoyahkan.  Kalau orang muda dididik dengan patut,  menjadikan Allah sebagai kebenaran mereka, maka kuasa moralnya akan teguh berdiri terhadap ujian moral.
Tetapi hanya sedikit orang tua yang menyadari bahwa anak-anak mereka adalah serupa dengan teladan dan disiplin apa yang diperbuat oleh orang tua terhadap mereka, dan bahwa para orang tua bertanggungjawab atas tabiat yang dikembangkan oleh anak-anak mereka.  Kalau saja hati para orang tua menunjukkan penurutan kepada kehendak Kristus, mereka akan menuruti perintah Guru yang disurga :  “Tapi carilah dahulu kerajaan Allah dengan kebenarannya, maka segala sesuatunya akan ditambahkan kepadamu.”  Kalau orang-orang yang mengaku sebagai pengikut Kristus hanya mau mengikuti ini, mereka akan memberikan, bukan saja kepada anak-anak mereka, tetapi juga kepada seluruh dunia yang tidak percaya, teladan-teladan yang dapat menyatakan nilai rohani dari Alkitab.
Kalau para orang tua Kristen hidup didalam penurutan kepada kehendak-kehendak Guru Agung, mereka akan melakukan kesederhanaan dalam hal makan dan berpakaian, dan akan hidup lebih sesuai dengan hukum alam.  Mereka tidak akan memakai begitu banyak waktu untuk hidup penuh kepalsuan guna mempedulikan diri sendiri dan mengenakan beban yang tidak pernah diletakkan oleh Kristus keatas mereka, tetapi justru yang Dia minta secara positif untuk ditolak.  Kalau saja kerajaan Allah dan kebenaranNya menjadi pertimbangan yang pertama dan yang paling penting bagi para orang tua, maka hanya sedikit saja waktu yang berharga itu terbuang untuk perhiasan luar yang sia-sia, sementara pikiran dari anak-anak mereka hampir diabaikan begitu saja.  Waktu berharga yang dipergunakan para orang tua untuk menyiapkan pakaian anak-anak mereka guna dipamerkan demi kesenangan akan lebih baik, jauh lebih baik, bila digunakan untuk meningkatkan daya pikir mereka sendiri, agar mereka boleh lebih trampil untuk menuntun anak-anak mereka dengan patut.  Untuk keselamatan dan kebahagiaan para orang tua itu, tidak perlu mereka menggunakan waktu berharga yang dipinjamkan Allah kepada mereka digunakan untuk mengurus pakaian, berkunjung dan omong kosong. 
Banyak orang tua yang mengatakan bahwa mereka mempunyai banyak hal untuk dilakukan sehingga mereka tidak punya waktu untuk meningkatkan pikiran mereka, untuk mendidik anak-anak mereka agar hidup praktis, atau untuk mengajar anak-anak bagaimana menjadi anak domba dalam kelompok Kristus.  Sampai penetapan akhir nanti, pada saat kasus-kasus akan diputuskan, tindakan-tindakan dalam kehidupan kita dibuka dihadapan Allah dan Domba, dan seluruh malaikat suci, para orang tua tidak mau menyadari nilai yang tidak terbatas dari waktu yang mereka salahgunakan.  Banyak dari mereka nantinya akan melihat bahwa tindakan mereka yang salah telah mempengaruhi masa depan anak-anak mereka.  Tidak saja mereka telah gagal menanamkan kata-kata Raja yang mulia itu didalam diri mereka sendiri, “Sabaslah, hai hamba yang setia, masuklah kedalam kesukaan Tuhanmu,” tetapi justru mereka mendengar pengumuman penolakan yang mengerikan terhadap anak-anak mereka, “Undurlah!”  Untuk selama-lamanya hal ini akan memisahkan anak-anak mereka dari kesukaan dan kemuliaan surga, dan juga dari hadapan Kristus.  Dan mereka sendiri juga akan mengalami penolakan, Undurlah, “engkau hamba yang jahat dan pemalas,”  Yesus tidak akan pernah mengatakan, “Sabaslah,” kepada mereka-mereka yang tidak pernah mengumpulkan “kebaikan” melalui kehidupan mereka dengan menyangkal dan mengorbankan diri untuk melakukan kebaikan kepada orang lain dan menyatakan kemuliaanNya.  Mereka yang hidup berdasarkan prinsip untuk memuaskan diri sendiri gantinya melakukan kebaikan bagi orang lain, akan menemui kehilangan abadi.
Kalau para orang tua dapat digairahkan kepada rasa tanggungjawab yang menakutkan yang terletak dipundak mereka untuk mendidik anak-anak mereka, maka lebih banyak waktu mereka akan digunakan untuk berdoa, dan lebih sedikit untuk pamer diri.  Mereka akan memantulkan, belajar, dan berdoa sungguh-sungguh kepada Allah memohon kebijaksanaan dan sarana yang mulia, agar dengan demikian mereka dapat melatih anak-anak mereka agar mereka dapat mengembangkan tabiat yang disetujui Allah.  Keinginan mereka bukanlah mengetahui bagaimana mendidik anak-anak mereka agar mereka mendapat pujian dan sanjungan dari dunia, tetapi bagaimana mereka dapat mendidik mereka untuk membentuk tabiat yang indah yang disetujui oleh Allah.
Banyak belajar dan berdoa yang sungguh-sungguh untuk kebijaksanaan surga diperlukan untuk berhubungan dengan pikiran orang-orang muda; karena sangat banyak bergantung kepada pengarahan yang diberikan oleh para orang tua kepada pikiran dan kemauan anak-anak mereka.  Untuk menyeimbangkan pikiran mereka pada arah yang tepat dan pada waktu yang tepat, adalah pekerjaan yang paling penting; karena masa depan abadi mereka mungkin bergantung pada keputusan-keputusan yang dibuat pada saat-saat kritis. Maka betapa pentingnya, kalau pikiran dari para orang tua dapat dibebaskan sebebas-bebasnya dari kebingungan, mempedulikan hal-hal yang tidak kekal, agar mereka dapat berpikir dan bertindak dengan pertimbangan yang tenang, kebijaksanaan, dan kasih, dan membuat keselamatan jiwa-jiwa bagi anak-anak mereka, menjadi yang paling utama dan paling dipertimbangkan.  Objek yang paling besar yang harus dicari para orang tua yang dapat dicapai oleh anak-anak mereka haruslah keindahan batin.  Para orang tua tidak dapat membiarkan tamu-tamu dan orang-orang asing menyita perhatian mereka, dan melalui perampasan waktu, yang merupakan modal besar, membuatnya tidak mungkin memberikan anak-anak mereka pengarahan yang memerlukan kesabaran setiap harinya, yang harus mereka berikan untuk mengarahkan mereka kearah yang tepat terhadap pengembangan pikirannya.
Kehidupan ini sangatlah singkat untuk disia-siakan dan dilalukan begitu saja, dengan mengadakan kunjungan yang tidak berguna, untuk mengurus pakaian guna pamer diri, atau untuk kesenangan-kesenangan.  Kita tidak dapat membayar kesia-siaan waktu  yang diberikan Allah kepada kita untuk menjadi berkat bagi orang lain, dan juga untuk mengumpulkan harta kita disurga. Kita tidak memiliki terlalu banyak waktu untuk mengerjakan tugas-tugas yang tidak perlu.  Kita harus memberikan waktu untuk pengolahan hati dan pikiran kita sendiri, agar kita menjadi bermutu didalam pekerjaan hidup kita.  Dengan melalaikan tugas-tugas inti ini, dan membentuk kebiasaan-kebiasaan dan tatacara-tatacara berpakaian, klub-klub keduniawian, berarti kita telah memperlakukan diri kita dan anak-anak kita dengan kesalahan besar.
Ibu-ibu yang memiliki anak-anak untuk dilatih pikirannya, dan tabiat-tabiat untuk dibentuk, tidak seharusnya mencari kesenangan dunia demi kegembiraan dan kebahagiaan.  Mereka mempunyai pekerjaan penting yang harus dilakukan, dan mereka serta anak-anak mereka tidak  akan dapat memakai waktu dalam cara-cara yang tidak menguntungkan.  Waktu adalah salah satu dari talenta yang telah dipercayakan Allah kepada kita, dan untuk hal mana Dia akan memanggil kita untuk memperhitungkannya.  Pemborosan waktu adalah pemborosan intelektual.  Kuasa dari pikiran dapat dipengaruhi untuk pencapaian yang tinggi.  Adalah tugas dari para ibu untuk untuk meningkatkan pikiran mereka, dan memelihara hati mereka tetap murni.  Mereka harus memperbaiki pikiran anak-anak mereka.  Mereka yang membiasakan diri untuk selalu berteman, segera akan merasa gelisah bila sendirian sampai ada kunjungan dan menjamu tamu-tamu.  Hal semacam ini tidak memiliki kuasa untuk menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar.  Tugas-tugas mulia dirumahtangga yang perlu, tampaknya tidak menarik dan dianggap biasa-biasa saja.  Mereka tidak ingin memeriksa diri sendiri dan mendisiplin diri.  Pikirannya menginginkan kehidupan duniawi yang menyenangkan dan bervariasi, anak-anak diabaikan demi kebiasaan yang menyesatkan; dan malaikat yang mencatat menulis, “Hamba yang tidak berguna.”  Allah merancang agar pikiran kita tidak mengembara, tetapi harus disesuaikan dengan kebaikan didalam kehidupan ini.
Kalau para orang tua merasa bahwa tugas suci ini yang diembankan Allah kepada mereka untuk mendidik anak-anak mereka agar berguna dalam kehidupan ini, kalau mereka mau mengagungkan kaabah dalam jiwa-jiwa putra dan putri mereka demi kehidupan yang kekal, maka kita akan melihat suatu perubahan besar dalam masyarakat yang lebih baik.  Maka kemudian tidak perlu ada perbedaan besar didalam menjalankan ke-Tuhan-an, dan tidaklah terlalu sukar menggairahkan kepekaan moral dari anak-anak untuk mengerti tuntutan –tuntutan Allah yang berada diatas mereka.  Namun para orang tua menjadi lebih dan lebih tidak peduli didalam mendidik anak-anak mereka agar berguna.  Banyak orang tua yang membiarkan anak-anak mereka membentuk kebiasaan-kebiasaan yang salah dan mengikuti keinginan diri sendiri, dan gagal untuk menggoreskan dalam pikiran mereka akan bahayanya melakukan hal itu, dan perlunya mereka diatur oleh prinsip-prinsip.
Anak-anak seringkali memulaikan sebagian pekerjaan dengan semangat, tetapi, kemudian menjadi bingung atau bosan, mereka ingin  berubah dan mengerjakan sesuatu lain yang baru.  Jadi mungkin mereka mengerjakan beberapa hal, menghadapi sedikit kekecewaan, dan menyerah; dengan demikian mereka melalui yang satu menuju yang lainnya, tanpa menyelesaikan apapun juga.  Para orang tua seharusnya tidak membiarkan kebiasaan berubah-ubah menguasai diri anak-anak mereka.  Mereka seharusnya tidak dibiarkan berhubungan dengan hal-hal lain yang menyebabkan mereka tidak mempunyai waktu untuk dengan sabar mendisiplin pikiran mereka.  Sedikit kata-kata pendorong semangat, atau sedikit pertolongan pada waktu yang tepat, akan membawa mereka melalui kesulitan-kesulitan dan kekecewaan-kekecewaan, dan kepuasan dari melihat hasil dari pekerjaan mereka yang terselesaikan, akan mendorong mereka untuk lebih giat berusaha.
Banyak anak-anak, karena menginginkan kata-kata semangat dan sedikit bantuan dalam usaha-usaha mereka, menjadi kecewa dan berganti dari satu pekerjaan kepada pekerjaan yang lain.  Dan mereka akan membawa akibat buruk ini sampai kepada kehidupan dewasanya.  Mereka gagal untuk mendapatkan kesuksesan dalam apapun juga yang mereka kerjakan, karena mereka tidak pernah diajar untuk melewati keadaan yang menyulitkan.  Jadi seluruh kehidupan dari banyak orang membuktikan kegagalan, karena mereka tidak mendapat disiplin yang benar pada masa mudanya.  Pendidikan yang diterima pada masa kanak-kanak dan masa mudanya, mempengaruhi seluruh karirnya pada masa dewasa, dan pengalaman rohaninya menyandang cap yang sama.


PEKERJAAN  FISIK  UNTUK MURID-MURID

Dengan rencana pendidikan yang sekarang, pintu pencobaan terbuka lebar kepada orang-orang muda.  Walaupun pada umumnya mereka menggunakan terlalu banyak waktu untuk belajar, mereka juga mempunyai banyak waktu untuk tidak melakukan apa-apa.  Waktu senggang mereka seringkali dipergunakan dengan cara yang sembrono.  Pengetahuan mengenai kebiasaan buruk diteruskan dari yang satu kepada yang lainnya, dan amoral terus meningkat.  Sangat banyak orang muda yang telah dididik secara rohani dirumah, yang kemudian pergi kesekolah sebagai orang muda yang murni dan rohani, menjadi buruk karena berteman dengan teman-teman yang tidak teratur.  Mereka kehilangan harga diri, dan mengorbankan prinsip-prinsip yang agung.  Dan kemudian mereka dipersiapkan untuk menjalani jalanan yang menurun; karena mereka telah begitu mencemari hati nurani mereka sehingga dosa tidak lagi tampak sebagai dosa yang mematikan.  Kejahatan-kejahatan ini, yang muncul disekolah-sekolah yang dijalankan sesuai dengan rencana masa kini, boleh menjadi penangkal dalam tingkatan yang besar bila belajar dan bekerja dipersatukan.  Kejahatan yang sama muncul disekolah-sekolah yang lebih tinggi, hanya dalam tingkatan yang lebih besar; karena banyak dari orang-orang muda itu telah mendidik diri sendiri dalam penyimpangan, dan hati nurani mereka telah dilumpuhkan.
Banyak orang tua berlebihan menilai kestabilan dan kwalitas baik dari anak-anak mereka.  Mereka sepertinya tidak mempertimbangkan yang mereka akan dijerumuskan kepengaruh yang menipu dari orang-orang muda yang menyimpang itu.  Para orang tua mengalami ketakutan pada waktu mereka mengirimkan anak-anaknya kesekolah yang jauh dari rumah, tetapi meyakinkan diri sendiri bahwa kalau mereka telah memberikan teladan dan arahan kerohanian yang baik, anak-anak itu akan tetap baik didalam kehidupan mereka disekolah.  Dalam banyak hal, para orang tua telah bekerja keras dan menanggung banyak tuntutan untuk memastikan anak-anaknya menamatkan pelajaran disekolah tersebut.  Dan sesudah semua usaha mereka, banyak dari mereka yang mengalami pengalaman pahit pada waktu menerima anak mereka kembali dari sekolah dengan kebiasaan-kebiasaan yang merusak.  Dan seringkali mereka tidak menghormati orang tuanya, tidak berterima kasih, dan tidak suci.  Para orang tua yang menderita ini, yang kemudian mendapat balasan dengan anak-anak yang tidak mempunyai rasa syukur, menyesali mengapa mereka mengirimkan anak-anak jauh dari mereka, untuk dibawa kepencobaan, dan kembali kepada orang tua dengan fisik, mental dan moral yang hancur.  Dengan harapan yang mengecewakan dan hampir putus asa, mereka melihat anak-anak mereka, kepada siapa mereka menaruh harapan tinggi, mengikuti jalan penyimpangan dan menampilkan penampilan yang mengerikan.
Namun ada prinsip-prinsip yang teguh, yang menjawab harapan-harapan para orang tua dan guru-guru.  Mereka pergi mengikuti kursus-kursus disekolah dengan hati nurani yang murni, kemudian mendirikan lembaga-lembaga yang baik, dengan moral yang tidak dicemari oleh pengaruh-pengaruh yang merusak.  Tetapi jumlahnya sangat sedikit sekali.
Beberapa orang murid menekuni pelajaran-pelajaran mereka dengan seluruh jiwa raganya, memusatkan perhatian dan pikirannya hanya kepada hal-hal yang harus dicapai dalam pendidikan.  Mereka mempekerjakan otak mereka, tetapi membiarkan kekuatan fisiknya tidak aktif.  Otak mereka terlalu banyak bekerja, dan otot-otot menjadi semakin lemah karena otot-otot itu tidak pernah dilatih.  Pada waktu murid-murid ini ditamatkan, terbukti bahwa mereka telah mencapai pendidikan dengan bayaran berupa kehidupan mereka.  Mereka telah belajar siang malam, tahun demi tahun, membiarkan pikiran mereka tegang secara terus menerus, sementara mereka gagal melatih otot-otot mereka dengan cukup.  Mereka mengorbankan diri, seluruhnya untuk mendapatkan pengetahuan, dan menuju kekubur mereka.
Wanita-wanita muda seringkali membenamkan diri mereka dalam pelajaran, mengabaikan hal-hal lain dan lebih mengutamakan buku-buku didalam kehidupan sehari-hari mereka.  Dan setelah mereka menyelesaikan pendidikan, seringkali mereka menjadi cacat seumur hidup.  Mereka melalaikan kesehatan mereka dengan terlalu lama tinggal didalam suatu ruangan, mencegah masuknya udara murni dari surga, dan matahari yang diberikan oleh Allah.  Wanita-wanita muda ini mungkin akan datang dari sekolah mereka dalam keadaan sehat, kalau saja menggabungkan pelajaran-pelajaran mereka dengan pekerjaan dirumah dan latihan diudara terbuka.
Kesehatan adalah harta yang tak ternilai.  Ini adalah harta milik yang paling kaya yang dapat dimiliki oleh kekekalan.  Kekayaan, kehormatan, atau belajar akan dibayar dengan sangat mahal, kalau kehilangan kesehatan yang prima.  Tidak ada satupun dari pencapaian-pencapaian tersebut dapat menjamin kebahagiaan kalau tidak ada kesehatan.  Itu adalah dosa yang mengerikan kalau mengabaikan kesehatan yang telah diberikan oleh Allah kepada kita; karena setiap kelalaian akan kesehatan akan melemahkan kehidupan kita, menjadikan kita orang yang tidak berguna, bahkan kalaupun kita telah memperoleh sejumlah pendidikan yang tinggi.
Dalam banyak kasus para orang tua yang mempunyak banyak harta, tidak merasakan pentingnya memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka mengenai tugas-tugas praktis tentang kehidupan sebagaimana seperti yang terdapat dalam ilmu-ilmu pengetahuan.  Mereka tidak melihat perlunya, demi kebaikan bagi pikiran dan moral anak-anak mereka, dan demi manfaatnya dimasa depan, untuk memberikan anak-anak mereka pengertian yang utuh tentang pekerjaan yang berguna.  Sehubungan dengan anak-anak mereka, seandainya tiba-tiba menghadapi malapetaka, mereka dapat bertahan dalam kemandirian mereka, karena mengetahui cara bagaimana menggunakan tangan-tangan mereka.  Kalau mereka memiliki pusat kekuatan, mereka tidak akan pernah menjadi miskin, bahkan kalau mereka tidak memiliki uang serupiahpun.  Banyak orang yang dimasa mudanya berada didalam keadaan yang berlebihan, mungkin saja kekayaannya tiba-tiba musnah, dan harus tinggal bersama orang tuanya, dan saudara-saudaranya, bergantung kepada kedermawanan mereka.  Jadi betapa pentingnya kalau setiap orang muda dididik untuk bekerja, agar mereka boleh mempersiapkan diri didalam keadaan darurat!  Kekayaan dapat merupakan kutuk kalau pemiliknya menghalangi anak-anak mereka untuk mendapatkan pengetahuan mengenai pekerjaan yang berguna, sehingga mereka boleh menjadi orang yang bermutu dalam kehidupan sehari-harinya.
Mereka yang tidak didorong untuk bekerja, seringkali tidak memiliki kesehatan fisik yang memuaskan.  Orang-orang muda, karena kekurangan kegiatan pikiran dan tangan untuk bekerja dengan aktif, memupuk kebiasaan untuk melanggar, seringkali melakukan hal-hal yang mengerikan, pendidikan jalanan, merokok, minum minuman keras, dan bermain judi.
Wanita-wanita muda akan membaca buku-buku novel yang tidak berguna, memaafkan diri sendiri untuk tidak mengikuti kegiatan fisik karena mereka mengira dirinya sudah cukup sehat.  Kelemahan mereka adalah akibat dari kurangnya latihan otot-otot yang Allah berikan.  Mereka boleh saja berpikir yang mereka terlalu lemah untuk mengerjakan pekerjaan dirumah, tetapi  mau melakukan pekerjaan-pekerjaan kerajinan dengan tangan, dan menjaga tangan dan wajah mereka dari sengatan matahari, sementara ibu-ibu mereka yang harus bekerja keras untuk mencuci dan menyeterika pakaian mereka.  Wanita-wanita muda ini tidak pantas disebut sebagai orang-orang Kristen, karena mereka melanggar hukum yang kelima.  Mereka tidak menghormati orang tua mereka.  Tetapi ibunyalah yang pertama yang harus dituntut.  Mereka telah membiarkan anak-anak mereka melakukan pelanggaran dan mengijinkan mereka terlepas dari tanggungjawab untuk mengerjakan tugas-tugas dirumahtangga, sehingga akhirnya bekerja merupakan sesuatu yang tidak menyenangkan bagi mereka, dan mereka menyukai dan mencintai kemalasan yang lebih menyenangkan.  Mereka makan, tidur, membaca buku-buku yang tidak berguna, berbicara tentang mode, sementara kehidupan mereka sungguh sia-sia.
Kekayaan, didalam banyak kasus, akan dapat menjadi berkat;  karena kekayaan itu dapat mencegah orang-orang muda dirusakkan oleh pengangguran.  Baik kekuatan fisik maupun mental haruslah ditingkatkan dan dikembangkan dengan sepatutnya.  Kepedulian orang tua yang pertama dan berkesinambungan adalah memperhatikan apakah anak-anak mereka memiliki perilaku yang teguh, agar mereka dapat menjadi pria dan wanita yang membanggakan.  Tidaklah mungkin untuk mencapai hal ini tanpa adanya latihan fisik.  Karena demi kesehatan fisik dan kebaikan moral mereka sendiri, anak-anak harus diajar untuk bekerja, bahkan kalaupun tidak ada sangkutpautnya dengan hidup berkekurangan sekalipun.  Kalau mereka ingin mempunyai tabiat yang murni dan bermoral, mereka harus disiplin dalam pekerjaan yang diatur dengan baik, yang akan juga melatih seluruh otot-otot.  Kepuasan karena mendapati anak-anak itu menjadi berguna, dan menyangkal diri dengan menolong orang lain, akan menjadi kesukaan yang paling menyehatkan yang pernah mereka nikmati.  Mengapa kekayaan harus merampas berkat dari diri mereka dan anak-anak mereka sendiri ?
Orang tua, menganggur adalah suatu kutuk yang didatangkan kepada para orang muda. Jangan pernah membiarkan putri-putrimu berbaring dipagi hari lama sesudah matahari terbit untuk tidur dan memboroskan jam-jam yang berharga yang sebenarnya dipinjamkan Allah kepada mereka untuk digunakan mengerjakan hal-hal yang berguna, dan untuk itu dia harus memperhitungkannya.  Para ibu telah menyebabkan putri-putri mereka menderita dengan membebani mereka, yang seharusnya mereka pikul sendiri didalam kehidupannya yang sekarang dan yang akan datang. Garis hidup yang diikuti oleh para orang tua yang membiarkan anak-anak mereka melakukan pelanggaran, dan menuruti keinginan mereka untuk membaca buku-buku roman, tidaklah patut bagi kehidupan mereka yang nyata.  Buku-buku novel fiktif dan buku-buku ceritera-ceritera roman merupakan suatu dosa besar yang dilakukan oleh orang-orang muda.  Pembaca buku-buku novel fiktif dan kisah-kisah cinta, selalu gagal untuk menjadikannya seorang ibu yang baik dan praktis.  Mereka adalah orang yang suka berangan-angan, hidup didunia yang tidak nyata, dunia bayangan.  Mereka menjadi sentimental, dan memiliki angan-angan yang tidak sehat.  Hidup dalam kepalsuan membuat mereka merusak diri sendiri untuk melakukan sesuatu yang berguna. Intelektual mereka menurun, walaupun mungkin mereka mengira yang mereka adalah orang-orang yang hebat dalam berpikir dan bertingkah laku. Latihan melakukan pekerjaan dirumah akan memberikan manfaat yang besar bagi wanita-wanita muda.
Pekerjaan fisik tidak akan menghalangi peningkatan intelektual.  Jauh dari itu.  Keuntungan-keuntungan yang dapat dicapai karena melakukan pekerjaan fisik akan menyeimbangkan seseorang dan mencegah pikirannya kelebihan beban. Beban yang berlebih akan diteruskan kepada otot-otot, dan melegakan otak.  Ada banyak gadis-gadis yang malas dan tidak berguna yang memperkirakan bahwa pekerjaan yang berhubungan dengan fisik sangatlah tidak luwes.  Tetapi perilaku mereka secara jelas tidak dapat membohongi orang lain sehubungan dengan kegunaannya yang nyata.  Mereka menampilkan diri seakan-akan mereka tidak dapat mengucapkan kata-kata dengan jelas dan tegas, tetapi mengucapkan kata-kata dengan dibuat-dibuat dan senyum nakal untuk menarik perhatian.  Apakah mereka adalah wanita-wanita terhormat?  Mereka tidak dilahirkan sebagai orang-orang yang bodoh, tetapi mereka dididik untuk menjadi orang-orang yang demikian.  Untuk menjadi seorang wanita terhormat, tidak diperlukan kerapuhan, kelemahan, berpakaian menyolok, dan senyum nakal. Tubuh yang sehat diperlukan untuk intelektual yang sehat.  Kesehatan fisik, dan ilmu pengetahuan yang praktis yang diperlukan untuk melakukan tugas-tugas kerumah-tanggaan, tidak boleh dihindari untuk mengembangkan intelektual dengan baik; kedua hal tersebut sangat diperlukan untuk menjadi seorang wanita terhormat.
Seluruh kekuatan pikiran haruslah digali untuk digunakan dan dikembangkan, agar para pria dan wanita memiliki pikiran yang seimbang.  Dunia ini terlalu penuh dengan orang-orang satu sisi, yang telah menjadi sedemikian karena satu bagian dari diri mereka ditingkatkan, sementara sisi yang lain semakin mengecil karena tidak digunakan.  Pendidikan sedemikian adalah kegagalan bagi para orang muda.  Terlalu banyak belajar, sementara mereka melalaikan bagian lain yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari yang praktis.  Para pria dan wanita itu menjadi orang-orang tua tanpa memiliki pertimbangan untuk bertanggung-jawab, dan keturunan mereka akan tenggelam semakin dalam kedalam kemerosotan kemanusiaan lebih dari mereka sendiri.  Demikianlah bangsa ini mengalami kemerosotan dengan sangat cepat sekali.  Praktek belajar yang terus menerus, seperti yang dijalankan disekolah-sekolah sekarang ini, tidaklah sesuai dengan kehidupan orang-orang muda yang praktis.  Pikiran manusia perlu menjalankan tindakan.  Kalau pikiran itu tidak aktif untuk melakukan tindakan yang baik, maka pikiran itu akan melakukan tindakan yang salah arah. Dalam hal menjaga agar ada keseimbangan pikiran, bekerja dan belajar haruslah digabungkan disekolah-sekolah.
Persiapan haruslah dibuat oleh generasi yang lalu bagi pendidikan dalam skala yang lebih besar.  Sekolah-sekolah harus membangun usaha yang berhubungan dengan pertanian dan teknik .  Seharusnya juga ada guru-guru yang dapat mengajarkan pekerjaan rumahtangga.  Dan sebagian dari waktu belajar setiap harinya haruslah disisihkan untuk pekerjaan, agar kekuatan fisik dan mental dapat dilatih dengan seimbang.  Kalau saja sekolah-sekolah dibangun berdasarkan rancangan seperti yang sudah disebutkan, maka sekarang tidak perlu ada yang memiliki pikiran yang tidak seimbang.
Allah menyediakan taman yang indah bagi Adam dan Hawa, Dia juga menyediakan segala sesuatu untuk mencukupi kebutuhan mereka.  Dia menanamkan segala macam jenis pohon-pohon yang dapat berbuah.  Dengan tangan yang berkemurahan Dia mengelilingi mereka dengan kemakmuranNya.  Pohon-pohon yang indah yang dapat dimanfaatkan,  bunga-bunga yang menawan hati yang bermekaran tumbuh dalam kesuburan dan dikelilingi oleh kemakmuran disekitarnya, mereka-mereka ini tidak pernah mengetahui apapun juga mengenai kemerosotan.  Adam dan Hawa sebenarnya dipenuhi dengan kekayaan.  Merekalah pemilik taman Eden.  Adam adalah tuan tanah atas tempat tinggalnya yang indah.  Tak seorangpun yang dapat menyangkali fakta bahwa dia adalah orang yang kaya.  Tetapi Allah mengetahui bahwa Adam tidak akan dapat berbahagia kecuali kalau dia punya pekerjaan yang harus dilakukan.  Oleh sebab itu Dia memberikan sesuatu untuk dikerjakan;  dia harus mengurus taman itu.
Kalau saja manusia pada zaman sekarang memiliki harta berupa tanah yang luas, yang sebanding dengan kekayaan dan istana anggun seperti yang diberikan kepada Adam sebagai tuan tanah,  tidaklah perlu mereka merasa sia-sia bekerja, dan mendidik anak-anak mereka menganggap bekerja ditanah mereka adalah suatu hal yang memalukan.  Orang tua yang kaya semacam ini, melalui persepsi dan teladannya, mengajarkan kepada anak-anak mereka bahwa uanglah yang menentukan tingkat kehormatan mereka.  Tetapi seharusnya persepsi kita mengenai orang-orang yang terhormat diukur dari intelektual dan moral yang baik. Allah ditinggikan bukan karena pakaian.  Seruan Rasul Paulus adalah, “Yang hiasannya bukanlah  tampak diluar dengan kepang rambut, dan perhiasan emas, atau  permata-permata, tetapi yang dari dalam hatinya, yang tidak melakukan kejahatan, bahkan dihiasi dengan roh yang lemah lembut dan kerendahan hati, yang nilainya sangat besar dalam pemandangan Allah”.  Roh yang lemahlembut dan rendah hati dihargai lebih tinggi dari kehormatan dan kekayaan dunia.
Tuhan memberikan pelajaran  mengenai kekayaan dunia, yang mengangkat jiwa  mereka kepada kesia-siaan karena harta dunia, dengan membandingkannya kepada seorang yang kaya yang merubuhkan lumbungnya dan membangunnya kembali dengan lumbung yang lebih besar agar lebih banyak tempat untuk menyimpan harta miliknya.  Orang ini melupakan Allah, dia gagal mengakui darimana semua harta kekayaannya itu berasal.  Tidak ada rasa syukur yang dihadapkan kepada si Pemberi kekayaan.  Dia bersyukur kepada dirinya sendiri dengan : “Jiwaku, engkau memiliki banyak harta tersimpan untuk waktu yang panjang; maka beristirahatlah, makan dan minumlah, serta bersuka-citalah.”  Sang Majikan, yang telah mempercayakan harta dunia itu kepadanya agar dia dapat menjadi berkat bagi orang lain dan memuliakan Penciptanya, menjadi marah dan berkata kepada orang yang tidak tahu berterima kasih itu : “Engkau bodoh, malam ini jiwamu akan diangkat daripadamu : maka kemudian siapakah pemilik dari semua harta itu, yang telah engkau simpan? Jadi demikianlah orang yang menyimpan harta bagi dirinya sendiri, sebenarnya tidaklah kaya dimata Allah.”  Disini kita mendapati pelajaran tentang bagaimana Allah yang kekal itu menghargai manusia.  Keuntungan yang melimpah, atau kekayaan yang besar, tidak pernah memuaskan dihadapan Allah.  Semua kemurahan dan berkat datangnya dari Dia, untuk menguji, mencoba, dan mengembangkan tabiat manusia.
Manusia yang memiliki kekayaan yang berlimpah; tapi tidak kaya dihadapan Allah, kalau mereka tidak berminat untuk menyimpan kekayaan surga dan kebijaksanaan, maka mereka akan dianggap sebagai manusia yang bodoh, dan kita akan meninggalkannya oran tepat ditempat orang tersebut ditinggalkan oleh Allah.  Bekerja adalah berkat.  Tidak mungkin kita dapat menikmati kesehatan tanpa bekerja.  Semua anggota dewan harus dipanggil untuk menjadi berguna agar mereka dapat berkembang, dan agar manusia dapat memiliki pikiran yang seimbang.  Kalau orang-orang muda telah mendapat pendidikan secara keseluruhan didalam setiap jenis pekerjaan, kalau mereka telah diajar bekerja sebaik mereka diajar tentang ilmu pengetahuan, pendidikan mereka akan memberikan manfaat yang lebih besar kepada mereka.
Tegangan yang terus menerus terhadap otak sementara otot-otot tidak aktif akan melemahkan syaraf-syaraf, dan murid-murid akan memiliki keinginan yang tidak terkendali untuk berubah dan melakukan kesenangan-kesenangan yang menggairahkan.  Dan kalau mereka dilepaskan setelah belajar beberapa jam setiap harinya, mereka akan menjadi liar.  Banyak dari antara mereka tidak pernah dikendalikan dirumah, mereka dibiarkan untuk mengikuti kecenderungan hati, dan mereka berpikir bahwa jam-jam yang menegangkan selama belajar adalah tekanan yang menyakitkan, dan dengan tidak melakukan apa-apa setelah jam-jam belajar, setan akan menganjurkan untuk mengikuti olahraga dan kegiatan-kegiatan yang salah sebagai gantinya.  Pengaruh dari murid-murid itu kepada murid-murid yang lainnya sangat memerosotkan moral.  Murid-murid itu yang telah merasakan manfaat dari pelajaran kerohanian yang didapatnya dirumah, dan yang mengabaikan pergaulan selama ini, seringkali jadi berhubungan baik dengan murid-murid yang pikirannya sudah terpuruk dalam bentuk yang buruk, dan yang mendapat pelatihan mental dan kerohanian dengan sangat terbatas.  Dan mereka ini berada didalam bahaya, dengan membaurkan diri didalam masyarakat semacam ini, dan dengan menghirup udara yang tidak menyehatkan, tetapi cenderung yang merendahkan dan menurunkan moral, tenggelam ketingkat terendah yang sama seperti teman-temannya.
Dalam jam-jam senggang, sejumlah besar dari para murid itu sangat menyukai kalau mereka mendapat waktu yang menggairahkan.  Dan banyak dari antara mereka yang meninggalkan rumah sebagai orang yang polos dan murni, menjadi jahat karena pergaulannya disekolah.
Saya dipimpin untuk bertanya, Haruskah semua yang bernilai didalam masa muda dikorbankan sehubungan dengan usaha untuk meraih pendidikan disekolah?  Kalau saja ada pengembangan pertanian dan teknik disekolah-sekolah kita, dan seandainya ada guru-guru yang dipekerjakan untuk mendidik orang-orang muda didalam matapelajaran  mengenai bagaiman belajar dan bekerja yang berbeda-beda, menyediakan sebagian waktu dari setiap harinya untuk perbaikan mental, dan sebagian lagi untuk perbaikan fisik, maka akan ada kelas orang muda yang lebih bermutu untuk mencapai tingkat kemampuan dalam melakukan tindakan yang mempengaruhi pembentukan maysarakat.  Banyak dari para orang muda itu yang ditamatkan dalam keadaan tersebut, nantinya akan tampil dengan keseimbangan tabiat.  Mereka akan memiliki keteguhan, sabar menanggung segala sesuatu dan berani mengalahkan halangan-halangan, dan prinsip-prinsip semacam ini yang tidak akan digoyahkan oleh pengaruh-pengaruh yang salah, sangatlah wajar.  Harus ada guru-guru yang berpengalaman untuk memberikan pelajaran-pelajaran kepada para wanita muda dalam hal memasak.  Wanita-wanita muda itu harus diajar bagaimana menghiasi diri, memotong, menjahit dan memperbaiki pakaian, dan menjadi terdidik untuk melakukan tugas-tugas pekerjaan sehari-hari. 
Bagi para orang muda, harus diadakan pembangunan-pembangunan dimana mereka dapat belajar mengenai perekonomian, yang membuat otot-otot mereka terlatih sebagaimana kekuatan mental mereka.  Kalau orang muda itu hanya memiliki kesempatan untuk satu macam pendidikan saja, mana yang harus dipilihnya, pengetahuan dari ilmu-ilmu dengan mengorbankan kesehatan dan kehidupan, ataukah pengetahuan untuk bekerja demi kehidupan sehari-hari?  Tanpa ragu-ragu, kita menjawab, yang terakhir.  Kalau ada yang harus diabaikan oleh seseorang, maka itu adalah belajar dari buku-buku.
Ada banyak sekali wanita-wanita muda yang menikah dan mempunyai keluarga, tetapi hanya mempunyai pengetahuan yang sangat sedikit mengenai kehidupan sehari-hari untuk melakukan tugas-tugas yang dibebankan atas mereka sebagai seorang istri dan ibu.  Mereka dapat membaca, dan memainkan salah satu alat musik; tetapi mereka tidak dapat memasak.  Mereka tidak tahu menyediakan makanan yang baik, yang sebenarnya sangat penting untuk kesehatan keluarganya.  Mereka tidak dapat memotong dan menjahit pakaian, karena mereka tidak pernah mempelajarinya.  Mereka berpikir hal itu tidaklah perlu, dan didalam hidup pernikahan mereka, mereka menjadi sangat bergantung kepada orang lain untuk melakukan hal-hal tersebut, sama seperti anak-anak  yang masih kecil .  Ketidak bahagiaan dari suatu keluarga banyak disebabkan oleh kelalaian yang tidak termaafkan ini sehubungan dengan tugas-tugas yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Anggapan bahwa bekerja akan menurunkan daya tarik telah menyebabkan ribuan orang terkubur padahal sebenarnya mereka seharusnya bisa hidup.  Mereka yang hanya melakukan pekerjaan tangan, seringkali bekerja terlalu giat tanpa memberikan waktu istirahat kepada dirinya sendiri; sementara kaum intelektual membiarkan otak mereka menanggung beban berlebihan dan menderita karena berkurangnya kesehatan yang diberikan oleh alam melalui pekerjaan fisik.  Kalau saja intelektualnya mau membagi beban dengan pekerjaannya, maka otot-ototnya akan menjadi kuat, pekerjaan dikurangi, dan menyisihkan sebagian dari waktu mereka untuk perilaku mental dan moral.  Mereka yang banyak duduk dan membawa buku-buku haruslah melakukan kegiatan fisik, bahkan sekalipun mereka sesungguhnya tidak membutuhkan pekerjaan fisik.  Kesehatan seharusnya menjadi tujuan utama untuk mendorong mereka menyatukan pekerjaan fisik dan mental.
Perilaku moral, intelektual, dan fisikal seharusnya digabungkan untuk menghasilkan manusia-manusia yang seimbang.  Beberapa orang mampu melatih kekuatan intelektual dengan lebih besar daripada orang lain, sementara sebagian orang lain lebih menyukai dan mencintai pekerjaan fisik.  Kedua macam orang ini haruslah memperbaiki diri dari kemerosotan, agar mereka boleh mempersembahkan kehidupan mereka secara utuh kepada Allah, sebagai korban yang hidup, suci, layak dihadapanNya yang merupakan pelayanan mereka yang sebenarnya.  Kebiasan-kebiasaan dan tatacara-tatacara masyarakat yang modern seharusnya tidak menjadi ukuran dari perilaku mereka.  Rasul Paulus menambahkan, “Dan janganlah menjadi seperti dunia ini, tetapi berubahlah dengan memperbaharui pikiranmu, sehingga engkau mengetahui kehendak Allah, mana yang baik, yang layak, dan sempurna. 
Pikiran-pikiran dari orang-orang yang berpikir, banyak dibebani.  Mereka seringkali menggunakan kekuatan mental mereka dengan sembrono; sementara ada orang lain yang tujuan hidupnya adalah melulu pekerjaan fisik.  Orang-orang yang disebut terakhir itu tidak melatih pikirannya.  Otot-otot mereka terlatih, sementara kekuatan mental dirampas dari otak mereka, sama seperti orang-orang yang berpikir, sementara kekuatan dan ketangguhan fisik mereka menurun dengan cara mengabaikan latihan otot-otot.  Mereka yang puas dengan menggunakan kehidupan mereka untuk pekerjaan fisik, dan membiarkan orang lain untuk berpikir bagi mereka, sementara mereka semata-mata melakukan hasil pemikiran orang lain, akan memiliki kekuatan otot, tetapi intelektual yang rendah.  Pengaruh mereka untuk kebaikan sangat sedikit dibandingkan dengan kalau mereka mau menggunakan otak mereka sebaik menggunakan otot mereka.  Orang orang ini akan lebih mudah jatuh kalau diserang penyakit-penyakit, karena sebenarnya peredaran darah dibangun oleh kekuatan listrik dari otak untuk menolak penyakit.
Orang yang memiliki kekuatan fisik yang baik seharusnya mendidik dirinya sendiri untuk berpikir sama baiknya seperti dia bertindak, dan tidak bergantung kepada orang lain untuk berpikir baginya.  Adalah kesalahan umum kalau sebuah kelas menganggap bekerja adalah merendahkan.  Itu sebabnya orang-orang muda sangat berambisi untuk mendidik dirinya sendiri menjadi guru, juru tulis, pedagang, akhli hukum, dan berusaha mengisi lowongan-lowongan pekerjaan yang tidak memerlukan pekerjaan fisik.  Wanita-wanita muda juga beranggapan bahwa tugas-tugas dirumah adalah pekerjaan yang merendahkan, dan walaupun latihan fisik menuntut untuk melakukan tugas-tugas dirumah, kalaupun tidak terlalu berat, dapat dianggap sebagai promosi kesehatan, namun mereka lebih suka mencari pendidikan yang cocok agar mereka dapat menjadi sekretaris, atau guru-guru, atau mempelajari masalah ekonomi yang membuat mereka tinggal didalam ruangan dan menjadi pekerja yang hanya duduk.  Pantulan dari kesehatan mereka memudarkan pipi-pipi mereka, dan penyakit lebih cepat merongrong, karena latihan fisik tidak dilakukan, dan kebiasaan-kebiasaan mereka berbalik arah secara umumnya.  Semua ini adalah disebabkan oleh karena pengaruh zaman yang modern!  Mereka menyukai kehidupan yang menyenangkan, yang justru menyebabkan kemunduran dan melemahkan.
Benar, ada pengecualian untuk wanita-wanita muda yang tidak memilih tugas-tugas dirumah karena bekerja diluar rumah, karena mereka yang mempunyai pembantu sering menganggap pembantu adalah hamba.  Seringkali majikan tidak menghargai pembantu-pembantu, dan memperlakukan mereka secara tidak layak sebagai salah satu anggota keluarga.  Para majikan tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengerjakan pekerjaan jahit menjahit, tugas kantor, atau pemain musik. Tetapi tidak ada pekerja yang lebih penting daripada mereka yang bekerja melakukan tugas-tugas rumahtangga.  Untuk memasak dengan baik, untuk menyajikan makanan yang menyehatkan yang mengundang selera diatas meja makan, membutuhkan kemampuan dan pengalaman.  Seseorang yang menyediakan makanan yang akan masuk kedalam perut kita, yang dapat diserap oleh darah yang memberi makanan kepada seluruh system tubuh, berarti dia menempati posisi yang sangat tinggi dan penting.  Posisi sebagai seorang sekretaris, penjahit pakaian, atau guru musik tidak dapat dibandingkan dengan pentingnya seorang akhli memasak.
Menahan diri, adalah merupakan suatu ajakan untuk melakukan apa yang mungkin dilakukan oleh system pendidikan yang baik.  Tidak mungkin sekarang melengkapi apa yang seharusnya dilakukan oleh generasi yang lalu; tetapi kita dapat melakukan banyak hal, bahkan dizaman kita sekarang, untuk memperbaiki kekurangan dan kesalahan yang ada didalam cara pendidikan orang-orang muda.  Dan oleh karena waktu sangat singkat, kita harus bersungguh-sungguh dan bekerja dengan tekun untuk memberikan pendidikan yang sesuai dengan iman kita kepada para orang muda.  Kita ini adalah pembaharu-pembaharu.  Kita ingin agar anak-anak kita belajar untuk mendapatkan manfaatnya.  Untuk melakukan hal ini, pekerjaan harus diberikan kepada mereka yang menyebabkan otot-otot mereka dapat dilatih.  Setiap hari, pekerjaan yang sistematis haruslah dimasukkan kepada sebagian dari pendidikan orang-orang muda, bahkan pada zaman kita sekarang yang segera akan berakhir.  Banyak hal yang sekarang dapat dicapai dengan cara memasukkan pekerjaan jasmani kedalam kurikulum sekolah-sekolah.  Dengan menuruti rencana ini, para murid dapat menyadari adanya peningkatan roh dan kekuatan pikiran, dan akan disanggupkan untuk mendapat lebih banyak pekerjaan mental dalam jangka waktu tertentu daripada hanya belajar semata-mata. Dan mereka akan dapat meninggalkan sekolah tanpa perlu adanya perbaikan-perbaikan, dan dengan kekuatan dan keberanian siap ditempatkan diposisi manapun, yang mungkin ditempatkan oleh Allah untuk mereka.
Karena waktu sangat singkat, kita harus bekerja dengan kerajinan dan tenaga ganda.  Anak-anak kita mungkin tidak mendapat pendidikan diperguruan tinggi, tetapi mereka dapat mencapai pendidikan dibeberapa macam bidang yang dapat digunakan secara praktis, dan melalui mana, mental mereka akan diisi, dan memberikan kekuatan karena diaktifkan.  Ada banyak orang muda yang  berkesempatan untuk mendapatkan pendidikan dari perguruan tinggi, tidak mencapai pendidikan yang sesuai yang dapat dipergunakan.  Mungkin mereka mendapat gelar dari perguruan tinggi sebagai tanda telah mencapai pendidikan diperguruan tinggi tersebut, tetapi kenyataannya mereka hanya mendidik orang-orang yang bebal.
Ada banyak orang muda yang mungkin dapat memberikan pelayanan sesuai dengan yang dikehendaki Allah, kalau saja mereka memusatkan diri kepada Dia tanpa syarat.  Kalau mereka melatih kekuatan-kekuatan dari pikirannya untuk pelayanan bagi Allah, mereka dapat menjadi pekerja-pekerja yang sungguh-sungguh, tangguh dan sukses didalam ladang Tuhan.  Orang-orang muda seharusnya mengalihkan perhatian mereka untuk mendalami Alkitab, agar Allah boleh menggunakan mereka untuk mempercepat kedatanganNya.  Mereka tidak  sepandai dalam hal pengetahuan kerohanian sebagaimana mereka pandai dalam hal-hal yang sementara sifatnya, oleh sebab itu mereka gagal melakukan pekerjaan Allah yang seharusnya dapat mereka kerjakan dengan penyerahan.  Hanya sedikit orang yang dapat dipergunakan untuk mencari orang-orang berdosa dan memenangkan jiwa-jiwa bagi Kristus, padahal seharusnya ada banyak.  Orang-orang muda kita pada umumnya bijaksana dalam hal-hal keduniawian, tetapi tidak cerdas dalam hal-hal mengenai kerajaan Allah.  Mereka harus berusaha memutar pikiran mereka kearah surga sebagai saluran yang mulia, dan berjalan didalam terang, menapaki satu tingkat cahaya dan kekuatan kepada tingkat yang lainnya, sampai mereka dapat mengubah orang-orang yang berdosa mau datang kepada Kristus dan mengarahkan orang-orang yang tidak percaya dan putus asa kepada jalan yang menuju kesurga.  Dan pada waktu peperangan berakhir, mereka boleh disambut masuk kedalam kesukaan Tuhan kita.
Orang-orang muda tidak seharusnya melakukan pekerjaan untuk mengajarkan dan menerangkan Alkitab mengenai nubuatan-nubuatan, kalau mereka belum mendapatkan pengetahuan tentang pentingnya kebenaran Alkitab yang mereka hendak bagikan kepada orang lain.  Mungkin mereka kurang didalam satu bidang pendidikan, dan oleh karenanya gagal melakukan hal-hal yang terbaik, yang sebenarnya dapat mereka peroleh kalau saja mereka memasuki sekolah yang baik.  Kelalaian tidak akan pernah dapat menambahkan kerohanian dan kerendahan hati pada orang-orang yang mengaku sebagai pengikut Kristus.  Kebenaran dari Firman yang mulia hanya akan dapat dihargai dengan sepatutnya oleh orang-orang yang intelek didalam Kristus.  Kristus akan dapat dimuliakan dengan baik oleh mereka-mereka yang melayaniNya secara intelektual.  Tujuan utama yang paling besar dari pendidikan adalah memungkinkan kita untuk menggunakan kekuatan yang ada pada diri kita sebagaimana yang telah diberikan oleh Allah kepada kita,  dalam perilaku yang layak memantulkan kerohanian Alkitab dan menyebar-luaskan kemuliaan Allah.
Kita berhutang terhadap Allah yang telah menciptakan kita karena semua talenta yang telah dipercayakan kepada kita; dan adalah tugas kita untuk membayar hutang-hutang kita kepada Sang Pencipta untuk meningkatkan dan  menggunakan talenta-talenta tersebut sebagaimana Dia telah menyerahkannya kedalam kepercayaan kita.  Pendidikan akan mendisiplin pikiran, mengembangkan kekuatan-kekuatannya, mengarahkannya dengan pengertian, agar kita dapat menjadi orang-orang yang berguna didalam menyebarkan kemuliaan Allah.  Kita membutuhkan sekolah-sekolah dimana orang-orang yang baru memasuki bidang penginjilan boleh diajar paling sedikit tentang bidang-bidang umum yang berhubungan dengan pendidikan, dan dimana mereka juga dapat belajar dengan lebih sempurna mengenai kebenaran Allah pada zaman ini.  Sehubungan dengan sekolah-sekolah ini, kuliah-kuliah haruslah diberikan berdasarkan nubuatan-nubuatan.  Orang-orang yang benar-benar memiliki kemampuan yang baik, yang layak bagi pekerjaan diladang anggurNya, akan memperoleh manfaat yang sangat besar dari pengarahan-pengarahan yang didapatnya dari sekolah-sekolah tersebut.—Test., Vol. III, hal. 131 – 160, 1872.



Bab 2
KRISTUS  SEBAGAI  SEORANG  PENDIDIK

Pikiran manusia mudah dipengaruhi oleh pencapaian yang tinggi.  Kehidupan yang diserahkan kepada Allah janganlah menjadi kehidupan yang penuh kelalaian.  Banyak orang yang berbicara melawan cara pendidikan, karena Yesus memilih seorang nelayan yang tidak berpendidikan untuk mengkhotbahkan FirmanNya.  Dia beranggapan yang Dia menunjukkan kecenderungan bagi orang-orang yang tidak berpendidikan.  Banyak yang belajar dan menghormati orang yang mempercayai ajaran-ajaranNya.  Kalau saja mereka-mereka ini menuruti keyakinan-keyakinan mereka sesuai dengan hati nurani mereka, maka mereka pasti akan mengikutiNya.  Kemampuan mereka dapat dipergunakan dan dipekerjakan didalam pelayanan bagi Kristus, kalau saja mereka mau menyerahkannya. Namun mereka tidak memiliki kekuatan moral dihadapan pemerintahan-pemerintahan yang dengki dan pemimpin-pemimpin rohani yang acuh tak acuh, untuk mengakui Kristus, dan mempetaruhkan nama baik mereka sehubungan dengan orang-orang Galilea yang rendah hati.
Dia yang dapat membaca semua hati manusia mengerti akan hal ini.  Kalau orang-orang yang berpendidikan dan terhormat tidak mau melakukan pekerjaan yang mampu mereka kerjakan, Kristus akan memilih orang yang mau menurut dan setia didalam melakukan kehendakNya.  Dia memilih orang-orang yang rendah hati dan yang selalu menghubungkan dirinya sendiri dengan Allah, agar Dia boleh mendidik mereka untuk membawa pekerjaan besar didalam dunia yang harus Dia tinggalkan.
Kristus adalah terang dunia.  Dia adalah sumber dari segala ilmu pengetahuan.  Dia dapat memampukan seorang nelayan yang tidak pernah bersekolah untuk menerima perintah agung yang akan diberikanNya kepada mereka.  Pelajaran mengenai kebenaran yang diberikan kepada masyarakat kelas bawah ini memiliki makna yang luar biasa.  Mereka diharuskan menggerakkan dunia ini.  Tampaknya hanya sebagai hal yang sederhana bagi Yesus untuk menghubungkan orang dari kelas bawah ini dengan diriNya sendiri; tetapi itu merupakan peristiwa  yang memberikan hasil yang sangat besar.  Kata-kata mereka dan tindakan[D1] [D2] [D3] -tindakan mereka haruslah dapat mengubahkan dunia.
Yesus tidak mengecilkan arti dari pendidikan.  Pikiran dengan dayanya yang tertinggi, bila dimurnikan melalui kasih dan takut kepada Allah, akan menerima pengakuan penuh. 
Orang yang paling sederhana itu telah bersama dengan Kristus selama tiga tahun, dengan maksud utama untuk dipenuhi dengan pengaruh dari Kebesaran Surga.  Kristus adalah pendidik yang paling besar yang pernah dikenal oleh dunia.
Allah akan menerima orang-orang muda dengan segala talenta yang ada padanya, dan dengan kekayaan perasaannya, kalau saja mereka mau menyerahkan diri mereka sendiri kepadaNya.  Mereka dapat mencapai tingkat intelektual yang tertinggi; dan bila diseimbangkan dengan prinsip-prinsip kerohanian, mereka akan mampu membawa pekerjaan yang telah menyebabkan Kristus harus turun kedunia ini, dan dengan jalan ini mereka boleh menjadi wakil-wakil Allah.
Para murid yang ada diperguruan tinggi memiliki kesempatan-kesempatan yang berharga, tidak hanya mencapai pengetahuan dari bermacam-macam ilmu, tetapi juga belajar bagaimana meningkatkan dan menjalankan kebajikan yang memungkinkan mereka mendapatkan tabiat yang seimbang.  Mereka-mereka ini adalah agen-agen moral Allah yang bertanggung-jawab.  Talenta-talenta intelektual yang kaya wacana dan teguh itu adalah merupakan pemberian dari Allah yang dipercayakan kepada  manusia  untuk memperbaiki diri secara bijaksana.  Kepercayaan yang bermacam-macam yang telah dibagi-bagikan secara adil kepada kekuatan-kekuatan dan kemampuan-kemampuan dari hamba-hambaNya, diberikan kepada setiap orang yang melakukan pekerjaanNya.
Si Pemberi mengharapkan tanggapan terhadap pemberian-pemberian itu.  Pemberian yang paling sederhana bukanlah berupa kelalaian atau pengangguran.  Sungai kecil tidak dapat mengatakan yang dia tidak mau mengalir sepanjang jalur yang dangkal karena dia bukanlah sungai yang besar.  Sebatang rumput tidak mungkin menolak untuk bertumbuh karena dia bukan pohon-pohon besar dihutan.  Pelita tidak mungkin menolak memancarkan cahayanya yang kecil karena dia bukanlah bintang.  Bulan dan bintang-bintang tidak mungkin menolak untuk bersinar karena mereka bukan cahaya menyilaukan yang dipancarkan oleh matahari.  Setiap orang mempunyai ciri khas dan bakatnya masing-masing.  Orang-orang yang menggunakan kesempatan-kesempatan yang diberikan oleh Allah,  akan mengembalikan minat-minatnya yang sudah diperbaiki dan sudah diseimbangkan kepada si pemberi modal yang dipercayakan kepadanya.
Allah tidak memberikan upah  kepada pekerjaan dengan jumlah banyak,  Dia tidak menghargai besarnya dari suatu pekerjaan sebanyak seperti yang diberikan kepada orang yang setia menyelesaikan pekerjaannya.  Hanya hamba-hamba yang baik dan setia yang akan diberikan upah.  Sementara kita mengembangkan kekuatan-kekuatan yang Allah berikan kepada kita, kita akan bertambah-tambah didalam pengetahuan dan persepsi,  dan akan diberikan kemampuan untuk menjalani dan menghargai hidup yang kekal.  Mereka yang menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh Allah kepadanya, dan berpuas diri didalam kelalaiannya, membiarkan pikirannya dipenuhi dengan tujuan-tujuan yang remeh untuk kepentingan dirinya sendiri, tidak akan mampu menjalankan tanggung-jawab pribadinya, cenderung melakukan kejahatan, dan tidak akan menguatkan kemampuannya untuk menjalani kehidupan yang lebih murni, lebih tinggi, dan lebih suci.
Orang-orang muda haruslah mempelajari hal-hal mengenai dunia yang akan datang.  Menahan diri[D4] [D5] [D6] [D7] [D8] [D9] [D10]  terhadap tuntutan ilmu pengetahuan, dikendalikan oleh kasih dan takut akan Allah, akan meningkatkan kekuatan mereka untuk kebaikan didalam hidup ini, dan mereka yang telah menggunakan kesempatan-kesempatan untuk meraih hal-hal yang tertinggi didunia ini, akan membawa keuntungan-keuntungannya didalam kehidupan masa depan mereka.  Mereka telah mencari dan mendapatkan apa yang tidak akan dapat dibinasakan.  Kemampuan-kemampuan untuk menghargai hal-hal yang mulia “Yang tidak dapat dilihat oleh mata, atau tidak didengar oleh telinga,” akan memperoleh keseimbangan dalam pencapaian-pencapaiannya untuk meningkatkan bidang-bidang lain didalam kehidupan ini.
Mereka yang mau mengosongkan hatinya dari setiap kesia-siaan dan kekotoran, melalui karunia Allah akan dapat memurnikan ruang pikirannya, dan menjadikannya sebagai tempat penyimpanan ilmu pengetahuan, kemurnian dan kebenaran. Dan itu akan berlangsung terus sampai melampaui keterbatasan pikiran dunia.  Keadilan dan kemurahan Allah akan diungkapkan kepada persepsi-persepsi moral. Tabiat dosa yang menyedihkan dengan segala akibatnya, akan dapat dikenali dengan mudah.  Tabiat Allah, kasihNya yang dinyatakan melalui pengorbanan AnakNya yang mati bagi dunia, keindahan dari kesuciannya, merupakan tema yang ditinggikan yang harus direnungkan.  Ini akan menguatkan intelektual, dan membawa manusia masuk kedalam hubungan yang dekat yang serupa dengan yang Kekal.—Review and Herald, Juni 21, 1877.



3
PANGGILAN BAGI PARA MAHASISWA

Kami telah mempunyai banyak kekhawatiran kalau-kalau para murid yang memasuki perguruan tinggi di Battle Creek akan gagal menerima semua manfaat yang seharusnya mereka bisa dapatkan dalam hal kerohanian, dari keluarga-keluarga yang menyediakan kamar-kamar bagi mereka.  Beberapa dari keluarga-keluarga itu tidak menyukai pengaruh yang manis dari agama orang-orang Kristen, walaupun mereka mengakui bahwa mereka adalah orang-orang Kristen.  Pengaruh yang dipantulkan oleh orang-orang semacam ini kepada para murid itu lebih dapat ditolak daripada mereka yang tidak berpura-pura terhadap ke-Tuhan-an.  Orang-orang yang tidak beragama, orang-orang yang suka bersikap resmi tetapi tidak bertanggung-jawab, mungkin saja dapat tampil menghadapi dunia ini bagaikan daun-daun, sementara itu seperti sebatang pokok ara, mereka itu menolak apa yang sangat dihargai oleh Penebus kita, -- berbuah demi kemuliaanNya.  Mereka tidak mengetahui apapun mengenai pekerjaan yang diterakan dalam hati oleh karunia Allah. Orang-orang ini membereikan pengaruh yang merusak kepada semua orang yang berhubungan dengan mereka.  Diperguruan tinggi itu seharusnya ada dewan, yang meneliti apakah rumah-rumah yang disiapkan bagi murid-murid tidak dihuni oleh orang-orang yang semata-mata suka bersikap resmi, tetapi tidak memiliki beban apapun untuk keselamatan orang-orang muda.
Banyak hal dapat dilakukan bagi orang-orang yang tidak mau memberikan pengaruh yang lembut, terkendali diseputar rumah tangga.  Roh yang ditunjukkan oleh kebanyakan orang merupakan bahasa hati  “Apakah aku penjaga saudaraku?”  Aku tidak mempunyai tanggung-jawab atau beban terhadap orang lain selain anggota keluargaku sendiri.  Aku tidak memiliki beban khusus atau minat terhadap para murid yang menempati kamar-kamar dirumahku.”  Saya akan bertanya kepada orang-orang ini apakah mereka memiliki beban dan tanggung-jawab bagi anak-anak mereka sendiri.  Saya sangat sedih melihat begitu sedikitnya keinginan dari beberapa orang tua, sehingga semua pengaruh yang mengelilingi anak-anak mereka layak untuk membentuk tabiat  Kristen; namun mereka yang mempunyai beban-beban keselamatan jiwa bagi anak-anak yang mereka kasihi, tidak seharusnya mementingkan diri dengan menaruh minat terhadap keluarga mereka sendiri saja.  Yesus adalah teladan kita didalam segala hal, tetapi Dia tidak pernah memberikan kita teladan untuk mementingkan diri sendiri semacam itu, seperti yang kita lihat dilakukan oleh banyak orang yang mengaku sebagai pengikut-pengikut Kristus.
Kalau kita menyatukan diri didalam Kristus, dan kasihNya bersatu didalam diri kita, kita akan mengasihi orang lain yang untuknya juga Kristus mau mati; karena dia telah memerintahkan umatNya untuk saling mengasihi satu sama lain sebagaimana Dia mengasihi mereka.  Apakah kita, yang mengakui namaNya menuruti perintah ini? Kalau kita gagal dalam hal yang satu ini maka kita juga akan gagal didalam hal yang lain.  Seandainya Kristus hanya memikirkan kepentinganNya sendiri, kesenanganNya sendiri, kenyamananNya sendiri, tentu saja dunia telah ditinggalkanNya binasa dalam dosa dan kejahatan.
Keadaan yang tidak mempedulikan nilai keselamatan dari jiwa-jiwa orang lain tampaknya sangat mengherankan, seakan-akan telah menguasai banyak orang yang mengaku menjadi umatNya.  Orang-orang yang berdosa mungkin akan berjatuhan disekeliling mereka, tetapi mereka tidak merasakan adanya beban sedikitpun dalam hal ini.  Apakah Kristus mau mengatakan kepada orang-orang yang tidak peduli ini, : “Sabaslah, hamba yang baik dan setia, masuklah kedalam kesukaan Tuhan”?  Kesukaan Kristus akan ada kalau melihat jiwa-jiwa ditebus melalui pengorbanan yang telah dibuatNya bagi mereka.
Orang-orang muda yang tidak berada didalam lingkungan rumahtangganya sendiri, memerlukan seseorang untuk menjaga mereka, seseorang yang menunjukkan minat terhadap mereka; dan orang-orang yang mau melakukan hal ini adalah orang-orang yang memenuhi suatu kekurangan yang besar, dan mereka adalah orang-orang yang melakukan pekerjaan bagi Allah dan bagi keselamatan jiwa-jiwa sebagaimana yang dilakukan oleh para pendeta dari atas mimbar.  Pekerjaan tanpa upah didalam melakukan kebaikan bagi para orang muda, tidak lebih tidak kurang adalah yang Allah minta dari kita.  Orang-orang Kristen yang berpengalaman seharusnya bersungguh-sungguh bekerja untuk mencegah terbentuknya kebiasaan-kebiasaan yang dapat menandai tabiat secara abadi.  Biarlah para pengikut Kristus menjadikan Firman Allah itu menarik bagi para orang muda.  Biarlah perilakumu sendiri, diperlembut dan dikendalikan oleh keindahan dari kesucian, jadilah khotbah yang hidup bagi para orang muda, setiap hari setiap jam.  Janganlah menunjukkan roh suka menggerutu; tetapi menangkanlah mereka kepada kesucian hidup dan penurutan kepada Allah.  Beberapa orang guru besar, karena kekesalan mereka, membentak orang-orang muda itu.  Hati para orang muda itu masih seperti lilin yang dapat dibentuk, dan engkau boleh menuntun mereka untuk menunjukkan perilaku Kristen yang mengagumkan; tetapi setelah beberapa tahun kemudian lilin itu akan menjadi batu granit.
Saya menyerukan kepada semua orang-orang Kristen yang ada di Battle Creek, sebagai jemaat ataupun sebagai pribadi, pikullah tanggung-jawab yang diberikan Allah kepadamu.  Berjalanlah dengan Allah; berikan pengaruhmu kepada para orang muda yang memungkinkan mereka untuk menjaga diri agar tidak jatuh kedalam pencobaan yang bertubi-tubi datangnya, yang tampaknya menarik untuk mengelabui para orang muda dizaman kita sekarang ini.  Setan akan mulai bekerja melalui orang-orang yang mengaku sebagai pengikut-pengikut Kristus.  Mereka tampaknya tertidur, tidak menyadari bahaya-bahaya terhadap orang-orang muda dan terhadap kehancuran yang mengancam mereka.  Dengan penuh rasa kemenangan setan memamerkan apa-apa yang sudah dicapainya terhadap para orang muda; sementara mereka-mereka yang mengaku sebagai tentara-tentara salib, yang menampakkan diri sebagai sahabat-sahabat yang sangat baik,  membiarkan para korban itu direnggut tepat dari bawah atap rumah mereka. 
Kasus-kasus dari kebanyakan orang yang tidak mau mengulurkan tangan penolong untuk menyelamatkan orang-orang muda itu, terlihat seperti tidak berpengharapan.  Padahal beberapa orang dari orang muda itu masih mungkin untuk diselamatkan; bahkan sekarang, kalau saja ada minat yang baik yang ditunjukkan kepada mereka, mereka masih dapat dijangkau.  Kita ini berhutang kepada Allah untuk memperoleh kemampuan, setiap rahmat, setiap akal baik, dan setiap perilaku yang baik. Kita sendiri tidak punya sesuatupun untuk dibanggakan.  Dengan kerendahan dan kesederhanaan, marilah kita menundukkan diri kita dibawah kaki salib; biarlah segala perkataan  dan tingkah laku kita dapat dipantulkan sehingga dapat memenangkan orang lain untuk datang kepada Kristus, bukannya membuat mereka jadi menjauh dariNya.
Saya menujukan kepada saudara-saudara yang sedang berada ditengah-tengah pusat pekerjaan besar ini.  Engkau seharusnya berhati-hati, untuk tidak bersikap kaku penuh tata cara demi kehormatan dirimu sendiri.  Banyak saksi yang memperhatikanmu, dan banyak yang meneladani apa yang engkau perbuat.  Kehidupan yang tidak rohani akan menghalangi pertimbanganmu dan  merusakkan pertimbangan orang lain juga.  Engkau yang hidup dimana pertimbangan semacam itu memerlukan perbaikan, haruslah menjadi orang yang waspada, menjadi saluran yang setia, selalu siaga.  Satu waktu yang dipergunakan dengan tidak berhati-hati untuk kepentingan diri sendiri atau untuk meninggikan diri akan membuat musuh mendapat kesempatan, dan tahun-tahun yang telah dipakai untuk bekerja keras tidak akan dapat memperbaikinya.  Mereka yang memilih Battle Creek menjadi tempat tinggal mereka haruslah menjadi orang-orang yang setia dan suka berdoa, dan menaruh minat yang jujur terhadap orang-orang yang ada disekitar mereka.  Dimanapun tidak akan terdapat keselamatan, kecuali berjalan bersama-sama dengan Allah.
Akan ada perbedaan-perbedaan tabiat diantara orang-orang muda yang memasuki perguruan tinggi di Battle Creek, karena mereka telah dididik dan dilatih secara berbeda-beda.  Banyak dari antara mereka bahkan telah dibiarkan bengkok mengarah kepada kemauan dan pikirannya sendiri yang belum berepengalaman.  Orang tua mereka mengira itulah cara mencintai anak-anak mereka, tetapi mereka tidak menyadari yang mereka telah menguatkan bukti bahwa mereka sendiri adalah musuh yang paling buruk.  Mereka telah membiarkan kejahatan berlalu tanpa adanya teguran.  Mereka membiarkan anak-anak mereka untuk menyukai dosa, yang mana sama dengan menyukai dan memanjakan ular berbisa, yang akan mematuk, tidak hanya orang yang memanjakannya tetapi juga oranglain yang berhubungan dengannya.
Beberapa orang muda yang dimanjakan ini ada diantara para murid yang memasuki perguruan tinggi di Battle Creek.  Guru-guru,  dan semua orang  yang menaruh minat terhadap para murid ini dan yang berkemauan untuk menolong mereka, mempunyai tanggung-jawab yang sangat besar untuk menjadikan orang-orang muda yang masih liar ini menjadi orang-orang yang berguna.  Mereka itu tidak pernah diperhatikan oleh orang tua mereka dirumah, dan tidak memiliki pikiran apapun juga untuk menyesuaikan diri disekolah atau dirumah dimana mereka diasramakan.  Iman, dan kesabaran, dan kemurahan, dan kebijaksanaan apakah yang harus diberikan untuk mendidik orang-orang muda yang ditelantarkan dirumah dan yang perlu lebih banyak dikasihani ini?  Orang tua yang telah tertipu itu juga mungkin akan membela anak-anak mereka dan melawan cara-cara disiplin sekolah dan rumah-rumah asrama.  Mereka akan  mencela orang lain karena melakukan tugas yang Allah minta untuk dilakukan, dan yang selama ini telah mereka abaikan.  Kebijaksanaan dari Allah yang bagaimanakah yang dibutuhkan untuk mendidik orang-orang muda itu dengan adil dan kasih sayang bila berada didalam keadaan yang demikian?  Betapa sulitnya menyeimbangkan pikiran yang telah dibungkus dengan ketidak-teraturan, kearah yang tepat.  Sementara sebagian tidak pernah menerima teguran, yang lain mungkin terlalu banyak dicela dan dikuasai; dan pada waktu berada jauh dari tangan-tangan kuat yang selalu memegang kendali secara kasar, jauh dari kasih sayang dan pengasihan, mereka akan merasa bahwa mereka tidak perlu diperintah oleh siapapun juga.  Mereka tidak menyukai hal-hal yang berhubungan dengan teguran.
Apakah mereka-mereka yang mempunyai tugas-tugas sulit untuk mendidik orang-orang muda ini dan membentuk tabiat mereka, tidak memerlukan doa-doa yang tekun dari anak-anak Allah?  Kepedulian, beban-beban, dan tanggung-jawab berat haruslah berjalan seiring dengan hati nurani para guru yang takut akan Allah, sebagaimana para orang tua yang memikul beban seperti orang Israel diperumahan Battle Creek.  Semua orang Kristen yang bersungguh-sungguh, yang menghargai jiwa-jiwa untuk mana Kristus rela mati, haruslah mengadakan usaha yang tekun untuk melakukan tugasnya memperbaiki kesalahan dan kelalaian orang tua kandung mereka, dengan menggunakan seluruh kuat kuasa mereka.  Guru-guru akan merasa bahwa mereka mempunyai tugas yang dipercayakan kepada mereka untuk menampilkan murid-muridnya dihadapan dunia dan dihadapan Allah dengan tabiat yang seimbang dan pikiran yang selaras.  Tetapi guru-guru itu tidak dapat menanggung semua beban ini, dan seharusnya tidak diharapkan untuk bertanggung-jawab seorang diri atas perilaku yang baik dan mengembangkan moral dari murid-muridnya tersebut.  Setiap keluarga yang menyediakan kamar-kamar bagi para murid haruslah juga menetapkan peraturan yang harus dipatuhi.  Janganlah mereka dan orang tua mereka dianggap melakukan kebaikan dengan membiarkan mereka membentuk kebiasaan yang tidak teratur dan merusakkan peralatan-peralatan.  Kalau mereka mempunyai roh yang murni dan tenaga yang kuat, biarlah mereka dilatih untuk melakukan pekerjaan sehari-hari, hingga rasa lelah akan membuat mereka menghargai waktu istirahat yang baik dikamar-kamar mereka.
Kamar-kamar dari beberapa orang murid itu, tahun lalu tidak memberikan catatan yang menyenangkan bagi penghuni-penghuninya.  Kalau murid-murid itu tidak teratur dan kasar, kamar-kamar merekalah yang seringkali menyatakan faktanya.  Olahraga yang kasar, tertawa terbahak-bahak dengan keras, dan tidur larut malam, tidak seharusnya diijinkan bagi para penyewa kamar tersebut.  Kalau mereka biarkan murid-murid berperilaku demikian, mereka sendiri melakukan kesalahan yang fatal, dan mereka sendiri harus bertanggung-jawab untuk perbuatan murid-murid itu.  Kamar-kamar para murid harus sering dikunjungi, untuk melihat apakah para murid berada didalam keadaan sehat dan menyenangkan, dan untuk memastikan apakah semua berjalan sesuai dengan peraturan-peraturan disekolah.  Setiap kecerobohan haruslah ditegur, dan setiap murid haruslah berusaha bekerjasama untuk memperbaikinya.  Kalau mereka keras kepala dan tidak mau diatur, lebih baik mereka dikeluarkan dari rumah tersebut, dan sekolahpun perlu memperlakukan hal yang sama.  Sekolah-sekolah perguruan tinggi kita tidak akan berkekurangan karena beberapa murid yang tidak mau diatur dikeluarkan dari sekolah.  Banyak dari sekolah-sekolah perguruan tinggi kita menjadi tempat, dimana orang-orang muda berada didalam bahaya menjadi tidak bermoral dan jahat melalui pergaulan-pergaulan yang tidak baik ini.
Hubungan antara para murid ini adalah salah satu hal yang sangat penting, dan seharusnya tidak diabaikan begitu saja.  Banyak dari mereka yang datang keperguruan tinggi dan mengaku sebagai orang-orang Kristen.  Perhatian khusus harus diberikan terhadap hal ini, dan mereka harus didorong dan diberikan semangat didalam usaha mereka untuk menghidupkan kehidupan Kristen.  Mereka haruslah dijaga, dijauhkan sejauh mungkin dari pencobaan-pencobaan yang menghadang mereka tanpa ada jalan untuk berbalik.  Bagi mereka yang telah mempunyai pengalaman bertahun-tahun, pencobaan-pencobaan yang mengalahkan orang-orang muda ini tampaknya begitu ringan dan mudah sehingga mereka tidak menunjukkan rasa simpati kepada orang-orang muda yang dicobai ini. Ini salah.  Kehidupan dan pengalaman awal mereka sendiri boleh jadi lebih banyak menghadapi pencobaan yang harus mereka kalahkan karena kelemahan mereka sendiri,  daripada kehidupan dan pengalaman para orang muda itu.
Banyak orang yang mengaku sebagai pengikut-pengikut Kristus memiliki kuasa moral yang lemah.  Mereka tidak pernah menjadi pahlawan-pahlawan salib, dan sangat mudah direnggut dari kesalehan mereka terhadap Allah disebabkan karena kesenangan-kesenangan dan permainan-permainan yang mementingkan diri sendiri.  Orang-orang semacam ini haruslah ditolong.  Tidak seharusnya mereka dibiarkan sendiri untuk mencari kesempatan memilih kawan dan teman sekamar.  Mereka yang kasih dan takut akan Allah haruslah memikul beban kasus semacam ini demi jiwa-jiwa orang-orang muda itu, dan haruslah bergerak secara diam-diam untuk menukar pergaulan yang tidak menyenangkan itu.  Orang-orang muda Kristen yang cenderung mudah dipengaruhi oleh pergaulan yang duniawi haruslah mempunyai teman yang dapat memberikan kekuatan untuk mengambil jalan yang baik dan pengarahan yang rohani.  Seorang muda yang berkerohanian dan terbentuk dengan baik, bahkan seorang professor pelajaran agama sekalipun, mungkin saja bisa kehilangan pengaruh kerohaniannya karena bergaul dengan orang-orang yang meremehkan kesucian dan hal-hal yang berhubungan dengan agama, dan yang mungkin melecehkan mereka, dan yang tidak memiliki rasa hormat dan hati nurani.  Ragi yang sedikit akan mengkhamirkan seluruh adonan.  Beberapa orang lemah dalam iman; tetapi bila ditempatkan dengan teman sekamar yang tepat, yang pengaruhnya kuat mempertahankan kebenaran, maka mereka ini boleh diseimbangkan menuju arah yang benar, meraih pengalaman rohani yang sangat bernilai, dan menjadi orang yang sukses menunjukkan tabiat ke-Kristenan.
Saya ingin agar saudara-saudara dan saudari-saudari kita mau memperhatikan jiwa-jiwa sebagaimana mereka harus mempertanggung-jawabkannya nanti.  Pikiran saya didorong untuk mendalami pokok masalah ini.  Saya akan mendorong mereka-mereka yang mengaku sebagai orang Kristen untuk menyadari akan perlunya memakai seluruh perlengkapan senjata; kemudian bekerja demi orang-orang muda kita yang memasuki sekolah-sekolah perguruan tinggi.  Mungkin mereka tidak membutuhkan khotbah-khotbah atau kuliah yang panjang-panjang sebanyak kebutuhan mereka yang sesungguhnya, yaitu minat dan perhatian yang murni.  Biarkan mereka tahu melalui pekerjaanmu, yang engkau mengasihi dan mempedulikan jiwa-jiwa mereka. Kalau engkau mau membujuk orang-orang muda yang masih lemah itu agar sekarang memasuki sekolah-sekolah perguruan tinggi, yang kini diserahkan kedalam tanggung-jawab gereja, dengan hanya setengah bagian saja dari rasa kepedulian yang engkau miliki untuk minatmu, maka engkau akan dapat mengikat mereka untuk datang kepadamu dengan ikatan rasa simpatimu yang paling kuat; dan pengaruhmu terhadap mereka akan menjadi suatu kuasa untuk kebaikan.  Review and Herald, 21 Pebruari, 1878.



4
PEMIKIRAN-PEMIKIRAN  MENGENAI  PENDIDIKAN


Tidak ada pekerjaan yang setiap kali dikerjakan oleh manusia, menuntut kepedulian dan ketrampilan yang lebih besar daripada melatih dan mendidik orang-orang muda dan anak-anak dengan tepat.  Tidak ada pengaruh yang begitu berkuasa seperti pengaruh yang mengelilingi kita dalam tahun-tahun pertama kehidupan kita. Seorang bijak mengatkan,  “Didiklah seorang budak pada jalannya, maka pada masa tuanya dia tidak akan meninggalkannya.”  Keadaan alamiah mempunyai tiga sisi, dan pelatihan yang diikuti oleh raja Solaiman mencakup pengembangan yang benar dari kekuatan-kekuatan fisik, mental dan moral.  Untuk melakukan pekerjaan ini dengan tepat, para orang tua dan para guru haruslah terlebih dahulu mengerti “jalan kemana seorang anak akan pergi.  Ini melingkupi lebih daripada pengetahuan akan hal buku-buku atau sekedar belajar disekolah-sekolah.  Ini termasuk latihan pengendalian diri, kasih akan sesama, dan kerohanian;  sebagai hasil dari tugas terhadap diri kita sendiri, terhadap orang lain, dan terhadap Allah.
Pelatihan seorang anak haruslah dilakukan dengan cara yang berbeda dari  pelatihan yang dilakukan terhadap hewan-hewan yang tidak dapat berpikir.  Hewan itu hanyalah dibiasakan dengan kebiasaan majikannya; tetapi seorang anak haruslah diajar untuk mengendalikan dirinya sendiri.  Kemauannya haruslah dilatih untuk menuruti perintah dari akal sehatnya dan hati nuraninya.  Seorang anak dapat didisiplin agar tidak memiliki kemauannya sendiri seperti seekor hewan, kepribadiannya hilang didalam pengajaran gurunya.  Pelatihan semacam itu tidaklah bijaksana, dan akibatnya sangat mengerikan.  Anak-anak itu dididik untuk menjadi lebih dungu untuk mengambil keputusan dan lemah daya pikirnya.  Mereka tidak dididik untuk bertindak berdasarkan prinsip, kekuatan dari daya pikirnya tidak dikuatkan dengan cara berlatih.  Sejauh memungkinkan, setiap anak haruslah dilatih untuk mandiri, Dengan menyuruhnya mengadakan latihan didalam banyak macam pelajaran, dia akan belajar mengenali kekuatan dan kelemahannya sendiri.  Seorang guru yang bijak akan memberikan perhatian khusus untuk mengembangkan bagian mana yang paling lemah, agar anak tersebut dapat membentuk tabiat yang seimbang dan harmonis.
Didalam beberapa sekolah-sekolah dan keluarga-keluarga,  ada anak-anak yang tampak terlatih dengan baik sementara berada dibawah disiplin yang teratur, namun bila cara didisiplin yang mengaturnya tersebut terputus, mereka tidak mampu untuk berpikir, bertindak, atau mengambil keputusan untuk dirinya sendiri.  Kalau saja mereka diajar untuk melatih pertimbangannya sendiri secepat dan sepraktis mungkin, kejahatan akan dapat dihindarkan.  Tetapi mereka sudah terlalu lama dikuasai oleh para orang tua dan guru-gurunya sehingga sepenuhnya sangat bergantung kepada mereka.  Orang yang berusaha menanamkan kepribadian kedalam diri murid-muridnya sama seperti kepribadiannya sendiri, sehingga akal sehat, pertimbangan, dan hati nurani dari para murid itu dapat dikuasainya, disebut sebagai seorang yang tidak dapat memberikan jaminan dan takut untuk bertanggung-jawab.  Orang-orang yang melatih murid-muridnya untuk merasakan kekuatan yang ada didalam dirinya untuk menjadi orang terhormat dan berguna, akan menjadi pelatih yang paling sukses.  Pekerjaan mereka mungkin dinilai tidak memberikan manfaat oleh orang-orang yang ceroboh, dan pekerjaannya tidak dinilai setinggi seperti pelatih yang dapat menguasai murid-muridnya dengan sepenuhnya, tetapi masa depan murid-muridnya itu akan menampakkan hasil dari rencana pendidikan yang lebih baik.
Para orang tua dan guru-guru berada didalam bahaya terlalu banyak memerintah dan mendikte, sementara mereka sendiri gagal didalam membina hubungan yang memuaskan dengan anak-anak atau murid-murid mereka.  Mereka terlalu mementingkan diri sendiri, dan mengajarkan kekuasaan mereka dengan cara yang kaku, dan tanpa rasa simpati, yang cenderung untuk menimbulkan pemberontakan gantinya memenangkan kepercayaan dan kasih sayang mereka.  Kalau saja mereka lebih sering mengumpulkan anak-anak itu, menunjukkan minat pada kegiatan mereka, bahkan mungkin ikut bermain bersama dengan mereka, maka mereka akan dapat memenangkan kasih sayang dan mengangkat rasa percaya diri anak-anak kecil tersebut, dan pelajaran mengenai rasa hormat dan penurutan akan lebih siap untuk diajarkan; karena kasih adalah guru yang paling baik.  Perhatian yang sama yang ditunjukkan kepada orang-orang muda juga akan memberikan hasil yang serupa.  Hati yang masih muda sangat cepat menanggapi sentuhan dari rasa simpati.
Janganlah pernah dilupakan bahwa guru haruslah menjadi seperti yang diinginkannya bagi murid-muridnya.  Namun, prinsip-prinsip dan perilakunya haruslah dapat dinilai lebih tinggi kepentingannya daripada kemampuannya yang didapat dari buku-buku.  Dia haruslah menjadi orang yang takut akan Allah, dan merasakan tanggung-jawab didalam pekerjaannya.  Dia haruslah mengerti akan hal pentingnya pelatihan fisik, mental, dan moral, dan harus memberikan perhatian kepada masing-masing murid.  Dia yang akan mengatur para muridnya haruslah terlebih dahulu mengatur dirinya sendiri.  Untuk memenangkan kasih sayang dari para murid, dia harus dapat menunjukkan yang hatinya sendiri dipenuhi dengan kasih sayang bagi mereka, melalui pandangan matanya dan perkataannya dan tindakannya.  Pada saat yang sama, keteguhan dan keputusan yang baik harus dijalankan untuk membentuk kebiasaan-kebiasaan yang baik, dan mengembangkan perilaku yang terhormat.
Pelatihan fisik haruslah menempati tempat yang utama didalam setiap cara pendidikan.  Itu menjadi tugas dari para orang tua dan guru-guru untuk mengenali organ-organ manusia dan hukum-hukum yang mengatur organ-organ tersebut, dan sejauh memungkinkan, hendaknya mereka mengajarkan kepada anak-anak dan murid-murid mereka akan berkat duniawi yang paling besar yang dapat diperoleh adalah “pikiran yang sehat terdapat dalam tubuh yang sehat.”  Anak-anak dalam jumlah besar mati setiap tahunnya, dan banyak lagi yang menjalani kehidupannya dalam keadaan cacat, mungkin disebabkan oleh dosa, karena akibat dari kelalaian para orang tua dan guru-guru.
Banyak ibu yang menggunakan waktunya berjam-jam dan bahkan berhari-hari untuk pekerjaan jahit menjahit semata-mata untuk pamer diri, dan tidak mempunyai waktu yang cukup untuk mendapatkan keterangan yang diperlukan agar mereka boleh mempersiapkan kesehatan dari anak-anak mereka.  Mereka mempercayakan tubuh anak-anak mereka kepada para dokter, dan menyerahkan jiwa anak-anak mereka kepada para pendeta, agar mereka dapat meneruskan pemujaan terhadap mode tanpa terganggu.  Untuk mengenali mekanisme tubuh yang ajaib, untuk mengerti tentang saling ketergantungan dari satu organ dengan organ yang lainnya, untuk melakukan tindakan yang menyehatkan, adalah pekerjaan yang tidak disukai oleh ibu-ibu tersebut.  Dia juga hanya sedikit saja mengetahui tentang pengaruh pikiran dan tubuh yang setara. Tentang pikiran itu sendiri, yang saling berhubungan secara menakjubkan, yang berhubungan dengan kekekalan, tidak dimengertinya sama sekali.
Sejak beberapa generasi, system pendidikan yang umum, khususnya bagi anak-anak, sangat merusakkan kesehatan mereka, bahkan merusak juga kehidupannya.  Lima dan bahkan enam jam sehari anak-anak yang masih sangat muda itu harus berada didalam ruangan-ruangan sekolah yang tidak mempunyai aliran udara yang baik, atau tidak cukup luas untuk menjamin kesehatan dari setiap murid.  Udara dari ruangan semacam itu dengan cepat berubah menjadi racun yang mematikan bagi yang menghirupnya.  Dan disini, anak-anak kecil ini, dengan tubuh-tubuh mereka yang aktif dan gelisah, dan juga pikiran yang aktif dan gelisah,  telah dibiarkan tidak terisi sepanjang waktu musim panas yang panjang, padahal saat itu alam memanggil mereka untuk meraih kesehatan dan kebahagiaan bersama dengan burung-burung dan bunga-bunga.  Banyak anak yang telah memperoleh yang terbaik tetapi kehidupannya sangat rawan.  Terkurung disekolah membuat mereka jadi penggugup dan berpenyakit.  Tubuh-tubuh mereka menjadi lebih jauh dari keinginan untuk berlatih dan lebih mengabaikan kelelahan dari system syaraf. Jika lampu kehidupan telah pudar, para orang tua dan guru-guru tidak menyadari bahwa diri mereka sendirilah yang telah melakukan pemerasan terhadap cahaya inti.  Masa perkabungan yang menyedihkan dianggap sebagai tindakan khusus yang datang dari sang Penguasa, padahal sebenarnya adalah, bahwa kelalaian dan pengabaian terhadap hukum-hukum alam yang tidak dapat dimaafkan telah merenggut kehidupan dari anak-anak ini.  Allah merancang mereka untuk hidup penuh kesukaan dengan kesehatan dan kekuatan, mengembangkan kemurnian, kehormatan, dan tabiat-tabiat yang baik, untuk memuliakan Dia didalam kehidupan yang sekarang ini,  dan untuk menuji Dia selama-lamanya didalam kehidupan yang akan datang.
Siapakah yang dapat meningkatkan kehidupan-kehidupan yang telah dihancurkan oleh karena mengejar intelektual sampai harus mengabaikan kekuatan fisik?  Ajaran dari para orang tua dan guru-guru yang tidak mempunyai pertimbangan itu,  mendorong pikiran yang masih muda itu dengan cara menakuti-nakuti atau dengan ejekan, telah terbukti fatal terhadap murid-murid yang sebenarnya mampu itu.  Gantinya mendesak mereka dengan setiap upah yang mungkin dapat diberikan, para intruktor yang sombong lebih suka memaksa pikiran anak-anak yang terlalu aktif itu dan tidak menunggu sampai tubuhnya menjadi cukup kuat untuk meningkatkan usaha mental.
Agar orang-orang muda itu mendapatkan kesehatan dan kegembiraan, yang bergantung pada perkembangan dari fisik dan mental secara normal, perhatian haruslah diberikan terhadap peraturan yang tepat dari belajar, bekerja, dan bermain.  Mereka yang membelenggu diri untuk belajar dan mengabaikan latihan fisik, akan merusak kesehatan.  Peredaran tidak seimbang, otak mendapat terlalu banyak darah dan yang lain-lainnya terlalu sedikit.  Waktu belajar mereka harus dilakukan dalam beberapa jam dan diawasi secara ketat, dan kemudian harus ada waktu untuk pekerjaan fisik diudara terbuka.
Anak-anak kecil harus diijinkan untuk berlari-lari dan bermain diluar rumah, menikmati udara yang segar dan murni, dan cahaya matahari yang memberi kehidupan.
Dasar untuk memperoleh tubuh yang kuat haruslah diletakkan pada awal-awal kehidupan.  Para orang tua haruslah menjadi satu-satunya guru dari anak-anak mereka sampai mereka mencapai usia delapan atau sepuluh tahun.  Biarlah para ibu lebih mengurangi perhatiannya untuk hal-hal yang penuh kepalsuan, biarlah dia menolak untuk menyerahkan kekuatannya kepada perhambaan mode, dan menemukan waktu untuk meningkatkan dirinya sendiri dan meningkatkan rasa cinta anak-anaknya terhadap keindahan alam.  Biarlah para ibu itu mengarahkan anak-anaknya kepada kemuliaan-kemuliaan yang terbentang dilangit, kepada ribuan bentuk-bentuk keindahan yang menghiasi cakrawala, dan ceriterakan kepada mereka mengenai Dia yang telah menciptakan semuanya itu.  Jadi dia dapat menuntun pikiran anak-anaknya yang masih muda itu kepada si Pencipta, dan membangkitkan rasa hormat dan kasih dalam hati mereka bagi si Pemberi semua Berkat.  Ladang-ladang dan bukit-bukit – ruang pameran alam -  haruslah menjadi ruang sekolah bagi anak-anak kecil.  Unsur-unsur alam haruslah menjadi buku pelajaran mereka.  Pelajaran-pelajaran yang ditanamkan dalam pikiran mereka tidak akan mudah dilupakan.
Pekerjaan Allah didalam alam mempunyai pelajaran-pelajaran yang mengandung kebijaksanaan dan karunia-karunia penyembuhan bagi semua.  Berjenis-jenis pemandangan alam yang menggambarkan tentang pergantian musim, secara tetap memantulkan kemuliaanNya yang selalu segar, kekuasaanNya, dan juga kasihNya.  Juga bagi para murid yang lebih tua, sementara mereka bekerja untuk mempelajari kesenian dan kehidupan manusia, seharusnya mereka mencari kebijaksanaan Allah, dengan lebih banyak belajar mengenai hukum-hukum yang agung, baik hukum alam maupun hukum moral.  Didalam menuruti hal-hal tersebut, ada kehidupan dan kebahagiaan, baik didalam dunia yang sekarang ini maupun didunia yang akan datang.  -  Review and Herald, 10 Januari, 1882. 
  

5

KUNJUNGAN  KE KOTA  PERGURUAN  TINGGI 

Beberapa minggu telah berlalu sejak saya mengunjungi sebuah perguruan tinggi dikota (California), untuk memenuhi undangan berbicara mengenai pokok masalah penyangkalan diri.  Gereja-gereja telah disiapkan untuk peristiwa itu, dan pengunjungnya juga cukup banyak.  Orang-orang yang tinggal dikota tersebut telah mendapat pujian karena telah menjalankan prinsip-prinsip penyangkalan diri.  Ini suatu kenyataan, bahwa dalam keadaan demikianlah sebuah perguruan tinggi telah dibangun dikota ini.  Daerah diatas mana bangunan sekolah itu berdiri dengan tanah yang cukup luas mengelilinginya, telah disumbangkan kepada sebuah gereja Kristen untuk tujuan pendidikan, dengan kesepakatan, tidak diperkenankan adanya kafe-kafe tempat minum-minum didirikan dalam jarak tiga kilometer dari sekolah.  Persetujuan ini tampaknya telah dijaga dengan setia.  Kami dapat merasakan yang para orang muda akan lebih selamat bila mereka memasuki sekolah dikota semacam itu daripada ditempat dimana kafe-kafe minum dibuka siang dan malam disetiap sudut jalan.
Orang-orang muda disekolah ini dijaga oleh peraturan yang ketat selama sekolah berlangsung.   Hanya kalau ada kasus-kasus khusus seperti beberapa kali terjadi, barulah peraturan itu dapat dilonggarkan,  lain dari itu, maka peraturan melarang seorang pria untuk berjalan mondar mandir dalam pertemuan umum bersama dengan seorang wanita.  Perguruan tinggi kita di Battle Creek mempunyai peraturan yang hampir sama ketatnya.  Peraturan semacam itu dimaksudkan untuk menjaga agar para orang muda terjerumus kedalam bahayanya terlalu cepat berpacaran dan menikah diusia muda yang tidak bijaksana.  Orang-orang muda itu dikirim kesekolah oleh para orang tuanya untuk mendapatkan pendidikan, dan bukan untuk bermesraan dengan teman lawan jenisnya.  Masyarakat yang baik, yang sama baiknya dengan minat para murid itu, menuntut adanya orang muda yang tidak tergoda untuk mencari teman hidup sementara tabiat mereka sendiri belum berkembang, sementara pemikiran mereka masih belum dewasa, dan pada waktu yang sama mereka masih memerlukan dukungan dan tuntunan dari orang tua.
Adalah karena pelatihan dirumah yang sudah merosot nilainya, maka para orang muda itu begitu tidak menyukai untuk tunduk pada kekuasaan yang sebenarnya sangat baik dan tepat.  Saya adalah seorang ibu; saya tahu darimana saya harus berbicara, kalau saya katakan bahwa orang-orang muda dan anak-anak, tidak hanya akan lebih selamat tetapi juga akan lebih berbahagia bila berada dibawah aturan yang mengatur kehidupan secara keseluruhan daripada hanya mengikuti kemauannya sendiri saja.  Orang tua, putra dan putri anda belum dijaga dengan sebenarnya.  Mereka tidak seharusnya dibiarkan pergi dan pulang sekehendak hatinya sendiri tanpa sepengetahuan dan tanpa ijin dari orang tua.  Kebebasan penuh yang diberikan kepada anak-anak dalam usia semacam ini telah terbukti membawa dampak kehancuran bagi ribuan orang.  Betapa banyaknya dari antara orang-orang muda ini yang dibiarkan berada dijalanan pada waktu malam hari, dan para orang tua berpuas hati mengabaikan teman-teman dari anak-anaknya.  Sering sekali, teman-teman dipilih dari mereka yang memiliki pengaruh cenderung merusak.
Dibawah selimut kegelapan, anak-anak lelaki itu berkelompok untuk mempelajari pelajaran mereka yang pertama dengan bermain kartu, berjudi, merokok, dan minum bir atau minuman keras.  Putra-putra dari para orang tua yang berkerohanian baik melangkah kedalam kafe-kafe untuk makan malam sup kepiting, atau untuk melakukan pelanggaran-pelanggaran yang lainnya, dan itu berarti menampatkan diri mereka sendiri dijalan pencobaan.  Suasana didaerah pemukiman semacam ini menebarkan bau malapetaka dan polusi.  Tidak ada seorangpun yang dapat tinggal lama ditengah-tengah mereka tanpa menjadi jahat.  Melalui masyarakat semacam inilah, orang-orang muda yang sebenarnya menjanjikan kebaikan, menjadi pemabuk-pemabuk dan penjahat-penjahat.  Awal mula dari semua kejahatan seharusnya dilawan dengan penjagaan ketat.  Orang tua, sampai engkau mengetahui yang ada disekeliling anak-anakmu adalah yang tidak bercacat cela, jangan pernah mengijinkan mereka pergi kejalanan sesudah hari gelap untuk mengikuti kegiatan olahraga diluar, atau untuk menemui teman-teman bermainnya.  Kalau peraturan ini dijalankan dengan tegas, penurutan akan peraturan itu akan menjadi kebiasaan, dan keinginannya untuk melanggar peraturan akan segera berhenti.
Mereka yang berusaha melindungi orang-orang muda dari pencobaan dan mempersiapkan diri mereka untuk kehidupan yang berguna, berarti terlibat didalam pekerjaan yang baik.  Kami senang melihat didalam lembaga-lembaga yang mempelajari bagaimana mengenal pentingnya memberikan pengawasan dan disiplin kepada orang-orang muda.  Semoga usaha-usaha dari semua guru-guru semacam ini mendapat mahkota sejalan dengan kesuksesan mereka. --  Signs of the Times, 2 Maret, 1882.

6

RUMAH TANGGA DAN SEKOLAH

Ada suatu kebanggaan pada zaman sekarang ini karena sebelumnya tidak pernah ada orang yang memiliki fasilitas yang begitu banyak untuk memenuhi kebutuhan akan pengetahuan, atau menunjukkan minat yang begitu tinggi terhadap pendidikan.  Namun selain adanya suatu peningkatan yang membanggakan, muncul roh yang berseberangan yang menunjukkan keras kepala dan kecerobohan didalam membesarkan anak-anak, kemerosotan mental dan moral telah hampir menyeluruh.  Pendidikan yang umum tidak dapat menyembuhkan kejahatan.  Dibeberapa lembaga, disiplin yang longgar terhadap cara belajar telah hampir memusnahkan daya guna mereka, dan dalam beberapa kasus, mereka telah menyebabkan datangnya kutuk lebih daripada berkat.  Kenyataan ini telah terlihat dan disesalkan, usaha yang bersungguh-sungguh telah dilakukan untuk memperbaiki kemerosotan didalam system pendidikan kita.  Sekolah-sekolah sangat dibutuhkan, agar ditempat mana orang-orang muda dapat dilatih untuk membiasakan menahan diri, menghayati, dan percaya diri, juga untuk menghormati yang lebih tua dan Allah. Dengan latihan semacam ini, kita boleh berharap untuk melihat orang-orang muda yang siap menghormati Penciptanya dan membawa berkat bagi keturunan mereka.
Untuk menanamkan tujuan inilah maka perguruan tinggi kita di Battle Creek ditemukan.  Tetapi mereka yang berusaha untuk menjalankan pekerjaan semacam ini mendapati, bahwa apa yang mereka usahakan dirongrong dengan banyak macam kesulitan yang serius.  Kejahatan pada sisi yang lainnya, yang seringkali berlawanan dengan usaha dari para guru yang terbaik, terletak pada disiplin dirumah tangga. Para orang tua tidak melihat pentingnya melindungi anak-anak mereka dari pencobaan-pencobaan pada zaman sekarang ini.  Mereka tidak melatih diri mereka sendiri dengan pengawasan yang tepat, dan juga tidak menghargai nilainya dengan benar.
Banyak orang tua yang keliru didalam menggagalkan usaha ganda dari para guru yang setia.  Orang-orang muda dan anak-anak, dengan cara berpikirnya yang belum sempurna dan pertimbangan yang belum berkembang, tidak selalu mampu untuk menerima  dan mengerti seluruh rencana dan metode para guru.  Namun kalau mereka membawa laporan-laporan pulang kerumah mengenai apa yang telah dikatakan dan diperbuatnya disekolah, hal ini akan diperbincangkan oleh para orang tua dalam lingkungan keluarga, dan apa yang dilakukan oleh para guru dikritik tanpa ampun.
Disinilah anak-anak mempelajari pelajaran-pelajaran yang tidak mudah diabaikan.  Kapanpun kalau mereka dihadapkan kepada teguran yang tidak biasa, atau diminta untuk belajar giat, mereka akan melapor kepada orang tua mereka yang penuh kecurigaan, untuk mendapatkan simpati dan ijin untuk pelanggaran. Jadi, roh kegelisahan dan ketidak-puasan dibangunkan, sekolah secara keseluruhan akan dirugikan karena pengaruh yang menurunkan moral ini, dan beban-beban para guru menjadi semakin berat.  Tetapi kehilangan yang paling besar ditebus oleh para korban yang disebabkan oleh kesalahan para orang tua yang mengatur mereka.  Kemerosotan tabiat yang sebenarnya dapat diperbaiki dengan cara pelatihan yang tepat, dibiarkan menguat dalam beberapa tahun, dan akhirnya akan menghalangi dan mungkin menghancurkan daya guna dari pemiliknya.
Dalam menjalan peraturan, telah didapati bahwa murid-murid yang selalu siap untuk mengeluh mengenai disiplin sekolah, adalah mereka yang tidak cukup mendapatkan pendidikan dirumah.  Karena hampir-hampir tidak pernah diajar tentang pengawasan secara keseluruhan, mereka tidak suka mendapatkan pengawasan itu.  Para orang tua lalai melatih anak-anak mereka untuk membentuk kesetiaan terhadap tugas-tugas sehari-hari.  Anak-anak dibiarkan menggunakan waktu mereka untuk bermain, sementara orang tuanya bekerja membanting tulang tnpa henti-hentinya.  Sangat sedikit dari para orang muda itu yang merasa bahwa mereka wajib memikul beban keluarga bersama-sama.  Mereka tidak diajar bahwa pemanjaan selera, atau menginginkan kesenangan-kesenangan, bukanlah tujuan utama didalam kehidupan. 
Lingkungan keluarganya adalah sekolah dimana anak itu menerima pelajaran-pelajarannya yang pertama dan melelahkan.  Namun tetap orang tua harus banyak berada dirumah.  Melalui persepsi-persepsi dan teladannya, mereka harus mengajar anak-anak mereka untuk mengasihi dan takut akan Allah; ajarkan mereka untuk menjadi orang pandai, suka bergaul, memberi perhatian, untuk meningkatkan kebiasaan mereka untuk hidup ekonomis, teratur, dan menyangkal diri.  Dengan memberikan kasih sayang kepada anak-anak, serta rasa simpati dan mendorong semangatnya dirumah, para orang tua dapat menyiapkan bagi mereka, suatu pengarahan yang aman dan menyenangkan untuk menghadapi  berbagai jenis pencobaan didunia.
“Tidak ada waktu”, kata seorang ayah, “Saya tidak punya waktu untuk memberikan pelatihan kepada anak-anak, tidak ada waktu untuk bergaul ataupun kegiatan-kegiatan lain.”  Kalau demikian maka seharusnya janganlah engkau menjadikan dirimu sendiri orang yang bertanggung-jawab atas satu keluarga.  Dengan menahan dan tidak memberikan waktu bagi anak-anak yang seharusnya menjadi milik mereka, berarti engkau merampok pendidikan yang sebenarnya dapat engkau berikan bagi mereka.  Kalau engkau mempunyai anak-anak, berarti engkau mempunyai pekerjaan untuk dilakukan bersama-sama dengan sang ibu, untuk membentuk tabiat mereka.  Orang-orang yang merasa secara khusus dipanggil untuk pelayanan perbaikan masyarakat, sementara anak-anak mereka sendiri bertumbuh tanpa disiplin, haruslah ditanya kalau-kalau orang itu telah salah memilih tugas mereka.  Rumah tangganya sendiri adalah ladang mission yang pertama dimana para orang tua diminta untuk mengerjakannya.  Orang yang membiarkan taman dirumah tangganya bertumbuh menjadi duri dan onak, sementara mereka sendiri menunjukkan minat terhadap pertumbuhan ditanah tetangganya, adalah orang-orang yang tidak cocok untuk pekerjaan Allah.
Saya ulangi, adalah karena kekurangan kasih dan perhatian dan pengabaian disiplin yang benar dirumah tangga, yang menciptakan begitu banyak kesulitan disekolah-sekolah dan perguruan-perguruan tinggi.  Ada suasana yang kaku, dingin dan ketidak-pedulian diantara orang-orang yang mengaku sebagai pengikuti-pengikut Kristus.  Mereka tidak berperasaan, tidak murah hati, tidak suka mengampuni.  Ancaman-ancaman dari kejahatan semacam ini, pada mulanya dibiarkan dirumah, menimbulkan pengaruh yang buruk didalam lingkungan hidupnya sehari-hari.  Kalau saja roh baik budi dan sopan santun dimiliki oleh para orang tua dan anak-anak, maka hasilnya akan tampak dalam hubungan antara guru dan murid.  Kristus haruslah menjadi tamu yang paling terhormat didalam lingkungan keluarga, dan kehadiranNya juga sama diperlukan diruangan kelas.  Semoga kuasa pertobatan dari Allah dapat melembutkan dan menaklukkan hati dari para orang tua dan anak-anak, para guru dan murid, dan mengubahkan mereka semua menjadi serupa dengan Allah.
Para bapa dan ibu haruslah dengan berhati-hati dan penuh doa mempelajari tabiat dari anak-anak mereka.  Mereka harus berusaha untuk menekan dan menahan ancaman-ancaman yang terlalu kuat, dan untuk mendorong orang lain yang mungkin sedang lemah, dan membawa perkembangan yang harmonis kedalam diri mereka.  Ini bukanlah persoalan yang mudah.  Para bapa tidak  menganggap bahwa melalaikan pelatihan dari anak-anaknya adalah sebagai suatu dosa besar, tetapi Allah menganggapnya demikian.  Orangtua Kristen perlu mengadakan pertobatan diri secara menyeluruh terhadap masalah ini.  Kesalahan bertambah-tambah dalam diri mereka, dan akibat-akibat dari tindakan-tindakan mereka menurun dari anak-anak mereka kecucu-cucu dan seterusnya.  Sikap  dari  pikiran yang tidak seimbang, tidak sabar, suka menggerutu, penuh kecurigaan dan iri hati, yang tampak pada anak-anak, menjadi saksi dari kelalaian orang tua.  Ancaman-ancaman yang jahat yang tampak dalam tabiat ini tidak akan dapat membawa kebahagiaan kepada sipemilik tabiat tersebut.  Betapa banyaknya orang yang gagal menerima kasih sayang dari teman-teman dan sahabat-sahabatnya, padahal mereka sebenarnya dapat memperolehnya kalau saja mereka lebih manis dan ramahtamah.  Betapa banyaknya orang yang selalu menimbulkan kesukaran kemanapun dia pergi, dan didalam hal apapun juga yang mereka lakukan!
Anak-anakpun mempunyai tuntutan-tuntutan yang harus diketahui dan dihargai oleh orang tuanya.  Mereka mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan supaya menjadi orang yang berguna, dihargai, dan menjadi anggota masyarakat yang dikasihi didunia ini, dan memberikan mereka kekuatan moral untuk menjadi anggota masyarakat yang murni dan suci didunia yang akan datang.  Orang-orang muda itu harus diajar bahwa keberadaannya yang sekarang dan yang akan datang sangat bergantung kepada tingkatan dari kebiasaan-kebiasaan yang mereka bentuk pada masa kanak-kanak dan masa mudanya.  Diusianya yang awal mereka harus dibiasakan untuk patuh, menyangkal diri, dan memperhatikan kebahagiaan orang lain juga. Mereka harus diajar untuk mengurangi ketidak-sabarannya, , menahan perkataan yang tidak sopan, untuk menunjukkan berbagai macam kebaikan, sopan santun, dan pengendalian diri.  Para ayah dan ibu haruslah membuatnya menjadi pelajaran dalam kehidupan agar anak-anak mereka boleh menjadi sesempurna mungkin dalam tabiat mereka sebagai seorang manusia, dan dengan menggabungkannya bersama-sama sarana yang agung, maka mereka dapat menjadi mencapainya.  Pekerjaan ini, dengan segala kepentingan dan tanggung-jawabnya seperti yang telah mereka terima, akan menyanggupkan mereka untuk membawa anak-anak mereka kedalam dunia ini.
Para orang tua harus memperhatikan apakah hati dan kehidupan mereka sendiri dikendalikan oleh peraturan yang agung, kalau mereka mau membawa anak-anak mereka kedalam pemeliharaan dan kehendak Allah.  Janganlah mereka dibiarkan menggerutu, membentak dan bersikap kasar.  Jangnlah pernah mereka mengolok-olok anak-anak mereka dengan tindakan mengancam, yang akan mereka tularkan sendiri kepada anak-anak mereka itu.  Cara disiplin semacam initidak akan pernah menyembuhkan kejahatan.  Orang tua, bawakanlah ajaran-ajaran dari Firman Allah untuk memberikan teguran dan memperbaiki anak-anakmu yang menyimpang.  Tunjukkan kepada mereka “Demikian Tuhan berfirman” untuk menghadapkan permintaanmu.  Perbaikan yang terjadi karena satu Firman Allah jauh lebih berguna daripada satu kalimat yang kasar yang dikeluarkan dari bibir para orang tua yang dikatakan dengan nada kemarahan.
Jikalau perlu menolak permintaan-permintaan atau  keinginan anak, anak itu haruslah diberi kesan dengan sungguh-sungguh, bahwa ini bukanlah demi kepentingan orang tua atau menjalankan kekuasaan yang sewenang-wenang, tetapi justru untuk kebaikan diri anak itu sendiri.  Dia harus diajar bahwa setiap kesalahan yang tidak ditegur akan membuat dirinya sendiri tidak merasa berbahagia, dan akan mengecewakan Allah.  Dengan disiplin semacam ini, anak-anak akan menemukan kebahagiaannya yang terbesar didalam menyerahkan kehendaknya sendiri kedalam kehendak Bapa yang ada disurga.
Beberapa orang tua – juga beberapa orang guru – tampaknya melupakan yang dirinya sendiri pernah menjalani kehidupan anak-anak.  Mereka ini keras kepala, kaku, dan tidak mempunyai simpati.  Dimanapun mereka berada kalau berhubungan dengan orng-orang muda – dirumah, dihari-hari sekolah, di Sekolah Sabat, atau digereja, - mereka membangun kekuasaan yang sama, wajahnya seringkali menampakkan ketegangan dan teguran.  Anak-anak yang bersikap kanak-kanak atau menyimpang, kehidupan orang muda yang penuh kegiatan dan kegelisahan, tidak pernah lepas dari mata mereka. Meremehkan tindakan-tindakan yang tidak baik adalah dosa-dosa yang mematikan.  Disiplin semacam ini bukanlah seperti kehendak Kristus.  Anak-anak jadi dilatih untuk takut terhadap orang tua atau guru-gurunya, tetapi tidak mengasihi mereka;  mereka tidak menanamkan kepercayaan diri kepada pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak mereka.  Beberapa dari pikiran dan hati yang sebenarnya memiliki kwalitas yang sangat berharga, dipaksa diam sampai mati, sama sperti tanaman muda dilanda hembusan angin putting beliung.
Tersenyumlah para orang tua;  tersenyumlah para guru.  Kalau hatimu sedang sedih, jangan biarkan wajahmu menampakkannya.  Biarkan cahaya matahari yang dipancarkan dari hati yang penuh kasih dan rasa syukur menjernihkan paras wajahmu.  Berbaliklah dari kekerasanmu yang seperti besi, sesuaikan dirimu sendiri dengan kebutuhan anak-anak, dan buatlah mereka agar mereka mengasihimu.  Menangkanlah rasa kasih sayang mereka, kalau engkau ingin menanamkan kesan dari kebenaran rohani kedalam hati mereka.
Yesus mengasihi anak-anak itu.  Dia selalu mengingat yang Dia pernah menjalani masa kanak-kanak, dan paras wajahNya yang penuh belas kasih memenangkan rasa kasih dari anak-anak kecil itu.  Mereka suka bermain-main disekitar Dia, dan suka mengelus Wajah yang memantulkan rasa kasih itu dengan tangan-tangan kecil mereka yang masih murni.  Pada waktu ibu-ibu bangsa Ibrani membawa bayi-bayi mereka untuk diberkati oleh Penebus kekasih itu, murid-muridNya berusaha untuk menganggap yang permintaan para ibu itu terlalu kecil untuk menghentikan khotbah-khotbahNya.   Tetapi Yesus membaca kerinduan yang ada didalam hati para ibu, dan berpaling kepada murid-muridNya, Dia mengatakan, “Janganlah ditolak dan dilarang anak-anak kecil itu datang kepadaKu : karena anak-anak semacam inilah yang memiliki Kerajaan surga.”
Para orang tua, engkau mempunyai pekerjaan untuk dikerjakan bagi anak-anakmu yang tidak dapat dikerjakan oleh orang lain.  Engkau tidak dapat memindahkan tanggung-jawabmu kepada orang lain.  Kewajiban para ayah tidak dapat dialihkan kepada para ibu.  Kalau dia menjalankan tugas-tugasnya sendiri, para ibu itu sudah cukup menanggung bebannya sendiri.  Hanya dengan cara bekerja bersama-samalah, maka para ayah dan para ibu dapat menyelesaikan pekerjaan yang Allah telah percayakan kedalam tangan-tangan mereka.  
Harta dunia harus dilalukan; tetapi keagungan tabiat dan nilai moral akan bertahan selama-lamanya.  Kalau pekerjaan para orang tua dikerjakan dengan tuntas, maka kebijaksanaan dan kesetiaan akan menjadi saksi dari hasil pekerjaan mereka sampai selama-lamanya.  Orang-orang yang menggunakan uang yang ada didompet dan kepandaiannya untuk keperluan rumah tangganya dengan membeli barang-barang mahal dan makanan-makanan lezat, atau menyiapkan barang dan makanan itu dengan menyita waktu, yang sebenarnya dapat dipergunakan untuk mengerjakan hal-hal yang lebih berguna, mereka akan dibayar hanya dengan kesombongan, kedengkian, dan anak-anak manja yang tidak sopan santun.
Orang-orang muda itu membutuhkan penghalang yang ditegakkan dengan kokoh, yang dibangun sejak masa kanak-kanak mereka, dan diletakkan diantara mereka dengan dunia, agar pengaruhnya yang buruk tidak akan dapat menyentuh mereka.  Para orang tua harus melatih diri meningkatkan kesiagaan, sehingga anak-anak mereka tidak akan hilang dari Allah.  Kalau saja hal itu dilakukan sebagai hal yang penting - seperti kalau mereka dengan tekun meniru mode-mode dunia atau bertingkah laku - sehingga anak-anak dapat memiliki keindahan tabiat dan posisi yang meyakinkan, bukannya hanya satu seperti sekarang ini, tetapi kita akan melihat ratusan orang muda, yang dapat tampil dalam kehidupan dan kegiatan-kegiatan yang ada, untuk menunjukkan pengaruh yang baik terhadap masyarakat. 
Apa yang dikerjakan oleh para orang tua terhadap pendidikan, pengarahan, dan disiplin saling berkaitan satu sama lain.  Usaha-usaha dari para guru yang terbaik akan sering memberikan buah-buah yang sedikit, kalau para ayah dan ibu gagal menjalankan peran kesetiaan mereka.  Firman Allah haruslah menjadi penuntun mereka untuk selama-lamanya.  Kita tidak mencoba menghadapkan garis baru dalam tugas.  Kita telah menetapkan Firman itu dalam setiap pelajaran-pelajaran, sampai pekerjaan kita dapat dipertanggung-jawabkan, dan kita boleh bertanya, Apakah ini ukuran yang diusahakan setiap orang tua Kristen untuk dicapai?  -  Review and Herald, 21 Maret, 1882.

7

PENTINGNYA  LATIHAN  JASMANI


Pada zaman sekarang ini adalah zaman dimana muncul minat yang tidak seimbang terhadap pendidikan.  Pengetahuan yang menyebar secara luas melalui agen-agen media masa, telah menempatkan pentingnya peningkatan diri sendiri dalam jangkauan semua orang, sehingga secara umum, melemahkan rasa keinginan untuk perbaikan mental.
Sementara kita menyadari adanya peningkatan sarana belajar dengan rasa syukur, hendaknya jangan kita menutup mata terhadap kemunduran system pendidikan sekarang.
Dalam usaha yang penuh hasrat untuk menambah intelektual, latihan jasmani maupun fisik telah diabaikan.  Banyak orang muda yang keluar dari lembaga-lembaga pendidikan dengan moral yang merosot, dan kekuatan fisik menurun; tanpa pengetahuan bagaimana memperoleh  hidup sehat dan sedikit kekuatan guna membentuk tugas-tugasnya.
Seperti yang pernah saya lihat mengenai kejahatan-kejahatan ini, saya bertanya-tanya, Apakah putra-putra dan putri-putri kita menjadi lemah dalam moral dan fisik, dalam rangka mengejar pendidikan disekolah-sekolah?  Ini seharusnya tidak terjadi; itu tidak perlu terjadi, kalau saja para guru dan murid, secara jujur bersikap menghormati hukumhukum alam, yang juga merupakan hukum Allah.  Seluruh kekuatan dari pikiran dan tubuh harus digunakan untuk latihan yang aktif, agar orang-orang muda itu menjadi kuat, menjadi orang-orang yang seimbang.
Banyak murid begitu berhasrat untuk cepat menyelesaikan pendidikan sehingga mereka tidak menjalani semua bidang yang perlu dipelajari.  Sedikit sekali yang memiliki cukup keberanian dan pengendalian diri untuk bertindak berdasarkan prinsip.  Kebanyakan dari para murid itu gagal untuk mengambil matapelajaran semacam ini.  Mereka mengisi diri mereka dengan pelajaran-pelajaran tentang matematika dan tata bahasa, sementara mereka melalaikan pelajaran yang lebih penting untuk menuju kekehidupan yang sukses dan bahagia.  Banyak dari antara mereka yang sanggup meneliti kedalaman bumi bersama para akhli geologi, atau menjelajahi langit bersama akhli-akhli astrologi, namun tidak mempunyai minat sedikitpun untuk mendalami mekanisme dari tubuh mereka sendiri.  Yang lain dengan mudah dapat menerangkan berapa banyaknya tulang-tulang yang ada didalam kerangka manusia, dan secara tepat menggambarkan setiap organ tubuh, tetapi tetap mengabaikan hukum-hukum kesehatan, bagaimana menyembuhkan penyakit-penyakit, seakan-akan hidup ini dikendalikan oleh nasib yang buta, dan bukannya oleh bermacam-macam hukum yang agung.
Kesehatan fisik terletak pada dasar dari semua ambisi dan harapan-harapan dari para murid.  Betapa pentingnya mendapat pengetahuan mengenai hukum-hukum tersebut, diatas mana ada kesehatan yang dapat diperoleh.  Setiap orang muda harus belajar bagaimana membiasakan dietnya secara teratur, - apa yang harus dimakan, kapan harus makan, dan bagaimana harus makan.  Dia harus mengetahui berapa banyak jam yang dipergunakan untuk belajar, dan berapa jam yang harus dipergunakan untuk melatih jasmani.  Tubuh manusia dapat dibandingkan seperti mesin yang baik, yang memerlukan pemeliharaan agar tetap berjalan dengan baik.  Tidak seharusnya satu bagian saja yang dijalankan dan dilatih, sementara yang lainnya dibiarkan tidak aktif.  Sementara pikiran diberi tanggung-jawab, otot-otot juga harus mendapatkan bagian untuk berlatih.
Aturan yang tepat dalam kebiasaannya makan, tidur, belajar dan berlatih, adalah merupakan tugas bagi setiap murid, yang harus dipelajari bagi dirinya sendiri, bagi masyarakat, dan bagi Allah.  Pendidikan yang dapat menyiapkan orang-orang muda untuk menjadi berkat bagi dunia, adalah yang memungkinkan mereka untuk mencapai kemanusiaan yang utuh dan mulia.  Murid yang belajar keras, tidur sedikit, berlatih sedikit, dan makan makanan yang tidak menyehatkan secara tidak teratur, adalah murid yang sedang mengejar latihan mental dengan mengorbankan kesehatan dan moral, juga kerohanian, mungkin pula kehidupannya.
Orang-orang muda selalu menginginkan kegiatan, dan kalau tidak dapat menemukan tempat yang tepat dimana mereka dapat mengeluarkan tenaganya setelah terkurung berjam-jam disekolah, mereka akan menjadi gelisah, tidak sabar, dan akan mengarah kepada keterlibatannya dengan permainan dan olahraga yang kasar, yang akan merendahkan derajat sekolah-sekolah dan perguruan-perguruan tinggi, dan bahkan terjerumus kedalam tindakan percabulan.  Banyak dari antara orang muda itu yang keluar dari rumah sebagai orang muda yang murni tidak berdosa, menjadi jahat disebabkan pergaulan disekolahnya.
Setiap lembaga pendidikan haruslah menyediakan tempat untuk belajar dan untuk praktek pertanian dan seni mekanik.  Guru-guru yang kompeten haruslah dipekerjakan untuk memberikan pengarahan kepada orang-orang muda didalam berbagai macam bidang industri dengan sama baiknya seperti bidang pembelajaran.  Dan sementara sebagian dari waktu dipergunakan untuk meningkatkan mental, biarlah disisihkan juga sebagian waktu untuk pekerjaan fisik, dan sebagian lagi waktu yang tepat untuk perbaktian dan belajar Alkitab.
Latihan ini akan mendorong kebiasaan untuk percaya diri, berdiri teguh, dan sanggup mengambil keputusan.  Tamat dari perguruan tinggi semacam ini akan mempersiapkan mereka untuk melakukan tugas-tugasnya sehari-hari dengan berhasil didalam kehidupannya.  Mereka akan mempunyai semangat dan ketabahan untuk menghadapi halangan-halangan, dan keteguhan prinsip yang tidak mudah menyerah kepada pengaruh kejahatan.
Kalau orang muda hanya mendapatkan satu sisi saja dari pendidikan, manakah yang paling penting, belajar ilmu-ilmu pengetahuan, dengan segala kerugian moral dan kesehatan, ataukah pelatihan secara menyeluruh mengenai tugas-tugas harian, dengan moral yang baik dan perkembangan fisik yang baik?  Dengan tidak ragu-ragu kita akan menjawab, yang terakhir.  Tetapi dengan usaha yang tepat, dalam banyak kasus, keduanya dapat dicapai.
Orang-orang yang menggabungkan pekerjaan sehari-harinya dengan belajar, tidak perlu lagi melakukan latihan jasmani.  Dan pekerjaan diudara terbuka dapat memberikan manfaat sepuluh kali lipat kepada kesehatan daripada pekerjaan yang dilakukan didalam rumah.  Baik akhli mekanik maupun petani, keduanya melakukan pekerjaan fisik, namun petani akan lebih sehat dari akhli mekanik.  Kekuatan yang diberikan oleh alam melalui udara dan cahaya matahari akan memenuhi tuntutan sistem tubuh secara keseluruhan.  Gerakan dari mengolah tanah yang dikerjakan adalah sama seperti semua gerakan yang diperlukan untuk olahraga.  Ruangan sipetani untuk bekerja adalah ladang-ladang yang terbuka.  Atapnya adalah langit dan lantainya adalah tanah.  Disinilah dia membajak dan mencangkul, menabur dan menuai.  Perhatikan dia, pada “masa panen” dia memotong dan mengumpulkan, mengikat dan menggulungnya, mengangkat dan memuat, melemparkan, melompat turun, dan menyimpannya dilumbung.  Gerakan yang beraneka ragam telah menyebabkan gerakan dari tulang-tulang, jaringan-jaringan, otot-otot, sendi-sendi, urat-urat, dan syaraf-syaraf tubuh.  Latihan kekuatannya telah menyebabkan pernafasannya menjadi penuh, dalam, menarik dan menghembuskan udara, yang akan mengembangkan paru-paru dan membersihkan darah, mengirimkan kehidupan dan kehangatan keseluruh tubuh melalui saluran-saluran dan urat-urat darah. Seorang petani yang mengendalikan diri didalam semua kebiasaannya, pada umumnya akan merasakan kesehatannya.  Pekerjaannya memberikan kegembiraan kepadanya.  Dia mempunyai selera yang baik.  Dia tidur dengan nyenyak, dan menjadi berbahagia.
Keadaan seorang petani sangat berlawanan dengan para murid yang duduk dikelas dan melalaikan latihan fisik.  Dia duduk diruangan yang tertutup, membungkuk menghadapi meja atau bangkunya, dadanya mengerut, paru-parunya sesak.  Dia tidak dapat melakukan pernafasan yang dalam dan penuh.  Otaknya dibebani sepenuhnya, sementara tubuhnya tidak aktif seakan-akan dia tidak perlu menggunakan bagian-bagian tubuh tersebut.  Darahnya mengalir melalui system aliran dengan malas.  Kaki-kakinya dingin, kepalanya panas.  Bagaimana mungkin orang semacam ini memperoleh kesehatannya?
Biarkan para murid itu mendapat latihan secara teratur yang dapat menyebabkannya bernafas dengan dalam dan penuh, mengambil udara bersih masuk kedalam paru-parunya, dan dia akan menjadi manusia baru.  Bukan belajar keras yang merusak kesehatan para murid itu, namun kelalaian mereka akan hukum alamlah penyebabnya.
Didalam lembaga-lembaga pendidikan, guru-guru yang berpengalaman haruslah dipekerjakan untuk mengajar gadis-gadis muda mengenai rahasia dapur.  Pengetahuan akan tugas sehari-hari bagi setiap wanita, sangat tidak ternilai harganya.  Ada banyak keluarga yang kebahagiaannya hancur disebabkan karena ketidak-mampuan dari para istri dan ibu.  Bagi putri-putri, tidaklah penting untuk belajar melukis, cara berdandan, musik, menata bunga dan tanaman, berbicara dan tulis menulis, dibandingkan dengan pentingnya bagi mereka untuk belajar bagaimana memotong dan menjahit pakaian, atau menyediakan makanan yang bergizi dan mengundang selera.  Kalau seorang anak perempuan sudah berumur sembilan atau sepuluh tahun, dia harus diminta untuk ikut bertanggung-jawab mengerjakan tugas-tugas dirumah.  Seorang ayah yang baik, adalah yang bila ditanya mengenai apa yang akan dilakukannya terhadap anak-anak gadisnya, dia akan menjawab : “Saya akan membuat mereka sama seperti ibunya yang cekatan, sehingga mereka dapat belajar bagaimana menggunakan waktu, bagaimana menjadi seorang istri dan ibu yang pantas, ratu dari keluarganya, dan anggota masyarakat yang berguna”.
Mencuci pakaian dengan cara lama menggunakan papan penggosok, menyapu, melap debu, dan pekerjaan-pekerjaan dapur yang lainnya, juga pekerjaan ditaman, merupakan latihan yang sangat baik untuk gadis-gadis muda.  Pekerjaan  yang bermanfaat seperti ini akan dapat mengisi waktu, gantinya bermain kartu, berdansa, dan kesenangan-kesenangan lain yang tidak bermanfaat bagi siapapun.
Banyak wanita yang berpendidikan, yang telah ditamatkan dari perguruan tinggi, secara memalukan meremehkan tugas sehari-hari.  Mereka tidak mengerti apa-apa mengenai kwalitas yang diperlukan untuk mengatur keluarga, dan bagaimana membawa kebahagiaan kepada keluarganya.  Mereka dapat berbicara mengenai lingkungan yang berkembang, hak azasi manusia, namun mereka sendiri jatuh lebih dalam dari  lingkungan itu sendiri.  Adalah hak dari setiap putri-putri Hawa untuk mendapatkan pengetahuan mengenai tugas-tugas rumah tangga, dan untuk mendapatkan latihan disetiap bidang pekerjaan dirumah.  Setiap gadis muda haruslah dididik sedemikian rupa sehingga kalau mereka dipanggil untuk menempati posisi sebagai seorang istri dan ibu, dia dapat menjadi seorang ratu didalam keluarganya.  Dia harus mampu sepenuhnya untuk menuntun dan mengajar anak-anaknya, mengatur pembantu-pembantunya, atau, kalau memang diperlukan, untuk bekerja dengan tangannya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.  Dia harus mengerti tentang mekanisme dari tubuh manusia dan prinsip-prinsip kebersihan, masalah-masalah diet dan cara-cara berpakaian, bekerja dan bermain, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan pengaturan rumah tangga.  Adalah haknya untuk mendapatkan pengetahuan tentang cara-cara yang terbaik menangani penyakit-penyakit agar dia dapat melayani anak-anaknya diwaktu sakit, gantinya menempatkan anak-anak yang sakit itu kedalam tangan para perawat dan dokter yang belum dikenal. 
Pikiran yang mengabaikan pekerjaan yang membawa manfaat telah menyebabkan pembentukan sifat-sifat dasar dari para pria dan wanita terhormat, bertolak belakang dengan rancangan Allah didalam penciptaan manusia.  Menganggur adalah dosa, dan meremehkan pekerjaan-pekerjaan sehari-hari adalah hasil dari kebodohan, yang akan memberikan dampak penyesalan yang meluas dibalik kehidupan. 
Mereka yang menuruti peraturan hidup untuk melayani dan menghormati Allah akan memperhatikan peringatan para rasul, “Apa yang kau minum, atau minum, atau apaun yang kaulakukan, lakukanlah bagi kemuliaan Allah.”  Murid-murid semacam ini akan mempersiapkan ketulusannya dengan teguh pada saat menghadapi pencobaan, dan akan ditamatkan dari sekolah dengan intelektual yang berkembang baik, dan dengan tubuh yang sehat dan dengan jiwa yang sehat.  -  Signs of the Times, June 29, 1882.

8

KETULUSAN  DANIEL  DIBAWAH UJIAN


Nabi Daniel memiliki tabiat yang terkenal.  Dia adalah teladan yang hebat bagaimana orang dapat menjadi baik, kalau dia menyatukan diri dengan kebijaksanaan Allah.  Catatan pendek mengenai kehidupan orang suci Allah ini, meninggalkan catatan tentang keberanian dari orang-orang yang terpanggil untuk menanggung ujian dan pencobaan.
Pada waktu umat Israel, raja mereka, cendekiawan-cendekiawan mereka, imam-imam mereka, dibawa sebagai tahanan, empat dari antara mereka telah dipilih untuk melayani didalam lingkungan istana.  Salah satunya adalah Daniel,  yang awalnya telah menampakkan kemampuan yang menjanjikan dan menunjukkan perkembangannya dalam tahun-tahun berikutnya.  Keempat orang muda ini, semuanya dilahirkan dari keluarga bangsawan, dan digambarkan sebagai “anak-anak yang tidak bercela, sangat disukai, terlatih dalam kebijaksanaan, cerdas dalam pengetahuan, memahami ilmu-ilmu pengetahuan, dan kemampuan ada dalam diri mereka.”  Menyadari adanya talenta-talenta unggul dalam diri tawanan-tawanan muda ini, Raja Nebukhadnezar memutuskan untuk mempersiapkan mereka agar mereka dapat mengisi jabatan-jabatan didalam kerajaannya.  Agar mereka berkwalitas penuh dalam kehidupan mereka didalam istana, sesuai dengan tata cara Timur, mereka harus diajar bahasa Kaledonia, dan direncanakan untuk mengikuti kursus-kursus selama tiga tahun guna melatih disiplin fisik dan intelektual.
Orang-orang muda dalam sekolah pelatihan itu tidak saja harus tinggal dalam istana, tetapi juga bagi mereka telah disediakan makanan daging, minuman anggur, yang sama dengan yang dimakan oleh raja.  Dalam hal melakukan semua ini raja berpikir yang dia tidak saja melimpahkan kehormatan terhadap mereka, tetapi menjamin perkembangan fisik dan mental yang prima bagi mereka sejauh yang dapat dijangkaunya.
Diantara bermacam-macam makanan yang diletakkan dihadapan raja, terdapat daging babi dan daging-daging lain yang dinyatakan haram oleh hukum Musa, dan oleh orang-orang Ibrani dinyatakan sebagai terlarang untuk dimakan.  Disinilah Daniel menghadapi ujian yang membahayakan.  Kalau dia menuruti ajaran nenek moyangnya mengenai makanan daging dan minuman anggur, dan mengecewakan raja, maka mungkin dia tidak saja akan kehilangan posisi, tapi juga hidupnya.  Atau apakah dia akan mengabaikan hukum Tuhan, mempertahankan kesayangan dari raja, dan mendapatkan keuntungan dari intelektual yang tinggi sekaligus keduniawian? 
Daniel tidak perlu terlalu lama ragu-ragu.  Dia memutuskan untuk berdiri teguh didalam ketulusannya, dan membiarkan bagaimana akibat nantinya.  Dia “bermaksud didalam hatinya yang dia tidak akan mencemarkan diri dengan bagian dari daging makanan raja, dan minuman anggur yang diminumnya.”
Ada banyak orang diantara yang mengaku sebagai orang-orang Kristen pada zaman ini yang menyebut Daniel sebagai orang yang terlalu berhati-hati, berpikiran sempit dan fanatik.  Mereka berpikir yang masalah makan dan minum sebagai perbuatan yang beresiko rendah untuk dikorbankan demi keteguhan semacam itu.  Tetapi mereka yang beralasan demikian akan mendapati pada hari pengadilan yang mereka telah berbalik dari kehendak Allah, dan telah menetapkan ukurannya sendiri untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah.  Mereka akan mendapati bahwa apa yang mereka anggap tidak penting, tidak demikian halnya dengan Allah.  KehendakNya haruslah dipatuhi dengan rasa hormat.  Mereka yang menerima dan menuruti satu saja dari kehendakNya karena mudah untuk mengikutinya, mereka menolak yang lainnya karena untuk mengikutinya membutuhkan pengorbanan, mereka ini akan menurunkan ukuran kebenaran, dan Hukum Allah akan dipandang rendah oleh orang lain yang terpengaruh oleh teladan yang mereka berikan.  “Demikianlah Allah berfirman”  haruslah menjadi peraturan kita didalam segala hal.
Daniel telah dihadapkan kepada pencobaan yang berat agar dapat menjadi contoh bagi para orang muda zaman sekarang; demikianlah dia selalu mempertahankan pelajaran kerohanian yang diterima dalam awal kehidupannya.  Dia telah dikelilingi dengan pengaruh-pengaruh yang dapat meruntuhkan orang-orang lain yang meragukan antara prinsip dan keinginan hati, sehingga firman Allah yang dihadapkan kepadanya dianggap sebagai sesuatu yang salah.  Daniel tidak berani bergantung kepada kekuatan moralnya sendiri.  Doa bagi dia sangat diperlukan.  Dia menjadi Allah sebagai kekuatannya, dan takut akan Allah selalu ada dalam dirinya bila mengambil suatu keputusan dalam hidupnya.
Daniel memiliki karunia kelemah-lembutan yang murni.  Dia telah menunjukkan diri benar, teguh, dan agung.  Dia berusaha untuk hidup damai dengan semua orang, sementara dia sendiri tidak dapat dibengkokkan seperti cabang pohon dimanapun dia dihadapkan kepada prinsip.  Didalam segala hal yang tidak berlawanan dengan kesetiaannya terhadap Allah, dia menghormati dan menuruti siapa saja yang berkuasa diatasnya; tetapi dia memiliki penghormatan yang tinggi terhadap tuntutan Allah sehingga penawaran dari pemimpin-pemimpin dunia direndahkannya.  Dia tidak akan terbujuk oleh pemikiran-pemikiran yang mementingkan diri sendiri sehingga dia mau meninggalkan tugasnya.
Tabiat Daniel dinyatakan kepada dunia sebagai contoh yang sangat jelas bagaimana karunia Allah itu dapat menjadikan manusia yang sudah jatuh dan cenderung untuk berbuat dosa.  Catatan dari kehidupannya yang mulia, dan menyangkal diri merupakan suatu dorongan bagi manusia biasa.  Dari contoh tersebut kita dapat mengumpulkan kekuatan untuk menolak pencobaan, dengan teguh dan dipenuhi karunia kelemah-lembutan, berdiri untuk kebenaran dibawah pencobaan yang berat.
Daniel boleh saja mendapatkan pengecualian untuk meninggalkan kebiasaan makannya yang teguh;  tetapi persetujuannya dengan Allah lebih mahal untuk Daniel daripada kuasa keduniawian – bahkan lebih mahal daripada kehidupannya sendiri.  Dengan kesopan- santunannya, setelah dia mendapat simpati dari Melzar, pejabat yang bertanggung-jawab menjaga keempat pemuda Ibrani itu, Daniel mengajukan permohonan agar mereka tidak makan daging makanan raja dan minum anggurnya.  Melzar ketakutan, kalau dia menyodorkan permohonan ini kepada raja, boleh jadi raja akan menjadi berang, maka dengan demikian akan membahayakan hidupnya sendiri.  Seperti kebanyakan orang pada zaman ini, dia berpikir bahwa dengan berpantang makan, diet itu akan menyebabkan orang-orang muda ini menjadi pucat dan tampak sakit, kekuatan ototnya akan menurun, padahal makanan raja yang mewah akan membuat mereka jadi segar dan tampan, dan akan mendapatkan fisik dan mental yang aktif.
Daniel memohon agar permohonannya itu diuji-coba selama sepuluh hari, selama itu, pemuda-pemuda Ibrani ini diijinkan untuk makan makanan sederhana, sementara teman-temannya yang lain diberikan makan makanan raja yang lezat.  Permohonan itu diluluskan, dan kemudian Daniel merasa yakin yang dia telah memenangkan masalah itu.  Walaupun dia hanya seorang muda, dia telah melihat penyakit-penyakit yang merusakkan kesehatan fisik dan mental, diakibatkan oleh karena minum anggur dan hidup mewah. 
Pada akhir dari sepuluh hari itu, didapati bahwa dampaknya bertolak belakang dengan apa yang diharapkan oleh Melzar.  Tidak hanya pada penampilan pribadinya, tetapi juga pada kegiatan fisik dan kekuatan mentalnya, mereka telah membuktikan bahwa barangsiapa yang bertarak didalam kebiasaan-kebiasaannya akan menunjukkan tanda-tanda keunggulan melebihi daripada teman-temannya yang memanjakan selera.  Sebagai hasil dari uji-coba ini, Daniel dan teman-temannya diijinkan untuk meneruskan diet sederhana mereka selama waktu pendidikan guna mempersiapkan mereka melakukan tugas-tugas dikerajaan itu.
Sehubungan dengan keteguhan dan penyangkalan diri yang dilakukan oleh pemuda-pemuda Ibrani itu, berkat Tuhan mendatangi mereka.  Dia “memberikan pengetahuan dan ketrampilan didalam semua pelajarannya, dan juga kebijaksanaan;  dan Daniel mendapatkan juga pengertian akan hal mimpi dan khayal.”  Pada akhir dari tiga tahun pelatihan, pada saat kemampuan dan kewajiban-kewajiban mereka diuji oleh raja, dia mendapati bahwa “tidak ada seorangpun yang didapati seperti Daniel, Hananiah, Mishael, dan Azariah; oleh sebab itu mereka berhak berdiri dihadapan raja.  Dan didalam segala hal yang berhubungan dengan kehijaksanaan dan pengertian, yang diminta oleh raja dari mereka, raja mendapatkan bahwa mereka sepuluh kali lebih pintar dari semua akhli-akhli ramal dan dukun yang ada di kerajaannya.”
Kehidupan Daniel merupakan ilustrasi yang diilhami mengenai apa yang dihasilkan oleh tabiat yang disucikan.  Ada pelajaran didalamnya bagi semua orang, khususnya bagi para orang muda.  Kepatuhan yang ketat terhadap perintah-perintah Allah bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan mental.  Untuk mencapai ukuran moral dan intelektual yang tertinggi, dibutuhkan untuk mencari kebijaksanaan dan kekuatan dari Allah, dan juga menjalani pertarakan yang ketat didalam semua kebiasaan hidup.  Didalam pengalaman Daniel dan teman-temannya kita dapati bahwa kita bisa memperoleh kemenangan bila  prinsip ditegakkan atas pencobaan pemanjaan dosa dan selera.  Hal itu menunjukkan kepada kita bahwa melalui prinsip-prinsip rohani, orang-orang muda dapat memenangkan diri atas nafsu daging, dan tetap bertahan didalam kebenaran terhadap kehendak Allah, walaupun membutuhkan pengorbanan yang besar.
Apa jadinya kalau Daniel dan teman-temannya menyetujui anjuran para pejabat kafir itu, dan memaafkan keadaan yang memberikan tekanan kepada mereka, dengan cara makan dan minum seperti kebiasaan orang-orang Babilonia?  Satu saja pelanggaran terhadap prinsip akan melemahkan kemauan mereka untuk melakukan kebaikan dan cenderung untuk melakukan kesalahan-kesalahan.  Pemanjaan selera akan diikuti dengan pengorbanan dari kekuatan fisik, kejernihan intelektual, dan juga kuasa rohani.  Satu langkah salah mungkin juga akan menyeret orang lain, sehingga hubungan mereka dengan surga akan dihancurkan, mereka akan dibinasakan oleh pencobaan.
Allah telah mengatakan, “Mereka yang menghormatiKu, akan Aku hormati.”  Sementara Daniel berpaut kepada Allahnya dengan kepercayaan yang tidak goyah, roh dari kekuatan para nabi akan datang keatasnya.  Sementara dia diperintah oleh seseorang yang menjalankan tugas-tugas kenegaraan, Daniel diajar oleh Allah untuk membaca rahasia dibalik kehidupan masa yang akan datang, dan untuk menunjukkan kepada generasi sekarang, melalui pengalaman-pengalamannya, mengenai hal-hal yang ajaib yang akan datang melewati hari-hari akhir.  --  Signs of the Times, 28 September, 1882.

9

PENTINGNYA  PENDIDIKAN

Tujuan yang benar dari pendidikan haruslah dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya.  Allah telah mempercayakan kemampuan-kemampuan dan kekuatan-kekuatan kepada setiap orang, agar mereka dapat mengembalikannya kepada Allah dengan lebih besar dan lebih baik.  Semua karunia ini diberikan kepada kita untuk digunakan sepenuhnya.  Dia meminta dari kita semua untuk meningkatkan kekuatan-kekuatan kita, sehingga kita dapat mencapai kemampuan yang paling tinggi untuk dimanfaatkan, dan dengan demikian kita akan dapat melakukan pekerjaan yang mulia dan menjadi berkat bagi orang lain.  Setiap talenta yang kita miliki, apakah itu kemampuan mental, uang, atau pengaruh, semuanya adalah milik Allah, agar kita boleh mengatakan bersama raja Daud : “Segala sesuatu datangnya dari Allah, dan kita memberikan apa yang datang daripada Dia.”
Orang-orang muda yang kekasih,  apakah yang menjadi maksud dan tujuan dari hidupmu?  Apakah engkau berambisi untuk mendapatkan pendidikan agar engkau mendapat nama dan kedudukan di dunia?  Apakah engkau mempunyai pikiran-pikiran yang tidak berani engkau nyatakan, agar satu hari kelak engkau dapat berdiri diatas kebesaran intelektualmu yang paling tinggi; demi mendapatkan kedudukan di dewan-dewan perwakilan rakyat dan meja-meja perundingan?  Tidak ada suatu kesalahan pun didalam pemikiran tersebut.  Setiap orang dari para pemuda boleh meninggalkan kesan kebesaran.  Engkau harus puas dengan semua pencapaian-pencapaianmu. Buatlah cita-citamu setinggi mungkin, dan janganlah menyia-nyiakan hidupmu untuk mencapainya.
Takut akan Allah adalah dasar dari seluruh kebenaran yang paling besar.  Ketulusan, ketulusan yang tidak dapat digoyahkan, adalah prinsip yang perlu engkau bawa bersamamu di dalam setiap hubunganmu di dalam kehidupan.  Bawalah agamamu di dalam kehidupanmu di sekolah, di asrama, dan disemua tempat dimana engkau berada.  Pertanyaan penting bagimu, adalah bagaimana memilih dan menyempurnakan pelajaran-pelajaranmu agar engkau mampu mengembangkan tabiat orang Kristen yang kokoh, dan murni, dan tidak bercela,  berpegang pada semua tuntutan dan minat sementara di dunia ini, untuk digantikan dengan tuntutan penginjilan Kristus yang lebih tinggi.  Engkau sekarang ingin membangun dan melengkapinya, agar dapat menghubungkan dirimu sendiri dengan masyarakat dan kehidupanmu, agar engkau dapat melayani tujuan Allah di dalam penciptaan.  Sebagai murid-murid Kristus, engkau tidak dihalangi untuk mengejar tujuan-tujuan yang bersifat sementara; tetapi engkau harus membawa agamamu ke mana pun engkau pergi.  Kegiatan apapun yang engkau lakukan untuk meningkatkan kemampuanmu, jangan pernah membiarkan dirimu berpikir yang engkau tidak mungkin mencapai kesuksesan tanpa mengorbankan prinsip.
Dengan prinsip yang rohani, engkau dapat naik ke tempat tinggi manapun yang engkau kehendaki.  Kita akan bergembira bila melihat engkau naik sampai ke tingkat yang mulia yang Allah rancang untuk dicapai olehmu.  Yesus mengasihi orang-orang muda yang berharga; dan Dia tidak suka melihat mereka bertumbuh tanpa peningkatan dan perkembangan talenta.  Mereka boleh menjadi orang-orang yang kuat meneguhkan prinsip, sesuai untuk diberi tanggung-jawab, dan sampai akhir mereka akan melatih setiap syaraf sesuai dengan hukum.
Tetapi jangan pernah  mengikat janji dengan kejahatan seperti menyalah-gunakan kekuatan yang diberikan oleh Allah untuk melakukan yang salah dan menghancurkan orang lain.  Ada orang-orang yang bertalenta yang menggunakan kemampuannya untuk menyebarkan kehancuran moral dan kejahatan;  perbuatan semacam ini adalah seperti menabur benih yang akan mereka tuai tanpa adanya rasa kebanggaan.  Menggunakan kemampuan yang diberikan oleh Allah untuk melakukan hal-hal semacam itu adalah perbuatan yang mengerikan, seperti menebarkan virus dan malapetaka, dan bukan menjadi berkat bagi masyarakat.  Menyimpan dan menyembunyikan talenta juga adalah pekerjaan yang menakutkan juga, karena ini berarti membuang mahkota kehidupan.  Allah menuntut pelayanan kita.  Ini adalah tugas tanggung-jawab yang harus dipikul oleh setiap orang; dan kita dapat memenuhi misi besar didalam kehidupan kita hanya bila tanggung-jawab ini diterima dengan sepenuh hati, dan digunakan dengan setia dan bijaksana.
Kata orang bijak ,” Ingatlah engkau akan Penciptamu pada masa mudamu.”  Jangan pernah mengira sesaatpun yang agama akan membuat engkau sedih dan murung dan itu akan menghambat jalan kita menuju kesuksesan.  Agama Kristus tidak akan pernah menghapus ataupun melemahkan satu orangpun.  Tidak pernah dibuat untuk membuat engkau tidak mampu dan menikmati kebahagiaan yang sejati;  tidak pernah dirancang untuk merendahkan minat didalam kehidupanmu, atau untuk membuatmu jadi berbeda terhadap tuntutan teman-temanmu dan masyarakat.  Tidak akan menutup kehidupan kedalam karung; tidak untuk membuat seseorang menggerutu dan mengeluh.  Tidak, tidak;  orang-orang yang memperlakukan Allah yang paling awal dan yang paling akhir dan yang paling baik, adalah orang-orang yang paling berbahagia didunia ini.  Senyum dan cahaya matahari tidak akan hilang dari kehidupannya.  Agama tidak akan membuat sipemeluknya menjadi jahat dan kasar, tidak rapi dan tidak sopan; justru sebaliknya, agama akan meningkatkan dan menambah kehormatannya, melembutkan seleranya, menyucikan pertimbangannya, dan membuatnya cocok dan sesuai bagi masyarakat malaikat surga dan bagi rumah yang disediakan oleh Yesus dengan kepergianNya.
Jangan pernah kita lewatkan pandangan kita terhadap bukti nyata yang Yesus adalah sumber dari segala kegembiraan.  Dia tidak pernah menyukai kemurungan didalam kehidupan manusia,  Dia suka melihat manusia berbahagia.  Orang-orang Kristen memiliki banyak sumber kebahagiaan dari perintahNya, dan mereka boleh menceriterakannya kepada orang lain dengan sangat tepat akan kesenangan-kesenangan apa yang patut dan benar.  Mereka boleh menikmati rekreasi agar tidak melelahkan otak dan menekan jiwa, rekreasi yang tidak akan membuat mereka menjadi kecewa setelah melakukannya atau meninggalkan pengaruh yang menyedihkan sehingga merusak harga diri dan menghambat dirinya menjadi orang yang berguna.  Kalau mereka dapat membawa Yesus bersama dengan mereka, dan meningkatkan roh suka berdoa, maka mereka akan sepenuhnya selamat.
 Pemazmur mengatakan :  “FirmanMu memberikan terang; terang itu memberikan pengertian bagi yang sederhana.”  Sebagai kuasa yang mendidik, Alkitab tidak mempunyai saingan.  Tidak ada ilmu pengetahuan yang dapat diserap untuk mengembangkan pikiran dengan begitu mudah, guna merenungkan kebenaran yang besar dan penting sebagai pelajaran yang praktis tentang Alkitab.  Tidak ada buku lain pernah dicetak, yang diakui dapat memberikan kuasa kepada pikiran.  Manusia dengan intelektual yang paling tinggi, kalau bukan karena dituntun oleh firman Allah pada waktu dia mempelajarinya, pasti mereka akan jadi bingung dan tidak akan dapat memahami Sang pencipta ataupun FirmanNya.  Kalau pikiran ditujukan untuk meraih dan mendalami kebenaran abadi, maka pikiran tidak akan pernah menjadi kacau dan lemah.

Alkitab adalah buku sejarah yang pernah diberikan kepada dunia yang paling banyak berisi pelajaran dan mudah diikuti.  Lembar halaman-halamannya berisi pengakuan mengenai penciptaan yang paling tidak dapat dibantah.  Disini kita melihat kuasa yang “terbentang dari surga dan dasarnya tertanam kokoh didalam bumi.”  Disinilah kita bisa mendapatkan sejarah yang sebenarnya mengenai keturunan manusia, yang tidak dibatasi oleh prasangka dan kesombongan manusia.
Didalam firman Allah, kita mendapatkan pengetahuan untuk pikiran yang paling dalam;  kebenaran-kebenarannya membangkitkan aspirasi yang paling mulia.  Disinilah kita berhubungan para nabi dan para rasul, mendengarkan suara kekekalan pada waktu Dia berbicara kepada manusia.  Disinilah kita melihat apa yang dimaksudkan olehpara malaikat mengenai keajaiban,- Anak tunggal Allah, pada waktu Dia merendahkan dirinya untuk menjadi pengganti dan penjamin kita, bergumul seorang diri melawan kuasa-kuasa kegelapan, dan meraih kemenangan demi kita.
Orang-orang muda kita mempunyai Alkitab yang berharga; dan kalau seluruh rencana-rencana dan tujuan-tujuan  mereka disesuaikan dengan Alkitab yang suci, mereka akan dipimpin dijalan yang menyelamatkan.  Disini kita dapat belajar apa yang diharapkan Allah dari kita yang diciptakan sesuai dengan gambarNya.  Disini kita dapat belajar bagaimana memperbaiki kehidupan kita yang sekarang, dan bagaimana memperoleh kehidupan dimasa yang akan datang.  Tidak ada buku yang lain yang dapat memberikan jawaban yang memuaskan kepada pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk dipikiran dan kegalauan dihati kita.  Dengan memperhatikan ajaran-ajaran dari Firman Allah, manusia boleh bangkit dari kelalaian yang paling parah dan dalam, untuk menjadi anak-anak Allah, dan bergaul dengan malaikat-malaikat yang tidak berdosa.
Semakin pikiran memikirkan tema pelajaran ini, akan semakin terlihat bahwa prinsip-prinsip yang sama akan melalui hal-hal yang alamiah dan rohani.  Ada keharmonisan antara alam dan Kekristenan; keduanya memiliki Penulis yang sama.  Buku alam dan buku Wahyu menyatakan pekerjaan dari pemikiran mulia yang sama.  Ada pelajaran-pelajaran dialam yang dapat dipelajari; dan ada pelajaran-pelajaran, yang dalam, yang sungguh-sungguh, dan segala pelajaran yang penting, yang harus dipelajari dari buku Allah.
Sahabat-sahabatku orang-orang muda, takut akan Allah terletak tepat pada dasar dari segala kegiatan; ialah awal dari kebijaksanaan.  Bapamu yang disurga mempunyai tuntutan-tuntutan terhadapmu; karena tanpa modal dan jasa sebagai bagian darimu, Dia telah memberikan kemurahan melalui pemeliharaanNya;  dan lebih dari itu, Dia telah memberikan seluruh surga melalui satu pemberian, yaitu AnakNya yang tunggal.  Sebagai balasan dari pemberian yang tidak ternilai ini, Dia menuntut penurutan dari hatimu.  Sebagaimana engkau telah dibeli dengan suatu harga, bahkan dengan harga yang dibayar dengan darah anak Allah, Dia meminta agar engkau menggunakan kesempatan-kesempatan yang diberikan kepadamu untuk dinikmati, dengan sebaik-baiknya.  Perbaiki dan tingkatkan intelektual dan moralmu yang adalah karunia dari Allah, juga talenta-talenta yang dipercayakan kepadamu, dan engkau tidak bebas membiarkan dirimu tidur-tiduran karena kurang pengembangan yang tepat, atau dilemahkan dan dikacaukan oleh ketidak-aktifanmu.  Engkau sendiri yang dapat memutuskan apakah tanggung-jawab yang terletak diatas pundakmu akan engkau lakukan atau tidak, apakah usahamu akan diarahkan dengan tepat sebaik yang dapat engkau lakukan?
Kita sedang hidup didalam hari-hari yang sedang menuju kepada kebinasaan.  Segenap surga menunjukkan minat terhadap tabiat yang sedang engkau bentuk.  Seluruh persiapan telah dibuat untukmu agar engkau dapat menjadi bagian dari alam yang mulia, dengan melepaskan diri dari kejahatan dan nafsu yang ada didunia.  Manusia tidak akan dibiarkan sendirian mengalahkan kuasa kejahatan dengan usahanya sendiri yang lemah.  Pertolongan ada ditanganNya dan akan diberikan kepada setiap jiwa yang menginginkannya.  Malaikat-malaikat Allah, yang naik dan turun ditangga Yakub yang dilihatnya dalam mimpinya, akan menolong setiap jiwa yang mau menaikinya bahkan sampai ketempat yang tertinggi disurga sekalipun.  Mereka semua sedang menjaga umat-umat Allah, dan memperhatikan bagaimana kaki-kaki kita mengambil langkah.  Orang-orang yang mau menaiki jalan yang bersinar itu akan mendapatkan upahnya; mereka akan memasuki kesukaan Tuhan mereka.

PENTINGNYA PENDIDIKAN

Bagi Daniel, takut akan Allah adalah permulaan dari hikmat.  Dia telah ditempatkan pada posisi dimana ada pencobaan yang besar.  Didalam istana raja, pemborosan ada dimana-mana;  pemanjaan diri, pemanjaan selera, tidak bertarak dan keserakahan, merupakan kejadian sehari-hari.  Daniel bisa saja mengikuti cara hidup para pejabat istana yang memalukan dan penuh kejahatan, atau dia dapat menolak pengaruh yang memerosotkan itu.  Dia memilih yang terakhir.  Dia membulatkan tekadnya yang dia tidak akan menjadi jahat oleh karena pelanggaran-pelanggaran yang penuh dosa itu, yang sebenarnya selalu berhubungan dengannya, dia membiarkan akibat apapun yang mungkin datang kepadanya.  Dia bahkan tidak mau mencemarkan diri dengan makan makanan raja, atau dengan anggur yang diminum raja.  Tuhan sangat berkenan dengan apa yang dilakukan oleh Daniel.  Daniel sangat dikasihi dan dihormati oleh segenap isi surga; dan kepada Daniel, Allah yang Maha bijaksana memberikannya ketrampilan untuk menguasai pelajaran kebudayaan orang-orang Kaledonia, dapat mengartikan mimpi-mimpi dan khayal-khayal.
Kalau para murid yang memasuki perguruan-perguruan tinggi kita mau berdiri teguh, dan meningkatkan diri dalam ketulusan, kalau mereka tidak mau bergaul dengan mereka-mereka yang berjalan dijalan penuh dosa, ataupun tidak mau bersuka-suka bersama dengan mereka, maka seperti Daniel orang-orang muda ini akan mendapat perkenan dari Allah.  Kalau mereka mau meninggalkan kesenangan-kesenangan yang tidak berguna dan pemanjaan selera, pikiran-pikiran mereka akan menjadi jernih untuk diisi dengan pengetahuan.  Maka kemudian mereka akan mendapat kuasa moral yang memungkinkan mereka untuk tidak goyah sewaktu dilanda oleh pencobaan.  Perjuangan untuk selalu siaga menolak kejahatan merupakan perjuangan yang terus menerus; tetapi akan disanggupkan untuk meraih satu kemenangan kepada kemenangan yang lainnya terhadap diri sendiri ataupun kuasa kegelapan.  Dan kalau orang-orang muda ini diuji dan dicobai, seperti Daniel, adalah suatu kehormatan besar yang dapat mereka pantulkan kepada Allah melalui keteguhannya menjalankan kebenaran.
Tabiat yang tidak tercela sangat berharga seperti emas ofir.  Tanpa perbuatan yang murni dan tidak bernoda, tidak ada seorangpun yang dapat menuju kepada tingkat kehormatan.  Namun aspirasi yang mulia dan kasih akan kebenaran bukanlah diwariskan.  Tabiat tidak dapat dibeli;  tabiat harus dibentuk dengan usaha yang kuat untuk menolak pencobaan.  Pembentukan dari tabiat yang baik adalah merupakan pekerjaan seumur hidup, dan tabiat akan bertumbuh melalui meditasi dan doa yang digabungkan dengan tujuan yang mulia.  Ketangguhan dari tabiat yang engkau miliki haruslah menjadi hasil dari usahamu sendiri.  Teman-teman mungkin boleh saja mendorong semangatmu, tetapi mereka tidak dapat mengerjakan pembentukan untukmu.  Berkeinginan, berkeluh-kesah, bermimpi-mimpi, tidak akan pernah membuatmu menjadi seseorang yang besar atau baik.  Engkau harus menanjak.  Kencangkan sendi-sendi dari pikiranmu, dan pergilah bekerja melakukan kemauanmu dengan segala kuat kuasamu.  Itulah perbaikan yang bijaksana dari semua kesempatan-kesempatanmu, pengembangan dari talenta-talenta yang dikaruniakan Allah, yang akan membuatmu menjadi manusia yang diperkenan Allah dan menjadi berkat bagi orang lain yang ada disekelilingmu.  Biarlah engkau memakai ukuran yang tinggi, dan dengan tenaga yang gigih, pergunakan segala talenta-talenta dan kesempatan-kesempatanmu, dan dapatkan cap khusus itu.
Apakah orang-orang muda kita mau mempertimbangkan bahwa mereka menghadapi pertempuran yang harus mereka perjuangkan?  Setan dan pengikut-pengikutnya selalu mengelilingi untuk melawan mereka, dan mereka belum memiliki pengalaman seperti yang dimiliki oleh orang-orang yang lebih tua.
Setan sangat membenci Kristus dan penebusan melalui darahNya, dan dia bekerja dengan segala kelicikannya yang penuh dengan tipu daya.  Dia mencari disetiap sudut untuk mendapatkan orang-orang muda yang mau dijadikan pembawa panjinya; dan dia menggunakan mereka sebagai kaki tangannya menyebarkan keraguan-raguan akan Alkitab.  Bila satu benih keragu-raguan telah ditanamkan, setan akan memberinya pupuk sampai menghasilkan tuaian yang melimpah.  Kalau dia dapat mengalihkan satu orang muda saja dari Alkitab,  maka satu orang muda itu tidak akan berhenti bekerja sampai pikiran-pikiran orang-orang muda yang lainnya diberi ragi keragu-raguan yang sama.
Orang-orang yang suka ragu-ragu akan membanggakan pikirannya yang mandiri; tetapi mereka ini sebenarnya tidak memiliki kemandirian yang murni.  Pikiran mereka dipenuhi dengan ketakutan akan perbudakan, kalau-kalau seseorang yang lemah dan dangkal seperti dirinya akan memerintahnya.  Ini adalah suatu kelemahan dan perbudakan terhadap tirani yang kejam.  Kebebasan dan kemandirian yang sebenarnya terdapat dalam pelayanan kepada Allah.  PelayananNya tidak akan menempatkan peraturan-peraturan yang tidak membahagiakanmu.  Didalam melaksanakan kehendak-kehendakNya, engkau akan menemukan kebahagiaan, kepuasan, dan kesukaan yang tidak akan pernah engkau dapatkan dijalan yang liar dan penuh dosa.  Maka pelajarilah baik-baik akan hal keadaan kebebasan yang kaukehendaki.  Apakah itu kebebasan dari umat-umat Allah, bebas dalam Yesus Kristus?  Ataukah engkau mengikuti pemanjaan dirimu yang berdasarkan pada kebebasan nafsu?  Kebebasan semacam itu akan menghadiahkan  penyesalan yang paling dalam, itu merupakan ikatan yang paling kejam.  
Kemandirian yang sebenarnya dari pikiran bukanlah berupa keras kepala, itu akan menuntun orang-orang muda itu membentuk pendapatnya sendiri mengenai firman Allah, dan tidak menghormati apa yang dikatakan atau dibuat oleh orang lain.  Kalau berada didalam pergaulan dengan orang-orang yang tidak percaya, orang-orang ateis, atau penyembah-penyembah berhala, kemandirian mereka akan dituntun untuk memperkenalkan dan membela kebenaran Injil yang suci melawan pertengkaran dan ejekan dari teman-teman mereka yang tidak mengenal Allah.  Kalau berada bersama orang-orang yang berpikir bahwa membeberkan kesalahan-kesalahan orang-orang Kristen adalah suatu kebajikan,  dan kemudian mencela agama, moral dan kebajikan, pikiran mereka yang mandiri nyata akan menuntun mereka secara sopan tapi tegas untuk menunjukkan bahwa cemooh adalah cara yang salah untuk mempertahankan argumentasi yang masuk akal.  Mereka akan disanggupkan untuk melihat dibalik pertengkaran itu kepada seseorang yang mempengaruhinya, sebagai musuh dari Allah dan manusia, dan menolaknya sebagai agen pribadinya.
Berdirilah untuk Yesus, orang-orang muda, dan pada saat kau membutuhkan, Yesus akan berdiri untukmu.  “Melalui buah-buhanya engkau akan mengenal mereka.”  Entah Allah atau setan yang menguasai pikirannya;  namun kehidupannya, tidak salah lagi, akan nyata menunjukkan dengan jelas kepada siapa engkau bergantung.  Setiap orang memiliki pengaruh, entah untuk kebaikan ataukah untuk keburukan.  Apakah pengaruhmu berasal dari Allah ataukah berasal dari setan?  Mereka yang berpaling dari pelanggaran akan terdaftar dalam kuasa yang Maha Kuasa sebagai orang yang dikasihi.  Suasana yang melingkupinya bukanlah yang dari dunia.  Dengan kekuasaan yang bekerja diam-diam mengatur kehidupan dan percakapan yang rohani, mereka dapat menyatakan Yesus didunia ini.  Mereka boleh memantulkan cahaya dari surga, dan memenangkan jiwa-jiwa untuk Yesus.
Saya senang karena kita mempunyai lembaga-lembaga dimana orang-orang muda kita dapat dipisahkan dari pengaruh kejahatan yang begitu lazim ada disekolah-sekolah pada zaman ini.  Saudara-saudara dan saudari-saudari kita seharusnya bersyukur karena dibawah tuntunan Allah, lembaga-lembaga kita boleh dibangun, dan harus berdiri, siap meneruskannya sesuai dengan tujuannya.  Semua pengaruh haruslah ditujukan untuk memberikan pendidikan kepada para orang muda dan untuk meningkatkan kuasa moral mereka.  Mereka harus dilatih untuk memiliki semangat moral yang baik guna menolak gelombang moral yang tercemar pada zaman yang sudah merosot ini.  Dengan berpegang teguh kepada kuasa yang mulia, mereka boleh berdiri ditengah-tengah masyarakat untuk membentuk dan memoles, lebih daripada sekedar mengikuti mode-mode dunia.
Tidak ada pekerjaan yang lebih penting daripada mendidik para orang muda dengan benar.  Kita harus menjaga mereka, memerangi setan, sehingga dia tidak akan dapat merenggut mereka dari pelukan kita.  Kalau orang-orang muda datang keperguruan-perguruan tinggi kita, mereka tidak seharusnya dibuat merasa seakan-akan mendatangi orang-orang asing yang tidak mempedulikan jiwa-jiwa mereka.  Disitu harus ada ayah-ayah dan ibu-ibu yang akan memperhatikan jiwa-jiwa mereka, sebagaimana yang akan dituntut dari para ayah dan ibu ini.  Saudara-saudara dan saudari-saudari, janganlah membiarkan dirimu menjauh dari orang-orang muda itu, seakan-akan engkau tidak mempunyai hubungan atau tanggung-jawab, atau kepedulian terhadap mereka.  Engkau yang sudah lebih lama mengaku sebagai pengikut-pengikut Kristus, mempunyai tugas untuk dilakukan dengan kesabaran dan dengan kebaikan untuk menuntun mereka dijalan yang benar.  Engkau harus menunjukkan kepada mereka yang engkau mengasihi mereka karena mereka adalah anggota yang lebih muda didalam keluarga Allah, dan yang telah dibeli juga dengan darahNya.
Masa depan dari masyarakat akan ditentukan oleh sikap para orang muda pada hari ini.  Setan sedang berusaha dengan keras dan sungguh-sungguh untuk membuat pikiran-pikiran mereka menjadi jahat dan menurunkan derajat tabiat dari setiap orang muda; dan apakah kita yang telah lebih berpengalaman hanya cukup berdiri sebagai penonton, dan melihatnya meraih tujuannya tanpa halangan?  Marilah kita berdiri ditempat kita masing-masing sebagai penjaga-penjaga, untuk bekerja bagi para orang muda ini, dan dengan pertolongan Allah, menahan mereka agar tidak jatuh kedalam jurang kebinasaan.  Didalam perumpamaan Yesus, sementara orang tidur, musuh akan menabur benih lalang; dan sementara engkau, saudara-saudara dan saudari-saudari, tidak menyadari pekerjaan setan, dia sedang mengumpulkan orang-orang muda untuk menjadi tentara-tentara yang membawa panjinya;  dan dia bersuka-ria karena dengan melalui orang-orang muda yang telah jatuh itu, dia akan dapat terus menyebarkan peperangan melawan Allah.
Para guru yang ada disekolah-sekolah kita memikul tanggung-jawab yang berat.  Mereka harus memberikan teladan bagaimana berbicara dan bertindak sebagaimana mereka kehendaki agar diikuti oleh murid-muridnya, - yaitu menjadi orang-orang yang takut akan Allah dan melakukan kebenaran.  Kalau mereka sendiri melakukannya, mereka akan dapat melatih para orang muda untuk mengikuti teladannya.  Mereka tidak hanya mengajarkan ilmu-ilmu pengetahuan, tetapi juga melatih mereka untuk memiliki kemandirian moral, untuk dipekerjakan bagi Yesus, dan untuk memikul beban menyegerakan kedatanganNya.
Guru-guru,  betapa banyaknya kesempatan yang engkau miliki!  Betapa banyaknya hak istimewa yang ada didalam jangkauanmu untuk membentuk pikiran-pikiran dan tabiat-tabiat para orang muda yang berada dibawa tanggung-jawabmu.  Betapa senangnya bagimu kalau pada suatu hari engkau dipertemukan dengan mereka disekitar tahta kemuliaan yang suci, dan engkau mengetahui yang engkau telah melakukan yang terbaik bagi mereka yang memungkinkan mereka untuk mencapai kekekalan!  Kalau pekerjaanmu bertahan pada saat menghadapi ujian pada hari besar itu, betapa manisnya panggilan Allah seperti bunyi musik terdengar ditelingamu, “Sabaslah, hamba yang baik dan setiawan; masuklah engkau kedalam kesukaan Tuhanmu.”
Diladang tuaian yang luas, ada banyak pekerjaan yang harus dikerjakan oleh semua orang, dan orang-orang yang mengabaikan pekerjaan yang sebenarnya dapat mereka lakukan, akan dipersalahkan dihadapan Allah.  Marilah kita bekerja demi waktu yang singkat dan demi kekekalan.  Marilah kita bekerja untuk para orang muda dengan seluruh kekuatan yang Allah telah titipkan kepada kita, maka Dia akan memberkati semua usaha kita yang terarah dengan baik.  Penebus kita rindu untuk menyelamatkan orang-orang muda.  Dia akan bersuka melihat mereka berada disekeliling tahtaNya memakai pakaian dengan jubah kebenaranNya yang tidak bernoda.  Dia sedang menanti untuk meletakkan mahkota kehidupan dikepala-kepala mereka, dan mendengar paduan suara-suara mereka yang berbahagia menyatakan tentang kehormatan dan tentang kemuliaan, tentang kebesaran Allah dan tentang Anak Domba, yang dilantunkan dalam lagu kemenangan, bersahut-sahutan membahana disegenap penjuru istana surga.  --  Review and Herald, 19 dan 26 Agustus, 1884.

10

BAHAYANYA  MEMBACA  BUKU-BUKU

CERITERA  KHAYALAN  DAN  AMORAL

Setiap orang Kristen,  baik tua maupun muda, akan dilanda oleh pencobaan-pencobaan; dan keselamatan kita sendiri terdapat pada kehati-hatian kita didalam meneliti tugas kita, dan kemudian melakukannya dengan cara apapun bagi kita sendiri.  Segala sesuatu telah dilakukan untuk  menjamin keselamatan kita, dan kita tidak hanya harus mau tetapi harus juga berkeinginan untuk mempelajari kehendak Allah, dan melakukan segala sesuatu untuk kemuliaanNya.  Inilah pekerjaan dalam kehidupan orang-orang Kristen.  Dia tidak perlu melihat berapa jauh dia dapat menjalani jalan yang penuh perbedaan dan keragu-raguan, agar tetap disebut sebagai anak-anak Allah; tetapi dia juga harus mau belajar melihat betapa dekatnya dia dapat meniru kehidupan dan tabiat dari Kristus. 
Teman-teman orang muda,  pengetahuan tentang Alkitab dapat menolong engkau untuk menolak pencobaan.  Kalau engkau pernah mempunyai kebiasaan untuk membaca buku-buku ceritera, maukah engkau mempertimbangkan, apakah layak menggunakan waktumu untuk membaca buku-buku ini, yang semata-mata merampas waktumu dan menyenangkan dirimu sendiri, tetapi tidak memberikan kekuatan moral dan mental kepadamu?   Kalau engkau sedang membacanya, dan mendapati yang buku-buku itu membuat engkau kecanduan untuk membaca buku-buku novel khayalan yang menggairahkan, kalau buku-buku tersebut menuntun engkau untuk tidak menyukai Alkitab dan mengenyampingkannya, kalau buku-buku itu melibatkanmu dengan kegelapan dan berpaling dari Allah, - kalau semua ini telah memberikan pengaruh  buruk terhadapmu, maka berhentilah membacanya sekarang juga.  Janganlah melakukan pembacaan ini sampai imaginasimu dilumpuhkan, dan engkau merasa tidak cocok lagi untuk mempelajari Alkitab dan melakukan tugas-tugas sehari-hari dalam kehidupanmu yang nyata.
Pekerjaan yang murahan dari buku-buku ceritera khayalan tidak memberikan manfaat apa-apa.  Buku-buku itu tidak menanamkan pengetahuan apapun; buku-buku itu tidak memberikan inspirasi yang besar dan baik; tidak menggelitik hati untuk memperoleh kesucian, tidak menggairahkan jiwa untuk mengejar kebenaran.  Sebaliknya,  buku-buku itu mengambil waktumu yang seharusnya engkau pergunakan untuk melakukan tugas-tugasmu dan melayani Allah, -- waktu yang seharusnya digunakan untuk berdoa, mengunjungi orang sakit, mempedulikan yang berkekurangan, dan mendidik dirimu sendiri mendapatkan kehidupan yang berguna.  Kalau engkau mulai membaca  buku-buku ceritera semacam itu, betapa seringnya imaginasimu digairahkan sampai engkau jatuh kedalam dosa.  Engkau tidak mematuhi orangtuamu, dan menyebabkan pertentangan didalam lingkaran keluarga oleh karena melalaikan tugas-tugas sederhana yang diserahkan kepadamu.  Dan lebih buruk lagi dari ini, doa juga dilupakan, dan Alkitab dibaca dengan cara yang berbeda atau bahkan diabaikan samasekali.
Ada jenis buku-buku yang lain yang harus engkau hindari, -- buku-buku hasil dari penulis-penulis kafir seperti Paine dan Ingersoll.  Buku-buku semacam ini seringkali dipaksakan kepadamu untuk dibaca dengan ejekan yang engkau adalah seorang pengecut bila tidak mau membacanya.  Dengan tegas katakan kepada musuh-musuh yang mencobai engkau – mereka adalah musuh, walaupun mereka mengaku sebagai sahabat-sahabatmu --  yang engkau akan menuruti Allah dan akan menggunakan Alkitab sebagai penuntunmu.  Katakan kepada mereka yang engkau takut membaca buku-buku semacam itu;  yang imanmu terhadap Allah sedang lemah dan engkau ingin mencari kekuatan dan bukannya malah menghancurkannya; dan katakan yang engkau tidak akan membangun hubungan apapun dengan bapa pembohong.
Saya memperingatkanmu untuk berdiri teguh, dan jangan pernah melakukan tindakan yang salah, lebih baik disebut sebagai seorang pengecut.  Jangan biarkan ejekan-ejekan, ancaman-ancaman, cemoohan membujukmu untuk untuk mengalahkan hati nuranimu diperkecil, dan membuka pintu dimana setan dapat masuk dan menguasai pikiranmu.
Jangan repotkan dirimu untuk membuka lembaran-lembaran dari sebuah buku yang meragukan.  Didalam buku-buku setan ada daya tarik yang membawa keneraka.  Buku-buku itu merupakan batere yang berkekuatan penuh, dengan mana dia merobek-robek iman dari kerohanian.  Jangan pernah berpikir yang engkau cukup kuat membaca buku-buku tersebut; karena buku-buku itu berisi racun seperti ular berbisa.  Buku-buku semacam itu tidak akan membawa kebaikan, dan yang pasti akan membawa celaan kepadamu.  Didalam membaca buku-buku semacam itu, engkau menghirup racun dari neraka, seperti aliran air yang kotor menyirami jiwamu, membiarkan dirimu berada dijalan kesimpang-siuran yang meragukan.  Buku-buku ini ditulis oleh orang-orang yang dipekerjakan oleh setan sebagai kaki-tangannya; dan dengan cara ini dia membuat rancangan untuk membingungkan pikiran, menariknya dari kasih sayang Allah, dan merampas kehormatan dan rasa syukur yang dituntut darimu oleh Penciptamu.
Pikiran perlu dilatih, keinginan-keinginan perlu dikendalikan dan dibawa kepada kehendak Allah.
Daripada dijauhkan dan direndahkan oleh makanan yang berasal dari tempat sampah yang kotor, yang disediakan oleh setan, lebih baik diisi dengan makanan yang bergizi yang akan memberikan kekuatan dan ketegaran.
Orang-orang muda Kristen, engkau harus mempelajari segala sesuatu.  Engkau harus menjadi murid yang menaruh minat terhadap Alkitab; engkau harus menyelidikinya, membandingkan satu ayat dengan ayat yang lainnya.  Kalau engkau hendak memberikan pelayanan dan kebaikan kepada Allah, engkau harus mengetahui apa yang Dia kehendaki.  FirmanNya adalah tuntunan yang sebenarnya; kalau dipelajari dengan sungguh-sungguh, tidak akan ada bahaya jatuh kedalam kuasa pencobaan yang mengelilingi orang-orang muda, dan yang dijejalkan kepada mereka. – The Youth’s Instructor, 10 September, 1884.



 [D1]

 [D2]

 [D3]

 [D4]

 [D5]

 [D6]

 [D7]

 [D8]

 [D9]



You may also like

Tidak ada komentar: